TARIAN BAKSA KEMBANG DISUSUN OLEH: 1.PUTRI TRISNA WATI 2. SAFALIA RAHMA KELAS:8C DIBUAT DALAM RANGKA MENYELESAIKAN TUGAS MAPEL INFORMATIKA UPTD SMPN 3 PELAIHARI
Tari Baksa Kembang: Written by Umam Tari Baksa Kembang merupakan tari klasik yang berasal dari Keraton Banjar dari Kalimantan Selatan. Tari Baksa Kembang pada saat itu adalah tari yang ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu dan ditarikan oleh putri-putri Keraton Banjar. Saat ini, tari Baksa Kembang dipentaskan oleh masyarakat Kalimantan Selatan dalam upacara pernikahan maupun acara-acara keluarga yang lainnya. Nama kembang pada tari Baksa Kembang diambil dari properti tari Baksa Kembang. Pada awal kemunculannya, tari Baksa Kembang hanya ditampilkan di lingkungan kerajaan dan hanya untuk menyambut tamu kehormatan maupun kerabat kerajaan
saja. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, tari Baksa Kembang mulai ditampilkan di hadapan masyarakat dan menjadi tarian rakyat. Lebih lanjut tentang tari Baksa Kembang asal Kalimantan Selatan, simak penjelasannya dalam artikel satu ini. Daftar Isi • Sejarah dan Perkembangan • Fungsi, Makna dan Filosofi • Properti yang Digunakan o 1. Mahkota Gajah Gemuling o 2. Kembang Bogam o 3. Halilipan o 4. Roncean Bunga o 5. Sampur atau Selendang o 6. Kembang Goyang o 7. Gelang o 8. Anting Barumbai o 9. Mahkota Pancar Matahari o 10. Gelang Kaki Giring-giring o 11. Kida-kida o 12. Kelat Bahu o 13. Baju Kudak o 14. Tapih Air Guci o 15. Ikat Pinggang ▪ Buku Terkait Tarian Daerah ▪ Materi Terkait Tarian Daerah Sejarah dan Perkembangan Wikipedia Tari Baksa Kembang merupakan tari klasik asal Keraton Banjar dari Kalimantan Selatan. Tari tradisional satu ini merupakan tarian yang dipentaskan ketika menyambut tamu kehormatan dan dibawakan oleh putri-putri Keraton Banjar. Saat ini, tari Baksa Kembang ditampilkan oleh masyarakat dalam upacara pernikahan maupun acara lainnya. Tari Baksa Kembang mengisahkan mengenai putri remaja yang memiliki paras cantik jelita dan sedang bermain-main dengan riang gembira di sebuah taman bunga.
Para penari Baksa Kembang biasanya adalah perempuan dan ditarikan dengan penari berjumlah ganjil. Gambaran dari tari Baksa Kembang ini adalah kelembutan dari tuan rumah untuk menyambut para tamu maupun menghormati tamu, sehingga suasana tari yang berusaha ditampilkan adalah riang dan gembira. Nilai yang dapat diambil dari tari Baksa Kembang sangatlah luhur. Sebab, menghormati serta menghargai tamu adalah suatu kegiatan yang mulia. Hal ini menjadi budaya bangsa Indonesia dan perlu dijunjung degan tinggi. Pada mulanya, di Banjar tari Baksa Kembang memiliki banyak versi. Akan tetapi saat ini, telah ada kesepakatan antara para pelatih tari dari Provinsi Kalimantan Selatan mengenai tari Baksa Kembang ini. Kesepakatan tersebut menghasilkan keputusan, bahwa para penari Baksa Kembang perlu mengenakan properti berupa mahkota Gajah Gemuling yang ditatah dengan kembang goyang, sepasang bogam dengan ukuran kecil yang diletakan pada mahkota serta untaian kelapa muda bernama Halilipan, menggunakan sepasang kembang kantil, kenanga serta melati. Tari Baksa Kembang biasanya ditampilkan dengan diiringi oleh gamelan dengan irama lagu yang telah dibakukan yaitu lagu Ayakan serta lagu lagu Janklong maupun Kambang Muni /Fungsi serta makna tari Baksa Kembang Sebagai salah satu jenis tari klasik Indonesia, makna dari tari Baksa Kembang pun cukup unik. Tari Baksa Kembang, pada mulanya digunakan sebagai tarian penyambutan para tamu terhormat dan berkembang menjadi tarian yang ditampilkan dalam upacara pernikahan maupun festival. Makna dari tari Baksa Kembang ini sesuai dengan cerita yang melatar belakanginya yaitu kisah dari seorang