1
2i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan Kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan karuniaNya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP).
SOP ini dibuat untuk melengkapi aksi perubahan yang sedang dilaksanakan. Standar
Operasional Prosedur ini berisi langkah-langkah pelayanan kesehatan gigi. Dengan
selesainya penyusunan Standar Operasional Prosedur ini, atas bantuan dan dukungan
dari berbagai pihak, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Mayor Kes dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, Sp.B, sponsor sekaligus Atasan Action
Leader sendiri yang telah mengijinkan dan mendukung kami untuk mengikuti
Pelatihan ini.
2. Pembina IV/a drg. Eva Naomi LB. sebagai Mentor yang telah membimbing
Action Leader menyusun Laporan aksi perubahan ini.
3. Pembina IV/a Limawati Handayani,S.T.,M.T.Coach yang telah membimbing,
memberi saran serta masukkan dalam pembuatan Rancangan Aksi Perubahan ini.
4. Bapak dan Ibu Widyaiswara yang telah berbagi ilmu dalam memberikan materi
pelajaran PKP.
5. Orang tua, Suami dan anak-anak kami yang telah memberikan dukungan dan
mengijinkan kami untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini.
6. Rekan-rekan siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III Tahun
2022.
7. Semua pihak yang telah memberi dukungan dan semangat serta kerjasama
dalam mengikuti pelatihan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan laporan ini masih sangat jauh dari
sempurna dan masih banyak hal-hal yang memerlukan perbaikan untuk penyempurnaan.
Oleh karena itu penulis sangat menghargai kritik, saran, dan sumbangan pikiran yang
ii3
membangun demi perbaikan kualitas panduan ini. Akhirnya semoga keberadaan panduan
ini dapat membantu Staf Poli Gigi dalam melakukan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Bogor, Juli 2022
Action Leader,
Mishbah Lubis, AM.KG
Penata Muda TK. I III/b 198203182007122001
ii4i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
1. Prosedur Pelayanan Pasien Di Poli Gigi....................................................... 3
2. Persiapan Ruangan dan Alat ........................................................................
3. Anamnese Pasien Gigi ................................................................................. 5
4. Karies Dini / Karies Email Tanpa Kavitas /
6
Lesi Putih Dan Tata Laksana Penanganannya.............................................
5. Karies Email Dengan Kavitas, Karies MencapaiDentin 9
10
Dengan Kavitas Dan Tata Laksana Penanganannya ................................... 11
6. Karies Pada Cement / Karies Akar Gigi
7. Pulpitis Reversibel, Pulpitis Awal/Hiperemi DanTatalaksana Penanganannya 12
8. Pulpitis Irreversibel Dan TatalaksanaPenanganannya ................................. 13
9. Gangren Pulpa Dan TatalaksanaPenanganannya........................................ 15
10. Gangren Pulpa Dengan Kelainan JaringanPriapikal (Periodontitis 17
19
Periapikal, Abses Periapikal) Dan Tatalaksana Penangananya ................... 22
11. Gingivitis, Dan Penatalaksanaannya ............................................................ 24
12. Periodontitis Dan Penatalaksanaan .............................................................. 25
13. Abses Gigi Dan Tatalaksana Penanganannya.............................................. 27
14. Prosedur Anestesi Lokal ............................................................................... 30
15. Prosedur Exodontia ......................................................................................
16. Prosedur Scaling ..........................................................................................
17. Stomatitis Aftosa Rekuren Dan Tata LaksananPenanganannya ..................
18. Prosedur Konservasi Dengan PerawatanEndodontik ...................................
19. Prosedur Tambalan ......................................................................................
1
PROSEDUR PELAYANAN PASIEN DI POLI GIGI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Prosedur yang harus dilaksanakan di poli gigi dalam rangka
pelayanan kepada pasien.
TUJUAN Tercapainya penegakan diagnosa penyakit gigi dan mulut
KEBIJAKAN serta ditentukan rencana therapy dan tindakan.
PROSEDUR Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau perawat
gigi sesuaikasus.
Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi
1. Beri salam.
2. Persilakan pasien untuk duduk di kursi dental.
3. Cuci tangan.
4. Lakukan anamnesa.
5. Pemeriksaan fisik intra oral dan ekstra oral.
6. Penegakan diagnosa.
7. rencana therapy dan tindakan.
8. Informed concern lisan atau tertulis.
9. Pemberian therapy dan atau tindakan sesuai dengan
diagnosa pasien
10. Pasien diperkenankan pulang
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
2
PERSIAPAN RUANGAN DAN ALAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Merupakan persiapan awal dalam menunjang setiap
pelayanan di poli Gigi.
TUJUAN
Agar ruangan dan peralatan bersih steril dalam upaya
pencegahan penularan dan juga memberi kenyamanan bagi
pasien
KEBIJAKAN Persiapan ruangan dan peralatan dikerjakan oleh perawat
gigi.
