KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3
Edisi : Desember II-2021, No 17/WKC/XII/2021 TMealpd.i(u0n3M51a) 4d5iu22n4l7l6, 4351882518121
.RENUNGAN. [email protected]
https://sayangianak.com/
BEBERAPA KESALAHAN MENDIDIK ANAK
DALAM KELUARGA
Oleh: Vincentius Purwadji
Sebagai orang tua yang diberi tanggung jawab oleh Allah untuk
mendidik anak–anaknya, tentu akan berusaha semaksimal mungkin
agar anak–anak dapat hidup mandiri nantinya. Akan tetapi yang se-
ring terjadi dalam mendidik, tak disadari dapat merugikan anak.
Banyak orang tua berpendapat bahwa orang tua harus lebih ba
nyak yang berbicara daripada anaknya. Hal ini terjadi karena cinta
orang tua terhadap anaknya. Selain itu orang tua menyakini bahwa
mereka perlu menjelaskan pendirianya dan berharap anak perlu be-
lajar banyak dari orang tuanya. Akibatnya pembicaraan lebih didomi
nasi orang tua. Sering juga terjadi ada orang tua memberi kesempa-
tan anak–anaknya mengemukakan pendapatnya, namun pada dasar-
nya orang tua hanya menanti waktu untuk menyampaikan apa yang
dianggap perlu mereka dengarkan.
Kesalahan yang pertama, orang tua sering memastikan bahwa
anak belum mampu mengerti atau belum bisa memutuskan soal–soal
tertentu. Kalaupun anak mengemukakan persoalanya, orang tua
tidak mendengarkan dengan baik. Orang tua menganggap anak tidak
tahu apa-apa. Persoalan yang diceritakan anak dianggap tidak perlu
diperhatikan. Bisa dikatakan secara halus bahwa orang tua tidak
tertarik cerita anak, sehingga anak lebih nyaman membicarakan
dengan teman atau orang lain pengganti orang tuanya.
Dalam beberapa kasus, orang tua cenderung memperhatikan apa
yang dibicarakan, bukan siapa yang berbicara. Sebenarnya secara
manusiawi yang terpenting adalah orangnya, bukan masalahnya. Ini
merupakan tantangan orang tua dalam menemukan apa-apa yang
dirasakan anak dan bagaimana cara menanggapinya.
Bagaimana menemukan apa yang dirasakan anak? Dalam perca-
kapan sehari–hari dengan anak, kita sebagai orang tua tidak boleh
buta terhadap perasaan anak, biarkan anak menjelaskan penda-
patnya. Misalnya: Pernahkah orang tua mengajak anaknya untuk
mengungkapkan perasannya, tanpa meminta untuk menerangkan,
mengoreksi, dan mengarahkan? Yang sering malahan orang tua ingin
menceritakan perasaannya, tanpa mendengarkan perasaan anak
serta ingin menyelesaikan persoalanya. Orang tua mengungkapkan
perasaan dengan marah, kelembutan, kasihan atau perasaan apa-
pun, beranggapan sudah menanggapi perasaan anak, tetapi sebetul-
nya sibuk dengan perasaannya sendiri. Sebenarnya bagi anak yang
dibutuhkan hanya dimengerti saja. Anak–anak, ingin dimengerti oleh
orang tuanya. Maka jalan terbaik menjalin hubungan dengan anak
adalah mau mendengarkan dam mengerti perasaannya.
Kesalahan lainnya, karena orang tua terlalu sibuk mengurus
keperluan anaknya seperti, urusan sekolah, kegiatan di sanggar atau
olah raga, les pelajaran, pekerjaan rumah dan lainnya dengan tujuan
anak dapat berprestasi. Hingga orang tuanya pun ikut sibuk dan
tidak ada waktu untuk mendengarkan perasaan anaknya.
Belajar dari kesalahan diatas, maka sebaiknya orangtua harus
mau mendengarkan suara hati anaknya. Dengan demikian keluarga
menemukan kembali segi–segi yang mengagumkan dalam diri anak
dan orang tua.
.SERBA-SERBI.
