KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3
Edisi : Oktober I - No 36/WKC/2022 TWMeaalprd.tiau(0kne8Ml1u3aa3rd4gi3au37n12@8ll96g6m3)11a2i21l.c1om1
RENUNGAN
Memahami secara penuh makna
Sakramen Pengurapan Orang Sakit
bagi hidup umat beriman
Oleh: RD Robertus Tri Budi Widyanto
Apa itu Sakramen Pengurapan Orang Sakit?
Sakramen Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen di mana selu-
ruh Gereja melalui pengurapan kepada para orang sakit dan doa da-
ri imam menyerahkan orang sakit tersebut kepada Tuhan, agar Ia
menyembuhkan dan menyelamatkan mereka. Sakramen Urapan ini
diberikan untuk memberikan kekuatan rohani dan bahkan jasmani
dalam keadaan sakit, terutama waktu menjelang kematian. Sakra-
men ini menjadi cara Gereja untuk hadir di sisi anggota yang sakit,
untuk menyatakan perhatian dan mendoakan bagi kesembuhannya.
Apa hanya untuk mereka yang dalam kondisi kritis saja?
Memang dalam tradisi Gereja Barat, sakramen ini diberikan hanya
bagi orang-orang yang berada dalam sakratul maut, sehingga dike-
nal pula sebagai "Pengurapan Terakhir", yang diberikan sebagai
salah satu dari "Ritus-Ritus Terakhir". "Ritus-Ritus Tera- khir" yang
lain adalah pengakuan dosa (jika orang yang sekarat tersebut seca-
ra fisik tidak memungkinkan untuk mengakui dosanya, maka mini-
mal diberikan absolusi, yang tergantung pada ada atau tidaknya pe-
nyesalan si sakit atas dosa-dosanya), dan Ekaristi, yang bilamana
dilayankan kepada orang yang sekarat dikenal dengan sebutan
"Viaticum", sebuah kata yang arti aslinya dalam bahasa Latin ada-
lah "bekal perjalanan". Namun sebenarnya pengurapan orang sakit
dapat diberikan bagi setiap umat beriman yang telah dibabtis dan,
karena telah mencapai penggunaan akal budi, mulai berada dalam
bahaya yang disebabkan sakit atau usia lanjut" (kanon 1004; KGK
1514). Atau bisa juga dalam situasi baru menderita sakit ataupun
makin memburuknya kondisi Kesehatan seseorang. Karena itulah
sakramen ini dapat diterima berkali-kali oleh seseorang. Dalam pe-
ngertian yang demikian adalah baik saat dalam keluarga atau ling-
kungan kita ada oma, opa yang sudah lanjut usia (meskipun sehat)
dan terbaring maka kita mintakan sakramen minyak suci dan juga
pengiriman komuni kudus setidaknya saat sebelum hari raya.
Mengapa disebut Sakramen Minyak Suci?
Sakramen Urapan Orang Sakit sering juga disebut sebagai Sakra-
men Perminyakan Suci. Sebab telah menjadi Tradisi Gereja, bahwa
sejak dahulu Urapan Orang Sakit dilakukan dengan minyak yang
diberkati. Minyak ini yang sudah diberkati dalam misa Krisma oleh
Bapa Uskup bersama para imamnya. Karena tradisi inilah sakra-
men pengurapan orang sakit juga sering disebut sakramen minyak
suci. Mari kita syukuri kesehatan kita, kita syukuri kehidupan kita
dan kita syukuri penyertaan dan penyelamatan Tuhan dalam setiap
kehidupan kita melalui sakramen-sakramennya yang agung.
\
.SERBA-SERBI.