remaja putri yang memiliki paras sangat cantik dan sedang bermain dengan ceria di sebuah taman bunga. Tari Baksa Kembang dibawakan oleh penari perempuan dengan gerakan yang lemah lembut, luwes yang menyimbolkan keramahan dari tuan rumah ketika menyambut tamu kehormatan yang datang berkunjung. Selain makna dalam menyambut tamu dengan ramah, tari Baksa Kembang juga memiliki nilai moral yaitu budaya menghormati tamu yang berkunjung. Dikarenakan sikap menghormati tamu tersebut adalah sifat yang terpuji. Nilai ini harus dijaga maupun ditanamkan pada kebiasaan masyarakat Indonesia, terutama karena masyarakat Indonesia terkenal karena keramahannya pada pendatang. Tari Baksa Kembang merupakan tari tradisional yang bisa ditarikan oleh satu orang penari perempuan, maupun secara berkelompok asalkan jumlah penarinya harus ganjil. Baca juga: 4 Senjata Tradisional Kalimantan Selatan Properti tari Baksa Kembang Beberapa properti yang digunakan dalam tari Baksa Kembang, yakni: Mahkota Gajah Gemuling Properti tari Baksa Kembang yang pertama ialah sebuah mahkota bernama mahkota gajah gemuling. Sesuai dengan namanya, properti satu ini digunakan dan diletakan pada bagian kepala penari. Bentuk mahkota gajah gemuling adalah sebuah mahkota yang dihias dengan sepasang kembang bogam serta ornamen halilipan. Mahkota gajah gemuling ini menjadi properti khas dari tari Baksa Kembang dan berfungsi sebagai hiasan. Kembang Bogam Properti kedua adalah kembang bogam. Sama seperti pada kembang bogam yang ditaruh pada mahkota, kembang bogam ini adalah rangkaian dari berbagai bunga, seperti bunga melati, bunga mawar, bunga kantil serta bunga kenanga. Kembang bogam akan ditempatkan di kedua pelipis para penari. Halilipan Halilipan merupakan ornamen bagian dari mahkota dan salah satu ornamen
khas bagi masyarakat Banjar. Nama halilipan ini diambil dari salah satu serangga yaitu lipan dikarenakan bentuk anyaman yang menyerupai lipan. Halilipan ini ditaruh pada bagian sanggul dan melambangkan sifat rendah hati seperti serangga lipan yang selalu merayap ke tempat yang lebih rendah. Baca juga: Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan Roncean bunga Roncean bunga ini menjadi salah satu properti yang menarik pada tari Baksa Kembang, dikarenakan properti satu ini akan membuat wajah penari terlihat lebih anggun serta cantik. Untuk mengeluarkan visual cantik dan anggun, maka bunga yang dironce adalah bunga-bunga aromatik seperti bunga kantil, melati maupun kenanga. Sampur atau selendang Sampur atau selendang adalah salah satu properti yang hampir digunakan pada setiap tari tradisional di Indonesia, tidak terkecuali pada tari Baksa Kembang. Pada tari Baksa Kembang, penari mengenakan dua buah sampur polos dengan warna cerah dan keduanya dililitkan pada pinggang penari dan ujungnya dibiarkan menjuntai di depan tubuh untuk menari. Kembang goyang Kembang goyang merupakan properti penari yang dikenakan di atas kepala penari. Kembang goyang adalah replika tangkai bunga yang telah dicat dengan warna emas, kemudian digunakan sebagai hiasan mahkota pancar matahari. Gelang Gelang yang dikenakan oleh para penari Baksa Kembang biasanya berwarna kuning emas dan diberikan motif tumbuhan yang cantik. Gelang tersebut dikenakan pada tangan kanan dan kiri penari sebagai perhiasan untuk menyempurnakan kostum tari Baksa Kembang, sehingga para penari akan terlihat lebih cantik dan elok. Baca juga: Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan Anting Barumbai Properti kedelapan adalah anting barumbai yang dikenakan pada telinga kanan dan kiri penari. Anting barumbai adalah anting yang terbuat dari emas murni maupun logam mulia lainnya dan dihiasi dengan tambahan permata. Mahkota