MENJADI IBU DAN SAKSI INJIL DALAM KELUARGA
Oleh : Maria Magdalena Sri Winarni
Perkenalkan nama saya Maria Magdalena Sri Winarni, biasa
dipanggil Bu Margono. Saya pengurus lingkungan St. Angela Merici
Prajuritan, juga pengurus wilayah I sebagai bendahara. Disini saya
akan menceritakan keunikan keluarga kami yang merupakan kelu-
arga pelangi, karena antara saya dan suami memiliki keyakinan yang
lkdmb3ERPaaei7rlokeiomrpmsinbg-aitialdeooalaTDnadjoh/kuaahtRaPuiulhr.LarDnidsaSponea.danuomeitdnaVarnumsataem.aeaMsnsmeBrlaaiaGmd.UtnpsmduoeKMepuirDaokaeapeNNrarIrnje3YaaattrraedM6nu,b.esmaignaSmabutnbeiudaMudapkaskhiiauunauTaaurrantshtnmnaunilt.eig.anka,mcrSangSaesuagadmesdacupgyikiutaasiauaaniGllpptarSardeeaasu1kapiradrnkk7i-ekye-agpaajleraaaurrNtknTmkautKaoaurShinaw.iiplthuait.meaaionndnmiMnl,eaia1tknbnaknmi9,grieay8kkiaremsaaa3enahai1atatLsnued9smadolaua8aaeubkadc4thnr,anua,kdghcymhaaeidukanmnsiea.imbitnnibKusePeckuarunauskepddlapgtraoauarteajtnkuhaaa-ii
tbpKaeerhrrisuuttaisimaabnhaaahdFwsaranaalniyknsaaginsmmgkiukebsenetCgiregabnaheaydFloeaklHikasereiaannkydFtareekibrai,rtnikmnaenaop.kErSoilbei,alakadNemidaaaubnaammbAaaagsnsau.insptgia-ncmuasarasEnind, gwkadamardni
saling melengkapi. Pihak keluarga menentang hubungan tersebut,
mer
mereka ragu akan kesetiaan saya pada Tuhan Yesus dan Gereja. Saya
meyakinkan keluarga bahwa “Saya tidak akan meninggalkan Gereja
sampai maut menjemputku”. Akhirnya keluarga merestui.
Sebelum masuk kejenjang pernikahan, kami berkomitmen,
bahwa nanti setelah berumah tangga kami tetap berjalan pada keya-
kinan masing-masing. Tidak boleh ada perdebatan masalah iman,
saling perngertian, menghargai, menghormati dalam beribadah baik
di rumah maupun di luar sesuai keyakinan masing-masing dengan
segala konsekuensinya. Kami melaksanakan pernikahan dalam dua
cara, sah secara Islam dan sah secara Gereja Katolik. Masalah pendi-
dikan anak, disepakati bila dikaruniai anak laki-laki dididik secara
Islam dan bila anak perempuan dididik secara Katolik.
Tahun 1985 kami menikah secara Islam di KUA Depok, Sleman,
Yogyakarta. Tahun 1986 anak pertama lahir laki-laki, yang kemu-
dian dididik secara islam. Setelah itu kami melaksanakan pemba-
haruan pernikahan di Gereja St. Cornelius Madiun. Kami mengikuti
pelajaran pra-nikah di Gereja. Selama menunggu, saya tetap mengi-
kuti perayaan Ekaristi namun tidak menerima Komuni. Selesai KPP
kami diberkati oleh Romo Bani Suatmaji Cm. Hati saya lega, perkawi
nan kami telah disucikan di altar Tuhan. Saya bisa menerima Komu-
ni Suci, saya sangat bahagia.
Tahun 1990 mukjizat Tuhan menyertai keluarga kami. Tiba-
tiba anak laki-laki kedua saya ingin dibaptis secara Katolik. Saya
sangat bersuka cita mendengarnya dan ternyata suami memberikan
ijin. Dia dengan ikhlas menjadi katekumen dan menerima Sakramen
Baptis di gereja St. Cornelius pada tahun 2015. Kemudian ia menda-
pat pasangan yang seiman, dan saling menerima sakramen perkawi-
nan di Gereja St. Cornelius Madiun, diberkati oleh Romo Fusi.