Mukjizat Tuhan nyata, sudah delapan kali
mendapat Sakramen Orang Sakit
Bapak Petrus Sarijono menderita diabetes, dan sudah tiga kali
operasi prostat. Menurut petugas gereja, beliau salah satu umat ling
kungan St. Petrus Caruban yang sudah mendapatkan Sakramen
Perminyakan delapan kali, dan Mukjizat Tuhan itu nyata hingga
sampai sekarang beliau masih bisa ke gereja setiap Minggu. Dalam
menjalani sakit penyakit sekarang ini, beliau menghidupi sakramen
perminyakan seperti bersama dengan Kristus. Hingga apa yang pak
Jono alami sekarang ini menjadi motivasi bagi umat Caruban bila
sedang sakit agar tidak mengeluh, tapi sepenuhnya berserah pada
Tuhan. Sekarang ini pak Jono menjalani sakitnya dengan suka-cita,
walaupun tetap terus menjaga kadar gula darah dengan sarapan
roti tawar 6 biji dan minum air panas setiap pagi.
Sakramen perminyakan pertamanya pernah diterima pada ta-
hun 1960 saat tugas di Sulawesi Utara, waktu ada pemberontakan
Permesta. Sebagai tentara beliau bersama pasukan masuk daerah
kosong, yang ditinggalkan pemberontak selama dua tahun, sudah
seperti hutan, banyak nyamuk malaria. Banyak yang meninggal,
satu regu ada 11 orang, tinggal pak Jono dan satu teman lagi yang
masih hidup karena malaria. Dia dirawat di RS Tentara, dibaring-
kan, dan dia merasa sudah saatnya dipanggil Tuhan “Wah ini mung-
kin giliran saya” kata pak Jono minta dipanggilkan Pastor. Kemu-
dian Romo datang dan memberi sakramen perminyakan. Pak Jono
mengaku dosa, mohon ampun atas segala kesalahan, saat itu dia
melihat enternit berputar-putar. Romo memberkati katanya: “Dosa
mu sudah diampuni serahkan jiwa ragamu pada Tuhan”. Dia menja-
wab dengan tegas :“Baik terimakasih Romo” Kemudian pak Sarijono
berdoa, menyerahkan jiwa raga pada Tuhan, lama-lama putaran itu
berhenti, hingga beliau sadar. Kata perawatnya saat itu suhu badan
nya menyentuh angka 46 derajat. Setelah menerima Sakramen
Perminyakan beliau sembuh.
Selanjutnya selama Pak Jono tinggal di Caruban, telah me-
nerima Sakramen Perminyakan sampai delapan kali karena saking
seringnya sakit. Beliau berobat ke Madiun dan keluar masuk Ru-
mah Sakit. “Uang sudah habis, saya nggak bisa beli obat, terus saya
minumkan daun Bina Hong untuk obat. Kalau sembuh ya biar sem-
buh kalu meninggal ya meninggal ..begitu.. sudah putus asa”, kata Bu
Jono. Saat itu beliau sudah lumpuh, penyakitnya apa nggak terde-
teksi, berdiripun nggak bisa sudah ditidurkan diluar kamar, agar ka
lau meninggal sewaktu-waktu keluarga siap. Beliau bercerita saat
mukzijat turun padanya setelah mendapat sakramen orang sakit,
katanya: “Karena saya sudah disendirikan tidurnya, saya gerak
miring nggak bisa, gini nggak bisa. Kok ada cahaya dari ruangan
seperti Bunda Maria lewat, setelah itu saya bisa gerak dan berdiri,
semua kaget... loh kamu kok bisa bangun...”
Jadi sekarang ini pak Petrus Sarijono menjadi acuan atau mo-
tivasi orang-orang, kata putranya pak Budi Asim “ Masak loh kalah
karo bapakku, tak gitukan saja, oh iya saya juga harus bisa begitu”
Resep beliau adalah doa yang teratur, kalau mau tidur doa, mau ba-
ngun doa, setelah cuci muka terus pak Jono tidur-tidur dikursi
melanjutkan doa lagi, mohon pengayoman dari Tuhan.
Demikian sekilas pengalaman pak Sarijono dalam menghidupi
Sakramen Urapan Orang Sakit bersama Kristus. Terimakasih.
