The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Warta Keluarga Cornelius Januari I - 2022.pdf ( Final )

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aries.wahyuwitomo, 2021-12-29 21:08:27

Warta Keluarga Cornelius Januari I - 2022.pdf ( Final )

Warta Keluarga Cornelius Januari I - 2022.pdf ( Final )

KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3

Edisi : Januari I, No 18/WKC/2022 TMealpd.i(u0n3M51)a4d5i2u2n4l7l6, 4351882518121

.RENUNGAN. [email protected]

https://id.wikipedia.org/wiki/Yesus_ditemukan_di_Bait_Allah#/media/Berkas:William_Holman_Hunt

KELUARGA YANG BERSATU, TERISPIRASI
YESUS SANG GURU DAN TUHAN

Oleh: RD Robertus Tri Budi Widyanto

Inspirasi dari Yesus sebagai teladan pemersatu dalam keluarga
bisa kita temukan dalam teladan kerendahan hatiNya. Kerendahan
hati adalah syarat mutlak untuk eratnya persatuan seluruh anggota
keluarga. Semangat kerendahan hati Yesus dalam mewujudkan
kesatuan keluarga tampak dalam peristiwa Yesus yang ditemukan di
Bait Allah. Peristiwa tersebut terjadi saat Yesus berusia 12 tahun dan
bersama orang tuanya pergi ke bait Allah di Yerusalem. Saat perjala-
nan pulang ternyata Maria dan Yusuf baru menyadari bahwa Yesus
tidak bersama-sama mereka.

Mereka sangat cemas dan berusaha keras mencari dan kembali
ke Yerusalem sampai menemukan Yesus yang saat itu sedang berbi-
cara dengan para pemuka agama Yahudi. Kemudian terjadi dialog
yang penuh makna. Maria berkata: “Nak, mengapa engkau berbuat

begini terhadap kami? Bapamu dan aku sangat cemas mencarimu.’’
Tetapi jawab Yesus: “Mengapa kamu mencari aku? Tidakkah kamu
tahu bahwa aku harus ada di rumah Bapaku?’ Tetapi mereka tidak
mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang ber

sama-sama mereka ke Nazaret; dan tetap hidup dalam asuhan mere-
ka. Ibu-Nya pun menyimpan semua hal itu di dalam hatinya. Yesus
makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh
Allah dan manusia (Luk 2:41-52).

Dalam dialog antara Yesus dan orang tua-Nya kita menemukan
sebuah semangat kerendahan hati dari masing masing mereka. Maria
dan Yusuf yang begitu cemas dan bingung mencari Yesus dan berusa-
ha menyampaikan keluh kesah mereka ternyata mendapat jawaban

yang tidak mereka sangka. Sebuah jawaban yang membuat Maria
bertanya-tanya apa maksud dari jawaban itu. Kerendahan hati itu
terwujud dalam sikap Maria yang tidak marah tetapi menyimpan
semua hal itu dalam hatinya. Dan dalam sikap merenung itu Maria

terus menjalankan tugasnya dengan setia yaitu mengasuh Yesus
sebaik-baiknya.

Demikian halnya dengan Yesus. Meskipun Dia mengungkapkan
jawaban dan pengertianya tentang relasinya dirinya dan Bapa

namun kemudian Ia tetap dengan rendah hati pula mau ikut kembali
ke Nazaret dan tetap berada dalam asuhan orang tua-Nya. Di sini
tampak jelas ada kerendahan hati yang luar biasa dari Yesus maupun
orang tua-Nya. Sebuah semangat kerendahan hati yang dinyatakan

dalam sikap, yaitu: dalam sebuah peristiwa yang sulit untuk
dipahami dan diselesaikan namun antara orang tua Yesus dan Yesus
sendiri sama-sama mau untuk kembali ke Nasaret untuk mengasuh
dan diasuh dengan baik. Kembali ke Nazaret boleh kita maknai

sebagai semangat untuk rendah hati membangun persatuan dalam
keluarga. Bagaimana dengan kita? Sudahkah masing-masing kita
belajar semakin rendah hati dalam usaha mewujudkan persatuan
dan kerukunan keluarga kita? Tuhan memberkati selalu.

.SERBA-SERBI.

