The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Warta Keluarga Cornelius Juni II 2022 ( Final )

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aries.wahyuwitomo, 2022-06-14 09:10:27

Warta Keluarga Cornelius Juni II 2022 ( Final )

Warta Keluarga Cornelius Juni II 2022 ( Final )

KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3

Edisi : Juni II, No 29/WKC/2022 TWMeaalprd.tiau(0kne8Ml1u3aa3rd4gi3au37n12@8ll96g6m3)11a2i21l.c1om1

.RENUNGAN.

INSPIRASI SURAT GEMBALA BAPA USKUP,
PADA PERTEMUAN KELUARGA SE DUNIA KE 10

Tema: “Kasih Keluarga: Panggilan dan Jalan Kekudusan”

Oleh: Stanislaus Aries Wahyu

Ada pertanyaan menarik tentang tema pada pertemuan kelu-
arga se dunia ke 10 tahun 2022 : “Kasih Keluarga : Panggilan dan Ja-
lan Kekudusan”. Benarkah panggilan hidup berkeluarga bisa men-
jadi jalan menuju kekudusan? Karena yang kita tahu bahwa jalan ke-
kudusan itu ya para iman, dan biarawan-biarawati. Ternyata nggak
juga, ada seorang ibu rumah tangga yang digelari ”beata”, yaitu
“Beata Anna Maria Taigi”, pengaku Iman, yang diperingati setiap
tanggal 9 Juni. (Buku “Orang Kudus Sepanjang Tahun” yang disusun
Mgr. Nicholas Martinus Schneiders, CICM).

Anna Maria Taigi digelari “beata” bukan karena anugerah peng-
lihatan ajaib, tapi karena kasihnya kepada keluarga. Dikisahkan

Anna Maria lahir di Seina tahun 1769, dan menikah dengan Doming-
go di saat usia 21 tahun dan Tuhan anugerahkan tujuh orang anak.
Mereka hidup sederhana namun bahagia. Untuk menambah penda-
patan keluarga, Anna Maria menerima pesanan jahitan. Banyak
sekali pengalaman pahit yang dialami, namun semua dipersembah-
kan kepada Tuhan. Baginya mendidik dan membesarkan tujuh
orang anaknya berserta ibunya bukanlah perkara mudah. Beban
semakin bertambah ketika Sophia anaknya menjadi janda dan kem-

bali tinggal dengannya bersama enam anaknya .
Dalam keadaan yang sedemikian berat itu Anna Maria seperti

mailaikat pelindung dan pendamai. Urusan rumah tangga diberes-
kan dengan kasih. Pada suatu hari Tuhan menampakan padanya da-
lam rupa bulatan Cahaya Illahi. Ia menyerahkan diri sepenuhnya
pada kehendak Tuhan mengikuti jalan kesucian. Kemudian Tuhan
menganugerahkan Rahmad Illahi kemampuan mengenal batin dan
nasib orang. Hingga banyak orang datang untuk meminta bimbing-

an. Meskipun banyak waktunya untuk melayani, namun kewajiban
sebagai ibu rumah tangga tak pernah dilalaikan. Anna Maria Taigi
meninggal pada tahun 1837

Inilah ungkapan kegembiraan dan kebahagiaan Dominggo
Taigi (suami) berserta anak-anaknya dan juga pembantu rumahnya
saat berlangsungnya proses pernyataan “beata” atas diri Anna Taigi.
“Keluargaku seperti firdaus, dan hatiku sungguh bahagia”. Mereka
kagum akan kesucian hidup Anna Maria yang sangat mencintai kelu-
arga dengan perhatian dan kebaikan yang luar biasa.

Bersama kisah Beata Anna Maria Taigi ini menginspirasi kita
pada Surat gembala, yang dibacakan dalam Misa Hari Raya Penta-
kosta, 4-5 Juni yang lalu. Bapa Uskup mengajak para Keluarga se
Keuskupan Surabaya untuk bangkit memulihkan semangat dan
pengharapan ke depan dan menyadari kembali bahwa kasih dalam
keluarga merupakan panggilan suci dari Sang Maha Kasih sekaligus
menjadi jalan pengudusan ditengah arus suka duka kehidupan duni-
awi. Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati.

.SERBA-SERBI.