Pancar Matahari Selain mahkota gajah gemuling, penari Baksa Kembang juga mengenakan mahkota pancar matahari. Jadi, penari mengenakan dua buah mahkota yang berfungsi sebagai hiasan kepala. Perbedaannya, mahkota gajah gemuling dikenakan pada bagian depan kepala penari, sementara mahkota pancar matahari dikenakan di bagian atas kepala penari dan memiliki ukuran yang cenderung lebih besar dibandingkan mahkota gajah gemuling. Gelang kaki giring-giring Gelang kaki giring-giring adalah properti yang dikenakan pada kaki kanan dan kaki kiri penari. Gelang kaki ini dihias dengan kerincing yang akan berbunyi ketika penari menggerakkan kakinya, karena hal tersebutlah maka gelang ini disebut dengan nama giring-giring. Kida-kida Kida-kida adalah kain yang dipasangkan pada penari dan bertujuan untuk menutupi bagian bahu, punggung atas serta dada para penari Baksa Kembang. Ketika dikenakan, kida-kida akan terlihat membentuk pola setengah lingkaran. Kidakida akan dihias dengan menggunakan manik-manik yang telah dijahit, sehingga membentuk motif tertentu, hiasan emas dan hiasan rumbai yang dipasang pada sepanjang sisi bagian depannya. Kelat bahu Properti berikutnya merupakan properti yang biasanya digunakan oleh para penari tradisional Jawa Tengah, tetapi pada tari Baksa Kembang, kelat bahu yang digunakan berfungsi sebagai pelengkap kostum. Kilat bahu akan dikenakan pada kedua lengan atas penari dan biasanya properti satu ini terbuat dari logam yang telah dicat dengan warna emas maupun warna perak dan ditambah dengan hiasan manik-manik yang berbentuk seperti batu pertama imitasi. Baca juga: Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan Baju kudak Baju kudak merupakan kostum dan baju khas untuk penari Baksa Kembang yang bentuknya seperti baju kemben Jawa, tetapi baju kudak terbuat dari bahan kain yang berbeda dengan kemben Jawa. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Tari Baksa Kembang: Fungsi, Makna, Filosofi, dan Properti", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2023/03/11/200000369/mengenal-tari-baksakembang--fungsi-makna-filosofi-dan-properti?page=all. Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6 Download apMengenal Tari Baksa Kembang dan Makna di Baliknya Oleh Praba Mustika 22 November 2021, 13:43 HTTP://DISBUDPAR.BANJARMASINKOTA.GO.ID/ Tari Baksa Kembang berasal dari Kalimantan Selatan. Tari klasik ini digunakan untuk menyambut tamu kehormatan dan juga pada upacara pernikahan. Tari Baksa Kembang berasal dari Kalimantan Selatan, yang merupakan salah satu jenis tari klasik. Tari Baksa Kembang, merupakan tari untuk menyambut tamu yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nama kembang, pada tari Baksa
Kembang, juga bukan tanpa alasan, melainkan properti tari Baksa Kembang. Pause Unmute Loaded: 5.43% Remaining Time -11:00 Close Player Awalnya, tari Baksa Kembang hanya ditampilkan di lingkungan kerajaan saja, dan untuk menyambut tamu kehormatan atau kerabat kerajaan saja. Namun, seiring perkembangan zaman, tari Baksa Kembang juga mulai ditampilkan di hadapan masyarakat dan menjadi tarian rakyat. Kini, tari Baksa Kembang tak jarang digunakan pada acara pernikahan. Properti Tari Baksa Kembang Seperti telah disebutkan di atas, kembang jadi salah satu properti yang digunakan oleh para penari tari Baksa Kembang. Lebih dalam lagi, ada beberapa properti dan jenis kembang yang digunakan oleh para penari. Berikut ini adalah properti yang digunakan pada tari Baksa Kembang: 1. Mahkota Gajah Gemuling Properti tari Baksa Kembang yang pertama adalah Mahkota Gajah Gemuling. Seperti namanya, properti ini digunakan di kepala para penari. Bentuk Mahkota Gajah Gemuling adalah sebuah mahkota yang dihiasi sepasang kembang bogam dan halilipan. Kembang bogam digunakan di bagian pelipis, sementara halilipan menjuntai di belakang sanggul penari. Halilipan sendiri merupakan ornamen yang terbuat dari anyaman janur. Nama halilipan diambil dari serangga lipan, dan memiliki makna sifat rendah hati. 2. Kembang Bogam Kembang bogam pada tari Baksa Kembang tidak hanya digunakan sebagai hiasan kepala penari. Properti tari Baksa Kembang ini merupakan rangkaian berbagai bunga seperti bunga mawar, bunga melati, bunga kantil dan bunga kenanga. 