The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by djufryhard, 2022-07-28 10:12:03

RENKON_BANJIR_ACEH

RENKON_BANJIR_ACEH

Keywords: renkon

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 13. Keterlibatan Institusi dalam Sektor Operasi Tanggap Darurat
SEKTOR

NO INSTITUSI
MANAJEMEN DAN 
KOORDINASI 
PENCARIAN, 

PERTOLONGAN DAN 
EVAKUASI 

LOGISTIK, PENERIMAAN 
DAN PENYALURAN 
BANTUAN 

PELAYANAN KESEHATAN 
PERBAIKAN DAN 

PEMULIHAN SARANA 
PRASARANA DARURAT 

TRANSPORTASI, 
INFORMASI, KOMUNIKASI 

DAN EDUKASI 

1.  BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH       
2.  TNI   
3.  POLRI       
4.  BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH   - 
5.  DINAS SOSIAL      -  - 
6.  DINAS KESEHATAN  -  - 
7.  DINAS PERHUBUNGAN, KOMINFO DAN TELEMATIKA   -  -  -   
8.  DINAS PEKERJAAN UMUM   
9.  DINAS PENDIDIKAN   -    -  
10.  SATPOL PP  -  
11.  KANTOR SAR ACEH      -  - 
12.  RUMAH SAKIT UMUM DAERAH  -  - 
13.  PLN       - 
14.  PDAM   - 
15.  PMI   -  -  -  -  
16.  RAPI  -  
17.  TAGANA   -  -  -  -  
18.  PRAMUKA  -  
   - 
Keterangan :     
  -  - 

   

 -  -  - 

 -  -  - 

   

 -   - 

 -   - 

   

     
 : Ketua Sektor 
 : Anggota Sektor 

Bila terdapat institusi lain yang bergabung dalam operasi tanggap darurat, maka
institusi tersebut harus menerima arahan penempatan dari Komandan Tanggap
Darurat dan menerima perintah dari ketua sektornya.

Sektor Manajemen dan Koordinasi

Perencanaan Sektor Manajemen dan Koordinasi diterjemahkan berdasarkan asumsi
pengembangan situasi yang berhubungan langsung dengan sektor tersebut. Selain
itu perencanaan pada sektor ini juga berintegrasi dengan sasaran umum yang telah
ditetapkan sebelumnya.

42

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

SITUASI SEKTOR

Bila banjir terjadi malam hari secara mendadak tanpa didahului oleh hujan lebat,
kemungkinan besar pada saat yang sama juga terjadi pasang naik dari laut pada
kecamatan-kecamatan yang terletak di pesisir pantai. Oleh karenanya sangat
berkemungkinan personil bantuan dari provinsi dan kabupaten tidak dapat
menjangkau langsung titik-titik evakuasi pada saat-saat awal kejadian. Kondisi ini
akan menyebabkan keterlambatan dalam pendataan korban. Kondisi lain yang
mungkin berkembang adalah pembentukan Pos Komando Lapangan juga akan
terhambat.

Lamanya genangan air di daerah terpapar juga akan mempersulit operasi tanggap
darurat bencana. Bila genangan baru surut pada hari ke-3 setelah kejadian,
dibeberapa tempat baru mulai kering pada 2 minggu pertama, maka diprediksi
bahwa banjir baru akan benar-benar selesai 1 bulan setelah kejadian. Kondisi ini
akan menambah beban anggaran tanggap darurat serta personil kelelahan.

Bencana turunan yang mungkin terjadi pada saat kejadian bencana banjir di ZPPBA
ini adalah banjir bandang dari bocornya Dam Kemuning Hulu di Kota Langsa.
Dengan mempertimbangkan kemungkinan ini, maka ada kemungkinan terjadi
pembagian tugas pada personil yang melaksanakan operasi tanggap darurat.
Pembagian tugas tersebut berupa pelaksanaan operasi tanggap darurat serta
pelaksanaan kajian ketangguhan dam dan pencegahan kebocoran Dam Kemuning
Hulu. Pembagian tugas tersebut akan menurunkan jumlah personil yang dialokasikan
untuk operasi kedaruratan di daerah terpapar.

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi sektor, kebijakan dan strategi, maka sasaran dan kegiatan
Sektor Manajemen dan Koordinasi dapat dilihat pada tabel 14.

Tabel 14. Sasaran dan Kegiatan Sektor Manajemen dan Koordinasi

STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1.  Menetapkan status 
1.  Adanya Keputusan  1.  Rapat Dewan Darurat 
darurat bencana 
berdasarkan data yang  status darurat  Bencana Aceh untuk 
valid yang disesuaikan 
dengan kemampuan  bencana diambil  penetapan status 
anggaran. 
      berdasarkan data yang  darurat bencana dan 

      valid dan kemampuan  Sosialisasinya.  

anggaran 

      2.  Penyusunan Rencana 

Operasi Tanggap Darurat 

Bencana berdasarkan 

Rencana Kontinjensi  

      3.  Melaksanakan 

mekanisme pencairan 

anggaran operasi 

tanggap darurat bencana 

43

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

STRATEGI SASARAN KEGIATAN

2.  Mengumpulkan data  2.  Kebutuhan logistik  4.  Update data harian 

rinci dan memiliki tingkat  dasar harus dipenuhi  jumlah jiwa oleh masing 

validasi yang tinggi untuk  oleh pemerintah dan  masing instansi  

menghimpun sumber  institusi di luar masy 

daya pemerintah dan  berdasarkan data 

organisasi non  yangn valid dan selalu 

pemerintah serta dunia  diperbaharui 

usaha untuk operasi 

tanggap darurat bencana 

            5.  Update laporan harian 

kebutuhan logistik 

3.  Menyediakan alternatif- 3.  Tersedianya alternatif- 6.  Penjaminan penyebaran 

alternatif sarana  alternatif sarana  informasi satu pintu 

komunikasi darurat  komunikasi darurat  pada saat tanggap 

bencana dalam  bencana dalam  darurat bencana 

menyediakan data  menyediakan data 

lapangan yang akurat.  lapangan yang akurat 

4.  Menerapkan mekanisme  4.  Tersedianya  7.  Membagi jadwal 

koordinasi yang  mekanisme yang  penugasan kegiatan 

menjamin  menjamin  masing-masing personil 

terselenggaranya operasi  terselenggaranya  penanggulangan 

tanggap darurat sesuai  operasi tanggap  bencana 

dengan standar  darurat sesuai dengan 

pelayanan yang  standar pelayan yang 

ditetapkan.  ditetapkan. 

5.  Melaksanakan  5.  Terlaksananya  8.  Membuat laporan harian 

pembaruan data korban  pembaruan data  pada masa tanggap 

dengan memanfaatkan  korban dengan  darurat bencana 

informasi masyarakat  memanfaatkan 

sesuai dengan prosedur  informasi masyarakat 

yg telah ditetapkan.  sesuai dengan 

prosedur yg telah 

ditetapkan. 

6.  Membuat Dapur Umum  6.  Memanfaatkan  9.  Membentuk panitia 

terpusat  kapasitas masyarakat  Dapur umum dari 

di luar lokasi bencana  masyarakat sekitar 

untuk mendukung 

operasi dapur umum 

terpusat 

STANDAR KELENGKAPAN

Sektor Manajemen dan Koordinasi adalah sektor yang memiliki mandat untuk
mengelola kebutuhan lintas sektor. Oleh karenanya sektor ini bertanggung jawab
untuk menjamin terselenggaranya operasi tanggap darurat yang sesuai dengan
standar kualitas yang diinginkan.

Kebutuhan Sektor Manajemen dan Koordinasi berfokus kepada keberfungsian Sistem
Komando Tanggap Darurat. Standar kualitas yang harus ada pada sebuah Posko
dapat dilihat pada tabel 15.

44

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 15. Standar Perlengkapan Pos Komando – Aju

NO PERLENGKAPAN VOL SAT

1.  Tenda Posko  1  bh 
2.  Genset  1  bh 
3.  Tikar  20  bh 
4.  Papan Data  3  bh 
5.  Laptop  3  bh 
6.  Printer  1  bh 
7.  Kertas Milimeter  10  buku 
8.  TV  1  bh 
9.  Kamera  3  bh 
10.  Handycam  3  bh 
11.  Bensin  100  ltr/minggu 
12.  Solar  100  ltr/minggu 
13.  Peta ZPPBA - Bencana Banjir  3  bh 
14.  Sepeda Motor  10  bh 
15.  Air Mineral  100  dus/minggu 
16.  Raincoat/ponco  20  bh 

RENCANA KEBUTUHAN

Sektor Manajemen dan Koordinasi bertanggung jawab terhadap kelancaran operasi
sektor-sektor lain. Sebagai sektor yang memfasilitasi keberadaan Pos Komando serta
Sekretariat Komandan Tanggap Darurat, Sektor Manajemen dan Koordinasi
diharapkan dapat menjamin kerjasama antar sektor secara efektif.

Dalam pelaksanaan Operasi Tanggap Darurat Bencana Banjir perlu dibentuk suatu
Pos Komando Aju. Pos Komando Aju (selanjutnya disebut Pos Aju) ditempatkan
sesuai dengan Rencana Operasi Tanggap Darurat. Pos Aju nantinya dibantu dengan
Pos Komando Lapangan ditiap-tiap kabupaten/kota.

Berdasarkan standar kelengkapan dan rencana kegiatan, maka kebutuhan Sektor
Manajemen dan Koordinasi untuk menjalankan fungsinya dapat dilihat pada tabel
16.

