Warta Jalan A. Yani Jalan A. Yani No.3 Madiun
Keluarga
MTealpd.(i0u3n51ll)64352122417, 458858121
aEndisi : Juni II-2021 05-No 07/2021
[email protected]
RENUNGAN..
RD. Antonius Yanuardi HW RD. Robertus Tri Budi Widyanto
KETAATAN ROMO MENJADI TELADAN BAGI KELUARGA
Stanislaus Aries Wahyuwitomo
Pengurus DPP Sie Keluarga Santo Cornelius Madiun
Kata-kata “saya siap” dalam setiap penugasan menjadi tradisi para
Romo. Seperti yang dicontohkan Romo Yan dan Romo Udit dalam sertijab 30
Mei 2021, pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus, misa jam 18.00 WIB.
“Demi ketaatan maka kami harus patuh kemanapun saya diutus dan saya
mohon doanya dari anda sekalian untuk perjalanan panggilan serta
perutusan saya kedepan” kata Romo Yanuardi. Demikian juga Romo Tri Budi
atau Romo Udit dengan tegas berkata : “Satu jawaban yang kami sampaikan
saat Bapa Uskup memberikan tugas tersebut, saya siap!”
Tradisi ketaatan para romo di keuskupan Surabaya ini juga dibenarkan
oleh Vikaris Jendral Keuskupan Surabaya RD Eko Budi Susilo yang mewakili
Uskup dalam acara sertijab tersebut, beliau mengatakan: “Romo-romo itu
sekarang ada tradisi, kalau Bapa Uskup mengutus, romo minta tolong nanti
tahun ini di utus kesini, semuanya berkata siap Bapa Uskup. Seperti
layaknya tentara, inilah yang menyenangkan hati Bapa Uskup, selalu siap
sedia. Memang tugas kami sebagai romo, di manapun membantu Bapa
Uskup dan ditugaskan kemana saja harus siap.”
Bagaimana para keluarga Katolik meneladani tradisi ketaatan para
Romo ini? Dalam Webinar Forum Dikasteri untuk Awam dan Keluarga pada
tanggal 9 Juni 2021, Paus Fransiskus berpesan “Semua orang yang dibaptis
adalah pelaku evangelisasi. Perkawinan, seperti Imamat, berfungsi untuk
membangun Umat Allah dan menganugerahkan misi khusus kepada pasutri
dalam pembangunan Gereja. Keluarga, adalah 'Gereja rumah tangga' di mana
kehadiran sakramental Kristus berkarya pada pasutri, orang tua dan anak-
anak. Pengalaman cinta dalam keluarga adalah sumber kekuatan abadi bagi
kehidupan Gereja. Oleh karena itu, berdasarkan Sakramen Perkawinan,
setiap keluarga sepenuhnya berguna bagi Gereja.”
Berbekal dari pesan para Bapa Gereja diatas, maka sudah selayaknya
tradisi ketaatan juga menjadi tradisi Keluarga Katolik yang di utus untuk
membangun umat Allah dan Gereja. Semoga Tuhan Yesus memberkati
perjalanan para keluarga Katolik dimanapun berada.
SERBA - SERBI..
PESTA NAMA LINGKUNGAN SANTO ANTONIUS PATIHAN
Doa bersama yang di hadiri oleh panitia pesta nama Santo Antonius , Minggu 13 juni 2012 di Taman Mendut
Patuhan
Perayaan pesta nama lingkungan Antonius Patihan dilaksanakan pada
hari minggu 13 juni 2021 secara sederhana dengan acara intensi misa di
gereja, tumpengan dan berdoa bersama. Tumpeng dan uborampe di masak
bersama oleh Bu Purbandari, Bu Sugeng, dan Bu Suji kemudian di bawa
ketempat acara dan berdoa bersama di pimpin mas Paulus Yosan (katekis).
Buceng di bagi-bagi dan di kirimkan ke umat. Tradisi tumpengan pada pesta
nama Lingkungan Antonius selalu dirindukan warga lingkungan Antonius
walau dimasa pandemi tapi tetep mematuhi protokol kesehatan.
Selamat merayakan Ulang Tahun lingkungan Antonius Patihan, semoga
guyup rukun dan menjadi berkat bagi sesama.
WAWANCARA DENGAN BAPAK MARTINUS DONNY:
KELUARGA, IMAN DAN LINGKUNGAN
Albertus
Pasutri Martinus Donny K N - Yohana Apprillia E W
Mungkin sudah ada yang mengenal bapak muda ini, tapi ada juga yang
belum. Nama lengkapnya Martinus Donny Kurniawan Notowidjojo, kita akan
berbincang dengan Ketua Lingkungan Santo Carolus Boromeus Josenan
Madiun. Obrolan santai yang dilakukan di Pasturan Gereja Cornelius Madiun
akhir Mei lalu. Dia bercerita pengalamannya tentang keluarga, pendidikan
anak dan kegiatan keluarga di lingkungan.
