The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Warta Keluarga Cornelius Oktober I ( Final )

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aries.wahyuwitomo, 2021-09-28 23:58:29

Warta Keluarga Cornelius Oktober I ( Final )

Warta Keluarga Cornelius Oktober I ( Final )

KWealurtaarga Jalan A. Yani No.3

Edisi : Oktober I- 2021, No 12/WKC/IX/2021 TMealpd.i(u0n3M51a) 4d5iu22n4l7l6, 4351882518121

.RENUNGAN. [email protected]

09/2021

Sumber : Foto dari KOMSOS Madiun

PERAN ORANG TUA DALAM MENGHIDUPI
SAKRAMEN BABTIS

Oleh : RD Robertus Tri Budi Widyanto

Untuk menjabarkan bagaimana peran orang tua dalam meng-
hidupi sakramen babtis maka saya ceritakan sepenggal kisah saya
sebagai anak. Saya dibabtis sejak bayi. Tentu saya tidak tahu bagai-
mana prosesnya dulu. Apalagi waktu itu belum ada hape berkamera
seperti jaman sekarang sehingga setiap momen selalu bisa didoku-
mentasikan secara pribadi. Saya tidak tau juga mengapa dulu orang
tua saya memilihkan nama babtis Robertus untuk saya. Apa karena
nama

nama itu kedengaran keren? Atau ada orang lain yang memilihkan
nama itu saya bahkan tidak tau. Yang saya tau adalah bahwa orang

tua saya terutama Bapaklah yang sejak saya masih kecil telah menga
jarkan kepada saya bagaimana cara membuat tanda salib, cara ber-
doa Bapa Kami dan Salam Maria (yang pada saat itu di stasi tempat
kami hidup semua doa masih didoakan dalam bahasa Jawa). Orang
tua saya belum pernah menceritakan bahkan menjelaskan riwayat
hidup Santo Robertus kepada saya. Tapi yang selalu mereka lakukan
adalah mengajak saya berdoa sebelum tidur dan bangun tidur, sebe-
lum makan dan sesudah makan, mengajak kami rajin ke gereja me-
ngikuti perayaan Ekaristi, mengikuti doa lingkungan, dan selalu

memotivasi saya terlibat aktif dalam kegiatan Legio Maria, Misdinar
dan Sekolah Minggu.

Sampai pada akhirnya saya muncul keinginan menjadi Romo
dengan masuk ke Seminari dan semua itu bukan hal yang kebetulan
saja terjadi. Semua banyak dipengaruhi oleh cara orang tua saya me-
nanamkan semangat hidup beriman sejak saya dibabtis. Saya ber-
syukur bahwa orang tua saya begitu memegang janjinya saat saya
dibabtis sejak bayi. Maka bila harus mengurai peran orang tua da-

lam menghidupi sakramen babtis maka saya hanya bisa mengatakan
bahwa peran orang tua SANGAT BESAR. Babtis adalah sakramen
yang menjadi pintu masuk saya untuk menjadi orang Katolik. Dan
orang tua saya sudah menjadi semangat serta penggerak bahkan
pembimbing bagi saya untuk menghidupi Sakramen Babtis itu
dalam sikap hidup yang nyata. Supaya Sakramen Babtis saya
menjadi nyata maka saya diajari membuat tanda salib. Saya diajari
untuk rajin ke gereja dan doa lingkungan. Saya dimotivasi untuk

rajin dalam kegiatan Misdinar dan Sekolah Minggu.
Maka hanya puji syukur yang bisa saya panjatkan kepada

Tuhan atas orang tua yang baik. Yang telah memberikan diri saya
untuk dibabtis. Telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghi-
dupi babtisan itu. Sampai saya semakin bersyukur saat saya kemu-
dian bisa menemukan riwayat Santo Robertus yang namanya jadi
nama pelindung babtisan saya. Orang Kudus yang boleh mengin-
spirasi saya dalam semangat belajar dan mencintai panggilan saya.
Santo Robertus…Doakanlah kami.