Umat yang sepuh dan sakit membutuhkan
kunjungan dan doa
Dalam kunjungan romo ke lingkungan St Petrus Caruban pada
tanggal 8 September yang lalu, ada saran dari pengurus lingkung-
an kalau bisa dua bulan sekali ada program ajang sana ke umat
yang sakit, menurutnya penting sekali. Usulan tersebut disampai
kan ke Romo Pendamping, kalau bisa ada program mengunjungi
umat. “Kan seneng umat kalau dikunjungi. Umat merindukan sekali
karena saat romo ke Caruban pun waktunya juga pendek karena
harus ke Saradan”. kata pak Hudi Wa-kaling St Petrus.
Menurut pak Hudi, jumlah umat lingkungan St Petrus kurang
lebih 50 KK. Ada yang hanya satu orang perKK ada yang dua orang
per KK jadi keluarga campur. Selain itu umatnya berpencar-pencar
mulai dari Gunung Kidul (Tawangrejo) sampai gunung Gulun dae-
rah Kali Gunting. Menurut Bu Etik salah satu pengurus lingkungan
mengatakan: ”Saat ini di lingkungan St Petrus sudah membentuk
jadwal untuk doa rutin satu tahun bergiliran di rumah umat,
dimaksudkan supaya merata, agar ada kesempatan saling kunjung
dan bisa mengetahui keadaan umat lainnya walaupun yang jauh” .
Selain tempatnya jauh-jauh umatnya juga banyak yang su-
dah lansia dan sakit. Salah satunya umat yang rumahnya di desa
Dermo itu Pak Santosa juga menderita sakit Glucoma hingga
nggak bisa melihat. Pengurus sudah mengusulkan untuk dikun-
jungi dan dikirim komuni oleh Asim, katanya sudah satu bulan le-
bih nggak bisa ke gereja. Untuk mengakrabkan umat dengan Ro-
mo maka ada usulan agar setelah misa sebaiknya Romo tidak
langsung ke Saradan, bisa tinggal dulu bertemu umat, bergaul
lebih lagi, karena sekarang sepertinya Romo kesusu-susu.
Romo menyampaikan terimakasih masukannya, dan memang
secara geografis Caruban-Saradan satu jalur maka rute yang ideal
begitu. Dan sekarang ada waktu walau sedikit karena misa di
Saradan di mulai pukul jam 10.00, maka Romo bisa tinggal sete-
ngah jam di Caruban, memberi waktu bila ada umat yang ingin
ketemu Romo. Demikian sekilas kerinduan umat untuk bisa di-
kunjungi romo atau bersalam sapa karena umat yang sakit dan
yang tua-tua membutuhkan perhatian dan doa. Terimakasih.
TAMU KITA
Tantangan Ibu Ketua Stasi Caruban, dalam
melayani umat yang jauh-jauh
Tamu kita kali ini adalah ibu Yustina Ertin Widyastuti, ketua
stasi Caruban periode sekarang, yang tinggal di Jln. H. Agus Salim
No 5 Caruban. Istri bapak Yustinus Yudi Utomo ini memikul tang-
gung jawab besar untuk melayani umat stasi Caruban yang umat-
nya jauh-jauh, daerahnya luas meliputi daerah Kabupaten Madiun
Timur sampai perbatasan Ngawi. Ibu Ertin, itu nama panggilan-
nya, mengawali pelayanannya bersamaan dengan masa pandemi,
dimana gereja lock down, umat nggak bisa kegereja, umat yang
jauh butuh perhatian, kunjungan dan kekuatan iman, hingga ka-
dang membuatnya stres. Sekarang setelah keadaan new normal
stasi Caruban bergerak maju dengan tantangan tersendiri.
Siapa bu Ertin ini? Beliau adalah putri pak Daliman, tokoh
umat katolik pertama di Caruban. Ayahnya yang babat alas untuk
membangun stasi Caruban, bersama dengan pak Cun lian. Saat
itu belum ada gereja, maka ibadat dilaksanakan di rumahnya.