Tabel 16. Rencana Kebutuhan Sektor Manajemen dan Koordinasi

NO PERLENGKAPAN KEBUTUHAN
SAT
1.  Tenda Posko 
2.  Genset  AJU ATIM LANGSA ATAM TOTAL
3.  Tikar 
4.  Papan Data  bh  1  0  0  0  1 
5.  Laptop  bh  1  1  1  1  4 
6.  Printer  bh  20  0  0  0  20 
bh  3  3  3  3  12 
bh  3  3  3  3  12 
bh  1  1  1  1  4 

45

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO PERLENGKAPAN KEBUTUHAN
SAT
7.  Kertas Milimeter 
AJU ATIM LANGSA ATAM TOTAL
8.  TV 
buku  10  10  10  10  40 
9.  Kamera  bh  1  1  1  1  4 
bh  3  3  3  3  12 
10.  Handycam  bh  3  3  3  3  12 
ltr/minggu  100  100  100  100  400 
11.  Bensin  ltr/minggu  100  100  100  100  400 

12.  Solar  bh  3  3  3  3  12 

13.  Peta ZPPBA -  bh  10  10  10  10  40 
Bencana Banjir  dus/minggu  100  100  100  100  400 

14.  Sepeda Motor  bh  20  20  20  20  80 

15.  Air Mineral 

16.  Raincoat/ponco 

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Manajemen dan Koordinasi, yaitu BPBA memiliki seluruh sumber
daya yang dibutuhkan untuk perlengkapan bagi Pos Aju. Untuk kebutuhan Pos
Komando Lapangan, pemenuhannya dipenuhi oleh BPBD Kabupaten/kota
setempat.

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Anggaran untuk seluruh barang habis pakai untuk kebutuhan Posko dan
kegiatan Sektor Manajemen dan Koordinasi dibebankan kepada anggaran BPBA
dan BPBD Kabupaten/Kota.

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Pos Komando dan petugas Sektor
Manajemen dan Koordinasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

Total biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan perlengkapan, barang habis pakai
dan operasional dasar Posko dengan asumsi Operasi Tanggap Darurat
dilaksanakan selama 2 minggu, sebesar Rp. 50.400.000,-.

Dengan pembebanan anggaran untuk BPBA, BPBD Kabupaten Aceh Timur,
BPBD Kabupaten Aceh Tamiang dan BPBD Kota Langsa masing-masingnya
sebesar Rp. 12.600.000,-. (rincian terlampir).

46

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi

Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi bertugas pada masa-masa awal setelah
laporan kejadian bencana banjir diterima. Sektor ini selain bertugas untuk
melaksanakan pencarian dan penyelematan korban, juga bertugas untuk melakukan
kajian cepat kondisi keterpaparan bencana. Hasil kajian cepat ini berguna untuk
Sektor Manajemen dan Koordinasi untuk memberikan rekomendasi status darurat
bencana yang akan diberlakukan.

SITUASI SEKTOR

Bila banjir terjadi malam hari secara mendadak tanpa didahului dengan hujan, maka
terdapat kemungkinan bertambahnya orang hilang. Hal ini disebabkan karena
peningkatan kepanikan masyarakat. Selain itu, kejadian mendadak ini akan
menyebabkan korban-korban yang ada tidak akan dapat dievakuasi segera, dengan
titik-titik evakuasi terpencar. Dikhawatirkan logistik pribadi yang dibawa oleh
masyarakat tidak memadai untuk dapat memenuhi kebutuhannya selama di
pengungsian.

Operasi SAR yang dilaksanakan malam hari juga akan menambah kesulitan.
Terutama untuk operasi pencarian korban. Oleh karenanya perlu segera
diberlakukan tindakan preventif untuk menghindari jatuhnya korban hilang karena
terbawa air atau pun karena kesalahan pelaksanaan evakuasi mandiri di masyarakat.

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi dapat dilihat pada tabel 17.

Tabel 17. Sasaran dan Kegiatan Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi

STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1.  Menetapkan status 
1.  Terlaksananya kaji cepat  1.  Pengkajian cepat kondisi 
darurat bencana 
berdasarkan data  dan penetapan  kejadian bencana yang 
yang valid yang 
disesuaikan dengan  alternatif pemenuhan  dibandingkan skenario 
kemampuan 
anggaran.  fungsi dan sarana  kejadian dalam 
     
prasarana dasar  perencanaan kontinjensi 
     
kehidupan masyarakat 

serta kebutuhan operasi 

   tanggap darurat  2.  Pengkajian cepat 

   kerusakan dan alternatif 

pemenuhan fungsi dan 

sarana prasarana dasar 

kehidupan masyarakat 

serta kebutuhan operasi 

tanggap darurat 

      3.  Pengkajian cepat 

kerusakan dan alternatif 

pemenuhan kebutuhan 

sumberdaya listrik 

47

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

STRATEGI   SASARAN 4.  KEGIATAN
        5. 
Pengkajian cepat 
        kerusakan dan alternatif 
pemenuhan kebutuhan 
2.  Melaksanakan  2.  Terlaksananya  6.  sarana air bersih 
pembaruan data korban  Pengkajian cepat 
pembaruan data  dengan memanfaatkan  kerusakan permukiman 
informasi masyarakat  masyarakat dan sarana 
korban dengan  sesuai dengan prosedur  publik yang terkena 
yg telah ditetapkan.  banjir 
memanfaatkan  Membuat laporan harian 
pada masa tanggap 
informasi masyarakat  darurat bencana 

sesuai dengan  Menerapkan rencana 
evakuasi dan 
prosedur yg telah  penyelamatan korban  

ditetapkan. 

3.  Mendorong  3.  tersedianya rencana  7. 
evakuasi yang menjamin 
penyusunan rencana  kemampuan masyarakat 
untuk melaksanakan 
evakuasi tingkat  evakusi korban ke 
tempat pelayanan 
keluarga yang  kesehatan alternatif  

mampu 

mengantisipasi 

kejadian banjir pada 

malam hari dan 

kemungkinan 

pelaksanaan evakusi 

korban ke tempat 

pelayanan kesehatan 

alternatif.  

 

 

STANDAR KELENGKAPAN

Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 18.

Tabel 18. Standar Perlengkapan SAR dan Evakuasi

NO KEBUTUHAN TIAP SRU VOL SATUAN
1.  Rubber boat  1  unit 
2.  Life jacket 
3.  Ring buoy  12  unit 
4.  Tali carnmantell 2  unit 
5.  Solar  
6.  Truk   20  M 
7.  Sepeda Motor  100  Liter 
8.  Megaphone 
3  Unit 
3  Unit 
3  Unit  

48

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO KEBUTUHAN TIAP SRU VOL SATUAN
9.  Lampu Penerangan  10  Unit  
30  Unit 
10.  Senter Besar  10  Unit  
11.  Kantong Jenazah  10  Unit  
12.  Tandu 

Kapasitas operasi setiap SRU (Search and Rescue Unit) dapat melaksanakan operasi
SAR untuk satu kecamatan terpapar. Untuk Operasi Tanggap Darurat Bencana
Banjir, Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi akan melaksanakan operasi
pencarian dan penyelematan selama 3 hari. Sektor ini akan menurunkan 10 SRU
untuk 3 kabupaten/kota yang terlanda.

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi, yaitu Kantor SAR Aceh
memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan
perlengkapan di kabupaten/kota. Untuk pemenuhan kebutuhan kabupaten/kota
menggunakan sumber daya yang ada baik pada Dinas Pemadam Kebakaran,
PMI, maupun Unit SAR Pertamina di Kabupaten Aceh Tamiang.

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Anggaran untuk seluruh Operasional Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi
dibebankan kepada anggaran tanggap darurat pemerintah masing-masing
kabupaten/kota. Biaya operasional adalah sebesar Rp. 5.000.000,- untuk
pembelian bahan bakar.

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pencarian, Pertolongan dan
Evakuasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan
Pemerintah Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

Diluar biaya operasional sebesar Rp. 5.000.000,-, tidak ada biaya yang
dibutuhkan untuk barang habis pakai dan perlengkapan. (rincian terlampir).

Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan

Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Oleh karenanya sektor ini bekerjasama
ketat dengan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi serta Sektor
Pelayanan Kesehatan.

49

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

SITUASI SEKTOR

Sifat tiba-tiba dari bencana banjir yang akan terjadi di ZPPBA, menyebabkan
masyarakat terpapar tidak memiliki persiapan logistik pada saat mengungsi. Sulitnya
akses ke titik-titik pengungsian akan menyebabkan korban selamat terlambat
mendapatkan pemenuhan kebutuhan logistik. Oleh karenanya mekanisme dan
kapasitas logistik yang dipersiapkan untuk kejadian ini harus menjadi tanggung
jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Beberapa lokasi genangan dilewati oleh jalur pipa transmisi kerosin. Oleh karenanya
untuk menghindari bahaya kebakaran akibat kebocoran pipa tersebut perlu
diperhitungkan penempatan lokasi untuk aktivitas Dapur Umum. Pembelian nasi
bungkus dari kedai makan terdekat yang selamat perlu dipertimbangkan sebagai
alternatif solusi jangka pendek, khususnya 1 hari pertama kejadian bencana. Namun
demikian dalam proses distribusinya perlu mempertimbangkan kecepatan sehingga
logistik yang diterima oleh pengungsi masih layak dikonsumsi.

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan dapat dilihat pada tabel 19.

