1
2
KURIKULUM MUATAN LOKAL HAFALAN AL-QUR’AN
SDIT dan SMP IBNU ABBAS CIKARANG
BEKASI JAWA BARAT
TAHUN PELAJARAN 2019-2020
====================================
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan segala nikmatnya kepada
kita sekalian. Solawat dan salam senantiasa kita sampaikan kepada baginda Nabi Muhammad
shollallahu ‘alaihi wassalam.
Alhamdulillah, SIT Ibnu Abbas Cikarang bersama guru-guru telah menyusun muatan lokal
HAFALAN AL-QUR’AN. Hafalan Al-qur’an merupakan jawaban atas peraturan mentri
pendidikan nasional 24 tahun 2006 yang mengisyaratkan agar setiap sekolah wajib
mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan
panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Kurikulum muatan lokal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan sekolah terutama
membaca, menulis, dan menghafal Al-qur’an, sehingga peserta didik senantiasa menjunjung
tinggi nilai-nilai kandungan Al-Qur’an yang tercermin dalam perilaku kehidupan bermasyarakat.
Kurikulum ini akan diberlakukan di sekolah SIT Ibnu Abbas Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa
Barat.
Demi kesempurnaan dan efektifitas kurikulum ini, agar dievaluasi setiap akhir tahun pelajaran
sehingga dapat dilakukan penyempurnaan berikutnya.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita sekalian, Amin.
Bekasi, 18 Juli 2020
Direktur SIT Ibnu Abbas Cikarang
Iwan Setiawan, S.Pd.I
3
PROGRAM
A. Gambaran umum program
1. Program ini adalah program unggulan siswa dan siswi SIT Ibnu Abbas Cikarang.
2. Setiap kegiatan yang diadakan di sekolah sebisa mungkin disesuaikan dengan program ini.
3. Sebagian besar kegiatan yang dikelola oleh sekolah sebisa mungkin diarahkan untuk mendukung
dan menunjang program ini.
4. Setiap siswa dan siswi yang dinyatakan telah menyelesaikan pendidikannya di SIT Ibnu Abbas
Cikarang atau lulus, memiliki jaminan kompetensi Al Qur’an (maharah Qur’aniyyah).
5. Kompetensi Al Qur’an dimaksud meliputi; kompetensi tilawah dan kompetensi tahfiz serta
kompetensi istima’ (menyimak).
6. Kompetensi tilawah sebagai program penunjang kompetensi tahfizh adalah kemampuan untuk
membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid yang berlaku.
7. Program ini memiliki target hafalan sebagaimana yang akan disebutkan kemudian.
8. Target ini memiliki konsekuensi tertentu yang juga akan disebutkan kemudian.
B. Nama program
1. Program ini diberi nama Tahfizhul Qur’an atau Hifzhul Qur’an.
2. Selanjutnya nama program ini dipermudah dengan sebutan Program Tahfizh.
C. Tujuan program
1. Dapat menjadi acuan bagi SIT Ibnu Abbas Cikarang dalam mengembangkan muatan lokal
hafalan Al-qur’an yang dilaksanakan pada tingkat ini.
2. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan visi dan misi sekolah.
3. Program ini juga bertujuan membumikan nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik
di lingkungan sekitar maupun masyarakat secara luas.
4
KEGIATAN
Program ini meliputi dua jenis kegiatan utama dan tiga kegiatan penunjang.
A. Kegiatan Utama
1. Kegiatan Tahfiz yang mencakup beberapa jenis kegiatan, yaitu;
a. Kegiatan rutin setiap pertemuan meliputi; Setoran hafalan (ziyadah), mengulang hafalan
(muraja’ah), persiapan (isti’dad) dan tilawah mandiri
b. Kegiatan rutin tahunan yaitu Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) atau kegiatan lomba
insidentil meliputi kompetisi-kompetisi eksternal yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga di
luar sekolah, diantaranya; SAPTA lomba, MHQ Ibbas dan sebagainya.
2. Kegiatan tahsin yang mencakup beberapa jenis kegiatan, yaitu;
a. Kegiatan tahsin fardi diberikan kepada santri di setiap halaqah masing-masing terutama santri
yang memiliki kualitas tilawah/bacaan dibawah rata-rata
b. Kegiatan tahsin jama’i (massal) diberlakukan untuk semua santri dari semua tingkatan dalam
rangka menjaga kualitas bacaan semua santri
c. kegiatan qira’ah mujawwadah yaitu tadrib/latihan membaca dengan menggunakan lagu dan
memperhatikan kaidah bacaan
B. Kegiatan penunjang
1. Tadabbur Al-Qur’an yaitu kegiatan memahami kandungan Al-Qur’an yang dilakukan di halaqah
masing-masing.
2. Kajian Tafsir Ringkas yang diselenggarakan di Masjid Sekolah, yang dilaksanakan pada setiap
pekan
3. Kajian Kitab Adab Penghafal Al Quran, dan kitab-kitab aqidah serta kajian tematik untuk
pembinaan kepada para santri.
4. Kegiatan Muhadhoroh
5. Kegiatan Tasmi’ jama
6. Kebiasan Lughoh ( hafalan mufrodat) dan hiwar
5
TARGET CAPAIAN
UNIT SDIT
Target hafalan adalah jumlah hafalan yang harus dicapai oleh siswa-siswi kelas SIT Ibnu Abbas
Cikarang dalam jangka waktu tertentu dan menjadi syarat dan pertimbnagan kelulusan target
hafalan adalah 3 juz.
