The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi tentang 41 metode menghafal Alquran dari berbagai belahan dunia. Mudah-mudahan dengan bervariasinya metode menghafal Alquran, memudahkan para penghafal Alquran dalam menghafal dan mengulang hafalannya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by saya tazkiah ilahi, 2023-05-28 10:04:47

41 Metode Menghafal Alquran

Buku ini berisi tentang 41 metode menghafal Alquran dari berbagai belahan dunia. Mudah-mudahan dengan bervariasinya metode menghafal Alquran, memudahkan para penghafal Alquran dalam menghafal dan mengulang hafalannya.

Keywords: Alquran,Al-Qur'an,Qur'an,Menghafal

41 Metode Menghafal Alquran Tazkiah Ilahi, S.Ag


A. Metode Ḥifẓul-Qurān Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, berbagai metode menghafal Alquran banyak bermunculan. Ditandai dengan banyaknya buku menghafal Alquran yang diterbitkan, seminarseminar menghafal Alquran, materi-materi yang disampaikan dengan sosial media, dan lain-lain. Kemunculan metode yang beragam ini merupakan salah satu bentuk akan kemukjizatan Alquran bahwa sampai saat ini tetap terjaga. Di antara metode-metode menghafal Alquran yang telah dirumuskan ialah: 1. Menghafal Sedikit Demi Sedikit Bagi yang ingin menghafal Alquran, hendaknya ia merinci hafalan Alquran 30 juz menjadi target-target kecil yang harus dihafal tiap harinya. Hendaknya ia tidak membebani dirinya dengan menentukan target hafalan harian yang melebihi batas kemampuannya. Karena seperti pepatah mengatakan: “Barang siapa yang menuntut ilmu dalam jumlah banyak sekaligus, maka ilmu itu akan banyak yang hilang dan pemahamannya pun akan salah.” 1 Imam Al-Khaṭīb Al-Bagdādī menyarankan agar sedikit demi sedikit dalam menghafal, karena hal ini akan memudahkan pemahaman seseorang. Sebagaimana firman Allah Swt.: ُّٱفجفحفخفمقحقمكجكح كخكلكملجلحلخلملهمج مح َّ “Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (QS. Al-Furqān [25]: 32) Berkaitan dengan ayat ini, Ibn Kaṡīr menyebutkan bahwa salah satu hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian dan peristiwa serta hukum-hukum yang dibutuhkan agar memantapkan hati-hati orang yang beriman. 2 Begitu juga menghafal Alquran, menghafal sedikit demi sedikit akan memantapkan hafalan dan memudahkan penghafal untuk memahaminya. Cara inilah yang dicontohkan oleh para sahabat. Salah satu contohnya ialah Ibn ‘Umar r.a. yang menghafal surat Al-Baqarah selama 8 tahun. 3 1 ‘Abdul-Qayyūm As-Suḥībānī, Al-Ḥifẓu Ahammiyatuhu, ‘Ajāibuhu, Ṭarīqatuhu, Asbābuhu, (Riyadh: DārulQāsim, 2012 ), hlm. 40. 2 Abū Al-Fidā` Ismā’īl ibn ‘Umar ibn Kaṡīr Al-Qurasyī Ad-Dimasqī, Tafsīr Al-Qurānil-‘Aẓīm, (Dār Ṭayyibah, 1999), Jilid Keenam, Cet. Kedua, hlm. 109. 3 Jalālud-dīn ‘Abdirrahmān ibn Abī Bakr As-Suyūṭī, Al-Itqān fī ‘Ulūmil-Qurān, (Madinah: Majma’ul-Mulki Fahdun Liṭabā’atil-Muṣaḥḥafisy-Syarīf, 2005) Jilid Keenam, hlm. 2277.


2. Pengulangan Hendaknya para penghafal menentukan target hafalan harianya. Kemudian, mengulangngulangnya dengan pengulangan yang banyak, karena tak ada cara lain agar hafal kecuali dengan banyak pengulangan. Maka barang siapa yang ingin hafalannya melekat kuat, maka ia harus sering mengulanginya dengan pengulangan yang banyak. 4 Sebagaimana Al-Ḥasan ibn Abī Bakri An-Naisabūrī mengatakan, “Seseorang tidak akan hafal kecuali ia mengulangi hafalannya sebanyak 50 kali”. 5 Seperti halnya Yaḥyā ibn Ma’īn yang menulis setiap hadisnya tidak kurang dari 50 kali. 6 3. Al-Jam’ī Metode ini ibarat mengumpulkan ayat-ayat yang sempurna hafalannya setelah dihafal setiap ayatnya. Contoh: menghafal ayat pertama, setelah hafal dengan sempurna maka pindah menghafal ke ayat kedua. Jika ayat kedua telah hafal dengan baik, maka pindah ke ayat ketiga. Begitu seterusnya untuk hafalan ayat keempat, kelima, dan lainnya. Setelah selesai proses menghafal perayat, maka disatukan hafalannya dari ayat pertama hingga akhir. 7 4. At-Tasalsulī Motede ini dengan cara menghafal ayat pertama, kemudian bepindah menghafal ayat kedua, selanjutnya menghubungkan hafalan ayat pertama dan ayat kedua. Lanjut menghafal ayat ketiga, setelah itu kembali menghubungkan hafalan ayat pertama, kedua, dan ketiga. Begitu seterusnya. 8 5. Al-Maqsam Metode ini adalah pertengahan antara metode pertama dan kedua, metode ini membagi halamannya menjadi empat bagian, setiap bagiannya dihafal dengan cara kedua (At-Tasalsulī), kemudian disatukan menggunakan cara yang pertama. 9 6. Menghafal Dengan Cara Merekam Suara Sendiri 4 As-Suḥībānī, Op.Cit., hlm. 45. 5 Abū Al-Faraj ‘Abdurraḥhmān ibn Al-Jauzī, Al-Ḥaṡṡu ‘ala Ḥifẓil-‘Ilmi wa Żikri Kibāril-Ḥāfiż, (Iskandariyah: Muassasah Al-Jāmi’ah, 1994), hlm. 44. 6 Aḥmad ibn ‘Aly ibn Ḥajar Syihābud-dīn Al-‘Asqalanī Asy-Syāfi’ī, Tahżībut-Tahżīb, (Beirut: Muassasah ArRisālah, 2008), Jilid Keempat, Cet. Pertama, hlm, 390. 7 ‘Abdul-Majīd Duraiqah, Kaifa Taḥfaẓul-Qurān wa Taqrahu ka-Qirātin-Naby Saw. ma‘a Aḥkāmit-Tilāwati wat-Tajwīd, (Palestina: Ad-Dāruż-Żahabiyyah, 2019), hlm. 66. 8 Ibid.. 9 Ibid..