Pada tahun 2000 mukjizat Tuhan kembali hadir, dimana anak
ketiga lahir perempuan, maka kami didik secara Katolik dan dibaptis
bayi (40 hari) oleh Romo Karyono Cm. Saat Pembabtisan, suami
saya yang menggendongnya, dan mempersembahkan pada Tuhan
untuk menjadi murid-Nya. Kemudian ketika anak kami mau mene-
rima Komuni Pertama, suami juga ikut pembekalan orang tua. Seka-
rang anak kami yang ketiga menempuh pendidikan Kedokteran He-
an di salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya.
Misa suami saya
Selama 36 tahun berumah tangga, kami tidak pernah konflik
masalah perbedaan kenyakinan. Kami bebas menjalankan ibadah
sesuai keyakinan masing-masing dalam satu atap rumah. Komuni-
kasi dalam keluarga sangat kami utamakan, khususnya dalam meng-
hadapi persoalan-persoalan yang timbul dalam keluarga. Terkadang
ada selisih pendapat, adu argumen itu biasa, namun tidak sampai
terjadi pertengkaran. Karena kami selalu terbuka dan saling diskusi
dalam menyelesaikan masalah.
Inilah sekelumit perjalanan keluarga kami, keluarga pelangi
yang bersatu dalam perbedaan. Resep terpenting adalah terjalin ko-
munikasi keluarga saling memahami, menghargai, dan menghormati
perbedaan. Demikian pengalaman iman kami sebagai ibu dalam
membina rumah tangga sekaligus pewarta Injil dalam keluarga yang
berbeda keyakinan, semoga bisa memberikan inspirasi bagi para
keluarga. Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati.
PROFILE KETUA LINGKUNGAN ST. AGATHA MADIUN
Bersama : Regina Bayu Nirmala Dewi
Menjadi pelayan lingku-
ngan pada masa kini, walau
sukarela ternyata juga tidak
boleh asal-asalan. Artinya
mereka para relawan awam
setidaknya harus bisa mengi
kuti perkembangan jaman.
Mengapa demikian? Ini pen-
ting karena bagaimanapun
seorang ketua lingkungan da
pat memberi dampak dan
pengaruh kepada warga ling
kungan,dan masyarakat seki
tarnya. Maka pengurus ling-
kungan jaman sekarang bu-
kan saja bisa menjadi panu-
tan warganya tapi setidak-
nya bisa mengikuti perkem-
bangan jaman dan melek
tehnologi informasi.
Pada kesempatan kali ini WKC meliput sosok Ketua Lingkungan St
Agatha Madiun yaitu ibu Regina Bayu Nirmala Dewi. Di jaman sekarang
sangat mudah mengenal seseorang bisa melalui jejak digital dari face
book, atau youtube. Bila kita klik google “Regina Bayu Nirmala Dewi”
maka akan mucul beberapa kontens video mulai tentang pembelajaran
dan tutorial. Seperti Rumah Belajar, Tutorial Pendidikan Inklusif Guru
Belajar dan tutorial membuat ketrampilan dari limbah kabel dari bengkel,
salah satunya.
Memang Ibu Kaling St. Agatha ini termasuk Kaling yang masih
muda serta berlatarbelakang seorang pendidik, yang dengan tuntutan
pembelajaran virtual maka tak heran beliau memiliki kemampuan
sebagai Youtuber. Bentuk ketrampilan anak muda masa kini dengan
membuat konten-konten yang menarik guna memberi nilai tambah pada
pelayanan baik di lingkungan & Gereja.
Ibu Regina Bayu Nirma-
la Dewi menikah dengan Ba-
pak Agustinus Slamet Widodo
pada bulan Nopember 2010,
diberkati oleh Pastor A. Yuni
Wimarta, CM di Gereja Mater
Dei Madiun. Usia pernika-
hanya sudah berjalan 11 ta-
hun. Mereka tinggal di jalan
Wuni 10A, dan telah menjadi
Kaling selama satu periode.
Tentunya ke depan bila umat
menghendaki bu Regina bisa
lanjut dua periode lagi.
