KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3
Edisi : Nopember I-2021, No 14/WKC/XI/2021 TMealpd.i(u0n3M51a) 4d5iu22n4l7l6, 4351882518121
.RENUNGAN. [email protected]
PERAN AYAH SEBAGAI PEWARTA
& SAKSI INJIL DALAM KELUARGA
RD. Leo Giovani Marcel.
09/2021
Salah satu pendiri Centre for Fathering (sebuah lembaga non
profit di Singapura) yaitu Wong Suen Kwong, berbagi pandangan
dalam perayaan gerakan Worldwide Marriage Encounter ke-28 di
Singapura pada 31 Mei 2007. Wong menekankan peran ayah dalam
perkembangan anak melalui lokakarya bertema “The Power of
Fathers” (Kekuatan Bapak-bapak). Menurutnya, anak-anak yang
ayahnya terlibat secara optimal dalam kehidupan mereka cende-
rung menumbuhkan suatu penghargaan yang sehat kepada orang
lain, tidak terlalu terpengaruh terhadap tekanan teman-temannya,
dan cenderung lebih berprestasi di sekolah. Sebaliknya, anak-anak
yang kurang mendapat perhatian dan dukungan ayahnya cende-
rung sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang non-produktif seperti
bolos sekolah dan menghabiskan waktu berselancar di internet, atau
bermain video game.
Wong juga mengatakan bahwa Barna Research, sebuah organi-
sasi Kristen di Amerika Serikat, menemukan bahwa 15% anak-anak
pergi ke gereja dengan kemauan sendiri, jika mereka hanya memiliki
ibu yang rajin ke gereja. Namun persentase meningkat menjadi 55%
jika hanya ayah sendiri yang rajin pergi ke gereja. Sementara itu,
ketika kedua orang tua rajin ke gereja secara teratur, persentase
meningkat menjadi 72%. Selain itu, kehadiran ayah dalam keluarga
juga memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan emosi-
onal bangan langsung terhadap perkembangan emosional anak. Kata
onal anak. Kata Wong, “seorang ayah yang lembut dan peduli akan
menurunkan anak yang juga lembut dan peduli, tetapi bukan dalam
arti yang eksklusif.” Menurutnya, “anak-anak belajar berempati
dengan orang-orang yang kurang beruntung karena anak-anak ini
meneladan orangtua mereka.”
Dalam lokakarya lain bertema “Love Languages,” Pastor Henry
Siew melihat lima cara utama, atau “bahasa,” yang dengannya orang
memberi dan menerima cinta. Lima cara itu adalah kata-kata penegu-
han, tindakan pelayanan, hadiah, kebersamaan atau quality time
(menyempatkan waktu bersama), dan sentuhan fisik.
Sementara itu, Pastor Johnson Fernandez, direktur Kantor Komisi
Kateketik (Catechetical Commission Office), membagikan pentingnya
menciptakan ritual-ritual dalam keluarga Katolik. “Dampak dari kelu-
arga seseorang dalam pembinaan religius dan moral itu jauh lebih ku-
at dari program kateketik terbaik atau sekolah Katolik paling terke-
nal,” katanya dalam lokakarya yang ditanganinya tentang “Creating
and Celebrating Family Rituals” (menciptakan dan merayakan ritual-
ritual keluarga). Menurut pastor Johnson, ketika banyak pengajaran
tidak terjadi dalam kelas pelajaran agama, perayaan-perayaan dalam
keluarga bisa melengkapinya. Ritual yang dimaksud, antara lain
menyediakan waktu dimana para anggota keluarga saling berbagi
“good news stories” (cerita-cerita kabar gembira). Misalnya, seorang
anggota keluarga dapat menceritakan kembali sebuah kisah Injil dari
pengalaman atau pandangannya sendiri. Para orang tua dapat menca-
ri Allah dalam kebiasaan religius ini dalam peristiwa-peristiwa kelu-
arga seperti pembaptisan, reuni keluarga, dan hari ulang tahun.