Menghafal dengan mengikuti bacaan seorang syeikh, terkadang mendapat kesulitan ketika nafas suara syeikh terlalu panjang, atau berbeda tempat ingin mengulang, maka oleh itu disarankan dengan menghafal mengggunakan suara sendiri, di antara langkahnya ialah: a. Sediakan alat perekam, bisa dengan ponsel, mp3, atau alat perekam lainnya. b. Bacalah ayat yang akan dihafal dengan bacaan terbaik. c. Bacalah 3 kali setiap ayat yang akan dihafal dan pastikan bacaan ayat Alquran sudah sesuai dengan hukum-hukum tajwid. d. Tentukan al-waqfu 10 dan al-ibtida` 11 yang sesuai makna dan napas e. Setelah ayat atau surat yang akan dihafal telah terekam, maka putarlah kembali hasil rekamannya dan ikuti sambil melihat mushaf 3 kali pengulangan f. Setelah mengikuti 3 kali rekamana dengan melihat, tutuplah mushaf. Kemudian ulangi dna ikuti tanpa melihat mushaf sebanyak 3 kali. g. Jika sudah yakin hafal, maka rekam kembali bacaan dengan hafalan. h. Setelah yakin tak ada kesalahan, maka setorkan kepada ustadz yang kompeten dalam bidangnya. 12 7. Metode Gema Metode Gema ialah metode menghafal dengan suara lantang di ruangan yang akan mnghasilkan gema. Di antara langkah metode Gema ialah: a. Ambil air wudu dan berwudulah dengan tertib dan sempurna b. Mulailah salah dua rakaat dengan khusyuk c. Carilah tempat atau ruangan yang bergema dan mulailah menghafal. d. Bagi satu halaman menjadi dua bagian, kemudian baca dengan suara lantang sehingga terdengar pantuan gema suara. e. Ulangi setiap ayat yang dihafal 3 kali. f. Kemudian ayat selanjutnya 3 kali, demikian selanjutnya 3 kali hingga ayat terakhir penggalan pertama. 10 Al-waqfu menurut bahasa adalah menahan. Sedangkan menurut istilah adalah memutuskan bacaan Alquran pada waktu tertentu untuk mengambil nafas dengan niat meneruskan kembali bacaannya, bukan menghentika bacaannya. Abu Ya’a Kurnaedi, Tajwid Lengkap Asy-Syafi’i, (Jakarta: Pustaka Imas Asy-Syafi’i, 2018), Cet. Keenam, hlm. 410. 11 Al-Ibtida` menurut bahasa berarti memulai. Adapun menurut istilah ialah memulai bacaan setelah qaṭa’ atau waqaf. Ibid., hlm. 445. 12 Abdul Aziz Abu Jawrah, Hafal Alquran dan Lancar Seumur Hidup, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2017), hlm. 105-106.


g. Kemudian lanjutkan kembali ayat pertama pada penggalan kedua dengan cara yang sama dengan penggalan pertama. h. Kemudian, ulangi dengan membaca satu halaman penuh. 13 8. Metode Talqīn Metode talqīn ialah metode menghafal Alquran dengan cara mendiktekan ayat Alquran yang akan dihafal secara perayat berulang kali sampai hafal. Setelah menguasai ayat tersebut, maka diteruskan ke ayat selanjutnya. 14 9. Metode Tabarak Metode ini ditemukan oleh Kamil l-Laboody ketika ingin mengajarkan Alquran kepada buah hatinya. Metode Tabarak ialah metode menghafal Alquran dengan cara mendiktekan ayat yang akan dihafal (talqīn). Setelah itu diperdengarkan melalui CD sebanyak 20 kali dari qari-qari ternama seperti syekh Al-Hushari, Al-Minsyawy, Abdul Basith, Muhammad Ayyub, dan lain sebagainya. 15 10. Metode 12T Metode 12T ialah metode menghafal Alquran yang dikembangkan oleh Saiful Aziz agar dapat menghafal 1 halaman Alquran selama 10 menit. Metode ini merupakan hasil inovasi dari metode 10T yang ditemukan oleh Yaḥyā ibn ‘Abdur-Razzāq Al-Gauṡānī dan dipublikasikan melalui kaset yang berjudul Wasāil Ibdā‘iyyah li-Ḥifżil-Qurān. Berikut penjelasan mengenai metode 12T: a. Tahyiah Nafsiyyah (mempersiapkan diri) Pada tahap ini hendaknya para penghafal Alquran mempersiapkan diri baik rohani atau jasmani. Dengan mulai berwudu, menghadap kiblat, berdoa, dan mencari tempat yang terhindari banyak gangguan atau tempat yang nyaman untuk menghafal. b. Taskhīn (pemanasan) Sebagaimana kendaraan yang digunakan perlu melakukan pemanasan. Begitu juga dengan menghafal Alquran. Perlu melakukan pemanasan dengan cara mengulang hafalan yang lama agar rindu untuk menambah hafalan, jika langsung menambah hafalan baru maka otak akan cepat jenuh dan lelah. 13 Ibid.., hlm. 106-107. 14 Fathin Masyhud dan Ida Husnur Rahmawati, Rahasia Sukses 3 Hafiz Alquran CIlik Mengguncang Dunia, (Jakarta: Penerbit ZIkrul Hakim, 2014), hlm. 233. 15 Ibid.., hlm. 233-234.


