The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by humas smkn6 dumai, 2023-07-19 21:41:33

INSTALASI_TENAGA_LISTRIK KELAS XII

INSTALASI_TENAGA_LISTRIK KELAS XII

S1 Pendidikan Teknik Elektro 42 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 Dalam melakukan suatu pengawatan panel daya, maka harus diperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh PUIL. Kabel untuk pengawatan suatu panel biasanya digunakan jenis NYA. Sedangkan ukurannya harus dipilih sedemikian rupa hingga penghantar tersebut mampu dialiri arus listrik minimum 125% kali arus beban penuh. Penghantar cabang /pengisi ukuran penampangnya harus mampu melewatkan arus 125% dari arus beban penuh dari salah satu beban yang terbesar ditambah arus beban penuh beban-beban yang lainnya. Demikian juga berlaku untuk komponen lainnya, pengaman maupun penghubung. Contoh : Data suatu instalasi tenaga diketahui sesuai tabel 3.1 berikut : Tabel 3.1. Data suatu instalasi tenaga Daya (HP) Tegangan (Volt) Arus beban (Ampere) M1 30 380 38,4 M2 15 380 20 M3 15 380 20 M4 20 380 27,4 M5 10 380 14 Sumber : Prihanto (2013: 76) Dari ketentuan di atas maka ukuran minimum alat-alat pengaman maupun penghantar harus dipilih hingga mempunyai kemampuan dapat melewatkan arus 125% kali arus beban sehingga setelah dianalisa : ✓ M1 Penampang penghantarnya 16 mm² alat pengaman/penghubung 60 A ✓ M2 Penampang penghantarnya 6 mm² alat pengaman/penghubung 25 A ✓ M3 Penampang penghantarnya 6 mm² alat pengaman/penghubung 25 A ✓ M4 Penampang penghantarnya 10 mm² alat pengaman/penghubung 35 A ✓ M5 Penampang penghantarnya 4 mm² alat pengaman/penghubung 20 A 4 Ketentuan Pengawatan Panel Daya


S1 Pendidikan Teknik Elektro 43 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 Panel Daya merupakan komponen yang berfungsi sebagai wadah instalasi tenaga listrik. Dari data pada Tabel 3.1, dapat dibuat gambar bagan tata letak komponen dalam panel sesuai gambar 3.6: M1 M2 M3 M4 M5 Gambar 3.6. Tata Letak Komponen dalam Panel Daya (sumber: Prihanto, 2013: 78) 5 Merancang Tata Letak Instalasi Tenaga pada Panel Daya


S1 Pendidikan Teknik Elektro 44 ✓ Pemasangan instalasi dalam panel harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Nomor 621 PUIL 2000 tentang ketentuan umum PHB ✓ Dengan terpisahnya panel penerangan dan panel tenaga, maka jika terjadi gangguan pada panel tenaga (pada saat pengaman tegangan nol bekerja) instalasi penerangan tidak terganggu. ✓ Pada PHB yang mempunyai banyak sirkit keluar fase tunggal dan fase tiga, baik untuk instalasi tenaga maupun untuk instalasi penerangan, gawai proteksi, sakelar, dan terminal yang serupa harus dikelompokkan ✓ Sebaiknya dalam satu panel yang melayani instansi penarangan dan instalasi tenaga terdapat pemisah saluran. Hal ini dimaksud agar gangguan pada mesin-mesin tidak mempengaruhi penerangan di tempat itu atau sebaliknya. ✓ Dalam melakukan suatu pengawatan panel daya, maka harus diperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh PUIL. ☺ ☺ ☺ WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 D. RANGKUMAN


S1 Pendidikan Teknik Elektro 45 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 1. F. DAFTAR RUJUKAN Badan Standardisasi Nasional, 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000. Jakarta : Yayasan PUIL Prihanto, Dwi. 2013. Workshop Instalasi Tenaga Listrik. Malang. TE-UM E. TUGAS Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat. 1. Jelaskan ketentuan pemasangan instalasi pada Panel yang diatur oleh PUIL! 2. Gambarkan bagaimana pengelompokan Panel! 3. Jelaskan bagaimana ketentuan pengelompokan beban pada Panel 4. Jelaskan ketentuan pengawatan Panel Daya! 5. Gambarkan contoh tata letak komponen dalam panel!