Tabel 19. Sasaran dan Kegiatan Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan

STRATEGI SASARAN KEGIATAN
Update laporan 
1.  Mengumpulkan data  1.  Kebutuhan logistik  1.  harian kebutuhan 
dasar harus dipenuhi  logistik 
rinci dan memiliki tingkat  oleh pemerintah dan 
institusi di luar masy  Penyediaan 
validasi yang tinggi untuk  berdasarkan data  kebutuhan dasar 
yangn valid dan  logisitik di gudang 
menghimpun sumber  selalu diperbaharui  penyimpanan 
terdekat (di 
daya pemerintah dan  kecamatan)dengan 
tetap 
organisasi non  memperhatikan 
tanggal kadaluarsa 
pemerintah serta dunia  Pemenuhan 
kebutuhan dasar 
usaha untuk operasi  pengungsi 

tanggap darurat bencana 

2.  Menerapkan mekanisme  2.  Tersedianya  2. 
mekanisme yang  3. 
koordinasi yang  menjamin 
terselenggaranya 
menjamin  operasi tanggap 
darurat sesuai 
terselenggaranya operasi  dengan standar 
pelayan yang 
tanggap darurat sesuai  ditetapkan. 
  
dengan standar 

pelayanan yang 

ditetapkan. 

        

50

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

STRATEGI SASARAN KEGIATAN

3.  Optimalisasi kapasitas  3.  Tersedianya SDM  4.  Aktivasi petugas 

SDM pelaku operasi  untuk  dan relawan 

tanggap darurat  pendistribusian  terlatih untuk 

bencana.  kebutuhan operasi  pendistribusian 

tanggap darurat  operasi tanggap 

bencana di kawasan  darurat bencana 

berisiko untuk setiap  yang telah 

alternatif sarana  diidentifikasi 

distribusi (air, udara, 

hewan dan 

manusia). 

 

 

4.  Melaksanakan  4.  Terlaksananya  5.  Melakukan kajian 

pembaruan data korban  pembaruan data  terhadap dampak 

dengan memanfaatkan  korban dengan  korban bencana 

informasi masyarakat  memanfaatkan  setiap hari selama 

sesuai dengan prosedur  informasi  masa tanggap 

yg telah ditetapkan.  masyarakat sesuai  darurat bencana 

dengan prosedur yg 

telah ditetapkan. 

            6.  Membuat laporan 

harian pada masa 

tanggap darurat 

bencana 

5.  Membuat Dapur Umum  5.  Memanfaatkan  7.  Membentuk panitia 

terpusat  kapasitas  Dapur umum dari 

masyarakat di luar  masyarakat sekitar 

lokasi bencana untuk 

mendukung operasi 

dapur umum 

terpusat 

            8.  Mengaktifkan 

dapur umum 

STANDAR KELENGKAPAN

Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 20.

Tabel 20. Standar Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan

NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG KELUARGA

1.  Pasokan Air Bersih  VOL SATUAN VOL SATUAN
   a.  Minum dan Makan 
   b.  Memasak             
   c.  Kebutuhan Lain 
147  ltr/org/minggu       

294  ltr/org/minggu       

294  ltr/org/minggu       

51

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG VOL KELUARGA
VOL SATUAN    SATUAN
   Sarana Air Bersih    
   a.  Jerigen Plastik 10 liter        2  bh/kk 
   b.  Drum/Tangki tertutup 20 liter        1  bh/kk 
2.  Promosi Kebersihan             
     
a.  Peralatan Mandi dan 
   Kebersihan             
      1.  Sabun 
      2.  shampo        2  bh/kk/minggu 
      3.  Sikat Gigi Dewasa 
      4.  Sikat Gigi anak-anak        20  bungkus/kk/minggu 
      5.  Pasta gigi ukuran sedang 
      6.  Ember 5 liter        6  bh/kk 
      7.  Gayung 
      8.  Popok Bayi Cuci        4  bh/kk 
      9.  Popok bayi sekali pakai 
   b.  Peralatan Cuci        2  bh/kk 
      1.  Sabun Cuci Pakaian 
      2.  Sikat cuci        2  bh/kk 
      3.  Jepit Kain 
      4.  Tali Jemuran        2  bh/kk 
   c.  Peralatan Makan 
      1.  Piring Plastik Tebal  12  bh/bayi       
      2.  Sendok makan 
      3.  Garpu makan  20  bh/bayi/minggu       
      4.  Sabun antiseptik 
      5.  Gelas minum             
   d.  Peralatan Menstruasi per bulan 
      0,5  kg/kk/minggu 
1.  Pembalut wanita 
      berperekat        1  bh/kk 
3.  Pengendalian Vektor 
      40  bh/kk 
Kelambu berinsektisida 
   a.  kapasitas 2 orang        3  m/kk 
   b.  Krim semprot anti nyamuk 
4.  Pengelolaan Limbah Padat             
   a.  Kantong Plastik  
5.  Ketahanan Pangan dan Gizi        10  bh/kk 

Makanan Bayi dan Anak-anak        10  bh/kk 
   a.  (>6 bln) 
      1.  Bubur Bayi        10  bh/kk 
      2.  Biskuit Bayi 
      3.  Susu Formula        1  bh/kk 
   b.  Makanan Pokok dan Lauk Pauk 
      1.  Beras        10  bh/kk 
      2.  Sarden 
           

20  bh/org/minggu       
           

      3  bh/kk 
      1  bh/kk/minggu 
           
      5  bh/kk/minggu 
           

           
250  gr/bayi/minggu    
  
30  keping/bayi/minggu       
600  gr/bayi/minggu       
           
      17,5  ltr/kk/minggu 
      35  klg/kk/minggu 

52

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG VOL KELUARGA
VOL SATUAN SATUAN
   70 
      3.  Telur        2  btr/kk/minggu 
   kg/kk/minggu 
      4.  Ikan Asin        70  bgks/kk/minggu 
   1  liter/kk/mingu 
      5.  Mie Instan     m²/org 
        
      6.  Minyak makan             
bh/kk 
6.  Hunian dan Pemukiman     stel/org  3    
  
   a.  Ruang Berteduh  3  stel/org 

   b.  Tikar Plastik     bh/org 
bh/org 
7.  Sandang     bh/bayi 
pasang/org 
Pakaian (sesuai dg jenis kelamin       
  
   a.  dan usia)  2 

Pakaian dalam (sesuai dg jns       
     
   b.  klmn dan usia)  3       
     
   c.  Sarung  1       
     
   d.  mukena (khusus wanita)  1 

   e.  Selimut bayi (100x70 cm)  1 

   f.  Sandal jepit  1 

              

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan, yaitu Dinas Sosial
Aceh bertugas memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Selain kendala anggaran,
kendala jaringan transportasi dan validasi data diprediksi akan menjadi
tantangan dalam pendistribusian bantuan dasar. Oleh karena Sektor Logistik,
Penerimaan dan Penyaluran Bantuan harus berkoordinasi erat dengan Sektor
Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi. Dengan kata lain, kebutuhan
perlengkapan Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan dipenuhi oleh
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi.

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor Logistik,
Penerimaan dan Penyaluran Bantuan membutuhkan anggaran yang sangat
besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban anggaran dibagi kepada
anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota dan anggaran mitra serta
swadaya masyarakat.

Pembagian beban anggaran pemenuhan kebutuhan dasar ini mengikuti aturan
25% dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh Provinsi Aceh; 50 % dari
beban anggaran tiap kabupaten/kota di tanggung oleh kabupaten/kota masing-
masing; dan 25 % dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh mitra dan
swadaya masyarakat (rincian terlampir).

53

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Logistik, Penerimaan dan
Penyaluran Bantuan dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 6.254.587.059,-

b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 5.892.924.375,-

c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 970.903.174,-

d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 3.666.128.335,-

e. Total anggaran yang menjadi beban mitra dan swadaya masyarakat
adalah sebesar Rp. 5.946.147.012,-

Sektor Pelayanan Kesehatan

Sektor Pelayanan Kesehatan mulai berfungsi bersamaan dengan Sektor Pencarian,
Pertolongan dan Evakuasi. Sektor ini terus bekerja hingga masa tanggap darurat
dihentikan.

SITUASI SEKTOR

Kejadian bencana banjir di ZPPBA pada malam hari tanpa tanda-tanda terlebih
dahulu berkemungkinan mendatangkan korban. Korban-korban selamat akan sulit
mendapatkan penanganan medis secara cepat. Terhambatnya kedatangan petugas
medis akan menyebabkan proses identifikasi medis pada saat awal kejadian tidak
dapat dilaksanakan. Kondisi ini dapat berdampak pada semakin berkurangnya
kemungkinan hidup korban serta bertambah parahnya luka dan penyakit yang
diderita oleh korban bencana.

Genangan air baru akan surut pada waktu yang relatif lama, yaitu antara 3 hari
hingga 2 minggu. Oleh karenanya kemungkinan penurunan kualitas kesehatan
masyarakat di daerah pengungsian akan menjadi tinggi. Berbagai penyakit dan
wabah turunan diprediksi akan menyerang lokasi-lokasi pengungsian.

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Pelayanan Kesehatan dapat dilihat pada tabel 21.

54

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 21. Sasaran dan Kegiatan Sektor Pelayanan Kesehatan

STRATEGI SASARAN KEGIATAN

1.  Menerapkan mekanisme  1.  Tersedianya tempat  1.  Menentukan tempat 
pelayanan kesehatan dan medis  pelayanan kesehatan  pelayanan kesehatan yang 
masyarakat representatif  representatif untuk tanggap 
kepada masyarakat terpapar  darurat bencana 

bencana sesuai dengan standar 
pelayanan yang ditetapkan. 