c. Takhayyal (membayangkan) Pada fase ini para penghafal dianjurkan untuk membayangkan diri sedang menghafal Alquran dengan mudah, menyenangkan, dan mencapai target. d. Tadabbur dan Tafakkur (menadaburi dan menghayati) Bacalah ayat yang akan dihafal di dalam hati, lalu pahami dan renungkan maknanya. Bayangkan dan rasakan dalam benak pikiran. Misal, jika sedang menceritakan ayat tentang surga, maka bayangkan dan rasakan berbagai kenikmatan di surga, dan lain sebagainya. e. Tarkīz (fokus dan konsentrasi) Fokuskan pandangan pada ayat yang ingin dihafal, seakan-akan mata adalah lensa kamera. Maka potretlah dengan fokus dan konsentrasi penuh pada ayat yang ingin dihafal. f. Tanaffus (mengambil nafas dalam-dalam) Ambillah nafas dalam-dalam ketika mulai menghafal ayat Alquran. g. Tartīl, Tajwīd, Tangīm Bacalah ayat yang sedang dihafalkan dengan tartil, bertajwid, dan suara yang seindah mungkin agar penghafal Alquran itu sendiri bisa menikmati bacaan ayat yang sedang dihafalkan. h. Tikrār (mengulang-ngulang ayat yang ingin dihafal) Tahap tikrār ialah membaca secara berulang-ulang ayat yang ingin dihafal sampai ayat tersebut mamu dihafalkan. i. Taḥfīẓ (menghafal) Pada tahap ini, penghafal Alquran berusaha menghafal ayat tersebut sampai mampu membacanya tanpa melihat mushaf. j. Tarabbuṭ (menggabungkan) Proses ini ialah proses penggabungan antara hafalan ayat pertama dengan ayat kedua, begitu seterusnya sampai hafalan ayat pada halaman tersebut dapat digabungkan. Kemudian menggabungkan halaman pertama dengan halaman yang kedua, begitu pola untuk hafalan yang selanjutnya. k. Taṡbīt dan murāja‘ah (memantapkan hafalan) Proses taṡbīt dan murāja‘ah ialah proses memperbanyak pengulangan terhadap ayat-ayat Alquran yang telah selesai dihafal dan digabungkan demi memantapkan hafalan. l. Tawakkal


Setelah berusaha menghafalkan huruf demi huruf ayat Alquran, mengulang hafalan, maka langkah terakhir setelah berikhtiar ialah bertawakal kepada Allah. Sebab, barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan segala keperluannya. 16 11. Kauny Quantum Memory/Menghafal Alquran Semudah Tersenyum Metode ini dicetuskan oleh Bobby Herwibowo, seorang alumni Universitas Al-Azhar, Kairo. Metode ini ialah metode cara menghafal dengan gerakan tangan yang menjadi isyarat isi kandungan ayatnya, setelah itu peserta akan diminta untuk mengikuti dan mengulanginya beberapa kali. 17 12. Metode Menghafal Bersama Teman Ada pepatah yang mengatakan, “Ilmu tumbuh di antara dua orang.”. Maka, dalam belajar atau menghafal teman yang sevisi memiliki peran yang penting untuk menguatkan perjuangan. Salah satunya dalam menghafal Alquran, di antara langkah-langkahnya ialah: a. Pilihlah teman yang memiliki tujuan yang sama menghafal Alquran. Kemudian, tentukan waktu yang dapat menghafal Alquran bersama. Alangkah baiknya jika waktu tersebut setelah subuh atau antara magrib dan isya. Pertemuan tersebut hendaknya dilakukan setiap hari. b. Sepakati surat apa yang akan mulai dihafal bersama. c. Bukalah mushaf masing-masing. Orang pertama membacakan ayat pertama sambil melihat mushaf. Orang kedua menyimaknya sambil melihat mushaf. Kemudian, orang yang pertama membacanya tanpa melihat mushaf. Di lanjutkan oleh orang kedua yang membacanya tanpa melihat mushaf. d. Lanjutkan kepada ayat yang kedua dengan cara yang sama seperti di atas sampai sempurna satu halaman. e. Kemudian, mulailah dengan menyambung ayat sampai merasa mantap dengan hafalannya. f. Pengujian hafalan ialah cara terakhir dalam metode ini. Teknisnya ialah ada salah seorang di antara dua orang tersebut menjadi guru dan murid. Kemudian, menyimak hafalan temannya. Setelah itu, menyalin kesalahannya dan mengingatkan temannya. Dan 16 Saiful Aziz, 60 Hari Hafal Alquran: Pedoman Daurah Aplikatif, (Solo: Tinta Medina, 2018), hlm. 171-175. 17 Badriyahia, Grow Faster with Alquran, (Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm. 195.


hendaknya yang telah menjadi guru itu berganti peran menjadi murid, begitu pula si murid. 18 13. Memanfaatkan Waktu Ketika Di Kendaraan Sebagian kaum muslimin ada yang ingin menghafal Alquran, namun terkendala dengan kesibukan yang sangat padat. Salah satunya waktu yang lama dihabiskan di dalam kendaraan. Maka, metode menghafal yang cocok bagi mereka ialah menghafal sambil berada di kendaraan. Di antara langkahnya ialah: a. Salinlah (photo copy) halaman mushaf yang ingin dihafal. Lebih baik dilaminating. Kemudian, salinan tersebut simpan di tempat tertentu. Jangan sampai karena bentuk lembaran tercecer. b. Gantunglah halaman tersebut di depan. Usahakan tidak menghalangi ketika berkemudi. c. Ketika mulai mengemudikan mobil di pagi hari, bacalah ayat pertama. Ulangi terus menerus bacaannya sambil memanaskan mobil. d. Pada saat mulai berangkat, bacalah ayat tersebut tanpa melihat mushaf. e. Apabila berhenti di lalu lintas, bacalah ayat selanjutnya sambil melihat mushaf. Dan ketika mobil berjalan lagi, bacalah tanpa melihat mushaf. Begitu seterusnya. 19 14. Metode Menghafal Bagi Para Pekerja Tenun Menghafal Alquran adalah aktivitas yang sangat mulia, di mana Allah menjanjikan akan kemudahannya, serta bukan kecerdasan yang bermain di situ akan tetapi pertolongan dari Allah Swt. Sebagai pekerja, bukan hal yang mustahil bisa menyelesaikan hafalan Alquran. Banyak contoh-contoh para pekerja yang bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. Salah satunya adalah tukang tenun, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghafal Alquran sebagai penenun: a. Seorang pekerja tenun duduk di hadapan alat (pemintal) tenun, kemudian ia mencari tempat yang bisa mengistirahatkan pandangannya ke arah itu. b. Tancapkan dua buah paku di tempat itu (di hadapan kedua matanya) untuk tempat meletakkan mushaf yang ingin dihafalnya. 18 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 90. 19Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 91.