Oleh karena itu, berkaca dari data-data dan saran-saran di atas,
marilah kita para orangtua khususnya bapak-bapak menyadari peran
nya sebagai pewarta dan saksi Injil dalam keluarga. Saya pribadi sejak
kecil terbiasa diajak doa lingkungan sama ayah saya, lalu didorong
dan diantar untuk ikut sekolah Minggu, legio Maria, dan juga misdi-
nar. Dari situlah saya akrab dengan tugas pelayanan dan hidup meng-
gereja akhirnya saya tertarik untuk menjadi Romo. Peran besar ayah
sangat saya rasakan dan itu membekas di hati, maka saya pun berani
mengajak para ayah untuk mengajak anak-anaknya aktif dalam kehi-
dupan menggereja. Semoga. Amin.
.SERBA-SERBI.
MENGENAL LINGKUNGAN BARU, ST. THERESIA AVILLA
Kali ini kita akan mengenal lebih dekat Lingkungan St. Therisia
Avilla Sogaten yang pada tanggal 15 Oktober lalu memperingati
pesta nama lingkungan lewat Misa Syukur. Lingkungan St. Theresia
adalah lingkungan baru hasil pemekaran dari Lingkungan St.
Antonius Patihan, karena jumlah KK nya melebihi batas. Waktu itu
jumlahnya kurang lebih ada 60 KK, walaupun sebelumnya sudah
pernah dimekarkan menjadi lingkungan St. Gregorius Nglames.
Lingkungan St.Theresia Avilla secara geografis berada di kulon
kali Madiun, berbatasan dengan kelurahan Winongo, Mangunharjo
dan Jiwan. Maka dengan pertimbagan tersebut Pastor Paroki dan
DPP merekomendasikan masuk Wilayah V agar total jumlah lingku-
akan
ngan di wilayah genap 5 lingkungan seperti dengan lainnya. Hal ini
diharapkan bisa mempermudah pengelolaan pelayanan pastoral
agar menjadi lebih efektif dalam ‘menyapa umat’.
Tahun 2018 adalah awal perjalanan pemekaran umat Lingku-
ngan St. Theresia, yang tentunya tidaklah mudah. Pemekaran ini
juga mendapat dukungan Pro dan Kontra dari umat lingkungan, ada
yang mendukung, dan ada pula yang keberatan karena khawatir
kekurangan anggota dan kegiatan harian tidak hidup lagi. Maka dari
itu Romo dan DPP menguatkan: “Jangan pesimis, kita harus optimis.
Kita harus berani untuk maju. Apa adanya kita, kita coba untuk
berlatih dengan segala kekurangan “.
Akhirnya dalam rapat perdana lingkungan, menyepakati
melalui musyawarah dan mufakat, memberikan amanah kepada
Bapak Vincentius Bambang Nuso Prasetyo menjadi Ketua
Lingkungan St. Theresia Avilla Sogaten yang pertama. Sosok yang
tentunya banyak umat Katolik di Madiun mengenalnya. Beliau orang
Katolik lama di Madiun, terlebih Bu Bambang yang nama
lengkapnya Irene Ludovica ini juga adalah ketua WKRI yang sudah
sangat mengenal umat Kulon Kali dengan baik.
Bapak dari Mas Inno yang nama lengkapnya Innosensius
Henrietto Prasetyo ini diharapkan mampu membuat umat yang
tadinya tidak percaya diri dapat ‘bangun’ kembali. Beliau mengajak
bersama-sama pengurus lainnya, termasuk Bu Bambang sendiri
juga ikut terjun langsung menjemputi umat yang rata-rata sepuh-
sepuh di desa Wayut, Sidomulyo untuk ikut doa bersama. Sebuah
pelayanan nyata lewat kunjungan, sapaan, ternyata mampu menggu
gah hati umat bersedia mengambil bagian dan berperan aktif dalam
kepengurusan Lingkungan.
Tak perlu diragukan lagi walaupun lingkungan ini masih muda
tapi sudah kompak dan guyup. Terlebih daerah Sogaten dan Wayut
banyak dibuka perumahan baru, hingga banyak penambahan umat
Katolik di lingkungan ini
Demikian sekilas liputan kami tentang Lingkungan Santa
Theresia Sogaten, serta profil pasutri Bambang-Irene yang setia
dalam pelayanan. Mereka bisa menjadi contoh keluarga Katolik
yang terpanggil melayani karena rasa syukur atas anugrah Tuhan.
Selamat melayani, Tuhan memberkati.