Ia termasuk telaten dalam pelayanan, bisa dijumpai pada saat
mendapat tugas ‘Tatib”, ibu ini dengan sabar mempersilahkan umat
duduk di bangku-bangku yang masih kosong. Beliau bersama
pengurus lainnya melayani umat kurang lebih 31 KK dengan total
umat kurang lebih 73 jiwa. Sebuah lingkungan yang tergolong besar
dan banyak umatnya. Wilayahnya meliputi kelurahan Kejuron dan
sekitarnya mulai dari jalan Panglima Sudirman, jalan Delima, jalan
Mangga sampai daerah Gulun.
Lingkungan ini termasuk lingkungan lama yang kegiatan doanya
sudah men-tradisi, sehingga walau ada PPKM tetap jalan, tapi tetap
patuh menjaga Protokol Kesehatan. Kegiatan adven juga berjalan
sesuai dengan arahan Paroki, terlihat kerinduan untuk berkumpul
sangat kuat. Pada pertemuan Adven I ini contohnya mereka mulai
pada minggu yang lalu. Sedangkan Ibadat Adven berikutnya juga
telah terjadwal. Mengenai rencana pertemuan lainya seperti Pesta
Natal Lingkungan atau lainnya masih belum bisa diputuskan dan
masih melihat perkembangan keadaan dan aturan Gereja.
Demikian sekilas liputan WKC tentang profil Ketua Lingkungan
St. Agata, serta kegiatan lingkungan yang melibatkan para keluarga
sebagai perwujudan persekutuan sakramental. Selamat mengikuti
Ibadat Adven 2021, Tuhan Yesus memberkati.
PESTA NAMA PELINDUNG LINGKUNGAN SANTO
PFREARNASWISAKNUS XAVERIUS ORO-ORO OMBO
Hari Jumat, tanggal 3 Desember 2021, umat Lingkungan Santo
Fransiskus Xaverius Oro-Oro Ombo Madiun, merayakan pesta pelin
dung lingkungan. Dirayakan bersamaan Misa Jumat Pertama dan
Devosi kepada Hati Yesus Yang Maha Kudus. Misa sorenya disiar-
kan secara live streaming diikuti 171 viewers, & dilike sebanyak 11
orang. Intensi misa“ Mohon berkat & Rahmad Tuhan berupa rejeki,
kesehatan, iman yang mendalam, guyub rukun bagi semua warga
lingkungan. Setelah misa pengurus lingkungan berfoto bersama
Romo Leo di depan Pasturan. Mereka bersuka-cita, walaupun
dilaksanakan secara sederhana tapi hikmat.
Romo RD. Leo Giovani Marcel membuka Misa, berkata: “Hari
ini seluruh Gereja Universal memperingati Santo Fransiskus Xave-
rius seorang imam dan pelindung misi. Ia menjadi teladan bagi para
misionaris sepanjang jaman. Kita mohon berkat dan rahmad Tuhan
dari perantaraan St. Fransiskus Xaverius.”
Dalam otobiografi-nya, Santo Fransiskus Xaverius hidup pada
tahun 1506-1552. Ia lahir di Xavier Navarro Spanyol tahun 1506.
Ketika muda ia adalah pribadi yang ambisius. Ia belajar di Paris,
disana ia bertemu Ignatius yang mengajaknya masuk dalam kehi-
dupan Religius dan Kerasulan. Fransiskus termasuk satu dari tujuh
sahabat pertama Ignatius yang mengucapkan kaul di bukit Mount-
martre. Lalu kelompok ini mengikrarkan sebagai “Serikat Yesus”
tahun 1534, kemudian dia pergi ke Venesia, ditahbiskan menjadi
imam pada tahun 1537, lalu ke Roma untuk mempersiapkan misi.
December 3 rd
ST. FRASISKUS XAVERIUS
Tahun 1541 Fransiskus Xaverius berangkat ke Goa India seba-
gai duta Paus untuk Timur Jauh. Dia tidak lagi berfikir untuk kemba-
li ke tanah airnya. Dari Goa ia menuju Srilangka, terus ke Maluku,
lalu mewartakan Injil selama 2 tahun di Jepang, kemudian ia ingin
melanjutkan pewartaan Injil ke Tiongkok tapi meninggal pada tahun
1552 di pulau Sanchian, dalam usia 46 tahun. Sambil berbisik jiwa-
jiwa...jiwa-jiwa... Karena kerinduannya untuk menyelamatkan jiwa-
jiwa. Ia dikanonisasi pada tahun1662, dan dinyatakan sebagai pelin-
dung seluruh misi Katolik oleh Paus Pius XI tahun 1927. Ia menjadi
pelindung misi bersama St. Theresia dari kanak-kanak Yesus.