2.  Melaksanakan pembaruan  2.  Terlaksananya pembaruan  2.  Melakukan kajian terhadap 
data korban dengan     data korban dengan  dampak korban bencana 
memanfaatkan informasi  memanfaatkan informasi  setiap hari selama masa 
masyarakat sesuai dengan  masyarakat sesuai dengan  tanggap darurat bencana 
prosedur yg telah ditetapkan.  prosedur yg telah 
ditetapkan.  3.  Membuat laporan harian 
         pada masa tanggap darurat 
bencana 
3.  Mendorong penyusunan  3.  tersedianya rencana 
evakuasi yang menjamin  4.  Menerapkan rencana 
rencana evakuasi tingkat  kemampuan masyarakat  evakuasi dan penyelamatan 
untuk melaksanakan  korban  
keluarga yang mampu  evakusi korban ke tempat 
pelayanan kesehatan 
mengantisipasi kejadian banjir  alternatif  

pada malam hari dan 

kemungkinan pelaksanaan 

evakusi korban ke tempat 

pelayanan kesehatan 

alternatif.  

4.  Memanfaatkan kapasitas  4.  mengoptimalkan hygiene  5.  Menyusun standar kualitas 
sanitasi dalam  hygiene sanitasi di tempat 
masyarakat dalam  mengantisipasi  penampungan 
kemungkinan berjangkit nya  6.  Mengidentifikasi kebutuhan 
mengidentifikasi mana kasus  penyakit penyerta akibat  hygiene sanitasi  
dari genangan air bajir di 
   medis dan kesehatan yang     lokasi-lokasi pengungsian  Pengadaan dan aktivasi 
memerlukan pertolongan     sarana dan prasarana untuk 
  7.  menjamin terpenuhinya 
lebih awal dan mana kasus  standar kualitas 
8.  Monitoring dan perbaikan 
yang dapat ditunda (triage).  lingkungan tempat 
penampungan 
  

    

     

STANDAR KELENGKAPAN

Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 22.

55

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 22. Standar Sektor Pelayanan Kesehatan

NO KEBUTUHAN TIAP VOL SATUAN
KABUPATEN/MINGGU
1  unit 
1  Ambulance  5  unit 
2  buah 
2  Emergency Kit  2  buah 
5  buah 
3  Stetocope  5  buah 
50  buah 
4  Tensi Meter  500  gulung 
1000  kotak 
5  Thermometer  1  liter 
1  liter 
6  Gunting  2  gulung 
2  gulung 
7  Plaster  30  biji 
5  set 
8  Verban Gulung  100  buah 
100  buah 
9  Verban Steril  200  botol 
100  botol 
10  H2O2 ( Perhidrol )  1  liter 
3  buah 
11  Bethadine  10  buah 
500  gulung 
12  Catgot ( Benang Dalam )  80  batang 
3  buah 
13  Plan ( Benang Luar )  1000  buah 
1000  buah 
14  Nal Heathing  5  kotak 
3  unit 
15  Minor surgery  3  unit 
20  unit 
16  Infus set  10  unit 
2  buah 
17  Abochat  5  buah 
50  buah 
18  Cairan NaCl  10  buah 
5  buah 
19  Cairan Ringer Laktat  5  buah 
20  bauh 
20  Alkohol 70 %  1  set 
2  buah 
21  Tabung O2 Portable  20  bauh 

22  Selang O2 Nasal 

23  Elastis Verban 

24  Spalek ( Bidai ) 

25  Splin Traksi 

26  Spuit 2,5 cc 

27  Spuit 5 cc 

28  Kapas Swab Alkohol 

29  Scope Strecher 

30  Kursi Roda 

31  Palbed 

32  Tiang Infus 

33  Head Lamp 

34  Senter Kecil 

35  Tong Spatel 

36  Gudel 

37  ETT 

38  NGT 

39  Kateter 

40  Laringoscope 

41  Ambubag 

42  Urinal Bag 

56

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO KEBUTUHAN TIAP VOL SATUAN
KABUPATEN/MINGGU
1  buah 
43  Intubasi Set  10  bauh 
1000  botol 
44  colarnex  1000  sachet 
2000  tab 
45  aquasteril  2000  tab 
300  tube 
46  Oralit  300  tube 
1000  tab 
47  CTM Tab  1000  tab 
300  tube 
48  Perdnison  300  tube 

49  Zalp Hydrocortison  2000  tab 
2000  tab 
50  Antifungi Zalp 
300  tab 
51  Dexsamethason tab  1000  tab 

52  Prednison tab  100  tab 
10  Vial 
53  Anti bacterial doen zalp  10  Vial 
30  ampul 
54  oxytetracyklin zalp 3 %  30  ampul 
55  cortimoxazole 480 mg, 120 mg  30  ampul 
500  vial 
tab  20  ampul 

56  Salbutamol 

57  Ampicillin 1000 mg 

58  Antalgin 

59  Anti Hypertensi 

60  Xylomindon Ij 

61  Paradril Ij 

62  Sulfas Atrofin Ij 

63  Adrenalin Ij 

64  Diazepam Ij 

65  Procain Ij 

66  Vitamin K ij 

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Pelayanan Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Aceh. Sektor ini
bertugas segera setelah laporan terjadinya bencana di ZPPBA. Sektor ini
bergerak bersamaan dengan Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi. Sektor
Pelayanan Kesehatan selain menangani korban-korban yang mungkin timbul
akibat bencana, juga menangani pelayanan kesehatan di tempat-tempat
pengungsian.

Perlengkapan yang digunakan untuk penanganan korban pada masa-masa awal
serta pelayanan kesehatan di pengungsian telah dapat langsung difasilitasi oleh
Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing dengan dampingan dari Dinas
Kesehatan Aceh.

57

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Pemenuhan barang habis pakai dan operasional Sektor Pelayanan Kesehatan
secara keseluruhan dapat dilaksanakan dengan sumber daya dari setiap rumah
sakit daerah yang ada di kabupaten/kota dan provinsi.

Penyediaan rumah sakit rujukan menjadi kunci penting untuk pelaksanaan
penyelamatan korban saat darurat bencana.

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pelayanan Kesehatan dibebankan
kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan Pemerintah
Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

Biaya operasional dan pengadaan peralatan serta honor telah dapat dipenuhi
dari anggaran rutin dan anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan
Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat

Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat secara umum berfungsi
untuk mempercepat penghentian status darurat bencana. Sektor ini terus bekerja
hingga masa tanggap darurat dihentikan.

SITUASI SEKTOR

Meningkatnya kemungkinan jalan dan jembatan yang terputus serta jaringan listrik
dan air bersih yang tidak berfungsi menjadi salah satu dampak yang mungkin terjadi
bila banjir di ZPPBA bila ketinggian air meningkat akibat pasang air laut di daerah
pesisir.

Bila Dam Kemuning Hulu meluap atau hancur akibat tingginya beban air, maka
berdampak pada menipisnya ketersediaan air baku bagi daerah ZPPBA yang selama
ini disuplai oleh dam tersebut. Jaringan irigasi juga akan tidak dapat difungsikan dan
akan mengakibatkan banjir bandang dimasyarakat.

Ketiadaan jaringan listrik juga akan mempersulit proses operasi komando tanggap
darurat serta pemenuhan kebutuhan masyarakat pengungsi di daerah pengungsian.
Lamanya genangan air di ZPPBA juga akan mempersulit petugas perbaikan jaringan
listrik dan air bersih untuk melaksanakan pekerjaannya.

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat dapat dilihat pada
tabel 23.

58

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 23. Sasaran dan Kegiatan Sektor Perbaikan, Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat

STRATEGI SASARAN KEGIATAN

1.  Memenuhi kebutuhan sarana  1.  Terpenuhinya kebutuhan  1.  Pemenuhan kebutuhan 

dan prasarana darurat untuk  sarana dan prasarana  energi listrik di posko dan 

operasi tanggap darurat  darurat untuk operasi  lokasi pengungsian 

bencana baik di posko  tanggap darurat bencana 

maupun lokasi pengungsian.  baik di posko maupun lokasi 

         pengungsian  2.  Pemenuhan kebutuhan 

   sarana air bersih di posko 

dan lokasi pengungsian 

2.  Optimalisasi kapasitas SDM  2.  Tersedianya SDM yang memiliki  3.  Aktivasi Tim Khusus Lintas 
pelaku operasi tanggap  Institusi untuk perbaikan 
darurat bencana.  kompetensi dan komitmen untuk  dan pemulihan sarana 
memenuhi fungsi fasilitas kritis  prasarana darurat  
dengan standar pelayanan yang 
telah ditetapkan di daerah 

bencana 

3.  Melaksanakan pembaruan data  3.  Terlaksananya pembaruan data  4.  Membuat laporan harian 
korban dengan memanfaatkan  pada masa tanggap darurat 
korban dengan memanfaatkan  bencana 
informasi masyarakat sesuai  informasi masyarakat sesuai 
dengan prosedur yg telah 
dengan prosedur yg telah  ditetapkan. 
ditetapkan. 

STANDAR KELENGKAPAN

Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat memiliki lokus
pekerjaan di dua area. Area pertama adalah pemenuhan kebutuhan sarana
prasarana darurat operasi tanggap darurat dan pengungsian. Sedangkan area kedua
adalah perbaikan fasilitas kritis yang rusak akibat terpapar bencana.

Untuk pemenuhan kebutuhan sarana prasarana darurat bagi pelaksanaan operasi
tanggap darurat dan pengungsian memiliki standar seperti yang terlihat pada tabel
24.