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 46 A. KERANGKA ISI Sistem Pembumian Ketentuan Pembumian pada Panel Jenis Sistem Pembumian BAB 4 Instalasi Sistem Pembunian Merancang Sistem Pembumian pada Instalasi Tenaga Listrik 1) Mahasiswa mampu menjelaskan sistem pembumian 2) Mahasiswa mampu menjelaskan ketentuan pembumian pada Panel 3) Mahasiswa mampu menjelaskan jenis sistem pembumian 4) Mahasiswa mampu menjelaskan rancangan Sistem Pembumian pada Instalasi Tenaga Listrik B. TUJUAN PEMBELAJARAN BAB 4 INSTALASI SISTEM PEMBUMIAN


S1 Pendidikan Teknik Elektro 47 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 1 Sistem Pembumian Sistem pembumian adalah suatu rangkaian/jaringan mulai dari kutub pembumian/ elektroda, hantaran penghubung/conductor sampai terminal pembumian yang berfungsi untuk menyalurkan arus lebih ke Bumi sehingga dapat memberikan proteksi terhadap manusia dari sengatan listrik dan mengamankan komponen instalasi agar dapat terhindar dari bahaya arus dan tegangan asing serta perangkat dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan teknis yang semestinya. Pembumian merupakan salah satu factor utama dalam setiap pengamanan perlatan atau rangkaian listrik. Untuk melakukan pengamanan tersebut diperlukan perancangan pembumian sesuai standar yang berlaku seperti: • Tahanan pembumian harus memenuhi syarat yang diinginkan untuk suatu keperluan pemakaian • Elektroda yang ditanam dalam tanah harus bahan konduktor yang baik, tahan korosi, dan cukup kuat • Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya • Tahanan pembumian harus baik untuk berbagai musim • Biaya pemasangan serendah mungkin Pembumian peralatan adalah penghubungan badan atau rangka peralatan listrik (motor, generator, transformator, pemutus daya dan bagian-bagian logam lainnya yang dalam keadaan normal tidak dialiri arus) dengan tanah. Maksud dari pembumian peralatan adalah: - Mencegah terjadinya tegangan kejut listrik yang berbahaya untuk orang dalam daerah tertentu C. MATERI PEMBELAJARAN


S1 Pendidikan Teknik Elektro 48 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 2 Ketentuan Pembumian - Untuk memungkinkan timbulnya arus tertentu baik besarnya maupun lamanya dalam keadaan gangguan tanah tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan pada bangunan atau isinya. - Untuk memperbaiki penampilan dari system (Hutauruk, 1987: 125) Oleh karena itu, secara umum sistem pembumian berperan sebagai Proteksi dengan tujuan pemasangan: a. Menjamin kerja peralatan listrik atau elektronik b. Mencegah kerusakan peralatan listrik atau elektronik c. Menyalurkan energy serangan petir ke tanah d. Menjamin keselamatan orang dari sengatan listrik baik dalam keadaan normal maupun dari tegangan sentuh dan tegangan langkah. Sesuai aturan PUIL dalam Prihanto (2013: 17), Ketentuan pembumian adalah sebagai berikut: (1) BKT motor pegun harus dibumikan jika terdapat salah satu keadaan berikut : a) Motor disuplai dengan penghantar terbungkus logam ; b) Motor ditempatkan di tempat basah dan tidak terpencil atau dilindungi ; c) Motor ditempatkan dalam lingkungan berbahaya ; d) Motor bekerja pada tegangan ke bumi di atas 50 V (2) BKT motor pegun, yang bekerja pada tegangan di atas 50 V ke bumi, harus dibumikan atau dilindungi dengan cara isolasi ganda yang disahkan, atau dengan cara lain yang setaraf. (3) Sebagai pengaman lainnya panel harus dihubungtanahkan yang fungsinya untuk memperkecil tegangan sentuh listrik bila terjadi kebocoran isolasi. Besar penampang pentanahan disesuaikan dengan peraturan yang ada. Adapun aturan pembumian pada PHB menurut 62131 PUIL 2000, di antaranya adalah sebagai berikut: a. bila pada PHB utama, rel proteksi dipakai juga sebagai rel netral (sistem TNC), maka rel tersebut harus dibumikan.


