PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 13. Keterlibatan Institusi dalam Sektor Operasi Tanggap Darurat
SEKTOR
NO INSTITUSI
MANAJEMEN DAN
KOORDINASI
PENCARIAN,
PERTOLONGAN DAN
EVAKUASI
LOGISTIK, PENERIMAAN
DAN PENYALURAN
BANTUAN
PELAYANAN KESEHATAN
PERBAIKAN DAN
PEMULIHAN SARANA
PRASARANA DARURAT
TRANSPORTASI,
INFORMASI, KOMUNIKASI
DAN EDUKASI
1. BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
2. TNI
3. POLRI
4. BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH -
5. DINAS SOSIAL - -
6. DINAS KESEHATAN - -
7. DINAS PERHUBUNGAN, KOMINFO DAN TELEMATIKA - - -
8. DINAS PEKERJAAN UMUM
9. DINAS PENDIDIKAN - -
10. SATPOL PP -
11. KANTOR SAR ACEH - -
12. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH - -
13. PLN -
14. PDAM -
15. PMI - - - -
16. RAPI -
17. TAGANA - - - -
18. PRAMUKA -
-
Keterangan :
- -
- - -
- - -
- -
- -
: Ketua Sektor
: Anggota Sektor
Bila terdapat institusi lain yang bergabung dalam operasi tanggap darurat, maka
institusi tersebut harus menerima arahan penempatan dari Komandan Tanggap
Darurat dan menerima perintah dari ketua sektornya.
Sektor Manajemen dan Koordinasi
Perencanaan Sektor Manajemen dan Koordinasi diterjemahkan berdasarkan asumsi
pengembangan situasi yang berhubungan langsung dengan sektor tersebut. Selain
itu perencanaan pada sektor ini juga berintegrasi dengan sasaran umum yang telah
ditetapkan sebelumnya.
42
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
SITUASI SEKTOR
Bila banjir terjadi malam hari secara mendadak tanpa didahului oleh hujan lebat,
kemungkinan besar pada saat yang sama juga terjadi pasang naik dari laut pada
kecamatan-kecamatan yang terletak di pesisir pantai. Oleh karenanya sangat
berkemungkinan personil bantuan dari provinsi dan kabupaten tidak dapat
menjangkau langsung titik-titik evakuasi pada saat-saat awal kejadian. Kondisi ini
akan menyebabkan keterlambatan dalam pendataan korban. Kondisi lain yang
mungkin berkembang adalah pembentukan Pos Komando Lapangan juga akan
terhambat.
Lamanya genangan air di daerah terpapar juga akan mempersulit operasi tanggap
darurat bencana. Bila genangan baru surut pada hari ke-3 setelah kejadian,
dibeberapa tempat baru mulai kering pada 2 minggu pertama, maka diprediksi
bahwa banjir baru akan benar-benar selesai 1 bulan setelah kejadian. Kondisi ini
akan menambah beban anggaran tanggap darurat serta personil kelelahan.
Bencana turunan yang mungkin terjadi pada saat kejadian bencana banjir di ZPPBA
ini adalah banjir bandang dari bocornya Dam Kemuning Hulu di Kota Langsa.
Dengan mempertimbangkan kemungkinan ini, maka ada kemungkinan terjadi
pembagian tugas pada personil yang melaksanakan operasi tanggap darurat.
Pembagian tugas tersebut berupa pelaksanaan operasi tanggap darurat serta
pelaksanaan kajian ketangguhan dam dan pencegahan kebocoran Dam Kemuning
Hulu. Pembagian tugas tersebut akan menurunkan jumlah personil yang dialokasikan
untuk operasi kedaruratan di daerah terpapar.
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi sektor, kebijakan dan strategi, maka sasaran dan kegiatan
Sektor Manajemen dan Koordinasi dapat dilihat pada tabel 14.
Tabel 14. Sasaran dan Kegiatan Sektor Manajemen dan Koordinasi
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1. Menetapkan status
1. Adanya Keputusan 1. Rapat Dewan Darurat
darurat bencana
berdasarkan data yang status darurat Bencana Aceh untuk
valid yang disesuaikan
dengan kemampuan bencana diambil penetapan status
anggaran.
berdasarkan data yang darurat bencana dan
valid dan kemampuan Sosialisasinya.
anggaran
2. Penyusunan Rencana
Operasi Tanggap Darurat
Bencana berdasarkan
Rencana Kontinjensi
3. Melaksanakan
mekanisme pencairan
anggaran operasi
tanggap darurat bencana
43
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
2. Mengumpulkan data 2. Kebutuhan logistik 4. Update data harian
rinci dan memiliki tingkat dasar harus dipenuhi jumlah jiwa oleh masing
validasi yang tinggi untuk oleh pemerintah dan masing instansi
menghimpun sumber institusi di luar masy
daya pemerintah dan berdasarkan data
organisasi non yangn valid dan selalu
pemerintah serta dunia diperbaharui
usaha untuk operasi
tanggap darurat bencana
5. Update laporan harian
kebutuhan logistik
3. Menyediakan alternatif- 3. Tersedianya alternatif- 6. Penjaminan penyebaran
alternatif sarana alternatif sarana informasi satu pintu
komunikasi darurat komunikasi darurat pada saat tanggap
bencana dalam bencana dalam darurat bencana
menyediakan data menyediakan data
lapangan yang akurat. lapangan yang akurat
4. Menerapkan mekanisme 4. Tersedianya 7. Membagi jadwal
koordinasi yang mekanisme yang penugasan kegiatan
menjamin menjamin masing-masing personil
terselenggaranya operasi terselenggaranya penanggulangan
tanggap darurat sesuai operasi tanggap bencana
dengan standar darurat sesuai dengan
pelayanan yang standar pelayan yang
ditetapkan. ditetapkan.
5. Melaksanakan 5. Terlaksananya 8. Membuat laporan harian
pembaruan data korban pembaruan data pada masa tanggap
dengan memanfaatkan korban dengan darurat bencana
informasi masyarakat memanfaatkan
sesuai dengan prosedur informasi masyarakat
yg telah ditetapkan. sesuai dengan
prosedur yg telah
ditetapkan.
6. Membuat Dapur Umum 6. Memanfaatkan 9. Membentuk panitia
terpusat kapasitas masyarakat Dapur umum dari
di luar lokasi bencana masyarakat sekitar
untuk mendukung
operasi dapur umum
terpusat
STANDAR KELENGKAPAN
Sektor Manajemen dan Koordinasi adalah sektor yang memiliki mandat untuk
mengelola kebutuhan lintas sektor. Oleh karenanya sektor ini bertanggung jawab
untuk menjamin terselenggaranya operasi tanggap darurat yang sesuai dengan
standar kualitas yang diinginkan.
Kebutuhan Sektor Manajemen dan Koordinasi berfokus kepada keberfungsian Sistem
Komando Tanggap Darurat. Standar kualitas yang harus ada pada sebuah Posko
dapat dilihat pada tabel 15.
44
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 15. Standar Perlengkapan Pos Komando – Aju
NO PERLENGKAPAN VOL SAT
1. Tenda Posko 1 bh
2. Genset 1 bh
3. Tikar 20 bh
4. Papan Data 3 bh
5. Laptop 3 bh
6. Printer 1 bh
7. Kertas Milimeter 10 buku
8. TV 1 bh
9. Kamera 3 bh
10. Handycam 3 bh
11. Bensin 100 ltr/minggu
12. Solar 100 ltr/minggu
13. Peta ZPPBA - Bencana Banjir 3 bh
14. Sepeda Motor 10 bh
15. Air Mineral 100 dus/minggu
16. Raincoat/ponco 20 bh
RENCANA KEBUTUHAN
Sektor Manajemen dan Koordinasi bertanggung jawab terhadap kelancaran operasi
sektor-sektor lain. Sebagai sektor yang memfasilitasi keberadaan Pos Komando serta
Sekretariat Komandan Tanggap Darurat, Sektor Manajemen dan Koordinasi
diharapkan dapat menjamin kerjasama antar sektor secara efektif.
Dalam pelaksanaan Operasi Tanggap Darurat Bencana Banjir perlu dibentuk suatu
Pos Komando Aju. Pos Komando Aju (selanjutnya disebut Pos Aju) ditempatkan
sesuai dengan Rencana Operasi Tanggap Darurat. Pos Aju nantinya dibantu dengan
Pos Komando Lapangan ditiap-tiap kabupaten/kota.
Berdasarkan standar kelengkapan dan rencana kegiatan, maka kebutuhan Sektor
Manajemen dan Koordinasi untuk menjalankan fungsinya dapat dilihat pada tabel
16.