c. Mulailah membaca ayat pertama dengan melihat ke arah mushaf. Kemudian, ia mengulanginya kembali tanpa melihat mushaf sambil bekerja. Begitu seterusnya, menghafal sambil kedua tangan dan kaki bergerak sesuai dengan pergerakan alat tenun. 20 15. Mendengarkan Dengan Alat Perekam Telinga memiliki peranan penting dalam memproses informasi ke dalam otak. Meski anggota fisik dalam istirahat, pendengaran masih bekerja dan memproses suara yang terdengarnya ke dalam otak. Maka, alat perekam yang bermain dengan cara audio memiliki peranan penting dalam menghafal Alquran. Ada beberapa cara dalam menggunakan alat perekam, di antaranya: a. Cara pertama 1) Milikilah rekaman Alquran yang bacaannya tartil. 2) Dengarkan dari awal sampai akhir. 3) Ulangi penyimakan untuk kedua kalinya. 4) Ulangi penyimakan untuk kali yang ketiga. Usahakan sambil mengikuti bacaannya, ikut berhenti ketika syekh berhenti dan mulai lagi membaca ketika syekh membaca. 5) Ketika menyimak yang keempat kalinya, apabila qari membaca ayat pertama, ikutilah bacaannya. Kemudian, hentikan alat perekam itu. Ulangilah ayat pertama tadi tanpa melihat mushaf. Apabila keliru ketika membaca ayat tersebut, maka ulangi kembali menyimak menggunakan alat perekam. Jika benar, ulangi sampai tiga kali melihat mushaf. 6) Beralihlah ke ayat kedua dengan cara seperti menghafal ayat pertama. 7) Kemudian, menyambungkan ayat-ayat Alquran yang telah dihafal. b. Menyibukkan pikiran bawah sadar 1) Pilih kaset rekaman bacaan Alquran qari yang menangkan. 2) Dengarkan bacaan ayat Alquran tersebut sebelum tidur dengan keadaan yang tenang. 3) Dengarkan lantunan ayat yang tengah dibacakan dengan segenap perhatian. 4) Usahakan agar suaranya serendah mungkin. 5) Kemudian, bangunlah pada pagi hari dan jangan tidur lagi setelah subuh. Buka mushaf dan bacalah surah yang didengarkan sebelum tidur. Lalu, hafalkan. Niscaya akan ditemui menghafal dengan kecepatan yang mengagumkan. c. Mengulang-ngulang bacaan kaset selama seminggu 1) Pilih surat yang ingin dihafal oleh seorang qari yang telah sempurna hafalannya. 20Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 96.


2) Simaklah bacaan tersebut terus menerus selama seminggu. 3) Kemudian, tentukan waktu di akhir pekan misal di antara magrib dan isya malam jumat untuk membaca surat tersebut berulang-ulang sambil menghafalnya. 4) Pada umumnya, dengan cara ini akan terasa lebih mudah ketika menghafal. Hanya perlu perbaikan atau polesan sedikit saja. 5) Pada hari besoknya, lanjutkan mengulang-ngulang bacaan kaset surat berikutnya. Kemudian dilanjuttkan dengan cara yang sama seperti di atas. 21 16. Memanfaatkan Papan Tulis Di Rumah Papan tulis bukan saja media belajar pelajaran saja, akan tetapi bisa digunakan sebagai motode menghafal Alquran, di antara langkah-langkahnya ialah: a. Belilah papan tulis berwarna putih dan spidol yang berwarna-warni. b. Gantungkan papan tersebut di kamar anak-anak atau di ruang tengah rumah agar anak-anak mudah melihatnya saat beraktivitas. c. Tulislah ayat yang ingin dihafalkan oleh anak-anak dengan tulisan yang indah. Aksaranya berwarna hitam, harakatnya berwarna merah, pemisah antar ayat bewarna hijau. Serta, menuliskan hari dan tanggal di bagian atas kanan papan. d. Perintahkan anak-anak untuk menulis ayat Alquran yang berada di papan tulis ke dalam buku tulis mereka. Berikan penilaian terhadap tulisannya, serta ingatkan mereka untuk tidak menghapus tulisan ayat Alquran di papan tulis sebelum mereka menghafalnya. e. Minta mereka untuk menghafalnya di sela-sela aktivitas sambil mengadakan perlombaan atau permainan yang dapat meningkatkan motivasi. f. Pada hari kedua, tulis ayat yang baru bagi anak-anak. Usahakan untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangan, bahagia, dan saling berlomba. g. Setelah menyelesaikan hafalannya, boleh anak-anak mencoba munuliskan hafalannya di papan tulis. Mereka pasti sangat senang dan akan berusaha untuk membaguskan tulisan mereka. 17. Menghafal Alquran Dengan Menggunakan Lauḥ Lauḥ adalah istilah untuk selembar papan kayu yang telah diamplas. Panjangnya sekitar 40 cm, dan lebarnya sekitar 15 cm. Lauḥ banyak digunakan oleh pelajar. Mereka mengecat 21 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 99-99.


