KWealuratarga Jalan A. Yani No.3
Edisi : September II- 2021, No 11/WKC/IX/2021 TMSeealkpdr.ei(ut0an3rM5ia1ta)cd4o5riun2e2nl4ilu7l6s,@435y18a28h51o8o1.c2o1m1
.RENUNGAN.
09/2021
Mengenal Yesus Sebagai Guru dan Tuhan
Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2021 Keuskupan Surabaya mengacu
pada kata-kata kunci: “Mengenal Yesus”. Dimana kita diajak merefleksikan
kisah tentang Yesus dari Injil Markus yang dipandang sebagai Injil tertua.
Ketika menulis injil, Markus memilih pelbagai bahan dari banyak sumber,
menata dan mengolahnya, untuk menyampaikan gambaran tentang Yesus
dan tantangan untuk menjadi murid Yesus.
Para pasutri yang terkasih, dalam pengantar buku panduan BKSN 2012,
Injil Markus ditulis dengan skema dua bagian besar. Bagian pertama, Markus
(1:1– 8:26) bercerita tentang masa pelayanan Yesus di Galilea, mewartakan
kabar baik bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Ia nyatakan lewat banyak
tindakan, hingga membuat kekaguman banyak orang tapi di pihak lain,
orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak dan memusuhiNya. Diakhir
bagian pertama, Markus (8:29-3), diletakkan kisah pengakuan Petrus, Yesus
adalah Mesias, yang menjadi kesimpulan tentang kesaksian para murid.
Bagian kedua Injil Markus (11:1–16:8a) mengisahkan saat Yesus di
Yerusalem. Ia mendapatkan perlawanan dari kelompok Yahudi untuk me-
nyingkirkan-Nya. Yesus memberitahu para murid-Nya tentang apa yang
akan terjadi setelah Ia pergi. Kepada mereka dijelaskan juga makna pende-
ritaan dan kematianNya lewat perjamuan. Segera sesudahnya, Yesus ditang-
kap, diadili, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Pada hari ketiga kubur-Nya
ditemukan kosong.
Sebuah tema pendalaman Kitab Suci yang menarik untuk direnungkan
bersama para Keluarga di Paroki St. Cornelius. Menurut Romo Agus dalam
pengantarnya pada sosialisasi BKSN 2021, tanggal 4 September di Balai
Paroki mengatakan:“Prinsipnya kegiatan ini bisa dijalankan, agar umat
mencintai Sabda Allah. Bisa lewat Daring atau Luring nggak masalah. Nggak
usah gelisah bagaimana BKSN nya berhasil atau tidak ! biar Tuhan Allah saja
yang menilai”
Madiun 3 September 2021, Sosialisasi BKSN 2021 di Balai Paroki St. Cornelius Madiun
Yang terpenting menurut Romo Agus, karena ini masih dalam masa
pandemi, sebaiknya kegiatan tidak mengundang perhatian orang diluar
kelompok kita. Dan tidak boleh melebihi 15 orang. Bisa di bagi dalam
kelompok-kelompok kecil, satu lingkungan bisa lebih satu kelompok atau
bisa dilaksanakan 3-4 KK saja. Selain itu juga perlu diatur cara parkir
kendaraan jangan kelihatan bergerombol, sehingga bisa mengatisipasi
pertanyaan dari masyarakat sekitarnya.
Selamat melaksanakan BKSN 2021, semoga berjalan lancar dan para
keluarga menjadi semakin mencintai sabda Allah. Berkat Tuhan menyertai
kita. Amin
Sumber : Buku BKSN 2021-Keuskupan Surabaya
.SERBA-SERBI..
LANJUTAN LIPUTAN DARI STASI SARADAN
Pasutri Thomas Aquaino Widji Krismanto - Maria Goreti Madjiati i i
BENTURAN KERAS YANG MENYELAMATKAN
Oleh : Maria Goreti Madjiati
Mendidik anak-anak yang menginjak dewasa itu berat. Benturan demi
benturan sangat keras saya alami. Saat di tengah badai kami terus men-
dekap Tuhan. Sekarang saya rasakan betapa indahnya benturan itu dan Tu-
han menyiapkan sesuatu, yang tidak saya bayangkan. Kalau masalah ekono-
mi itu biasa, karena dari kecil saya biasa hidup susah, terlebih saya ini
keluarga broken hard. Tapi Tuhan itu baik punya angger-angger yaitu nikah
hanya satu kali. Susah, senang, sakit, sehat, enak tidak enak itu adalah
anugerah, jadi harus dihadapi berdua.