PASUTRI VINCENTIUS HARDI-VERONICA
ISMIJATI, MERINTIS JALAN KEKUDUSAN

Pasutri Vincentius A Paulo Hardi-Veronica Ismijati kalau ke
gereja tempatnya sudah pasti selalu di depan. Katanya nggak strek
kalau nggak lihat Romo. “Romo kan wakilnya Kristus di dunia, jadi
saya harus melihatNya”, kata bu Hardi bersemangat. Hal itu juga
dibenarkan oleh mbak Dani, putri pertama bahwa tempat duduk-
nya selalu disisi sebelah kanan (belakang Asim). Kalau misalnya
kebagian duduk di belakang, beliau pasti komplain “Kok dari tadi
nggak berangkat sih”. Jadi kalau misa Natal atau Paskah mereka
sekeluarga mesti datang satu jam sebelumnya agar bisa di depan.
Dan itu kebahagiannya bisa memandang Kristus, terutama saat
Romo angkat Hosti dan bunyi goong....

Bu Veronica Ismijati ini awalnya bukan Katolik. Ia menjadi
Katolik saat kelas SD 5, karena ada pelajaran agama di rumah
kakaknya lewat misi Romo Yansen. Akhirnya beliau dibaptis oleh
Romo Yansen di gereja Gringging Kediri. Padahal bapaknya adalah
Modin, tapi beliau menyerahkan sepenuhnya pada anak-anaknya.
Sedangkan ibunya “Baptis Rindu” karena menjelang dipanggil
Tuhan ingin sekali baptis hingga akhirnya sedo duluan.

Pertemuan pasutri ini, semua karena Tuhan. Setelah lulus
sekolah perawat di RKZ Surabaya, bu Hardi harus mengikuti ikatan

dinas di Rumah Sakit St Clara Madiun pada tahun 1965, ditugaskan
di poliklinik Jerbong Ngawi, terus setelah masa ikatan dinas habis
pindah ke Madiun yang akhirnya bertemu dengan pak Hardi. Saat
itu pak Vincentius Hardi belum Katolik, dia berkerja di DKT sebagai
analis. Menurut cerita pak Hardi “Tuhanlah mempertemukan kami
di RS St Clara, saat itu ada temen saya mengajaknya untuk main di
St Clara, akhirnya kami ketemu”

Pak Hardi asli Magetan, merupakan keluarga non Katolik.

Beliau adalah satu-satunya yang Katolik, bahkan kakaknya adalah
ketua Muhamadiyah Magetan. Tapi memang menurut cerita, pak
Hardi dari kecil sudah tertarik untuk menjadi murid Kristus setelah
melihat tetangganya yang kebanyakan orang Thiong Hoa yang
Kristen dan tiap hari minggu gereja, hingga menarik hatinya.
Semua menjadi kenyataan setelah dia ketemu bu Hardi yang
Katolik, yang kemudian membuatnya mantab dibaptis sebelum
pernikahan. Beliau berdua menikah pada tanggal 15/08/1971 di
gereja St. Vincentius Ngringing Kediri oleh Romo FX Wartadi CM.

Setelah menikah boyong ke Madiun, sewa di jln. seram dan seka-
rang beliau tinggal di jln. Jln. Salak Barat V/ B7 Madiun. Tuhan
menganugerahkan tiga putra-putri, yang pertama mbak Dani, nama
lengkapnya Elisabet Sari Endah Wardani tinggal di Madiun, dan
adik-adiknya di Malang sebagai dokter kandungan dan yang di
surabaya itu sebagai dosen.

Kebahagiaan orang tua adalah melihat anak-anaknya rukun.
Semua itu adalah buah dari pendidikan iman orang tuanya. “Saya

bersyukur ketiga anak saya ini rukun, saling menolong” Kata bu
Ismijati.. Resep apa? Kata mbak Dani “Dulu itu kalau mau main, jam
9.00 malam itu suruh pulang suruh doa bersama. Di bagi ini bagian
Rosario, itu baca Kitab Suci”. Inilah realitas penerapan pendidikan
iman di keluarga Hardi-Ismajati sudah dilakukan sejak dini. Selain
itu ada reladan adil, misalnya bila mereka berpergian, kalau mau
beli ya harus semua dibelikan dan saling mengingatkan “la kanggo
adik endi?” Dan sebaliknya, jadi ikatan persaudaraan itu terbina
sejak kecil. Tradisi kegereja juga begitu. Kalau kegereja waktu itu

yang

sejak kecil. Tradisi kegereja juga begitu, mereka bersama-sama,
naik becak ke gereja. Sampai sekarang kalau Natal/Paskah, putra-

putranya yang diluar kota sempatkan pulang, walau cuma semalam,
dan kegereja bersama.