PDKI: BERBAGI PADA KELUARGA YANG TIDAK MAMPU
“Aku merasa yakin bahwa
misiku tidak akan berakhir
sesudah kematianku, melainkan
akan dimulai. Wahai jiwa-jiwa
yang bimbang, aku akan
menyingkap kan bagi kalian
selubung surga guna
meyakinkan kalian akan
kebajikan Allah”
(Buku Catatan Harian, 281)
Paguyuban Devosan Kerahiman Illahi (PDKI) Santo Cornelius
Madiun melaksanakan bakti sosial (Baksos) di stasi dan paroki pusat,
dalam rangka Pesta Nama St. Faustina Rasul Kerahiman Ilahi. Baksos
yang pertama dilaksanakan tanggal 3 Oktober di stasi Saradan. Foto
di bawah ini adalah penyerahan Bansos oleh pengurus PDKI St.
Cornelius pada ketua stasi bapak TA. Widji Krismanto di depan Gereja
St. Yohanes Gabriel sebanyak 21 paket untuk 21 keluarga.
Program Baksos selanjutnya adalah di
stasi Caruban yang berjarak kurang lebih
14 km dari Saradan. Maka tim PDKI St.
Cornelius meluncur dari stasi Saradan ke
Gereja St. Maria Asumpta Caruban, diteri
ma oleh perwakilan umat di sana. Bantu-
an diserahkan langsung oleh Romo Agus-
tius Supriyadi yang kebetulan tugas di
stasi Caruban, kepada Bapak Bambang
(Ketua Lingkungan St.Martinus Caruban).
Ada sebanyak 21 paket Bansos yang disi-
apkan dengan sasaran sebanyak 21 kelu-
arga Katolik Caruban yang membutuh
kan. Jadi tanggal 3 Oktober program Bak-
sos di stasi selesai.
Pada tanggal 7 Oktober dilanjutkan
program Baksos ke II dengan sasaran
keluarga-keluarga yang kurang mampu
di Paroki St. Cornelius Madiun. Untuk
di Paroki pusat tim PDKI menyediakan
sebanyak 26 paket dengan sasaran 26
keluarga. Setelah mendapat masukan
dari umat ataupun KaLing maka Ban-
sos di serahkan ke masing-masing tim
lingkungan untuk diserahkan kepada
mereka yang berhak.Foto kanan adalah
salah satu contoh penyerahan bansos
kepada keluarga dari lingkungan St.
Antonius Patihan yang di serahkan
langsung oleh bu Sri Mudayanti.
Demikian liputan kegiatan Bakti Sosial Paguyuban Devo-
san Kerahiman Ilahi St. Cornelius Madiun pada keluarga-kelu-
arga yang kurang mampu. Sebuah program “Tepat guna dan
langsung action”,guna menghidupi misi mulia membawa jiwa-
jiwa yang bimbang, menuju kebajikan Allah. Berkah Dalem.
HIDUP ADALAH KESEMPATAN UNTUK MELAYANI TUHAN
Bernardus Bagus Setyo Utomo adalah kepala keluarga yang
telah mendapat amanah menjadi Ketua Lingkungan St. Fransiskus
Xaverius Oro-Oro Ombo Madiun. Suami dari Serafia Irit Fajar Jaya
ini menyadari bahwa menjadi Kaling di usia yang masih muda,
masih membutuhkan pendampingan, bimbingan dan dorongan dari
para senior lingkungan. Ini merupakan pengalaman baru baginya
memegang tanggungjawab sebagai Kaling, walau sebelumnya ia
sudah kenyang dengan berbagai pengalaman kegiatan di gereja dan
lingkungan.
Lingkungan St. Fransiskus Xaverius adalah lingkungan lama
yang memiliki warga Katolik sebanyak 32 kepala keluarga dengan
total umat kurang lebih 75-80 jiwa. Lingkungan ini meliputi
kelurahan Oro-Oro Ombo sebelah timur mulai dari Jln.Diponegoro,
Jln. Trengguli sampai batas utara Rel Kereta, masuk daerah Sun City.
Dibawah ini kegiatan Rosario ke 3 lingkungan St Frans.Xaverius.