Lewat homillinya Romo Leo menekankan, dengan kisah St Fran-
siskus Xaverius kita disadarkan akan tugas perutusan kita masing-
masing. Kalau misionaris jaman dulu pergi kepada orang-orang
yang belum mengenal Tuhan, menobatkan & membabtis. Misio-
naris saat ini bukan mentobatkan orang, tapi lebih berupa sharing
dan dialog kehidupan. Artinya orang-orang bisa melihat kita sebagai
pengikut Kristus, dengan saling mengasihi satu sama lain. Itulah
kesaksian hidup yang kita buat di jaman ini .
Selamat merayakan Pesta Nama Pelindung bagi umat Lingku-
ngan St.Fransiskus Xaverius Oro-Oro Ombo, semoga seluruh keluar-
ga guyub rukun, kuat dalam iman dan misioner.
.WAWANCARA.
SAYA MENJADI KALING MULAI DARI NOL PUTHUL
Menjadi Ketua Lingkungan di tengah kota memang berat.
Terlebih bila yang menjadi Ketua Lingkungan itu masih yunior, war-
ga baru, bahkan menjadi Katolikpun juga baru. Jadi kesan pertama-
nya “kok gini ya”. Itulah yang dialami Ketua Lingkungan St. Vincen-
tius Pangongangan Madiun, bapak Wenseslaus Joko Walgito.
Saat terpilih menjadi Kaling, dia merasa tidak tahu apa-apa
tentang tugas sebagai Ketua Lingkungan, nol puthul katanya, kami
masih harus banyak belajar. Setelah berjalan tiga tahun pelayanan,
ada pemahaman yang mendalam tentang arti menjadi Kaling. Dalam
perjalanan melayani umat ada banyak tantangan, harapan bahkan
keprihatinan. Terutama keprihatinan pada keluarga-keluarga Kato-
lik karena godaan dunia telah meninggalkan Tuhan. Bagaimana
cerita lengkapnya, mari kita simak wawancara kami dengan beliau
pada tanggal 26 Nopember yang lalu di kantor Seketariat Paroki.
Bagaimana prosesnya Pak Joko menjadi Kaling?
Saya ini sebenarnya orang baru. Saya nikah dan tinggal di tempat
ini tahun 2005. Saat itu saya belum aktif di lingkungan, eh..setelah
aktif dijadikan Wakil Ketua. Dimulai sejak ikut ronda Gereja saya
mulai aktif mengenal banyak warga gereja. Kalau nggak ada ronda
itu mungkin saya nggak aktif, apalagi kerja saya kan shift pagi, sore
dan malam. Kemudian saya menjadi Kaling. Sebenarnya saya
nggak kompeten, saat pemilihan ada tiga calon waktu itu, mereka
lebih senior dan lama tinggal disini. Ketika nama-nama tersebut
diajukan Romo, nama saya diatas, maka saya yang dipilih, mungkin
difikir yang diatas banyak yang pilih..ha..ha...ha...
Mengapa bapak berfikir tidak Kompeten?
Saya itu nggak tahu apa-apa atau tidak terlalu paham tentang tugas
sebagai Ketua Lingkungan. Terus terang saja, saya nggak tahu
banyak. Misalnya sekarang Ibadat Adven, itu tugas kita, ada
pengara- han dari Paroki kemudian kita jalankan. Maka bisa saya
kerjakan semampu saya. Walaupun masih banyak belajar dan
pengarahan dari Paroki kemudian kita jalankan. Maka bisa saya
kerjakan semampu saya. Walaupun masih banyak belajar dan
salahnya, tapi saya yakin Tuhan pasti memberi pertolongan kepa-
da saya walaupun berat.
Bagaimana kepemimpinan Katolik?