Usia pak Vincentius Hardi sekarang 80 tahun, dan ibu Veronica
Ismijato usia 77 tahun. Beliau telah melewati pernikahan emas pa
da tahun yang lalu. Mereka adalah para tokoh lingkungan lama. Pak
Hardi dulu bagian penggalian dana, bersama tokoh Katolik lain
seperti pak Iswahyono, Pak Mul (almarhum), pak Tomo, Pak Kamto,
pak Hari Sujarno. Beliau keliling mendata umat di daerah ini, yang
masih bernama lingkungan Taman. Kemudian berganti menjadi ling

kungan St. Petrus. Terus ada pemekaran menjadi St. Petrus dan St
Ceacilia. Sedangkan bu Hardi, selain pengurus lingkungan, beliau
juga aktif di kelurahan sebagai pengurus PKK RW, pengurus Lansia
RW sampai sekarang.

Demikian perjalanan panggilan berkeluarga pasutri Vincentius
A Paulo Hardi-Veronica Ismijati menuju kekudusan, lewat jalan
sederhana, yaitu : Cinta Ekaristi dan disiplin berdoa, yang menjadi
modal kita sebagai murid Kristus yang dewasa dalam iman dan

misioner. Berkat Tuhan melimpah . Amin.

KUNJUNGAN DAN SAKRAMEN PERMINYAKAN
KE IBU VALENTINA SUPARTINI

Pada tanggal 2 Juni yang lalu seksi Keluarga dan Romo spe-
sial berkunjung ke salah satu keluarga yang sedang sakit. Sesuai
informasi dari ketua lingkungan St. Albertus, mas Antonius Cahya
Baskara, bahwa ibunya sedang sakit, maka dia minta agar saat kun-
jungan, Romo bisa memberikan Sakramen Perminyakan buat ibu-
nya, bu Valentina Supartini yang dirawat di Rumah Sakit. Tepat
jam 10.30, Romo tiba di RSUD Sogaten dan para keluarga lingkung-
an sudah menunggu guna mengikuti upacara Sakramen Permi-
nyakan untuk bu Valentina di ruangan Wijaya Kusuma.

Sampai saat ini, bu Valentina sudah 14 hari di RS dengan
kondisi dalam perawatan intensif. “Kemarin masih bisa berkomuni-
kasi, tapi sekarang sudah nggak bisa, tapi kalau diajak ngomong
masih bisa melihat” kata Mas Cahyo. Sebelum sakit beliau tinggal
bersama putra ragilnya yaitu mas Cahyo dan istrinya, di Jln. Timor
No. 12. Setelah keadaan ibu sakit begini maka keluarga muda ini
gantian jaga ibunya di RS, “Istri saya masih kerja, setelah pulang
gantian dengan saya.” kata Mas Cahyo mnegaskan.

Upacara Sakramen Perminyakan dibuka oleh Romo : “Semoga
air berkati ini mengingatkan kita akan pembaptisan yang telah kita
terima. Dan akan Kristus yang telah menebus kita dengan pende-
ritaan dan kebangkitanNya”. Romo mengajak kita semua yang
hadir untuk merenungkan Injil ”Orang-orang sakit datang kepada
Yes

Yesus dan minta supaya disembuhkan olehNya. Yesus kini hadir
ditengah-tengah kita.” Romo melanjutkan: “Lewat pengataraan
Rasul Yakobus, Yesus berpesan kepada kita. Jika ada seorang dian-
tara kamu yang sakit, baiklah ia mengambil para penatua jemaat
supaya mereka mendoakan serta mengurapinya dengan minyak
dalam Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan
orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia. Dan Jika ia ber-
buat dosa, maka dosanya akan diampuni. Oleh karena itu saya da-
tang sebagai Imam gereja kepada Ibu Valentina Supartini yang sakit
ini, mari kita berdoa dan mengurapinya. Kita serahkan saudara kita
yang sakit kepada Rahmad dan kekuatan Kristus agar dibangunkan
kembali dan diselamatkan”.

Setelah itu dilanjutkan doa memohon Kerahiman Illahi, kemu-
dian Romo mengolesi minyak di tangan ibu Valentina Supartini
dibantu Mas Cahyo. Suasana kusuk dan semua berdoa agar ibu
Valentina bisa segera sehat dan aktif lagi dilingkungan. Karena Bu
Valentina ini bersahabat dengan, Bu Ning dan Bu Gunadi, mereka
adalah “Srikandi” lingkungan St. Albertus. Terimakasih doa-doanya
semoga Tuhan Yesus mengabulkan permohonan kita. Amin

.WAWANCARA.

SAYA SENANG DAN BANGGA MENJADI KATOLIK.