S1 Pendidikan Teknik Elektro 49 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 3 Jenis Sistem Pembumian b. Bila pada PHB utama, rel proteksi terpisah dari rel netral, maka hanya rel proteksi saja yang harus dibumikan. c. Bila pada PHB sakelar pada saluran masuk dilengkapi dengan sakelar proteksi arus sisa, maka rel netral tidak boleh dibumikan. Sesuai dengan buku Prihanto (2013: 17) jenis pembumian sistem berikut ini perlu diperhitungkan. Kode digunakan mempunyai arti sebagai berikut : ✓ Huruf pertama – hubungan sistem tenaga listrik ke bumi. T = hubungan langsung satu titik ke bumi. I = semua bagian aktif diisolasi dari bumi, atau satu titik dihubungkan ke bumi melalui suatu impedans. ✓ Huruf kedua – Hubungan BKT instalasi ke bumi. T = hubungan listrik langsung BKT ke bumi, yang tidak tergantung pembumian setiap titik tenaga listrik. N = hubungan listrik langsung BKT ke titik yang dibumikan dari sistem tenaga listrik (dalam sistem a.b. titik yang dibumikan biasanya titik netral, atau penghantar fase jika titik netral tidak ada). ✓ Huruf berikutnya (jika ada) – Susunan penghantar netral dan penghantar proteksi. S = fungsi proteksi yang diberikan oleh penghantar yang terpisah dari netral atau dari saluran yang dibumikan (atau dalam sistem a.b., fase yang dibumikan). C = fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal (penghantar PEN). Sesuai PUIL 2000, Jenis system pembumian adalah sebagai berikut: 1) Sistem TN (354, puil 2000) Sistem tenaga listrik TN yang mempunyai satu titik yang dibumikan langsung, BKT instalasi dihubungkan ke titik tersebut oleh penghantar proteksi. Ada tiga jenis sistem TN sesuai dengan susunan penghantar netral dan penghantar proteksi yaitu sebagai berikut :


S1 Pendidikan Teknik Elektro 50 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 a) Sistem TN-S : Digunakan penghantar proteksi terpisah diseluruh sistem BKT BKT Penghantar netral dari penghantar proteksi terpisah di seluruh system BKT Penghantar fasa yang dibumikan dan penghantar proteksi terpisah di seluruh sistem Gambar 4.1 Sistem TN-S (Sumber: Prihanto, 2013: 18) b) Sistem TN-C-S : fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal di sebagian sistem L1 L2 L3 BKT BKT Gambar 4.2 Sistem TN-C.S (Sumber: Prihanto, 2013: 18) c) Sistem T.N-C : Di mana fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal di seluruh sistem L1 L2 L3 BKT BKT Gambar 4.3 Sistem TN-C (Sumber: Prihanto, 2013: 18) L1 L2 L3 PE L1 L2 L3 N PE


S1 Pendidikan Teknik Elektro 51 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 BKT BKT 2) Sistem TT (355, puil 2000) Sistem tenaga listrik TT mempunyai satu titik yang dibumikan langsung. BKT instalasi dihubungkan langsung ke electrode bumi sistem tenaga listrik. L1 L1 L2 L2 L3 L3 D E Pembumian sistem Pembumian sistem Gambar 4.4 Sistem TT (Sumber: Prihanto, 2013: 18) 3) Sistem IT (356, puil 2000) Sistem tenaga listrik IT mempunyai semua bagian aktif yang diisolasi dari bumi, atau satu titik dihubungkan ke bumi melalui suatu impedans. BKT instalasi listrik dibumikan secara independent atau secara kolektif atau kepembumian sistem PE BKT Pembumian sistem Gambar 4.5 Sistem IT (Sumber: Prihanto, 2013: 20) L1 L2 L3 Impedans 1) BKT Pembumian sistem L1 L2 L3 Impedans 1)


S1 Pendidikan Teknik Elektro 52 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 1) Contoh hubungan penghantar proteksi ke terminal dalam PHB Penghantar Proteksi keluar harus mempunyai rel atau terminal tersendiri , yaitu rel atau terminal PE. Rel/terminal PE dibumikan. Di sebelah hilir rel/terminal PE, penghantar PE dan penghantar netral N harus terpisah. Gambar 4.6. Contoh Tipikal hubungan penghantar proteksi dan penghantar PEN ke rel atau terminal dalam PHB (Sumber: Prihanto, 2013: 20) 2) Contoh Pembumian Sistem IT Bila gawai dari jenis yang terpasang antara setiap fasa dan bumi, maka impedans antara setiap fasa dan bumi dari gawai tersebut harus sama. Ini diperlukan untuk mencegah terjadinya tegangan antara netral dan bumi dalam keadaan normal. 4 Contoh Rancangan Sistem Pembumian pada Instalasi Tenaga Listrik


S1 Pendidikan Teknik Elektro 53 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 Gambar 4.7. Contoh Pembumian menggunakan Sistem IT (Sumber: Prihanto, 2013: 21) 3) Contoh Instalasi proteksi dengan GPAS Perlengkapan listrik yang diproteksi dengan GPAS pada sistem TT harus dibumikan sedemikian rup[a sehingga tidak mungkin timbul tegangan sentuh yang terlalu tinggi, melebihi 50 v a.b efektif jika arus operasi sisa pengenal GPAS tersebut mengalir melalui electrode bumi. Gambar 4.8. Contoh instalasi proteksi dengan GPAS (Sumber: Prihanto, 2013: 21)