PROSEDUR 1. Menyiapkan ruangan dan alat
UNIT TERKAIT 2. Memberisihkan ruangan,meja dan dental unit
3. Mengecek alat-alat dan obat-obatan gigi
4. Mempersiapkan tampon cotton roll dan cotton pellet dan
kasa
- Apotek
- Gudang Obat dan alat
3
SOP ANAMNESIS PASIEN GIGI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
1 Juli 2022
STANDAR dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
OPERASIONAL Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
PENGERTIAN Wawancara antara petugas dan pasien.
TUJUAN Memperoleh data atau informasi tentang permasalahan yang
sedang di alami oleh pasien.
KEBIJAKAN Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR Anamnese oleh dokter gigi atau perawat gigi sesuai
kasus.
1. Menyambut pasien dengan ramah
2. Menanyakan dan mencatat identitas pasien meliputi :
a. Nama
b. Umur
c. Alamat
d. Pekerjaan
3. Menanyakan keluhan utama :
a. Lokasi gigi yang sakit (lokal,menyebar)
b. Kapan dirasakan
c. Sifat Sakit (sedang, akut,kronis)
d. Sudah pernah di obati atau belum.
4. Menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan umum:
a. Jantung
b. Gula Darah
c. Hipertensi
d. Kehamilan
e. Asma
f. TBC (paru)
g. HIV/AIDS
4
SOP ANAMNESIS PASIEN GIGI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik h. Kebiasaan buruk pasien (merokok, minum
UNIT TERKAIT alkohol,menghisap jari dll)
i. Komplikasi/Alergi yang pernah di alami pada
pengobatan yang lalu
-
5
KARIES DINI / KARIES EMAIL TANPA KAVITAS / LESI
PUTIH DAN TATA LAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
1 Juli 2022
STANDAR dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
OPERASIONAL Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
PENGERTIAN Karies yang pertama terlihat secara klinik.
TUJUAN Dapat tegaknya diagnosa karies dini dan terlaksananya
KEBIJAKAN penatalaksanaan kasus karies dini
PROSEDUR - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
UNIT TERKAIT - Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau perawat
gigi sesuaikasus.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi
1. Pemeriksaan intra oral dengan sonde tumpul, pada
emailterlihat daerah lesi putih.
2. Penegakan diagnosa.
3. Berikan informed consent lisan untuk tindakan
yang akandilakukan.
4. Poles gigi yang mengalami karies dini.
5. Wilayah gigi yang akan dilakukan perawatan
diisolasimenggunakan kapas gulung.
6. Oleskan larutan fluor menggunakan butiran kapas pada
gigiyang akan dirawat. Diamkan beberapa saat.
7. Ambil kapas gulung dan instruksikan agar pasien tidak
makan,minum, atau berkumur-kumur selama kurang
lebih 1 jam.
8. Pasien diperkenankan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
6
KARIES EMAIL DENGAN KAVITAS, KARIES
MENCAPAIDENTIN DENGAN KAVITAS DAN TATA
LAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN - Karies yang terjadi pada email sebagai lanjutan karies dini
yanglapisan permukaannya rusak.
- Karies yang sudah berkembang mencapai dentin.
TUJUAN 1. Dapat terdiagnosanya kareis email dengan kavitas
atau kareisyang sudah mencapai dentin.
2. Terlaksananya penatalaksanaan karies email dengan
kavitas atau karies yang sudah mencapai dentin.
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau perawat
gigi sesuaikasus.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi
1. Pemeriksaan intra oral : sudah terdapat kavitas pada
email ataukaries sudah mencapai dentin.
2. Penegakan diagnosa.
3. Berikan informed consent lisan untuk tindakan yang
akandilakukan.
4. Tergantung pada lokasi estetika ditumpat.
- Jika mengganggu estetika ditumpat.
- Jika tidak mengganggu estetika : lakukan
recountoring,poles dan ulas flour.
5. Tumpat kavitas yang dangkal dengan glass ionomer,
kavitasyang dalam dilapisi pulp caping terlebih dahulu
kemudian ditumpat glass ionomer atau resin
komposit.
6. Lakukan tahapan prosedur tumpatan..
7
KARIES EMAIL DENGAN KAVITAS, KARIES
MENCAPAIDENTIN DENGAN KAVITAS DAN TATA
LAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
8
KARIES PADA CEMENTUM / KARIES AKAR GIGI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
OPERASIONAL Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
Karies yang terjadi pada permukaan akar biasanya terjadi
PENGERTIAN pada
orang dewasa yang gingivanya telah mengalami resesi.
TUJUAN
1. Dapat tegaknya diagnosa karies pada semen atau
KEBIJAKAN karies padaakar gigi.
2. Terlaksananya penata laksanaan karies pada akar gigi.
- Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau perawat
gigi sesuaikasus.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi
PROSEDUR 1. Pemeriksaan intra oral : terdapat karies pada cemen
atau akargigi.