A. Rincian juz yang dihafal
1. Juz yang dihafal oleh siswa-siswi kelas SIT Ibnu Abbas Cikarang dimulai dari juz 30, juz 29 dan
juz 28 selama masa pendidikan 6 tahun.
2. Rincian juz yang harus diselesaikan untuk tiap tahun adalah sebagai berikut:
a. Tahun pertama atau siswa-siswi kelas 1 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 30 dengan rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.1 Mermahami kandungan Al-Qur’an
konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahu surat :
tentang ilmu pengetahuan, Al-Muthaffifin, Al-Insyiqoq, Al-Buruj,
teknologi, seni, budaya, terkait,
fenomena dan kejadian tampak Ath-Thariq, Al-A’la, Al-Ghasiyah,
mata.
Al-Fajr, Al-Balad, Asy-Syams, Al-
Lail, Adh-Dhuha, Alam Nashroh,
Al’alaq, Al-Qodr, Al-Bayyinah, Al-
zalzalah, Al’Adiyah, Al’Qori’ah, At-
Takasur, Al’Ashr, Al-Humazah, Al-
Fiil, Qurays, Al’Maun, Al-Kausar,
Al-Kafirun, An-nasr, Al-lahab, Al-
ikhlas, Al-falaq, An-Nas.
b. Tahun kedua atau siswa-siswi kelas 2 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 30 yang belum dihafal ditambah dengan surat yang sudah dihafal di kelas 1, dengan
rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.1 Mermahami kandungan Al-Qur’an
konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahu surat :
tentang ilmu pengetahuan, An-Naba, An-Nazi’at, ‘Abasa, At-
teknologi, seni, budaya, terkait,
Takwir, Al-Infithar
5 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
6
fenomena dan kejadian tampak
mata.
c. Tahun ketiga atau siswa-siswi kelas 3 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 29 ditambah dengan juz 30 yang sudah dihafal di kelas 1 dan 2, dengan rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.1 Mermahami kandungan Al-Qur’an
konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahu surat : Al-Mudatsir, Al-
tentang ilmu pengetahuan, Al-Muzammil,
teknologi, seni, budaya, terkait,
fenomena dan kejadian tampak Qiyamah, Al-Insan, Al-Mursalat
mata.
d. Tahun keempat atau siswa-siswi kelas 4 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 29 yang belum dihafal ditambah dengan juz 30 dan sebagian surat dari juz 29 yang sudah
dihafal di kelas 3, dengan rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.11.1 Mermahami kandungan Al-
konseptual, dan prosedural) Qur’an surat :
berdasarkan rasa ingin tahu
tentang ilmu pengetahuan, Al-Mulk, Al-Qolam, Al-Haqqoh, Al-
teknologi, seni, budaya, terkait, Ma’arij, Nuh’ Al-Jin.
fenomena dan kejadian tampak
mata.
e. Tahun kelima atau siswa-siswi kelas 5 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 28 ditambah dengan juz 30 dan 29 yang sudah dihafal di kelas 1 sampai dengan kelas 4,
dengan rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.1 Mermahami kandungan Al-Qur’an
konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahu surat :
tentang ilmu pengetahuan, Al-Jumu’ah, Al-Munafiqun, At-
teknologi, seni, budaya, terkait,
fenomena dan kejadian tampak Taghabun, At-Tholaq, At-Tahrim.
mata.
6 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
7
f. Tahun keenam atau siswa-siswi kelas 6 SIT Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa surat
dari juz 28 ditambah dengan juz 30, juz 29 dan beberapa surat dari juz 28 yang sudah dihafal di
kelas 5, dengan rincian:
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
Memahami pengetahuan (faktual,
1.1 Mermahami kandungan Al-Qur’an
konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahu surat :
tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, terkait, Al-Mujadilah, Al-Hasyr, Al-
fenomena dan kejadian tampak
mata. Mumtahanah, Ash-Shaf.
B. Kalkulasi target hafalan per pertemuan
1. Alokasi waktu untuk pembelajaran tahfizh setiap kali pertemuan adalah 60 menit.
2. Acuan kalkulasi target hafalan per pertemuan adalah dengan melihat baris pada setiap halaman.
3. Untuk mencapai trget sebanyak 1 juz dalam satu tahun, maka setiap siswa/i harus memiliki
setoran hafalan sebanyak 3 baris (1/5 halaman) setiap kali pertemuan.
4. Setiap siswa/i berhak mendapatkan 50 kali efektif untuk setor hafalan selama satu tahun.
5. Jumlah pertemuan efektif dalam satu tahun pembelajaran tahfizh diasumsikan kurang lebih
sebanyak 60 kali pertemuan.
6. Mushaf yang dipakai untuk menghitung jumlah baris adalah mushaf dengan standar pojok
(mushaf stendar Madinah).
UNIT SMP
Target hafalan adalah jumlah hafalan yang harus dicapai oleh siswa-siswi kelas SMP Tahfidz
Ibnu Abbas Cikarang dalam jangka waktu tertentu dan menjadi salah syarat dan pertimbangan
kelulusan, target hafalan yang ditetapkan minimal adalah 10 juz dengan Mutqin.