Saya lahir tahun 1950 dari keluarga Islam. Tinggal di Saradan kelas tiga
SD, ikut Om. Anaknya om yang cewek sekolah di Wima Madiun, tinggalnya di
susteran Ursula. Sebulan sekali saya disuruh ngirim beras, ya lauk, ya sam-
bel kacang ke Madiun. Suatu saat dia bilang “wis nginep kene wae”. Saya li-
hat disetiap pintu, dan kamar ada salibnya, kalau mau makan, mau tidur
berdoa. Terus lama–lama saya di ceritain oleh bapak-ibuk. Selain itu saya
lihat kehidupan kakak saya baik-baik saja, akhirnya saat SMP saya mantab
untuk di baptis di Madiun.
Pak Wiji dulu guru SDN Sugihwaras Saradan. Kami sering ketemu,
kemudian tahun 1969 kami menikah. Tahun 1970 putri pertama kami lahir
namanya Maria Krispujaningwan, sekarang di lampung. Tahun 1973 anak
kedua Theresia Dhina Widyanti lahir. Tahun 1977 lahir anak ketiga
Fransiska Esthi Wardani, sekarang di Bandung. Yang ke empat Yohanes
Bima Krissantono, laki satu-satunya lahir tahun 1979, sekarang ada di Bali.
Yang kelima itu yang bontot, perempuan namanya Agnes Dayinta Mahanani
lahir 1982. Puji Tuhan mereka sudah berkeluarga semua.
Anak-anaku yang terkasih, kamulah pelita hidupku
TA Widji Krismanto – MG Madjiati
Anak saya semua dibaptis bayi, kami punya komitmen kalau nggak dari
bayi takutnya nanti mengsla-mengsle, karena kami dipercaya Tuhan untuk
menjaga mereka agar mereka tetep baik sampai akhir hidupnya. Anak
pertama menikah dengan orang Batak (HKBP), diberkati di Gereja Katolik.
Memang saya punya komitment kepada anak-anak, kamu pacaran dengan
siapa saja boleh, tapi harus di berkati di Gereja Katolik. Itu sudah ngak bisa
ditawar. Memang menyakitkan tapi demi keselamatan jiwanya.
Benturan pertama kasus pada anak saya yang laki. Saat pulang layar dia
bilang: “Bu aku mau main ke rumah cewek”. Boleh main nanti jam sekian
mesti sudah pulang. Setelah pulang, terus saya tanya ceweknya siapa? Dia
bilang “temen sekolah”. Dia agamanya apa? “Islam” Jawabnya. Deg hati saya,
kamu tahu aturan keluarga kita. Sekarang ibu kasih waktu satu bulan, tanya
dia kalau mau ikut kamu,oke. Tapi kalau nggak dilepas saja, dari pada nanti
terlalu jauh. Saat itu ada kakaknya juga. Sebetulnya saya kasihan, dalam hati
Tuhan tolong, kalau saya sudah dipercaya saya berusaha untuk patuh, tan-
pa bantuanmu saya nggak bisa. Kita semua rangkulan nangis. Udah gini
pokoknya ibuk tidak maksa tapi kamu harus bisa! Kakaknya yang sulung
bilang kepada adik-adiknya: “Ingat Bapak-Ibu ya dik”. Kemudian dia pergi
layar lagi gelagatnya dia nggak seneng sama cewek nya itu. Terus dia bilang
“Bu aku gak sido”. Puji Tuhan..Tuhan itu baik.