2. Penegakan diagnosa.
3. Berikan informed consent lisan untuk tindakan
yang akandilakukan.
4. Lakukan prosedur tumpatan.
5. Pasien diperkenankan pulang.
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
9
PULPITIS REVERSIBEL, PULPITIS AWAL/HIPEREMI DAN
TATALAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
OPERASIONAL Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
Radang pulpa ringan sampai sedang akibat rangsang,
PENGERTIAN radang dapat
sembuh setelah penyebab/rangsang dihilangkan.
TUJUAN
Nyeri tajam terjadi singkat tetapi tidak spontan, tidak terus
KEBIJAKAN menerus, nyeri hilang setelah rangsang dihilangkan.
Rangsangan berupa rangsang dingin, panas, asam,
manis.
- Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau perawat
gigi sesuaikasus.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi
1. Pemeriksaan fisik intraoral dan ekstraoral. pulpitis
2. Penegakan diagnosa pulpitis reversibel,
PROSEDUR awal/hiperemia.
3. Berikan informed consent lisan.
4. Lakukan prosedur pulp capping.
5. Pada kunjungan berikut lakukan tambalan dengan glass
ionomer atau resin komposit sesuai indikasi tambalan.
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
10
PULPITIS IRREVERSIBEL DAN TATALAKSANA
PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN - Radang pulpa yang ringan (baru terjadi) atau yang
berlangsung lama, ditandai dengan nyeri spontan
terutama pada saat terkenarangsang dingin.
- Pada kasus akut, merupakan radang pulpa lama ditandai
dengan rasa nyeri akut spontan setelah terbentuknya
eksudat/mikroabses di dalam pulpa.
TUJUAN 1. Dapat terdiagnosanya pulpitis irreversibel.
2. terlaksananya penatalaksanaan pulpitis irreversibel
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Penegakan diagnosa oleh dokter gigi.
UNIT TERKAIT - Tindakan oleh dokter gigi.
1. Pemeriksaan fisik iintraoral dan ekstraoral.
2. Penegakan diagnosa pulpitis irreversibel,
pulpitisawal/hiperemia.
3. Berikan informed consent lisan.
4. Laksanakan prosedur tindakan untuk pulpitis irreversibel.
5. Rujuk ke rumah sakit.
6. Pasien diperkenankan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
11
GANGREN PULPA DAN TATALAKSANA
PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
1 Juli 2022
STANDAR dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
OPERASIONAL Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR Kematian jaringan pulpa sebagian atau seluruhnya,
sebagaikelanjutan proses karies atau trauma.
PENGERTIAN
TUJUAN 1. Dapat tegaknya diagnosa gangren pulpa.
KEBIJAKAN 2. Terlaksananya penatalaksanaan gangren pulpa.
PROSEDUR - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
UNIT TERKAIT - Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau dapat
dilimpahkankepada perawat gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan
kepada
- perawat gigi untuk beberapa jenis gigi.
1. Pemeriksaan fisik intraoral : terlihat jaringan pulpa
mati, perubahan warna gigi, translusens gigi
berkurang atau gigi sudah tinggal radiks dan
berbau busuk.
2. Penegakan diagnosa gangren pulpa.
3. Berikan informed consent lisan atau tertulis.
4. Alternatif tindakan :
a. Exodonti
b. Konservasi
5. Alternatif tindakan konservasi adalah untuk gigi yang
secara klinis masih bisa dilakukan tindakan
konservasi dengan perawatan saluran akar
(endodontik) dirujuk ke rumah sakit.
6. Pasien diperkenankan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
12
GANGREN PULPA DENGAN KELAINAN
JARINGANPRIAPIKAL (PERIODONTITIS
PERIAPIKAL, ABSES PERIAPIKAL) DAN
TATALAKSANA PENANGANANYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN
TUJUAN Inflamasi akibat kontaminasi bakteri pada daerah periapek
KEBIJAKAN yangberasal dari pulpa gigi, dan dapat berkembang menjadi
abses periapikal.
PROSEDUR
1. Dapat tegaknya diagnosa periodontitis periapikal
UNIT TERKAIT dan atauabses periapekal.
2. Terlaksananya penatalaksanaan periodontitis periapikal
dan atau abses periapikal.
- Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau dapat
dilimpahkankepada perawat gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan
kepada perawat gigi untuk beberapa jenis gigi.
1. Pemeriksaan ekstraoral : palpasi lymponidi
2. Pemeriksaan intraoral : palpasi sekitar apeks gigi sakit,
perkusisakit.
3. Berikan inform consernt lisan.
4. Premedikasi : antibiotik, analgetik, antiinflamasi.
5. Setelah peradangan mereda, alternatif tindakan adalah :
a. Tindakan exodonti
b. Tindakan konservasi
6. Untuk tindakan konservasi lebih lanjut dirujuk ke rumah
sakit.
