1. Demikian takdir membentuk sebuah kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan
kedua orang tadi. Setelah mereka melalui banyak kesedihan dan waktu yang terbuang,
akhirnya sejoli itu mendapat kesempatan bersama.
Kalimat dari kutipan novel di atas dikenal dengan istilah …
A. Orientasi
B. Komplikasi
C. Resolusi
D. Koda
E. Evaluasi
2. Selesaikan pelajaran kamu dulu, Hana. Di zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya
mampu berdiri sendiri, apalagi kalau ia juga bisa membangun masyarakat.”
Amanat paling tepat untuk penggalan novel di atas yaitu…
A. Wanita sebaiknya dapat mandiri
B. Wanita harus bermasyarakat
C. Pendidikan suami istri harus seimbang
D. Wanita tidak boleh kalah oleh pria
E. Jangan sampai menggagalkan cita-cita
3. Rumah idaman di kampong Melayu yang tidak dapat dinamakan besar, sudah disambung
dengan pelampan ke muka, kemudian dihiasi dengan daun beringin dan bunga-bunga teratai.
Bunga kertas yang berumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di
kampong pada tiap perhelatan.
Unsur intrinsik yang dominan pada potongan isi novel di atas yaitu…
A. Alur cetia
B. Perwatakan
C. Latar
D. Tema
E. Sudut pandang
4. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam unsur intrinsik dari novel adalah…
A. Tema
B. Alur
C. Setting
D. Agama
E. Sudut pandang
5. Kamu bisa perhatikan kutipan novel di bawah ini!
Bapak selalu membanding-bandingkan aku dengan Mas Jaka, abangku yang kuliah di
jurusan teknik. Mas Jaka selalu baik dimata Ibu. Ibu selalu membanggakan prestasi Mas
Jaka karena selalu menjadi juara kelas sejak masih di SMP. Adapun aku, meskipun pernah
masuk peringkat sepuluh besar, tapi nilai raporku tak setinggi nilai rapor milik Mas Jaka.
Watak tokoh Ibu dalam kutipan novel tersebut adalah ..
A. Suka membanding-bandingkan anaknya
B. Selalu membela anak yang lebih kecil
C. Tokoh tidak perhatian pada keluarganya
D. Membandingkan tokoh aku dengan Bagus
E. Selalu menjadi penengah di antara anaknya
6. Kamu bisa perhatikan dua kutipan novel di bawah ini!
Kutipan novel I:
“Bu, saya menjadi yang kena PHK.”
“Saya sudah merasa itu.”
“Kok tahu?”
“Tidak tahu juga, sih, Bu. Cuma merasa saja.”
“Feeling to?”
“Entah. Rasanya sore ini kamu lain saja.”
Kutipan novel II:
Di sebuah jalan yang lapang terlihat bangkai burung yang tergeletak. Kupacu lagi kudaku.
Di tempat lain kembali kulihat bangkai burung lagi. Pada setiap jarak tertentu selalu ada
bangkai-bangkai burung. Aku tahu. Semua ini adalah perbuatan jahat iblis itu.
Perbedaan karakteristik kedua novel tersebut adalah …
A. Kutipan novel I tokohnya tidak jelas, novel II ada tokoh protagonis dan ada tokoh
antagonis.
B. Kutipan Novel I alurnya runtut, novel II alurnya tidak runtut.
C. Kutipan Novel I watak disajikan dalam dialog, novel II dijelaskan oleh penulis.
D. Kutipan Novel I latarnya tampak, novel II punya latar yang tak tampak
E. Kutipan Novel I alurnya tampak, novel II punya latar yang tak tampak
7. Cermati kutipan novel berikut!
Kamu harus menuruti etika keluarga. Jangan jatuh cinta pada sepupumu sendiri, Tikno.
Banyak wanita lain yang jatuh cinta kepadamu karena kamu berbakat. Anak pak RW
contohnya, ia berkali-kali menanyakan kabarmu.
Nilai yang terkandung dalam potongan novel di atas adalah …
A. Adat
B. Sosial
C. Ekonomi
D. Pendidikan
E. Nasionalisme
8. Manggul merupakan tradisi masyarakat untuk memindahkan barang atau benda dari satu
tempat ke tempat yang lain. Kebiasaan ini sudah bergeser seiring perkembangan teknologi
sebab ini sudah sering dipakai yang namanya alat pendorong beroda.
Sinonim kata manggul dalam teks di atas adalah….
A. Mengangkut
B. Memikul
C. Mengangkat
D. Menahan
E. Menenteng
9. Kalimat di bawah ini yang memakai majas ironi yaitu….
A. Bukan, bukan, bukan, ini bukan salahku
B. Semua anak-anak, remaja hingga orang tua
C. Suaranya menggelegar memecah angkasa
D. Betapa bagusnya kelakukanmu sehingga sudah dua
E. orang tuamu sampao menanggis karena keisenganmu.
10. Curah hujan yang cukup lebat memiliki tetes hujan besar. Sementara itu, tetes hujan
berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat
kecil. Maka, limpasan air hujan menjadi sangat lebat.
Penggunaan konjungsi yang tidak tepat pada paragraf di atas adalah….
A. Sementara itu
B. maka
C. yang
D. akan
E. Sehingga
11. Perhatikan penggalan novel berikut!
Laki-laki tua itu menatap wajah Andi yang polos dan jujur dengan perasaan menahan
iba.Sekilas, terlintas rasa haru di wajah guru itu.Ada sesuatu yang menyelinap dengan tiba-
tiba ke dalam nurani manusiawinya.Ia menghindar dari tatapan Andi dengan berpaling. Laki-
laki itu menoleh ke luar jendela. Ia memandang jauh ....