Wawancara kita kali ini bersama pasutri Ignatius Sarkun-
Theresia Sriyani warga lingkungan St. Margareta Winongo. Ngobrol
bareng di rumahnya di jln. Mojopahit no 16 Winongo, tanggal 2 Juni
yang lalu ditemani ketua lingkungan pak Wahyu Aji. Bagaimana
perjalanan keluarga ini menjadi Katolik menarik untuk kita simak.
Bapak dan ibuk ini aslinya dari mana?
Kami asli dari Winongo Madiun. Ini rumah masa kecil bu Sarkun.
Kalau rumah saya di sebelah utara rumah ini jadi tonggo dewe.
Semuanya dulu sudah Katolik?
Belum. Ceritanya begini: Istri saya ini dulu sekolah SMPnya St. Lois
dan saya SMP I, tapi dari dulu saya sudah pingin jadi Katolik. Kemu-
dian, saya masuk AURI tahun 1964 ditempatkan di Sanggau masih
bujang, pulang Madiun kawin Islam tahun 1967. Pada tahun 1968
pindah Pontianak, kemudian baru menjadi Katolik.

Jadi menjadi Katolik dan dibaptis di Pontianak?

Iya, kami dibaptis di Gereja St. Yusuf Katedral Pontianak. Setelah
dibaptis perkawinan kami diperbaruhi di Katedral Santo Yosef Pon-
tianak juga. Saya dianugerahi Tuhan tiga anak. Nomer satu di Ban-
dung Agnes Sri Wahyu Handayani, yang kedua Bernardus Kuncoro
Herdwityanto dan yang ketiga Fransiskus Xaverius Kodrat Kurni-
awan. Semua lahir di Pontianak.

Jadi Katolik itu awalnya dari mana?

Waktu di Sanggau itu saya bergaul dengan temen yang namanya
Ishak Suparman, dia orang Katolik. Saat mau pindah saya dikasih
Yubitate sama apa itu yang sekarang namanya Puji Syukur, yang
bukunya dalam bahasa jawa oh iya “Padupan Kencomo”. Setelah di-
baca-baca saya tertarik. Di Pontianak saya kenal Kepala Permi-
nyakannya orang Katolik aslinya dari Klaten, Pak Marman. Orang-
nya baik waktu saya mau menikah itu dia menyumbang oli satu
drum. Saya sering kerumahnya setiap hari saya kesana.

Terus bagaimana proses bpk/ ibu dibaptis?

Setelah itu saya sudah mantab untuk menjadi orang Katolik maka
saya mengikuti pelajaran untuk baptis. Waktu itu pelajarannya di
rumah, jadi Katekisnya yang datang. Kemudian kami beserta istri
dibaptis sekaligus Penguatan di sana.

Bagaimana perasaannya?

Ya perasaan saya sudah mantab jadi Katolik gitu. Saya senang dan
bangga menjadi Katolik. Banyak kenalan di sana, banyak orang
Jawa, yang Katolik juga banyak dari Klaten, Solo Jogja, dan juga
orang Dayak. Kegiatan lingkungan ada doa Rosario. Kami merantau
di sana 15 tahun

Kapan pulang ke Madiun?

Tahun 1981 saat mau pensiun. Kebetulan ada yang mengganti saya
dari Solo ke sana. Saya bilang ke Mabes, mau minta pindah, kan di
Pontianak sudah puluhan tahun. Jadi saat pindah di Madiun saya
masih MPP, kemudian pada tahun 1991 baru pensiun.

Saat di Madiun juga aktif dilingkungan?

Ya aktif pak, kecuali pas jaga di kantor. Kalau dinas saya nggak bisa
ikut misa atau kegiatan lingkungan.

Ada kesaksian saat jadi tentara ?

Saya ini kan polisinya AURI (Pol AU). Saat saya di Sanggau sana
ada gerombolan saat Dwi Kora. Ada gudang senjata di pangkalan
Sanggau Ledo (SW2) itu dikuasai sama gerombolan PGRS (Pembe-
rontakan Gerakan Rakyat Serawak). Korbannya 4 orang salah satu
nya pak Dirman orang Madiun. Sebagai orang Katolik kami harus
tegas, kebetulan Komadannya terlibat, Kamar Sandi yang dibawah
Sersan Slamet juga terlibat, makanya kami bongkar untuk menye-
lamatkan gudang senjata.

Demikian wawancara kami dengan pasutri Ignatius Sarkun-
Thersia Sriyani yang sudah memasuki usia perkawinan yang ke 54
tahun. Perjalanan iman di tanah rantau telah mengubahnya menja-
di murid Kristus yang bangga menjadi Katolik. Semoga kita semua
juga terinspirasi untuk bangga menjadi Katolik. Berkah Dalem.