Tabel 16. Rencana Kebutuhan Sektor Manajemen dan Koordinasi
NO PERLENGKAPAN KEBUTUHAN
SAT
1. Tenda Posko
2. Genset AJU ATIM LANGSA ATAM TOTAL
3. Tikar
4. Papan Data bh 1 0 0 0 1
5. Laptop bh 1 1 1 1 4
6. Printer bh 20 0 0 0 20
bh 3 3 3 3 12
bh 3 3 3 3 12
bh 1 1 1 1 4
45
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO PERLENGKAPAN KEBUTUHAN
SAT
7. Kertas Milimeter
AJU ATIM LANGSA ATAM TOTAL
8. TV
buku 10 10 10 10 40
9. Kamera bh 1 1 1 1 4
bh 3 3 3 3 12
10. Handycam bh 3 3 3 3 12
ltr/minggu 100 100 100 100 400
11. Bensin ltr/minggu 100 100 100 100 400
12. Solar bh 3 3 3 3 12
13. Peta ZPPBA - bh 10 10 10 10 40
Bencana Banjir dus/minggu 100 100 100 100 400
14. Sepeda Motor bh 20 20 20 20 80
15. Air Mineral
16. Raincoat/ponco
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Manajemen dan Koordinasi, yaitu BPBA memiliki seluruh sumber
daya yang dibutuhkan untuk perlengkapan bagi Pos Aju. Untuk kebutuhan Pos
Komando Lapangan, pemenuhannya dipenuhi oleh BPBD Kabupaten/kota
setempat.
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Anggaran untuk seluruh barang habis pakai untuk kebutuhan Posko dan
kegiatan Sektor Manajemen dan Koordinasi dibebankan kepada anggaran BPBA
dan BPBD Kabupaten/Kota.
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Pos Komando dan petugas Sektor
Manajemen dan Koordinasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
Total biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan perlengkapan, barang habis pakai
dan operasional dasar Posko dengan asumsi Operasi Tanggap Darurat
dilaksanakan selama 2 minggu, sebesar Rp. 50.400.000,-.
Dengan pembebanan anggaran untuk BPBA, BPBD Kabupaten Aceh Timur,
BPBD Kabupaten Aceh Tamiang dan BPBD Kota Langsa masing-masingnya
sebesar Rp. 12.600.000,-. (rincian terlampir).
46
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi
Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi bertugas pada masa-masa awal setelah
laporan kejadian bencana banjir diterima. Sektor ini selain bertugas untuk
melaksanakan pencarian dan penyelematan korban, juga bertugas untuk melakukan
kajian cepat kondisi keterpaparan bencana. Hasil kajian cepat ini berguna untuk
Sektor Manajemen dan Koordinasi untuk memberikan rekomendasi status darurat
bencana yang akan diberlakukan.
SITUASI SEKTOR
Bila banjir terjadi malam hari secara mendadak tanpa didahului dengan hujan, maka
terdapat kemungkinan bertambahnya orang hilang. Hal ini disebabkan karena
peningkatan kepanikan masyarakat. Selain itu, kejadian mendadak ini akan
menyebabkan korban-korban yang ada tidak akan dapat dievakuasi segera, dengan
titik-titik evakuasi terpencar. Dikhawatirkan logistik pribadi yang dibawa oleh
masyarakat tidak memadai untuk dapat memenuhi kebutuhannya selama di
pengungsian.
Operasi SAR yang dilaksanakan malam hari juga akan menambah kesulitan.
Terutama untuk operasi pencarian korban. Oleh karenanya perlu segera
diberlakukan tindakan preventif untuk menghindari jatuhnya korban hilang karena
terbawa air atau pun karena kesalahan pelaksanaan evakuasi mandiri di masyarakat.
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi dapat dilihat pada tabel 17.
Tabel 17. Sasaran dan Kegiatan Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1. Menetapkan status
1. Terlaksananya kaji cepat 1. Pengkajian cepat kondisi
darurat bencana
berdasarkan data dan penetapan kejadian bencana yang
yang valid yang
disesuaikan dengan alternatif pemenuhan dibandingkan skenario
kemampuan
anggaran. fungsi dan sarana kejadian dalam
prasarana dasar perencanaan kontinjensi
kehidupan masyarakat
serta kebutuhan operasi
tanggap darurat 2. Pengkajian cepat
kerusakan dan alternatif
pemenuhan fungsi dan
sarana prasarana dasar
kehidupan masyarakat
serta kebutuhan operasi
tanggap darurat
3. Pengkajian cepat
kerusakan dan alternatif
pemenuhan kebutuhan
sumberdaya listrik
47
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
STRATEGI SASARAN 4. KEGIATAN
5.
Pengkajian cepat
kerusakan dan alternatif
pemenuhan kebutuhan
2. Melaksanakan 2. Terlaksananya 6. sarana air bersih
pembaruan data korban Pengkajian cepat
pembaruan data dengan memanfaatkan kerusakan permukiman
informasi masyarakat masyarakat dan sarana
korban dengan sesuai dengan prosedur publik yang terkena
yg telah ditetapkan. banjir
memanfaatkan Membuat laporan harian
pada masa tanggap
informasi masyarakat darurat bencana
sesuai dengan Menerapkan rencana
evakuasi dan
prosedur yg telah penyelamatan korban
ditetapkan.
3. Mendorong 3. tersedianya rencana 7.
evakuasi yang menjamin
penyusunan rencana kemampuan masyarakat
untuk melaksanakan
evakuasi tingkat evakusi korban ke
tempat pelayanan
keluarga yang kesehatan alternatif
mampu
mengantisipasi
kejadian banjir pada
malam hari dan
kemungkinan
pelaksanaan evakusi
korban ke tempat
pelayanan kesehatan
alternatif.
STANDAR KELENGKAPAN
Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 18.
Tabel 18. Standar Perlengkapan SAR dan Evakuasi
NO KEBUTUHAN TIAP SRU VOL SATUAN
1. Rubber boat 1 unit
2. Life jacket
3. Ring buoy 12 unit
4. Tali carnmantell 2 unit
5. Solar
6. Truk 20 M
7. Sepeda Motor 100 Liter
8. Megaphone
3 Unit
3 Unit
3 Unit
48
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO KEBUTUHAN TIAP SRU VOL SATUAN
9. Lampu Penerangan 10 Unit
30 Unit
10. Senter Besar 10 Unit
11. Kantong Jenazah 10 Unit
12. Tandu
Kapasitas operasi setiap SRU (Search and Rescue Unit) dapat melaksanakan operasi
SAR untuk satu kecamatan terpapar. Untuk Operasi Tanggap Darurat Bencana
Banjir, Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi akan melaksanakan operasi
pencarian dan penyelematan selama 3 hari. Sektor ini akan menurunkan 10 SRU
untuk 3 kabupaten/kota yang terlanda.
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi, yaitu Kantor SAR Aceh
memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan
perlengkapan di kabupaten/kota. Untuk pemenuhan kebutuhan kabupaten/kota
menggunakan sumber daya yang ada baik pada Dinas Pemadam Kebakaran,
PMI, maupun Unit SAR Pertamina di Kabupaten Aceh Tamiang.
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Anggaran untuk seluruh Operasional Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi
dibebankan kepada anggaran tanggap darurat pemerintah masing-masing
kabupaten/kota. Biaya operasional adalah sebesar Rp. 5.000.000,- untuk
pembelian bahan bakar.
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pencarian, Pertolongan dan
Evakuasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan
Pemerintah Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
Diluar biaya operasional sebesar Rp. 5.000.000,-, tidak ada biaya yang
dibutuhkan untuk barang habis pakai dan perlengkapan. (rincian terlampir).
Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan
Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Oleh karenanya sektor ini bekerjasama
ketat dengan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi serta Sektor
Pelayanan Kesehatan.
49
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
SITUASI SEKTOR
Sifat tiba-tiba dari bencana banjir yang akan terjadi di ZPPBA, menyebabkan
masyarakat terpapar tidak memiliki persiapan logistik pada saat mengungsi. Sulitnya
akses ke titik-titik pengungsian akan menyebabkan korban selamat terlambat
mendapatkan pemenuhan kebutuhan logistik. Oleh karenanya mekanisme dan
kapasitas logistik yang dipersiapkan untuk kejadian ini harus menjadi tanggung
jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Beberapa lokasi genangan dilewati oleh jalur pipa transmisi kerosin. Oleh karenanya
untuk menghindari bahaya kebakaran akibat kebocoran pipa tersebut perlu
diperhitungkan penempatan lokasi untuk aktivitas Dapur Umum. Pembelian nasi
bungkus dari kedai makan terdekat yang selamat perlu dipertimbangkan sebagai
alternatif solusi jangka pendek, khususnya 1 hari pertama kejadian bencana. Namun
demikian dalam proses distribusinya perlu mempertimbangkan kecepatan sehingga
logistik yang diterima oleh pengungsi masih layak dikonsumsi.
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan dapat dilihat pada tabel 19.