S1 Pendidikan Teknik Elektro 54 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 ✓ Sistem pembumian adalah suatu rangkaian/jaringan mulai dari kutub pembumian/ elektroda, hantaran penghubung/conductor sampai terminal pembumian yang berfungsi untuk menyalurkan arus lebih ke Bumi sehingga dapat memberikan proteksi terhadap manusia dari sengatan listrik dan mengamankan komponen instalasi agar dapat terhindar dari bahaya arus dan tegangan asing serta perangkat dapat eroperasi sesuai dengan ketentuan teknis yang semestinya. ✓ Sebagai pengaman lainnya panel harus dihubungtanahkan yang fungsinya untuk memperkecil tegangan sentuh listrik bila terjadi kebocoran isolasi. Besar penampang pentanahan disesuaikan dengan peraturan yang ada. ✓ Jenis pembumian system pada BKT listrik terdiri dari system TN, system TT, system IT ✓ Contoh Rancangan Sistem Pembumian pada Instalasi Tenaga Listrik dalam modul ini terdiri dari : Contoh hubungan penghantar proteksi ke terminal dalam PHB, Contoh Pembumian Sistem IT, dan Contoh Instalasi proteksi dengan GPAS ☺ ☺ ☺ D. RANGKUMAN


S1 Pendidikan Teknik Elektro 55 WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 1. F. DAFTAR RUJUKAN Badan Standardisasi Nasional, 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000. Jakarta : Yayasan PUIL Hutauruk, 1987. Sistem Pembumian. Jakarta: Erlangga Prihanto, Dwi. 2013. Workshop Instalasi Tenaga Listrik. Malang. TE-UM E. TUGAS Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat. 1) Jelaskan mengenai system pentanahan/pembumian! 2) Jelaskan ketentuan pembumian pada Panel! 3) Sebutkan jenis pembumian system pada BKT listrik! 4) Gambarkan contoh rancangan pembumian system IT pada instalasi tenaga!


S1 Pendidikan Teknik Elektro 56 Hubungan Lampu Seri, Paralel, Seri Paralel, Star, dan Delta Hubungan Seri Paralel Start Stop 1 Motor 3 Fasa Instalasi Motor 3 Fasa hubungan bintang dan hubungan delta, 1 arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT Instalasi Motor 3 Fasa hubungan delta, dua arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar dengan menggunakan 2 kontaktor Kendali 2 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berkala dengan Menggunakan 2 Kontaktor Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan menggunakan Timer Delay Relay (TDR) Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) Kendali Star Delta Motor 3 Fasa dengan kendali manual, semiotomatis, dan otomatis 1) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi hubungan lampu seri, paralel, Seri Paralel, Star dan Delta 2) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi hubungan seri paralel start stop 1 motor 3 fasa B. TUJUAN PRAKTIKUM WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 PRAKTIKUM PRAKTIKUM A. KERANGKA ISI


S1 Pendidikan Teknik Elektro 57 C. TUGAS PRAKTIKUM WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 3) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Motor 3 Fasa hubungan bintang dan hubungan delta, 1 arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT 4) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Motor 3 Fasa hubungan delta, dua arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT 5) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi kendali motor 3 fasa 2 arah putar dengan menggunakan 2 kontaktor 6) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Kendali 2 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berkala dengan Menggunakan 2 Kontaktor 7) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan 8) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) 9) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) 10) Mahasiswa mampu menjelaskan dan terampil menginstalasi Kendali Star Delta Motor 3 Fasa dengan kendali manual, semi-otomatis, dan otomatis Buatlah kelompok yang terdiri dari 3 orang, lakukan instalasi pada kegiatan praktikum-praktikum berikut ini kemudian catat hasilnya serta berikan analisis dan kesimpulannya: 1. Rangkaian Listrik Paralel Yaitu rangkaian listrik yang semua input komponen berasal dari sumber yang sama atau tersusun secara paralel. Pada rangkaian paralel, nilai tegangannya sama dan nilai arusnya berbeda. Praktikum 1: Hubungan Lampu Seri, Paralel, Seri Paralel, Star, dan Delta


