The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Warta Keluarga Cornelius Juli I 2022 ( Final )

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aries.wahyuwitomo, 2022-06-30 03:30:47

Warta Keluarga Cornelius Juli I 2022 ( Final )

Warta Keluarga Cornelius Juli I 2022 ( Final )

KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3

Edisi : Juli I, No 30/WKC/2022 WTMeaalprd.tiau(0kn8eM1lu3aa3rd4g3aiu37n21@8ll96g6m3)11a2i2l1.c1om1

.RENUNGAN.

KELUARGA DIPANGGIL PADA KEKUDUSAN
LEWAT SAKRAMEN TOBAT

Oleh: RD Robertus Tri Budi Widyanto

Mengenang pertama kali menerima sakramen tobat maka
ingatan saya langsung tertuju pada saat di mana saya merasa grogi
dan takut untuk masuk ruang pengakuan apalagi ditambah dengan
sibuknya saya menghafal rumusan doa serta daftar dosa yang
berhari-hari itu saya siapkan didampingi oleh orang tua saya. Saat
saya mengalami keraguan kakak meyakinkan saya: “santai saja dik
jangan takut”. “Bapak Ibu dan kakak semua melakukan itu”.” Dulu
ka

kakak pernah gak hafal lalu berhenti tapi oleh romonya dibimbing
kok”. Saya bertanya:“romonya nanti marah tidak bila saya tidak
hafal? Bapak saya meyakinkan: “Tidak akan marah nak”. “Ucapkan
doamu dengan sungguh dan katakana dosa- dosamu dengan jujur
maka bapa pengakuan akan menasehati dan memberkati serta me
ngampuni dosamu dengan penuh kasih”. Dari pengalaman ini saya
melihat bahwa keluarga memiliki peran yang penting dalam mena-
namkan kecintaan akan sakramen tobat bagi anak. Guru agama saya
lah yang mengajarkan rumusan doa dalam sakramen tobat kepada
saya tetapi lebih daripada itu keluarga sayalah yang mendukung,
menguatkan, dan memotivasi saya dalam menghayati serta melak-
sanakannya.

Secara teoritis sakramen tobat adalah salah satu dari tujuh
sakramen dalam Gereja Katolik dimana penerimanya memperoleh
belas kasihan Allah berupa pengampunan atas dosa yang diakui dan
disesalinya. Melalui sakramen ini mereka juga sekaligus didamaikan
dengan Gereja yang telah mereka lukai karena dosa-dosa mereka
(LG 11 § 2; KGK 1422). Dengan pengertian yang demikian ini tentu
tidak mudah bagi anak-anak untuk mencerna dan menghayatinya.
Sangat dibutuhkan peran orang tua dan keluarga yang dengan
penuh kesabaran membimbingnya. syukurlah bahwa bagi saya kelu-
arga bukan hanya mengajari saya tapi juga memberi contoh nyata
dengan menjalani sakramen ini secara sungguh.

Waktu kecil saya bertanya “Apa romo itu bisa mengampuni
semua dosa kita”? Bapak menjawab: “yang mengampuni dosa bukan
romo nak tetapi Allah sendiri melalui perantaraan romo sebagai
bapa pengakuan”. Nah …saat sekarang saya sudah menjadi romo
saya diingatkan kisah Yesus dalam injil Yohanes 20:23. Di mana
Yesus yang sudah bangkit menetapkan Sakramen ini pada malam
Paskah ketika Dia menampakkan Diri kepada Para Rasul dan
berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu me-
ngampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menya-
takan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada”. Terima kasih Tuhan
untuk keluargaku dan terima kasih untuk rahmat sakramen tobat
yang boleh kami hayati.

.SERBA-SERBI.

PERTOBATAN YANG BERBUAH PELAYANAN

Lain dulu lain sekarang. Itulah yang dialami Bapak Leonardus
Hendro Wahyu Aji, yang biasa di panggil Pak Aji. Banyak sauda-
ranya nggak percaya dan heran “Kok saiki iso dadi ketua lingkung-
an, lan anakne yo aktif dadi pemazmur ki critane piye”.Karena mere-
ka tahu, dulu kehidupannya gelap. Sambil menerawang masa lalu-
nya pak Aji berkata. “Almarhum ibu saya, kalau anak-anak kesana
saat lebaran, dia yo ditanya, itu bapakmu isih neng grejo opo ora?”
Pertanyaan-pertanyan diatas telah terjawab,dengan melewati jalan
pertobatan yang kemudian menghasilkan buah-buah pelayanan.

Pasutri Leonardus Hendro Wahyu Aji-Fransiska Mudjijanti,
selain aktif dibanyak kegiatan gereja dan organisasi, sekarang ini
juga terpanggil untuk melayani para calon pasutri pada Pembinaan
Pra Nikah Katolik (PPNK) di Paroki St Cornelius Madiun. Bu Siska
sebagai pemandu pada materi Pendidikan Anak, sedangkan pak Aji
memberikan kesaksian bagaimana menjadi teladan bagi anak-anak
nya. Mereka berdua cukup kompak, saling mengisi pada kegiatan
PPNK Juni yang lalu, menjadi asik dan menyenangkan.