KELUARGA SEDERHANA SEPERTI KELUARGA KUDUS
DARI NAZARET

Oleh : Wenseslaus Joko Walgito

Perkenalkan saya Wenseslaus Joko Walgito, dan istri saya
Margaretha Kristiani Purwita Sari. Pada kesempatan ini, saya ingin
berbagi tentang bersatu dengan Yesus, Guru dan Tuhan lewat
keluarga sederhana, yang kami jalanni setiap hari. Saya tinggal di
jalan Anjasmara, Gg. Pamong Rini no 19–Pangongangan Madiun.
Saat ini saya bekerja sebagai “Nakes” di RSUP Dr. Sudono, menikah
pada tanggal 16 Januari 2005 di Gereja Cornelius Madiun. Dan kami
dianugerahi tiga anak yaitu: Lousia Klara Putri Regita, Valeria Yudya
Putri Regita dan yang bontot Jonathan Ekklesias Sabdo Winedar.
e Saya asli Klaten, ketemu dengan istri saat saya bekerja di RS.
Santa Clara. Mungkin ini jalan Tuhan, saat itu ada lowongan di RS St.
Clara Madiun, temen-temen mengajak daftar. Terus saya tanya:
“Neng r

“Neng endi?” Neng Mediun, jawabnya. “Alah ngopo adoh-adoh” Jawab
saya spontan. Tapi temen saya bilang, mengko mampir neng
Sarangan. “La..nek kuwi aku tertarik” sahut saya. Kemudian saya
bertiga ke Madiun, kedua temen saya itu Katolik, sedangkan saya ini
Kristen. Saya grogi, karena mereka membawa data-data sak gebog,
mungkin dari gereja. Saya pasrah saja “Yo wis tarah aku mung pingin
ngeter’ne kok”. Ternyata yang diterima cuma saya sendiri.

Di RS St. Clara inilah saya ketemu istri saya, kemudian kami
saling kenal dan merasa cocok. Kami menikah di Gereja Katolik,
karena dari awal saya sudah berprinsip, bila menikah harus satu
iman, dan tekat saya “Abot’to koyo opo tetep tak lakoni ”. Beberapa
hal yang saya ingat saat kursus persiapan pernikahan waktu itu
adalah bahwa perkawinan Katolik itu satu untuk selamanya. Yang
lebih masuk lagi dalam hati saya, waktu itu Romo Yuni bilang, pas
kami mau menikah: “Dalam membangun keluarga jadilah keluarga
yang sederhana”. Itu yang terus saya ingat dan memberi kekuatan
saya sampai sekarang.

Tentang mendidik anak-anak, kami harus membawa anak-
anak untuk ikut dengan Tuhan. Maka salah satunya saya mau jadi
Ketua Lingkungan. Karena kalau saya tidak dipilih saya tidak bisa
memberi contoh anak saya. Dalam beberapa pengalaman saya
memberi pemahaman kepada mereka “Wis to nak kalau kita ikut
Tuhan, semua akan dimudahkan. Murid-murid Tuhan Yesus, juga
nggak tahu apa-apa, hanya nelayan. Gusti ora milih wong sing pinter-
pinter koyok wong Yahudi”. Saya memberi pandangan seperti itu ben
gelem terus setia nderek Gusti Yesus”.

Kalau istri saya itu orangnya setia, dan disiplin. Dia memberi
teladan tentang ketaatan. Taat pada ajaran Gereja serta tradisi
Katolik, prinsipnya kuat. Tentang kesetiaan tak perlu diragukan lagi,
istilahnya sampai berfikir ada pasangan yang lain, dia tidak sampai
begitu, dia pribadi yang setia, saya percaya itu. Memang dari awal
kami sudah berprinsip bila menikah seberat apapun hidup ini harus
kami akan hadapi, dan itu memberikan kekuatan, guna menjadi
sejarah. Kami bersyukur sekarang perjalanan perkawinan kami
sudah berjalan 17 tahun.

Kom

Bagaimana kami me-manage hati kalau ada kekecewaan?
Kami sadar bahwa kami ini berbeda. Saya mengibaratkan istri sa-
ya itu warna hijau dan saya merah. Kalau kita ingin hijau, atau me
rah saja pasti tidak bisa, jadi untuk menjadi keluarga, warna hijau
dan merah-nya harus hilang, biar menjadi warna baru. Artinya ki-
ta harus berani berubah. Ngalah kuwi mesti, otomatis itu. Kalau
ada masalah yo ndongo karo nyanyi. Yo sak isone, sing penting hati

kita dekat Tuhan. Saya sering nyanyikan lagu-lagu pujian, itu
sangat menguatkan. Akhirnya dia reda dan kami rukun kembali.