Tabel 19. Sasaran dan Kegiatan Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
Update laporan
1. Mengumpulkan data 1. Kebutuhan logistik 1. harian kebutuhan
dasar harus dipenuhi logistik
rinci dan memiliki tingkat oleh pemerintah dan
institusi di luar masy Penyediaan
validasi yang tinggi untuk berdasarkan data kebutuhan dasar
yangn valid dan logisitik di gudang
menghimpun sumber selalu diperbaharui penyimpanan
terdekat (di
daya pemerintah dan kecamatan)dengan
tetap
organisasi non memperhatikan
tanggal kadaluarsa
pemerintah serta dunia Pemenuhan
kebutuhan dasar
usaha untuk operasi pengungsi
tanggap darurat bencana
2. Menerapkan mekanisme 2. Tersedianya 2.
mekanisme yang 3.
koordinasi yang menjamin
terselenggaranya
menjamin operasi tanggap
darurat sesuai
terselenggaranya operasi dengan standar
pelayan yang
tanggap darurat sesuai ditetapkan.
dengan standar
pelayanan yang
ditetapkan.
50
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
3. Optimalisasi kapasitas 3. Tersedianya SDM 4. Aktivasi petugas
SDM pelaku operasi untuk dan relawan
tanggap darurat pendistribusian terlatih untuk
bencana. kebutuhan operasi pendistribusian
tanggap darurat operasi tanggap
bencana di kawasan darurat bencana
berisiko untuk setiap yang telah
alternatif sarana diidentifikasi
distribusi (air, udara,
hewan dan
manusia).
4. Melaksanakan 4. Terlaksananya 5. Melakukan kajian
pembaruan data korban pembaruan data terhadap dampak
dengan memanfaatkan korban dengan korban bencana
informasi masyarakat memanfaatkan setiap hari selama
sesuai dengan prosedur informasi masa tanggap
yg telah ditetapkan. masyarakat sesuai darurat bencana
dengan prosedur yg
telah ditetapkan.
6. Membuat laporan
harian pada masa
tanggap darurat
bencana
5. Membuat Dapur Umum 5. Memanfaatkan 7. Membentuk panitia
terpusat kapasitas Dapur umum dari
masyarakat di luar masyarakat sekitar
lokasi bencana untuk
mendukung operasi
dapur umum
terpusat
8. Mengaktifkan
dapur umum
STANDAR KELENGKAPAN
Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 20.
Tabel 20. Standar Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan
NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG KELUARGA
1. Pasokan Air Bersih VOL SATUAN VOL SATUAN
a. Minum dan Makan
b. Memasak
c. Kebutuhan Lain
147 ltr/org/minggu
294 ltr/org/minggu
294 ltr/org/minggu
51
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG VOL KELUARGA
VOL SATUAN SATUAN
Sarana Air Bersih
a. Jerigen Plastik 10 liter 2 bh/kk
b. Drum/Tangki tertutup 20 liter 1 bh/kk
2. Promosi Kebersihan
a. Peralatan Mandi dan
Kebersihan
1. Sabun
2. shampo 2 bh/kk/minggu
3. Sikat Gigi Dewasa
4. Sikat Gigi anak-anak 20 bungkus/kk/minggu
5. Pasta gigi ukuran sedang
6. Ember 5 liter 6 bh/kk
7. Gayung
8. Popok Bayi Cuci 4 bh/kk
9. Popok bayi sekali pakai
b. Peralatan Cuci 2 bh/kk
1. Sabun Cuci Pakaian
2. Sikat cuci 2 bh/kk
3. Jepit Kain
4. Tali Jemuran 2 bh/kk
c. Peralatan Makan
1. Piring Plastik Tebal 12 bh/bayi
2. Sendok makan
3. Garpu makan 20 bh/bayi/minggu
4. Sabun antiseptik
5. Gelas minum
d. Peralatan Menstruasi per bulan
0,5 kg/kk/minggu
1. Pembalut wanita
berperekat 1 bh/kk
3. Pengendalian Vektor
40 bh/kk
Kelambu berinsektisida
a. kapasitas 2 orang 3 m/kk
b. Krim semprot anti nyamuk
4. Pengelolaan Limbah Padat
a. Kantong Plastik
5. Ketahanan Pangan dan Gizi 10 bh/kk
Makanan Bayi dan Anak-anak 10 bh/kk
a. (>6 bln)
1. Bubur Bayi 10 bh/kk
2. Biskuit Bayi
3. Susu Formula 1 bh/kk
b. Makanan Pokok dan Lauk Pauk
1. Beras 10 bh/kk
2. Sarden
20 bh/org/minggu
3 bh/kk
1 bh/kk/minggu
5 bh/kk/minggu
250 gr/bayi/minggu
30 keping/bayi/minggu
600 gr/bayi/minggu
17,5 ltr/kk/minggu
35 klg/kk/minggu
52
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO DAFTAR KEBUTUHAN ORANG VOL KELUARGA
VOL SATUAN SATUAN
70
3. Telur 2 btr/kk/minggu
kg/kk/minggu
4. Ikan Asin 70 bgks/kk/minggu
1 liter/kk/mingu
5. Mie Instan m²/org
6. Minyak makan
bh/kk
6. Hunian dan Pemukiman stel/org 3
a. Ruang Berteduh 3 stel/org
b. Tikar Plastik bh/org
bh/org
7. Sandang bh/bayi
pasang/org
Pakaian (sesuai dg jenis kelamin
a. dan usia) 2
Pakaian dalam (sesuai dg jns
b. klmn dan usia) 3
c. Sarung 1
d. mukena (khusus wanita) 1
e. Selimut bayi (100x70 cm) 1
f. Sandal jepit 1
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan, yaitu Dinas Sosial
Aceh bertugas memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Selain kendala anggaran,
kendala jaringan transportasi dan validasi data diprediksi akan menjadi
tantangan dalam pendistribusian bantuan dasar. Oleh karena Sektor Logistik,
Penerimaan dan Penyaluran Bantuan harus berkoordinasi erat dengan Sektor
Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi. Dengan kata lain, kebutuhan
perlengkapan Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan dipenuhi oleh
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi.
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor Logistik,
Penerimaan dan Penyaluran Bantuan membutuhkan anggaran yang sangat
besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban anggaran dibagi kepada
anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota dan anggaran mitra serta
swadaya masyarakat.
Pembagian beban anggaran pemenuhan kebutuhan dasar ini mengikuti aturan
25% dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh Provinsi Aceh; 50 % dari
beban anggaran tiap kabupaten/kota di tanggung oleh kabupaten/kota masing-
masing; dan 25 % dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh mitra dan
swadaya masyarakat (rincian terlampir).
53
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Logistik, Penerimaan dan
Penyaluran Bantuan dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 6.254.587.059,-
b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 5.892.924.375,-
c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 970.903.174,-
d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 3.666.128.335,-
e. Total anggaran yang menjadi beban mitra dan swadaya masyarakat
adalah sebesar Rp. 5.946.147.012,-
Sektor Pelayanan Kesehatan
Sektor Pelayanan Kesehatan mulai berfungsi bersamaan dengan Sektor Pencarian,
Pertolongan dan Evakuasi. Sektor ini terus bekerja hingga masa tanggap darurat
dihentikan.
SITUASI SEKTOR
Kejadian bencana banjir di ZPPBA pada malam hari tanpa tanda-tanda terlebih
dahulu berkemungkinan mendatangkan korban. Korban-korban selamat akan sulit
mendapatkan penanganan medis secara cepat. Terhambatnya kedatangan petugas
medis akan menyebabkan proses identifikasi medis pada saat awal kejadian tidak
dapat dilaksanakan. Kondisi ini dapat berdampak pada semakin berkurangnya
kemungkinan hidup korban serta bertambah parahnya luka dan penyakit yang
diderita oleh korban bencana.
Genangan air baru akan surut pada waktu yang relatif lama, yaitu antara 3 hari
hingga 2 minggu. Oleh karenanya kemungkinan penurunan kualitas kesehatan
masyarakat di daerah pengungsian akan menjadi tinggi. Berbagai penyakit dan
wabah turunan diprediksi akan menyerang lokasi-lokasi pengungsian.
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Pelayanan Kesehatan dapat dilihat pada tabel 21.
54
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 21. Sasaran dan Kegiatan Sektor Pelayanan Kesehatan
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1. Menerapkan mekanisme 1. Tersedianya tempat 1. Menentukan tempat
pelayanan kesehatan dan medis pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang
masyarakat representatif representatif untuk tanggap
kepada masyarakat terpapar darurat bencana
bencana sesuai dengan standar
pelayanan yang ditetapkan.
2. Melaksanakan pembaruan 2. Terlaksananya pembaruan 2. Melakukan kajian terhadap
data korban dengan data korban dengan dampak korban bencana
memanfaatkan informasi memanfaatkan informasi setiap hari selama masa
masyarakat sesuai dengan masyarakat sesuai dengan tanggap darurat bencana
prosedur yg telah ditetapkan. prosedur yg telah
ditetapkan. 3. Membuat laporan harian
pada masa tanggap darurat
bencana
3. Mendorong penyusunan 3. tersedianya rencana
evakuasi yang menjamin 4. Menerapkan rencana
rencana evakuasi tingkat kemampuan masyarakat evakuasi dan penyelamatan
untuk melaksanakan korban
keluarga yang mampu evakusi korban ke tempat
pelayanan kesehatan
mengantisipasi kejadian banjir alternatif
pada malam hari dan
kemungkinan pelaksanaan
evakusi korban ke tempat
pelayanan kesehatan
alternatif.