Buat saya menjadi Ketua Lingkungan itu bukan memimpin tapi
melayani. Seperti Tuhan Yesus datang untuk melayani bukan
untuk dilayani.
Bagaimana dengan keluarga-keluarga di Lingkungan?
Saya kagum dengan keluarga-keluarga Katolik yang memiliki
semangat doa, itu luar biasa, ada Doa Karismatik, Meditasi Katolik
Pelayanan Sosial seperti SSV yang kesemua ini membangun iman
kita yang akhirnya mendukung pengenalan kita akan Tuhan.
Dengan demikian kalau kita mengikuti hal–hal tersebut, maka
akan menguatkan iman kita kepada-Nya. Selain itu juga perlu
keberanian untuk bisa mensharingkan kehidupan kita sehari-hari
ke teman, atau saudara seiman di lingkungan, guna meningkatkan
keimanan serta pengenalan kita pada Tuhan Yesus.
Setelah tiga tahun menjadi Kaling apa saran bapak ?
Menurut saya Gereja harus berkembang. Tradisi memang baik
dan tetap kita jaga tapi harus ada perkembangan. Selain itu menu-
rut saya perlu dilakukan kunjungan keluarga, hal itu sangat perlu,
terutama keluarga yang mulai menjauh, mereka perlu disapa dan
diperhatikan.
Demikian wawancara kami dengan Kaling Santo Vincentius
Pangongangan Madiun, Bpk. Wenseslaus Joko Walgito yang biasa
dipanggil Pak Joko. Terutama tentang pengalaman pelayanannya,
mulai dari nggak tahu tugas sebagai Ketua Lingkungan menjadi
tahu, mengerti dan menghayati. Dari beban menjadi harapan.
Semoga semangat pelayanannya bisa menginspirasi para keluar-
ga di lingkungan. TuhanYesus memberkati.
.IBADAT ADVEN DI LINGKUNGAN & STASI
Kita telah melewati minggu adven yang I dan II. Sekarang
sudah masuk minggu Adven yang ketiga yang disebut dengan
Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita. Sukacita karena kedatangan
Tuhan sudah semakin mendekat. Dengan semakin mendekatnya
kedatangan Tuhan, menyalakan harapan, membuahkan kesabaran
dan ketekunan untuk terus mempersiapkan diri. Mari kita melihat
bagaimana semaraknya kegiatan Ibadat adven hasil kiriman para
Ketua lingkungan.
1. Lingkungan St. Fransiskus Asisi - Winongo
Ibadat Adven II Ibadat Adven III
Madiun, 6 & 13 Desember 2021
Ketua lingkungan St Fransiskus Asisi-Winongo melaporkan bahwa Ibadat
Adven kedua telah terlaksana pada hari Senin 06 Desember dirumah Mbak
Retno. Yang hadir sebanyak 21 orang. Sedangkan Ibadat Adven ke III juga
telah terlaksana di rumah MbakYustina yang hadir 16 orang. Selamat
memasuki minggu GAUDETE, bersuka cita menyabut Sang Emanuel.
2. Lingkungan St. Antonius Patihan
Adven II- KKU 1 Adven II- KKU 2
Adven II- KKU 3 Adven II- KKU 4
Madiun, 07 Desember 2021
Pelaksanaan Ibadat II Adven di Lingkungan St Antonius Patihan di lakukan
serempak di empat tempat sesuai KKU pada tanggal 07 Desember. Untuk
KKU 1 di Rumah Bu Nurdiana yang hadir 11 orang, KKU 2 di Rumah Bu
Sudjiati yang hadir 10 orang, KKU 3 di tempat Bu Sawal yang hadir 8 orang,
sedangkan KKU 4 di tempat Pak Hendro yang hadir 6 orang. Jadi total umat
lingkungan yang ikut ibadat adved II sebanyak 35 orang.
3. Lingkungan St. Paulus Nambangan Lor
Ibadat Adven I Ibadat Adven II
Madiun, 07 Desember 2021
Puji Tuhan Ibadat Adven I dan II di lingkungan St. Paulus Nambangan Lor,
yang datang cukup banyak, karena tidak hujan dan umat mulai
bersemangat untuk menyambut Natal. Semoga terus kompak dan guyub
rukun.