permukaan atasnya agar mudah ditulisi, di antara langkah-langkah yang dilakukan ketika menghafal dengan lauḥ, ialah: a. guru menuliskan ayat yang akan dihafal di atas lauḥ dengan tulisan huruf Utsmani yang jelas. b. kemudian, ia membacakan ayat tersebut kepada muridnya huruf demi huruf. Lalu, muridmurid membacanya sekaligus menghafalnya. c. sang guru memperbaiki apa yang ditulis dan dihafal oleh muridnya, serta memberi pengarahan kepada muridnya tentang cara menulis yang paling ideal. d. jika sang guru yakin bahwa muridnya sudah hafal, maka boleh beranjak pada ayat selanjutnya. 18. Membangkitkan Semangat Dengan Cara Mengikuti Perlombaan , Memberikan Hadiah, Dan Penghargaan Menghafal Alquran adalah sebuah proses perjuangan yang panjang, bahkan untuk menjaganya perlu waktu seumur hidup. Maka, dalam perjalanan prosesnya sangat perlu untuk memperbaharui semangat dan saling menguatkan dengan seorang teman. Di antara cara-cara yang dapat dilakukan ialah: a. membuat kesepakatan dengan teman sejawat 1) Membuat kesepakatan dengan teman sejawat yang memiliki keinginan yang sama menghafal Alquran. Lalu, berlombalah menghafal surat tertentu dengan diberi jangka waktu. 2) Setelah sampai pada batas waktu yang telah ditentukan, berkumpulah, dan ujilah hafalan temannya itu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. 3) Barang siapa yang sedikit kesalahannya maka dialah yang menang dan berhak mendapatkan bintang. 4) Setelah penilaian yang berupa bintang-bintang itu dikumpulkan selama sebulan, maka yang paling banyak mendapatkan bintang, maka dialah yang berhak untuk mendapatkan hadiah. b. Mengadakan perlombaan umum menghafal Alquran oleh pihak sekolah Salah satu bentuknya ialah pihak sekolah mengumumkan bahwa di akhir ajaran sekolah akan diadakan perlombaan hafalan Alquran untuk kategori 5 juz dan hendaknya menyiapkan hadiah dan pemberian yang layak untuk siswa.


c. Beberapa metode untuk membangkitkan semangat: 1) Seorang guru dengan murid-muridnya menjelaskan tentang hadis-hadis keutamaan menghafal Alquran, menceritakan kisah-kisah para penghafal Alquran, kemudian memberikan tugas hafalan Alquran. Barang siapa yang mencapai target, maka namanya akan ditulis di papan peraih rangking 1. 2) Pengumuman dari pihak sekolah atau yayasan bahwa barang siapa yang mampu menghafalkan surat tertentu, maka akan diberikan hadiah atau sejumlah uang. 3) Mengumumkan kepada para narapidana bahwa siapa saja yang mampu menghafal Alquran maka masa hukumannya akan dikurangi atau bahkan dibebaskan dari penjara. 4) Seorang ayah bersama anak-anaknya dapat melakukan beraneka ragam cara agar anakanaknya mencintai Alquran. Misalkan beriming-iming akan memberikan hadiah jika sang anak mampu menyelsaikan surat tertentu. 5) Seorang guru bersama murid-muridnya. Misal bagi siapa saja yang menyelesaikan hafalan Alqurannya, maka akan memberikan pakaian yang paling bagus kepada penghafal Alquran dan menggiringnya ke depan majelis seperti pengantin baru. 6) Seorang suami dengan istrinya. Kesempatan ini sangat banyak misalkan sebelum berangkat kerja di pagi hari sang suami meminta istrinya untuk menghafalkan surat tertentu, jikalau mampu menyetorkan hafalannya sepulang ia berkerja, maka akan diberikan hadiah. 22 19. Menghafal Dengan Bantuan Komputer Komputer merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang dapat digunakan berbagai kepentingan salah satunya dalam pembelajaran Alquran. Teknisnya, penghafal bisa menghafalkan ayat Alqurannya menggunakan mushaf, setelah itu menuliskannya di komputer, lalu membandingkan ayat yang ditulis berdasarkan hafalan tadi dengan mushaf. Selain dengan cara penulisan, menghafal dengan bantuan komputer juga bisa menggunakan program audio. Di mana bisa menginstal aplikasi, kemudian memilih bacaan syekh yang nantinya akan diulang-ulang. 23 20. Menghafal Alquran dengan momen tertentu Pada metedo menghafal Alquran ini dikaitkan dengan momen-momen tertentu. Misal, ketika malam jumat menghafal surat Al-Kahfi, pada malam-malam bulan ramadhan, atau ketika 22 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 111-114. 23 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 90.


terbit matahari, dan lain sebagainya. Ayat-ayat Alquran yang tengah dihafal serta dikaitkan dengan momen-momen tertentu, maka ingatan momentum tersebut akan tergambar dalam pikiran bersama ayat-ayat Alquran yang dihafal. 24 21. Menghubungkan Hafalan Ayat Dengan Benda-Benda Sekitar Ketika menghafal ayat-ayat Alquran dikaitkan dengan benda-benda sekitar, akan memudahkan proses murāja’ah. Ketika lupa pada suatu kata, maka akan teringat dengan benda yang dikaitkan dengannya. Salah satu contoh dalam menghafal ayat Alquran menggunakan metode ini, ialah: ٱُّٱفمقحقمكجكحكخكلكم ...نخ َّ “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas...“ (QS. An-Naḥl [16]: 79) Ketika menghafal ayat ini, lihatlah ke langit. Mudah-mudahan terasa gembira dan benarbenar menghayati ketika melihat burung terbang di atas udara, sehingga mudah dalam menghafal dan mengulang hafalannya. 25 22. Mengiringi Hafalan Baru Dengan Peristiwa-Peristiwa Yang Mengesankan Pada umumnya, peristiwa yang mengesankan dalam kehidupan akan tetap teringat dan tersimpan dengan baik pada memori ingatan. Begitu juga dengan hafalan Alquran, jika dikaitkan dengan peristiwa, maka hal ini bisa menjadi salah satu faktor menguatkan hafalan. Di antara contoh metode ini ialah: a. Ḥadīṡul-ifki adalah. Akankah orang yang mengalami kisah ini yaitu Aisyah melupakan ayat yang berkenaan dengan dirinya? b. Seseorang yang sedang ditinggal pergi oleh anaknya tersayang karena suatu perjalanan atau dipenjara. Lalu, ia mulai menghafalkan surat Yūsuf. Hafalannya menjadi kuat sebab berkaitan dengan peristiwa yang sedang dialaminya, yaitu rasa sepi akibat perpisahan. 26 23. Bersandar Pada Pemahaman Ayat-Ayat Metode ini sangat cocok bagi orang-orang dewasa dibanding untuk anak-anak berhubung sel otak orang dewasa lebih dominan pada analisa. Salah satu manfaat dari metode ini ialah dapat mengingat gambaran umum tentang ayat Alquran dalam waktu yang relatif lama, meski ia tidak 24 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 120. 25 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 123. 26 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 9122.