INDAHNYA IKUT WEEK END PASUTRI

Para pengurus Marriage Encounter (ME) Paroki St. Cornelius
Madiun tersenyum ketika mendengar kesaksian salah seorang yang
pernah ikut Week End Pasutri. Mereka tentunya juga pernah me-
rasakan bagaimana dasyatnya ikut Weekend Marriage Encounter
(WEME). Bapak tersebut menceritakan bagaimana hebohnya saat
ikut WEME, katanya: ”Kami merasa bahagia seperti saat pacaran,
masa-masa yang begitu indah saat cinta mula-mula”. Tak hanya itu,
dia juga bercerita bagaimana hebohnya saat pulang dari WEME.
“Setelah kami pulang dari WEME disambut bak mempelai surga,
surprise, tiba-tiba anak-anak menyambut dengan merangkul, men-
cium dan tak bisa dibayangkan indahnya saat itu” kenanganya sam-
bil tersenyum bahagia.

Kegiatan inilah yang hendak dibagikan kepada para pasutri di
paroki St. Cornelius Madiun dengan mengundang para pasutri untuk
ikut, serta menyelami indahnya Weed End ME. Maka pada tanggal 4
Juni yang lalu Ketua ME Korda Madiun Bpk. Anthoni Susanto beserta
tim bertemu dengan Romo Kepala Paroki RD Robertus Tri Budi
Widyanto, minta ijin sekaligus mohon suportnya agar para Pasutri
di paroki St Cornelius bisa ikut Week End ME yang rencananya akan
dilaksananakan pada tanggal 29-3I Juli 2022 di Sarangan.

Dalam pertemuan itu ketua ME Paroki St. Cornelius memper-
kenalkan timnya dan memohon ijin untuk memasang Banner dan
suport untuk mengumumkan acara Week End ME dalam Misa di

Gereja St Cornelius Madiun. Dalam kesempatan tersebut juga ter-
jalin komunikasi yang baik serta banyak usulan dan Romo Paroki
pada prinsipnya mendukung sepenuhnya program ME. Berikut
pesannya: “Bila ada pasutri yang pingin ikut Week End ME direspon
dulu saja dan bila ada hambatan bisa dibicarakan kepada Kaling
atau Romo Paroki”. Selanjutnya Romo juga berharap tim ME bisa
menyatu dengan Seksi Keluarga Paroki dan ikut terlibat di dalam-
nya sehingga bila ada program ME bisa ditindaklanjuti lebih baik

dan terencana agar tidak terkesan ditodong.
Akhir kata, semoga pertemuan perdana Tim ME Paroki St Cor-

nelius Madiun dengan Romo Paroki dan Seksi Keluarga bisa sema-
kin memperkuat pelayanan bagi keluarga-keluarga di lingkungan,
Stasi serta Paroki. Ayo para pasutri yang belum pernah ikut ME,
segera daftar Week End ME di Sarangan nanti pada tanggal 29-31
Juli 2022 dan rasakan dasyatnya Week End ME. Silahkan telpon/
WA ke pasutri yang tercantum dibrosur dibawah ini guna menda-
patkan informasi selengkapnya. Tuhan Yesus Memberkati.



SEPUTAR KEGIATAN PAROKI ST. CORNELIUS

Foto kegiatan paroki bisa dikirim ke redaksi WKC No WA (081334372896) & (081556439468)

PAGUYUBAN KETUA LINGKUNGAN

PEMILIHAN PENGURUS PAGUYUBAN LINGKUNGAN

Oleh : Chatarina Andriyati Nurani

Pada hari Senin malam, tanggal 6 Juni 2022, jam 19.00 WIB
telah dilaksanakan Pertemuan Perdana Paguyuban Ketua Lingkung-
an dan Wakil Ketua Lingkungan se Paroki St. Cornelius Madiun di
ruang Balai Paroki. Agenda pertemuan saat itu adalah pemilihan
pengurus paguyuban lingkungan yang baru sekaligus serah terima
tugas dari pengurus lama yang telah habis masa baktinya.

Dalam kesempatan itu Kepala Paroki St Cornelius RD Robertus
Tri Budi Widyanto beserta Bpk. Leonardo Hendro Wahyu Aji seba-
gai ketua paguyuban lingkungan hadir untuk memimpin jalannya
pemilihan pengurus paguyuban yang baru. Suasana pemilihan cu-
kup dinamis, dihadiri sebagian besar ketua lingkungan dan terlihat
cukup gayeng dan positif.