Ada yang menarik dari anak muda ini. Biasanya banyak anak
muda enggan dan banyak alasan bila di minta menjadi ketua lingku-
ngan. Seperti “Oh jangan saya, saya sekarang sibuk, mungkin yang
lain saja, saya belum pantas dan lain-lain alasannya. Tapi tidak bagi
bapak dari empat putri, Yosefin Angelina Setyawan, Daniela Carrisa
Aqila Putri, Elizabet Manuel Inez dan Antonia Jesica Michal Sharren
yang tinggal di Jln. Menur Utomo Oro-oro Ombo ini. Beliau mantab :
“Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan”.
Memang dewasa ini ada fenomena umat tidak bersedia menjadi
ketua lingkungan, lebih-lebih kaum muda. Ketidaksedian ini adalah
sebuah kenyataan. Penolakan menjadi ketua lingkungan bukan
hanya dilakukan oleh kaum muda saja, tidak sedikit atau mau
dikatakan hampir kebanyakan umat Katolik tidak bersedia menjadi
ketua lingkungan. Kita berharap kedepan semua umat mau terlibat
secara aktif dalam karya kerasulan awam, termasuk menjadi ketua
lingkungan. Maka harus diapresiasi jika ada umat yang bersedia
menjadi Kaling karena ini sesungguhnya adalah sebuah kesanggu-
pan yang luar biasa.
Terimakasih Mas Bernardus Bagus Setyo Utomo, yang tetap
konsisten menjalankan tugas pastoral di lingkungan seperti BKSN
dan Rosario serta kegiatan lainnya. Teringat kata-kata indah dalam
lagu “Bila saatnya nanti kita tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi
Berkat”. Salam sukses, Tuhan Yesus memberkati. Amin.
.WAWANCARA
SUDAHKAH KITA
BERSERAH DIRI PADA
KEHENDAK KRISTUS ?
Stres menjadi masalah serius bagi banyak orang. Dari hasil
survey online baru-baru ini didapat ada sebanyak 64,8 persen
masyarakat Indonesia mengalami masalah psikologis (stres).
( PDSKJI;2020). Tentunya kita para keluarga Katolik juga pernah
mengalaminya. Tamu kita kali ini juga telah melewati beban berat
itu, beliau adalah ketua lingkungan St, Paulus nambangan Lor dua
periode Bapak Yohanes Cornelius Djoko Soetopo.
Pada kesempatan kali ini tim WKC menyempatkan waktu
untuk wawancara beliau di rumahnya di jalan Bulu II, samping RSI
pada tanggal 23 September yang lalu. Perbicangan tentang kesaksi-
an beliau mengalami stress berat hingga halusinasi saat pengliha-
tanya tidak normal lagi karena Makula. Sebuah perjuangan panjang,
berbeban berat, dan marah sama Tuhan yang akhirnya lewat
“berserah diri”, dan setiap hari mendengarkan Firman Tuhan
akhirnya Kristus menggapainya.
Bagaimana jalan ceritanya mari kita simak wawancara ini
semoga bisa menginspirasi para keluarga dalam mengatasi beban
berat hidup atau penyakit.
Apa yang bapak alami 4 bulan bulan yang lalu?
Mata saya itu kena makula. Makula itu sarafnya mengalami
penuaan, jadi saya ini mungkin satu satunya ketua lingkungan yang
meme- gang record buta.
Awalnya setelah misa 40 hari ibu Romo Agus, saya masih bisa
melihat. Malam hari saya masih bisa baca WA sampai jam tiga
seperempat, kemudian saya tidur. Habis itu ada WA masuk, saya
buka ternyata saya sudah tidak bisa melihat lagi. Mungkin karena
dipaksa hingga mengalami pendarahan. Setelah beberapa hari kami
periksa ke Dokter, katanya mata saya itu kena makula.
Bagaimana saran dokter untuk orang yang terkena Makula?
Kalau kena makula tidak bisa memakai kaca mata, karena titik
fokusnya ini tertutup oleh syaraf yang sudah rusak itu. Jadi saya ini
nyuwun sewu kalau nyawang panjenengan itu, pasuryane panjene-
ngan itu saya tidak bisa melihat dengan jelas. Kalau katarak itu 90%
berhasil tapi kalau makula nggak bisa karena syarafnya mengalami
kerusakan/penuaan. Saya ke solo, mata saya di suntik retinanya
agar tidak berkembang kerusakannya.
