The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by novitaalfiatus, 2021-11-25 11:37:26

MODUL fix_merged

MODUL fix_merged

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Atas berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul
hukum bacaan mad kelas VIII Madrasah Tsanawiyah.

Modul ini disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 yang memenuhi kriteria lima
M yaitu menanya, mengeksplorasi, mengamati, mengsosiasikan dan mengkomunikasikan.
Modul ini penulis sajikan dengan bahasa singkat dan mudah dipahami sehingga akan
mempermudah proses pembelajaran.

Akhirnya penulis menyadari bahea dengan adanya kekurangan dan kekhilafan dalam
metodologi maupun subtansi menjadikan sumbangsih saran dan kritik yang konstruktif
senantiasa penulis harapkan untuk perbaikan modul berikutnya. Semoga dengan adanya modul
ini memberikan manfaat untuk kita semua. Amin

Tulungagung, 22 November 2021

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................................ i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................................ii
KOMPETENSI INTI (KI) ................................................................................................................... 1
KOMPETENSI DASAR (KD) ............................................................................................................. 1
INDIKATOR PEMBELAJARAN....................................................................................................... 1
TUJUAN PEMBELAJARAN .............................................................................................................. 2
PETA KOMPETENSI.......................................................................................................................... 2
MATERI ................................................................................................................................................ 2

A. Hukum Bacaan Mad................................................................................................................. 2
B. Tanda – tanda mad ................................................................................................................... 3
C. Menerapkan Hukum Bacaan................................................................................................... 3

1. Mad 'Iwaḍ.............................................................................................................................. 3
2. Mad Layyin............................................................................................................................ 4
3. Mad 'ariḍ lissukun ................................................................................................................ 5
EVALUASI............................................................................................................................................ 6
DAFTAR RUJUKAN ........................................................................................................................... 8

ii

KOMPETENSI INTI (KI)
Table 1.1 Kompetensi Inti (KI)

KI. 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI. 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong
royong ), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
KI. 3 sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural )
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknolohi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI. 4 Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan dumber lain yang sama sudur pandang / teori

KOMPETENSI DASAR (KD)
Tabel 1.2 Kompetensi Dasar (KD)

1.1 Mengamalkan membaca Al Qur;an sesuai kaidah Ilmu Tajwid
2.1 Menjalankan sikap teliti dalam bertindak dan berperilaku
3.1 Memahami ketentuan hukum bacaan mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid
4.1 lissukun

Mempraktikkan hukum bacaan mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arrid lissukun
dalam Al – Qur’an surah pendek pilihan

INDIKATOR PEMBELAJARAN
Table 1.3 Indikator Pembelajaran

3.1.1 Menjelaskan pengertian mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun
3.1.2 Menjelaskan ciri – ciri hukum bacaan mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun
3.1.3 Mendeskripsikan cara membaca mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun
3.1.4 Menyimpulkan cara membaca mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun
4.1.1 Mengidentifikasi hukum bacaan mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun
dalam Al-Qur’an

1

4.1.2 Mempraktikkan hukum bacaan mad ‘iwad, mad layyin dan mad ‘arid lissukun dalam
Al – Qur’an surah pendek pilihan

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran Qur’an Hadist pada dasarnya merupakan rumusan bentuk-bentuk

tingkah laku yang akan dimiliki siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Rumusan
tujuan tersebut dirumuskan berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan, kebutuhan, dan
harapan. Oleh karena itu, tujuan dibuat berdasarkan pertimbangan dari faktor masyarakat,
siswa itu sendiri, serta ilmu pengetahuan (budaya). Dengan demikian, perumusan tujuan
pembelajaran Qur’an Hadist harus didasarkan pada harapan tentang sesuatu yang diharapkan
dari hasil proses kegiatan pembelajaran.

PETA KOMPETENSI

MATERI َّ‫َمدَّا – َي ُمدُّ – َمد‬ yang berarti
A. Hukum Bacaan Mad
Kata “Mad” berasal dari bahsa arab :

“memanjangkan” yaitu memanjangkan bacaan suatu huruf yang bertanda Panjang.

Adapun menurut istilah para ahli qiroat, mad ialah

َّ‫ا َطا لَةُ ال َّصوت ب َحرف من ُح ُروف ال َمد‬

2

artinya :
Memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad.

B. Tanda – tanda mad
Suatu huruf dibaca Panjang apabila ada tanda panjangnya. Adapun tanda – tanda

bacaan mad (bacaan mad) adalah sebagai berikut :

a. Suara panjang “a” ditandai dengan ( ‫ ) ا‬sesudah fathah.