Mekanisme pemilihan sederhana, langsung voting ditempat
itu tapi nilai-nilai demokrasi tetap berjalan. Hal ini merupakan ama-
nat anggota serta bentuk dukungan buat pengurus yang baru dalam
menjalankan tugasnya. Berikut hasil pemilihan Pengurus Paguyup-
an Lingkungan Paroki St. Cornelius Madiun Periode 2022 s.d 2024 :
Ketua: Martinus Donny Kurniawan Notowidjojo, Wakil : Leonardo
Hendro Wahyu Aji, Sekretaris : Chatarina Andriyati Nurani, Benda-
ha ra : Albertus Putut Tri Widagdo.

Kemudian acara dilanjutkan se-
rah terima dari pengurus lama kepe
ngurus yang baru. Dan secara khu-
sus Romo Udit mengucapkan terima
kasih kepada pak Wahyu Aji yang
telah berperan aktif dalam mengko-
ordinir Kaling selama ini. Juga ba-
nyak ucapan “Selamat kepada Pe-
ngurus yang baru semoga dapat
menjalankan tugas dan semangat
dalam setiap pelayanan”.
Terimakasih.

SEKSI KELUARGA PAROKI ST CORNELIUS

PPNK BERKUALITAS, BUKAN ASAL SERTIFIKAT

Metode ajar yang asik dan menyenangkan sangat diharapan-
kan anak-anak jaman sekarang. Mereka bosan dengan banyaknya
teori dan pengajaran model kelas. Mereka ingin suasana rilek dan
nggak mau materi yang monoton, ingin diberi kesempatan berpen-
dapat, menyatakan harapan dan ingin didengar perasaannya. Maka
kunci pengajaran pada jaman sekarang dengan cara membimbing
dan mengarahkan lewat diskusi dan sharing.

Dalam menjalankan program persiapan bagi pasangan yang
hendak menikah, Seksi Keluarga Paroki St. Cornelius Madiun telah
menggunakan metode ajar baru yaitu PPNK atau Pembinaan Pra-
Nikah Katolik sesuai anjuran Komisi Keluarga Keuskupan Surabaya
dan meninggalkan pola lama “Krusus Persiapan Perkawinan (KPP)”.
Dalam metode ini para calon pasangan diajak banyak berrefleksi
dan berdiskusi, baik diri sendiri, dengan pasangan maupun dengan
kelompok. Selain itu diciptakan suasana rilek dan menyenangkan.

Untuk program PPNK telah berlangsung sebanyak tiga kali di
mulai bulan Februari, April dan bulan Juni ini dilaksanakan pada
tanggal 11-12 tempat di ruang Kevikupan Madiun. Untuk PPNK
bulan Juni ini peserta ada sebanyak 3 calon pasangan. Berapapun
peserta PPNK tidak mengurangi semangat pemandu dan relawan
pasutri dalam memberikan bimbingan serta sharing. Tim PPNK St
Cornelius tetap memegang teguh komitmen untuk memberikan
pelayanan yang berkwalitas all out. Misi Tim PPNK adalah mem-
berikan bimbingan yang berkwalitas bukan hanya mendapatkan
sertifikat kepada calon pasangan yang akan memasuki pernikahan,
guna memperolah kesiapan yang baik secara mental dan spiritual
dalam kehidupan rumah tangga yang akan dihadapinya kelak.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu PPNK
di Paroki St. Cornelius Madiun ini bisa berjalan lancar dan sukses.
Semoga bermanfaat bagi calon pasutri
Terimakasih, Berkah dalem.

LANJUTAN ROSARIO DI LINGKUNGAN DAN STASI

Dalam Warta Keluarga edisi ini tim redaksi masih memuat kegiatan

Rosario Lingkungan pada bulan Maria. Untuk edisi selanjutnya WKC
tetap kmeerneedIrbaiamkdsaati RWkoisrKaitCmio :a20n78Mb1ee3ir23i0t42a32t7e2n8ta9n6gdkaeng0ia8t1a5n5L6i4n3gk9u4n6g8an dan
Stasi,

PERTEMUAN KE V DOA ROSARIO DI LINGKUNGAN

ST. FRANSISKUS ASISI WINONGO

Pak Aris, Ketua Lingkungan St. Frasiskus Asisi cukup rajin me-
ngirinkan kegiatan lingkungan, pada kesempatan kali ini WKC mene-
rima kirimkan kegiatan Ibadat Doa Rosario pertemuan yang ke V
(terakhir) yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Mei 2022 di
rumah ibu Sri Suprihatin Jln Ronggolawe No.11 B. Terlihat umat
masih bersemangat untuk mengikuti Ibadat Rosario sampai akhir.
Yang hadir sebanyak 22 orang. Terimakasih atas semangatnya umat
lingkungan St Fransiskus Asisi, terus membangun persekutuan yang
kuat iman, guyup dan misioner. Berkah dalem

PENUTUPAN BULAN MARIA DI LINGKUNGAN ST.