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 58 Pada rangkaian paralel, nilai tegangan pada masing masing cabang yang melalui beban adalah sama namun nilai arusnya berbeda. Berdasarkan gambar 4.1 berlaku rumus: a. Alat dan Bahan - Obeng – - 3 buah Lampu - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen b. Gambar Rangkaian: Tiga buah lampu pijar dihubung paralel dan di supply tegangan 220 VAC Gambar 5.1. Rangkaian listrik paralel (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja Instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk instalasi 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian 6) Setelah selesai menginstalasi, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja rangkaian 9) Catat hasilnya dan lakukan analisa atas hasil praktikum 10) Akhiri kegiatan instalasi dengan doa d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 59 2. Rangkaian Listrik Seri Yaitu rangkaian yang terdiri dari 2 atau lebih beban listrik yang terhubung ke catu daya lewat satu rangkaian listrik atau terhubung secara seri. Beda potensial pada masingmasing hambatan dapat dihitung dengan persamaan hukum Ohm “V=I.R”. Nilai arusnya sama besar. Pada rangkaian seri, nilai arus yang melalui tiap beban sama namun nilai tegangan yang melalui tiap beban berbeda. a. Alat dan Bahan - Obeng – - 3 buah Lampu - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen b. Gambar Rangkaian: Tiga buah lampu pijar dihubung seri dan di supply tegangan 220 VAC Gambar 5.2. Rangkaian listrik seri (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja Instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk instalasi 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian 6) Setelah selesai menginstalasi, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja rangkaian 9) Catat hasilnya dan analisa 10) Akhiri kegiatan instalasi dengan doa


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 60 3. Rangkaian Listrik Seri Paralel Yaitu rangkaian listrik yang merupakan gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. a. Alat dan Bahan - Obeng – - 3 buah Lampu - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen b. Gambar Rangkaian: Tiga buah lampu pijar dihubung seri-paralel dan di supply tegangan 220 VAC Gambar 5.3. Rangkaian seri paralel (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja Instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk instalasi 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian 6) Setelah selesai menginstalasi, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 61 8) Amati cara kerja rangkaian 9) Catat hasilnya dan analisa hasil praktikum 10) Akhiri kegiatan instalasi dengan doa d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 4. Rangkaian Listrik Star Yaitu rangkaian listrik yang bentuknya seperti bintang atau memiliki satu titik cabang a. Alat dan Bahan - Obeng – - 3 buah Lampu - Obeng + - MCB 1 Fasa dan MCB 3 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen b. Gambar Rangkaian: Tiga buah lampu pijar dihubung star dan di supply tegangan 220 VAC Gambar 5.4. Rangkaian listrik hubungan star (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja Instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk instalasi 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 62 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 6) Setelah selesai menginstalasi, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja rangkaian 9) Catat hasilnya dan analisa 10) Akhiri kegiatan instalasi dengan doa 5. Rangkaian Listrik Delta Yaitu rangkaian yang bentuknya seperti segitiga. a. Alat dan Bahan - Obeng – - 3 buah Lampu - Obeng + - MCB 1 Fasa dan MCB 3 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen b. Gambar Rangkaian: Tiga buah lampu pijar dihubung delta dan di supply tegangan 220 VAC Gambar 5.5. Rangkaian listrik hubungan delta (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja Instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk instalasi


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 63 Praktikum 2: Hubungan Seri Paralel Start Stop 1 Motor 3 Fasa 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian 6) Setelah selesai menginstalasi, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja rangkaian 9) Catat hasilnya dan analisa 10) Akhiri kegiatan instalasi dengan doa d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. Kegiatan praktikum ini terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali. Cara kerja dari rangkaian ini yaitu ketika tombol start ditekan maka motor 3 fasa akan berputar dan jika tombol stop ditekan maka motor akan berhenti berputar. Berikut ini tujuan praktikum 2: ✓ Mahasiswa mampu dan terampil melakukan instalasi Hubungan Seri Paralel Start Stop 1 Motor 3 Fasa ✓ Mahasiswa mampu menganalisa dan menyimpulkan hasil instalasi a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 64 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. b. Gambar Rangkaian: (a) (b) Gambar 5.6. (a) Rangkaian Utama, (b) Rangkaian Kendali (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 65 1. Hubungan Star Motor 3 fasa banyak dipergunakan pada semua mesin industri, baik dengan daya kecil ataupun dengan daya yang besar. Motor 3 fasa dengan satu arah putar dapat dilayani dengan saklar TPST ( time dole, single throw) atau tiga kutub satu gerakan, atau TPDT tetapi tiga terminal tidak digunakan, atau saklar yang fungsinya sama. Untuk mendapatkan hubungan bintang pada motor dapat dilaksanakan sebagai berikut. ✓ X –U Y disambung / diklem (3 terminal bawah) v diberi fasa R S T ✓ V disambung/ diklem (3 terminal atas) ✓ Untuk motor dengan data 220v/380 star/delta artinya ✓ jika dihubungkan delta tegangan kerja 220 v (antar fasa ) ✓ Jika dihubungkan Y tegangan kerja 380 v (antar fasa ) a. Gambar Rangkaian Gambar 5.7. Pelaksanaan Instalasi Motor 3 Fasa 220/380 V, hubungan bintang, 1 arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT (Sumber: Jobsheet TE_UM) Praktikum 3: Instalasi Motor 3 Fasa hubungan star dan hubungan delta, 1 arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 66 b. Alat dan Bahan - Obeng – - Lampu - Obeng + - Motor 3 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - MCB 3 Fasa - Saklar TPDT c. Langkah Kerja 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Lakukan pengawatan seperti pada gambar rangkaian. 6) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 7) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 8) Catat hasilnya 9) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 2. Hubungan Delta Motor 3 fasa banyak digunakan pada semua mesin industri, baik dengan kecil maupun dengan daya besar. Motor 3 fasa dengan satu arah putar dapat dilayani dengan saklar TPST (Three Pole Single Twho) atau tiga kutub satu gerakan yang sejenisnya, dapat juga digunakan saklar TPDT. Untuk mendapatkan hubungan bintang pada motor dapat dilaksanakan sebagai berikut: ✓ U dengan X diklem dan di beri fasa R ✓ V dengan Y diklem dan di beri fasa S ✓ W dengan Z diklem dan di beri fasa T