Apa yang terjadi setelah tahu matanya tidak normal lagi?
Saya mengalami stres berat, sampai saya halusinasi, sekan-akan
ada orang yang mengajak saya berenang ke kali, ada yang mengata
kan “mripatmu kuwi iso waras , cukilen diganti plastik saja”. Jadi
malam itu ada suara-suara seperti itu. Jadi saya seperti tidak sadar,
setelah dijawil itu saya baru ingat..oh iyo yo... saya baru sadar.
Ada orang yang bilang itu kena demit. Oh tidak saya nggak kena
demit. Saya setiap hari mengalamin stress “hidup saya kok begini”.
Sampai saya protes dengan Tuhan: “Tuhan kenapa, saya itu selalu
melayani, mana saya jadi tatib, jadi ketua lingkungan, jadi pewarta,
jadi bendahara, mana saya jadi ketua lansia, mana saya harus jaga
gerja malam. Tapi kenapa kok begini?.
Apa yang bapak lakukan setelah itu?
Saya ke Buder Neri..”Der..tolong saya di hipnotis supaya saya bisa
menyerah dengan keadaan ini”. Burder neri bilang;”Kalau mau
menghipnoterapi, orangnya harus menyerah”. Kan yo bingun, la
wong saya pingin menyerah. Jadi akhirnya saya menerapi sendiri
dengan mendengarkan kiriman renungan dari Kaling Salvatore
setiap pagi. Terus menerus saya terapi diri saya sendiri, sampai di
akhir september saya menyadari bahwa selama ini saya tidak
memikirkan keinginan Tuhan. Akhirnya saya balik: “Tuhan apapun
yang terjadi itulah kehendak-Mu, saya akan berjalan sesuai dengan
kehendakmu”.
Lama-lama istri saya mengingatkan kenapa kok tidak mendengar-
kan lagu Rohani akhirnya saya dengarkan lagu “ Indah rencanamu
Tuhan”. Saya tidak tahu akan kemana, entah Tuhan mau arah saya
ke mana? Saya mengikuti Kristus, kalau kristus menghendaki saya
ke laut saya akan ke laut. Saat mendengarkan lagu-lagu Rohani ada
kata-kata “Barang siapa berani mengikut aku harus berani memikul
salib”. Saya tersadar: “Kristus sendiri menderita disiksa kayak
begitu. Juga para Santo dan Santa itu matine gak genah kabeh.
Berani menghadapi siksaan dalam mengikuti Kristus. Sampai orang
meminta dia untuk menyangkal Kristus, kalau nggak mau diketok
ilatmu...Dia berani. Saya hanya begini saja apa artinya? Saya terus
merenung? Dan akhrinya saya sadar.
Selain itu apa yang menyentuh bapak sehingga bapak bisa
berserah diri total pada Kristus?
Saya mendengar kisah Ayub, bagaimana Ayub dibikin bangkrut
oleh Tuhan, kekayaanya, istrinya, anaknya semua hilang. Kalau
diban- dingkan dengan saya tidak ada apa-apanya. Ayub yang
orangnya kaya bangkrut masih mengikut Tuhan. Bukan hanya
hartanya, dia bangkrut mentalnya, miskin, sakit. Kalau
dibandingkan dengan saya tidak seberapa. Saya masih bisa
berjalan, masih bisa ke gereja diantar istri, masuk gereja biasa.
Arep opo? Maka saya introspeksi wong saya masih bisa melihat oh
itu daun, itu orang. yang kurang dari saya hanya tidak bisa
membaca dan menulis itu saja.
Apakah saat itu Bapak ingin lari dari Tuhan?
Tidak..saya tidak lari dari Tuhan. Kalau saya mau lari dari Tuhan,
mau lari kemana? Wong semuanya itu tempatnya Tuhan. Mau di
isor longan ? Yesus itu adalah buku, firmannya adalah tongkat
hidup saya. Yesus menceritakan, mengarahkan, mengajarkan secara
manusiawi dia bisa memberikan contoh. Dia mengajarkan tentang
Kasih, Yesus juga mengasih manusia. Contoh yang sederhana waktu
Yesus mau ditangkap, Petrus memotong telinga, Yesus tetap
mengasihi orang yg diperung kuping itu, dipulih kembali. Yesus
begitu mengasihi...Apakah saya akan meninggalkan ajaran yang
begitu indah? Makhuk mana yang tidak membutuhkan kasih?
