51 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 40. Benda-benda langit Indikator : Disajikan pernyataan peserta didik dapat menjelaskan pengertian satelitalami Satelit alami Merupakan pengiring planet yang telah ada secara alami yang berevolusi terhadap planet dan matahari serta berotasi pada porosnya Bulan Titan Phobos Deimos 41. Benda-benda langit Indikator : Disajikan ilustrasi peserta didik dapat menyebutkan fungsi satelit buatan. Fungsi dari satelit buatan adalah untuk tujuan tujuan tertentu,misalnya sebagai alat komunikasi,mengawasi cuaca dan iklim, atau untuk menentukan lokasi tempat tertentu di Bumi. Satelit Telkom 2 Satelit Palapa MP2
52 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 42. Rotasi Bumi dan Akibatnya Indikator : Disajikan ilustrasi peserta didik dapat menjelaskan akibat dari rotasi bumi 1. Terjadinya siang dan malam, dimana bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang,sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalamimalam. 2. Terjadinya perbedaan waktu di berbagai tempat di muka bumi dimanaorang-orang yang berada di sebelah timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. 3. Gerak semu harian bintang dimana matahari terlihat seolah-olah bergerakberputar dari timur ke barat mengelilingi bumi padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur.
53 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 43. Revolusi Bumi dan Akibatnya Indikator : Disajikan ilustrasi peserta didik dapat menyimpulkan peristiwa akibat dariRevolusi bumi 1. Perbedaan lama siang dan malam Bumi berevolusi terhadap Matahari dengan kemiringan 23,5 derajat, sehingga perbedaan lama siang dan malam pada Bumi bagian utara dan serta selatan mengalami perbedaan. Pada 21 Maret-23 September, kutub utara lebih dekat dengan Matahari sehingga waktu siang harinya lebih lama daripada malamnya. Sedangkan, pada saat yang sama, kutub selatan mengalami siang hari yang lebih pendek daripada malam harinya. Sebaliknya pada 23 September-21 Maret, kutub selatan lebih dekat dengan Matahari sehingga waktu siang harinya lebih lama daripada malamnya.Sedangkan, pada saat yang sama, kutub utara mengalami siang hari yang lebih pendek. Lalu, untuk bagian ekuator atau khatulistiwa terkena sinar matahari sepanjang tahun, sehingga mempunyai lama waktu siang dan malam hari yang sama yaitu masing-masing selama 12 jam. 2. Gerak semu tahunan matahari Gerak semu tahunan Matahari merupakan istilah yang menunjukkan bahwa Matahari seolah-olah bergerak, sehingga posisinya terhadap Bumi selalu berubah. Pada peristiwa gerak semu tahunan ini, Matahari mengalami pergeseran posisi ke belahan Bumi bagian utara, tepatnya pada tanggal 22 Desember – 21 Juni dan pergeseran dari belahan Bumi utara ke selatan pada tanggal 21 Juni – 21 Desember.
54 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 3. Perubahan musim a. Tanggal 21 Maret – 21 Juni Belahan Bumi utara mengalami musim semi dan belahan Bumi selatan mengalami musim gugur. b. Tanggal 21 Juni – 23 September Belahan Bumi utara mengalami musim panas karena posisi Matahari berada di utara; dan belahan Bumi selatan mengalami musim dingin. c. Tanggal 23 September – 22 Desember Belahan Bumi utara mengalami musim gugur dan belahan Bumi selatan mengalami musim semi. d. Tanggal 22 Desember – 21 Maret Belahan Bumi utara mengalami musim dingin; dan belahan Bumi selatan mengalami musim panas karena Matahari berada di posisi paling selatan. 4. Perubahan kenampakan rasi bintang, dimana ketika bumi berada di sebelah timur matahari, bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari dapat terlihat. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari,bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari dapat terlihat 5. Terciptanya kalender Masehi. Kalender masehi tercipta karena adanya revolusi bumi. Berdasarkan pembagian bujur, batas dari penanggalan internasional ada pada 180 derajat. Jika di belahan timur bujur 180
55 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 derajat berada pada tanggal 6 maka di belahan barat bujur 180 derajat masih tanggal 5, kejadian ini seolah-olah melompat sehari. Hitungan kalender masehi dalam satu tahun 365 hari, 5 jam, 48 menit, 46 detik. Karena 365 hari itu lebih seperempat hari setiap tahunnya maka kelebihanya itu di kumpulkan dalam waktu 4 tahun yaitu ¼ dikali 4 yang hasilnya 1 sehingga dalam 4 tahun sekali 1 tahunya memiliki 366 hari dan disebut tahun kabisat. Biasanya terjadi pada bulan Februari. Untuk mengingat dengan mudah maka tahun kabisat adalah tahun yang dapat dibagi habis dengan empat seperti, 2000, 2004, 2008, dan seterusnya. 44. rotasi dan revolusi bulan serta akibatnya Indikator : Disajikan pernyataan peserta didik dapat menjelaskan akibat dari Revolusibulan Akibat revolusi bulan adalah 1. Terjadi peristiwa gerhana 2. Terjadi pasang dan surut air laut 3. Terjadi berbagai macam fase bulan 45. rotasi dan revolusi bulan serta akibatnya Indikator : Disajikan ilustrasi tentang pasang surut air laut peserta didik dapat menjelaskan penyebabnya. Pasang surut merupakan fenomena penggerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari ,bumi,dan bulan. Air laut di bumi yang posisinya menghadap pada bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi bulan sehingga menimbulkan pasang naik air laut. Sebaliknya, saat air laut di bagian bumi yang tidak menghadap bulan maka akan mengalami
56 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 pasang surut. Waktu periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. 46. rotasi dan revolusi bulan serta akibatnya Indikator : Disajikan gambar peserta didik dapat menentukan Fase-fase bulan 1. New Moon (Bulan Baru) , adalah ketika bulan tidak mendapatkan sinarmatahari sehingga bulan tidak terlihat atau terlihat gelap saja. 2. Waxing Crescent (Sabit Muda) , adalah ketika bulan hanya terlihat cahayanya sekitar kurang dari setengahnya. 3. Third Quarter (bulan paruh) , adalah ketika cahaya bulan itu terlihat kuranglebih setengahnya. 4. Waxing Gibbous (Bulan cembung), adalah ketika cahaya bulan yang terlihatitu melebihi dar setengah dari ukurannya. 5. Full Moon (Bulam purnama) , adalah ketika cahaya bulan terlihat penuh. 6. Waning Gibbous (Bulan cembung) adalah ketika cahaya bulan mulai menurun atau sekitar setangahnya lebih dan fasenya adalah ketika setelahmelewati full moon. 7. First Quarter (Bulan paruh), ketika cahaya bulan menjadi lebih mengecillagi dan pada saat terlihat setengahnya dari bulan utuh 8. Waning Crescent (Sabit tua) , adalah ketika cahaya bulan menjadi lebih kecil atau sekitar tidak mencapai setengahnya dan terus mengecil.