Setelah “wa” beliau akhirnya janjian ketemuan. Suami dari Yohana
Apprillia Ekowati Wibowo ini terlihat bersemangat dalam berkarya dan
pelayanan patut diacungi jempol. Bapak dari Fransisca Whynie Evania
Notowidjojo dan Stefanus Wilson Evano Notowidjojo ini, ditengah kesibukan
sebagai wirausaha masih mau menyisihkan waktu bertemu kami ngobrol di
bawah pohon di“Pondok Damai Pasturan”.
Kata-kata dan penyampaianya lugas dan praktis. Sebagai Generasi muda
ia mengurai satu demi satu pengalamannya selama 15 tahun berkeluarga
serta 2,5 tahun sebagai ketua lingkungan, mengalir hingga tidak terasa
sampai lebih satu jam. Pembicaraan mulai dari perjalanan mengenal
pasangan, pelajaran persiapan perkawinan yang terus di pakai dalam
keluarga, contohnya, baptis anakmu sejak lahir itu tanggung jawab kepala
keluarga Katholik. Selain itu sebagai ketua lingkungan, dia selalu memberi
teladan, selalu datang berserta istri, anak full tim saat ada doa lingkungan.
Serta pengalaman berorganisasi, ada tantangan, dia bersama pengurus tetap
maju, dan hasilnya ada perkembangan yang baik.
Berikut cuplikan wawancara dengan Bpk. Martinus Donny:
Bisa bercerita tentang perjalanan keluarga bapak.
Saya ketemu istri saya waktu masih kuliah tahun 1999, pacaran dan
menikah tahun 2006. Awalnya istri saya Kristen, ketemu saya dan pacaran ia
masih kristen, sampai akhirnya tahun 2005 saya bilang kita harus satu. Saya
bilang Katholik-Kristen sama, kasihan anak-anak kalau harus memilih. Saya
Katholik sejak lahir sedangkan dia dibaptis baru SMP atau SMA. Keluarga
saya juga Katholik semua dan keluarga dia juga Kristen semua. Cuma kalau
mau pilih sebaiknya Katholik, karena untuk anak-anak nanti dibekali sama.
Tidak baik bila yang satu Katholik dan lainnya Kristen, ya nggak pa-pa, tapi
menurut saya kurang pas. Akhirnya di tahun 2005, dia memutuskan menjadi
Katholik. Langsung saya menghadap Pastor Paroki di Gembala Baik
Surabaya. Romo menjawab ini harus pelajaran dulu, karena calon istri
sudah permandian Kristen maka nggak perlu di Baptis lagi, yang penting
pelajarannya harus di ikuti. Setelah ikut pelajaran sampai setahun, begitu
surat keluar baru nikah.
Nikahnya di mana ?
Di Gereja Santo Cornelius Madiun, tapi pelajaran persiapan perkawinan di
Surabaya. Di sana pelajarannya lama, kalau di sini kan cuma 2 atau 3 hari.
Bagaimana pelajaran persiapan perkawinan di Surabaya?
Kalau di Surabaya selama 3 bulan tiap minggu lagi dan aturannya harus
datang terus berdua.
Apa materi Pelajaran Persiapan Perkawinan?
Untuk persiapan perkawinan di Surabaya bukan melulu pelajaran agama,
tapi lebih pada kehidupan setelah perkawinan dan lebih ke arah praktek
nyata dalam kehidupan keluarga. Itu yang saya pakai sampai sekarang.
Pelajaran apa yang masih dipakai dalam keluarga bapak?
Kalau misalkan anakmu ini kepingin memilih agama yang bukan Katolik
bagaiamana. Jawabannya sederhana, kamu baptis saja sejak lahir, nggak
usah nunggu sampai besar. Itu yang saya pakai. Lahir langsung Baptis. Itu
pelajaran kami pakai, karena sebagai Kepala Keluarga Katolik harus
bertanggung jawab untuk menyelamatkan anak-anak.
Bagaimana cara mengajari anak-anak berdoa ?
Kalau anak-anak sudah mengenal baca tulis, suruh baca. Doa itu harus
dibaca, jangan dihafalkan tapi baca saja dulu. Bosen nggak bosen tiap malam
doa. Jadi yang diajarkan disana tidak melulu agama, tapi justru bagaimana
menyelamatkan perkawinan agar bisa selamanya. Ya begitu caranya,
anakmu harus kamu ajak bareng berdoa.
Bicara pasang surut dalam perkawinan bagaimana cara mengatasinya?