.SERBA-SERBI.

Keluarga Pasutri Mikael Ponco Nugroho Theresia Fafiana Ade Kususma Kristyawardhani

MENJADI SAKSI KRISTUS LEWAT KARYA NYATA

Menjadi saksi berarti berani melanjutkan karya Yesus dalam
kehidupan, baik dalam keluarga, dalam pekerjaan dan masyarakat.
Menjadi saksi Kristus juga berarti menjadi murid-murid Yesus, yang
berkarya nyata bagi mereka yang menderita.

Bapak Mikael Ponco Nugroho adalah ketua lingkungan
Salvatore Kletak-Surobayan, juga sebagai salah satu anggota Tim
Medis Satgas Covid Paroki, serta aktif juga dalam kegiatan sosial
SSV Lazarus yang bergerak membantu orang-orang yang menderita.

Dalam kesehariannya beliau bekerja sebagai “Nakes” di
Rumah Sakit Santa Clara Madiun sejak 1 Mei 2000 dan di rumah

juga melayani masyarakat di Kliniknya di JL. Borobudur GG Utama
no 6. Banyak orang sekitar memanggil Pak Mikael, katanya “Saya
sering berobat ke Klinik nya Pak Mikael, orangnya baik”.

Puji Tuhan ayah dari Angelica Aprilia Putri dan Claudia Gracia
Viani ini walaupun sibuk, tapi masih tetap setia melayani umat di
lingkungan Salvatore dan Gereja sebagai Kaling. Ini luar biasa
bagaimana beliau bersaksi menjadi murid Kristus lewat karya
nyatanya, baik di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat juga di

tempat kerja. Di tengah keluarga misalnya, suami Theresia Fafiana
Ade Kususma Kristyawardhani ini memberikan contoh bagaimana
menanamkan nilai-nilai Kristiani di keluraga seperti datang misa
bersama seluruh keluarga di Gereja, doa bersama sebelum makan
dan mau tidur serta nilai-nilai Kasih dengan sesama.

Sebagai ketua Lingkungan, beliau melayani sebanyak 35 kepala
keluarga Katolik di Lingkungan Salvatore yang meliputi wilayah
Kletak dan Surobayan. Beliau juga harus mengkoordinir tugas-tugas

gereja seperti Koor, serta tugas pengembalaan lainnya seperti
permintaan doa dari umat di lingkungan. Semuanya bisa di jalanni
berkat kerja sama seluruh pengurus lingkungan dengan guyub
Di tengah masyarakat yang heterogen Pak Mikael melayani
pengobatan masyarakat sekitarnya tanpa membeda-bedakan, status
sosial, agama atau ras. Sebagai tim Medis Satgas Covid Paroki, ayah
dua anak ini aktif memonitor umat yang terpapar covid yang
isoman dengan terus di beri saran-saran, pengharapan dan
konsultasi medis lainnya.

Dalam kesibukannya Pak Mikael telah menjadi saksi Kristus
lewat “Karya Nyata”. Banyak nilai-nilai seperti kebahagiaan, suka
cita dan keiklasan telah didapatkannya menjadi Saksi Kristus. Meski
mengorbankan waktu, tenaga, materi, namun, beliau dan keluarga
menyadari bahwa semua ini karya Roh Kudus. Tuhanlah yang telah
memilih, menetapkan dan “Tuhan telah menangkapnya”.

Semoga Tuhan, memberi memberi Anugrah dan Rahmad yang
berlimpah untuk keluarga ini. Tuhan Yesus memberkati.

MENJADI KATOLIK DITENGAH MASYARAKAT

Oleh : Maria Esti Pratandawati

Pasutri Herman Joseph Koeshardjanto - Maria Esti Pratandawati

Katolik artinya universal, maka kami harus “universal”,
luwes, dan bisa masuk di semua kalangan. Sebagai keluarga
Katolik dalam masyarakat yang majemuk ini, mari bersaksi
dengan membuka pintu pergaulan dengan siapa saja, tanpa pilah-
pilih teman. Bergaul bebas dengan semua lapisan masyarakat,
tanpa membeda-bedakan status, golongan, dan ras.