57 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 47. Kalender masehi dan kalender hijriah Indikator : Disajikan tabel peserta didik dapat membedakan kalender masehi dan hijriah Perrbedaan Masehi Hijriah Awal Penetapan 45 Sebelum masehi 17 H (640 M) Dasar penetapan Revolusi bumi terhadap matahari Revolusi bulan terhadap bumi Jumlah hari dalam 1 tahun 365 366 ( kabisat) 354 355 ( Kabisat) Siklus tahun kabisat 4 tahun 30 tahun Jumlah hari tiap bulanya 28 / 29 / 30 / 31 29 / 30 Tahun barunya 1 Januari 1 Muharram 48. Gerhana bulan dan gerhana matahari Indikator : Disajikan skema peserta didik dapat menentukan macam-macam gerhana a. Gerhana matahari b. Gerhana matahari cincin
58 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 c. Gerhana bulan toal d. Gerhana bulan penumbra fase 1 e. Gerhana bulan penumbra fase 2 f. Gerhana bulan sebagian fase 1 g. Gerhana bulan sebagian fase 2
59 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 49. Gerhana bulan dan gerhana matahari Indikator: Disajikan ilustrasi peserta didik dapat menjelaskan daerah gerhana a. Gerhana Bulam b. Gerhana Matahari
60 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 c. Gerhana Matahari Cincin 50. Gerhana bulan dan gerhana matahari Indikator : Disajikan ilustrasi peserta didik dapat memprediksi peristiwa gerhana yangakan terjadi a. Gerhana matahari terbagi menjadi: 1) Gerhana matahari total: Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak.Matahari akan tertutup seluruhnya. 2) Gerhana matahari sebagian: Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak. Piringan matahari hanya tertutup sebagian. 3) Gerhana matahari cincin: Terjadi ketika piringan bulan terletak tepat di depan piringan matahari. Di sekeliling piringan bulan akan terlihat cincinbercahaya. 4) Gerhana matahari hibrida: Terjadi di bagian bumi tertentu. Gerhana ini muncul sebagai gerhana total namun di titik lain muncul sebagai gerhanacincin. b. Gerhana Bulan terbagi menjadi : 1) Gerhana bulan penumbraa terjadi ketika matahari, bumi, berada pada satugaris lurus namun posisi bulan berada pada bayangan penumbra bumi sehingga bulan akan terlihat samar-samar 2) Gerhana bulan sebagian terjadi ketika matahari, bumi berada pada satu garis lurus namun posisi bulan berada biantara
61 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6 bayangan penumbra danumbra bumi sehingga bulan akan terlihat separuh 3) Gerhana bulan total akan terjadi jika matahari, bumi dan bulan berada padasatu garis lurus dan bulan berada pada umbra c. Gerhana Matahari Hybrida Gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang berupa gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin yang terjadi dalam satu waktu secara berurutan. Proses terjadinya matahari hibrid secara umum sama saja dengan gerhana matahari jenis lain, namun ada beberapa apa hal yang menyebabkan gerhana tersebut tampak berbeda. Beberapa proses terjadinya gerhana matahari hibrida dapat diuraikan dalam beberapa tahapan. Tahapantahapan tersebut antara lain sebagai berikut: 1) Proses gerhana matahari hibrida ini diawali ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Pada saat inilah maka terjadi gerhana matahari. 2) Gerhana matahari hybrid biasa terjadi akibat jarak antara bulan dengan bumi yang sangat bervasiasi pada setiap titik wilayah di bumi. Hal ini disebabkan karena bentuk bumi bulat serta orbit bulan yang bentuknya elips, bukan lingkaran yang sempurna. 3) Gerhana matahari hybrid dimulai dengan fenomena gerhana matahari cincin. Gerhana matahari yang terjadi dan jarak bulan terlalu jauh akan menyebabkan terjadinya gerhana matahari cincin. 4) Kemudian gerhana matahari total. Setelah gerhana matahari cincin, dengan terus bergerak mengelilingi orbitnya, bulan berada di jarak yang tidak terlalu jauh sehingga bisa menutup cahaya matahari dengan sempurna. 5) Setelah gerhana matahari total, kemudian akan terjadi gerhana matahari cincin lagi. hal ini karena posisi bulan yang terus bergerak sehingga pada suatu waktu bulan kembali berada di jarak yang cukup jauh. Dengan demikian bulan kembali tidak bisa menutupi cahaya matahari secara sempurna lagi dan kembali membentuk gerhana matahari cincin.
62 Ringkasan Sakti IPA Kelas 6