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 67 a. Alat dan Bahan - Obeng – - Lampu - Obeng + - Motor 3 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - MCB 3 Fasa - Saklar TPDT b. Gambar Rangkaian Gambar 5.8. Pelaksanaan Instalasi Motor 3 Fasa 220/380V, hubungan segi-tiga, satu arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Lakukan pengawatan seperti pada gambar rangkaian. 6) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 7) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 8) Catat hasilnya 9) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa d. Hasil Praktikum : ……………………………………………………………………………………….


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 68 Motor 3 fasa banyak dipergunakan pada semua mesin industri, baik dengan daya kecil ataupun dengan daya yang besar. Motor 3 fasa dengan satu arah putar dapat dilayani dengan saklar TPST ( time dole, single throw) atau tiga kutub satu gerakan, atau TPDT tetapi tiga terminal tidak digunakan, atau saklar yang fungsinya sama. a. Alat dan Bahan - Obeng – - Lampu - Obeng + - Motor 3 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - MCB 3 Fasa - Saklar TPDT b. Gambar Rangkaian Gambar 5.9. Pelaksanaan Instalasi Motor 3 Fasa 220/380V, hubungan delta, 2 arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah Kerja 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik Praktikum 4: Instalasi Motor 3 Fasa hubungan delta, dua arah putaran dioperasikan menggunakan sakelar TPDT


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 69 Praktikum 5: Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar dengan menggunakan 2 kontaktor 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Lakukan pengawatan seperti pada gambar rangkaian. 6) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 7) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 8) Catat hasilnya 9) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa d. Hasil Praktikum : ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. Rangkaian ini bertujuan untuk mengendalikan motor 3 fasa dengan kendali 2 arah putar. Terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali untuk mengatur kerja rangkaian secara interlocking dan dapat memutar balik arah putaran menggunakan tombol OFF REV FWD. a. Gambar Rangkaian: Gambar 5.10. Rangkaian Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar sumber: listrik-praktis.blogspot.com


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 70 Gambar 5.11. Rangkaian utama dari motor 3 fasa yang bekerja secara interlocking menggunakan tombol forward-reverse-off. (Sumber: trikuerni-desain-sistem.blogspot.com) b. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 71 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. Praktikum 6: Kendali 2 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berkala dengan Menggunakan 2 Kontaktor 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa Rangkaian ini terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan instalasi terdiri dari obeng-, obeng+, MCB 1 Fasa, MCB 3 Fasa, Kontaktor Magnet, Push Button, Kabel, dan Motor 3 Fasa. a. Gambar Rangkaian: Gambar 5.12. Rangkaian Kendali (Sumber: Jobsheet TE_UM)


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 72 d. Hasil Praktikum : ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. Praktikum 7: Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan b. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa Rangkaian ini terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali. Alat dan bahan untuk menginstalasi rangkaian ini terdiri dari obeng-, obeng +, tang kombinasi, tespen, kabel jumper, push button, kontaktor magnet, TOR, MCB 1 fasa, MCB 3 fasa, dan lampu indicator.


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 73 a. Gambar Rangkaian: Gambar 5.13. Rangkaian Kendali (Sumber: Jobsheet TE_UM) Gambar 5.14. RangkaianUtama (Sumber: Jobsheet TE_UM) b. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 74 Praktikum 8: Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa Rangkaian ini terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali. Alat dan bahan untuk menginstalasi rangkaian ini terdiri dari obeng-, obeng +, tang kombinasi, tespen, kabel jumper, push button, kontaktor magnet, TOR, MCB 1 fasa, MCB 3 fasa, TDR, Soket TDR, dan lampu indicator. a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………….