7. Pasien diperkenankan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
13
GINGIVITIS, DAN PENATALAKSANAANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Peradangan gusi yang disebabkan oleh faktor lokal dan atau
TUJUAN faktor systemik.
1. Dapat terdiagnosanya peradangan yang terjadi pada
jaringangingigiva.
2. Terlaksananya prosedur penatalaksanaan gingivitis.
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Penegakan diagnosa oleh dokter gigi dan atau perawat
gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi, perawat gigi sebagai asisten.
1. Pemeriksaan intra oral :
a. Ada perubahan dalam hal warna gusi, bentuk
permukaandan konsistensi :
- Warna merah terang – merah kebiruan
- Konsistensi lunak – kenyal
- Bentuk membulat
- Permukaan licin, kasar seperti kulit jeruk.
- Pada probing ada tendensi perdarahan.
- Ada pocket gingival yang dasarnya
terletak padaComento Enamal Junction
(CEJ).
b. Halitosis.
2. Berikan informed consent lisan untuk rencana
perawatan.
3. Perawatan awal :
DHE (Dental Health Education) meliputi pemberian
disclosing solution, teknik dan cara membersihkan gigi
14
GINGIVITIS, DAN PENATALAKSANAANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik (sikat gigi, flossing), pengendalian plak di rumah, pola
UNIT TERKAIT makan (jenis, frekuensi, komposisi konsistensi makanan)
menghilangkan kebiasaan buruk, anjuran kunjungan berkala,
anjuran perawatangigi rutin.
4. Pemberian premedikasi untuk kasus akut.
5. Scalling supragingiva dan subgingiva (untuk kasus
yangmemerlukan tindakan lebih kompleks rujuk ke
RS).
6. Pemberian topikal anestesi pada kasus yang hipersensitif.
7. Pasien diperkenakan pulang
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
15
PERIODONTITIS DAN PENATALAKSANAAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Peradangan jaringan periodontium yang lebih dalam yang
TUJUAN merupakan lanjutan dari peradangan gingiva.
KEBIJAKAN
1. Dapat tegaknya diagnosa peradangan pada jaringan
PROSEDUR
periodontal.
2. Terlaksananya prosedur penatalaksanaan
periodontitis.
- Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi, perawat gigi sebagai asisten
doktergigi.
1. Pemeriksaan intra oral :
a. Ada perubahan dalam hal warna gusi, bentuk
permukaandan konsistensi :
- Warna merah terang – merah kebiruan
- Konsistensi lunak – kenyal
- Bentuk membulat
- Permukaan licin, kasar seperti kulit jeruk.
- Pada probing ada tendensi perdarahan.
- Ada pocket gingival yang dasarnya
terletak padaComento Enamal Junction
(CEJ).
b. Halitosis.
c. Pocket dalam >> 3 mm.
d. Loss of attachment
e. Mobility
f. Kerusakan membran periodontal dan tulang alveolar.
16
PERIODONTITIS DAN PENATALAKSANAAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik 2. Penegakan diagnosa.
UNIT TERKAIT 3. Informed consent lisan.
4. Perawatan awal :
DHE (Dental Health Education) meliputi pemberian
disclosing solution, teknik dan cara membersihkan gigi
(sikat gigi, flossing), pengendalian plak di rumah, pola
makan (jenis, frekuensi, komposisi konsistensi
makanan) menghilangkan kebiasaan buruk, anjuran
kunjungan berkala, anjuran perawatangigi rutin.
5. Pemberian obat premedikasi untuk kasus akut.
6. Setelah peradangan reda alternatif tindakan yaitu :
a. Exodotia
b. Untuk perawatan periodonti lebih lanjut pasien
dirujuk kerumah sakit.
7. Pasien diperkenankan pulang
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
17
ABSES GIGI DAN TATALAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Pengumpulan nanah yang telah menyebar dari sebuah gigi
kejaringan di sekitarnya, biasanya berasal dari suatu infeksi.
TUJUAN 1. Dapat tegaknya diagnosanya abses gigi.
KEBIJAKAN 2. Terlaksananya prosedur penatalaksanaan abses gigi
PROSEDUR - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi dan dapat
dilimpahkankepada perawat.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
- perawat gigi.
1. Pemeriksaan ekstraoral dan intraoral : tanda-tanda klinis
yangsering ditemui.
a. Pada pemeriksaan tampak pembengkakan di
gigi yangsakit.
b. Bila abses terdapat di gigi depan atas
pembengkakan dapatsampai ke kelopak mata.
c. Abses pada gigi belakang atas menyebabkan
bengkaksampai ke pipi.
d. Abses gigi bawah menyebabkan bengkak sampai
ke daguatau telinga dan submaksilaris.
e. Penderita kadang demam.
f. Kadang disertai dengan trismus.
g. Gigi goyah dan sakit saat mengunyah.
