The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iwan19003, 2021-07-21 23:03:36

Pembukaan Tahun Pelajaran Baru 2021/2022 TK Ibnu Abbas Cikarang

PEMBUKAAN TKIT IBNU ABBAS TAHUN PELAJARAN 2122

Pertemuan Walisantri TKIT Ibnu Abbas

Selamat Datang

PEMBUKAAN TAHUN
PELAJARAN 2021/2022

Disampaikan Oleh: Iwan Setiawan,
Ahad,18 Juli 2021

Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai
dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat

yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang
haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga.

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan
kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46]

Allah juga menyebutkan doanya ibâdurrahmân (hamba-
hamba Allah) yang terbaik :

“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang

hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang

bertakwa." [QS al-Furqon : 74]

Anak-anak kita adalah amanat di pundak kita yang kelak akan
dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah ‫جل جلاله‬:



Ibu adalah sekolahan, yang akan
mencetak generasi masa depan

Ibu adalah sekolahan, apabila kau
mempersiapkannya

Kau telah mempersiapkan generasi yang
harum namanya

Seorang ulama berkata :

“Anak itu adalah amanat bagi kedua orang tuanya. Hatinya suci seperti
mutiara yang paling bernilai dan orisinil. Masih belum terjamah dengan
berbagai bentuk ukiran dan bentuk. Hatinya siap menerima segala
bentuk ukiran dan condong kepada segala sesuatu yang diarahkan
kepadanya.

Apabila dibiasakan kepada kebaikan dan diajarkan, maka ia akan

tumbuh di atas kebaikan tersebut sehingga ia akan berbahagia di dunia

dan di akhirat. Orang tuanya berikut semua pengajar dan pendidiknya
akan turut memperoleh pahala darinya.

Namun apabila ia dibiasakan dengan keburukan dan ditelantarkan
begitu saja seperti hewan ternak, maka ia akan
binasa dan celaka. Dosanya pun juga akan menimpa orang tuanya dan
pengasuhnya.

Sebagaimana seorang ayah berupaya melindungi anaknya dari panasnya api
dunia, maka tentunya melindungi anaknya dari api akhirat haruslah lebih
diprioritaskan lagi.”
Mendidik anak di masa kecil itu seperti memahat di atas batu, sebagaimana
dikatakan

Sesungguhnya ranting muda jika kau luruskan akan menjadi
lurus
Namun dahan tua takkan melunak lagi meski kau paksa agar
lurus











Diantara Bekal para Pendidik











TIPS membimbing

belajar anak usia dini

1. Ikhlas karena Allah, mendidik itu adalah ibadah
2. Bekali diri dengan ilmu dan karakter pendidik
3. Kuatkan kesabaran dalam menghadapi segala

kendala dan hambatan ketika mendidik
4. Meminta pertolongan kepada Allah dan

bertawakal kepada-Nya
5. Membangun kerjasama yang baik dan efektif

dengan pihak pihak yang terlibat dalam
pendidikan anak
6. Pahami dunia anak

DUNIA
ANAK…ADALAH

BERMAIN

ISLAM MENGAKUI KEBUTUHAN ANAK-ANAK UNTUK
BERMAIN

Perhatikanlah argumentasi saudara Yusuf alayhis salam agar dapat
diizinkan oleh ayahnya, Nabiyullah Ya’qub ‘alayhis salam

“Biarkanlah dia (Yusuf) pergi bersama kami besok pagi, agar
dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan

sesungguhnya kami pasti menjaganya.” [QS Yusuf : 12]

“Rasulullah ‫صلى الله عليه وسلم‬pernah didatangi Jibril ketika

beliau sedang bermain dengan anak-anak kecil. Jibril
menangkap dan menidurkan beliau, lalu membelah dan

mengeluarkan jantungnya.

Urgensi bermain sebagai bagian dari pendidikan bukanlah hal yang
asing bagi Ulama Pendidikan Islam dari zaman salaf dahulu. Bahkan
para ulama salaf dahulu rahimahumullâhu sudah mengetahui urgensi
bermain bagi anak dan mereka menasehat-kan kepada para orang tua
dan pendidik untuk mem-berikan keleluasaan kepada anak-anak untuk
ber-main.

“Sepatutnya anak setelah pulang dari Kuttâb diizinkan untuk bermain
dengan permainan yang baik agar ia bisa beristirahat setelah penatnya

belajar karena di dalam bermain itu -bagi anak- tidak terasa
melelahkan. Malah sesungguhnya melarang anak

bermain dan men-drilling (memayahkan) anak terus-terusan belajar,
maka ini bisa mematikan hatinya, menghilangkan kecerdasannya dan
menyusahkan hidupnya. Sehingga mereka akan cenderung ber-bohong

agar bisa terbebas dari belajar di Kuttâb.”

Diantara manfaat terpenting bermain adalah :

✓ Menghilangkan ketegangan jiwa dan fisik pada anak.
✓ Memasukkan kegembiraan dan kesenangan dalam kehidupan anak
✓ Bentuk eksplorasi anak terhadap dirinya dan alam sekitarnya yang mana hal
ini menjadikan anak selalu belajar hal-hal baru.
✓ Anak belajar menyelesaikan masalahnya sendiri
✓ Anak mampu mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya melalui bermain
dengan cara yang memadai di dalam kehidupan nyata.
✓ Melatih kemampuan anak dan melatih otot mereka melalui permainan
gerakan (motorik).
✓ Memotivasi anak untuk belajar, karena bermain-nya anak termasuk aktivitas
menarik yang tidak ada paksaan di dalamnya
✓ Anak belajar menggunakan keseluruhan inderanya dan hal ini akan
meningkatkan kemampuan fokus anak serta tentunya menambah daya faham
anak
✓ Bermain sebagai upaya untuk mempersiapkan anak dalam bersosialisasi, yang
berguna untuk memperbaiki karakter dan kepekaannya terhadap sahabatnya,
terutama pada saat bermain bersama
✓ Menghilangkan kebosanan, karena bermain memberikan kesempatan untuk
menghilangkanpenatnya rutinitas sehari-hari yang terjadi dalam hidup























Strategi Pembelajaran TKIT Ibnu
Abbas

1. Pembelajaran scara kombinasi Daring dan tatap muka
dengan tetap memperhatikan regulasi dari pemerintah
dan menjalankan prokes

2. Membuka layanan konsultasi dan bimbingan privat atau
individu di sekolah

3. Home Visit ( Jika kondisinya memungkinkan)
4. Kurikulum yang efektif dan prioritas
5. Berbasis pada modul
6. Bimbingan dan belajar bersama antara guru dengan

orang tua
7. Kegiatan Parenting ofline atau online
8. Diutamakan menggunakan sarana belajar online yang

bisa tatap muka antara guru dan santri ( zoom, VC dan
lainnya)


Click to View FlipBook Version