4. Memanfaatkan kapasitas 4. mengoptimalkan hygiene 5. Menyusun standar kualitas
sanitasi dalam hygiene sanitasi di tempat
masyarakat dalam mengantisipasi penampungan
kemungkinan berjangkit nya 6. Mengidentifikasi kebutuhan
mengidentifikasi mana kasus penyakit penyerta akibat hygiene sanitasi
dari genangan air bajir di
medis dan kesehatan yang lokasi-lokasi pengungsian Pengadaan dan aktivasi
memerlukan pertolongan sarana dan prasarana untuk
7. menjamin terpenuhinya
lebih awal dan mana kasus standar kualitas
8. Monitoring dan perbaikan
yang dapat ditunda (triage). lingkungan tempat
penampungan
STANDAR KELENGKAPAN
Untuk melaksanakan operasinya, sektor ini membutuhkan perangkat standar seperti
terlihat pada tabel 22.
55
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 22. Standar Sektor Pelayanan Kesehatan
NO KEBUTUHAN TIAP VOL SATUAN
KABUPATEN/MINGGU
1 unit
1 Ambulance 5 unit
2 buah
2 Emergency Kit 2 buah
5 buah
3 Stetocope 5 buah
50 buah
4 Tensi Meter 500 gulung
1000 kotak
5 Thermometer 1 liter
1 liter
6 Gunting 2 gulung
2 gulung
7 Plaster 30 biji
5 set
8 Verban Gulung 100 buah
100 buah
9 Verban Steril 200 botol
100 botol
10 H2O2 ( Perhidrol ) 1 liter
3 buah
11 Bethadine 10 buah
500 gulung
12 Catgot ( Benang Dalam ) 80 batang
3 buah
13 Plan ( Benang Luar ) 1000 buah
1000 buah
14 Nal Heathing 5 kotak
3 unit
15 Minor surgery 3 unit
20 unit
16 Infus set 10 unit
2 buah
17 Abochat 5 buah
50 buah
18 Cairan NaCl 10 buah
5 buah
19 Cairan Ringer Laktat 5 buah
20 bauh
20 Alkohol 70 % 1 set
2 buah
21 Tabung O2 Portable 20 bauh
22 Selang O2 Nasal
23 Elastis Verban
24 Spalek ( Bidai )
25 Splin Traksi
26 Spuit 2,5 cc
27 Spuit 5 cc
28 Kapas Swab Alkohol
29 Scope Strecher
30 Kursi Roda
31 Palbed
32 Tiang Infus
33 Head Lamp
34 Senter Kecil
35 Tong Spatel
36 Gudel
37 ETT
38 NGT
39 Kateter
40 Laringoscope
41 Ambubag
42 Urinal Bag
56
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO KEBUTUHAN TIAP VOL SATUAN
KABUPATEN/MINGGU
1 buah
43 Intubasi Set 10 bauh
1000 botol
44 colarnex 1000 sachet
2000 tab
45 aquasteril 2000 tab
300 tube
46 Oralit 300 tube
1000 tab
47 CTM Tab 1000 tab
300 tube
48 Perdnison 300 tube
49 Zalp Hydrocortison 2000 tab
2000 tab
50 Antifungi Zalp
300 tab
51 Dexsamethason tab 1000 tab
52 Prednison tab 100 tab
10 Vial
53 Anti bacterial doen zalp 10 Vial
30 ampul
54 oxytetracyklin zalp 3 % 30 ampul
55 cortimoxazole 480 mg, 120 mg 30 ampul
500 vial
tab 20 ampul
56 Salbutamol
57 Ampicillin 1000 mg
58 Antalgin
59 Anti Hypertensi
60 Xylomindon Ij
61 Paradril Ij
62 Sulfas Atrofin Ij
63 Adrenalin Ij
64 Diazepam Ij
65 Procain Ij
66 Vitamin K ij
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Pelayanan Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Aceh. Sektor ini
bertugas segera setelah laporan terjadinya bencana di ZPPBA. Sektor ini
bergerak bersamaan dengan Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi. Sektor
Pelayanan Kesehatan selain menangani korban-korban yang mungkin timbul
akibat bencana, juga menangani pelayanan kesehatan di tempat-tempat
pengungsian.
Perlengkapan yang digunakan untuk penanganan korban pada masa-masa awal
serta pelayanan kesehatan di pengungsian telah dapat langsung difasilitasi oleh
Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing dengan dampingan dari Dinas
Kesehatan Aceh.
57
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Pemenuhan barang habis pakai dan operasional Sektor Pelayanan Kesehatan
secara keseluruhan dapat dilaksanakan dengan sumber daya dari setiap rumah
sakit daerah yang ada di kabupaten/kota dan provinsi.
Penyediaan rumah sakit rujukan menjadi kunci penting untuk pelaksanaan
penyelamatan korban saat darurat bencana.
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pelayanan Kesehatan dibebankan
kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan Pemerintah
Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
Biaya operasional dan pengadaan peralatan serta honor telah dapat dipenuhi
dari anggaran rutin dan anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan
Pemerintah Kabupaten/Kota.
Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat
Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat secara umum berfungsi
untuk mempercepat penghentian status darurat bencana. Sektor ini terus bekerja
hingga masa tanggap darurat dihentikan.
SITUASI SEKTOR
Meningkatnya kemungkinan jalan dan jembatan yang terputus serta jaringan listrik
dan air bersih yang tidak berfungsi menjadi salah satu dampak yang mungkin terjadi
bila banjir di ZPPBA bila ketinggian air meningkat akibat pasang air laut di daerah
pesisir.
Bila Dam Kemuning Hulu meluap atau hancur akibat tingginya beban air, maka
berdampak pada menipisnya ketersediaan air baku bagi daerah ZPPBA yang selama
ini disuplai oleh dam tersebut. Jaringan irigasi juga akan tidak dapat difungsikan dan
akan mengakibatkan banjir bandang dimasyarakat.
Ketiadaan jaringan listrik juga akan mempersulit proses operasi komando tanggap
darurat serta pemenuhan kebutuhan masyarakat pengungsi di daerah pengungsian.
Lamanya genangan air di ZPPBA juga akan mempersulit petugas perbaikan jaringan
listrik dan air bersih untuk melaksanakan pekerjaannya.
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat dapat dilihat pada
tabel 23.
58
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 23. Sasaran dan Kegiatan Sektor Perbaikan, Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1. Memenuhi kebutuhan sarana 1. Terpenuhinya kebutuhan 1. Pemenuhan kebutuhan
dan prasarana darurat untuk sarana dan prasarana energi listrik di posko dan
operasi tanggap darurat darurat untuk operasi lokasi pengungsian
bencana baik di posko tanggap darurat bencana
maupun lokasi pengungsian. baik di posko maupun lokasi
pengungsian 2. Pemenuhan kebutuhan
sarana air bersih di posko
dan lokasi pengungsian
2. Optimalisasi kapasitas SDM 2. Tersedianya SDM yang memiliki 3. Aktivasi Tim Khusus Lintas
pelaku operasi tanggap Institusi untuk perbaikan
darurat bencana. kompetensi dan komitmen untuk dan pemulihan sarana
memenuhi fungsi fasilitas kritis prasarana darurat
dengan standar pelayanan yang
telah ditetapkan di daerah
bencana
3. Melaksanakan pembaruan data 3. Terlaksananya pembaruan data 4. Membuat laporan harian
korban dengan memanfaatkan pada masa tanggap darurat
korban dengan memanfaatkan bencana
informasi masyarakat sesuai informasi masyarakat sesuai
dengan prosedur yg telah
dengan prosedur yg telah ditetapkan.
ditetapkan.
STANDAR KELENGKAPAN
Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat memiliki lokus
pekerjaan di dua area. Area pertama adalah pemenuhan kebutuhan sarana
prasarana darurat operasi tanggap darurat dan pengungsian. Sedangkan area kedua
adalah perbaikan fasilitas kritis yang rusak akibat terpapar bencana.
Untuk pemenuhan kebutuhan sarana prasarana darurat bagi pelaksanaan operasi
tanggap darurat dan pengungsian memiliki standar seperti yang terlihat pada tabel
24.