Perkenalkan saya pasutri Herman Joseph Koeshardjanto -
Maria Esti Pratandawati, menikah tanggal 24 Januari 1992 dan di
berkati oleh Romo J. Haryono, CM di Gereja St. Cornelius Madiun.

Kami bertempat tinggal di Jln. Swasembada No 5 Jiwan. Puji
Tuhan selagi masih sehat kami berdua tetap melayani Tuhan.

Suami saya (Pak Herman) sekarang masih aktif melayani sebagai
ASIM dan BGKP di Gereja St. Cornelius dan saya melayani sebagai
Ketua Lingkungan St. Lukas Jiwan - Wilayah 5.

Kami bersyukur kepada Tuhan Yesus atas Rahmat-Nya, kami
diberkati dua anak, dan satu cucu. Anak kami yang pertama
Anastasia Yessy Kuspradiyanti sekarang sudah menikah dan
yang kedua yaitu Yosafat Bayu Kuspradiyanto sekarang kuliah di
Universitas Atmajaya Yogjakarta. Sebagai keluarga Katolik kami

berkomitmen untuk membaptis anak-anak selagi masih bayi guna
menanamkan nilai-nilai Kristiani sejak dini. Setelah tubuh dewasa
mereka bebas menentukan jalan hidupnya dan kami menye-
rahkan sepenuhnya dalam kehendak Tuhan.

Sebagai ketua Lingkungan St. Lukas Jiwan, kendalanya
adalah wilayahnya cukup luas meliputi Kelurahan Mangunharjo,
Jiwan, sampai perbatasan dengan Kabupaten Magetan. Jumlah
warga lingkungan sebanyak 47 kepala keluarga yang mayoritas
warga Lingkungan adalah pegawai, berdagang dan toko.

Walaupun umat lingkungan St Lukas berada ditengah-tengah
warga dominan Muslim, tapi tidak ada masalah dalam menjalakan
aktifitas lingkungan seperti Doa Rosario, BKSN dll. Kami hidup
bertetangga dengan baik, saling menyapa saat berpapasan,
bahkan ada warga Katolik yang ikut ambil bagian sebagai
pengurus RT dan RW

Kami sadar sebagai keluarga Katolik yang berada di tengah-
tengah masyarakat yang majemuk, mencoba untuk hidup

bersaksi dengan membuka pintu pergaulan dengan siapa saja,
tanpa pilah-pilih teman. Berusaha hidup jujur, dan bertanggung
jawab, tidak perlu menonjolkan simbol atau lambang Katolik.
Bergaul bebas dengan semua lapisan masyarakat, tanpa mem-
beda-bedakan status, golongan, dan ras, serta bersikap ramah,
menghindari perdebatan. Katolik itu berarti universal, maka kami
harus “universal” luwes dan bisa masuk pada semua kalangan.
Demikian terimakasih atas perhatiannya. Berkah Dalem.

.TAMU KITA.

Yohanes Joko Santoso , Fransiskus Xaverius Sutrisno, dkk

LANGSUNG ACTION BERBUDIDAYA PORANG

Tekat yang kuat dan langsung action sangat penting dalam
berwirausaha. Seperti kata Ketua Stasi Jenangan “Sing penting nek
niat nandur yo ndang nandur, kan ngono yo Pak Tres. Kakean
meeting engko malah ra dadi. Pernyataan tersebut dibenarkan
oleh Pak Tris dengan semangat “Iyo bener, wis mboh jare Gusti
ae ” sambil memilah-milah bibit porang.