Bapak LH Wahyu Aji asli Jogja, menetap di Winongo pada ta-
hun 2012, dan pada tahun 2016 menjadi ketua lingkungan St.
Margaretta Winongo sampai sekarang. Beliau menikah pada tang-
gal 15 April 1998 di gereja St. Cornelius Madiun, saat masih aktif
dinas sebagai ASN di Jogja. “Gelem mulih kene ki yo mergo pensiun”
kata pak Pur, sahabatnya di lingkungan. Jadi setelah pensiun beli-
au menetap di Madiun dan aktif di lingkungan. Saat ditanya kena-
pa mau jadi Kaling, dia menjawab spontan “Karena ditunjuk dan
saya mau, kebetulan keluarga mendukung,” Sebelumnya dia sudah
ikut Kaling membantu sensus tahun 2015

Saat ditanya kapan dibaptis? Beliau dibaptis pada tanggal 12
April 1998, saat mau nikah. Tapi sebetulnya sejak kecil dia meng-
aku Katolik, hanya belum baptis, termasuk saat pak Aji disumpah
jadi pegawai negeri. Pak Aji terlahir dari keluarga Muslim tapi dari
kecil sekolah di sekolah katolik “Saat di SD itu pikiran saya itu kok
sudah setuju kalau orang itu nikah sekali” katanya. Dengan berja-
lannya waktu, ada resiko mengaku menjadi Katolik, ia harus men-
cari jodoh Katolik, maka selalu milih-milih. Sampai kakaknya yang
be

besar bilang “Kowe iku durung dibaptis ngaku2 jadi Katolik, golek
bojo yo sing Katolik, ngerti’o wong Katolik iki sitik, dadi kemungkin-
an kowe entuk bojo kuwi angel” Karena itu yang dia inginkan, maka
saudaranya nggak bisa memaksa. ”Ora entuk katolik yo wis.” kata
nya, dan akhirnya ia menikah pada umur 37 tahun.

Bagaimana ceritanya bisa bertemu dengan bu Siska, “iki nek
diceritak’e ngisin-ngisini” katanya. Lewat perjumpaan dengan adik
ipar bu Siska yang kerja di dealer di Jogja, kemudian ngomong2,
mereka ingin dikenalkan yang kebetulan saat itu bu Siska sedang
kuliah di Jogja di Atamajaya, setelah tamat dari Widya Mandala
Madiun. Setelah ketemuan, pacaran cuma sebentar karena Pak Aji
sudah umur. “Nek gelem saiki, nek ora yo wis” kata Pak Aji nekat. Bu
Siska’pun memberi syarat:“Ok tapi harus mau dibaptis”. Pak Aji me-
nyanggupi dan mau ikut pelajaran agama Katolik, di gereja Pugeran
Jogja. “Saya waktu itu yang paling tua, sama katekisnya ya jauh, te-
man saya paling besar anak SMA kelas 1 yang lain anak kecil2, seti-
ap hari Selasa dan Kamis. Jadi saat itu kalau saya apel ke Madiun,
saya juga membawa buku seperti anak-anak itu, minta tanda tangan
Romo”. Kata pak Aji tertawa, mengenang saat-saat lucu. Akhirnya
bulan April dia dibaptis dan bulan Mei menikah.

Jalan pertobatannya adalah jalan menuju kekudusan melalui
dibaptis dan hidup berkeluarga, yang penuh mukzijat. Menurut
ceritanya, sebelum ketemu bu Siska, setiap malam berdoa Novena,
tidak minta pacar, tapi saya minta istri yang terbaik baginya. Dan
mukjizat Tuhan itu terjadi, tiga bulan setelah itu ketemu Bu Siska.
Ada lagi kesaksiannya saat ia nyebrang jalan, ditabrak kendaraan,
yang nabrak jatuh dan akhirnya orang itu meninggal beberapa hari
kemudian, sedangkan pak Aji nggak apa2, hanya lecet dikit, serta
banyak kesaksian lain saat belum dibaptis. “Walaupun saya orang
yang berdosa seperti ini juga masih ditolong. Dulu kehidupan saya
gelap sekarang saatnya saya menebus dosa” katanya sambil mere-
fleksikan peristiwa-persitiwa tersebut.

Inilah perjalanan pasutri L Hendro Wahyu Aji - Fransiska M
yang memilih jalan kekudusan lewat hidup berkeluarga. Buah-buah
pertobatan membawanya menuju pelayanan. Semoga pertobatan-
nya bisa menginspirasi para keluarga untuk mau aktif dan mela-
yani di lingkungan. Amin.

SRIKANDI LINGKUNGAN SANTO ALBERTUS
BERKARYA DENGAN SEPENUH HATI

Semangat ibu-ibu lingkungan St. Albertus Madiun ini patut di-
acungi jempol. Mereka adalah Bu Suroto, Bu Ning dan Bu Gunadi.
Mereka sudah terbiasa untuk berbagi perhatian kepada keluarga-
keluarga lingkungan yang sedang sakit. Lewat sapaan dan memberi
perhatian kepada umat yang sakit, dengan membesarkan hatinya
dan mereka merasa diperhatikan. Foto ini diambil saat Srikandi
lingkungan St. Albertus ini sedang berkunjungan ke Bu Valentina
Supratini yang sakit di RSUD Sogaten, tanggal 2 Juni yang lalu dan
menerima Sakramen Perminyakan.