Tabel 24. Standar Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat
NO KEBUTUHAN VOL SATUAN
1. Fasilitas Hunian
a. Lahan hunian 3 m²/org
b. Tenda Posko 40 m²
c. Tenda Pleton m²
d. Tenda Regu m²
e. Lampu TL 120 watt 10 bh/tenda
2. Fasilitas Kebersihan
a. Jarak terjauh dari sumber air 500 m
b. Jarak terjauh dari jamban 20 m
59
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
NO KEBUTUHAN VOL SATUAN
c. Kapasitas Jamban 20 org/jenis kelamin/jamban
d. Tong Sampah Vol 100 liter 10 KK/buah
e. Mandi Cuci 100 org/jenis kelamin/lokasi
MCK (maksimum)
3. Fasilitas Pembersihan Sarana
Publik
a. Dump Truck 10 bh/kab
b. Escavator 3 bh/kab
c. Loader 3 bh/kab
4. Fasilitas Koordinasi
a. Genset750 KV
b. Papan Pengumuman
c. Loudspeaker 1 bh
d. HT 1 bh
1 bh
2 bh
Standar pada sektor ini adalah standar bersama dengan Sektor Logistik, Penerimaan
dan Penyaluran Bantuan, Sektor Manajemen dan Koordinasi serta Sektor Pelayanan
Kesehatan.
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarana dan Prasarana Darurat adalah
Dinas Pekerjaan Umum Aceh. Sektor ini bertugas segera setelah ditetapkannya
status darurat bencana daerah.
Selain perlengkapan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas kritis telah
berfungsi kembali, sektor ini juga bertugas untuk menjamin keberfungsian
sarana prasarana darurat di tempat pengungsian dan pos komando. Beberapa
perlengkapan yang dibutuhkan untuk sektor ini dapat dipenuhi oleh beberapa
institusi terkait.
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor ini membutuhkan
anggaran yang cukup besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban
anggaran dibagi kepada anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota dan
anggaran mitra serta swadaya masyarakat.
Pembagian beban anggaran pemenuhan kebutuhan sektor ini mengikuti aturan
25% dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh Provinsi Aceh; 50 % dari
beban anggaran tiap kabupaten/kota di tanggung oleh kabupaten/kota masing-
60
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
masing; dan 25 % dari seluruh beban anggaran ditanggung oleh mitra dan
swadaya masyarakat (rincian terlampir).
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Pelayanan Kesehatan dibebankan
kepada mata anggaran tidak terduga Pemerintah Aceh dan Pemerintah
Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 731.990.952,-
b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 956.362.751,-
c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 84.254.968,-
d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 547.893.179,-
e. Total anggaran yang menjadi beban mitra dan swadaya masyarakat
adalah sebesar Rp. 856.519.946,-.
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi secara umum berfungsi
untuk memfasilitasi kebutuhan lintas sektoral. Sektor ini terus bekerja hingga masa
tanggap darurat dihentikan. Sektor ini juga bertanggung jawab terhadap rencana
mobilisasi sumber daya baik dari luar kabupaten/kota terkena bencana maupun dari
dalam area terpapar. Mengingat pentingnya rencana mobilisasi, maka perencanaan
mobilisasi sumber daya dibuat terpisah dari rencana sektor ini.
SITUASI SEKTOR
Bila terjadi sesuai dengan skenario ancamana yang telah disusun, kejadian bencana
di ZPPBA akan menyebabkan berbagai sarana prasarana transportasi darat tidak
dapat difungsikan di beberapa titik. Selain itu stasiun pancar ulang (repeater) untuk
keperluan operasi tanggap darurat juga tidak berfungsi optimal karena tidak
tersedianya sumber energi listrik dalam jangka waktu lama.
Lamanya genangan mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar di
sekolah yang masih tergenang banjir. Selain itu lamanya genangan akan
mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan moda alternatif untuk melaksanakan
transportasi bantuan dari Pos Komando Lapangan ke titik-titik pengungsian.
61
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
SASARAN DAN KEGIATAN SEKTOR
Berdasarkan situasi dan standar kualitas, maka penterjemahan dari strategi terkait
Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 25. Sasaran dan Kegiatan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi
STRATEGI SASARAN KEGIATAN
1. Menyediakan alternatif- 1. Tersedianya alternatif- 1. Aktivasi moda komunikasi
alternatif sarana komunikasi
darurat bencana dalam alternatif sarana yang mampu menjamin
menyediakan data lapangan
yang akurat. komunikasi darurat ketersampaian informasi
bencana dalam dari KODAL ke masyarakat
menyediakan data lapangan dan Satgas
yang akurat
2. Penjaminan penyebaran
informasi satu pintu pada
saat tanggap darurat
bencana
2. Menerapkan mekanisme 2. Tersedianya prosedur dan 3. Membangun mekanisme
alternatif distribusi kebutuhan mekanisme yang dapat alternatif distribusi
operasi tanggap darurat menjamin alternatif kebutuhan operasi tanggap
dengan menggunakan sarana distribusi kebutuhan darurat dengan
transportasi darat, air, udara, operasi tanggap darurat menggunakan sarana
manusia dan hewan. bencana sesuai dengan transportasi air, udara,
standar pelayanan yang manusia dan hewan
telah ditetapkan
2. Menerapkan mekanisme 2. Tersedianya prosedur dan 4. Melaksanakan mekanisme
mekanisme yang dapat distribusi kebutuhan operasi
alternatif distribusi kebutuhan menjamin alternatif tanggap darurat sesuai
distribusi kebutuhan dengan kondisi daerah
operasi tanggap darurat operasi tanggap darurat terkena bencana
bencana sesuai dengan
dengan menggunakan sarana standar pelayanan yang 5. menyediakan sarana bantu
telah ditetapkan untuk proses belajar
transportasi darat, air, udara, terlaksananya proses mengajar di lokasi
belajar mengajar di daerah pengungsian
manusia dan hewan. evakuasi saat terjadi
bencana 6. Aktivasi petugas dan
3. Melaksanakan proses belajar 3. Tersedianya sdm untuk relawan terlatih untuk
mengajar di daerah evakuasi pendistribusian kebutuhan pendistribusian operasi
saat terjadi bencana. operasi tanggap darurat tanggap darurat bencana
bencana di kawasan yang telah diidentifikasi
4. Optimalisasi kapasitas SDM 4. berisiko untuk setiap
pelaku operasi tanggap alternatif sarana distribusi
darurat bencana. (air, udara, hewan dan
manusia)
62
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
5. Melaksanakan pembaruan 5. Terlaksananya pembaruan 7. Membuat laporan harian
pada masa tanggap darurat
data korban dengan data korban dengan bencana
memanfaatkan informasi memanfaatkan informasi
masyarakat sesuai dengan masyarakat sesuai dengan
prosedur yg telah ditetapkan. prosedur yg telah
ditetapkan.
STANDAR KUALITAS
Sektor ini bertumpu pada kekuatan transportasi dan informasi komunikasi. Untuk
standar kualitas bagi pelayanan informasi dan komunikasi saat operasi tanggap
darurat bencana dapat dilhat pada tabel 26.
Tabel 26. Standar Perlengkapan Komunikasi
NO KEBUTUHAN VOL SAT
A. Posko Induk
1. Radio komunikasi RIG 1 Unit
2. Power Supply 40 A 1 Unit
3. Antena Vertikal G 7 1 Unit lengkap koexial
4. UPS 500 A 1 Unit
5. Repeater 1 Unit
B. Pos Kodal
1. Radio komunikasi RIG 1 Unit
2. Power Supply 40 A 1 Unit
3. Antena Vertikal G 7 1 Unit lengkap koexial
4. HT (handy talky)
10 Unit
C. Paket Pengurusan Izin 40 unit radio per paket
Frekuensi
D. Transportasi 5 unit
1. Mobil SAR 1 unit
2. Helikopter TNI 3 unit
3. Dump truck 6 unit
4. Double cabin 3 unit
5. Truck 3 unit
6. Mobil genset PLN 4 unit
7. Mobil komunikasi 38 unit
8. Rakit 9 unit
9. Mobil pick up 10 unit
10. Perahu karet 65 unit
11. Sampan 33 unit
12. Motor trial
RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN
63
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
1. Pemenuhan Perlengkapan
Ketua Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi adalah Dinas
Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Aceh. Sektor ini bertugas segera
setelah ditetapkannya status darurat bencana daerah.
Untuk perlengkapan transportasi, fokus pemenuhan transportasi berkaitan
dengan kemampuan mobilisasi personil dan perlengkapan. Untuk mobilisasi dari
provinsi ke kabupaten/kota, perlengkapan dipenuhi dengan sumber daya yang
dimiliki oleh Pemerintahan Aceh. Sedangkan untuk kebutuhan mobilisasi dari
Posko Aju ke kantong-kantong pengungsian, fasilitas transportasi yang
digunakan lebih banyak menggunakan sumber daya kabupaten/kota yang
bersangkutan.
2. Pemenuhan Barang Habis Pakai dan Operasional
Pemenuhan barang habis pakai dan operasional untuk Sektor ini membutuhkan
anggaran yang cukup besar. Untuk meringankan beban anggaran maka beban
anggaran dibagi kepada anggaran provinsi, anggaran tiap kabupaten/kota
(rincian terlampir).
3. Pemenuhan Biaya Honor
Kebutuhan Biaya Honor untuk petugas Sektor Sektor Transportasi, Informasi,
Komunikasi dan Edukasi dibebankan kepada mata anggaran tidak terduga
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota.