“Tempatnya ya di rumah yang kami tempati sekarang itu di Kawe-
danan, terus dijadikan SMK sekaligus juga dibuat tempat ibadah.
Kemudian umat mendapat tanah dan dibangun gereja” kata bu
Ertin. Jadi kalau mengenang stasi, beliau adalah ketua stasi Caru-
ban yang pertama. Jadi awalnya tempat untuk misa di rumah
bapaknya bu Ertin kadang di rumah umat yang lain.
Pak Matius Josef Daliman adalah orang asli Caruban, orang
tuanya yang punya toko di Caruban disekitar kanan kiri jalan
kota Caruban, orang menyebut Mbah Carik. Menurut Bu Ertin
neneknya dulu beragama kepercayaan hanya ibunya yang Kato-
lik, adiknya Muslim. Kata bu Ertin: “ Jadi rumah bapak dan rumah
nya Om Cun liang itu yang terus dibuat ibadah, akhirnya gereja
bisa punya tanah sendiri”. Jadi dulu semua hal tentang pelayanan
di stasi yang handle ya pak Daliman, seperti setiap Minggu mem-
persiapan misa yang saat itu romo-romo Bule ada yang dari Ma-
diun ada yang dari Kediri. Kemudian setelah berkembang stasi
Caruban dipecah jadi 4 lingkungan.
Kenapa namanya Maria Asumpta? Dulu namanya Gereja St.
Maria. Terus Romo Joko sering nambahi Asumpta. Setiap kali
romo Joko kesini selalu ditambah Maria Asumpta. Setelah itu
umat juga bingung Gereja St. Maria itu kan banyak, akhirnya
Dewan Stasi mengambil nama Maria Asumpta. “Namanya bagus
dan ada lagu nya pisan” kata bu Ertin.
Tentang umat yang jauh-jauh maka perlu ada program kun-
jungan umat, terutama umat yang tidak aktif di lingkungan serta
keluarga katolik yang mulai menjauh dari gereja. Dengan adanya
pemutakiran data umat maka pengurus bisa mengupdate kem-
bali dan mengetahui mana-mana umat yang mulai menghilang
dan umat yang baru. Usulan dari Ka Stasi, mohon berkat dan doa
Romo agar bisa punya ruang pertemuan, karena ada banyak
kegiatan seksi yang kekurangan tempat. Ok Semoga sukses.
BERITA SEPUTAR PAROKI ST. CORNELIUS
Pelantikan Pengurus SKCM
Pada misa perayaan Santo Pelindung Paroki, Jumat, 16 Sep-
tember 2022, pukul 18.00, para pengurus SKCM (Solidaritas Kema
tian Cornelius Madiun) dilantik oleh Romo Paroki RD Leo Giovani
Marcel. Para pengurus mengenakan baju batik duduk di bagian
depan. Romo Leo membacakan nama pengurus dan yang bersang-
kutan berdiri di tempat dan menyampaikan janji setia untuk men-
jalankan tugas dengan sepenuh hati. Kemudian Romo mendoakan
dan diperciki air suci. Selamat bertugas.
Para ASIM menghadiri Zoom Meeting
“Up-grading Pelayan Liturgi”
Pada hari Minggu tanggal 18 September, jam 10.00 WIB, para
Asisten Imam berkumpul di ruang rapat kevikepan untuk mengikuti
zoom meeting dengan tema Upgrading Pelayan Liturgi yang diseleng
garakan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya bersama Romo
Puri A. Hadir hampir seluruh Asim dari madiun datang menyimak
setiap meteri yang di sampaikan pembicara.