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 75 - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TDR - TOR/OL - Push Button NO/NC b. Gambar Rangkaian: Gambar 5.15. Rangkaian Kendali (Sumber: Jobsheet TE_UM) Gambar 5.16. Rangkaian Utama (Sumber: Jobsheet TE_UM)


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 76 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. Praktikum 9: Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa Rangkaian ini terdiri dari rangkaian utama dan rangkaian kendali. Alat dan bahan untuk menginstalasi rangkaian ini terdiri dari obeng-, obeng +, tang kombinasi, tespen, kabel jumper, push button, kontaktor magnet, TOR, MCB 1 fasa, MCB 3 fasa, TDR, Soket TDR, dan lampu indicator. a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TDR - TOR/OL - Push Button NO/NC


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 77 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. b. Gambar Rangkaian: Gambar 5.17. Rangkaian Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) (Sumber: Jobsheet TE_UM) c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 78 Menurut Prihanto (2013: 134), untuk mengoperasikan motor 3 fasa yang berkapasitas besar (≥ 5,5 HP) harus digunakan sistem pengasutan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi arus start yang besar, yaitu sekitar lima kali arus nominal. Salah satu cara pengasutan yang paling sederhana adalah mengoperasikan motor dengan urutan bintangsegi tiga (star-delta). Untuk mengaplikasikan hubungan star-delta minimal diperlukan dua buah kontaktor di mana bekerjanya secara bergantian, kontaktor ke 2 untuk koneksi motor dalam hubungan star dan kontaktor 1 untuk mengkoneksikan motor dalam hubungan delta. 1) Operasi Star Delta secara Manual Untuk mengoperasikannya secara manual yaitu dengan menggunakan tombol: “OFF-REF-FWD” Pertama tekan tombol REF maka motor akan beroperasi dalam nubungan star, setelah motor berputar kencang sekitar 10 detik tekanlah tombol FWD, maka motor tersebut beroperasi dalam hubungan delta. Untuk mematikan motor tekanlah tombol OFF. Kelemahan pengawatan ini, meskipun motor sudah di off kan namun karena ujung-ujung belitan U-V-W terhubung langsung dengan line mengakibatkan belitan motor masih bertegangan meskipun motor dalam keadaan mati, sehingga dari segi keselamatan kerja masih kurang aman. a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC b. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik Praktikum 10: Kendali Star Delta Motor 3 Fasa dengan kendali manual, semi-otomatis, dan otomatis


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 79 d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa c. Gambar Rangkaian (a) Rangkaian Utama (b) Rangkaian Kendali Gambar 5.18. Motor 3 Fasa Dioperasikan Star-Delta Secara Manual Sumber: Prihanto (2013: 134) 2) Operasi Star Delta secara Semi-Otomatis Untuk mengoperasikan motor yang berdaya besar dengan menggunakan hubungan star-delta secara semi otomatis, diperlukan tiga buah kontaktor dan satu tombol ON-OFF. Perpindahan hubungan belitan dari star ke delta secara otomatis dengan menggunakan


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 80 timer, oleh sebab itu sebelum dioperasikan timer harus diseting waktu tundanya sekitar 10 detik. Gunakan lampu indicator untuk mengidikasikan motor dalam kondisi OFF dan kondisi ON. a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC b. Gambar Rangkaian (a) Rangkaian Utama (b) Rangkaian Kendali Gambar 5.19. Motor 3 Fasa 1 Arah Putar Hubungan Star-delta Semi Otomatis Sumber: Prihanto (2013: 135) c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali praktikum instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 81 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa d. Hasil Praktikum ………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………. 3) Operasi Star Delta secara Otomatis Rangkaian ini banyak digunakan untuk keperluan operasional alat-alat pengangkat yang berkapasitas besar. Sebagai alat pengangkat tentunya diperlukan operasi membolakbalik putaran untuk proses mengangkat atau menurunkan barang serta menggeser ke kiri atau kekanan. Akan tetapi karena mesin tersebut berdaya besar, diperlukan operasi dalam hubungan star-delta. Urutan Kerja kontaktornya adalah sebagai berikut: (1) Motor putar kanan: …..setelah tombol FWD ditekan maka……… ✓ Kontaktor 1 & 3 bekerja & motor putar kanan dalam hubungan star ✓ Setelah waktu tunda timer terpenuhi, kontaktor 3 OFF & Kontaktor 4 ON ✓ kontaktor 1 & 4 bekerja & motor putar kanan dalam hubungan delta (2) Motor putar kiri: …… setelah tombol REF ditekan, maka ………. ✓ Kontaktor 2 & 3 bekerja & motor putar kiri dalam hubungan star ✓ Setelah waktu tunda timer terpenuhi, kontaktor 3 OFF & Kontaktor 4 ON ✓ kontaktor 2 & 4 bekerja & motor putar kiri dalam hubungan delta a. Alat dan Bahan - Obeng – - MCB 3 Fasa - Obeng + - MCB 1 Fasa - Tang Kombinasi - Kabel Jumper - Tespen - Motor 3 Fasa