Saradan, 10 Agustus 20121, Di rumah Pasutri TA Widji Krismanto - MG Madjiati i
Yang serem lagi ini anak saya yang nomer tiga. Dia punya pacar temen
sekolah, di PT. PAL Sidoarjo, sudah sembilan tahun pacaran. Dari dulu saya
sudah pasang sens ke pacarnya. Kamu ikut saya boleh, tidakpun juga nggak
papa, tapi pemberkatan harus di Gereja Katolik. Saya sudah katakan sejak
awal, dia bilang ”inggih bu...inggih bu..”
Pada saat acara lamaran Romo Agus Sugianto bilang gini, ingat sekali
saya “He.. cincine sing masang aku, jangan kamu urung karuan kalau dadi”.
Tanda aneh lagi, kursi yang diduduki bu Anton (alm), bu Mantri, bu Tutik, itu
roboh, bruaak!!. Setelah selesai saya berfikir alamat opo iki yo, kok Romo
ngendikane gitu, kursi’ne kok yo pokak, ya...semoga baik-baik saja.
Kurang dua bulan, saya sudah persiapan-persiapan, juga mencari
informasi ke Catatan Sipil, katanya kalau Katolik dengan Adven nggak bisa.
Saya cari informasi lagi di Sidoarjo, katanya bisa..ya ok. Kemudian anak saya
telpon, saya tanya, iki engko sidone di berkati neng endi nduk? Wis deal lo yo
neng Katolik lo yo. Terus dia bilang gini:“Buk ketok’e aku diberkati neng
grejo adven, ibuk piye?” Wah..apa ini jalan Tuhan. Bapaknya marah: ”Wis
kelangan ndok sitok ae gak popo wis”. Saya bilang, ojok koyok ngono aku iki
ibuk’e sing ngandung sing nglairne iku toh nyowo. Setelah itu saya bilang,
saiki ngene’ae nduk, nek diberkati neng Adven yo rapopo, tapi tolong
ditanyakan persyaratan pernikahan di sana piye? “Ya buk...” Jawabnya.
Saya tunggu satu jam, patung Bunda Maria ini saya dekap, saya mohon
padamu Bunda, tolong aku, suamiku marah, saya ingin menyelamatkan anak
saya. Setelah satu jam dia telpon: “Buk nek ibuk gak sido mantu piye? Aduh
rasanya seperti ketiban gunung es. Sebentar kenapa nggak jadi? Permasa-
lahanne opo? Kamu mempermalukan ibuk? Dia bilang: “Nggak buk, ternyata
aku harus dipermandikan lagi, saya tidak mau”. Rasanya pak, saya bersyu-
kur berarti dia nggak mau. Berarti Tuhan telah menyelamatkan anak saya.
Bunda terimakasih, saya nangis sejadi-jadinya, sampai tetangga dan Simbah-
nya bingung. Mbah aku gak sido mantu! “Kenek opo nduk kok gak sido?” Wis
gak popo sing penting anakku slamet, mengko Gusti Yesus kan maringi sih
luweh apik. Saya percaya itu.
Setelah itu saya bilang ke Siska, sampaikan ke ibuknya calonmu, kalau
besok Bapak dan Ibuk akan ke Sidoarjo. Saya ini orangnya kan temperamen,
maka saya telpon Pak Yosef (ASIM) kami minta untuk mendampingi di sana.
Selama perjalanan saya nggak pernah berhenti doa Salam Maria, jaga hati
saya, jangan biarkan saya disana nanti koyok Bolodewo. Bunda Maria jaga
hatiku. Ini benar terjadi disaat kita terjepit dan berdoa, Tuhan Yesus
mendengarkan. Disana saya ngomong enak nggak ada emosi, nggak ada
marah, nggak ada yang salah, ini Tuhan belum menentukan. Ibuknya
menangis didampingi bapak Penatua dan tokoh gerejanya ada empat atau
lima orang. Mereka bercerita tentang menantunya Katolik, sekarang ikut
Adven. Saya tahan aja pokoknya sekarang anak saya sudah ada digeng-
gaman saya lagi. Yang penting anak saya kembali puji Tuhan. Setelahnya,
saya bilang wis kung panjenengan selesaikan semua apa yang kita jalanni,
batalkan semua pesanan terop, elekton, rias dll.