Dalam kesempatan tersebut juga ada usulan kepada Gereja khu-
susnya Romo karena ada beberapa yang sakit. Karena menurut in-
formasi bu Joko salah satu sahabat ibu-ibu tersebut juga sakit dan
berharap bisa dikunjungi. Selain itu mereka berharap agar Romo
Paroki bisa mengunjungi umat lingkungan St Albertus yang banyak
kendala. Karena ada sebagian dari mereka-mereka nggak mau aktif
di lingkungan. Ada juga umat di lingkungan St Albaertus ini rajin ke
gereja tapi nggak mau aktif di lingkungan. Inilah yang menjadi
catatan kegiatan pastoral di Lingkungan St. Albertus.

Lingkungan Santo Albertus lahir ini hasil dari pemekaran ling-
kungan Santo Thomas, pada tahun 1990. Banyak tokoh Gereja
tinggal di lingkungan St Albertus seperti Bpk. FX. Soemardi, Bpk.
Petrus Suroto serta beberpa tokoh gereja lainya. Ketua lingkungan
Santo Albertus saat ini adalah Mas Antonius Cahya Baskara, orang
muda yang mau menjadi Ketua Lingkungan. Ini adalah kesempa-
tan untuk mengembangkan diri dan mencari pengalaman sebagai
pemimpin lewat jalan melayani agar berguna bagi masa depannya.

Dari informasi Ketua Lingkungan lama Bpk Stepanus Kurnia-
wan, jumlah keluarga tercatat sebanyak 28 KK dengan 68 jiwa.
Untuk menjalankan kegiatan lingkungan St Albertus dibagi dua KKU
yaitu KKU St. Maria dan KKU St. Fransiska Romana, yang terbentuk
pada 29 maret 2014. Dengan adanya KKU dilingkungan seperti ini
umat bisa menjadi semakin dekat dan sehati. Hal itu tercermin dari
semangat ibu-ibu saat mengkunjungi umat yang sakit, yang rata-
rata sudah sepuh. Aktifitas kunjungan umat adalah cara terbaik
untuk membawa lingkungan kembali sehat.
Never Give Up . Tuhan memberkati.

.TAMU KITA.

MARI MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI DAN
JANGAN NYINYIR

Melayani orang tua lansia, adalah pelayanan yang tak terukur
nilainya, dan dibutuhkan keiklasan. Inilah yang dihidupi tamu kita
kali ini yaitu mbak Elisabet Sari Endah Wardani atau yang biasa di
panggil Mbak Dani. “Saya yang disuruh Tuhan mengurusi orang tua
saya”, demikian kata–kata mbak Dani di rumahnya saat kunjungan
Romo, 2 Juni yang lalu. Selain tugas utamanya mendampingi orang
tua mbak Dani juga aktif sebagai enterprenur di rumah, serta mela-
yani anak-anak di BIAK lingkungan St. Caecilia.

Setelah 10 tahun ngurusi keuangan di Mall “Sri Ratu” baik di
Madiun maupun di Kediri, beliau mulai bosen. Terus mencoba kerja
di ARUKI Surabaya, juga nggak lama, akhirnya terus pulang ke
Madiun. Jiwa enterprenership nggak pernah padam, di Madiun dia
mencoba bisnis laundry mulai berkembang, eh kena Covid,
akhirnya tutup dan sekarang mulai jualan baju2 online. Saat usaha
laundry kemarin sebenarnya berkembang tapi yang dia utamakan
ke

adalah kesehatan ortunya. Karena konsumen keluar masuk keluar
masuk rumah, sedangkan bapak dan ibuk lansia, rentan tertular
dan perlu di jaga. Saat itu katanya ada dua konsumenya yang kena
covid dan meninggal, sedangkan pegawainya keluar masuk rumah
kan resiko. Akhirnya untuk melindungi orang tua, usaha laundry
ditutup.“Wis nggak papa nanti kan Tuhan kasih rejeki, wong bukti-
nya rejeki juga masih ada sampai sekarang” katanya.

Menyadari bahwa orang tuanya adalah prioritas dalam pela-
yanannya dan juga mereka sudah sepuh, maka mbak Dani saat ini
yang aktif di lingkungan, melalui pelayanan anak-anak BIAK. Kegi-
atan Biak di lingkungan St Caecilia terlihat hidup dan semarak.
Banyak anak-anak di lingkungan ini yang ikut Biak, selain itu juga
ada anak dari lingkungan lain, karena Biak Lingkungan St. Caecilia
membuka bagi anak-anak dari wilayah 3 bahkan ada yang dari Pa-
roki Materdei. Mereka ikut karena temennya ikut biak sini, terus
ngajak lainnya, dan tempat pertemuan gantian, dirumah umat.

Demikianlah perkenalan dengan tamu kita Mbak dani yang
iklas melayani orang tua, serta anak-anak di lingkungan. Pesannya:
“Jangan nyinyirin Romo ya, jadi Romo itu sudah sulit, mesti dijaga,
dan didoakan”. Terimakasih Berkah dalem.