3. Kembang Goyang Properti tari Baksa Kembang yang berikutnya adalah Kembang Goyang. Terbuat dari bahan kuningan dan dicat warna emas, Kembang Goyang berbentuk menyerupai tangkai bunga. Advertisement 4. Anting Barumbai Seperti namanya, Anting Barumbai digunakan di telinga penari Baksa Kembang. Anting Barumbai terbuat dari logam mulia, dan biasanya dihiasi permata. ADVERTISEMENT 5. Selendang Tari Baksa Kembang juga menggunakan properti berupa selendang. Namun bukan selendang bermotif, melainkan selendang polos dengan warna-warna yang cerah. Properti tari Baksa Kembang yang satu ini, nantinya akan dililitkan ke pinggang. 6. Gelang Gelang digunakan oleh penari Baksa Kembang di kedua tangan mereka. Properti tari Baksa Kembang yang satu ini berwarna emas dengan motif tumbuh-tumbuhan. 7. Kilat Bahu Properti tari Baksa Kembang yang satu ini bentuknya menyerupai gelang, tapi dipakai pada bagian lengan penari. 8. Baju Kudak dan Kida-kida Kedua properti Tari Baksa Kembang ini merupakan kostum yang digunakan oleh para penari. Bentuk baju Kudak menyerupai kemben, dan biasanya berwarna emas. Kida-kida adalah kain yang berhiaskan emas, manik-manik dan hiasan rumbai. Properti tari Baksa Kembang ini dijahit dengan pola tertentu dan berguna untuk menutupi bagian bahu hingga dada dan juga bagian punggung atas. 9. Ikat Pinggang Emas Para penari tarian Baksa Kembang, para penari juga menggunakan ikat pinggang berwarna emas atau perak, dan terkadang juga dihiasi permata. Ikat pinggang ini biasanya terbuat dari logam. Fungsi ikat pinggang ini untuk menyelipkan selendang yang digunakan penari. 10. Gelang Kaki Giring-giring Terakhir, properti tari Baksa Kembang yang ada di kaki, yang bernama Gelang Kaki Giringgiring. Berbeda dengan gelang yang dipakai di tangan, Gelang Kaki Giring-giring terdapat kerincingan kecil, sehingga akan berbunyi seiring dengan gerakan penari. Musik Pengiring Tari Baksa Kembang Tari Baksa Kembang merupakan jenis tarian klasik, yang menampilkan gerakan yang lemah lembut dan gemulai. Begitu pun dengan musik pengiring tari Baksa Kembang yang juga bertempo lambat. Untuk mengiringi gerakan lembut para penari Baksa Kembang, digunakan alat musik gamelan dengan irama lagu yang baku seperti Ayakan dan Jangklong hingga Kambang Muni. Pola Lantai Tari Baksa Kembang Sebagai tarian klasik dengan gerakan yang lemah lembut dan gemulai, Tari Baksa Kembang tentu memiliki pola lantai. Pola lantai pada tari Baksa Kembang menggambarkan kegiatan remaja putri yang sedang bermain di taman bunga. Pola lantai tari Baksa Kembang pada umumnya, menunjukkan gerakan memetik bunga, mencium aroma bunga sampai merangkai bunga, hingga bermain-main dengan rangkaian bunga tersebut. Rangkaian bunga yang berwujud kembang Bogam itu nantinya akan diberikan kepada tamu, mengingat tari Baksa Kembang, awalnya merupakan tarian untuk menyambut tamu kehormatan atau kerabat kerajaan Banjar. Variasi Tari Baksa Kembang Tari Baksa Kembang yang berasal dari Kalimantan Selatan, pada perkembangannya memiliki beberapa variasi. Variasi atau kreasi tersebut merupakan pengembangan dari tari Baksa Kembang yang asli, sehingga tidak meninggalkan gerakan inti atau pola lantai tari Baksa Kembang. Beberapa variasi tari Baksa Kembang, mengutip dari situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwaisata Kota Banjarmasin