Tabel 24. Standar Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat

NO KEBUTUHAN VOL SATUAN

1.  Fasilitas Hunian       

   a.  Lahan hunian  3  m²/org 

   b.  Tenda Posko  40  m² 

   c.  Tenda Pleton     m² 

   d.  Tenda Regu     m² 

   e.  Lampu TL 120 watt  10  bh/tenda 

              

2.  Fasilitas Kebersihan       

   a.  Jarak terjauh dari sumber air  500  m 

   b.  Jarak terjauh dari jamban  20  m 

59

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

NO KEBUTUHAN VOL SATUAN

   c.  Kapasitas Jamban  20  org/jenis kelamin/jamban 
   d.  Tong Sampah Vol 100 liter  10  KK/buah 
   e.  Mandi Cuci  100  org/jenis kelamin/lokasi 

         MCK (maksimum) 
3.  Fasilitas Pembersihan Sarana       
     
Publik 
   a.  Dump Truck  10  bh/kab 
   b.  Escavator  3  bh/kab 
   c.  Loader  3  bh/kab 
       
4.  Fasilitas Koordinasi        
   a.  Genset750 KV       
   b.  Papan Pengumuman 
   c.  Loudspeaker  1  bh 
   d.  HT  1  bh 
         1  bh 
2  bh 
     

Standar pada sektor ini adalah standar bersama dengan Sektor Logistik, Penerimaan
dan Penyaluran Bantuan, Sektor Manajemen dan Koordinasi serta Sektor Pelayanan
Kesehatan.

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat adalah
Dinas Pekerjaan Umum Aceh. Sektor ini bertugas segera setelah ditetapkannya
status darurat bencana daerah.

Selain perlengkapan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas kritis telah
berfungsi kembali, sektor ini juga bertugas untuk menjamin keberfungsian
sarana prasarana darurat di tempat pengungsian dan pos komando. Beberapa
perlengkapan yang dibutuhkan untuk sektor ini dapat dipenuhi oleh beberapa
institusi terkait.

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor ini membutuhkan
anggaran yang cukup besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban
anggaran dibagi kepada anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota dan
anggaran mitra serta swadaya masyarakat.

Pembagian beban anggaran pemenuhan kebutuhan sektor ini mengikuti aturan
25% dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh Provinsi Aceh; 50 % dari
beban anggaran tiap kabupaten/kota di tanggung oleh kabupaten/kota masing-

60

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

masing; dan 25 % dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh mitra dan
swadaya masyarakat (rincian terlampir).

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pelayanan Kesehatan dibebankan
kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan Pemerintah
Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 731.990.952,-

b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 956.362.751,-

c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 84.254.968,-

d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 547.893.179,-

e. Total anggaran yang menjadi beban mitra dan swadaya masyarakat
adalah sebesar Rp. 856.519.946,-.

Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi

Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi secara umum berfungsi
untuk memfasilitasi kebutuhan lintas sektoral. Sektor ini terus bekerja hingga masa
tanggap darurat dihentikan. Sektor ini juga bertanggung jawab terhadap rencana
mobilisasi sumber daya baik dari luar kabupaten/kota terkena bencana maupun dari
dalam area terpapar. Mengingat pentingnya rencana mobilisasi, maka perencanaan
mobilisasi sumber daya dibuat terpisah dari rencana sektor ini.

SITUASI SEKTOR

Bila terjadi sesuai dengan skenario ancamana yang telah disusun, kejadian bencana
di ZPPBA akan menyebabkan berbagai sarana prasarana transportasi darat tidak
dapat difungsikan di beberapa titik. Selain itu stasiun pancar ulang (repeater) untuk
keperluan operasi tanggap darurat juga tidak berfungsi optimal karena tidak
tersedianya sumber energi listrik dalam jangka waktu lama.

Lamanya genangan mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar di
sekolah yang masih tergenang banjir. Selain itu lamanya genangan akan
mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan moda alternatif untuk melaksanakan
transportasi bantuan dari Pos Komando Lapangan ke titik-titik pengungsian.

61

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR

Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi dapat dilihat pada tabel 25.

Tabel 25. Sasaran dan Kegiatan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi

STRATEGI SASARAN KEGIATAN

1.  Menyediakan alternatif- 1.  Tersedianya alternatif- 1.  Aktivasi moda komunikasi 
alternatif sarana komunikasi 
darurat bencana dalam  alternatif sarana  yang mampu menjamin 
menyediakan data lapangan 
yang akurat.  komunikasi darurat  ketersampaian informasi 

bencana dalam  dari KODAL ke masyarakat 

menyediakan data lapangan  dan Satgas 

yang akurat 

            2.  Penjaminan penyebaran 

informasi satu pintu pada 

saat tanggap darurat 

bencana 

2.  Menerapkan mekanisme  2.  Tersedianya prosedur dan  3.  Membangun mekanisme 

alternatif distribusi kebutuhan  mekanisme yang dapat  alternatif distribusi 

operasi tanggap darurat  menjamin alternatif  kebutuhan operasi tanggap 

dengan menggunakan sarana  distribusi kebutuhan  darurat dengan 

transportasi darat, air, udara,  operasi tanggap darurat  menggunakan sarana 

manusia dan hewan.  bencana sesuai dengan  transportasi air, udara, 

standar pelayanan yang  manusia dan hewan 

telah ditetapkan   

2.  Menerapkan mekanisme  2.  Tersedianya prosedur dan  4.  Melaksanakan mekanisme 
mekanisme yang dapat  distribusi kebutuhan operasi 
alternatif distribusi kebutuhan  menjamin alternatif  tanggap darurat sesuai 
distribusi kebutuhan  dengan kondisi daerah 
operasi tanggap darurat  operasi tanggap darurat  terkena bencana 
bencana sesuai dengan 
dengan menggunakan sarana  standar pelayanan yang  5.  menyediakan sarana bantu 
telah ditetapkan  untuk proses belajar 
transportasi darat, air, udara,  terlaksananya proses  mengajar di lokasi 
belajar mengajar di daerah  pengungsian 
manusia dan hewan.  evakuasi saat terjadi 
bencana  6.  Aktivasi petugas dan 
3.  Melaksanakan proses belajar  3.  Tersedianya sdm untuk  relawan terlatih untuk 
mengajar di daerah evakuasi  pendistribusian kebutuhan  pendistribusian operasi 
saat terjadi bencana.  operasi tanggap darurat  tanggap darurat bencana 
bencana di kawasan  yang telah diidentifikasi 
4.  Optimalisasi kapasitas SDM  4.  berisiko untuk setiap 
pelaku operasi tanggap  alternatif sarana distribusi 
darurat bencana.  (air, udara, hewan dan 
manusia) 

62

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

5.  Melaksanakan pembaruan  5.  Terlaksananya pembaruan  7.  Membuat laporan harian 
pada masa tanggap darurat 
data korban dengan  data korban dengan  bencana 

memanfaatkan informasi  memanfaatkan informasi 

masyarakat sesuai dengan  masyarakat sesuai dengan 

prosedur yg telah ditetapkan.  prosedur yg telah 

ditetapkan. 

STANDAR KUALITAS

Sektor ini bertumpu pada kekuatan transportasi dan informasi komunikasi. Untuk
standar kualitas bagi pelayanan informasi dan komunikasi saat operasi tanggap
darurat bencana dapat dilhat pada tabel 26.

Tabel 26. Standar Perlengkapan Komunikasi

NO KEBUTUHAN VOL SAT

A.  Posko Induk      
1.  Radio komunikasi RIG   1  Unit 
2.  Power Supply 40 A  1  Unit 
3.  Antena Vertikal G 7  1  Unit lengkap koexial 
4.  UPS 500 A  1  Unit 
5.  Repeater  1  Unit 

B.  Pos Kodal      
1.  Radio komunikasi RIG   1  Unit 
2.  Power Supply 40 A  1  Unit 
3.  Antena Vertikal G 7  1  Unit lengkap koexial 
4.   HT (handy talky) 
10  Unit 
C.  Paket Pengurusan Izin  40  unit radio per paket 
Frekuensi   
     
D.  Transportasi  5  unit 
 1.  Mobil SAR  1  unit 
 2.  Helikopter TNI  3  unit 
 3.  Dump truck  6  unit 
 4.  Double cabin  3  unit 
 5.  Truck   3  unit 
 6.  Mobil genset PLN  4  unit 
 7.  Mobil komunikasi  38  unit 
 8.  Rakit  9  unit 
 9.  Mobil pick up  10  unit 
 10.  Perahu karet  65  unit 
 11.  Sampan  33  unit 
 12.  Motor trial 

RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN

63

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

1. Pemenuhan Perlengkapan

Ketua Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi adalah Dinas
Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Aceh. Sektor ini bertugas segera
setelah ditetapkannya status darurat bencana daerah.

Untuk perlengkapan transportasi, fokus pemenuhan transportasi berkaitan
dengan kemampuan mobilisasi personil dan perlengkapan. Untuk mobilisasi dari
provinsi ke kabupaten/kota, perlengkapan dipenuhi dengan sumber daya yang
dimiliki oleh Pemerintahan Aceh. Sedangkan untuk kebutuhan mobilisasi dari
Posko Aju ke kantong-kantong pengungsian, fasilitas transportasi yang
digunakan lebih banyak menggunakan sumber daya kabupaten/kota yang
bersangkutan.

2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional

Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor ini membutuhkan
anggaran yang cukup besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban
anggaran dibagi kepada anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota
(rincian terlampir).