Pesan kami dalam setiap perkara jangan pernah tinggalkan
Tuhan. Kemarahan itu sebenarnya kita meninggalkan Tuhan dan

kita di luar Tuhan. Bersatu dengan Tuhan itu, berarti kita harus
mau menerima apa maunya Tuhan. Opo kresane Gusti kudu
sendiko, biar semua reda. Demikian sharing perjalanan keluarga
kami semoga bisa bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.

PESAN MISA “HUP” BULAN DESEMBER: MARI KITA
MENELADAN KELUARGA KUDUS NAZARET

Tanggal 26 Desember 2021 yang lalu dilaksanakan Misa HUP
(Hari Ulang Tahun Pernikahan ) bulan Desember bersamaan dengan
Pesta Keluarga Kudus. Misa ini hadiri lima pasutri bersama dengan
umat dan disiarkan secara live streaming oleh tim Komsos St.
Cornelius, diikuti 220 viewer dan di like sebanyak 17 orang.

Pada kata pembuka, Romo RD Leo Giovani Marcel yang me-
mimpin Misa mengatakan: “Hari ini kita merayakan hari raya Pesta
Keluarga Kudus. Perayaan ini mengajak kita untuk menyadari
bahwa hidup berkeluarga merupakan panggilan yang luhur dari
Tuhan. Mengapa luhur, karena dari keluargalah Tuhan berkarya
untuk menciptakan manusia baru. “Allah memberkati mereka, lalu
Allah berfirman kepada mereka, beranak cuculah dan bertambah
banyak.” (Kejadian 1:28). Maka keluarga dipanggil dan dipilih Allah
untuk mengambil bagian dalam karya penciptaan-Nya.

Dalam homilinya Romo menekankan bahwa Keluarga Kudus-
pun, Yesus-Maria-Yusuf, tidak lepas dari persoalan dan kesulitan.
Mulai ketika Maria mengadung, tanpa seorang suami, itu sebuah
kesulitan. Kemudian ketika Maria hendak melahirkan tidak menemu
kan penginapan, karena semua penuh. Kesulitan lagi ketika Herodes
hendak.

hendak membunuh bayi Yesus, maka mereka mengungsi ke Mesir.
Kita bisa bayangkan mengungsi ke Mesir dengan membawa bayi,
lewat padang gurun dengan berbagai kesulitan. Juga ketika mereka
kembali, setelah Herodes meninggal, mereka tetap cemas karena
pengganti Herodes yaitu Arkelaus, juga mewarisi sifat yang kejam
seperti bapaknya. Lalu akhirnya mereka tinggal di Nazaret.

Di Nazaret, Keluarga Kudus menjalani kehidupan sebagai kelu-
arga yang miskin atau bisa disebut keluarga sederhana. Karena bisa
dilihat persembahan mereka adalah sepasang burung tekukur dan
dua ekor anak burung merpati. Persembahan yang hanya dilakukan
oleh orang miskin. Dengan kesulitan-kesulitan itu, tidak membuat
mereka meninggalkan Tuhan. Justru mereka semakin dekat dengan
Tuhan, taat menjalankan kewajibannya sesuai hukum dan tradisi
Yahudi, merayakan Paskah di Yerusalem.

Dari kisah Keluarga Kudus dari Nazaret ini, mari kita mene-
ladan ketaatan-Nya seperti membabtis anak-anak kita ketika masih
kecil, membimbing saat mau terima Komuni Pertama, mem-
persiapan untuk menerima Sakramen Krisma, dan membimbing-
nya untuk mendapat pasangan yang seiman. Serta bila menghadapi
kesulitan, berserahlah pada Tuhan, dan mohon rahmad-Nya, agar
semua dimudahkan. Terimakasih Tuhan memberkati.

.RUANG KESAKSIAN .