pernah mengulangnya kembali, dengan izin Allah Swt. Berikut cara-cara menghafal yang bersandar pada pemahaman ayat: a. Sediakan mushaf dan tafsir ringkas atau tafsir menengah. b. Penggal ayat-ayat yang ingin dihafal, lalu baca dan perhatikan makna-makna yang masih asing. Setelah itu, bacalah tafsirnya, kemudian pahami makna ayat tersebut secara utuh. c. Hafalkan ayat tersebut sambil fokus terhadap makna-makna yang telah dipahami tadi. Kemudian, amalkan ayat yang telah dipahami dan dihafalkan. Inilah cara menghafal yang dikatakan Abdullāh ibn ‘Umar, “Kami dahulu mempelajari sepuluh ayat, lalu kami menghafal, memahami, dan mengamalkannya.” d. Setelah hafal penggalan ayat tersebut, lanjutkanlah pada penggalan ayat berikutnya. 27 24. Menghafal Alquran Untuk Tuna Netra Penglihatan merupakan salah satu nikmat yang sangat besar yang telah Allah karuniakan. Meskipun mereka tidak dapat melihat, namun mereka memiliki kemampuan kekuatan pikiran (mata batin) dan kecerdasan yang luar biasa. Banyak tuna netra yang menghafal Alquran dan memiliki kekuatan hafalan di atas rata-rata. Di antara langkah-langkah menghafal Alquran yang populer bagi kalangan tuna netra, ialah: a. Orang tuna netra yang ingin menghafalkan Alquran, harus memiliki guru yang hafal Alquran. Jika tidak menemukan, bisa diganti dengan teman yang bagus bacaan Alqurannya. Jika tidak menemukan, bisa diganti dengan kaset bacaan Alquran. b. Guru mendiktekan ayat Alquran dengan baik dan benar, serta dengan suara yang dapat didengar. Kemudian, tuna netra tersebut mengulangi ayat-ayat yang telah didiktekan. c. Setelah yakin, maka lanjut kepada ayat selanjutnya sampai ke akhir halaman. Jika sudah hafal, maka halaman tersebut disetorkan kepada guru. d. Murāja’ah (mengulang hafalan) dilakukan secara mandiri. Jikalau ada yang lupa, maka tidak mengapa ia tetap melanjutkan murāja’ah-nya, kemudian hari esoknya ditanyakan kepada gurunya. Niscaya, ayat tersebut akan teringat dengan kuat. 28 25. Metode Halakah Di Masjid Usaha ini diprakarsai oleh seorang laki-laki berkebangsaan Pakistan yang bernama Syekh Muhammad Yusuf Setti. Hal ini dimulai pada tahu 1962 M ketika ia ingin membangun madrasah 27 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 127-128. 28 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 129-132.


Alquran di Pakistan dan berinfak untuknya. Ketika ia hendak mendatangkan guru penghafal Alquran dari Mekah, ia mendapati orang yang berkecimpung di Alquran sangat sedikit. Akhirnya, mulai merintis halakah menghafal Alqura di masjid Ibnu Ladun kota Jarwal, kemudian di masjidil Haram. Di antara langkah-langkah menghafal Alquran ketika dilakukan di masjid ialah: a. Guru mengumumkan pembukaan halakah menghafal Alquran di masjid suatu kampung, kemudian datang dari berbagai usia untuk menghafal Alquran di sana. b. Mengawalinya dari surat-surat pendek. Sang guru membacakan ayat-ayat yang hendak dihafal, kemudian murid mengikutinya. c. Lalu, guru menetapkan hafalan wajib setiap hari. Kemudian, para peserta menyetorkan hafalan mereka pada hari berikutnya. d. Para peserta menghafalkan Alquran dengan mengambil posisi masing-masing di halakah tersebut, membuka mushaf, lalu menghafalkan ayat-ayat-Nya. Jika sudah hafal sebelum batas waktu yang telah ditentukan, maka boleh disetorkan dan memulai lagi pada hafalan yang baru. e. Dibuatkan rapor menghafalkan Alquran yang akan menjadi indikator penilaian dan hendaknya disisipkan sejumlah hadiah bagi hafalan terbanyak. 29 26. Metode Dawarān Metode Dawarān ditemukan di negeri Sudan. Ciri khas metode Dawarān ialah menghafal sambil berjalan yang membentuk lingkaran, di mana , Di antara yang langkah-langkah metode ini ialah: a. Sang guru membentuk halakah dengan murid-muridnya. Kemudian, mendiktekan seperempat halaman yang menjadi bagiannya kepada setiap murid. b. Guru duduk di tengah lingkaran halakah tersebut. Kemudian, perorang maju lalu untuk diperbaiki bacaan, pengucapan, serta penulisannya di atas sebuah papan tulis. Baru kemudian mereka menghafalkannya. Biasanya kegiatan ini dilakukan di atas tikar atau di atas pasir dengan menghabiskan waktu dua jam. c. guru memerintahkan murid berbaris membetuk lingkaran. Kemudian, mereka berputar sambil berjalan, sang guru berada di tengah lingkaran sambil mengawasi, mengatur, mengarahkan, dan mengingatkan siswa yang keluar dari aturan main yang ada. d. ketika mereka berputar sambil mengulangi hafalan yang mereka hafalkan ketika duduk. 29 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 132-135.