Seksi Keluarga: Misa HUP bulan September
Seksi keluarga tetap konsisten menjalankan program Misa Hari
Ulang Tahun Perkawian (HUP) setiap akhir bulan. Pada bulan
September dilakukan pada tanggal 25 September masing-masing di
Gereja St Cornelius ada 5 pasutri dan di gereja St Maria Asumpta
Caruban ada dua pasutri. Misa dipimpin Romo Alex dan setela-
komuni umat berdiri didepan altar dan didoakan dan diperciki air
suci sebagai tanda agar pasutri setia dengan janji perkanwinanya.
Lingkungan St. Yohanes Nambangan Kidul
Lakukan Kunjungan ke umat Lansia
Kunjungan lansia
(ibu Maria Sunarsih)
pada hari Selasa, 13
September 2022 di
jl. Podang no. 78
Madiun. Beliau
tinggal sendirian di
rumah tanpa ada
keluarga yang
menemani. Dari
kunjungan tersebut
beliau menghendaki
utk dikirim komuni
Kudus setiap hari
Minggu.
Kunjungan orang
sakit (Ibu Ramli)
dan lansia (Bpk
Ramli) di jl. Truno-
joyo no. 40B
Madiun Jumat, 02
September 2022.
Beliau berdua juga
selalu dikirim
komuni Kudus
setiap Minggu oleh
Bpk Marji selaku
Asisten Imam
lingkungan St.
Yohanes
Asim kirim Komuni bagi umat yang sakit
di lingk. St. Yohanes Nambangan Kidul
Ada rasa syukur khususnya umat yang sakit bisa terima
Komuni dirumah. Itulah yang terjadi di lingkungan St Yohanes
Nambangn Kidul ada penerimaan komuni Kudus rutin setiap hari
Minggu bagi warga yang sakit yang dilaksanakan oleh Bpk Marji
selaku Asisten Imam lingkungan St. Yohanes . Pada foto diatas ada
tiga umat yang dilayani untuk penerimaan komuni suci di rumah.
Terimakasih kepada Bpk. Mardji Asim Lingkungan St Yohanes
Nambangn Kidul.
Pembinaan Iman Anak di Stasi Caruban
Selama BKSN seksi pembinaan Anak mengadakan pertemuan
setiap minggu. Kegiatan yang di khususkan bagi Anak PAUD dan
TK diajak untuk mengikuti lomba mewarnai. Ibu Thithing sebagai
Pembina BIAK terlihat telaten membimbing anak-anak di gereja
Caruban setelah misa selesai. Kegiatan yang positif dimana anak-
anak dipanggil untuk mengenal Kitab suci.
Terimakasih Bu Thithing atas pelayanannnya.
Seksi pembinaan umat di stasi caruban yang dipimpin Bu
Thithing juga mengajar iman anak-anak yang kelas 4 sampai de-
ngan SMP kelas 1. Pada kesempatan tersebut tim pembina menga-
dakan lomba membaca Kita Suci selama bulan Kitab suci Nasional.
Tampak anak-anak dilatih berani membaca kitab suci didepan
mimbar. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak semakin men-
cintai Kitab Suci. Selamat dan sukses BIAK stasi Caruban.
Meriah Pesta Nama Pelindung Gereja Santo
Vincentius Jenangan
Yang dapat hadiah Sepeda anak dari dusun Robahan Jenangan
Meriah perayaan pesta nama pelindung gereja St. Vincentius
Jenangan. Perayaan ini sudah ditunggu-tunggu umat Stasi Jenang-
an setelah lama menanti karena pandemi. Menurut para pengurus
Serikat St Vincensius Madiun yang ikut misa di sana mengatakan
bahwa ada beberapa rangkaian acara, yang diawali dengan jalan
sehat pada tanggal 25 September dan kemudian ditutup dengan
Misa Syukur pada hari Selasa tanggal 27 September jam 18.00.
Animo umat Stasi Jenangan tumpah-ruah menyambut pera-
yaan pesta nama pelindung stasi dengan ikut jalan sehat yang
dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 September. Masyarakat
Bandungan dari semua lapisan ikut memeriahkan pesta nama gere
ja di desanya tersebut. Sudah sejak pagi peserta mulai berdatangan
halaman gereja dan finis di Kantor Desa dengan rute keliling desa
Bandungan yang dikuti kurang lebih 900 peserta.