KESAKSIAN KETUA LINGKUNGAN ST. PAULUS MADIUN
BERSATU DENGAN YESUS GURU DAN TUHAN

Bersama : Y C Djoko Soetopo

Perjalanan iman Ketua Lingkungan St. Paulus Nambangan Lor
Bapak Y.C Djoko Soetopo menginspirasi tahun bersatu dengan Yesus
Guru dan Tuhan. Dia lahir Islam, masuk Kejawen, terus menjadi
Kristen. Lewat ketrampilannya merangkai bunga telah membawanya
ke dalam Gereja Katolik pada tahun 2001.

Beliau terlahir sebagai seorang Muslim, walaupun fisik kurang
sempurna, tapi dia dulu nakal, suka berkelahi dan peminum. Untuk
menjaga diri dia berguru di Sewulan, agar tidak tedas dibacok.
“Bukan pamer..dulu saya ini kalau dibacok soko mburi saja tidak

kena. Kalau masalah minum, kalau habis satu botol itu saya masih
mampu, dua tiga botol masih bisa” ceritanya.

Perjalanannya mendalami Kejawen sejak dia bertemu seorang
Marinir. Dia diajak minum-minum sampai mabuk, besoknya dia

dipanggil lagi dan diajak diskusi tentang tidak sebandingnya
kenikmatan arak dengan penderitaan setelahnya. Ternyata kenikma
tan itu hanya sekejap. Kemudian Bapak itu bertanya: ”Pernahkah
kamu disentuh oleh Tuhan? Kemudian dia ditawari untuk menjadi

muridnya, dan akhirnya dia menjadi murid pertamanya. Dia diminta
berlatih kesabaran, merobah sikap, disuruh pembersihan diri untuk
minta maaf kepada ibunya. Tak lama kemudian dia diangkat menjadi
ketua Penghayat Ngudi Utomo di Madiun. Selanjutnya ia menjadi

Ketua Penghayat Ngudi Utomo seluruh Indonesia selama lima tahun.
Dia merasa ajarannya ada kemiripan dengan Katolik tapi saat itu dia
belum mengenal Katolik.

Setelah menjalankan laku kejawen, akhirnya ia menikah dengan
Ruth Sumariani, dan kemudian menjadi Kristen dan Tuhan
mengaruniai seorang putra yang bernama Petrus Niko Martha
Whiyana. Semua ilmu dari Sewulan, dibuang, katanya, “Kalau saya
masih pakai ilmu itu ego saya semakin tinggi dan gampang meledak,

setelah menekuni ajaran Kristen, saya merasa damai”. Dengan
mengikuti Kristus dia merobak segala sikapnya walaupun di Kristen
hanya sebagai umat awam, datang ke gereja pulang, terus begitu.

Perjumpaan dengan Katolik berlangsung tak terduga. Beliau

punya jiwa seni, saat itu dia disambat temen merangkai bunga untuk
manten di Gereja Katolik. Dia melihat Misa, “Oh berarti sama-sama
baik, tapi berbeda dalam metode” katanya. Akhirnya dia ke Pak
Wargio, ingin mengenal ajaran Katolik, dan ikut pelajaran tiap selasa

sore. Menjelang Paskah 2001, pak Wargio bertanya: “Iki arep Paskah
awakmu karo Katolik piye?” Dia menjawab: “Saya mantab ikut
Katolik”, kemudian diusul seluruh keluarganya juga diperbaharui
dan dibaptis menjadi Katolik.

Begitu pak Joko dibap-
tis, bersamaan di lingkungan
Santo Palulus ada pemilihan

Ketua Lingkungan, dan pak
Wargio memberi pesan ke
umat : ”Wong kuwi dadekno
ketua lingkungan yo”. Setelah
diadakan pemilihan, akhirnya
umat memilih-nya menjadi
Ketua Lingkungan di tahun
2001. Karena masih baru jadi

Katolik maka dia nubyak-
nubyak. Katanya: “Wah Ketua
Lingkungan itu aturane piye?”

Kemudian pak Wargio memberi bimbingan: “Kalau jadi kKetua
Lingkungan hidupmu harus total. Kalau ada warga meninggal, sakit
atau lagi bosen, kamu harus bisa memberikan peneguhan. Ada
orang yang meninggal diberi surat, mencarikan Romo yang
memimpin ibadat tutup peti”. Kemudian Pak Wargio memberikan
bahan-bahan skripsi anak-anak STKIP untuk dipelajari serta cara-
cara penyampaian agar umat tidak bosen.