3. Pemenuhan Biaya Honor

Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Sektor Transportasi, Informasi,
Komunikasi dan Edukasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota.

4. Total Biaya

a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 101.000.000,-

b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 109.500.000,-

c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 109.500.000,-

d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 109.500.000,-

Beban Anggaran Operasi Tanggap Darurat Bencana

Bila terjadi bencana banjir seperti yang diprediksi dalam skenario ini, dapat dihitung
beban anggaran untuk Operasi Tanggap Darurat Bencana berdasarkan kebutuhan
masing-masing sektor. Perlu dicatat bahwa kebutuhan sektoral tersebut belum
memperhitungkan biaya operasional lapangan. Oleh karenanya dalam rekapitulasi
Beban Anggaran Operasi Tanggap Darurat Bencana, ditambahkan beban anggaran
operasi sebesar 10% dari total anggaran setiap penanggung jawab pemenuhan
anggaran.

64

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Beban anggaran untuk setiap penanggung jawab pemenuhan anggaran dapat dilihat
pada tabel 27.

65

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Tabel 27. Beban Anggaran Pemerintah dan Mitra dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana Banjir

NO URAIAN BIAYA JUMLAH TOTAL

1.  PEMERINTAH ACEH  Rp       7.810.195.812 
 
  1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi  Rp             12.600.000   
 
  2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban  Rp                                -   
 
  3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan  Rp       6.254.587.059   
 
  4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan  Rp                                -  Rp       4.771.383.665 
 
  5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat  Rp           731.990.952   
 
  6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi  Rp           101.000.000   
 
  7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat  Rp           710.017.801   
 
2.  PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG  Rp       1.296.633.957 
 
  1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi  Rp             12.600.000   
 
  2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban  Rp               1.500.000   
 
  3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan  Rp       3.666.128.335   
 
  4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan  Rp                                -  Rp       7.670.745.640 
 
  5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat  Rp           547.893.179   
 
  6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi  Rp           109.500.000   
 
  7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat  Rp           433.762.151   
 
3.  PEMERINTAH KOTA LANGSA  Rp       7.482.933.654 
 
  1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi  Rp             12.600.000   
 
  2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban  Rp               1.500.000   
 
  3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan  Rp           970.903.174   
 
  4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan  Rp                                - 

  5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat  Rp             84.254.968 

  6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi  Rp           109.500.000 

  7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat  Rp           117.875.814 

4.  PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR 

  1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi  Rp             12.600.000 

  2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban  Rp               2.000.000 

  3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan  Rp       5.892.942.375 

  4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan  Rp                                - 

  5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat  Rp           956.362.751 

  6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi  Rp           109.500.000 

  7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat  Rp           697.340.513 

5.  MITRA 

  1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi  Rp                                - 

  2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban  Rp                                - 

  3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan  Rp       5.946.147.012 

  4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan  Rp                                - 

  5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat  Rp           856.519.946 

  6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi  Rp                                - 

  7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat  Rp           680.266.696 

66

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

TOTAL Rp 29.031.892.728

Dari tabel 27 terlihat bahwa total kebutuhan Operasi Tanggap Darurat Bencana
Banjir di ZPPBA adalah sebesar Rp. 29.031.892.728,-. Berdasarkan perhitungan
tersebut, kebutuhan anggaran untuk setiap sektor dalam Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir di ZPPBA dapat dilihat pada tabel 28.

Tabel 28. Kebutuhan Anggaran Sektoral dan Operasional Tanggap Darurat Bencana Banjir

NO URAIAN BIAYA JUMLAH

1.  Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi   Rp             50.400.000  
2.  Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban   Rp               5.000.000  
3.  Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan   Rp     22.730.707.955  
4.  Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan   Rp                                -  
5.  Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat   Rp       3.177.021.797  
6.  Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi   Rp           429.500.000  
7.  Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat   Rp       2.639.262.975  
Rp 29.031.892.728
TOTAL

Tabel 28 memperlihatkan bahwa beban operasi terberat berada pada Sektor
Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan, yaitu sebesar Rp. 22.730.707.955.
Namun demikian bila data lengkap tentang ketersediaan kebutuhan sektor ini pada
gudang-gudang logistik pada institusi yang bersangkutan telah tersedia, diyakini
bahwa anggaran kebutuhan sektor ini akan jauh berkurang.

67

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Bab

7

Kerangka Operasi

U ntuk mempermudah penterjemahan Perencanaan Kontinjensi Bencana
Banjir ini menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat Bencana, dibutuhkan
suatu panduan. Panduan ini diharapkan mampu untuk menjadi suatu
kerangka strategi dalam penyusunan Rencana Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir di ZPPBA. Kerangka Operasi ditujukan untuk seluruh sektor yang
terlibat dalam operasi tanggap darurat bencana ditambah dengan Komandan
Komando Tanggap Darurat Bencana.

Komando Tanggap Darurat Bencana

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 43 Tahun 2010, maka rekomendasi
untuk Komandan KODAL Tanggap Darurat Bencana (selanjutnya disebut Komandan
KTD) akan diberikan dengan mengikuti suatu rantai komando.

Pemilihan Komandan KTD dilaksanakan atas dasar rekomendasi Sekretaris Daerah
Aceh sebagai Komandan KODAL Darurat Bencana Aceh dan diputuskan oleh
Gubernur sebagai Komandan KODAL Aceh dalam Rapat Dewan Darurat Bencana.
Rapat Dewan Darurat Bencana juga memutuskan status darurat bencana yang akan
diberlakukan terhadap suatu kejadian bencana berdasarkan data kajian cepat yang
masuk. Seluruh keputusan ini, telah harus ditetapkan paling lama 1x24 jam setelah
kejadian bencana.

Setelah ditetapkan, Komandan KTD segera melaksanakan tugas untuk
melaksanakan operasi tanggap darurat bencana Aceh. Seluruh sektor operasi
tanggap darurat berada di bawah komando Komandan KTD Bencana Aceh. Seluruh
Komandan KODAL Darurat Kabupaten/kota berada di bawah komando Komandan
KTD.

KERANGKA OPERASI 1

Rekomandasi rantai komando tersebut adalah :
1. Kasdam TNI AD Iskandar Muda; atau
2. Wakapolda Aceh; atau
3. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBA.

68

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Pos Komando Tanggap Darurat Bencana
Pos Komando Tanggap Darurat Bencana berada di BPBA (selanjutnya disebut
POSKO INDUK). Namun demikian untuk kelancaran operasi tanggap darurat
bencana, Komandan KTD dapat membuat suatu POSKO INDUK di kawasan yang
dinilai strategis untuk mempermudah operasi tanggap darurat bencana. POSKO
INDUK yang berada di lapangan untuk selanjutnya disebut POSKO AJU.

KERANGKA OPERASI 2

1. Titik penempatan POSKO AJU ditetapkan oleh Komandan KTD berdasarkan
rekomendasi hasil Kajian Cepat Sektor Manajemen dan Koordinasi

Operasi Sektoral sebelum Komandan KTD Aktif
Sebelum dipilih Komandan KTD, setelah diterima informasi bencana, Sektor
Manajemen dan Koordinasi mengumpulkan seluruh sektor untuk mempersiapkan
dan melaksanakan koordinasi di POSKO INDUK sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing.

KERANGKA OPERASI 3

Sebelum Komandan KTD diaktifkan, operasi tanggap darurat yang dilaksanakan
oleh setiap sektor adalah :
1. Sektor Manajemen dan Koordinasi melaksanakan kajian cepat dan

mempersiapkan Rapat Dewan Darurat Bencana untuk menetapkan status
keadaan darurat dan Komandan KTD.
2. Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi, bersama dengan Sektor
Pelayanan Kesehatan segera setelah informasi kejadian bencana banjir,
mengerahkan tim untuk memulai kegiatan SAR dan Evakuasi dengan seluruh
sumber daya yang dibutuhkan.
3. Sektor Transportasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi; Sektor
Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan; serta Sektor Perbaikan
dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat melaksanakan persiapan
pelaksanaan tugas sektoral untuk kemudian menunggu keputusan Status
Darurat Bencana dari KODAL Aceh.

69

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Rapat Operasi Tanggap Darurat
Setelah Komandan KTD Aktif, segera melaksanakan Rapat Operasi Tanggap Darurat
dengan masing-masing sektor. Dalam Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana ini
diputuskan beberapa hal penting.
Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana yang pertama ini sebaiknya dilaksanakan
tidak lebih dari 6 jam setelah penetapan Komandan KTD. Rapat Operasi Tanggap
Darurat dilaksanakan di POSKO INDUK.
Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana selanjutnya dapat dilaksanakan di POSKO
INDUK atau pun POSKO AJU tergantung kebutuhan dan keputusan Komandan KTD
atau pun Komandan di atas nya.

KERANGKA OPERASI 4

Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana pertama, paling tidak memutuskan :
1. Letak POSKO AJU;
2. Penempatan staff Komandan KTD;
3. Target waktu pendirian POSKO AJU;
4. Frekuensi Komunikasi Darurat yang digunakan;
5. Materi Press Release;
6. Rencana Keberangkatan dan penempatan setiap sektor;
7. Rencana penggalangan bantuan.

Rencana Mobilisasi Sumber Daya
Rencana mobilisasi sumber daya disusun oleh Sektor Transportasi, Informasi,
Komunikasi dan Edukasi. Rencana mobilisasi tersebut telah disusun dalam
perencanaan kontinjensi. Kebutuhan mobilisasi telah dimasukkan kedalam daftar
kebutuhan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi.