A. Rincian juz yang dihafal
1. Juz yang dihafal oleh siswa-siswi kelas SMP Ibnu Abbas Cikarang dimulai dari juz 30, juz
29,28,27,26 dari belakang dan juz 1,2,3,4,5 dari depan selama masa pendidikan 3 tahun.
2. Rincian juz yang harus diselesaikan untuk tiap tahun adalah sebagai berikut:
a. Tahun pertama atau siswa-siswi kelas 7 SMP Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa
surat dari juz 30,29,28 dengan diawali program tahsin terlebih dahulu diawal semester ganjil.
b. Tahun ke dua atau siswa-siswi kelas 8 SMP Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa
surat dari juz 30,29,28,26,1 dengan ujian tahfizd 5 Juz diakhir semester 2
c. Tahun ketiga atau siswa-siswi kelas 9 SMP Ibnu Abbas Cikarang menyelesaikan beberapa
surat dari juz 30,29,28,1,2,3,4,5 dengan ujian tahfizh 10 Juz diakhir semester genap
d. Bagi siswa/siswi/santri yang memiliki kemampuan lebih diarahkan untuk dapat
melampau target sesuai kemampuannya.
7 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
8
ADMINISTRASI PEMBELAJARAN
A. Daftar hadir
DAFTAR HDIR SISWA/I
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
Bulan : januari 2019
Pengampu : Sigit Purnomo, S.Pd.I
No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 … .. 30
1
2
3
4
5
dst
B. Jurnal muroja’ah harian terstruktur
JURNAL MURAJA’AH HARIAN TERSTRUKTUR
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
Bulan : Januri 2019 Surat (Ayat) Tnda Tangan
Pengampu : Sigit Purnomo, S.Pd.I
Tanggal
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
dst
8 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
9
C. Jurnal laporan bulanan
JURNAL LAPORAN BULANAN TAHFIZH
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
Bulan : Januari 2019
Pengampu
: Sigit Purnomo, S.Pd.I
No
1 Nama Siswa/I Pencapaian Surat (Ayat)
2
3
4
5
6
7
8
9
10
D. Form pengajuan tes kenaikan surat
FORMULIR PENGAJUAN TES KENAIKAN SURAT
Dengan ini kami menyampikan permohonan
Kepada coordinator tahfizh untuk mentashih siswa
yang tersebut namanya dibawah ini:
Hari/Tanggal : ………………………. Kelas Surat
No Nama
1
2
3
4
5
6
7
Pengampu Tahfizh,
………………………………
E. Hasil tes kenaikan surat
9 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
10
HASIL TES KENAIKAN SURAT
PEMBELAJARAN TAHFIZH SIT IBNU ABBAS CIKARANG
TAHUN PELAJARAN 2018/2019, SEMESTER 2
Nama : ……………………….. Tanggal : ………………………..
Kelas : ……………………….. Surat/Juz : ………………………..
Aspek Penilaian
Tajwid :
Kelancaran :
Lulus Surat : ………………………..
Pentashih Pengampu Tahfizh Orang Tua
……………………… ……………………… ………………………
F. Target pembelajaran tahfizh
Target pembelajaran tahfizh sudah disebutkan pada pembahasan TARGET CAPAIAN.
G. Penilaian tahfizh harian
DAFTAR KONVERSI NILAI PENGAJARAN TAHFIZH
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
No Nilai Konversi Keslahan Kategori Keterangan
ممتازExelent Lanjut ke ayat berikut
1 94-100 A 0
2 87-93 B+ 0 جيد ج ّداBaik sekali Lanjut ke ayat berikut
3 80-86 B 1 جيدBaik Lanjut ke ayat berikut
4 80 B- 2 مردودTidak lancar Tidak boleh lanjut
KETERANGAN:
A : Jika siswa/i dalam menyetorkan hafalan, fashohah tartilnya bagus, lancar dan tidak ada yang
salah atau lupa.
B+ : Jika siswa/i dalam menyetorkan hafalan, fashohah tartilnya cukup bagus, lancar dan tidak ada
yang salah atau lupa.
C : Jika siswa/i dalam menyetorkan hafalan, fashohah tartilnya cukup bagus, lancar dan dibantu satu
kali.
B- : Jika siswa/i dalam menyetorkan hafalan, fashohah tartilnya kurang bagus dan dibantu dua kali.
10 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
11
H. Penilaian tahfizh tengah semester
PENCAPAIAN TARGET TENGAH SEMESTER
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
No Nama lengkap Kelas Target Pencapaian Keterangan
Surat
1 Surat Ayat
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Catatan kolom keterangan diisi dengan: Cikarang, …………….. 2019
- Belum Mencapai Target (BMT) Pengampu Tahfizh
- Mencapai Target (MCT)
- Melampaui Target (MPT)
……………….
11 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
12
I. Penilian thfizh akhir semester
NILAI HAFALAN SANTRI PERSURAT
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
No Nama lengkap الناس dst
الفلق
1 الإخلاص
2 اللهب
3 النصر
4 Kelas
5 Pengampu TahfizhJuz 30
6
dst
Cikarang, ………….. 2019
………………..