2. Penegakan diagnosa abses gigi.
18
ABSES GIGI DAN TATALAKSANA PENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik 3. Berikan informed consent lisan.
UNIT TERKAIT 4. Premedikasi : antibiotik, analgetik, antinflamsi,
ruborantia
5. Pasien diperkenankan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
19
PROSEDUR ANESTESI LOKAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Anestesi lokal; obat yang mampu menghambat konduksi
saraf (terutama nyeri) secara reversibel pada bagian tubuh
yang spesifik
TUJUAN Sebagai pedoman untuk melakukan anestesi lokal
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dilaksanakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
perawat gigi (kecuali anestesi blok)
1. Blok anestesi mandibula
Indikasi ; gigi posterios bawah (gigi-gigi mandibula
kecualiincicivus sentral dan lateral).
Cara kerja anestesi blok :
a. Palpasi retromolaris dengan jari telunjuk sehingga
jarimenempel pada linea oblique.
b. Dengan barel syring terletak antara kedua premolar
pada sisi yang berlawanan, arahkan jarum sejajar
dengan dataranoklusal gigi-gigi mandibula ke arah
ramus dan jari.
c. Tusukkan jarum pada apeks trigonum pterygomandibular
dan teruskan gerakan jarum diantara ramus dan
ligamentumserta otot-otot sampai ujungnya berkontak
pada dinding posterior sulcus mandibularis.
d. Deponirkan 1,5 cc anestetikum di sekitar
alveolarisinferior.
e. N. Lingualis biasanya beranestesi dengan cara
mendeponirkan sejumlah kecil anestetikum pada perjalanan
masuknya jarum.
20
PROSEDUR ANESTESI LOKAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
2. Anestesi infiltrasi.
Indikasi : gigi rahang atas dan gigi anterior
bawah, gigipersistensi tanpa lukasi.
Cara kerja :
a. Gigi rahang atasInfiltrasi palatal
1. Injeksi 0,5 cc anestetikum, pada titik suntikan
yang terletak sepanjang papilla incisiva yang
berlokasi padagaris tengah rahang, disposterior
gigi incisivus sentral.(injeksi N. Nasopalatinus :
untuk gigi anterior atas).
2. Injeksi 0,5 cc anestetikum, pada sebelah mesial
dari titik tengah garis khayal yang ditarik antara tepi
gingivamolar ketiga atas sepanjang akar palatalnya
terhadap garis tengah. (injeksi N. Palatinus mayor :
untuk gigi posterior atas).
b. Infiltrasi bukal rahang atas
1. Injeksi 1-2 cc anestetikum, pada titik suntikan
terletak pada lipatan mukobukal diatas gigi
molar kedua atas, jarum digerakkan ke arah
distal dan superior, kemudiananestetikumnya
dideponir kira-kira di atas apeks molar ketiga.
(injeksi N. Alveolaris superior posterior : untuk
gigi M3, M2, akar distal dan palatal M1).
2. Injeksi 1-2 cc anestetikum, pada titik suntikan di
lipatanmukobukal diatas apeksakar gigi
premolar pertama. (injeksi N. Alveolaris superior
medius : untuk gigi P1, P2, akar mesial M1).
3. Injeksi 1-2 cc anestetikum, pada titik suntikan di
lipatanmukobukal sedikit mesial dari gigi kaninus.
(Injeksi N. Alveolaris superior anterior : untuk gigi
incicivus dan caninus atas)
c. Gigi anterior bawah
1. Infiltrasi bukal
Injeksi 1-2 cc anestetikum pada titik suntikan pada
lipatan mukolabial dan arahkan jarum hati-hati ke
bawah sampai ujung jarum setinggi apeks akar
gigianterior bawah. (injeksi gigi incicivus bawah).
2. Infiltrasi lingual
Injeksikan 0,5 cc anestetikum pada
mukoperiosteumlingual setinggi setengah panjang
akar gigi yang dianastesi.
21
PROSEDUR ANESTESI LOKAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 3
RSAU dr. Abdul Malik d. Gigi posterior bawah sebelah bukal
UNIT TERKAIT Injeksikan ¾ cc anestetikum pada lipatan mukosa
pada suatu titik tepat di depan gigi molar pertama,
tusukkan jarum sejajar corpur mandibula, dengan
level menengah kebawah, ke suatu titik sejauh molar
ketiga, anestetikum dideponir perlahan-lahan seperti
pada waktu memasukkan jarum melalui jaringan.
Injeksi ini akan menganestesi jaringan bukal pada
area molar bawah. (injeksi N. Buccalislongus).
e. Gigi persistensi tanpa mobility
Injeksikan 0,5 cc anestetikum pada
mukoperiosteum lingual setinggi setengah panjang
akar gigi yang dianastesidan 0,5 cc pada lipatan
mukolabial apeks akar gigi yang akan diekstraksi.
(rahang bawah).