e. sesudah putaran itu berjalan selama satu jam, guru memerintahkan mereka duduk dan meenyetorkan hafalan mereka kepada syekh. 30 27. Metode Uzbekistan Metode ini berkembang di beberaa negara republik Islam yang muncul setelah runtuhnya komunisme (Uni Soviet), seperti; Kyrgystan, Kazakhstan, Dagestan, akan tetapi metode ini sangat berkembang di Uzbekistan. Di antara langkah-langkahnya ialah: a. Sang murid memperbaiki bacaan Alquran di hadapan gurunya dimulai dari halaman awal. b. Lalu, menghafalnya dengan cara mengulangnya 300 kali, kemudian menyetorkan kepada gurunya tanpa melihat mushaf. Begitulah seterusnya sampai menyelesaikan hafalan 30 juz. c. Setelah selesai menyetorkan hafalan perhalaman, maka akan disuruh untuk membaca Alquran sebanyak 150 kali sambil melihat mushaf. d. Setelah selesai, maka ia akan diberi gelar seorang Al-Ḥāfiẓ Al-Qāri`. 31 28. Metode Turki Negara Turki memiliki ciri khas dalam menghafal Alquran. Mereka memulai menghafal Alquran dari lembaran akhir. Berikut caranya: a. Sebelum menghafal, maka akan ada tahap yang lebih dahulu harus terlewati, yaitu tahap membaca Alquran dengan cara melihat mushaf. Biasanya pada fase ini memakan waktu setahun penuh, karena belajar di mulai dari mempelajari huruf hijaiyah sampai membaca Alquran dengan benar. b. Alquran yang dipakai ketika menghafal ialah mushaf Ḥuffāẓ yang membagi Alquran menjadi 30 juz; 1 juznya terdiri dari 20 halaman, dan 1 halamannya terdiri dari 15 baris. c. murid mulai menghafal dari halaman akhir juz pertama. Begitu seterusnya sampai 30 juz. Setelah itu, lanjut menghafal halaman sebelum halaman terakhir dari juz pertama. Demikian seterusnya sampai menyelesaikan hafalan 30 juz. 32 29. Mengaitkan Ayat-Ayat Dengan Kisah Nyata Atau Gambaran Peristiwa Kisah atau peristiwa memiliki peranan penting dalam pembelajaran, termasuk dalam menghafal Alquran. Sebab, anak-anak memiliki kemampuan mengingat suatu cerita dengan mudah. Apabila kisah yang ada diiringi dengan suatu surah Alquran, maka penghafalan surah 30Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 136. 31 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 139. 32 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 140.


tersebut akan mudah dilakukan. Anak-anak akan merasa ingin menghafal satu surah Alquran setiap harinya, karena ingin mendengarkan kisah baru yang akan dikoleksinya. 33 30. Metode Membaca Ayat-Ayat yang Tengah Dihafal di Dalam Salat Wajib, Salat Sunah, dan Salat Taḥiyatul-Masjid. Apabila sedang menghafal bagian ayat Alquran, maka teruslah mengulanginya dalam salat. Jika lupa, kembalilah melihat mushaf dan teruslah diulangi dalam salat. Niscaya dengan metode seperti ini akan cepat hafal. Dan salat malam adalah sarana yang paling bagus untuk menjaga Alquran. 34 Sebagaimana firman Allah Swt.: ٱُّٱرٰىٌٍَُِّّّّّّٰٰئرَّ “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzzammil [73]: 6) 31. Metode Murajaah (Tanda) Salah satu metode yang penting ketika melakukan muraajaah ialah menulis dan menandai ayat yang sulit dihafal, yakni caranya dengan mengklasifikasi ayat-ayat yang sulit dihafal, kemudian menuliskannya di buku tulis. Di mana buku tulis tersebut seukuran dengan mushaf, diberi nomor halaman sesuai nomor halaman di mushaf, dan membuat persegi anjang di setiap halamannya yang sesuai dengan cetakan mushaf. Jika mengulang hafalan tersebut, maka cukup dengan melihat buku tersebut. Cara yang lain bisa menandai langsung di Alqurannya, misal menggunakan stabilo. 35 32. Komitmen Dengan Jadwal Bagi penghafal Alquran, maka konsekuensi logisnya harus menentukan waktu untuk menambah dan mengulang hafalan. Hendaknya ia disiplin dan konsisten dalam melaksanakan jadwal yang telah dibuatnya. 36 33. Bergabung Dengan Lembaga Taḥfīẓul-Qurān Lingkungan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan seseorang. Memilih lingkungan yang tepat untuk tumbuh adalah pilihan yang tepat. Pun bagi penghafal 33 Al-Gauṡānī, Op.Cit., hlm. 142. 34 Aḥmad ibn Sālim Bādūwailān, Asrāru Ḥifẓil-Qurānil-Karīm, (Riyad: Dārul-Ḥaḍārah, 2007), Cet. Kedua, hlm. 84. 35 Ibid.. 36 Ibid., hlm. 84-85.


Alquran yang ingin belajar, memahami makna ayat, menyempurnakan bacaan, memilih bergabung dengan lembaga taḥfīẓ merupakan cara yang paling baik.37 34. Menjadi Imam Salat Menjadi imam merupakan cara ampuh bagi seseorang yang sedang menghafal Alquran. Dengan metode ini, seseorang akan senantiasa dalam kondisi belajar dan bersemangat untuk menyempurnakan hafalannya. 38 35. Metode 30 Menit Metode 30 menit ialah metode menghafal Alquran yang menyisihkan waktu setiap harinya selama 30 menit untuk menghafal Alquran. Bagi penghafal Alquran menentukan waktu khusus bersama Alquran sangatlah penting. Hal ini agar penghafal Alquran mampu komitmen dan disiplin terhadap waktu khusus tersebut. 39 Ada beberapa ulama yang menyarankan waktu terbaik bersama Alquran, di antaranya: Al-Khatib Al-Baghdadi berkata, “Ketahuilah, bahwa hafalan itu memiliki waktu-waktu yang selayaknya diperhatikan oleh seseorang yang ingin menghafal. Waktu yang paling baik adalah waktu sahur, kemudian pertengahan siang, kemudian awal pagi. Namun, menghafal di waktu malam lebih baik daripada menghafal di waktu siang.” Ismail ibn Uwais berkata, “Jika engkau ingin menghafal sesuatu, maka tidurlah. Kemudian bangunlah pada waktu sahur, nyalakan pelita, dan perhatikan apa yang ingin engkau hafal itu, maka engkau takkan lupa sesudahnya, insya Allah.” 36. Memulai Dengan Juz Yang Mudah Dr. Ragib As-Sirjani menyatakan bahwa dalam menghafal Alquran tidak mesti selalu sesuai dengan urutan surat Alquran. Beliau menyarankan agar memulai menghafal Alquran dari juz yang diangap mudah. Hal ini agar proses menghafal bisa dilakukan dengan cepat dan mendapatkan hasil yang maksimal. 40 37. Mengikuti Musabaqah Ḥifżul-Qurān Perlombaan menghafal Alquan adalah salah satu metode yang sangat efektif untuk menguatkan dan mematangkan hafalan. Karena naluri manusia memiliki kecenderungan untuk berusaha lebih baik dan sempurna jika dihadakan pada ujian dan kompetisi. Perlombaan ini juga 37 Ibid., hlm. 85. 38 Ibid.. 39 Umar Al-Faruq, 10 Jurus Dahsyat Hafal Alquran, (Surakarta: Ziyad Books, 2014), Cet. Pertama, hlm. 73. 40 Ibid..