Sekarang Pak Joko masih melayani di lingkungan?
Saya itu merasa terbebani diri saya. Wong lagi ngene kok moh
mimpin pertemuan. Akhirnya saya harus berjuang bagaimana
caranya, akhirnya saat BKSN istri saya yang baca ayatnya terus
nanti saya yang menjabarkan atau yang memimpin renungan itu.
Demikian wawancara kami dengan Bapak YC Djoko Soetopo
tentang tip mengatasi stres lewat berserah diri dan setiap hari
mendengarkan Firman Tuhan. Semoga pengalaBpmk.aTnhonmyasaSuybasinsoa
menjadi penguat iman kita semua para keluarga.
Terimakasih. Berkah Dalem.
.SEKILAS INFO Gua Maria St Cornelius Baru
Madiun, 19 Oktober 2021
Selama ini banyak keluhan
gua maria kotor dan banyak
nyamuk. Sekarang disulap
menjadi baru. Puji Tuhan
sudah selesai, bisa digunakan
lebih nyaman. Selamat bedoa.
Ruang Pasturan Makin Asri
Madiun, 21 Oktober 2021
Semakin adem ruang pertemuan
out door Pasturan. Suasana asri,
gemricik air kolam dan ikan koi
yang sehat-sehat. Jadi tempat
refresing dan mencari inspirasi .
Kantor Seketariat Paroki
yang Besih & Full AC.
Madiun, 23 Oktober 2021
Kantor seketariat Paroki bertem-
pat di ruangan baru di Gedung
Kevikepan. Kita masuk pintu
utama belok kanan langsung
ketemu ruanganya. Pak Yasno
dan Mbak Lucky siap melayani
umat.
OMK St. Cornelius Doa
Rosario Bersama
Madiun, 30 Oktober 2021
Teman teman OMK Doa Rosario
di gua Maria gereja, yang telah
dilengkapi fasilitas seperti, kursi
sandar outdoor, tegel marmer
yang asri bagi yang suka
lesehan. Lebih indah dan lebih
hening untuk berdoa.
.BULAN ROSARIO Misa HUP bulan Oktober
Madiun, 31 Oktober 2021
Misa HUP bulan Oktober diha-
diri 8 pasutri. Setelah homili
mereka didoakan, diberkati dan
diperciki air Suci oleh Romo
Agustinus Supriyadi dengan
pesan: Semoga tetap rukun dan
selalu bersuka dalam keluarga.
Di Lingkungan
Doa Rosario
St. Anna Caruban
Dari caruban mela-
porkan bahwa Lingku-
ngan. St Anna mengada
kan doa Rosario II diha-
diri 16 orang. Terlihat
komplit ada bapak, ibuk
& anak mudanya hadir.
Salam untuk keluarga
di Caruban.
Penutupan Doa
Rosario Lingkungan
St. Antonius Patihan
Tanggal 28 Oktober
Penutupan Doa Rosario
Lingkungan. St Antonius
Patihan di rumah Kaling
yang hadir 31 orang.
Dilanjutkan rapat umat
untuk program 2021.
Semarak Rosario di lingkungan St. F. Asisi Winongo
Dari hari ke hari makin terasa kerinduan umat untuk berdoa
Rosario. Di Lingkungan Frans Asisi Winongo melaporkan bahwa
jumlah yang hadir Doa terus meningkat, mulai dari pertemuan
pertama yang hadir 15 orang, Doa Rosario II sebanyak 23 orang.
Rosario pertemuan III yang hadir 20 orang. Sedangkan foto diatas
adalah pertemuan Rosario ke IV di rumah Kaling tgl 19/10 yang
hadir 24 Orang. Dan Foto diatas bawah adalah Rosario ke V di
Rumah Ibu Kuantono 26/10 yg hadir 25 orang. Semangat keluarga
untuk berdoa sungguh membanggakan .