Tamu kita kali ini adalah Bapak Fransiskus Xaverius
Sutrisno, seketaris DPP Paroki St. Cornelius yang akrab dipanggil
Pak Tris dan Bapak Yohanes Joko Santoso Ketua Stasi Jenangan
yang sehari-harinya bekerja sebagai Kontraktor. Beliau bertekat
untuk mengembangkan budidaya porang yang sekarang sedang
naik daun, di samping untuk olah raga di kebun juga sekaligus
mempunyai nilai ekonomis. Demikian disampaikan Ketua Stasi di
gudang pertaniannya, di desa Bandungan, 17 September yang lalu.

Sekarang porang menjadi salah satu komoditi ekspor yang
menjanjikan, selain perawatan yang mudah, porang banyak
diekspor ke Jepang sebagai bahan makanan diet sehat yaitu
Shirataki. Selain sebagai komoditi pangan, Porang bisa digunakan
sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan. Pangsa pasar Ekspor
Porang ke Jepang, Australia, Vietnam dan China.

Program tanam porang
ini adalah hasil rembugan
santai bapak-bapak di waktu
senggang bagaimana caranya
bisa bermanfaat bagi sesama.
Tanam perdana akan dilaku-
kan di kebun salah satu
warga Katolik Jenangan di-
desa Klangon yang letaknya
disebelah barat desa Bandu-
ngan kecamatan Saradan,
wilayah yang berada di-
sekitar lereng gunung Pan-
dan yang cocok untuk budi
Fransiskus Xaverius Sutrisno daya Porang.

Tanaman porang sangat cocok dikembangkan di daerah Madiun
dan sekitarnya, bahkan sekarang sudah dikembangkan di daerah-
daerah lain di Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh subur pada
ketinggian antara 100 hingga 600 mdpl. Iklim dan tipografi
wilayah Saradan sangat cocok karena mayoritas berada di
wilayah ketinggian tersebut. “Sebenarnya tanaman porang dapat
dengan mudah ditemukan tumbuh liar di hutan kita. Saya yakin
banyak orang pernah melihat porang secara langsung terutama
orang tua kita zaman dulu” kata Pak Tris yang berasal dari daerah
Magetan.

Pada kesempatan ini Pak Tres dan Pak Yo mengajak umat untuk
mengembangan tanaman porang karena sudah terbukti
keberhasilannya. Seperti yang disampaikan bapak Presiden Joko
Widodo, saat beliau datang di Madiun, “Porang akan menjadi
makanan masa depan”. Namun, tidak mudah mengubah mindset
petani disini butuh pionir dari kita orang-orang Katolik, berkarya
di tengah masyarakat. "Saya akan membuktikan di sini dengan
Doa, dan saya tak ragu. Saya sudah siapkan bibit porang pilihan,
dan berharap bisa tumbuh dengan baik pula" tutur Pak Sutrisno
dengan mantab. Semoga karya nyata mereka bisa berhasil dan
bermanfaat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

.SEKILAS INFO. Pesta nama Paroki St.
Cornelius

Madiun, 16 September 2021

Romo R. Tri Budi Widyanto
pimpin misa pesta Nama Paro-
ki, pesannya : St Cornelius, se-
orang gembala yang sungguh2
punya hati, pemimpin yang
lembut & tegas. Berbahagialah
yang memakai namanya.

Ruang Pertemuan Outdoor
Di Pastoran St. Cornelius

Madiun, 18 September 2021

Kuasi Paroki Ngrambe Romo
Yatno dkk telah mengawali Ru
ang Pertemuan Outdoor ramah
tamah, makan malam bersama,
setelah tugas Misa.

Misa HUP bulan September

Madiun, 26 September 2021

Misa HUP perdana setelah di-
bukanya misa Off Line, diha-
diri 7 pasutri, di doakan dan di
berkati Air Suci oleh Romo
Agus. Semoga rukun dan suka
cita dalam keluarga.

Pesta Nama Stasi St
Vincensius Jenangan

Jenangan, 27 September 2021

Misa syukur pesta nama pelin-
dung stasi Jenanagn yang ber-
langsung hikmat di pimpin
Romo R Tri Budi W dengan pe
san: Meneladani Santo Vincen-
sius yang rendah hati.