bisa menjadi ajang melatih kepercayaan diri, keberanian, dan tampil di hadapan umum. Dengan mengikuti perlombaan, akan menambah teman dan komunitas yang akan semakin mendekatkan mereka pada Alquran. 41 38. Memperhatikan Ayat-Ayat Yang Mirip (Mutasyābihāt) Dari ayat Alquran yang berjumlah lebih 6000 ayat, ‘Abdul Fattāḥ Az-Zawāwī menyebutkan bahwa ada sekitar 2000 ayat mutasyābihāt. Maka, penting kiranya bagi para penghafal Alquran memerhatikan ayat mutasyābih, agar tidak terjadi kekeliruan dengan ayat, surat, atau juz yang lain. 42 Kaidah penting dalam memahami ayat mutasyābih ialah dengan memerhatikan ayat tersebut baik huruf, ayat, atau maknanya, menanyakan kepada diri sendiri mengapa lupa ayat ini, dan temukan kata kunci ayat mutasyābih tersebut. 43 39. Metode Menghafal Alquran Sejak Janin Metode menghafal Alquran sejak janin ialah memperdengarkan bacaan ayat-ayat Alquran kepada janin. Pelaksanaan metode ini terbagi kepada dua periode yakni periode sebelum mengandung dan ketika mengandung. a. Pada periode sebelum mengandung sang istri senantiasa menjaga dirinya dalam kondisi suci dari hadas, rutin membaca zikir dan wirid harian, mengerjakan salat-salat sunah, dan selalu membaca Alquran. Begitu pula dengan sang suami, ditambah ia harus selalu memotivasi sang istri. b. Ketika dalam periode mengandung dan memasuki bulan ketiga dari usia kehamilan, dimulailah program Alquran, di antaranya: 1) Membacakan minimal 1 juz 1 hari secara rutin dan berututan dari juz pertama sampai juz tiga puluh. Dalam proses membacakan ayat-ayat Alquran kepada janin, sang istri harus dalam kondisi tenang. Alangkah baiknya jika ia berada dalam musala rumah, menutupkan pintunya, kemudian mulai membacakan ayat-ayat suci Alquran dengan suara yang dapat didengar dan dengan niat memperdengarkan ayat tersebut kepada sang janin. 2) Pada bulan keempat, jumlah ayat yang dibaca bertambah menjadi dua juz. 41 Ibid.., hlm. 127-128. 42 Yaḥyā ‘Abdul-Fattāḥ Az-Zawāwī, Khairu Mu’īn fī Ḥifẓil-Qurān, (Dār Ittiba’il-Mursalīn, 2009), Cet. Pertama, hlm. 15. 43 Ibid., hlm. 18.


3) Pada bulan kesembilan, jumlah ayat yang dibaca menjadi tujuh juz. Disertai bacaan zikir, wirid, dan salat-salat sunah yang dianjurkan syariat. 44 40. Metode 10 Ayat Perhari atau 50 Ayat Perhari Tanpa Guru Metode ini di rancang dengan sebuah buku di mana telah di progam di dalamnya menghafal setelah selesai wajib. Jika buku menghafal 10 ayat perhari yang bersampul warna biru itu ditargetkan setiap selesai salat menghafal 2 ayat. Maka, buku panduan menghafal 50 ayat perhari ditargerkan setiap selesai salat menghafal 10 ayat. Setiap ayat yang ditargetkan pada masing-masing waktu diberi warna yang berbeda-beda. Serta, metode ini dilengkapi dengan evaluasi di bagian akhir buku dan DVD murattal yang bisa disinkronkan dengan ponsel pintar. 45 41. TBH (Tulis, Baca, Hafal) Metode TBH (tulis, baca, hafal) ialah metode menghafal Alquran juz 30 dengan cara menulis ayat yang telah ada contohnya (follow the sample), lalu menuliskannya di ruang kosong dalam huruf (fill in the blank letter), kemudian apa yang telah ditulis itu dihafalkan.46 44 Ibid., hlm. 26-27. 45 Subhi Mahmashony, Praktis Dan Cepat Hafal Juz ‘Amma Metode Mudah Menghafal Juz Amma 50 Ayat Perhari, (Bantul: Ghalibook, 2018), hlm. 7. Subhi Mahmashony, Praktis Dan Cepat Hafal Juz ‘Amma Metode Mudah Menghafal Juz Amma 10 Ayat Perhari, (Bantul: Ghalibook, 2018), hlm. 7. 46 Agus Saefudin, Cepat Hafal Juz ‘Amma Metode TBH (Tulis Baca Hafal), (Jakarta: Kaysa Media, 2019), hlm. iii, viii.


Tentang Penulis Tazkiah Ilahi menyelesaikan studi S1-nya di jurusan Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam Garut, dengan menjadi salah satu wisudawan hafidz quran 30 juz. Ia menikah dengan Andi Saban Nawawi. Kini beliau berperan sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha. Saat ini beliau sekeluarga tinggal di Garut. Untuk mempermudah kontak dengan beliau, para pembaca silahkan menghubungi ke nomor 089509911027.


Click to View FlipBook Version