Persahabatan Dua Monyet
Juraidah Ersa Fitriah
Ilustrator : Juraidah Ersa Fitriah
Di suatu hari monyet bernama
Nano sedang berjalan dan ia
melihat seorang petani membawa
buah pisang Ia lalu mengikutinya.
Di pertengahan jalan buah pisang
yang dibawa oleh petani jatuh tanpa
petani itu sadari.
Lalu Nano pun bergegas mengambil
pisang itu dan membawa nya. Saat ia
ingin memakan buah pisang datanglah
temannya yang bernama Moki melihat
moki datang Nano pun membagi dua
beberapa buah pisang yang ia punya
lalu mereka berdua pun makan dengan
lahap.
Keesokan harinya Nano mengikuti petani
yang kemarin ia lihat dimana hari itu petani
membawa lebih banyak buah pisang dan
moki melihat Nano mereka berdua akhirnya
mengikuti petani tersebut dan buah
pisangnya banyak yang jatuh lebih banyak
dari yang Nano temukan kemarin lalu
mereka pun langsung menghampiri pisang-
pisang yang terjatuh
Moki : "kau tidak boleh menyentuh buah
pisang ini nano karena semua ini milikku"
Nano : "tapi kita kan berdua menemukan
buah-buah pisang ini, aku akan
membantumu membawanya, buah pisang ini
terlalu banyak"
Moki : "tidak ini punyaku, aku tidak mau
berbagi denganmu aku bisa membawanya
sendirian"
Nano pun terlihat marah dan pergi
meninggalkanmu Moki yang serakah, moki
membawa buah pisang yang banyak itu sambil
menggendong nya di depan. Di saat itu juga
petani sadar bahwa ia merasa pisang yang dibawa
berkurang, Ia pun mengeceknya kembali benar
saja pisang yang ia bawa tinggal sedikit karena
sudah banyak yang jatuh akhirnya petani pun
memutuskan kembali ke jalan yang telah Ia lewati
tadi.
Saat ia menuju ke jalan yang tadi dia kaget
melihat seekor monyet sedang membawa pisang-
pisangnya yang terjatuh, petani siap untuk
menangkap monyet moki dan berniat untuk
menjualnya ke pemburu.
Moki : "tolong...tolong...lepaskan aku"
Mendengar suara teriakan Nano yang sedang
mencari makanan bergegas ke sumber suara
tersebut
Petani pun kaget dan moki bisa melepaskan diri
lalu mereka berdua pun lari dan selamat
Moki : "Maafkan aku Nano, aku menyesal sudah pelit
kepadamu dan menolak bantuanmu untuk membawa
pisang tadi, terima kasih kau sudah menyelamatkan aku"
Nano : "tidak apa moki aku sudah memaafkan
kesalahan mu, besok kita mencari makan bersama-sama
di tempat lain saja ya moki"
Nano yang tidak ingin kehilangan sahabatnya pun
memaafkan kesalahan moki semenjak kejadian itu
mereka berdua hidup rukun dan saling berbagi satu sama
lain.