SEMARAK BKSN KELUARGA 2 STASI CARUBAN

Lingkungan St. Anna Caruban
BKSN dg tetap patuh PoKes

Caruban, September 2021

BKSN Pertemuan I diadakan di
Lingkungan St. Anna caruban di-
hadiri beberapa keluarga dengan
tetap menjaga Pro Kes.

Semarak BKSN di Lingkungan
St. Petrus , Caruban KKU 1
Caruban

Caruban, September 2021

Lingkungan St. Petrus mulai men
jalankan BKSN dibagi 2 kelom
pok. KKU 1 dihairi sebanyak ku-
rang lebih 10 orang.

Guyup BKSN di Lingkungan St.
Petrus , Caruban KKU 2

Caruban, September 2021

Lingkungan St. Petrus KKU 2 juga
telah menjalankan BKSN yang
berjalan semarak dan interaktif
yang hadir kurang lebih 7 orang.

Semangat BKSN di Lingkungan
St. Yohanes Caruban

Caruban, 7 September 2021

Kegiatan BKSN di lingkungan
St. Yohanes berjalan lancar ha
nya pas saat itu mati lampu tapi
tidak menyurutkan tekat ber
BKSN.

RINDU BKSN, KELUARGA 2 STASI JENANGAN

BKSN Lingkugan St. Yusuf
Jenangan

Jenangan, September 2021

Bapak2 & Ibu2 dari ling
kungan St. Yusuf guyup
rukun ikut aktif pada
pendalaman Kitab Suci
pertemuan I yang hadir
kurang lebih 10-13 orang

Lingkungan St. Maria
Jenangan ber- BKSN

Jenangan, September 2021

Sebanyak kurang lebih
12-14 Orang hadir dalam
pertemuan I BKSN di ling
kungan St Maria. Perte
muan berlangsung guyup
dan rejo.

Lingkungan St. Yohanes
Jenangan, aktif BKSN

Jenangan, September 2021

Ini pertemuan BKSN di
Lingkungan St. Yohanes,
di hadiri kurang lebih 10-
12 orang berlangsung se-
marak banyak kesaksian .

Rekat Jenangan Ber BKSN

Jenangan, September 2021

Para Remaja Katolik tak
kalah dengan bapak/ ibu-
nya mereka serius tapi
santai mendalami Sabda
Allah.

BKSN, KELUARGA 2 LINGKUNGAN DI MADIUN

Guyup, BKSN di Lingkungan
Carolus Boromeus-Josenan

Madiun, 16&23 September 2021

BKSN II & III Keluarga2 Ling -
kungan Carolus Boromeus Jo-
senan diadakan dirumah Ka-
ling, pemandu Bpk. Suyono yg
hadir P2 :6 & P3 : 9 orang.

BKSN di Lingkungan
St. Vincentius Pangongangan
SMStaa.dlaViuhnin, 1sc7aetSnuepttpieumesrbetPre2am0n2u1gaonnBgaKnSgNadni
Lingkungan St. Vincentius Pa-
ngongangan di adakan di Jln. A
Yani no 21 mulai jam 19.00-
20.00 dengan tetap menjaga
protokol kesehatan.
Lingkungan St. Frans. Asisi
Winongo Konsisten BKSN

Madiun, 17 September 2021

Pertemuan BKSN yang ke III
di Lingkungan St. Fransis -
kus Asisi Winongo, semakin
semarak dihadiri 15 orang
di adakan di rumah Pak
Lamidjan Jln.Maudara Gg 2
Winongo. Mantab...

Pertemuan III BKSN di
Lingkungan St. F. Xaverius

Madiun, 20 September 2021

Para Keluarga di Lingku-
ngan St. Fransiskus Xaveri-
us mengadakan BKSN yang
ke III, yang hadir 11 orang .