Injeksikan 0,5 cc anestetikum pada mukolabial dan
palatalsetinggi akar gigi yang di anestesi. (rahang
atas)
“3. Anestesi dengan Chlor Etil
Indikasi : gigi persistensi dengan mobility, gigi tetap
denganmobility 4, gigi sulung mobility.
- Keringkan dengan kapas gingiva sebelah
bukal/labial,lingual/palatal.
- Ambil dua kapas gulung dengan pinset lalu
semprot denganCE, tunggu sampai kapas
mengembun.
Letakkan kapas dengan CE pada daerah yang
dikeringkan,tunggu beberapa saat sampai
beranestesi.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
22
PROSEDUR EXODONTIA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Suatu tindakan yang mengeluarkan / ekstraksi gigi dari
soketnyatanpa rasa sakit, hiegenis dan aman.
TUJUAN Sebagai pedoman pelaksanaan exodonti
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Tindakan oleh dokter gigi dan tindakan tertentu dapat
dilimpahkan kepada perawat gigi.
1. Pemeriksaan intraoral, gigi yang akan diekstraksi :
a. Gigi dengan infeksi (K. 04)
- Keadaan umum membaik.
- Tidak ada trismus.
- Rasa sakit sudah mereda/hilang.
- Gigi dengan karies profunda dengan sondasi (-)
- Gigi goyang.
- Konsul dari disiplin ilmu medis lain untuk fokus
infeksi.
b. Gigi penyebab macam-macam abses jaringan
lunak dankeras.
c. Gigi untuk keperluan ortodonsia.
d. Gigi untuk keperluan prostodonsia.
e. Gigi dengan kelainan pertumbuhan :
supernumery,malposisi.
f. Gigi penyebab infeksi lokal.
g. Gigi dengan karies besar yang tidak dapat dirawat
secarakonservasi.
23
PROSEDUR EXODONTIA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik 2. Lakukan antiseptik.
UNIT TERKAIT 3. Lakukan anestesi.
4. Pencabutan :
- Akar tunggal : gerakan rotasi lalu ekstraksi.
- Akar lebih dari satu : kombinasi gerakan rotasi dan
luksasi,lalu ekstraksi.
5. Setelah pencabutan periksa kelengkapan gigi dan
periksa soket.
6. Kompresi soket gigi.
7. Beri tampone dan olesi antiseptik.
8. Instruksi pasca ekstraksi.
9. Jika diperlukan pemberian terapi : antibiotik,
analgetik,antiinflamasi (bila perlu) dan
ruborantia.
10. Pasien diperbolehkan pulang.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
24
PROSEDUR SCALING
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 1
RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL 1 Juli 2022
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
PROSEDUR Mayor Kes NRP 533137
PENGERTIAN Proses penyingkiran kalkulus stain dan plak dari permukaan
gigi.
TUJUAN Mahkota, akar gigi dan sementum yang terkontaminasi
KEBIJAKAN mikroorganisme dan toksinnya bebas dari plak, kalkulus
dan stain.
PROSEDUR
UNIT TERKAIT - Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau dapat
dilimpahkankepada perawat gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan kepada
- perawat gigi.
1. Perawatan awal : DHE (Dental Health Education)
meliputi pemberian disclosing solution, teknik dan
cara membersihkangigi (sikat gigi, flossing),
pengendalian plak di rumah, pola makan (jenis,
frekuensi, komposisi konsistensi makanan)
menghilangkan kebiasaan buruk, anjuran kunjungan
berkala, anjuran perawatan gigi rutin.
2. Lakukan scaling
3. Lakukan polesing.
4. Lakukan desinfektan pada pasien dengan cara topikal
atau berkumur-kumur dengan betadin kumur selama +
30 detik.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
25
STOMATITIS AFTOSA REKUREN DAN TATA
LAKSANANPENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSAU dr. Abdul Malik /SOP/VII/2022 1 dari 1
STANDAR
Kepala RSAU dr. Abdul Malik
OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit
PENGERTIAN 1 Juli 2022 dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
Mayor Kes NRP 533137
TUJUAN
KEBIJAKAN Stomatitis yang terjadi berulang-ulang (rekuren), tanpa
disertai tanda-tanda gejala penyakit lain, disebabkan
PROSEDUR karena herediter, defisiensi Fe, B12, Asam flat,
gangguan imunologi (alergi), stres,trauma, gangguan
hormonal, (menstruasi wanita), infeksi bakteri dan virus,
serta sebab lain yang tidak diketahui.
1. Dapat tegaknya diagnosa stomatitis aftosa rekuren.
2. Terlaksananya prosedur penatalaksanaan stomatitis
aftosarekuren.
- Persiapan peralatan dikerjakan oleh perawat gigi.
- Penegakan diagnosa oleh dokter gigi atau dapat
dilimpahkankepada perawat gigi.
- Tindakan oleh dokter gigi dan dapat dilimpahkan
kepada perawat gigi.