J. Menentukan prosentase ketercapaian
PROSENTASE KETERCAPAIAN TAHFIZH
SIT IBNU ABBAS CIKARANG
KELAS 2 SEMESTER 1 (Al-Mursalat sampai Al-Muzammil)
No Nama surat Prosentase
1 Al-Mursalat 80 %
2 Al-Insan 73,5 %
3 Al-Qiyamah 95 %
4 Al-Muddatsir 78 %
5 Al-Muzammil 79%
K. Buku monitoring tahfizh (buku mutaba’ah)
Penjelasan tentang buku mutaba’ah pada point setelah ini, adapun format dan desainnya berasal dari
bagian kurikulum.
12 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
13
BUKU MUTABA’AH
1. Buku mutaba’ah tahfizh adalah alat kelengkapan administrasi kegiatan tahfizh dan muroja’ah.
2. Buku mutaba’ah memuat catatan rekam jejak hafalan siswa/I untuk tiap pertemunnya.
3. Komponen buku mutaba’ah tahfizh terdiri atas:
a. Cover depan yang berisi; nama buku, nama sekolah, logo sekolah, alamat sekolah, nama siswa/I,
kelas siswa dan nama pengampu.
b. Bagian inti yang terdiri dari halaman ziyadah dan halaman muraja’ah.
c. Lembar catatan kejadian dan kegiatan berisi kolom; no, tanggal kejadian dan kegiatan, tindak
lanjut dan keterangan.
4. Halaman ziyadah terdiri dari; tanggal, nama surat, no. juz, nilai dan paraf/tanda tangan pengampu
tahfizh.
5. Halaman muraja’ah terdiri dari kolom; tanggal, halaman yang diulang, no. juz, nilai dan paraf.
6. Komponen yang wajib terisi dalam halaman ziyadah dan muraja’ah ini meliputi; nama surat, juz,
nilai dan paraf.
7. Hasil catatan rekaman santri dalam buku direkap untuk setiap bulannya oleh pengampu tahfizh.
8. Rekapitulasi tersebut diserahkan kepada coordinator tahfizh sebagai bahan laporan bulanan.
9. Buku ini menjadi salah satu perangkat forto folio siswa/i yang bersangkutan selama masa
pendidikannya di SIT ibnu Abbas Cikarang.
10. Buku ini diserahkan kepada wali siswa/i saat kenaikan kelas sebagai laporan pencapaian hafalan
siswa/i.
ALOKASI WAKTU
Alokasi waktu untuk kegiatan tahfizh terbagi atas kegiatan utama dan kegiatan penunjang, sehingga
alokasi waktunya berbeda sebagaimana berikut ini:
A. Aloksi waktu untuk kegiatan Utama
1. Kegiatan Tahfiz yang mencakup beberapa jenis kegiatan, yaitu;
a. Kegiatan rutin setiap pertemuan meliputi;
- Setoran hafalan (ziyadah),
- mengulang hafalan (muraja’ah),
- persiapan (isti’dad) dan tilawah mandiri.
b. Kegiatan rutin Haflah Khatmil Quran dilaksanakan 1 kali dalam satu semester.
c. Kegiatan Musabaqah Internal diselenggarakan untuk setiap tahunnya sekurang-kurangnya 1 kali
dalam satu tahun.
d. Kegiatan rutin tahunan yaitu Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) atau kompetisi eksternal
dilaksanakan sesuai dengan event dan jadwal lembaga terkait.
13 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
14
2. Kegiatan tahsin yang mencakup beberapa jenis kegiatan, yaitu;
a. Kegiatan tahsin fardi diberikan kepada santri di setiap halaqah masing-masing terutama santri
yang memiliki kualitas tilawah/bacaan dibawah rata-rata.
b. Kegiatan tahsin jama’i (massal) diberlakukan untuk semua santri dari semua tingkatan dalam
rangka menjaga kualitas bacaan semua santri.
c. Kegiatan qira’ah mujawwadah yaitu tadrib/latihan membaca dengan menggunakan lagu.
B. Kegiatan penunjang
1. Tadabbur Al-Qur’an yaitu kegiatan memahami kandungan Al-Qur’an yang dilakukan di halaqah
masing-masing setiap Hari Sabtu.
2. Kajian Tafsir Massal yang diselenggarakan di Masjid Sekolah, baik untuk santri maupun
masyarakat umum setiap pecan.
3. Kajian Kitab Adab Penghafal Al Quran.
PENGAMPU TAHFIZH
A. Pengampu tahfizh
1. Program ini diampu oleh para muhaffizh/pengampu tahfizh.
2. Pengampu tahfizh diutamakan yang sudah menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz.
3. Jika point (2) dalam hal ini tidak terpenuhi, maka akan diutamakan tenaga tahfiz yang memiliki
kompetensi tilawah yang baik dan menghafal minimal 3 juz.
4. kompetensi lain yang diusahakan dimiliki pengampu tahfizh adalah kompetensi:
- bisa berbahasa Arab
- disiplin
- tanggungjawab
- …..
5. Para pengampu tahfizh program ini sekaligus adalah pengasuh siswa/I yang menjadi anggota
halaqohnya.