adalah: Lagureh, Tapung Tali, Kijik dan Jumanang. Karena banyaknya variasi atau kreasi dari tari Baksa Kembang, para seniman tari Baksa Kembang pun berkumpul dan menggabungkannya menjadi satu tari Baksa Kembang yang baku. Makna Tari Baksa Kembang Sebagai salah satu jenis tari klasik, makna tari Baksa Kembang pun cukup unik. Tarian yang awalnya digunakan sebagai tari penyambut tamu kehormatan ini pun terus berkembang, hingga kini jadi tarian rakyat yang kerap dipertunjukkan di upacara pernikahan. Diceritakan, makna tari Baksa Kembang ini adalah kisah seorang remaja putri yang sangat cantik, yang sedang bermain dengan ceria di sebuah taman bunga. Tari Baksa Kembang dibawakan dengan lemah lembut, yang berarti menunjukkan keramahan si tuan rumah dalam menyambut tamu kehormatan yang berkunjung. Tari Baksa Kembang yang berasal dari dibawakan oleh satu orang penari, atau jika dalam kelompok maka jumlahnya harus ganjil. Tari Baksa Kembang berasal dari Kalimantan Selatan, dan jadi salah satu tarian klasik yang memiliki ciri khas yang kuat, baik dari properti, pola lantai hingga makna di baliknya. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Mengenal Tari Baksa Kembang dan Makna di Baliknya" , https://katadata.co.id/safrezi/berita/619a1be05c7e6/mengenal-tari-baksakembang-dan-makna-di-baliknya Penulis: Praba Mustika Editor: Safrezi Tari Baksa Kembang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tarian ini biasanya ditarikan oleh satu ataupun beberapa penari wanita, namun harus berjumlah ganjil. Awal mulanya sekitar abad-15 sebelum masehi, seorang Pangeran bernama Suria Wangsa Gangga di Kerajaan Dipa dan Daha di Pulau Kalimantan mempunyai seorang kekasih bernama Putri Kuripan. Satu peristiwa di waktu yang lain adalah saat putri Kuripan memberikan setangkai bunga teratai merah kepada Pangeran. Peristiwa itu merupakan cikal bakal lahir tarian Baksa Kembang di Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tari Baksa Kembang ada sejak sebelum pemerintahan Sultan Suriansyah Raja pertama Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan satu masa dengan tari Baksa lainnya, seperti Baksa Dadap, Baksa Lilin, Baksa Panah dan Baksa Tameng pada zaman Hindu sebelum Islam datang. Tarian Baksa Kembang adalah Tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat kerajaan. Tarian ini juga dilakukan oleh masyarakat umum dalam acara-acara pernikahan atau acara-acara adat lainnya. Pada awalnya tarian ini adalah tarian yang berada di lingkungan kerajaan. Kemudian disuatu waktu, kerajaan membuka akses kerajaan bagi masyarakat sehingga kebudayaan di kerajaan terbawa sampai ke masyarakat umum. Saat ini, Tarian Baksa Kembang masih dipakai untuk menyambut para tamu-tamu yang dihormati, meskipun masih banyak penari tarian Baksa Kembang belum memahami arti dan nilai tarian Baksa Kembang. Baksa memiliki arti kelembutan. Tarian Baksa kembang adalah bentuk kelembutan tuan rumah dalam menyambut tamu yang dihormati. Sambutan tersebut dilakukan dengan cara Penari Baksa Kembang memberikan rangkaian bunga kepada tamu yang dihormati. Selain itu, rangkaian bunga yang diberikan kepada tamu kehormatan merupakan rangkaian bunga perpaduan dari bunga mawar dan melati yang disebut oleh masyarakat setempat Kembang Bogam. MC Kalsel/Scw Tari Baksa Kembang ada sejak sebelum pemerintahan Sultan Suriansyah Raja pertama Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan satu masa dengan tari Baksa lainnya, seperti Baksa Dadap, Baksa Lilin, Baksa Panah dan Baksa Tameng pada zaman Hindu sebelum Islam datang.2 Mar 2017