Dia menjadi Kaling selama sembilan tahun, setelah itu diganti
pak Topan tiga tahun, terus bu Hernowo. Di tahun 2016 dia

diminta lagi menjadi Kaling sampai sekarang ini. Pengalamannya
menjadi Kaling lengkap, telah dijalani semua, ya sebagai
pewartaan, ya urusan persembahan gereja. Selain itu sebelum
pandemi beliau juga menjadi Ketua Keamanan Gereja. Jadi hampir
setiap malam jaga Gereja, sampai katanya paru-parunya flex, tapi
akhirnya banyak orang ikut bergabung menemani.

Ini semua bentuk tanggung jawab dan rasa syukur karena
bersatu dengan Yesus Guru dan Tuhan. Melayani umat lingkungan

dalam kota sebanyak 22 KK, walau yang aktif hanya 6-7 KK tapi
semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Selamat
berkarya pak Joko.
Tuhan Yesus memberkati.

.IBADAT ADVEN DI LINGKUNGAN & STASI

Pada rubrik liputan Ibadat Adven di lingkungan dan Stasi, tim
WKC mendapat kiriman kegiatan Adven pada minggu-minggu
menjelang Natal. Maka mari kita melihat bagaimana semaraknya
kegiatan Ibadat Adven dalam menyambut kedatangan Tuhan dari
lingkungan dan stasi.
1. Stasi Jenangan

Adven III- Stasi Jenangan

Bandungan, 15 Desember 2021

Pelaksanaan Ibadat Adven di Stasi Jenangan berjalan dengan lancar dan
semarak. Terlihat kerinduan umat untuk berdoa bersama dalam ibadat
Adven yang III yang diadakan di rumah salah satu warga dan yang datang
cukup banyak. Umat duduk melingkar didepan Corpus Adven dengan tiga
lilin menyala. Semua tampak berdoa dengan hikmat serta mendengarkan
pesan Adven yang di bawakan oleh pemandu, seta renungan dibacakan
beberapa umat. Semangat doa Adven menandakan kerinduan Natal akan
tiba. Terimakasih umat Jenangan. Tuhan memberkati selalu.

2. Lingkungan St. Fransiskus Xaverius Oro-Oro Ombo

Adven III Madiun, 15 Desember 2021

Ibadat Adven ke III di
Lingkungan St Fransis-
kus Xaverius berjalan
dengan baik, umat menyi
mak panduan adven ser-
ta berdoa bersama saat
penyalaan lilin Adven.

Adven IV Madiun, 21 Desember 2021

Menjelang Natal, Ibadat
adven yang ke IV di
Lingkungan F. Xaverius
berjalan lancar dan umat
yang hadir cukup banyak.
Beberapa umat sudah
rindu datangnya Natal

3. Lingkungan St. Ignatius Oro-Oro Ombo

Ibadat Adven III Ibadat Adven IV

Madiun, 15 Desember 2021 Madiun, 22 Desember 2021

Pada tanggal 15 Desember umat Umat St. Ignatius kembali mengada-
lingkungan St. Ignatius mengadakan kan ibadat Adven yang ke IV pada tgl.
Ibadat Adven yang ke III. Dalam 22 Desember di rumah Ibu Yuliana
ibadat ini dihadiri sebanyak 15 umat David dihadiri sebanyak 14 orang,
dan berlangsung dengan suasana kemudian para ibu berkunjung ke
hening seperti yang diajurkan dalam warga yang sepuh dan sakit dengan

panduan Adven 2021. berbagi kasih.

4. Lingkungan St. Maria Nambangan Lor

Adven IV

Madiun, 22 Desember 2021

Umat Lingkungan St. Maria Nambangan Lor melaksanakan Ibadat Adven
yang ke IV di rumah bu Indra Jln. H.Agus Salim Madiun. Tampak kerinduan
menyambut Natal sudah terlihat dengan Pohon Natal yang semarak.

5. Lingkungan St. Fransiskus Asisi - Winongo

Adven IV Lingkungan F. Asisi -Winongo

Madiun, 20 Desember 2021

Umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi Winongo telah menyelesaikan
putaran ibadat Adven yang ke IV di rumah Bpk. Eko Yoes Surteni. Dan
yang hadir sebanyak 12 orang berlangsung dengan hikmat.