Contoh : ‫ َم‬huruf ‫ م‬dibaca satu ketuk atau setengah alif,
َ‫ ما‬huruf ‫ م‬dibaca 2 ketuk atau satu alif

b. Suara panjang “i” ditandai dengan yak sukun ( ‫ ) ي‬sesudah kasrah

Contoh : ‫ ف‬huruf ‫ ف‬dibaca satu ketukan atau setengah alif
‫ في‬huruf ‫ ف‬dibaca 2 ketukan atau satu alif

c. Suara panjang “u” ditandai dengan wau sukun ( ‫ ) و‬sesusah dzammah

Contoh : ‫ ُت‬huruf ‫ ت‬dibaca satu ketuk atau setengah alif
‫ تُو‬huruf ‫ ت‬dibaca 2 ketuk atau satu alif

Selain tanda – tanda diatas ada pula tanda panjang yang lain sebagai berikut :

a. Fathah tegak sebagai suara panjang (a) misalnya ‫ُظ ُل ٰم ٍت‬

b. Kasrah tegak sebagai suara panjang (i) misalnya ‫ِب ٍه‬

c. Dzammah terbalik sebagai suara Panjang (u) misalnya ‫َو َله‬

Apabila tidak ada tanda panjang sebagaimana tersebut diatas (tiga yang pertama dan
tiga yang kedua ) tidak boleh dibaca Panjang.

C. Menerapkan Hukum Bacaan
1. Mad 'Iwaḍ

Mad secara bahasa artinya panjang dan ‘iwaḍ artinya pengganti. Jadi mad 'iwaḍ
adalah bacaan dibaca panjang sebagai pengganti. Adapun yang digantinya adalah
harakat (tanda baca) tanwin fathah atau fathatain (.ً..) jika diikuti alif ( ‫ا‬.) Sedangkan
menurut istilah, mad ‘iwaḍ adalah bacaan panjang ketika ada tanwin fathah atau

3

fathatain dibaca waqaf (berhenti) pada akhir kalimat, baik berhenti karena terdapat
tanda waqaf atau karena kehabisan nafas. Cara membacanya dibaca panjang satu alif
atau dua harakat. Dalam al-Qur’an terdapat banyak contoh hukum bacaan mad ‘iwaḍ.
Misalnya dalam QS. al-‘Adiyat (100): 1 – 5. Perhatikan kalimat yang berwarna merah

ٍ‫ٍ َف َو َس ْط ٍَن‬٤ٍۙ‫ٍ َف َا َث ْر َنٍ ِبهٍ َن ْق ًعا‬٣ٍۙ‫ٍ َفا ْل ُم ِغ ْي ٰر ِتٍ ُص ْب ًحا‬٢ٍۙ‫ٍ َفا ْل ُم ْو ِر ٰي ِتٍ َق ْد ًحا‬١ٍۙ‫﴿ٍ َوا ْل ٰع ِد ٰي ِتٍ َض ْب ًحا‬

﴾ٍ٥ٍۙ‫ِبهٍ َج ْم ًعا‬
Selain itu, dalam al-Qur’an akan ditemukan juga ta marbuṭah berharokat fathatain ( ‫) ًة‬.
Huruf yang demikian tidak dibaca mad. Sebagai contoh terdapat dalam QS. al-Qashash
(28) : 5

﴾ٍ ٍ٥ٍٍۙ‫﴿ٍ َو ُن ِر ْي ُدٍ َا ْنٍَّن ُمَّنٍ َع َلىٍَالّ ِذ ْي َنٍا ْس ُت ْض ِع ُف ْواٍ ِفىٍاْل َا ْر ِضٍ َو َ ْنج َع َل ُه ْمٍ َاىَِّٕم ًةٍَّو َ ْنج َع َل ُه ُمٍا ْل ٰو ِر ِث ْي َن‬

berikut contoh lainnya :

2. Mad Layyin
Mad secara bahasa artinya panjang, dan layyin artinya lunak. Sedangkan

menurut istilah mad layyin adalah apabila terdapat wau sukun atau ya sukun yang
didahului huruf berharakat fathah dan setelahnya berupa huruf hidup yang dibaca waqaf
(berhenti). Cara membacanya dapat memilih; 1 alif atau dua harakat, 2 alif atau empat
harakat, 3 alif atau enam harakat. Dalam al-Qur’an terdapat banyak kalimat yang
memuat mad layyin. Perhatikan beberapa ayat berikut dalam QS. al-Quraisy (106): 1-
4 fokus pada kalimat yang berwarna merah.
ٍ‫ٍَالّ ِذ ْ ْٓيٍ َا ْط َع َم ُه ْمٍ ِم ْن‬٣ٍٍۙ‫ٍ َف ْل َي ْع ُب ُد ْواٍ َرَّبٍ ٰه َذاٍا ْل َب ْي ِت‬٢ٍ‫ٍا ٰل ِف ِه ْمٍ ِر ْح َل َةٍال ِش ٍَتاۤ ِءٍ َوالَّص ْي ِ ٍف‬١ٍۙ‫﴿ٍ ِلِا ْي ٰل ِفٍ ُق َريْ ٍش‬

﴾ٍ٤ٍٍࣖ ‫ُج ْوعٍەٍَّۙۙو ٰا َم َن ُه ْمٍ ِم ْنٍ َخ ْوف‬

Atau Al Imron ayat 104 :