Mengesankan BKSN I di
Lingkungan St. Paulus

Madiun, 22 September 2021

Lima orang hadir dalam
BKSN di Lingkungan St. Pau-
lus dipimpin Kaling berlang-
sung semarak.

Interaktif BKSN I di
Lingkungan St. Albertus

Madiun, 23 September 2021

Para senior hadir pada perte
muan BKSN bagai Keluarga2
di sana dipimpin oleh Pak
Suroto.

BKSN III di Lingkungan St. Antonius Patihan di 4 KKU, 25 orang yg hadir

BKSN di Lingkungan
Angella Merici

Madiun, 25 September 2021

Pendalaman Kitab Suci
yang hikmat di lingk.
Angela Merici Prajuri-
tan, yang hadir 11
orang di rumah Bpk.
Deny Wijaya.
Mantab.....

o ..ULANG TAHUN PERNIKAHAN..

Periode : Tanggal 1– 15 Oktober
SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN BAGI PASUTRI:

Lingkungan PASUTRI HUP

St. Antonius, Patihan PAULUS YOHANES THEIN - LAURENSIA CITRA AURANTI FOLIA 8/10/2009
St. Gregorius Agung, Nglames FRANCISCO HUGO DA C. SOUSA - ANA MARIA SILVA 3/10/1988
St. Gregorius Agung, Nglames CARLOS OLIVEIRA DA COSTA - MARTINHA F.C. XIMENES 10/10/1992
St. Thomas, Kartoharjo JOHANNES RASIMIN- JOSEPHA PARIASIH 9/10/1967
St. Aloysius Pandean Faustinus Yanerdi Eko Sugito-Maria Paulina Kurnia Indrajati 10/10/1998
St. Aloysius Pandean STEVANUS ANDREAS GUNADI - RINA PUSPITA 11/10/2009
St. Carolus Boromeus Josenan CORNELIUS DJAKA SAPTANA - YUSTINA SUHARSRI 12/10/1984
St. Carolus Boromeus Josenan Antonius Sudarno - Katarina Barini 2/10/1981
St. Johanes Nambangan Kidul YOHANES BAPTIS SURYADI - MARIA GORETHI UTAMI LESTINOWATI 2/10/1977
St. Johanes Nambangan Kidul FEBRI SUBAGIO - LUCIA SULAMI 8/10/1982
St. Maria Nambangan Lor Laurensius Djie Kian Liong - Fransiska Erni Koentari 8/10/1995
St. Caecilia, Taman HENDRIKUS RIPIN JOPUTRA - MARIA GEORGIA CHRISTEN SANTOSO 9/10/1994
St. Caecilia, Taman MICHAEL IRAWAN - ANCALIA NATALIA HIDAJAT 6/10/2002
St. Maria, Kejuron VINSENSIUS YOVIN YUSTIAN - VINSENSIA KRISTIN SUKASIH 4/10/2009
St. Fransiskus Asisi Winongo YOHANES ANANG AGUNG SURONO - THERESIA SAJEKTININGSIH 4/10/1997
St. Fransiskus Asisi Winongo ANDREAS KOESHARJONO - LAURENTIA SUPINAH YULIAWATI 8/10/2004
St. Margaretha, Winongo VINSENSIUS PURWADJI - MARIA PARSINI 6/10/1994
St. Margaretha, Winongo IGNATIUS SARKUN - THERESIA SRIYANI 8/10/1967
St. Vinsentius , Pangongangan YAKUBUS AGUS SUGIHARTO - ELIZABETH LIDYAWATI HARTONO 5/10/2002
St. Yohanes, Jenangan ARSENIUS AGUNG SUBIYONO - FRANSCISKA WARNIATI 8/10/1995
St. Yohanes, Jenangan FRANSISCO CAPILLUS SUMARDI - VALENTINA RENIATI 4/10/1994
St. Petrus, Caruban YACUBUS BUDI MARGONO -THERESIA ENDANG RUMINI 9/10/1999


Click to View FlipBook Version