4. Lingkungan St. Anna Sukosari
Adven I - KKU Barat Adven I - KKU Selatan
Madiun, 07 Desember 2021
Ketua Lingkungan St Anna Sukosari membagi pelaksanaan Ibadat Adven I di
dua tempat, KKU Barat dan Selatan. yang telah di laksanakan pada tanggal 2
Desember 2021. Selamat menyambut Natal...
5. Lingkungan St. Ignatius Oro-Oro Ombo
Ibadat Adven II Ibadat Adven II
Madiun, 09 Desember 2021
Umat Lingkungan St Ignatius Oro-Oro Ombo mengadakan pertemuan
Adven II yang dihadiri 16 orang berlangsung hikmat. Diawali dengan lagu
pembuka dilanjutkan penyalaan lilin yang kedua, dilanjutkan pembacaan
Kitab suci.
6. Lingkungan St. Maria Nambangan Kidul
Ibadat Adven II
Madiun, 10 Desember 2021
Kami menerima video pelaksanaan Ibadat Adven di Lingkungan St Maria
Nambangan Kidul. Di Awali dengan penyalaan lilin adven yang kedua
kemudian dilanjutkan doa. Walaupun hujan tetapi tidak menyurutkan
semangat umat untuk hadir Ibadat Adven yang ke II.
7. Lingkungan St Carolus Boromeus Josenan
Ibadat Adven II
Madiun, 10 Desember 2021
Pelaksanaan Ibadat Adven II di Lingkungan St Carolus Boromeus Pandenan
berjalan dengan baik. Di laksanakan di rumah Kaling dan ibadat dipimpin
Bpk. Thomas Suyasno, di hadiri 7 orang berlansung dengan hikmat lewat
keheninan dalam setiap tahapan doa.
8. Lingkungan St. Yudas Tadeus
Ibadat Adven III
Madiun, 13 Desember 2021
Umat lingkungan St. Yudas Tadeus telah melaksanakan Ibadat Adven ke III
pada tanggal 13 Desember yang lalu dan dihadiri 12 peserta. Pelaksanaan-
nya berlangsung hikmat ditandai dengan penyalaan lilin Pink tanda suka-
cita, penuh pengharapan akan kedatang Tuhan. Selamat menjalankan Ibadat
Adven, semoga para keluarga tetap guyub dan rukun.
.SEKILAS INFO Derita Warga Semeru
Malang, 6 Desember 2021
Mari bergotong royong mem-
bantu & meringankan beban
mereka, bersama Keuskupan
Malang dan TNI. Nomor Reke-
ning BCA 011-323-3599 atas
nama Keuskupan Malang
Stasi Jenangan
Jenangan, 14 Desember 2021
Panitia Natal Stasi Jenangan
mengadakan rapat persiapan
Natal tahun 2021. Mereka
mempersiapan pelaksanaan
Misa Natal sesuai ProKes &
kegiatan lainnya.
..ULANG TAHUN PERNIKAHAN..
SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN BAGI PASUTRI:
Periode : Tanggal 16– 31 Desember
Lingkungan PASUTRI HUP
St. Angela Merici, Prajuritan HERIBERTUS SOENARTO - ADRIANA MARIA TITIEK SOEHARYATI 26/12/1964
St. Antonius, Patihan AGUSTINUS SUKARMIN - AGUSTINA MUHARTATIK RAHAYU 27/12/1981
St. Antonius, Patihan YOSEPH DONI BAGUS MARWANTO - SITI KURNIAWATI NURAINI 20/12/2004
St. Antonius, Patihan STANISLAUS ARIES WAHYUWITOMO- MARIA WINDARTI 28/12/1989
St. Gregorius Agung, Nglames STEFANUS KANIPAN - MARIA MARGARETA KAPTI WASINI 23/12/1980
St. Gregorius Agung, Nglames GREGORIUS YANUAR WIMMY PUTRA-EGUENNIA DEVI NURWIDYA YHUSWITA INDRIASARI 28/12/2013
St. Gregorius Agung, Nglames JOHANES KABALI - THERESIA ISBANJIAH 23/12/1966
St. Gregorius Agung, Nglames AGUSTINUS KASLAN - MONIKA SULASTRI 18/12/1992
St. Gregorius Agung, Nglames YOHANES NICOLAS AGUNG BUDI LISTIANTO - DWI SETIYATI 27/12/2007
St. Gregorius Agung, Nglames AGUSTINUS DJOKO SUNGKONO - AGUSTIN WIDJI SUYATI 30/12/1991
St. Anna, Sukosari YOHANES ANTON WIDAGDO - IGNASIA RADEN AJENG IGNASIA DHANY ARDHIANTI 21/12/2001
St. Albertus, Kartoharjo Ignatius Sigit Hartanto - Angelina Erika Susy Handayani 22/12/2007
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo IGNATIUS JOHANES HERSOEMEDI 26/12/1963
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo IGNATIUS HERU SUKARNO - MARIA MARGARETA SRI HATI 27/12/1983
St. Aloysius Pandean Yohanes Ervan Kurniawan Soekamto - Yohana Nur wahyunita 17/12/2005
St. Aloysius Pandean Antonius Heru Purnomo Djiono - Helena Yapanata 24/12/1989
St. Carolus Boromeus Josenan Yohanes Raden Moechammad Tegoeh -Agustina Krismijati 16/12/1972
St. Carolus Boromeus Josenan VINANSIUS RIKKY LUBAN TOBING 27/12/2004
St. Johanes Nambangan Kidul LUCIA LIE GIOK LIAN 17/12/1975
St. Johanes Nambangan Kidul YAFET YANTO ON - FRANSISKA BIE TJIEN 25/12/1997
St. Agatha, Kejuron PAULUS ANDIK SISWANDI - VALENTINA DINIARSIH 28/12/1994
St. Agatha, Kejuron FRANSISCUS SUGENG WIBOWO - FLORENTINA RULITA SUSILOWATI 31/12/1980
St. Caecilia, Taman CAROLUS RANDY CARLLEE - MARGARETHA KEDAMIN 20/12/1998
St. Caecilia, Taman CORNELIUS HAN SUTRISNO - EVITA NATALIA MARIA LULUK TRIDJAJA SAYEKTI 27/12/1993
St. Maria, Kejuron AGUS SULISTYO - MARGARETHA MARIANA 17/12/2007
St. Maria, Kejuron VINCENTIA GAN SWAT LIE / NANZY BUDI HARTATI 28/12/1994
St. Lukas - Jiwan IGNATIUS LOYOLA DWI HARTOYO -MARIA GRACE SUTANTO 18/12/1994
St. Margaretha, Winongo ANTONIUS BUDI SANTOSO - MARIA MARCELA WURI PUSPITO WATI 29/12/2007
St. Vinsentius, Pangongangan AGNES NANA POERWANTO - GABRIELLA RICHELLE VICTORIA HARDIANTO 28/12/2008
St. Petrus, Jenangan IGNASIUS SIGIT SUBAGYO - MARGARETA NANIK ROSTIANA 30/12/2000
St. Yohanes, Jenangan HILARIUS JOKO PURWANTO - ANASTASIA PUJININGSIH 24/12/1984
St. Anna, Caruban RONY ANTONIUS PANDAPOTAN TAMBA - CATHERIN YENSISKA MUTIARA TAMBUNAN 29/12/2014
St. Anna, Caruban NESTOR IVANDI NESTOR SITUMORANG - RESMAULI Br. SIDABALOK 18/12/2004
St. Anna, Caruban ROSARIUS ANTON TRINENDYANTORO - SISILIA SURINI 31/12/1987
St. Martinus, Caruban Yohanis Yan Barito Situ Morang - Elisabeth Nawansih 30/12/1992
St. Yohanes, Caruban YOHANES RAHARDJO - VERIDIAWA SUWARSIH 30/12/1973
UNDANGAN
MISA HUP BULAN DESEMBER
MINGGU, 26 DESEMBER 2021, DI GEREJA SANTO
CORNELIUS MADIUN , PUKUL 18.00 WIB
Hubungi HP/WA Pasutri : Aries-Windarti (0811312713 ) dan Purwadji-Parsini (081556439468)