Unsur intrinsik yang menonjol dari penggalan novel di atas adalah ....
A. alur
B. latar
C.amanat
D.konflik
E.penokohan
Kang Lantip tersenyum.
“Karena saya tidak percaya kepada sistem yang melahirkan dan membesarkan penguasa yang
begitu kejam seperti Stalin. Sama dengan tidak percaya saya kepada sistem yang melahirkan
Hitler dan Mussolini. Dan sudah tentu, juga tidak percaya kepada sistem yang melahirkan
Amangkurat yang dengan kejamnya membunuh santri-santri. Sistem-sistem seperti itu
mengandung bibit-bibit kekerasan yang selalu akan mengambil korban ribuan orang yang
tidak bersalah!!
Saya terkejut mendengar suaranya. Lantip, kakang saya, yang lemah lembut, sopan, penuh
tata
krama, dengan sekali tebas membabat tiga sistem kekuasaan yang besar.
(Para Priyayi oleh Umar Kayam)
12. Amanat penggalan novel di atas adalah ...
A. setiap orang mempunyai kelebihan.
B. kita harus percaya kepada seseorang.
C. kekuasaan menghasilkan kesewenang-wenangan.
D. jangan berprasangka buruk terhadap seseorang.
E. kita harus menghargai sikap dan pendapat seseorang.
13. Konjungsi yang tampak pada cuplikan di atas bermakna ....
A. persyaratan dan penyebaban
B. penyebaban dan penjumlahan
C. pertentangan dan pemilihan
D. penerang dan penjumlahan
E. penyebaban dan korelasional
Suatu hari pertengkaran dengan Kartini mencapai puncaknya. Aku tidak bisa mengendalikan
emosi lagi. Kartini kutempeleng dan kucaci maki. Sejak itu Kartini sering ke luar rumah
mencari tempat pencurahan perasaannya. Tentunya pada Anwar? Menurut pembantuku
Anwar juga sering datang ke rumah sepeninggalku. Juga sering Kartini pergi bersama Anwar.
Ini menambah kecemburuan dan amarahku. Maka kami bertengkar lagi. Kartini kupukuli dan
kucaci maki kembali. Sejak itu Kartini minggat dari rumah.
14. Berikut ini yang bukan merupakan pelajaran yang dapat dipetik dari cuplikan di atas
adalah
….
A. dari pertengkaran akan menimbulkan permusuhan.
B. pihak-pihak yang bertengkar sebaiknya tidak saling menyakiti.
C. pertengkaran sering kali membawa masalah yang lebih besar.
D. dua pihak yang bertengkar akan saling bertegur sapa di kemudian hari.
E. pertengkaran bukanlah solusi di dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
15.Dalam struktur novel, cuplikan tersebut termasuk ke dalam tahap ....
A. orientasi
B. komplikasi
C. evaluasi
D. resolusi
E. koda
Untuk pergi bersama-sama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar, mereka harus
meninggalkan Kampung Air Jernih, yang terletak di tepi Danau Bantau. Air Jernih terletak
pula di tepi sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Di pinggir muara sungailah terletak
kampung
mereka. Mereka menuju hutan dengan menyusuri tepi sungai, memudikinya, memasuki
hutan, dan mendaki gunung-gunung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu, karena penuh
dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung.
Tetapi ....
16. Cuplikan tersebut termasuk ke dalam tahap ....
A. pengenalan cerita
B. pengungkapan peristiwa
C. menuju konflik
D. puncak konflik
E. penyelesaian
17. Pengalaman batin yang diperoleh setelah membaca cuplikan di atas adalah ….
A. kagum terhadap keindahan alam
B. simpati dengan kehidupan zaman dulu
C. kecewa dengan semakin hilangnya pesona alam
D. miris dengan pencemaran lingkungan pada masa sekarang
E. kekhawatiran seseorang ketika melihat lingkungan alam
“Ale, tolong aku. (1) Aku cuma bisa menemuinya lima menit, itu pun bersama sembilan
orang
lain. (2) Aku tak tahan dengan tatapan orang-orang yang seperti mempertanyakan
keberadaanku
di situ. (3) Lima menit, Le! (4) Melihatnya tergolek tanpa bisa memeluknya”. (5)
18. Kalimat yang strukturnya tidak lengkap ditandai dengan nomor ….
A. (1) dan (2) D. (4) dan (5)
B. (2) dan (3) E. (1) dan (5)
C. (3) dan (4)
19. Kalimat yang menggunakan keterangan tempat ditandai dengan nomor ....
A. (1) D. (4)
B. (2) E. (5)
C. (3)
Kalau beberapa tahun yang lalu tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis,
tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya ke barat, maka kira-
kira sekilometer dari pasar akan sampailah tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke
kanan, simpang yang kelima, membeloklah, ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan itu nanti
akan tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui
empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan tuan temui seorang tua yang
biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadah. Sudah
bertaun-taun ia sebagai garin. Penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya kakek.
A.A. Navis, Robohnya Surau Kami
Cerita Fiksi dalam Novel 317
20. Latar penggalan novel di atas adalah ....
A. di atas bis D. di kota kecil
B. di dekat pasar E. di kiri surau
C. di jalan kampung