125 TAHUN GEREJA ST. CORNELIUS
Oleh: Stanislaus Aries Wahyu

Madiun mempunyai sejarah yang panjang. Dari tempai ini ba-
nyak ditemukan fosil, benda bersejarah, situs dan bangunan kuno
mulai dari masa prasejarah, kerajaan sampai masa Hindia. Khusus-
nya pada masa Hindia Belanda kita bisa ditemukan bangunan kuno
mulai dari kantor Walikota, gedung Bakorwil, biara Ursulin, gedung
Pastoran, Balai Paroki, Gereja Katolik St. Cornelius serta lainnya.

Tentang keberadaan bangunan-bangunan kuno tersebut tentu-
nya kita bertanya apakah ada hubungannya dengan misi Katolik di
Madiun? Kami mencoba menelusuri dari buku “Sejarah Kabupatan
Madiun” dan buku “Pertumbungan dan Perkembangan “Cornelius”,
Madiun (1897-1997) oleh John Tondowidjojo CM. Tercatat di mulai
pada tahun 1830, di Madiun ditempatkan seorang Residen yaitu Mr
Pidi Boungen. Sejak saat itu Madiun banyak dihuni orang Belanda
pekerja administrator Karesidenan serta Controler Perkebunan.
Maka saat dibuka stasi Ambarawa tahun 1859, orang-orang Be-
landa Katolik di Madiun dilayani Romo dari stasi Ambarawa.

Hampir 40 tahun berjalan, pada tanggal 28 Juli 1897 wilayah
Madiun ditetapkan menjadi stasi, dan Romo Cornelis Stiphout SJ di
utus menjadi kepala stasi di Madiun. Mulainya saat itu dimulai
pembangunan gedung pastoran, dan saat itu ada 95 orang mene-
rima Sakramen Permadian dan 353 Komuni Suci. Karena perkem-
bangan umat terus bertambah maka dua tahun kemudian diba-
ngun gereja di stasi Madiun, yang sekarang menjadi aula Susteran
OSU, tanggal 12 Maret 1899 tercatat ada 27 anak dipermandikan.

Tentang penduduk Madiun diceritakan oleh Romo Cornelis da-
am suratnya. “Di sini terdapat beberapa pabrik gula, perkebunan
kopi. Disini juga ada tempat kerja Oosterlijen Der Staatsspoorwegen
(Jawatan Kereta Api Pemerintah Daerah Wilayah Timur). Setiap
hari ada 1500 bekerja untuk merakit lokomotif, membuat gerbong
dan sebagainya. Jumlah penduduk ada satu juta jiwa, terdiri 1.300
orang Eropa, 4.000 orang Tionghoa selebihnya orang Jawa”. Dan
jumlah umat Katolik menurut catatan Romo B. Schweitz, pada ta-
hun 1904 sebanyak 1500 orang meliputi Madiun dan Kediri, teru-
tama orang Eropa yang tinggal di tiga puluh pabrik gula, perkebu-
nan kopi, tembakau dan hasil bumi lainnya. Juga ada sekolah yang
melayani anak-anak Eropa yang tinggal di pabrik-pabrik.

Umat terus bertambah maka dua tahun kemudian dibangun
gereja kedua yang sekarang menjadi balai paroki. Karya misinya
meliputi Ngawi, Kertosono, Nganjuk, Kediri, Tulungagung hingga
Blitar. Selanjutnya pada tahun 1928 stasi Madiun masuk prefektur
apostolik Surabaya. Karena umat terus bertambah, gereja tidak
muat lagi, maka pada tahun 1937 dibangun gereja ke III yang lebih
besar dengan daya tampung 600 orang, dilengkapi dengan Taber-
nakel, Salib besar dan Lonceng. Pada tanggal 19 Juni 1938, Romo
Louis Nijssen CM ditugaskan ke Madiun, kemudian diadakan pem-
berkatan gereja baru oleh Mrg. Th. Backere, CM Perfek Apostolik
Surabaya dengan nama pelindung Santo Cornelius, Martir gereja
pertama. Pada tahun 1939 diadakan misa perdana, gereja penuh
sesak. Saat itulah stasi Madiun menjadi Paroki.

Demikian jejak sejarah misi Katolik di Madiun yang telah ber-
umur satu seperempat abad. Selamat menyambut HUT Paroki St.
Cornelius yang ke 125, “Bersahabat, Terlibat dan menjadi Berkat”.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun ( 1980), Sejarah Kabupaten Madiun ; John Tondowidjojo C.M (1998), Pertumbuhan & Perkembangan “ Cornelius” Madiun 1897-1997.

BANYAK
DOOR PRIZE

Ayo datang, ramaikan HUT Gereja

Bapak, ibu, yang kung, yang ti, anak-anak semua

ACARANYA KEREN :
1. Novena, dipimpin para Romo yang pernah tugas di madiun
2. Jalan Sehat,untuk seluruh keluarga
3. Bansos untuk mereka yang membutuhkan
4. Pesta Umat, Tumpeng dari kita untuk kita
5. Pentas seni, dari adik Biak, OMK & Rekat
6. Misa Syukur bersama umat.