Misalkan kalau lagi bertengkar, terus solusinya apa. Jawabannya gampang,
kamu pasti pergi ke Gereja sendiri. Biasanya kan ke Gereja bareng, lalu apa
yang kamu rasakan? Jadi pertanyaannya dibalik. Saya juga pernah seperti
itu..he..he (sambil tertawa). Saya ke Gereja hari Sabtu dan istri saya hari
Minggu dan itu rasanya beda banget, akhirnya ya sudah ngalah besok
minggu kikis ego “ kita bareng wae yo...”
Bagaimana menghadirkan Tuhan dalam Keluarga?
Usahakan tiap hari berdoa bareng, itu yang paling gampang, sempat nggak
sempat, usahakan. Misalkan sampai malam saya belum pulang, anak-anak
sudah ngantuk..tunggu! setelah pulang saya terus ajak berdoa. Walaupun
tadi dia sudah berdoa, ya udah ayo berdoa lagi. Nggak usah lama-lama 5
menit saja, cuman mau ngomong sama Tuhan, dan setelah itu tidur.
Mengapa bapak sangat serius tentang doa dalam keluarga?
Saya nggak tahu, cuman itu. Semua karena saya diingatkan pada saat kursus
perkawinan, yang simpel-simpel sajalah.
Bapak sebagai Ketua Lingkungan, apa harapan pada keluarga-keluarga
di sana?
Biasanya kalau ada kegiatan lingkungan, yang hadir paling orangnya itu-itu
saja, dan sendirian, paling bapaknya atau ibuknya saja. Saya menghimbau
ajaklah keluargamu. Jawabnya : “Nanti penuh tempatnya”. Biarin penuh
nggak apa-apa, itu saat sebelum Corona. Karena saya sendiri setiap kali
kegiatan lingkungan, saya ajak semua, misalkan ada undangan dari keluarga
A, saya datang full tim, Mamah pun dirumah saya ajak ayo dateng. Jadi
semua ikut, meskipun anak-anak cuman gini, ya nggak pa-pa biar. Biarkan
anak-anak menjadi terbiasa dalam kegiatan lingkungan. Jadi saya bukan
hanya nyuruh tok, tapi ini lho saya bawa semuanya.
Bagaimana kehadiran keluarga pada kegiatan di Lingkungan ?
Ada peningkatan, ya pertama pasti ada pro & kontra, tapi akhirnya sekarang
sudah mulai banyak yang datang Doa Lingkungan, meskipun belum lengkap
tapi sudah ada kemajuan. Biasanya bapaknya sekarang sudah sama istrinya,
kadang anaknya yang besar nggak ikut, tapi yang kecil ikut, nggak apa apa,
yang penting ada kemajuan. Setiap kali kegiatan dilingkungan dulu paling
15-20 orang, sekarang sudah nyampai 40 orang. Akhirnya saya pilih rumah
yang agak besar, halaman nya luas sehingga bisa nampung sampai 40-50
orang.
Bagaimana caranya ?
Kalau liturgi sih biasa, standar saja, ya mungkin tertarik karena saya terus
mengajak keluarga yang lain untuk datang. Jadi biar kelihatan guyub satu
lingkungan.
Selain itu apakah ada cara lain?
Ya sekarang sudah seperti saudara, cuman awal-awal berat, seperti contoh
kalau ada kegiatan sore nanti, dari pagi saya sudah wa, “Nanti datang
ya..ajak semua”. Lama-lama mungkin bosen ya, dan akhirnya datang, dan
ternyata efeknya seperti sekarang. Undangan saya foto dan kirim pakai wa.
Dari awal saat saya jadi ketua itu, saya bilang, nanti undangan pakai
paperless, undangan lewat wa. Dua tiga hari sebelumnya saya kirim, setelah
hari H saya wa lagi untuk mengingatkan.
Apakah Ketua Lingkungan perlu ada kursus kepemimpinan?
Saya kira perlu, tapi saya nggak tahu apakah kepemimpinan saya baik, tapi
saya tidak pernah bekerja sendiri saya libatkan pengurus lainnya.
Pada bulan Maria ini apa yang bapak lakukan di keluarga?
Yang paling simpel, saya melakukan doa Rosario keluarga tiap minggu. Mau
ngak mau, harus mau, kadang anak-anak “Sik pa..ini sedang nonton TV”. Ok
TV nya selasai jam berapa? “Setengah tujuh”..ya sudah nanti setengah tujuh
kita mulai Rosario. Jadi saya nggak maksa, kasih kebebasan, dan itu tiap
minggu saya laksanakan di Bulan Maria ini. Yang tugas bergantian, Whynie
nanti pimpin nyanyi, Wilson baca alkitab, akhirnya mereka bersemangat.
Apakah kalau kegiatan di lingkungan juga begitu?