70

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

KERANGKA OPERASI 5

Rencana Mobilisasi Sumber daya harus memenuhi kebutuhan sebagai berikut :
1. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari provinsi ke POSKO AJU.
2. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari mitra di luar kawasan

bencana ke POSKO INDUK dan POSKO AJU.
3. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari POSKO AJU ke POSKO

KABUPATEN/KOTA.
4. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari POSKO KABUPATEN/KOTA

ke kantong-kantong pengungsian.
5. Untuk pelaksanaan tugas Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi

serta Sektor Pelayanan Kesehatan sebelum Komandan KTD diaktivasi, dapat
langsung melaksanakan operasi ke lapangan dengan berkoordinasi dengan
dengan BPBD Kabupaten/Kota setempat.
Oleh karenanya, rencana mobilisasi sumber daya disusun seperti terlihat pada
lampiran.

71

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Bab

8

Pemantauan dan Rencana Tindak
Lanjut

D okumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA adalah sebuah
dokumen dinamis. Perubahan berbagai variabel serta kondisi dapat secara
signifikan merubah seluruh detail perencanaan. Melihat dinamika yang
amat tinggi dari berbagai variabel dan kondisi, dibutuhkan pembaruan
berkala terhadap dokumen ini. Namun demikian, konsepsi dari perencanaan tidak
akan berubah selagi sistem dan mekanisme operasi tanggap darurat bencana di
Aceh tidak berubah.

Pemantauan

Pemantauan pelaksanaan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA
dilaksanakan berpedoman kepada fase pelaksanaan rencana.

1. Fase Kesiapsiagaan

Untuk perencanaan kegiatan yang dilaksanakan untuk Fase Kesiapsiagaan,
pemantauan dilaksanakan setiap tahun. Pemantauan dilaksanakan oleh BPBA
sebagai koordinator penyelenggaraan penanggulangan bencana di Aceh.

Proses pemantauan pelaksanaan rencana kontinjensi pada fase ini dapat
dilaksanakan dengan melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi ataupun
tinjauan ke lapangan tergantung target dari setiap kegiatan yang telah
direncanakan.

2. Fase Tanggap Darurat

Pemantauan kegiatan pada Fase Tanggap Darurat dilaksanakan terhadap :

a. Ketersediaan sumber daya yang dialokasikan untuk kebutuhan tanggap
darurat.

b. Tingkat ketercapaian operasi tanggap darurat bencana di masyarakat saat
terjadi kondisi tanggap darurat bencana.

Seluruh proses pemantauan pada Fase Tanggap Darurat dilaksanakan oleh
BPBA.

72

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Rencana Tindak Lanjut
Secara umum tindak lanjut dari Perencanaan Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA
adalah melaksanakan seluruh rencana kegiatan untuk Fase Kesiapsiagaan.
Dalam kawasan Zona Prioritas Penanggulangan Bencana Aceh, kawasan-kawasan
dalam lingkup perencanaan ini dapat diintervensi langsung oleh pemerintah provinsi.
Intervensi teknis dilaksanakan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan tempat
pengungsian penduduk di kecamatan-kecamatan yang menjadi ZPPBA.
Oleh karenanya tindak lanjut dilaksanakan untuk :
1. Membangun fasilitas pendukung evakuasi sesuai dengan standar kualitas yang

telah ditetapkan pada setiap kecamatan pada ZPPBA untuk ancaman bencana
banjir.
2. Memperbaiki rencana sekaligus melaksanakan pengelolaan lingkungan pada hulu
sungai yang menyebabkan potensi banjir di ZPPBA untuk memperkecil
kemungkinan banjir.
3. Setiap masyarakat korban bencana yang memperoleh bantuan tidak dikenakan
pajak.
4. Penanggulangan bencana biaya Operasional saat tanggap darurat terlebih
dahulu dapat dimanfaatkan dana SKPD masing-masing.
5. Pemerintah kabupaten/kota segera untuk membuat berbagai sarana prasarana
untuk mempermudah aksesibilitas warga saat kejadian bencana.
6. Melaksanakan penyelenggaraan latihan untuk Sistem KODAL berdasarkan
Rencana Kontinjensi ini.
7. Melaksanakan perbaikan berkala Dokumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir
Di ZPPBA. Perbaikan berkala sebaiknya dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, atau
sesuai dengan kebutuhan.

73

PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA

Bab

9

Penutup

D okumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA ditujukan untuk
menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir. Dengan berbagai asumsi yang digunakan, prediktibilitas
perencanaan ini membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Oleh
karenanya berbagai pembaruan asumsi serta pemantauan terstruktur terhadap
berbagai kegiatan yang telah direncanakan menjadi kunci keberhasilan pencapaian
fungsi dari perencanaan ini.

Diharapkan dokumen ini menjadi dasar yang kuat untuk melaksanakan operasi
tanggap darurat yang lebih efektif dan terstruktur di masa datang. Lebih jauh,
diharapkan agar penyusunan rencana kontinjensi untuk bencana banjir ini menjadi
awal bagi penyusunan perencanaan kontinjensi untuk bencana-bencana prioritas lain
baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh.

74

Lampiran 1

RINCIAN KEGIATAN
KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI ZPPBA

RINCIAN KEGIATAN FASE KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI ZPPBA

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

1.  Identifikasi kebutuhan dan kapasitas  Tersedianya data kebutuhan dan  Bulan Mei
   terkait logistik  kapasitas logistik yang selalu  tahunnya 
      diperbarui setiap 1 tahun sekali 
        
           
           
           
  

           
           
           

           
2.  Pelatihan analisa kebutuhan logistik  Pelatihan 
Minimal 50% anggota Sektor  setiap tah
kepada tim operasi darurat  Manajemen dan Koordinasi mampu 
melaksanakan analisis kebutuhan  Akhir Tahu
3.  Menyusun format data kebutuhan  logistik 
harian logistik  Tersedianya format data kebutuhan 
harian logistik yang dapat digunakan 
pada operasi tanggap darurat 
bencana 

A

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

i setiap  1.  Badan Penanggulangan  1.  BPBD Kab. Aceh Tamiang 
     Bencana Aceh  2.  BPBD Kab. Aceh Timur 
      3.  BPBD Kota Langsa 
      4.  Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang 
      5.  Dinas Sosial Kab. Aceh Timur 
      6.  Dinas Sosial Kota Langsa 
      7.  Dinas Kesehatan Kab. Aceh 

      Tamiang 
      8.  Dinas Kesehatan Kab. Aceh Timur 
      9.  Dinas Kesehatan Kota Langsa 
10.  Badan Pusat Statistik Kab. Aceh 
 Rutin       
hun  1.  Dinas Sosial Aceh  Tamiang 
11.  Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh 

1.  BPBA 

un 2012  1.  Dinas Sosial Aceh       

L1-1

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

4.  Penetapan gudang logistik di daerah  Ditetapkannya lokasi gudang logistik  Akhir Tahu
   bencana  di ZPPBA Banjir     
        
   Pertengah
5.  Identifikasi jaringan komunikasi yang  Tersedianya minimal 3 alternatif 
   dapat digunakan di daerah operasi  jaringan komunikasi tertutup darurat  20
tanggap darurat bencana banjir  bencana untuk KODAL 
     
      Tersedianya minimal 3 alternatif    
jaringan komunikasi terbuka darurat 
6.  Pengadaan moda komunikasi untuk  bencana untuk Satgas dan  setiap tah
   alternatif jaringan komunikasi yang  Masyarakat  tahun 201
dapat digunakan   Tersedianya minimal 60% dari 
   kebutuhan alternatif moda    
      komunikasi yang telah ditentukan    
        
   Tahun 201
7.  Mengidentifikasi kapasitas dan       
   kebutuhan yang diperlukan pada saat  Tersedianya list kapasitas dan    
terjadi bencana  kebutuhan pelayanan korban    
   bencana dan pengungsi    
        
           
        
        
  

           
           

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

un 2012  1.  BPBA  1.  Dinas Sosial 
      2.  TNI 
han Tahun        3.  POLRI 
013  1.  TNI 
1.  DISHUBKOMINTEL Aceh   2.  POLRI 
      3.  ORARI 
      4.  RAPI 
     

hun hingga  1.  DISHUBKOMINTEL Aceh   1.  TNI 
14        2.  POLRI 
      3.  ORARI 
13        4.  RAPI 
      5.  TELKOM 
1.  BPBD Kab. Aceh Tamiang 
1.  Badan Penanggulangan  2.  BPBD Kab. Aceh Timur 
   Bencana Aceh  3.  BPBD Kota Langsa 
      4.  Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang 
      5.  Dinas Sosial Kab. Aceh Timur 
      6.  Dinas Sosial Kota Langsa 
      7.  Dinas Kesehatan Kab. Aceh 
     
Tamiang 
      8.  Dinas Kesehatan Kab. Aceh Timur 
      9.  Dinas Kesehatan Kota Langsa 

L1-2

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

           

           

           

           

           

           

           

           

           

8.  Membuat standar pelayanan terhadap  Tersedianya standar pelayanan  Tahun

   korban bencana  korban bencana dan pengungsi yang    
      memperhatikan prinsip 
kemartabatan dan sensitivitas gender    

      serta hak-hak pengungsi dan korban    

      bencana    

           

           

           

           
           
           