Doa Rosario di Lingkungan
St. Margareta Winongo
Lingkungan Margareta Winongo
telah melakukan rangkaian Doa
Rosario pada pertemuan ke empat
dilakukan pada tanggal 25 Oktober di
rumah Bpk. Ign. Endro Subiakto. Dan
dipimpin oleh Mas Ferdinan
(Mahasiswa STKIP). Memang belum
maksimal yang hadir karena masih
kawatir akan Pandemi. Tercatat yang
hadir sebanyak 12 orang.
..ULANG TAHUN PERNIKAHAN..
Periode : Tanggal 1– 15 Nopember
SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN BAGI PASUTRI:
Lingkungan PASUTRI HUP
St. Angela Merici, Prajuritan ANDY RINALDY CHRISTOFEEL - MARIA MAGDALENA 2/11/2000
13/11/2003
St. Angela Merici, Prajuritan DIDIK SUHARJO TITUS - KRISTIANA MARIA KRISTIANA DWI ASTUT 11/11/1996
14/11/2010
Salvatore, Kletak-Surabayan ALBERTUS PUTUT TRIWIDAGDO - YOSEPHINE CATUR WULANDARI 4/11/2005
13/11/2005
St. Anna, Sukosari ADEN HERDIANANTO - MARGARETHA SRI WAHYUNI 2/11/1974
1/11/2009
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo AGUSTINUS LAURENTIUS SRIYONO - THERESIA ARYANTI EKO WULANDARI 8/11/1990
2/11/2008
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo YOHANES BERGMAN DIDIK KURNIAWAN - ANASTASIA SUGIYEM 9/11/1974
St. Thomas, Kartoharjo JOSEF MARIA ANDY SANTOSO SUSILO (LO PING AN) - LOUISE MARIA LIEM WIE LIAN 4/11/1989
10/11/2001
St. Aloysius Pandean Vincentius Supramakna Palilingan - Bernadetha Agustina Inawati 14/11/2010
St. Carolus Boromeus Josenan SILVIRIA SUPARMI 5/11/2000
St. Carolus Boromeus Josenan YOSEF BESU - MARYATI 3/11/2007
11/11/1989
St. Johanes Nambangan Kidul ANTONIUS TAN HOK GUIE/ HARTANTO 13/11/1965
St. Johanes Nambangan Kidul ANTONIUS BUDI SANTOSO - ANASTASIA WIDYANINGSIH 4/11/2007
8/11/2011
St. Maria Nambangan Lor Antonius Soegiarto Notoasmoro - Fransisca Romana Ting Hong Lan/ Lanny 11/11/1979
St. Agatha, Kejuron AGUSTINUS SLAMET WIDODO - REGINA BAYU NIRMALA DEWI 14/11/1988
St. Caecilia, Taman ZAKARIA LIAUW TJIEN HAN / YANTO - MARIA YOSEFINE ERLINAWATI 10/11/1994
15/11/1986
St. Maria, Kejuron THOMAS TEGUH SANTOSO - ANASTASIA NANING TRISNAWATI 13/11/1994
St. Petrus, Taman ALBERTUS ADI MARSUNU - VIANNEY ENDANG MURNIATI 5/11/1994
8/11/1973
St. Petrus, Taman THOMAS SARWONO - BRIGITA THERESIA KUSUMANINGRUM 3/11/1988
St. Fransiskus Asisi Winongo IGNATIUS LOYOLA SUKIYONO - MARIA GORETTI PUDJI LESTARI
St. Lukas - Jiwan Ferdinandus Lindu Nani Prihatantyo
St. Vinsentius , Pangongangan ANTONIUS DJIE KING LION / CHRISTIANTO DARMADJI - MARIA MAGDALENA NANIK LIANAWATI
St. Theresia Avila JOHANES MARNO GOENTORO - LUCIA HARTUTITYAS
St. Theresia Avila YOHANES FAJAR PRASETYA - CAECILIA ONNY FIBRIYANTI
St. Theresia Avila VINCENTIUS BAMBANG NUSO PRASETYO - IRENE LUDOVICA
St. Petrus, Jenangan PAULUS SUYATNO - LAURENSIA SAWIANI
St. Maria, Jenangan YOSEF KASNO - THERESIA SUPINAH
St. Martinus, Caruban Franciscus Xaverius Sukarman - Anastasia Darmini
St. Yohanes, Caruban FRANSISKUS XAVERIUS R. IWAN SUMARWANTO - MARIA MAGDALENA ENDANG SETYAWATI