Yang mendapat hadiah Tv 24, ibu dari RT 05 Kulon Sawah
Tampak barisan umat stasi Jenangan mengular di sepanjang
jalan utama desa Bandungan. Masyarakat dan para tokoh peme-
rintahan ikut serta memeriahkan perayaan pesta nama gereja.
Suasana sangat meriah karena banyak hadiah yang disediakan
panitia. Puncak acara dipusatkan pada Misa Syukur tanggal 27
September, dilanjutkan pesta seni dan pesta umat di halaman
gereja. Selamat merayakan Pesta pelindung stasi Jenangan, mugi
bertambah subur Murid Kristus di tanah misi lereng gunung
Pandan. Berkah Dalem.
Yang mendapat hadiah Kulkas, ibu dari dusun Kedungrejo
BKSN 2022 PAROKI SANTO CORNELIUS
Kirim foto kegiatan BKSN ke No WA : (081334372896) & (081556439468)
Foto kegiatan BKSN bisa dikirim ke redaksi WKC : WA(081334372896)&(081556439468)
BKSN ke 3 & ke 4 di Lingkungan Santo
Fransiskus Asisi Winongo
Foto atas : Pada tanggal 20 September 2022 Lingkungan St. Fran-
siskus Asisi Winongo mengadakan BKSN pertemuan 3 yang dilaksa
nakan di rumah Ibu Karti di jln Sabdo Palon Gg 1. Yang hadir
sebanayk 20 orang. Foto bawah : Pada tanggal 28 September
BKSN ke 4 di rumah Bpk. Aloysius Soesetyo Jln Wirabumi yang
hadir sebanyak 20 orang. Terimakasih .
BKSN Lingkungan St. Maria Nambangan Lor
Lingkungan St Maria Nambangan Lor adalah lingkungan
yang letaknya berada di tengah kota Madiun di seputar jln H Agus
Salim, Jln Majen Sungkuno Sikatan, Jln. Merpati, Cendrawasih, Sriti,
dan Jln Manyar dengan ketua lingkungan ibu Cecilia Sudaryanti.
Selama masa pandemi memang sempat tidak ada kegiatan di
lingkungan, tapi setelah keadaan membaik dan ketua lingkungan
yang baru mulai menjadwalkan kegiatan lingkungan seperti BKSN.
Dan ternyata banyak umat yang rindu untuk bertemu, bersekutu
bersama dalam doa dan sharing iman.
Dalam bulan Kitab Suci ini kegiatan lingkungan sudah mulai
bergerak, uamt merindukan bisa kumpul berdoa, berbagi dalam
suka duka. Untuk kegiatan BKSN telah berjalan sesuai rencana
setiap minggu sekali dan dan pada tanggal 15 September 2022 di
laksanakan BKSN pertemua ke dua yang dihadiri kebanyak ibu-
ibu. Sedangkan BKSN pertemuan ke 3 juga telah dilaksanakan pada
tanggal 22 September.
BKSN di Lingkungan St. Gregorius Agung
Sedangkan foto Lingkungan St
bawah ini adalah Gregorius Agung
pertemuan BKSN berada di daerah
yang ke dua dan Nglames, dan
Tawangrejo, telah
mulai terlihat melaksanakan
banyak umat yang BKSN. Terlihata
datang. BKSN yang dalam foto atas:
keda dilaksanakan
Kaling Bpk Anton
pada hari Jumat sedang memimpin
tanggal 23 BKSN pertemuan
September. pertama, tanggal
Tampak 16 September.
Banyak umat yang
pertemuan lebih hadir .
menyenagkan, Terimakasih
umat bisa berbagi semoa semakain
iman. Terimakasih. cinta Kitab Suci.