- Terapi spesifik tidak ada.
- Umumnya terdiri dari pemberian obat-obat yang
bersifat simtomatik dan perawatan suportif.
1. Obat-obat yang bersifat simtomatik.
• Obat kumur antiseptik.
• Obat-obat yang bersifat anastetik,
multivitamin.
2. Perawatan suportif.
• Diet : makanan lunak, maknanya yang tidak
mengiritasi
• Obat kumur salin hangat.
- Istirahat cukup
26
STOMATITIS AFTOSA REKUREN DAN TATA
LAKSANANPENANGANANNYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
27
PROSEDUR KONSERVASI DENGAN
PERAWATANENDODONTIK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022
RSAU dr. Abdul Malik 1 dari 1
Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR 1 Juli 2022
OPERASIONAL dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
PENGERTIAN Suatu tindakan untuk mengawetkan gigi dengan prosedur
endodontik.
TUJUAN Sebagai pedoman pelaksanaan konservasi.
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dilaksanakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Tindakan oleh dokter gigi, perawat gigi selaku asisten
doktergigi atau dapat dilimpahkan kepada perawat gigi untuk
kasuspulp caping.
1. PULP CAPPING
Indikasi perawatan untuk karies dengan dentin
yangmenutup pulpa sudah tipis, pulpitis
reversible/pulpitis hiperaemi.
Tahapan :
a. Lakukan pembuangan jaringan karies dengan
mempergunakan eksavator atau bor bundar dengan
kecepatan rendah.
b. Bersihkan kavitas dengan kapas butiran steril.
c. Untuk gigi posterior kavitas dibersihkan dengan
cairaneugenol atau khlorhexidin (jangan
gunakan obat yang kaustik seperti fenol,
kressol, atau alkohol).
d. Aplikasikan preparat Ca(OH)2, ZnOE dan
ZnFosfat dantambal dengan tambalan
sementara.
e. Untuk gigi anterior setelah aplikasi Ca(OH)2
dapat dilakukan tambalan sementara dengan
Glass Ionomer.
28
PROSEDUR KONSERVASI DENGAN PERAWATAN
ENDODONTIK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
f. Kunjungan kedua dilakukan seminggu sesudah
kunjunganpertama, buang tambalan sementara,
lakukan test vitalitas.Bila gigi masih vital, tes perkusi
dan tekanan negatif, dan pasien tidak mengutarakan
keluhan lakukan penambalan sesuai indikasi.
2. MUMMIFIKASI PULPA
Indikasi pada karies irreversible akut :
a. Aplikasi euparal eugenol, tumpat dengan bahan
tumpat sementara instruksi untuk kembali untuk
kunjungan ketigasetelah 7 hari.
b. Kunjungan kedua, buka tumpatan sementara.
c. Preparasi kavitas, buka kavum pulpa, angkat
seluruhjaringan pulpa.
d. Kavitas dibersihkan dengan eugenol atau
khlorhexidin dengan menggunakan butiran
kapas.
e. Aplikasikan Chkm atau cresophene dengan
mengegunakanbutiran kapas (diperas terlebih
dahulu).
f. Tumpatan dengan bahan tumpat sementara,
instruksi untukkembali untuk kunjungan ketiga
setelah 7 hari.
g. Kunjungan ketiga : buang tambalan sementara, tes
perkusi dan tekanan negatif, dan pasien tidak
mengutarakan keluhanlakukan penambalan sesuai
indikasi.
3. PULPECTOMI
Indikasi pada karies irreversible akutTahapan :
a. Aplikasi euparal eugenol tumpat dengan bahan
tumpat sementara, instruksikan pasien untuk
kembali pada hariketujuh.
b. Ada dua alternatif tindakan :
- Untuk karies yang sudah luas tidak mungkin
dilakukan
perawatan pulpectomi setelah satu minggu
lakukanprosedur exodontia.
29
PROSEDUR KONSERVASI DENGAN PERAWATAN
ENDODONTIK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
- Untuk yang masih memungkinkan untuk dilakukan
konservasi perawatan pulpectomi selanjutnya
melakukan kunjungan berikutnya’.
UNIT TERKAIT - Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
30
PROSEDUR KONSERVASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022
RSAU dr. Abdul Malik 1 dari 1
Tanggal Terbit Kepala RSAU dr. Abdul Malik
STANDAR 1 Juli 2022
OPERASIONAL dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, SP.B
Mayor Kes NRP 533137
PROSEDUR
PENGERTIAN Suatu tindakan untuk mengawetkan gigi dengan prosedur
yang dilakukan sesuai dengan diagnosa
TUJUAN Sebagai pedoman pelaksanaan tambalan dengan glass
ionomer.
KEBIJAKAN - Persiapan peralatan dilaksanakan oleh perawat gigi.