4. Total Biaya
a. Total anggaran yang menjadi beban Provinsi Aceh adalah sebesar
Rp. 101.000.000,-
b. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Timur adalah
sebesar Rp 109.500.000,-
c. Total anggaran yang menjadi beban Kota Langsa adalah sebesar
Rp. 109.500.000,-
d. Total anggaran yang menjadi beban Kabupaten Aceh Tamiang adalah
sebesar Rp. 109.500.000,-
Beban Anggaran Operasi Tanggap Darurat Bencana
Bila terjadi bencana banjir seperti yang diprediksi dalam skenario ini, dapat dihitung
beban anggaran untuk Operasi Tanggap Darurat Bencana berdasarkan kebutuhan
masing-masing sektor. Perlu dicatat bahwa kebutuhan sektoral tersebut belum
memperhitungkan biaya operasional lapangan. Oleh karenanya dalam rekapitulasi
Beban Anggaran Operasi Tanggap Darurat Bencana, ditambahkan beban anggaran
operasi sebesar 10% dari total anggaran setiap penanggung jawab pemenuhan
anggaran.
64
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Beban anggaran untuk setiap penanggung jawab pemenuhan anggaran dapat dilihat
pada tabel 27.
65
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Tabel 27. Beban Anggaran Pemerintah dan Mitra dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana Banjir
NO URAIAN BIAYA JUMLAH TOTAL
1. PEMERINTAH ACEH Rp 7.810.195.812
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp 12.600.000
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp -
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 6.254.587.059
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp - Rp 4.771.383.665
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 731.990.952
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp 101.000.000
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 710.017.801
2. PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG Rp 1.296.633.957
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp 12.600.000
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp 1.500.000
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 3.666.128.335
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp - Rp 7.670.745.640
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 547.893.179
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp 109.500.000
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 433.762.151
3. PEMERINTAH KOTA LANGSA Rp 7.482.933.654
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp 12.600.000
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp 1.500.000
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 970.903.174
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp -
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 84.254.968
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp 109.500.000
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 117.875.814
4. PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp 12.600.000
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp 2.000.000
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 5.892.942.375
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp -
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 956.362.751
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp 109.500.000
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 697.340.513
5. MITRA
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp -
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp -
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 5.946.147.012
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp -
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 856.519.946
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp -
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 680.266.696
66
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
TOTAL Rp 29.031.892.728
Dari tabel 27 terlihat bahwa total kebutuhan Operasi Tanggap Darurat Bencana
Banjir di ZPPBA adalah sebesar Rp. 29.031.892.728,-. Berdasarkan perhitungan
tersebut, kebutuhan anggaran untuk setiap sektor dalam Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir di ZPPBA dapat dilihat pada tabel 28.
Tabel 28. Kebutuhan Anggaran Sektoral dan Operasional Tanggap Darurat Bencana Banjir
NO URAIAN BIAYA JUMLAH
1. Biaya Sektor Manajemen dan Koordinasi Rp 50.400.000
2. Biaya Sektor Pencarian dan Pertolongan Korban Rp 5.000.000
3. Biaya Sektor Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Rp 22.730.707.955
4. Biaya Sektor Pelayanan Kesehatan Rp -
5. Biaya Sektor Perbaikan dan Pemulihan Sarpra Darurat Rp 3.177.021.797
6. Biaya Sektor Transportasi, Infokom dan Edukasi Rp 429.500.000
7. Biaya Operasional Harian Operasi Tanggap Darurat Rp 2.639.262.975
Rp 29.031.892.728
TOTAL
Tabel 28 memperlihatkan bahwa beban operasi terberat berada pada Sektor
Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan, yaitu sebesar Rp. 22.730.707.955.
Namun demikian bila data lengkap tentang ketersediaan kebutuhan sektor ini pada
gudang-gudang logistik pada institusi yang bersangkutan telah tersedia, diyakini
bahwa anggaran kebutuhan sektor ini akan jauh berkurang.
67
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Bab
7
Kerangka Operasi
U ntuk mempermudah penterjemahan Perencanaan Kontinjensi Bencana
Banjir ini menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat Bencana, dibutuhkan
suatu panduan. Panduan ini diharapkan mampu untuk menjadi suatu
kerangka strategi dalam penyusunan Rencana Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir di ZPPBA. Kerangka Operasi ditujukan untuk seluruh sektor yang
terlibat dalam operasi tanggap darurat bencana ditambah dengan Komandan
Komando Tanggap Darurat Bencana.
Komando Tanggap Darurat Bencana
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 43 Tahun 2010, maka rekomendasi
untuk Komandan KODAL Tanggap Darurat Bencana (selanjutnya disebut Komandan
KTD) akan diberikan dengan mengikuti suatu rantai komando.
Pemilihan Komandan KTD dilaksanakan atas dasar rekomendasi Sekretaris Daerah
Aceh sebagai Komandan KODAL Darurat Bencana Aceh dan diputuskan oleh
Gubernur sebagai Komandan KODAL Aceh dalam Rapat Dewan Darurat Bencana.
Rapat Dewan Darurat Bencana juga memutuskan status darurat bencana yang akan
diberlakukan terhadap suatu kejadian bencana berdasarkan data kajian cepat yang
masuk. Seluruh keputusan ini, telah harus ditetapkan paling lama 1x24 jam setelah
kejadian bencana.
Setelah ditetapkan, Komandan KTD segera melaksanakan tugas untuk
melaksanakan operasi tanggap darurat bencana Aceh. Seluruh sektor operasi
tanggap darurat berada di bawah komando Komandan KTD Bencana Aceh. Seluruh
Komandan KODAL Darurat Kabupaten/kota berada di bawah komando Komandan
KTD.
KERANGKA OPERASI 1
Rekomandasi rantai komando tersebut adalah :
1. Kasdam TNI AD Iskandar Muda; atau
2. Wakapolda Aceh; atau
3. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBA.
68
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Pos Komando Tanggap Darurat Bencana
Pos Komando Tanggap Darurat Bencana berada di BPBA (selanjutnya disebut
POSKO INDUK). Namun demikian untuk kelancaran operasi tanggap darurat
bencana, Komandan KTD dapat membuat suatu POSKO INDUK di kawasan yang
dinilai strategis untuk mempermudah operasi tanggap darurat bencana. POSKO
INDUK yang berada di lapangan untuk selanjutnya disebut POSKO AJU.
KERANGKA OPERASI 2
1. Titik penempatan POSKO AJU ditetapkan oleh Komandan KTD berdasarkan
rekomendasi hasil Kajian Cepat Sektor Manajemen dan Koordinasi
Operasi Sektoral sebelum Komandan KTD Aktif
Sebelum dipilih Komandan KTD, setelah diterima informasi bencana, Sektor
Manajemen dan Koordinasi mengumpulkan seluruh sektor untuk mempersiapkan
dan melaksanakan koordinasi di POSKO INDUK sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing.
KERANGKA OPERASI 3
Sebelum Komandan KTD diaktifkan, operasi tanggap darurat yang dilaksanakan
oleh setiap sektor adalah :
1. Sektor Manajemen dan Koordinasi melaksanakan kajian cepat dan
mempersiapkan Rapat Dewan Darurat Bencana untuk menetapkan status
keadaan darurat dan Komandan KTD.
2. Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi, bersama dengan Sektor
Pelayanan Kesehatan segera setelah informasi kejadian bencana banjir,
mengerahkan tim untuk memulai kegiatan SAR dan Evakuasi dengan seluruh
sumber daya yang dibutuhkan.
3. Sektor Transportasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi; Sektor
Logistik, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan; serta Sektor Perbaikan
dan Pemulihan Sarana Prasarana Darurat melaksanakan persiapan
pelaksanaan tugas sektoral untuk kemudian menunggu keputusan Status
Darurat Bencana dari KODAL Aceh.
69
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Rapat Operasi Tanggap Darurat
Setelah Komandan KTD Aktif, segera melaksanakan Rapat Operasi Tanggap Darurat
dengan masing-masing sektor. Dalam Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana ini
diputuskan beberapa hal penting.
Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana yang pertama ini sebaiknya dilaksanakan
tidak lebih dari 6 jam setelah penetapan Komandan KTD. Rapat Operasi Tanggap
Darurat dilaksanakan di POSKO INDUK.
Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana selanjutnya dapat dilaksanakan di POSKO
INDUK atau pun POSKO AJU tergantung kebutuhan dan keputusan Komandan KTD
atau pun Komandan di atas nya.