6. Rasio ideal pengampu tahfizh dan siwa/I anggota halaqoh adalah 1 : 12
7. Jika rasio ideal ini tidak bisa terpenuhi, maka maksimal rasio adalah 1 : 20
8. Pengampu tahfizh mendapat pembinaan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan.
9. Pembinaan intensif dilakukan oleh koordinator tahfizh maupun manajemen sekolah.
10. Pembinaan insidental dilakukan secukupnya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.
11. Seluruh tenaga pengampu Tahfiz berada dibawah kendali coordinator tahfizh tanpa terkecuali.
B. Tugas pengampu tahfizh
1. Menyelenggarakan dan mengatur halaqah serta memberikan pelayanan terbaik kepada siswa/i
anggota halaqah, khususnya dalam kegiatan menghafal al-Qur’an.
2. Menyimak hafalan/bacaan siswa/i pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
3. Mengoreksi bacaan siswa/i, baik dalam kelancaran hafalan maupun tahsinnya.
14 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
15
4. Memberikan nilai hafalan siswa/i dalam buku mutaba’ah yaumiyyah tahfizh.
5. Mengadakan ujian kenaikan juz untuk siswa/i yang telah menyelesaikan 1 juz.
6. Memberikan motivasi kepada siswa/i anggota halaqahnya masing-masing semaksimal mungkin,
baik terkait dengan tahfizh atau yang lainnya.
7. Menyampaikan progress report kepada pihak-pihak terkait terutama kepada coordinator tahfizh
dan kepala sekolah secara rutin setiap bulan.
8. Mengkomunikasikan perkembangan tahfiz siswa/i anggota halaqah kepada wali siswa/I masing-
masing.
9. Hal-hal yang belum tersebut dalam tugas-tugas ini akan ditentukan kemudian.
KOORDINATOR TAHFIZH
A. Tugas koordinator tahfizh
1. Merencanakan, menyelenggarakan, mengontrol, dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahfizh,
baik yang bersifat rutin maupun incidental.
2. Membangun kerjasama dengan instansi dan takmirul masjid di sekitar sekolah.
3. Membangun kerjasama dengan dan sinergi dengan sekolah-sekolah lain yang memiliki program
tahfizh.
4. Melakukan koordinasi dengan kepala unit-unit yang lain baik, baik secara formal maupun non
formal.
5. Memberikan Laporan Hasil Belajar Tahfiz kepada kepala sekolah, bag. Kurikulum dan wali
siswa/i.
6. Menunjuk siswa/i mewakili sekolah dalam kegiatan kegiatan di luar sekolah.
7. Dalam menjalankan tugas ini, coordinator tahfizh dibantu oleh tim tahfizh yaitu manajemen
sekolah dan pengampu tahfizh sebagai berikut:
- Bekerjasama dengan manajemen sekolah mengatur surat-menyurat, pembuatan piagam, syahadah
dan lain-lain yang terkait dengan administrasi menyampaikan surat dari unit ketahfizhan ke
instansi lain, menjadi pennggung jawab kegiatan tahfizh di luar sekolah serta mendampingi
siswa/i yang mengikuti kegiatan di luar sekolah.
- Bekerjasama dengan bagian kurikulum dan pengampu tahfizh: membuat pembagian jadwal,
mengontrol dan mengevaluasi kegiatan halaqoh tahfizh, membuat presensi kehdiran pengampu
tahfizh dan siswa/i, membuat rekap capaian tahfizh bulanan dan membuat administrasi kelulusan.
- Bekerjasama dengan manajemen sekolah dan pengampu tahfizh meningkatkan kualitas tahfizh
siswa/i dengan memyelenggarakan kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas tahfizh seperti daurah,
karantina dan muraja’ah bersama sekolah lain.
- Untuk memudahkan tugas-tugas ketahfizhan maka coordinator tahfizh melakukan rapat
koordinasi dengan tim tahfizh dua pecan sekali.
15 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
16
PEMBAGIAN HALAQAH
A. Halaqoh
1. Pembagian halaqoh dibuat secara bertingkat berdasarkan kelas dan masing-masing kelas terdiri
dari dua halaqoh.
2. Pembagian halaqoh dilakukan oleh bagian kurikulum.
3. Pembagian ini bisa berubah sewaktu-waktu jika ada kemaslahatan yang hendak dicapai.
B. Prinsip manajemen halaqoh
1. Disiplin: artinya setiap pengampu tahfizh wajib mendisiplinkan dirinya dan siswa/i anggota
halaqoh yang diampu. Disiplin yang dimaksud di sini adalah mengkondisikan halaqah supaya
maksimal dan berjalan dengan baik pembelajaran tahfizh di halaqah tersebut.
Banyak cara untuk memanajemen atau mengkondisikan halaqah agar disiplin dan bisa dilakukan
bervariasi serta berulang, di antara contohnya adalah dengan langkah-langkah berikut ini;
- Buat aturan di halaqah (kesepakatan dengan siswa/i)
- Adakan reward untuk siswa (reward bisa berupa ucapan “Jazaakumullahu khoiron, Ahsanta,
Masyaallah Luar biasa, Baarakallahu fiik, dll” dan hendaknya seorang pengampu tahfizh
membiasakan ucapan-ucapan tersebut untuk siswa/i nya di halaqahnya, atau berupa barang,
walaupun hanya permen, pensil, penghapus, dll)
- Adakan punishment bagi yang melanggar aturan (jangan hukuman fisik, berikan punishment yang
mendidik seperti muraja’ah, menghafal sambil berdiri, menghafal di tempat khusus dan tidak
bersama yang lainnya, dll)
- Atur posisi halaqah (bisa letter U, melingkar atau yang lainnya) tujuannya agar pengampu tahfizh
lebih maksimal dalam mendisiplinkan siswa/i di halaqahnya.