6. Lingkungan St. Antonius Patihan

Adven III- KKU 1 Adven III- KKU 2

Adven III- KKU 3 Adven III- KKU 4

Madiun, 14 Desember 2021

Ketua lingkungan St. Antonius Patihan mengucapkan terimakasih pada
umat bahwa pada ibadat Adven yang ke III jumlahnya luar biasa sebanyak
38, terlihat kerinduan umat dalam menyambut Natal. KKU 1 di rumah bu
Narto, KKU2 di rumah bu Dini, KKU3 di rumah bu Ria dan KKU4 di rumah
Bu Sulis

Adven IV- KKU 1 Adven IV- KKU 2

Adven IV- KKU 3 Adven IV- KKU 4

Madiun, 21 Desember 2021

Lingkungan St Antonius Patihan, hebat...Ibadat Adven yang IV jumlah umat
yang hadir sebanyak 42. Inilah bukti bahwa dengan dilakukan di KKU maka
keluarga menjadi semakin dekat dan bisa datang dalam ibadat menyambut
Natal. KKU1 di rumah bu Nurdiana dan KKU2 di rumah pak Salihin, KK3 di

Bpk. Puji dan KKU4 di rumah Bu Syahdu.

.SEKILAS INFO Wajah Baru Toilet Gereja

Madiun, 15 Desember 2021

Untuk persiapan Natal 2021,
para karyawan Gereja bergo-
tong-royong mengecat tembok
toilet Gereja dengan kanopi &
tegel baru yang artistik.

Penampakan Balai Paroki

Madiun, 15 Desember 2021

Ruang Balai Paroki juga di cat
guna menampung umat da-
lam misa Natal. Lantai juga di
pel bersih membuat suana ba-
ru dan nyaman untuk Misa.

Kunjungan Walikota

Madiun, 17 Desember 2021

Pak H.Maidi, Walikota Madiun
beserta jajarannya datang ke
Gereja memberikan bingkisan
Natal untuk Karyawan Gereja
St. Cornelius.

Garasi Pastoran Baru

Madiun, 18 Desember 2021

Ruang antara Pastoran dan
Susteran OSU telah disulap
menjadi tempat garasi baru
untuk sepeda, motor dan
mobil para Romo.

Panitia Natal Berbagi

Madiun, 18 Desember 2021

Panitia Natal Gereja St. Corne-
lius Madiun mengadakan Bak-
sos, membagi Nasi bungkus
dan susu kepada pemulung di
TPA-Winongo. Mereka berba-
gi untuk mereka yang miskin.

Polisi Cek ProKes Natal

Madiun, 21 Desember 2021

Romo Udit dan Panitia Natal
menerima para Polisi dalam
rangka menjelaskan prosedur
pelaksanaan Misa Natal 2021
sesuai dengan ProKes.

Penjinak Bom

Madiun, 22 Desember 2021

Untuk memastikan perayaan
Natal berlangsung aman,
maka Polsek Madiun mener-
junkan tim penjinak bom,
memeriksa setiap sudut rua-
ngan Gereja. Pelaksanaanya
berlangsung lancar, semua
aman terkendali.

Doa Bersama FKUB

Madiun, 23 Desember 2021

Romo Kepala Paroki hadir da-
lam acara Doa Bersama de-
ngan FKUB dan Tokoh Aga-
ma, mendokan agar Perayaan
Natal 2021 dan Tahun baru
2022 berlangsung aman..

Misa Malam Natal

Madiun, 24 Desember 2021

Misa Malam Natal berlang-
sung hikmat, diawali peleta-
kan Bayi Yesus dalam palu-
ngan diiringi lagu Malam
Kudus. Pesan Natal 2021
adalah Cinta Kasih Kristus
Mengerakan Persaudaraan.

Kebun Pastoran Panen

Madiun, 26 Desember 2021

Selepas Natal para Romo, dan
Frater yg. bertugas di Corne-
lius, sedang panen sayur di ke
bun Pasturan. Hasil panen:
terong, tomat & daun sing-
kong. Siap dibuat sambel te-
rong balado.

..SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN..