Iya saya sampaikan ke Pak Yasno. Jadi saya juga nggak kepingin hanya itu-
itu saja yang pimpin tapi yang lain ikut terlibat.
ULANG TAHUN PERKAWINAN ..
Periode : Tanggal 16 – 31 Juni
SELAMAT ULANG TAHUN PERKAWINAN BAGI PASUTRI:
LINGKUNGAN PASUTRI HUP
St. Angela Merici, Prajuritan MARIA MAGDALENA SRI WINARNI 25/06/1995
St. Angela Merici, Prajuritan Paulus RP. Yuliantana Tjatur Tjahjanto -Bernadhetha Mamik Wiandjani 16/06/1991
St. Gregorius Agung, Nglames ROBERTUS RAJA ROBERT-ELISABETH YULIANA 28/06/2003
Salvatore, Kletak-Surabayan AGUSTINUS RIDWAN - CHRISTINA LANI FITRAWIYANTI 19/06/2011
Salvatore, Kletak-Surabayan HADRIANUS ISNGADI - MARGARETHA SUWARNI 28/06/1964
St. Yudas Tadeus, Patoman Stefanus Rudolfo Aquaviva Stefanus Nusa Bara - Agata Stevani Ruth Liani 16/06/2002
St. Albertus, Kartoharjo Fransiscus Xaverius Soemardi - Maria Christella Sri Indrawati 17/06/1971
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo AGUSTINUS BAGAS DIRGANTORO - MARIA VIANY JAP SIOE DJING 29/06/2010
St. Thomas, Kartoharjo ROBERTUS SUDARMAN - FLORENTINA SUJATI 29/06/1971
St. Yusuf AGNES VINCENTIA LUKY WINARNI 21/06/1981
St. Aloysius Pandean GREGORY ANDI WIBISONO - LAURENTIA MARIA SONIA CYNTHIA DEWI 19/06/2004
St. Carolus Boromeus Josenan THOMAS SUYASNO - AGNES IKE WICAKSARI 22/06/1996
St. Carolus Boromeus Josenan FRANCISCUS XAVERIUS DWI PRANYOTO NUGROHO - ROBERTA PRINSUSTITI 28/06/1992
St. Johanes Nambangan Kidul Agustinus Edy Mertopo - Theresia Murwani Lebdasari 29/06/1997
St. Johanes Nambangan Kidul JOHANNA SARWINAH - JUWARI 25/06/1991
St. Caecilia, Taman MATHEUS EDOT - MARIA CORNELIA NANIK SUKAPTI 17/06/1986
St. Caecilia, Taman JOHANES SOETOMO - THERESIA TITIK HARININGSING 26/06/1974
St. Caecilia, Taman YOHANES DEDY HERUTOMO - CLARA YAYUK TRIANA 24/06/2001
St. Fransiskus Asisi Winongo MARKUS BUDI WAHONO - THERESIA CHRISTINA DWI SRI LESTARI 24/06/2012
St. Lukas - Jiwan Fortunatus Hani Tri Budi Pamungkas - Yulita Widi Widayanti 24/06/2003
St. Lukas - Jiwan AGUSTINUS IWAN SUGIARTO - NATALIA MEDIARUM CHRISTIANA 26/06/2011
St. Lukas - Jiwan BONIFATIUS EKO YUNIANTO - CECILIA PUJI RAHAYU 20/06/1991
St. Margaretha, Winongo MIKAEL AGUNG YUWONO - YULITTA ARYANTI WIDIUNTARI 24/06/2009
St. Margaretha, Winongo ATANASIUS NGADIYONO - MARGARETHA SRI HARTINI 18/06/1971
St. Vinsentius , Pangongangan PETRUS MUDLIKAMTO - URSULA INDAH WAHYUNI 18/06/1992
St. Vinsentius , Pangongangan Cornelius I Nyoman Soewartadjaja - Helena Yuniarti 29/06/1997
St. Vinsentius , Pangongangan Stanislaus Wardiyanto - RUSMINI 19/06/1991
St. Yusuf, Jenangan Yohanes Rasul Parjianto - Emilia Sunarti 22/06/1986
St. Yohanes, Jenangan ALEXIUS USODO - FRANSISKA DEWI DIANA MUSTIKA NINGRUM 25/06/2005
St. Maria, Jenangan ANDREAS MIKANTO - YUSTINA JANATIN 30/06/2001
St. Anna, Caruban FLORENTINUS SURANTO - MARIA YASINTA WIWIN MULYANTI 23/06/1996
St. Anna, Caruban SINAR SIREGAR - IRMA VETRONELLA SIJABAT 23/06/2012
St. Martinus, Caruban FAUSTINA SUWARTI 16/06/1976
SEMOGA BISA MENJADI SAKSI KRISTUS DI KELUARGA & LINGKUNGAN