BKSN di Lingkungan St. Anna Caruban
Lingkungan St Anna Caruban mengisi bulan kitab suci dengan
terus mengadakan pertemuan setiap minggu. Dalam foto atas dan
bawah tampak pertemuan BKSN pada hari Sabtu tanggal 24
September pukul 18.00 di rumah Bpk. Aloysius Prasetyawan di
Perum Puri Intan Sari A-29. Tampak ada sekitar 16 orang yang
hadir dan banyak anak muda yang terlibat. Salam persekutuan
BKSN ke 4 di Lingk. St. Antonius Patihan
Lingkungan St Antonius pathan telah menyelesaikan
rangkaian kegiatan BKSN 2022 yang dilaksanakan pada masing-
masing KKU. Tujuan mengadakan BKSN per KKU adalah agar umat
semakin dekat satu sama lain dan tidak malu untuk bersharing.
Juga dengan dilaksanakan per KKU umat menjadi semakin dekat
bisa curhat dari hati-kehati untuk menjadi penguat iman. Selain itu
dengan pelaksanaan kegiatan per KKU maka menjadikan umat
yang tidak aktif bisa terlibat dan datang, sekaligus latihan untuk
memimpin ibadat.
BKSN Pertemuan ke empat dilaksanakan pada hari Selasa,
tanggal 27 September secara serempak. Untuk KKU 1 bertempat di
rumah bu Purbadari yang hadir 9 orang. KKU 2 di tempat pak Fir-
man yang hadir 10 orang, KKU 3 di rumah Sudiyanto yang hadir 7
orang sedangkan KKU 4 di rumah pak Didik yang hadir 4 orang.
Jadi total umat yang hadir pada BKSN 4 lingkungan St. Antonius
Patihan sebanyak 30 orang. Terimakasih Berkah Dalem.
BKSN di lingk. St. Yohanes Nambangan Lor
Pertemuan BKSN
ke-l di Lingkungan
St. Yohanes
Nambangan Kidul
dilaksanakan pada
hari, Selasa, 06
September 2022,
bertempat di
rumah Ibu Suryadi
jl. Jalak l no.
2, dengan
pemandu Bpk
Marji. Tampak
kurang lebih 9
orang yang hadir
Untuk pertemuan
BKSN yang ke-ll
Lingkungan St.
Yohanes, dilaksa-
nakan pada hari
Rabu, 14 Septem-
ber 2022, bertem-
pat di rumah ibu
Nita jl. Trunojoyo
no. 40B, Madiun
dengan pemandu
Bpk Dewa.
Tampak umat
sedang membaca
dan merenungkan
Kitab Suci
Pada hari Kamis,
22 September
2022 dilaksanakan
Pertemuan BKSN
yang ke-lll di
Lingkungan St.
Yohanes, ,
bertempat di
rumah Ibu Widya
Budi jl. Elang Vll
no. 2, pemandu
Bpk Marji . Cukup
banyak umat yang
hadir karena
memang waktunya
pas bisa datang.
Pada Pertemuan
BKSN ke-lV atau
yang terakhir
dilaksanakan pada
hari Senin tanggal,
26 September
2022, bertempat
di rumah Bpk
Eddy Soetanto jl.
Elang ll D-
16,Madiun.
Pemandu Bpk
Marji, dihadiri
kurang lebih 10
orang.
Terimakasih
SEKILAS INFO Misa Syukur Pesta Nama
Paroki St. Cornelius
Madiun, 16 September 2022
Misa Konselebrasi
memperingati Pesta Nama
Paroki St Cornelius Madiun.
Setelah misa syukur umat
menikmati pentas seni dan
pesta umat didepan
pastoran. Selamat dan
sukses atas terselenggara-
nya perayaan ini.
Berkah dalem
BIAK St. Antonius Patihan
Madiun, 17 September 2022
Bu Didin, Bu Vero Roni dan
Bu Juli sedang mengadakan
BKSN untuk anak-anak BIAK
Lingkungan St Antonius
Patihan, yang kemudian
dilanjutkan acara mewarnai
dan anak 2 senagn dengan
cara tersebut.