Periode : Tanggal 1- 15 Januari, bagi Pasutri :

Lingkungan PASUTRI HUP

St. Angela Merici, Prajuritan PAULUS BAMBANG IRWAN SUWOKO - YULIANA SRIANI 2/1/1997
St. Angela Merici, Prajuritan Robertus Andi Suhendro - Victory Eleonora Fena Kumalawati 5/1/1997
St. Antonius, Patihan FRANCISCUS SALIKIN - FRANCISCA SUYATMI 13/01/1969
St. Gregorius Agung, Nglames SUWITO - YHUSTINA MARLININGSIH 9/1/1982
Salvatore, Kletak-Surabayan YUSTINUS SLAMET RIYADI - CATHARINA ADITYA NOVI KUSUMAWATI 6/1/2012
St. Yudas Tadeus, Patoman FINARIAWAN ASRINING SENTOSA - CATHARINA CHRISMASTUTI 14/01/2007
St. Yudas Tadeus, Patoman Redemptus Warsono - Maria Magdalena Atmini 1/1/1970
St. Albertus, Kartoharjo Robertus Lukito - Josephine Siti Nursidah 14/01/1973
St. Albertus, Kartoharjo Johan Louis - Maria Agatha Laurentia Lidya Perwitasari 12/1/1992
St. Albertus, Kartoharjo Yohanes Soewandhy Wibisono - Maria Lisawati 1/1/1980
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo PETRUS BUNANDAR - LUSIA SUWARTINI 2/1/1970
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo BERNADUS BAGUS SETYO UTOMO - SERAFIA IRIT FAJAR JAYA 11/1/2015
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo MARIA ELISZABETH ENDANG TRISNOWATI 15/01/1974
St. Yusuf Martinus Santosa - Kristina Retna Rusiasih 14/01/1995
St. Yusuf SUMIRAN - THEODORA MARIA SUPARMI 1/1/1983
St. Yusuf ADRIANUS AKIEK SETIYO BUDHI - BERNADET TIURMA HUTAHAEAN 12/1/2014
St. Aloysius Pandean YOHANES AGUSTINUS SUGIANTO - STEFANI ELVIRA MUSTIKA 15/01/2000
St. Carolus Boromeus Josenan SIMFORIAN SEHAT SEMBIRING - YULITA Rr. YULITA RENI SULISTIANA 2/1/1999
St. Carolus Boromeus Josenan ALOYSIUS SAPARI - ANASTASIA WIDIATI 4/1/1968
St. Maria Nambangan Lor Fransiskus Xaverius Indra Kristiawan - Stevania Tafang Widiastuti 11/1/2000
St. Maria Nambangan Lor Charles Candy Hendrato Gofa - Stefani Lisa Mariana 14/01/2007
St. Maria Nambangan Lor Markus Budi Purnomo - Maria Niken Pujianti 8/1/2008
St. Paulus Nambangan Lor IGNATIUS HERNOWO - BERNADETA RAHAYU BUDWIRUKMINA 1/1/1983
St. Caecilia, Taman LAURENSIUS EKO PUTRANTO - MARIA MAGDALENA HERUDJIATI 9/1/1982
St. Maria, Kejuron PILIPUS HENNY SUNARKO - VERONIKA ESTY WAHYU INDARTI 1/1/2000
St. Maria, Kejuron MARTINUS SAELAN - FREDESWINDA SUTINAH 1/1/1968
St. Petrus, Taman BENEDIKTUS OEI GEE MIEN - BENEDIKTA ENDANG GIJONO 2/1/2010
St. Petrus, Taman FRANSISKUS XAVERIUS HARIO HARI SANTOSO - SUTEKI ENDANG RETNOWATI 1/1/1992
St. Fransiskus Asisi Winongo YUSTINUS TRI ANUGERAH PRIBADI - ALBERTHA DEWI RETNO 7/1/2007
St. Fransiskus Asisi Winongo YULIUS ARTHA FIYANTHARA - RETNO WULANDARI 6/1/2008
St. Vinsentius , Pangongangan JULIUS ANDREY JULIUS SAMARA - TERESIA NUNIK WIDYAWATI 14/01/2014
St. Petrus, Caruban JOSEPH FERDINANDUS KELBULAN - FRANSISKA NINIK MIHARTI 4/1/1987
St. Petrus, Caruban AGUSTINUS SUNARNO - YULIA MARIA MAGDALENA SUWARTI 13/01/1973
St. Petrus, Caruban ANTONIUS BUDI TJAHYONO - ANGELINA NINIK HIDAYATI 8/1/1995


Click to View FlipBook Version