KERANGKA OPERASI 4
Rapat Operasi Tanggap Darurat Bencana pertama, paling tidak memutuskan :
1. Letak POSKO AJU;
2. Penempatan staff Komandan KTD;
3. Target waktu pendirian POSKO AJU;
4. Frekuensi Komunikasi Darurat yang digunakan;
5. Materi Press Release;
6. Rencana Keberangkatan dan penempatan setiap sektor;
7. Rencana penggalangan bantuan.
Rencana Mobilisasi Sumber Daya
Rencana mobilisasi sumber daya disusun oleh Sektor Transportasi, Informasi,
Komunikasi dan Edukasi. Rencana mobilisasi tersebut telah disusun dalam
perencanaan kontinjensi. Kebutuhan mobilisasi telah dimasukkan kedalam daftar
kebutuhan Sektor Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Edukasi.
70
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
KERANGKA OPERASI 5
Rencana Mobilisasi Sumber daya harus memenuhi kebutuhan sebagai berikut :
1. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari provinsi ke POSKO AJU.
2. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari mitra di luar kawasan
bencana ke POSKO INDUK dan POSKO AJU.
3. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari POSKO AJU ke POSKO
KABUPATEN/KOTA.
4. Mempertimbangkan arus mobilisasi sumber daya dari POSKO KABUPATEN/KOTA
ke kantong-kantong pengungsian.
5. Untuk pelaksanaan tugas Sektor Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi
serta Sektor Pelayanan Kesehatan sebelum Komandan KTD diaktivasi, dapat
langsung melaksanakan operasi ke lapangan dengan berkoordinasi dengan
dengan BPBD Kabupaten/Kota setempat.
Oleh karenanya, rencana mobilisasi sumber daya disusun seperti terlihat pada
lampiran.
71
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Bab
8
Pemantauan dan Rencana Tindak
Lanjut
D okumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA adalah sebuah
dokumen dinamis. Perubahan berbagai variabel serta kondisi dapat secara
signifikan merubah seluruh detail perencanaan. Melihat dinamika yang
amat tinggi dari berbagai variabel dan kondisi, dibutuhkan pembaruan
berkala terhadap dokumen ini. Namun demikian, konsepsi dari perencanaan tidak
akan berubah selagi sistem dan mekanisme operasi tanggap darurat bencana di
Aceh tidak berubah.
Pemantauan
Pemantauan pelaksanaan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA
dilaksanakan berpedoman kepada fase pelaksanaan rencana.
1. Fase Kesiapsiagaan
Untuk perencanaan kegiatan yang dilaksanakan untuk Fase Kesiapsiagaan,
pemantauan dilaksanakan setiap tahun. Pemantauan dilaksanakan oleh BPBA
sebagai koordinator penyelenggaraan penanggulangan bencana di Aceh.
Proses pemantauan pelaksanaan rencana kontinjensi pada fase ini dapat
dilaksanakan dengan melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi ataupun
tinjauan ke lapangan tergantung target dari setiap kegiatan yang telah
direncanakan.
2. Fase Tanggap Darurat
Pemantauan kegiatan pada Fase Tanggap Darurat dilaksanakan terhadap :
a. Ketersediaan sumber daya yang dialokasikan untuk kebutuhan tanggap
darurat.
b. Tingkat ketercapaian operasi tanggap darurat bencana di masyarakat saat
terjadi kondisi tanggap darurat bencana.
Seluruh proses pemantauan pada Fase Tanggap Darurat dilaksanakan oleh
BPBA.
72
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Rencana Tindak Lanjut
Secara umum tindak lanjut dari Perencanaan Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA
adalah melaksanakan seluruh rencana kegiatan untuk Fase Kesiapsiagaan.
Dalam kawasan Zona Prioritas Penanggulangan Bencana Aceh, kawasan-kawasan
dalam lingkup perencanaan ini dapat diintervensi langsung oleh pemerintah provinsi.
Intervensi teknis dilaksanakan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan tempat
pengungsian penduduk di kecamatan-kecamatan yang menjadi ZPPBA.
Oleh karenanya tindak lanjut dilaksanakan untuk :
1. Membangun fasilitas pendukung evakuasi sesuai dengan standar kualitas yang
telah ditetapkan pada setiap kecamatan pada ZPPBA untuk ancaman bencana
banjir.
2. Memperbaiki rencana sekaligus melaksanakan pengelolaan lingkungan pada hulu
sungai yang menyebabkan potensi banjir di ZPPBA untuk memperkecil
kemungkinan banjir.
3. Setiap masyarakat korban bencana yang memperoleh bantuan tidak dikenakan
pajak.
4. Penanggulangan bencana biaya Operasional saat tanggap darurat terlebih
dahulu dapat dimanfaatkan dana SKPD masing-masing.
5. Pemerintah kabupaten/kota segera untuk membuat berbagai sarana prasarana
untuk mempermudah aksesibilitas warga saat kejadian bencana.
6. Melaksanakan penyelenggaraan latihan untuk Sistem KODAL berdasarkan
Rencana Kontinjensi ini.
7. Melaksanakan perbaikan berkala Dokumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir
Di ZPPBA. Perbaikan berkala sebaiknya dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, atau
sesuai dengan kebutuhan.
73
PERENCANAAN KONTINJENSI BENCANA BANJIR DI ZPPBA
Bab
9
Penutup
D okumen Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Di ZPPBA ditujukan untuk
menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Operasi Tanggap Darurat
Bencana Banjir. Dengan berbagai asumsi yang digunakan, prediktibilitas
perencanaan ini membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Oleh
karenanya berbagai pembaruan asumsi serta pemantauan terstruktur terhadap
berbagai kegiatan yang telah direncanakan menjadi kunci keberhasilan pencapaian
fungsi dari perencanaan ini.
Diharapkan dokumen ini menjadi dasar yang kuat untuk melaksanakan operasi
tanggap darurat yang lebih efektif dan terstruktur di masa datang. Lebih jauh,
diharapkan agar penyusunan rencana kontinjensi untuk bencana banjir ini menjadi
awal bagi penyusunan perencanaan kontinjensi untuk bencana-bencana prioritas lain
baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh.
74
Lampiran 1
RINCIAN KEGIATAN
KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI ZPPBA
RINCIAN KEGIATAN FASE KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI ZPPBA
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
1. Identifikasi kebutuhan dan kapasitas Tersedianya data kebutuhan dan Bulan Mei
terkait logistik kapasitas logistik yang selalu tahunnya
diperbarui setiap 1 tahun sekali
2. Pelatihan analisa kebutuhan logistik Pelatihan
Minimal 50% anggota Sektor setiap tah
kepada tim operasi darurat Manajemen dan Koordinasi mampu
melaksanakan analisis kebutuhan Akhir Tahu
3. Menyusun format data kebutuhan logistik
harian logistik Tersedianya format data kebutuhan
harian logistik yang dapat digunakan
pada operasi tanggap darurat
bencana
A
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
i setiap 1. Badan Penanggulangan 1. BPBD Kab. Aceh Tamiang
Bencana Aceh 2. BPBD Kab. Aceh Timur
3. BPBD Kota Langsa
4. Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang
5. Dinas Sosial Kab. Aceh Timur
6. Dinas Sosial Kota Langsa
7. Dinas Kesehatan Kab. Aceh
Tamiang
8. Dinas Kesehatan Kab. Aceh Timur
9. Dinas Kesehatan Kota Langsa
10. Badan Pusat Statistik Kab. Aceh
Rutin
hun 1. Dinas Sosial Aceh Tamiang
11. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh
1. BPBA
un 2012 1. Dinas Sosial Aceh
L1-1
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
4. Penetapan gudang logistik di daerah Ditetapkannya lokasi gudang logistik Akhir Tahu
bencana di ZPPBA Banjir
Pertengah
5. Identifikasi jaringan komunikasi yang Tersedianya minimal 3 alternatif
dapat digunakan di daerah operasi jaringan komunikasi tertutup darurat 20
tanggap darurat bencana banjir bencana untuk KODAL
Tersedianya minimal 3 alternatif
jaringan komunikasi terbuka darurat
6. Pengadaan moda komunikasi untuk bencana untuk Satgas dan setiap tah
alternatif jaringan komunikasi yang Masyarakat tahun 201
dapat digunakan Tersedianya minimal 60% dari
kebutuhan alternatif moda
komunikasi yang telah ditentukan
Tahun 201
7. Mengidentifikasi kapasitas dan
kebutuhan yang diperlukan pada saat Tersedianya list kapasitas dan
terjadi bencana kebutuhan pelayanan korban
bencana dan pengungsi
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
un 2012 1. BPBA 1. Dinas Sosial
2. TNI
han Tahun 3. POLRI
013 1. TNI
1. DISHUBKOMINTEL Aceh 2. POLRI
3. ORARI
4. RAPI
hun hingga 1. DISHUBKOMINTEL Aceh 1. TNI