- Ketika ada siswa/i yang setor hafalan, kondisikan para siswa lainnya dengan baik, dengan cara
meminta mereka mempersiapkan ayat yang mau disetorkan. Bisa personal atau saling
mendengarkan hafalan di antara mereka.
2. Efektif: artinya setiap pengampu tahfizh wajib menggunakan waktu-waktu yang telah ditentukan
dengan sebaik mungkin dan tidak melalikannya.
3. Konsisten: artinya setiap pengampu tahfizh wajib konsisten dengan kegiatan-kegiatan tahfizh dan
dengan kesepakatan dalam halaqah yang telah dibuat.
4. Antusias: artinya setiap pengampu tahfizh wajib memulai dan menyelenggarakan halaqah dengan
semangat dan antusiasme yang tinggi.
5. Tanggung jawab: artinya setiap pengampu tahfizh berusaha semaksimal mungkin mengelola
halaqah dan mengantarkan siswa/i anggota halaqahnya untuk menjadi penghafal l-Qur’an atau
minimal mencapai target yang telah ditetapkan sekolah.
6. Ikhlas: artinya setiap pengampu tahfizh wajib mengikhlaskan niatnya hanya untuk Allah dan
mengajarkan keikhlasan ini kepada siswa/i anggota halaqahnya.
16 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
17
Guna memudahkan untuk diingat dan diamalkan, maka prinsip-prinsip ini bisa disingkat dengan satu
kata yaitu “DEKATI”.
METODE TAHFIZH
A. Penggunaan metode tahfizh
1. Metodologi yang dimaksud adalah tata cara pengajaran tahfizh di setiap halaqah.
2. Metode yang disepakati adalah metode talaqqi dan metode tikrar.
a. Metode talaqqi: yaitu dengan mentalqin (membimbing) siswa/i PER-KATA, PER-KALIMAT
dan PER-AYAT. Semua disesuaikan dengan panjang pendeknya ayat. Dalam mentalaqqi atau
membimbing, guru biasanya minimal mengulang 3 kali ayat/ kata/ kalimat. Setelah itu siswa/i
mengikuti apa yang diucapkan guru sebanyak 3 kali pula.
b. Metode tikrar: yaitu mengulng ayat atau surat yang dihafalkan. Minimal diulang sebanyak 20
kali. Sehingga ada kolom-kolom checklist untuk memudahkan dalam menghitung ayat/surat yang
sudah dilafalkan. Hal ini bertujuan untuk menguatkan hafalan, tidak hanya sekedar hafal, tapi
benar-benar hafal.
B. Tujuan penggunaan metode talaqqi dan metode tikrar
Prinsip dasar penggunaan dua metode ini adalah seperti seorng ibu yang menyuapi makanan
kepada anaknya, maka tujuan penggunaan metode ini adalah:
1. Untuk memudahkan siswa/i menghafal al-Qur’an, meskipun ia belum bisa dan belum lancar
membaca al-Qur’an.
2. Untuk menekankan kepada tajwid dan makharijul hurufnya bagi siswa/i yang sudah bisa dan
sudah lancar membaca al-Qur’an.
3. Masing-masing siswa di halaqah tersebut mendapat porsi yang sama pada setiap target hafalan
per pertemuan.
C. Cara penggunaan metode talaqqi dan tikrar
Alokasi waktu setiap pertemuan pembelajaran tahfizh adalah 60 menit. Maka rundown 60 menit
talaqqi dan tikrar terbagi menjadi ktifitas sebagai berikut:
No Kegiatan Waktu
1 Iftitah (salam dan motivasi) 2 menit
2 Muraja’ah hafalan lama 3 menit
3 Talaqqi ayat yang sudah ditentukan; 20 menit
- Guru membaca ayat yang akan ditalaqqi sebanyak 3 kali
- Siswa mengikuti apa yang dibaca oleh guru sebanyak 3 kali
- Guru meminta beberapa anak/kelompok untuk membaca ayat
17 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
18
yang ditalaqqi
- Kemudian diikuti oleh semua anak
- Begitu seterusnya sampai pada ayat terakhir untuk pertemuan
hari itu.
4 Menceklist kolom (tikrar); 5 menit
- Guru membaca ayat bersama dengan anak-anak dan menceklist
setiap kali bacaan
- Apabila rata-rata anak-anak sudah bisa membaca sendiri, minta
mereka untuk membaca sekali dan ceklist begitu seterusnya,
sambil guru berkeliling untuk mengontrol dan melihat anak-anak
membaca.
5 Setor hafalan; 25 menit
- Bacaan; guru/pengampu tahfizh harus benar-benar
memperhatikan bagaimana bacaan siswa/i ketika setoran. Ketika
ada yang salah dalam melafalkan atau kurang tepat dalam hal
tajwid, jangan langsung dibetulkan. Berikan isyarat kalau bacaan
tersebut tidak tepat. Berikan waktu siswa untuk berfikir, setelah
itu kita minta siswa untuk mengulang lagi. Biasanya dalam
kondisi seperti ini, siswa bisa melanjutkan kembali ayat yang
salah atau kurang tepat. Ketika melanjutkan kembali ada yang
salah lagi atau kurang tepat lagi, beri kesempatan yang kedua
kalinya. Ketika yang ketiga salah lagi, maka bisa langsung
dibetulkan.