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

      10.  Badan Pusat Statistik Kab. Aceh 
Tamiang 
n 2013       
      11.  Dinas Pendidikan  Aceh 
      12.  Dinas PU Aceh 
      13.  Dinas PU Kab. Aceh Tamiang 
      14.  Dinas PU Kab. Aceh Timur 
      15.  Dinas PU Kota Langsa 
      16.  CAMAT 
      17.  MUKIM 
1.  BPBA  18.  Kepala Desa 
     
      1.  Dinas Sosial Aceh 
      2.  Dinas Kesehatan Aceh 
      3.  Dinas Pendidikan Aceh 
      4.  Dinas PU 
      5.  PMI  
      6.  SAR  
7.  Dinas Syiariah Islam 
      8.  Badan Pemberdayaan Perempuan 
     
      dan Anak Aceh 

9.  KOMNAS HAM 
10.  BKKBN Aceh 
11.  Dinas Peternakan Aceh 

L1-3

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

9.  Menyepakati dan menyusun  Tersedianya mekanisme alur  Tahun 201
   mekanisme alur distribusi makanan  distribusi bantuan pangan secara    
sesuai prosedur kedaruratan yang  partisipatif antara pemerintah dan    
   dilakukan oleh pemerintah dengan  masyarakat    
   melibatkan unsur masyarakat       
  
        
  
         Setiap Tah
Tahun 201
        
  
           
  
10.  Sosialisasi ke masyarakat alur  30% masyarakat mengetahui alur    
   distribusi makanan sesuai prosedur  distribusi makanan pada masa    
kedaruratan yang dilakukan oleh  tanggap darurat bencana  Tahun 201
   pemerintah dengan melibatkan unsur 
   masyarakat        
  
        
  
           

        

11.  Mengidentifikasi distributor  Tersedianya list distributor 
kebutuhan dasar yang tersedia di  kebutuhan dasar yang dapat diajak 
bekerjasama pada masa tanggap 
   sekitar daerah paparan bencana  darurat bencana 

     

        

        

     

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

13  1.  Dinas Sosial Aceh  1.  DISHUBKOMINTEL 
2.  BPBA  2.  TNI 
hun hingga  3.  POLRI 
14        4.  BPBD KAB/KOTA 
      5.  CAMAT 
13        6.  MUKIM 
      7.  KAPALA DESA 
      8.  SATPOL PP 
      1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
1.  BPBA  2.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
      3.  BPBD KOTA LANGSA 
      4.  DINAS SOSIAL 
      5.  CAMAT 
      6.  IMUM MUKIM 
      7.  KEPALA DESA 
      1.  DISPERINDAG KAB. ACEH 
1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
TAMIANG 
      2.  KADIN ACEH TAMIANG 
2.  BPBD KAB. ACEH TIMUR  1.  DISPERINDAG KAB. ACEH TIMUR 
2.  KADIN ACEH TIMUR 
      1.  DISPERINDAG KOTA LANGSA 
3.  BPBD KOTA LANGSA  2.  KADIN KOTA LANGSA 

     

L1-4

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

12.  Membangun kemitraan dengan  Adanya komitmen antara pemerintah  Tahun 201
distributor kebutuhan dasar untuk  daerah dengan para distributor 
terkait penyediaan kebutuhan dasar,    
   menjamin ketersediaan kebutuhan  standar harga yang diberlakukan dan    
   dasar  cara pembayaran pembelian    
   kebutuhan dasar tersebut    
     
      Tersedianya kesepakatan bersama    
13.  Membangun mekanisme distribusi  terkait mekanisme distribusi  Tahun 201
kebutuhan dasar dari distributor ke    
   kebutuhan dasar dari distributor ke  Pos KODAL Lapangan    
Pos KODAL Lapangan    

        
     
           
     
           
     
14.  Pengadaan peralatan medis untuk       
   tercapainya standar pelayanan Yang  Tersedianya berbagai peralatan  periodik, s
medis yang mampu memenuhi  tahun hin
terlah di tetapkan  pelayanan standar yang ditetapkan 
     
     
     
     
           
           
           
           
     

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

13  1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG  1.  DISPERINDAG KAB. ACEH 
TAMIANG 
13       
2.  BPBD KAB. ACEH TIMUR  2.  KADIN ACEH TAMIANG 
setiap  1.  DISPERINDAG KAB. ACEH TIMUR 
ngga 2014        2.  KADIN ACEH TIMUR 
3.  BPBD KOTA LANGSA  1.  DISPERINDAG KOTA LANGSA 
2.  KADIN KOTA LANGSA 
      1.  DISHUBKOMINTEL 
1.  Dinas Sosial Aceh  2.  TNI 
2.  BPBA  3.  POLRI 
4.  BPBD KAB/KOTA 
      5.  CAMAT 
      6.  MUKIM 
      7.  KAPALA DESA 
      8.  SATPOL PP 
      1.  BPBA 
      2.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
1.  DINAS KESEHATAN ACEH   3.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR 
      4.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
     
      TAMIANG 
5.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
      6.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
      7.  BPBD KOTA LANGSA 
      8.  SAR  
      9.  PMI 
     

L1-5

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

15.  Peningkatan kapasitas tenaga medis  Tersedianya minimal 100 orang  Periodik, S
   untuk memberikan standar pelayanan  tenaga medis terampil di ZPPBA  Tahun hin
medis bagi korban bencana  Bencana Banjir untuk penanganan    
   medis pada operasi tanggap darurat 
bencana banjir    
     

           
        
           
        
           
16.  Mengidentifikasi kapasitas alternatif  Tahun 201
   tempat pelayanan kesehatan di       

daerah berisiko       

   Tersedianya list Tempat Pelayanan 
Kesehatan Alternatif di ZPPBA 
Bencana Banjir yang dilengkapi 
dengan kapasitas pelayanan medis 
yang dimilikinya 

17.  Mengkaji kerangka prosedur dan  Tersedianya prosedur distribusi  Tahun 201
   mekanisme distribusi logistik yang  logistik kesehatan yang mampu    
dapat digunakan  menjamin terselenggaranya    
   pelayanan medis sesuai dengan    
   standar    
        
           
           
        

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

Setiap  1.  DINAS KESEHATAN ACEH   1.  BPBA 
ngga 2014        2.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
      3.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 

      TIMUR 
4.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
     
      TAMIANG 
     
      5.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
      6.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
13  1.  DINAS KESEHATAN ACEH   7.  BPBD KOTA LANGSA 
      8.  SAR  
9.  PMI  
      1.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
2.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
13  1.  BPBA 
      TAMIANG 
     
      3.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
      TIMUR 
     
      1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
         BPBD KAB. ACEH TIMUR 

2.  BPBD KOTA LANGSA 
3.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
4.  TNI 
5.  POLRI 
6.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
7.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR 

L1-6

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

           

           

           

           
           
           
18.  Mempersiapkan peralatan dan  Tersedianya peralatan-peralatan  Tahun 201
   sumber daya alternatif yang  yang mampu memfasilitasi alternatif-   
alternatif mekanisme distribusi    
dibutuhkan untuk melaksanakan  peralatan operasi tanggap darurat    
   berbagai mekanisme distribusi  bencana    
   peralatan operasi tanggap darurat    
        
           
           
           
           
           
           
           
        
     

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

      8.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
TAMIANG 
     
9.  DINAS SOSIAL KABUPATEN ACEH 
      TAMIANG 

      10.  DINAS SOSIAL KABUPATEN ACEH 
      TIMUR 
     
13  1.  BPBA  11.  DINAS SOSIAL KOTA LANGSA 
      12.  SAR  
      13.  PMI  
     
      1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
      2.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
      3.  BPBD KOTA LANGSA 
      4.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
      5.  TNI 
      6.  POLRI 
      7.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
      8.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR 
      9.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TAMIANG 
      10.  Dinas Sosial Kab. Aceh Timur 
11.  Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang 
12.  Dinas Sosial Kab. Kota Langsa 
13.  PMI 
14.  SAR  

L1-7

KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET

19.  Menyelenggarakan latihan terkait  Terselenggaranya Simulasi Tahunan  Periodik, s
   prosedur distribusi kebutuhan operasi  Prosedur Distribusi Peralatan Operasi  tahun hin
tanggap darurat dengan seluruh  Tanggap Darurat Bencana Banjir baik 
   alternatif mekanisme  dalam bentuk geladi ruang,    
   permainan dan drill    
  
     

           

           
        
           
        
           
20.  Membangun komitmen dengan para  Tahun 201
   pengajar untuk tetap melaksanakan       
  
aktivitas belajar mengajar di lokasi       
   pengungsian    
   Tersedianya mekanisme internal 
      daerah untuk melaksanakan aktivitas 
belajar mengajar di lokasi 
pengungsian 
  

  

           

           

T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG

setiap  1.  BPBA  1.  BPBD KAB. ACEH TAMIANG 
ngga 2014        2.  TNI 
      3.  POLRI 
      4.  DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA 
      5.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 

      TIMUR 
6.  DINAS KESEHATAN KAB. ACEH 
     
      TAMIANG 
     
      7.  Dinas Sosial Kab. Aceh Timur 
      8.  Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang 
13  1.  DINAS PENDIDIKAN ACEH   9.  Dinas Sosial Kab. Kota Langsa 
      10.  PMI 
      11.  SAR  
      1.  BPBA 
      2.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
3.  BPBD KOTA LANGSA 
      4.  BPBD KAB. ACEH TIMUR 
5.  DINAS PENDIDIKAN KAB. ACEH 
     
TIMUR 
6.  DINAS PENDIDIKAN KAB. ACEH 

TAMIANG 

7.  DINAS PENDIDIKAN KOTA LANGSA 

L1-8


Click to View FlipBook Version