BERITA SEPUTAR PAROKI ST. CORNELIUS

Foto kegiatan paroki bisa dikirim ke redaksi WKC No WA (081334372896) & (081556439468)

PESTA NAMA LINGKUNGAN ST. ANTONIUS

Pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022, jam 16.00-19.00 WIB
telah dilaksanakan perayaan Pesta Nama St Antonius Patihan. Acara
diadakan dengan tema Out Door yang bertempat di Taman Mendut
Jln. Singosari 44B Patihan Madiun, dengan agenda : Ibadat dan
Pentas Seni. Dihadiri sebagaian besar umat lengkap bersama selu-
ruh keluarganya memakai seragam batik lingkungan yang baru.

Dalam kesempatan itu hadir Romo pendamping Wilayah I, yai-
tu Romo Leo Giovani Marcel bersama tiga Frater yang sedang tugas
di Paroki St Cornelius Madiun. Ibadat Pesta Nama diawali dengan
pembacaan Riwayat Santo Antonius oleh Seksi Liturgi (Ibu Since)
dan dilanjutkan Ibadat dengan menyanyikan lagu “Disanggar Maha
Suci” yang syahdu dipimpin Bu Sulis, diiringi organ oleh Pak
Sudiyanto. Ibadat pada sore itu dipimpin oleh Frater Kristo, dan
yang bertugas pemazmur dan lektor adalah anak OMK dan Rekat
dan mereka membawakan dengan hikmat dan indah.

Setelah ibadat dilanjutkan Pentas Seni yang menampilkan krea-
si umat mulai dari anak-anak Biak sampai yang lansia. Diawali de-
ngan sambutan Ketua Panitia, yang mengatakan bahwa Pesta Nama
St Antonius ini unik karena melibatkan seluruh umat, mulai dari
makanan, dekorasi, terop dan lain-lainya. Kemudian dilanjutkan
sambutan Ketua Lingkungan yang mengajak seluruh umat lingkung-
an terus menghidupi Ardas Keuskupan Surabaya yaitu guyub, rukun
dan misioner ditengah masyarakat.

Hadir dalam kesempatan itu Bapak Lurah Patihan ber-
serta ibu, yang berbaur dengan seluruh undangan, mulai dari umat
lingkungan St Antonius, serta bpk/ibu pengurus dari lingkungan di
Wilayah I. Acara pentas seni berlangsung semarak, mulai dari pen-
tas nyanyi dan tari anak-anak Biak, OMK. Bapak ibu bersama Romo
Leo juga menyanyi lagu Mars Pertemuan Keluarga sedunia. Tidak
kalah juga ada penampilan para ketua lingkungan wilayah I. Untuk
lansia juga ditampilkan nyanyi keroncong yang dibawakan Eyang
Puji. Kemudian acara ditutup dengan pembagian Door Prize serta
pembagian bingkisan bagi anak-anak yang telah menerima Komuni
Pertama dan Baptis. Selamat Ulang Tahun Lingkungan St. Antonius
Patihan, semoga rukun dan menjadi teladan bagi sesama. Amin.

MISA HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN JUNI

Dalam Misa HUP di Gereja St. Cornelius Madiun , pasutri maju
kedepan altar didoakan dan diperciki air suci oleh Romo. “Semoga
ikatan kasihnya abadi selamanya”. Inilah prosesi yang dilakukan
saat Misa HUP yang telah disetujui Romo di paroki St. Cornelius
Madiun. Perayaan Misa HUP yang seperti ini sudah hampir berjalan
setahun dengan mengambil waktu misa hari Minggu jam 18.00 WIB
karena disiarkan secara Live Streaming untuk mengakomodir
pasutri yang tidak bisa ke Gereja.

Pada Misa HUP bulan Juni ini dihadiri sebanyak 12 pasang.
Prosesnya para pasutri yang ikut HUP datang kegereja dan men-
daftar pada panitia HUP. Kemudian panitia mengarahkan ke tempat
duduk yang telah disediakan. Tiga bangku dibelakang Asim itu
memang diperuntukan para pasutri agar bisa mengikuti prosesi
Misa dengan lancar. Terutama saat maju ke depan Altar untuk di
doakan dan pemberkatan para pasutri bisa berjalan teratur. Selain
itu para pasutri juga bisa menerima komuni langsung oleh Romo.

Dari data seksi keluarga dari bulan ke bulan animo keluarga
untuk ikut Misa HUP terus meningkat, karena mereka merasa
dilayani dan setelah selesai misa HUP ada momen foto bersama
dengan Romo yang bisa menjadi kenang-kenang dalam hidupnya.

Inilah wajah-wajah ceria para pasutri yang berulang tahun
pernikahan di bulan Juni. Mereka menangkupkan jari lambang cin-
ta ”LOVE” sebagai tanda cintanya yang tak pernah padam. Romo
Robertus Tri Budi Widyanto yang memimpin misa pada saat itu
juga hanyut dalam suka cita saat foto bersama dengan para pasu -
tri. Setelah foto bersama, masing-masing pasutri tak mau melewat-
kan momen yang special tersebut dengan meminta foto bersama-
sama dengan Romo, perpasangan.