- Posisi; posisi ketika siswa setoran hendaknya sejajar dengan
guru, apabila hlaqah berada di kelas yang ada meja dan kursi,
maka ketika posisi guru duduk di kursi hendaknya siswa juga
duduk di kursi.
6 Penutupan 2 menit
18 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
19
METODE MURAJA’AH
A. Variasi muroja’ah
Secara umum mengulang adalah upaya penghafal Al Qur’an untuk memperbanyak volume bacaan
ayat yang telah ia hafal. Sebagai alternatif, bisa ditempuh cara-cara sebagai berikut:
1. Qira’atut tilmidz ‘ala al muhaffiz: yaitu siswa/i membaca di depan pengampu tahfizh beberapa
ayat yang telah ia hafalkan, sedangkan pengampu tahfizh menyimak dan mengoreksi bacaan.
2. Qira’atu muhaffiz ‘alat tilmidz: yaitu pengampu tahfizh membacakan beberapa ayat yang hendak
dihaflkan siswa/i secara berulang-ulang, sedangkan siswa/i menirukan bacaan pengampu
tahfizhnya.
3. Al qira’ah bi ad daur: yaitu siswa/i anggota halaqah membaca secara bergiliran dalam lingkaran
halaqah beberapa ayat yang telah ditentukan, sedangkan pengampu tahfizh menyimak dan
mengoreksi.
4. Al muraja’ah al jauziyyah: yaitu siswa/i membaca secara berpasang-pasangan dengan rekannya,
sedangkan pengampu tahfizh memonitor bacaan santri secara umum.
5. Al muraja’ah al jama’iyyah: yaitu mengulang hafalan secara massal dan kolosal (tasmi’ jama’i).
6. Al muraja’ah fi as sholah: yaitu mengulang hafalan dalam sholat, baik shalat sunah maupun
fardhu.
7. Al muraja’ah abra al imtihan: yaitu mengulang hafalan melalui ujian, baik formal dengan ujian
resmi maupun non formal dengan meminta kepada pengampu tahfizh untuk menguji hafalannya.
8. Al muraja’ah abra al ‘iqab: yaitu mengulang hafalan melalui iqab/sanksi atas pelanggaran yang
dilakukan.
9. Al muraja’ah abra al musabaqah: yaitu mengulang hafalan melalui sebuah kompetisi yang
diadakan, baik dalam lingkup internal maupun eksternal.
10. Al muraja’ah abra haflah khatmil Qur’an: yaitu mengulang hafalan melalui sebuah acara
khataman Al Qur’an yang diselenggarakan.
Hal paling penting untuk diperhatikan adalah bahwasanya kekuatan hafalan tergantung pada
frekuensi dan volume mengulang artinya semakin sering diulang, hafalan akan semakin kuat.
19 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
20
UJIAN TAHFIZH
A. Pelaksanaan ujian tahfizh
1. Ujian tahfiz dalam setahun dilaksanakan dua kali yaitu semester gasal dan genap yang
dilaksanakan dari awal semester sampai waktu terakhir ujian sekolah.
2. Waktu pelaksaan ujian bisa mengalami perubahan jika ada konsideran perubahan dan tidak ada
resiko yang ditimbulkan akibat perubahan dimaksud.
3. Alokasi waktu ujian disesuaikan dengan kondisi yang ada dan jumlah penguji serta santri yang
akan diuji.
B. Penguji
1. Penguji adalah pengampu tahfizh halaqah masing-masing.
2. Penguji wajib menjalankan ujian sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
3. Penguji berwenang memberikan penilaian sesuai aturan yang telah ditentukan.
4. Penilaian penguji yang telah mengacu kepada aturan yang telah dibuat tidak bisa diganggu gugat.
C. Bentuk dan materi ujian
1. Dalam program ini terdapat empat bentuk ujian yaitu:
a. Ujian Kenaikan Juz, yaitu ujian yang dilaksanakan oleh setiap menyelesaikan hafalan satu juz
sebelum melanjutkan ke juz berikutnya.
b. Ujian Semester Gasal, yaitu ujian yang dilaksanakan pada semester gasal.
c. Ujian Semester Genap, yaitu ujian yang dilaksanakan pada semester genap dan menjadi syarat
kenaikan kelas.
d. Ujian Verifikasi, yaitu ujian yang dilaksanakan untuk menguji kemampuan hafalan santri yang
telah melaksanakan ujian pada semester dan atau kelas sebelumnya.
2. Materi ujian kenaikan juz adalah satu juz yang telah dihafalkan oleh siswa/i dan telah disetorkan
kepada pengampunya dan dicatatkan dalam buku mutaba’ah yaumiyyah Tahfizh.