14 2. POLRI
3. ORARI
13 4. RAPI
5. TELKOM
1. BPBD Kab. Aceh Tamiang
1. Badan Penanggulangan 2. BPBD Kab. Aceh Timur
Bencana Aceh 3. BPBD Kota Langsa
4. Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang
5. Dinas Sosial Kab. Aceh Timur
6. Dinas Sosial Kota Langsa
7. Dinas Kesehatan Kab. Aceh
Tamiang
8. Dinas Kesehatan Kab. Aceh Timur
9. Dinas Kesehatan Kota Langsa
L1-2
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
8. Membuat standar pelayanan terhadap Tersedianya standar pelayanan Tahun
korban bencana korban bencana dan pengungsi yang
memperhatikan prinsip
kemartabatan dan sensitivitas gender
serta hak-hak pengungsi dan korban
bencana
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
10. Badan Pusat Statistik Kab. Aceh
Tamiang
n 2013
11. Dinas Pendidikan Aceh
12. Dinas PU Aceh
13. Dinas PU Kab. Aceh Tamiang
14. Dinas PU Kab. Aceh Timur
15. Dinas PU Kota Langsa
16. CAMAT
17. MUKIM
1. BPBA 18. Kepala Desa
1. Dinas Sosial Aceh
2. Dinas Kesehatan Aceh
3. Dinas Pendidikan Aceh
4. Dinas PU
5. PMI
6. SAR
7. Dinas Syiariah Islam
8. Badan Pemberdayaan Perempuan
dan Anak Aceh
9. KOMNAS HAM
10. BKKBN Aceh
11. Dinas Peternakan Aceh
L1-3
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
9. Menyepakati dan menyusun Tersedianya mekanisme alur Tahun 201
mekanisme alur distribusi makanan distribusi bantuan pangan secara
sesuai prosedur kedaruratan yang partisipatif antara pemerintah dan
dilakukan oleh pemerintah dengan masyarakat
melibatkan unsur masyarakat
Setiap Tah
Tahun 201
10. Sosialisasi ke masyarakat alur 30% masyarakat mengetahui alur
distribusi makanan sesuai prosedur distribusi makanan pada masa
kedaruratan yang dilakukan oleh tanggap darurat bencana Tahun 201
pemerintah dengan melibatkan unsur
masyarakat
11. Mengidentifikasi distributor Tersedianya list distributor
kebutuhan dasar yang tersedia di kebutuhan dasar yang dapat diajak
bekerjasama pada masa tanggap
sekitar daerah paparan bencana darurat bencana
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
13 1. Dinas Sosial Aceh 1. DISHUBKOMINTEL
2. BPBA 2. TNI
hun hingga 3. POLRI
14 4. BPBD KAB/KOTA
5. CAMAT
13 6. MUKIM
7. KAPALA DESA
8. SATPOL PP
1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
1. BPBA 2. BPBD KAB. ACEH TIMUR
3. BPBD KOTA LANGSA
4. DINAS SOSIAL
5. CAMAT
6. IMUM MUKIM
7. KEPALA DESA
1. DISPERINDAG KAB. ACEH
1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
TAMIANG
2. KADIN ACEH TAMIANG
2. BPBD KAB. ACEH TIMUR 1. DISPERINDAG KAB. ACEH TIMUR
2. KADIN ACEH TIMUR
1. DISPERINDAG KOTA LANGSA
3. BPBD KOTA LANGSA 2. KADIN KOTA LANGSA
L1-4
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
12. Membangun kemitraan dengan Adanya komitmen antara pemerintah Tahun 201
distributor kebutuhan dasar untuk daerah dengan para distributor
terkait penyediaan kebutuhan dasar,
menjamin ketersediaan kebutuhan standar harga yang diberlakukan dan
dasar cara pembayaran pembelian
kebutuhan dasar tersebut
Tersedianya kesepakatan bersama
13. Membangun mekanisme distribusi terkait mekanisme distribusi Tahun 201
kebutuhan dasar dari distributor ke
kebutuhan dasar dari distributor ke Pos KODAL Lapangan
Pos KODAL Lapangan
14. Pengadaan peralatan medis untuk
tercapainya standar pelayanan Yang Tersedianya berbagai peralatan periodik, s
medis yang mampu memenuhi tahun hin
terlah di tetapkan pelayanan standar yang ditetapkan
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
13 1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG 1. DISPERINDAG KAB. ACEH
TAMIANG
13
2. BPBD KAB. ACEH TIMUR 2. KADIN ACEH TAMIANG
setiap 1. DISPERINDAG KAB. ACEH TIMUR
ngga 2014 2. KADIN ACEH TIMUR
3. BPBD KOTA LANGSA 1. DISPERINDAG KOTA LANGSA
2. KADIN KOTA LANGSA
1. DISHUBKOMINTEL
1. Dinas Sosial Aceh 2. TNI
2. BPBA 3. POLRI
4. BPBD KAB/KOTA
5. CAMAT
6. MUKIM
7. KAPALA DESA
8. SATPOL PP
1. BPBA
2. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
1. DINAS KESEHATAN ACEH 3. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR
4. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TAMIANG
5. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
6. BPBD KAB. ACEH TIMUR
7. BPBD KOTA LANGSA
8. SAR
9. PMI
L1-5
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
15. Peningkatan kapasitas tenaga medis Tersedianya minimal 100 orang Periodik, S
untuk memberikan standar pelayanan tenaga medis terampil di ZPPBA Tahun hin
medis bagi korban bencana Bencana Banjir untuk penanganan
medis pada operasi tanggap darurat
bencana banjir
16. Mengidentifikasi kapasitas alternatif Tahun 201
tempat pelayanan kesehatan di
daerah berisiko
Tersedianya list Tempat Pelayanan
Kesehatan Alternatif di ZPPBA
Bencana Banjir yang dilengkapi
dengan kapasitas pelayanan medis
yang dimilikinya
17. Mengkaji kerangka prosedur dan Tersedianya prosedur distribusi Tahun 201
mekanisme distribusi logistik yang logistik kesehatan yang mampu
dapat digunakan menjamin terselenggaranya
pelayanan medis sesuai dengan
standar
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
Setiap 1. DINAS KESEHATAN ACEH 1. BPBA
ngga 2014 2. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
3. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TIMUR
4. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TAMIANG
5. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
6. BPBD KAB. ACEH TIMUR
13 1. DINAS KESEHATAN ACEH 7. BPBD KOTA LANGSA
8. SAR
9. PMI
1. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
2. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
13 1. BPBA
TAMIANG
3. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TIMUR
1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
BPBD KAB. ACEH TIMUR
2. BPBD KOTA LANGSA
3. BPBD KAB. ACEH TIMUR
4. TNI
5. POLRI
6. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
7. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR
L1-6
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
18. Mempersiapkan peralatan dan Tersedianya peralatan-peralatan Tahun 201
sumber daya alternatif yang yang mampu memfasilitasi alternatif-
alternatif mekanisme distribusi
dibutuhkan untuk melaksanakan peralatan operasi tanggap darurat
berbagai mekanisme distribusi bencana
peralatan operasi tanggap darurat
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
8. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TAMIANG
9. DINAS SOSIAL KABUPATEN ACEH
TAMIANG
10. DINAS SOSIAL KABUPATEN ACEH
TIMUR
13 1. BPBA 11. DINAS SOSIAL KOTA LANGSA
12. SAR
13. PMI
1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
2. BPBD KAB. ACEH TIMUR
3. BPBD KOTA LANGSA
4. BPBD KAB. ACEH TIMUR
5. TNI
6. POLRI
7. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
8. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TIMUR
9. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH TAMIANG
10. Dinas Sosial Kab. Aceh Timur
11. Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang
12. Dinas Sosial Kab. Kota Langsa
13. PMI
14. SAR
L1-7
KEGIATAN TARGET CAPAIAN TARGET
19. Menyelenggarakan latihan terkait Terselenggaranya Simulasi Tahunan Periodik, s
prosedur distribusi kebutuhan operasi Prosedur Distribusi Peralatan Operasi tahun hin
tanggap darurat dengan seluruh Tanggap Darurat Bencana Banjir baik
alternatif mekanisme dalam bentuk geladi ruang,
permainan dan drill
20. Membangun komitmen dengan para Tahun 201
pengajar untuk tetap melaksanakan
aktivitas belajar mengajar di lokasi
pengungsian
Tersedianya mekanisme internal
daerah untuk melaksanakan aktivitas
belajar mengajar di lokasi
pengungsian
T WAKTU PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
setiap 1. BPBA 1. BPBD KAB. ACEH TAMIANG
ngga 2014 2. TNI
3. POLRI
4. DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA
5. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TIMUR
6. DINAS KESEHATAN KAB. ACEH
TAMIANG
7. Dinas Sosial Kab. Aceh Timur
8. Dinas Sosial Kab. Aceh Tamiang
13 1. DINAS PENDIDIKAN ACEH 9. Dinas Sosial Kab. Kota Langsa
10. PMI
11. SAR
1. BPBA
2. BPBD KAB. ACEH TIMUR
3. BPBD KOTA LANGSA
4. BPBD KAB. ACEH TIMUR
5. DINAS PENDIDIKAN KAB. ACEH
TIMUR
6. DINAS PENDIDIKAN KAB. ACEH
TAMIANG
7. DINAS PENDIDIKAN KOTA LANGSA
L1-8