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 S1 Pendidikan Teknik Elektro 82 - Kontaktor - TOR/OL - Push Button NO/NC b. Gambar Rangkaian (a) Rangkaian Utama (b) Rangkaian Kendali Gambar 5.20. Motor 3 Fasa 2 Arah Putar dengan Hubungan Star-Delta Otomatis Sumber: Prihanto (2013: 136) c. Langkah kerja instalasi: 1) Awali kegiatan instalasi dengan doa 2) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam instalasi 3) Cek alat dan bahan apakah masih berfungsi dengan baik 4) Gunakan keselematan kerja dengan baik 5) Sambungkan kabel seperti pada gambar rangkaian. Rangkai rangkaian kendali terlebih dahulu kemudian rangkaian utama 6) Setelah selesai menginstalasi rangkaian kendali dan rangkaian utama, lalu lakukan pengecekan kembali pada rangkaian yang sudah dirangkai. 7) Tes apakah rangkaian dapat bekerja dengan baik atau tidak 8) Amati cara kerja dan cek lampu indicator 9) Catat hasilnya 10) Akhiri kegiatan praktikum dengan doa d. Hasil Praktikum ……………………………………………………………………………………….


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 83 Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1) Jelaskan apa saja ketentuan umum perlengkapan listrik sesuai PUIL 2000! 2) Jelaskan syarat motor listrik sesuai PUIL 2000! 3) Jelaskan syarat pengawatan perlengkapan listrik sesuai PUIL 2000! 4) Sebutkan dan jelaskan macam proteksi instalasi listrik sesuai PUIL 2000! 5) Sebutkan perlengkapan pendukung instalasi tenaga listrik 6) Jelaskan dan sebutkan Sistem Pengendalian Motor Listrik 7) Jelaskan ketentuan pemasangan instalasi pada Panel yang diatur oleh PUIL! 8) Jelaskan bagaimana pengelompokan Panel beserta gambarnya! 9) Jelaskan bagaimana Pengelompokan Beban pada Panel 10) Jelaskan Pengawatan Panel Daya dan gambarkan contoh tata letak komponen di dalam panel instalasi tenaga! 11) Jelaskan mengenai system pembumian! 12) Jelaskan ketentuan pembumian pada Panel! 13) Jelaskan dan gambarkan jenis pembumian system! F. DAFTAR RUJUKAN PRAKTIKUM Badan Standardisasi Nasional, 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000. Jakarta : Yayasan PUIL Jobsheet Teknik Elektro, 2016. Universitas Negeri Malang. (tidak diterbitkan) (online) listrik-praktis.blogspot.com (online) trikuerni-desain-sistem.blogspot.com Prihanto, Dwi. 2013. Workshop Instalasi Tenaga Listrik. Malang. TE-UM


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 MCB OFF ON-1 NC ON-1 NO K4 NO K1 8 ON-2 NO NO ON-2 K4 5 6 NC K2 NO K1 NC K3 NC K2 NC K3 A1 K1 A1 K2 2 A1 A1 K3 H K4 K M A2 A2 7 A2 A2 N 84 Tugas Akhir Praktikum: Lakukan instalasi untuk menjalankan 3 buah motor listrik 3 fasa system BintangSegitiga secara otomatis dengan 2 arah putar. Rangkaian Kendali F Motor Δ Off


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 85 K3 Rangkaian Utama R S T N A1 A2 MOTOR MCB 3Ø L1 L3 L5 A1 L1 L3 L5 L1 L3 L5 L1 L3 L5 A1 A1 K1 L2 L4 L6 A2 L2 L4 L6 A2 L2 L4 L6 A2 L2 L4 L6 U V Y Z X W K4 K2


WORKSHOP INSTALASI TENAGA LISTRIK 2017 86 Modul Workshop Instalasi Tenaga Listrik untuk Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Isi Modul: 1) Bab 1: Syarat-syarat instalasi tenaga berdasarkan PUIL, 2) Bab 2: Instalasi motor 3 fasa dengan kendali magnetik, 3) Bab 3: Instalasi pada panel daya, 4) Bab 4: Instalasi Sistem pentanahan. 5) Praktikum -- SEMOGA BERMANFAAT --


Click to View FlipBook Version