ٍ‫﴿ٍ َو ْل َت ُك ْنٍ ِم ْن ُك ْمٍ ُاَّم ٌةٍَّي ْد ُع ْو َنٍِالَىٍا ْ َلخ ْي ٍِرٍ َو َي ْأ ُم ُر ْو َنٍِباْل َم ْع ُر ْو ِ ٍفٍ َو َي ْن َه ْو َنٍ َع ِنٍا ْل ُم ْن َك ِرٍٍۗ َو ُاول ٰۤ ِٕى َكٍ ُه ُم‬
﴾ٍ ٍ١٠٤ٍ‫ا ْل ُم ْف ِل ُح ْو َن‬

4

Berikut contoh lainnya :

3. Mad 'ariḍ lissukun
Mad secara bahasa artinya panjang, ‘ariḍ artinya baru/tiba-tiba dan sukun

artinya mati. Menurut istilah, mad ‘ariḍ lissukun adalah bacaan panjang yang terjadi
apabila ada bacaan mad ṭabi’i bertemu dengan huruf hidup yang dibaca waqaf
(berhenti), baik berhenti diakhir ayat maupun di tengah ayat. Cara membaca mad ‘ariḍ
lissukun boleh dibaca dua harakat (qaṣr), empat harakat (tawassuṭ), atau enam harakat
(ṭul). Terdapat banyak hukum bacaan mad ‘ariḍ lissukun dalam al-Qur’an. Perhatikan
kalimat yang berwarna merah pada :
QS. ar-Rahman (55) : 13

﴾ٍ ٍ١٣ٍ‫﴿ٍ َف ِب َا ِيٍ ٰا َل ۤا ِءٍ َرِب ُك َماٍ ُت َك ِذ ٰب ِن‬

QS. al-Baqarah (2) : 6,

ٍ ﴾ٍ ٍ٦ٍ‫﴿ٍ ِاَّنٍَالّ ِذ ْي َنٍ َك َف ُر ْواٍ َس َواۤ ٌءٍ َع َل ْي ِه ْمٍ َء َا ْن َذ ْر َت ُه ْمٍ َا ْمٍ َل ْمٍ ُت ْن ِذ ْر ُه ْمٍَلاٍ ُي ْؤ ِم ُن ْو َن‬

QS. Ali Imran (3) : 3.

﴾ٍ٣ٍۙ‫﴿ٍ َنَّز َلٍ َع َل ْي َكٍا ْل ِك ٰت َبٍِبا ْلَح ِقٍ ُم َص ِد ًقاٍ ِل َماٍ َب ْي َنٍ َي َد ْي ِهٍ َو َا ْن َز َلٍالَّت ْو ٰرى َةٍ َواْلٍِا ْ ِنج ْي ٍَل‬

Berikut contoh lainnya :

5

EVALUASI

SOAL PILIHAN GANDA
Pilihlah jawaban yang paling benar !

1. Ilmu tajwid adalah ilmu yang membicarakan tentang .......
a. Tata cara mensikapi Al- Qur’an
b. Cara membaca Al – Qur’an
c. Adab membaca Al – Qur’an
d. Kesalahan dalam membaca A l – Qur’an

2. Secara bahasa mad ‘iwad berarti......
a. Mad yang dipanjangkan
b. Memanjangkan tanwin
c. Panjang pengganti tanwin
d. Tanwin yang dipanjangkan

3. mad ‘arid lissukun boleh dibaca seperti berikut ini kecuali…….
a. Dua ketuk
b. Empat ketuk
c. Enam ketuk
d. Lima ketuk

4. Cara membaca mad layyin adalah dengan suara ……
a. Setengah miring “ae” atau “ao”
b. Lunak
c. Dengan suara berbisik
d. Setengah keras

5. Hukumnya wajib bagi …… untuk menerapkan kaidah – kaidah ilmu tajwid
a. Siapa pun juga
b. Yang paham ilmu tajwid
c. Setiap orang yang membaca Al – Q ur’an
d. Kaum muslim dan muslimat

SOAL URAIAN SINGKAT
Jawablah dengan tepat pertanyaan – pertanyaan berikut !

1. Jelaskan pentingnya mempelajari ilmu tajwid !
2. Sebutkan tatacara membaca mad ‘arid lissukun !

6

3. Mengapa bacaan mad (panjang) menjadi masalah penting dalam membaca Al – Qur’an
?

4. Apa yang dimaksud mad ‘arid lissukun ? berikan 2 contoh !
5. Apakah bahayanya bila seseorang membaca Al – Qur’an tanpa memperhatikan ilmu

tajwid ?

7

DAFTAR RUJUKAN
Sidik, Usup. Buku Siswa Al – Quran Hadis(Jakarta: Kmenterian Agam,2019), 1.
Ibrahim, I. Darsono, H. Pemahaman Al -Qur’an dan Hadis(Solo:PT.Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri,2015), 1.

8


Click to View FlipBook Version