ANTONIUS PATIHAN

Pada hari Senin, tanggal 30 Mei 2022 telah dijadwalkan acara
penutupan bulan Maria bagi umat Lingkungan St. Antonius Patihan.
Pengurus lingkungan telah menetapkan tanggal tersebut karena hari
Selasa 31 Mei ada Penutupan Bulan Maria di Gereja. Acara di
laksanakan pada pukul 18.00, diawali dengan Doa Ratu Surga dan di
lanjutkan Ibadat Rosario yang dipimpin Katekis “Kak Iwung”.

Suasana cukup hikmad dibuka dengan lagu Datanglah Roh Kudus
kemudian dilanjutkan Novena Roh Kudus. Tampak anak-anak cukup
hening dan tenang dalam mengikuti Ibadat tersebut. Sesi renungan
dibaca wakil masing-masing KKU yang termuat dalam tesk Ibadat
Rosariao yang di bagikan dari Gereja.

Acara penutupan ini dilaksanakan di rumah Ibu Pirmanto jln
Candi Boko Patihan. Tercatat yang hadir 45 orang. Inilah tradisi
lingkungan St. Antonius dalam bersyukur dengan menikmati jamuan
Lontong Sayur hasil masakan ibu-ibu lingkungan. Memang Top

RUBRIK KATEKESE

Aries W & Purwadji Warta Keluarga Cornelius telah membuka
ruang tanya jawab dengan Romo, seputar :
Iman, Kitab Suci, Gereja & Perkawinan
Pertanyaan bisa di WA ke Redaksi WKC :

• 081334372896

• 081556439468

Rubrik Katekese kali ini memuat tentang “saran dan masukan
untuk Gereja” saat kunjungan Seksi Keluarga dan Romo pada
keluarga di lingkungan dan stasi.

Saran dan usulan dari Pak Petrus Suroto Warga Lingkungan
St. Albertus.

Saya usul ya..di lingkungan saya ini juga banyak yang sakit. Saat ini
bu Joko juga sakit nanti kapan hari gitu dikunjungan ya...
Saya sebenarnya pingin lingkungan kami ini dikunjungi per tiga
bulan begitu. Karena ada sebagian dari mereka-mereka nggak mau
aktif di lingkungan. Ada juga umat di lingkungan kami ini sregep
neng greja tapi nggak mau aktif di lingkungan. Jadi warna warni...

Jawaban dari Seksi Keluarga

Nanti akan diagendakan ya pak. Sementara ini program kunjungan
Seksi Keluarga dan Romo sudah terjadwal setahun merata setiap
bulan 3 kali ke keluarga-keluarga di lingkungan dan stasi.
Saran kami untuk kasus umat yang rajin ke gereja tapi nggak mau
aktif dilingkungan, itu perlu ada pesan dari Romo saat homilli agar
mereka bisa tergerak hatinya untuk mau aktif juga di lingkungan.
Demikian, Berkah dalem.

SEKILAS INFO Pesta Syukuran BIAK
St . Antonius Patihan

Madiun, 5 Juni 2022

Pertemuan I BIAK lingkung-
an St Antonius Patihan, yang
sekaligus syukuran Natalia
yang sudah Baptis. Selamat
menjadi murid Kritus ya
Natalia dan semangat terus
para pembimbing BIAK

Penampakan Pos Satpam
Gereja yang Gress....

Madiun, 8 Juni 2022

Perbaikan pos satpam telah
selesai. Ada meja tempat alat
minum, locker untuk me-
nyimpan barang agar rapi.
Tim siap melayani dengan
hati, bersahabat & tertib.

Romo Leo Membimbing
peserta PPNK

Madiun, 11 Juni 2022

Romo Leo bersama para
peserta PPNK sedang berfo-
to bersama usai memberi-
kan materi Hukum & Morali-
tas Perkawinan Katolik

Rapat Panitia HUT Paroki

Madiun, 13 Juni 2022

Romo Udit dan Pak Tris
sedang memimpin rapat
pantia HUT paroki Cornelius
yang ke 125. Pembahasan
tentang acara mulai dari No-
vena, Baksos, Jalan Sehat &
Pentas Seni .......ok banget

.. SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN .

Periode : Tanggal 16-31 Juni, bagi Pasutri :

Lingkungan PASUTRI HUP

St. Angela Merici, Prajuritan MARIA MAGDALENA SRI WINARNI 25 Juni 1995

St. Angela Merici, Prajuritan Paulus RP. Yuliantana Tjatur Tjahjanto-Bernadhetha Mamik Wiandjani 16 Juni 1991

St. Gregorius Agung, Nglames ROBERTUS RAJA ROBERT -ELISABETH YULIANA 28 Juni 2003

Salvatore, Kletak-Surabayan AGUSTINUS RIDWAN - CHRISTINA LANI FITRAWIYANTI 19 Juni 2011

Salvatore, Kletak-Surabayan HADRIANUS ISNGADI - MARGARETHA SUWARNI 28 Juni 1964

St. Yudas Tadeus, Patoman Stefanus Rudolfo Aquaviva Stefanus Nusa Bara - agata Stevani Ruth Liani 16 Juni 2002

St. Albertus, Kartoharjo Fransiscus Xaverius Soemardi 17 Juni 1971

St. Frans. Xaverius, Oro-Oro OmboAGUSTINUS BAGAS DIRGANTORO - MARIA VIANY JAP SIOE DJING (HERMIN H29ANJuDnAi Y2A01N0I)

St. Thomas, Kartoharjo ROBERTUS SUDARMAN - FLORENTINA SUJATI 29 Juni 1971

St. Yusuf AGNES VINCENTIA LUKY WINARNI 21 Juni 1981

St. Aloysius Pandean GREGORY ANDI WIBISONO - LAURENTIA MARIA SONIA CYNTHIA DEWI 19 Juni 2004

St. Carolus Boromeus Josenan THOMAS SUYASNO - AGNES IKE WICAKSARI 22 Juni 1996

St. Carolus Boromeus Josenan FRANCISCUS XAVERIUS DWI PRANYOTO NUGROHO-ROBERTA PRINSUSTITI 28 Juni 1992

St. Johanes Nambangan Kidul Agustinus Edy Mertopo - Theresia Murwani Lebdasari 29 Juni 1997

St. Johanes Nambangan Kidul JUWARI - JOHANNA SARWINAH 25 Juni 1991

St. Caecilia, Taman MATHEUS EDOT - MARIA CORNELIA NANIK SUKAPTI 17 Juni 1986

St. Caecilia, Taman JOHANES SOETOMO - THERESIA TITIK HARININGSING 26 Juni 1974

St. Caecilia, Taman YOHANES DEDY HERUTOMO - CLARA YAYUK TRIANA 24 Juni 2001

St. Fransiskus Asisi Winongo MARKUS BUDI WAHONO - THERESIA CHRISTINA DWI SRI LESTARI 24 Juni 2012

St. Lukas - Jiwan Fortunatus Hani Tri Budi Pamungkas - Yulita Widi Widayanti 24 Juni 2003

St. Lukas - Jiwan AGUSTINUS IWAN SUGIARTO - NATALIA MEDIARUM CHRISTIANA 26 Juni 2011

St. Lukas - Jiwan BONIFATIUS EKO YUNIANTO - CECILIA PUJI RAHAYU 20 Juni 1991

St. Margaretha, Winongo MIKAEL AGUNG YUWONO - YULITTA ARYANTI WIDIUNTARI 24 Juni 2009

St. Margaretha, Winongo MARGARETHA SRI HARTINI 18 Juni 1971

St. Vinsentius , Pangongangan PETRUS MUDLIKAMTO - URSULA NDAH WAHYUNI 18 Juni 1992

St. Vinsentius , Pangongangan Cornelius I Nyoman Soewartadjaja - Helena Yuniarti 29 Juni 1997

St. Vinsentius , Pangongangan Stanislaus Wardiyanto - RUSMINI 19 Juni 1991

St. Yusuf, Jenangan Yohanes Rasul Parjianto - Emilia Sunarti 22 Juni 1986

St. Yohanes, Jenangan ALEXIUS USODO - FRANSISKA DEWI DIANA MUSTIKA NINGRUM 25 Juni 2005

St. Maria, Jenangan ANDREAS MIKANTO - YUSTINA JANATIN 30 Juni 2001

St. Anna, Caruban FLORENTINUS SURANTO - MARIA YASINTA WIWIN MULYANTI 23 Juni 1996

St. Anna, Caruban SINAR SIREGAR - IRMA VETRONELLA SIJABAT 23 Juni 2012

St. Martinus, Caruban FAUSTINA SUWARTI 16 Juni 1976


Click to View FlipBook Version