3. Materi ujian semester sebagai berikut:
a. Materi Ujian Semester Gasal adalah satu juz terbaru pada kelas tersebut dan dibaca dari awal
sampai akhir juz plus hafalan di kelas sebelumnya.
b. Materi Ujian Semester Genap adalah seluruh juz yang dihafal di kelas tersebut ditambah dengan
hafalan di kelas sebelumnya. Untuk rincian juznya bisa dilihat dalam Aturan Akademik Tahfiz.
4. Materi ujian verifikasi adalah materi ujian pada semester yang diikuti. Bentuk ujiannya dengan
menjawab secara tertulis pertanyaan yang diajukan terkait dengan juz-juz yang diujikan.
5. Materi ujian ini wajib disosialisasikan kepada siswa/i peserta ujian sebelum ujian
diselenggarakan.
D. Aspek penilaian
1. Aspek yang dinilai dalam ujian ini mencakup:
a. Kelancaran
b. Tajwid
20 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
21
c. Fashohah/makhraj
2. Untuk Kelancaran tidak lebih dari 10 kesalahan per juz. Yang dimaksud dengan kesalahan adalah
ketika santri tidak bisa melanjutkan bacaannya setelah diberikan teguran sebanyak tiga kali.
3. Tajwid terkait dengan kemampuan santri menerapkan hukum-hukum tajwid dalam bacaannya.
4. Fashohah terkait dengan ketepatan pengucapan makharijul huruf.
E. Teknis dan mekanisme penilaian
1. Nilai Mid Semester diambil dari hasil mutabaah yaumiyyah
2. Nilai Semester Gasal diambil dari hasil ujian semester sesuai dengan mekanisme penilailaian.
3. Nilai Semester Genap diambil dari hasil ujian semester sesuai dengan ketentuan.
4. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran Tahfiz adalah 70 (tujuh puluh)
5. Rincian penilaian ujian tahfiz diatur dalam aturan akademik tahfizh.
6. Penetapan kelulusan ujian tahfiz dilakukan dalam rapat pleno ujian tahfiz yang dipimpin oleh
coordinator tahfizh.
LAPORAN HASIL BELAJAR
A. Rapor tahfizh
1. Dalam rangka menyampaikan hasil belajar santri, khususnya dalam bidang Tahfiz, maka rapor
Tahfiz perlu dibuat dan disampaikan kepada wali santri yang bersangkutan.
2. Rapor Tahfiz disampaikan sekurang-kurangnya sebanyak dua kali dalam satu tahun pelajaran
yaitu rapor semester gasal dan genap.
3. Rapor ini berupa satu lembar kertas berlogo dan berkop resmi sekolah.
4. Rapor Tahfiz sekurang-kurangnya mencakup tiga bagian yaitu:
a. Bagian pertama berisi:
- Nama laporan hasil belajar tahfizh
- Nama santri
- No. induk santri
- Kelas
- Semester
- Tahun pelajaran
- KKM mata pelajaran tahfizh
- Nama pengampu tahfizh
b. Bagian inti berisi:
- Hafalan baru
- Total hafalan
- Aspek penilaian
- Peringkat tahfizh
c. Bagian penutup berisi:
21 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
22
- Catatan/pesan untuk siswa/i dan untuk wali
- Kolom keterangan
- Tempat dan tanggal penandatanganan rapor
- Kolom tanda tangan coordinator tahfizh
5. Jika diperlukan, akan dilakukan penyesuaian dan perubahan terhadap format rapor ini.
APRESIASI DAN PENGHARGAAN
A. Syahadah tahfizh
1. Dalam rangka memberikan apresiasi dan penghargaan kepada santri yang telah
menyelesaikan target hafalannya selama masa pendidikan di SMP Ibnu Abbas Cikarang dan
lulus dalam ujian, maka dibuatlah Syahadah tahfizh dan disampaikan kepada santri yang
bersangkutan.
2. Syahadah tahfizh ini ada dua macam yaitu syahadah untuk yang lulus ujian 5 Juz dan
keliapatannya serta syahadah untuk yang sudah menyelesaikan hafalan 30 Juz
3. Syahadah Tahfiz ini berupa satu lembar kertas berlogo dan berkop resmi sekolah SIT ibnu
Abbas Cikarang.
4. Syahadah Tahfiz ini sekurang-kurangnya menjelaskan hal-hal berikut:
a. Nama apresiasi dan penghargaan
b. Nama siswa/i
c. Tempat, tanggal lahir siswa/i
d. Tahun angkatan
e. Nilai akumulasi ujian tahfizh
f. Jumlah juz yang telah dihafalkan
g. Dao’a dan motivasi
h. Tempat dan tanggal penandatanganan syahadah tahfizh
i. Nama dan tanda tangan coordinator tahfizh
j. Nama dan tanda tangan kepala sekolah
k. Dan lampiran nilai ujian tahfizh per juznya
l. Jika diperlukan, akan dilakukan penyesuaian dan perubahan terhadap format syahadah
tahfizh ini.
B. Apresiasi berubah hadiah bagi santri yang beprestasi
a. Uang tunai
b. Hadiah berbentuk barang yang bermanfa’at
c. Serttifikat
d. Diikutkan program khusus baik yang diselenggarakan di mahad ataupun di luar mahad
e. Diberikan waktu kepulangan secara khusus
f. Hadiah lainnya
22 | Pedoman Penyelenggaraan Tahfizh SD dan SMP Santri Ma’had Ibnu Abbas Cikarang
23