Acara diakhirnya dengan ucapan proficiat untuk para pasutri
yang HUP bulan Juni dari Romo dan masing-masing pasutri saling
berjabat tangan untuk mengucapkan selamat dihari bahagia ini ba-
gi mereka semua. Tak lupa keluarga, anak-anak juga ingin berfoto
bersama dengan mama-papanya di depan altar setelah misa. Sebu-
ah momen indah yang akan terulang setiap tahun.

Kami segenap pengurus seksi keluarga mengucapkan selamat
dan proficiat untuk para keluarga yang berulang tahun pernikahan
di bulan Juni: “Semoga langgeng selaminyo” Amin.
.

PAGUYUBAN KEMATIAN PAROKI ST.CORNELIUS

Oleh : Paulus Suban Manuk

Diawali dari sebuah keprihatinan umat, khususnya bila ada
kematian di lingkungan, khususnya umat yang kurang mampu, pe -
ristiwa kematian menjadi pukulan yang berat, baik pikiran mau-
pun biaya penguburan. Maka pada bulan Mei saat ada pergantian
pengurus lingkungan, Romo Paroki menyampaikan agar sebaiknya
dibentuk Paguyuban Pangruti Loyo.

Seperti dayung bersambut, akhirnya ada umat yang tergerak
untuk menyusun konsep kerja seksi kematian ini, kemudian meru-
muskan strategi, membuat tim kerja. Sekarang ini telah terbentuk
tim yang berjumlah 5 orang dengan pembagian tugas masing-
masing seperti ada yang bertugas membuat AD/ART serta tugas
lainnya dengan melakukan studi banding.

Setelah tim 5 terbentuk, kemudian ditugaskan Pastor Kepala
Paroki, untuk studi banding. Sebagai langkah awal tim Paguyuban
Kematian Paroki St. Cornelius ini, pada tanggal 19 Juni 2022 telah
mengadakan studi banding di paroki Mater Dei, terutama tentang
pelaksanaan paguyuban kematian di paroki tersebut. Tim 5 ini an-
tara lain: Koordinator C.Paulus Suban M, anggota Al. Suhardi, Dr.
Ag.Dewantara, Dr.Rudy Santoso dan FX Sutrisno. Mohon doa dari
segenap umat agar saat peringatan HUT Paroki, program ini bisa
dilaunching, sebagai kado istimewa bagi umat paroki st. Cornelius.

MISA TIRAKATAN SELASA KLIWON DI JENANGAN

Tradisi misa tirakatan Selasa Kliwon di stasi Jenangan telah
berlangsung sejak lama. Budaya doa seperti ini terus diugemi oleh
umat stasi jenangan sampai saat ini. Memang beberapa waktu lalu
sempat terhenti karena pandemi, maka setelah paroki membuka
kembali kegiatan umat, maka tradisi misa tirakatan diadakan
kembali pada hari Senin tanggal 27 Juni 2022 dimulai jam 19.00 di
Gereja St Vincentius Jenangan.

Dalam undangan, disebutkan bahwa pada acara tirakatan
tersebut, umat bisa menuliskan intensi misa dan disetorkan ke
seksi liturgi stasi, yang mana nanti akan dibacakan sebelum misa
dan ada pembakaran ujub. Foto diatas ini adalah kiriman salah
satu umat paroki Caruban yang mengikuti misa tirakatan. Terlihat
suasana menjelang tirakatan, umat mulai berdatangan duduk
bersila di tikar untuk mengikuti misa. Menurut informasi misa tira-
katan Seloso Kliwon ini dipimpin oleh Romo Udit. Selamat hangu-
gemi tradisi luhur saking poro pinisepuh tirakatan Seloso Kliwon,
semoga semua ujub terkabul. Berkah dalem

HARI ULANG TAHUN WKRI KE 98

Perayaan hari ulang tahun WRKI yang ke 98 dirayakan seca-
ra sederhana lewat intensi Misa. Kesederhanaan itu diwujudnyata-
kan dengan melayani dalam tugas koor pada misa Minggu tanggal
26 Juni 2022, jam 08.00 WIB dengan intensi untuk HUT WKRI yang
98. Tampak pada foto diatas para pengurus WKRI sedang melak-
sanakan tugas koor. Kemudian setelah misa para pengurus WKRI
DPC St Cornelius Madiun yang berseragam biru kas WKRI berfoto
bersama di depan Altar ( foto bawah).

Terimaksih pelayanannya, kami segenap tim redaksi WKC
mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun WKRI yang ke 98, dalam
kesederhanan ada karya besar bagi gereja, bangsa dan negara”.

RUBRIK KATEKESE

RD. Leo Giovani Marcel Warta Keluarga Cornelius telah membuka
ruang tanya jawab dengan Romo, seputar :
Iman, Kitab Suci, Gereja, Perkawinan Dll.
Pertanyaan bisa di WA ke Redaksi WKC :

 081334372896
 081556439468

Rubrik Katekese bulan Juli ini memuat tentang “saran dan
masukan untuk Gereja” saat kunjungan Romo dan Seksi
Kelu- arga di lingkungan dan stasi tanggal 2 Juni yang lalu

Saran dan masukan dari Bapak Leonardus Herdro Wahyu Aji,
Ketua Lingkungan St Margeretta Winongo:

1. Gini Romo saya juga ingin menegaskan, jadi ini sudah kembali
normal ya.. berati kalau sudah normal mungkin dari lingkungan
kalau ada misa bisa ya Romo?