PPNK Oktober 2022
Madiun, 18 September 2022
Tim PPNK ( Pembinaan Pra
Nikah Katolik) St Cornelius
Madiun telah menyiapkan
program pembinaan bagi
calon pasutri yang
direncanakan pada tanggal
15-16 Oktober di ruang
kevikepan Madiun. Silahkan
bagi calon pengatin yang
ingin mendaftar.
RIP Pak C. Sabarno
Madiun, 25 September 2022
Tim PPNK ( Pembinaan Pra
Nikah Katolik) St Cornelius
Madiun berduka. Salah satu
pemandu PPNK bapak
Cornelus Sabarno telah
dipanggil Tuhan dan di
makamkan di desa Gosong
Gemarang Saradan Madiun
Semoga Damai di surga.
. SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN .
Periode : Tanggal 1-15 Oktober , bagi pasutri :
Lingkungan PASUTRI HUP
St. Antonius, Patihan PAULUS YOHANES THEIN - LAURENSIA CITRA AURANTI FOLIA 8/10/2009
St. Gregorius Agung, Nglames FRANCISCO HUGO DA C. SOUSA - ANA MARIA SILVA 3/10/1988
St. Gregorius Agung, Nglames CARLOS OLIVEIRA DA COSTA - MARTINHA F.C. XIMENES 10/10/1992
St. Thomas, Kartoharjo JOHANNES RASIMIN- JOSEPHA PARIASIH 9/10/1967
St. Aloysius Pandean Faustinus Yanerdi Eko Sugito-Maria Paulina Kurnia Indrajati 10/10/1998
St. Aloysius Pandean STEVANUS ANDREAS GUNADI - RINA PUSPITA 11/10/2009
St. Carolus Boromeus Josenan CORNELIUS DJAKA SAPTANA - YUSTINA SUHARSRI 12/10/1984
St. Carolus Boromeus Josenan Antonius Sudarno - Katarina Barini 2/10/1981
St. Johanes Nambangan Kidul YOHANES BAPTIS SURYADI - MARIA GORETHI UTAMI LESTINOWATI 2/10/1977
St. Johanes Nambangan Kidul FEBRI SUBAGIO - LUCIA SULAMI 8/10/1982
St. Maria Nambangan Lor Laurensius Djie Kian Liong - Fransiska Erni Koentari 8/10/1995
St. Caecilia, Taman HENDRIKUS RIPIN JOPUTRA - MARIA GEORGIA CHRISTEN SANTOSO 9/10/1994
St. Caecilia, Taman MICHAEL IRAWAN - ANCALIA NATALIA HIDAJAT 6/10/2002
St. Maria, Kejuron VINSENSIUS YOVIN YUSTIAN - VINSENSIA KRISTIN SUKASIH 4/10/2009
St. Fransiskus Asisi Winongo YOHANES ANANG AGUNG SURONO - THERESIA SAJEKTININGSIH 4/10/1997
St. Fransiskus Asisi Winongo ANDREAS KOESHARJONO - LAURENTIA SUPINAH YULIAWATI 8/10/2004
St. Margaretha, Winongo VINSENSIUS PURWADJI - MARIA PARSINI 6/10/1994
St. Margaretha, Winongo IGNATIUS SARKUN - THERESIA SRIYANI 8/10/1967
St. Vinsentius , Pangongangan YAKUBUS AGUS SUGIHARTO - ELIZABETH LIDYAWATI HARTONO 5/10/2002
St. Yohanes, Jenangan ARSENIUS AGUNG SUBIYONO - FRANSCISKA WARNIATI 8/10/1995
St. Yohanes, Jenangan FRANSISCO CAPILLUS SUMARDI - VALENTINA RENIATI 4/10/1994
St. Petrus, Caruban YACUBUS BUDI MARGONO -THERESIA ENDANG RUMINI 9/10/1999