PROSEDUR - Tindakan oleh dokter gigi, perawat gigi selaku asisten
doktergigi atau dapat dilimpahkan kepada perawat gigi untuk
kasuspulp caping.
I. Tambalan Glass ionomer
A. Glass ionomer ART :
Indikasi ART : karies gigi vital yang baru mencapai
dentin.Tahapan :
1) Isolasi gigi yang akan ditambal dengan kapas
gulung.
2) Buka kavitas dengan ekskavator dari arah oklusal
menuju kavitas dengan gerakan memutar, buang
seluruh jaringankaries.
3) Bersihkan kavitas menggunakan butiran kapas.
4) Lakukan dentin conditioning dengan cairan glass
ionomer yang diencerkan : teteskan 1 tetes likuid
glass ionomer diatas kertas mixing pad celupkan 1
butiran kapas ke dalam air kemudian peras.
5) Dengan butiran kapas ini ambil tetesan likuid glass
ionomer dan aplikasikan ke kavitas selama 10-15
detik.
6) Bersihkan kavitas dengan 3 butiran kapas basah
dan 3butiran kapas kering.
31
PROSEDUR KONSERVASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik
7) Buat adukan glass ionomer, setelah campuran
menyerupai permen karet/chewing gum aplikasikan ke
dalam kavitas.
8) Tekan tambalan dengan matrik yang sesuai kontur
gigi.
9) Oleskan varnish pada tambalan, biarkan 1-2 menit.
B. Glass ionomer preparasi : indikasi pada karies dalam
Tahapan :
1) Lakukan preparasi pada kavitas sampai jaringan
kariestidak terlihat lagi.
2) Bersihkan kavitas menggunakan butiran kapas.
3) Lakukan dentin conditioning dengan cairan glass
ionomeryang diencerkan : teteskan 1 tetes likuid glass
ionomer diatas kertas mixing pad, celupkan 1 butiran
kapas ke dalam air kemudian peras, dengan butiran
kapas ini ambil tetesan likuid glass ionomer dan
aplikasikan ke kavitas selama 10-15 detik.
4) Bersihkan kavitas dengan 3 butiran kapas basah dan
3 butiran kapas kering atau pergunakan surface
conditioner aplikasikan selama 10 detik kemudian cuci
dengan semprotan air dan keringkan dengan
semprotan udara.
5) Buat adukan glass ionomer, setelah campuran
menyerupai permen karet/chewing gum aplikasikan ke
dalam kavitas.
6) Tekan tambalan dengan matrik yang sesuai kontur
gigi.
7) Oleskan varnish pada tambalan, biarkan 1-2 menit.
8) Pasien diperkenankan pulang.
II. Penambalan dengan komposit
Tahapan :
a. Preparasi kavitas seminimal mungkin, hanya
membuang jaringan yang rusak dan sedikit jaringan
sehat, sehingga tepikavitas berada pada jaringan
dengan kondisi baik.
b. Sudut-sudut kavitas dibuat membulat, serta bentuk
kotakuntuk kavitas kelas II.
c. Kavitas dibersihkan dan dikeringkan, dentin terbuka
diberilapisan pelindung varnish atau semen base.
32
PROSEDUR KONSERVASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/VII/2022 1 dari 2
RSAU dr. Abdul Malik d. Lakukan etsa dengan cara mengaplikasikan Asam
UNIT TERKAIT Fosfat 30-50% selama 15 detik, semprot dengan air
5-10 detik kemudian keringkan dengan udara
menggunakan chip blower atau thre way syringe.
e. Proses bonding lakukan segera setelah esta selesai,
yaitu dengan mengaplikasikan cairan bonding
dengan kuas pada permukaan kavitas, semprot
dengan udara bertekanan rendah, sinar dengan light
cure selama 20 detik.
f. Aplikasi komposit dilakukan langsung untuk
tumpatan dangkal dan selapis demi selapis secara
sexasional untukkavitas dalam.
g. Lakukan pengukiran sesuai bentuk gigi, sinari
denganhalogen 20-40 detik.
h. Pemolesan dilakukan setelah 24 jam.
- Pendaftaran
- Apotek
- Rekam Medis
33
LEMBAR PENGESAHAN
Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan kesehatan gigi merupakan bentuk
pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran. Oleh karena itu pelayanan kesehatan
gigi harus baik, benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
Seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan dan informasi serta tuntutan
pelayanan kesehatan yang baik serta prima, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
telah disusun oleh Siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dapat membantu dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi yang lebih baik dan prima.
Akhir kata semoga kehadiran Standar Operasional Prosedur (SOP) ini dapat
meningkatkan kinerja unit Rawat Jalan khususnya Poli Gigi RSAU dr. Abdul Malik dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan.
Medan, Juli 2022
Kepala RSAU dr. Abdul Malik
dr. Ahmad Hendra Yuniarsa, Sp.B
Mayor Kes NRP 533137
34
Terima Kasih