Jawab Romo Leo : Bisa

2. Kami sebagai Kaling mohon, entah Romo siapapun kalau bisa
sering2 berkunjung. Hal seperti ini amat sangat kita dambakan.
Kalau perlu nanti dalam suatu pertemuan entah itu apa nama
nya, ibadat atau sharing iman atau sarasehan. Karena jujur saja
di lingkungan kami banyak masalah yang mana saya sendiri
sudah mentok. Karena tanpa pertolongan Roh Kudus itu tidak
bisa. Lami sebagai manusia memang banyak hal2 yang tidak
sesuai dengan arahan Paroki. Semoga saja dengan kunjungan
Romo membangkitkan semangat. Sebagai orang jawa kalau kita
sering dikunjungi itu merasa senang, karena “Oh aku dianggep”
Disini masih banyak umat yang merindukan hal2 seperti itu. Dan
kalau ada pertemuan kami sangat tertolong karena sebenarnya
ini porsinya Romo. Saya sebagai Kaling tidak bisa...

1. Jawaban Romo Leo:

2. Jadi memang misa lingkungan sudah diijinkan, dan Romonya
sudah dibagi per wilayah, untuk wilayah 5, romonya Romo
Udit. Jadi nanti kalau lingkungan St Margaretta minta misa ya
ke Romo Udit. Kalau Romo Udit nggak bisa baru dilimpahkan
ke Romo lainnya. Lalu Romo Udit juga punya rencana sarase-
han itu, jadi sifatnya santai tapi disitu umat bisa memberi
masukan untuk pastoral yang lebih baik .

3. Khusus lingkungan St. Margareta ini kita sering kesulitan
mengundang orang Katolik disini. Kalau yang sepuh itu ma-
lah sregep. Tapi anak-anak yang muda yang masih sehat itu
bagaimana caranya menggerakkan? Sekedar kumpul sajalah,
kita tidak menghendaki yang lain-lain, ya syukur2 setiap ada
pertemuan dia mau datang. Karena gini Romo kalau ada apa-
apa itukan kami yang repot. Orang Katolik kan butuh
lingkungan. Total umat katolik disini ada 23 KK

4. Dan juga sebagai masukan, kami mohon bisa disampaikan
Romo Udit segera sensus.. Kan data kita itu banyak sekali yang
sudah tidak di update.

Jawaban Romo Leo : Ok nanti kami sampaikan

SEKILAS INFO Romo Leo sedang
berjoget bersama umat

Madiun, 19 Juni 2022

Inilah suasana Pesta nama
Lingkungan St Antonius
yang semarak, dan guyub.
setelah Ibadat & Pensi, acara
dilanjutkan nyanyi bebas.
Romo Leo di minta tampil ke
pangung menyanyikan lagu
“Suket Teki” dan berjoget
bersama.

Anak-anak Biak tampil di
PenSi HUT St. Antonius

Madiun, 19 Juni 2022

Ini penampilan anak-anak
Biak lingkungan St Antonius
menyanyi lagu-lagu Sekolah
Minggu saat tampil dalam
pentas seni dalam rangka
Pesta Nama lingkungan .

Pondok Damai Pasturan
Bersih dan Kinclong

Madiun, 20 Juni 2022

Inilah penampakan baru Pon
dok Damai Pastoran yang
telah disulap menjadi Kin-
clong dan bersih.
Terimakasih Romo Udit

Kunjungan Frater Kristo
di Lingk. St. Antonius
MMaediumn, b21imJunbi 2i0n22g peserta
PFrPaNteKr Kristo yang bertugas

di Paroki Cornelius mengada
kan kunjungan ke rumah
Bpk Friman dan Pak Karmin.
Tampak suasana akrab, saat
di keluarga Firman.

Sosialisasi Week End ME

Madiun, 27 Juni 2022

Pasutri Etik-Hudi sedang
mensosialisasika Week End
ME yang akan dilaksanakan di
Sarangan tanggal 27-29 Juli
yang akan datang. Mari para
pasutri untuk ikut Weeend
ME dan rasakan dasyatnya .

.

.. SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN .

Periode : Tanggal 1 -15 Juli, bagi Pasutri :

Lingkungan PASUTRI HUP

St. Angela Merici, Prajuritan YOHANES MARIA MURWANTO 1/7/1995
14/07/1977
St. Antonius, Patihan ALOYSIUS PIRNANTO - THERESIA SURATINI 3/7/1995
14/07/1977
St. Antonius, Patihan ANTONIUS WASITO HADI - CAECILIA DIDIN RUSMINI 12/7/2003
11/7/1994
St. Antonius, Patihan AGUSTINUS SUGENG - ANNA WIDJI NINGSIH 12/7/1990
9/7/1995
St. Gregorius Agung, Nglames HENDRIKUS ENDY MANUK - MARIA HENDRIKA SRIANI 8/7/1962
3/7/2009
St. Gregorius Agung, Nglames ATHANASIUS MARIA HENDRO SWANTORO - YASHINTA YAYUK HARYATI 10/7/2010
2/7/2011
Salvatore, Kletak-Surabayan REMIGIUS PUDJI RAHAROJO - ELISABETH ANIES YUNIAR PURININGRUM 9/7/2008
2/7/2011
St. Anna, Sukosari JACOBUS DJOKO SOEROSO - FLAVIANA ANYTA BANGUN WAHYUNINGSIH 9/7/2006
1/7/1999
St. Albertus, Kartoharjo Josep Supeno - Maria Florentina Agnes Sulistiyo Wurijati 7/7/2007
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo AGUSTINUS DARYO SADMONO - MARIA CHATARINA SETYO RIANTI 7/7/1974
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo GREGORIUS HARMAS HUDI - FERDINANDA APRILIYA ADRI VERANI 6/7/2003
St. Carolus Boromeus Josenan DIMITRIJ DHEFEN RUSADY - VINCENSIA IRENE TRESNA DEWI 11/7/2009
10/7/1973
St. Carolus Boromeus Josenan YAKOBUS EKO PRASETYO - THERESIA FENNY SUNATA 3/7/2009
12/7/1997
St. Carolus Boromeus Josenan Lukas Aditya Eko Setiawan - Yosephine Arlyne Prasetyo 3/7/1998
11/7/2007
St. Carolus Boromeus Josenan Martinus Donny Kurniawan Notowidjojo - Yohana Apprillia Ekowati Wibowo 11/7/1991
13/07/2006
St. Johanes Nambangan Kidul JOHANA DIWYA GUNITA 10/7/2000
5/7/1990
St. Maria Nambangan Lor Gratias Kristianus DONNY HARTONO BUDHI WIBOWO - Angela Fabiola Wardhiana Irawan 07/14/2001
3/7/1970
St. Agatha, Kejuron JOHANES POERWANTO - YOHANA MELANIA YOHANA MELANIA NI LUH ARTINI 15/07/1972
15/07/1989
St. Caecilia, Taman LAURENSIUS ARY SUTRISNO - CHATARINA DWI JUNIASTUTI 6/7/1998
12/7/1972
St. Caecilia, Taman GEIR OVE HALSEN - AMMIA PRAMAYASTI 13/07/2008
10/7/1991
St. Caecilia, Taman CORNELIUS MULJONO - CHRISTIANA KATIASTUTI 10/7/2010
8/7/1990
St. Caecilia, Taman ALOYSIUS SIGIT CATUR KRISMANTO - CATHARINA SARTIWI 12/7/1997
8/7/2011
St. Caecilia, Taman ALEXANDER DARMAJA SRIDHANTA - MARIA NATALIA DWI WIDYAWATI

St. Caecilia, Taman AMONIUS HIA - VINCENTIA VINCENTIA GERTRUDIS SRI LITO KELEN

St. Caecilia, Taman IGNATIUS TAN JOE LOK - ELISABETH OEI SWAN NIO

St. Maria, Kejuron EDUARDUS EDDY SUSETYO BUDI - VERONIKA SRI MULJATININGSIH

St. Maria, Kejuron ANTONIUS ANDRE SETIANTO - BERNADETA LIE ENDRAWATI PURWANINGTYAS

St. Fransiskus Asisi Winongo VINCENTIUS BUDIONO - EMIRITA EMIRITA TRI WAHYUNI

St. Fransiskus Asisi Winongo PETRUS DWI YANTO - MARIA YUNIARTI

St. Fransiskus Asisi Winongo BACKER LEEGSTRA JOHN EDYWARD - Niken rahayuningtyas

St. Fransiskus Asisi Winongo YULIUS MARTIR CORNELIS BAKKER (HARSONO) - ROSA SUSILO RINI

St. Lukas - Jiwan YOSEPH DARJOKO - PETRA ASTERIA KARMIDJAH

St. Lukas - Jiwan LAURENTIUS AGUS SUPRIYANTO - CHATARINA NARNI

St. Vinsentius , Pangongangan Stephanus Triatmoko - Maria Magdalena Tumani

St. Yusuf, Jenangan STEPANUS SUMADJI SP - LUSIA DARWIYATI

St. Yusuf, Jenangan ANTONIUS EKO LUSIANTO - ERNI ERLYA WATI

St. Yohanes, Jenangan BERNARDUS ENDRO SOEBAGJA - THERESIA TRI HANDAYANI

St. Maria, Jenangan YOHANES MURDIYANTO - BERNADETA YUNINGSIH

St. Maria, Jenangan PAULUS SUYANTO - MARIA DOMINIKA JAMIRAH

St. Martinus, Caruban Bonifasius Tambun Simbolon - Agustina Netty Nababan

St. Martinus, Caruban Yosep Tri Cahyono - Juwita Mega Sylvia

BAGI PASUTRI YANG MAU IKUT MISA HUP BISA MENGHUBUNGI SEKSI KELUARGA

Pasutri St. Aries Wahyu -Windarti (081334372896) & Pasutri Purwadji-Parsini (081556439468)


Click to View FlipBook Version