Sepulang dari calonnya itu, Siska saya ajak doa Novena sembilan hari
berturut-turut minta kekuatan Tuhan. Cuman itu saja nggak ada yang lain,
supaya hatinya dikuatkan, tidak ingat-ingat terus. Dan benar mukjizat Tuhan
itu nyata, setelah tiga bulan Siska ketemu jodoh, temennya sendiri orang
Katolik dari Madiun, rumahnya di Tempursari.
Demikian sharing kami tentang benturan-benturan dalam mendidik
anak-anak. Karena kami di percaya oleh Tuhan untuk menjaga mereka agar
mereka tetep baik sampai akhir hidupnya. Maka kami berkomitmen anak-
anak harus baptis sejak bayi dan kalau menikah harus di berkati di Gereja
Katolik, nikah hanya satu kali, susah, senang, sakit, sehat, adalah anugerah,
harus dihadapi berdua. Itu angger-angger, dari Tuhan. Memang menya-
kitkan tapi demi keselamatan jiwanya. Terimakasih Tuhan Yesus.
PELAYAN-PELAYAN LITURGI DIMASA PANDEMI
Oleh : Chatarina Dwi Novandari
Chatarina Dwi Novandari & Cornelius Anjar (Ketua & Wakil Sie. Liturgi Paroki Cornelius i
Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan melayani di Sie Liturgi
di masa pandemi. Misa live streaming, tidak boleh melibatkan banyak orang,
sungguh bingung sekali. Terkadang saya berfikir, apa yang Tuhan mau?
Kenapa saya orang yang bodoh ini Tuhan pakai? Sampai sekarang masih
menjadi permenungan saya, apa yang menjadi kehendak-Nya.
Persis tanggal dua Pebruari 2019 dalam misa bersama umat, saya
Chatarina Dwi Novandari, pertama kali dilantik menjadi Koordinator Liturgi
dengan partner mas Cornelius Anjar, yang biasa kami panggil mas Lius. Teri-
maksih ya Tuhan atas berkat-Mu ini. Tugas pertamaku adalah membantu
Kevikepan Madiun sosialisasi Ardas, gawe besar yang diadakan di aula
kampus St. Bernardus tanggal 9 Pebruari 2019 yang lalu.
Tanggal enam Maret 2019 adalah Rabu Abu, kami mulai menjalankan
tugas liturgi saat hari-hari besar. Awal Maret kami mulai dilibatkan dalam
kepanitian Paskah. Segala rancangan telah dipersiapkan untuk menyamput
HR Paskah. Namun, semua rancangan menjadi tidak berarti kerena tiba-tiba
Corona datang, mengoyak semua program yang ada.
Sabtu 21 Maret 2019, virus Covid 19 semakin mengganas, Romo Kepala
Paroki menyampaikan bahwa gereja akan ditutup, sebagai gantinya Misa
Streaming. Kami bersama team Komsos diminta untuk mempersiapkannya.
Jujur, mendengar istilah "streaming" ya baru kali itu. Kami diberi tugas
mempersiapkannya, dengan pesan, tidak boleh melibatkan banyak orang.
Hanya ada satu Lektor, Pemazmur, Organis dan pengangkat lagu. Sungguh
suatu tugas yang berat. Kami tidak terbiasa berhadapan dengan kamera,
lampu-lampu yang menyilaukan. Tapi kami harus bisa bertugas dengan baik,
demi Kemuliaan Tuhan dan melayani umat.
Team Liturgi Paskah 2021 dari kiri ke kanan : C Anjar, Tata , Sr. Kristo, Pak Alex dan Bu Rina i
Begitulah seterusnya, mulai Minggu, 22 Maret 2019 Gereja Paroki St.
Cornelius tidak ada misa off line. Gantinya setiap Sabtu dan Minggu Gereja
melaksanakan misa live streaming. Siapa petugasnya? Lektornya saya
sendiri, Pemazmur mas Lius; Organis bergantian antara anak kami Tata dan
Benni di Kapel Adorasi.
Karena masih di tengah masa pandemi akhirnya Panitia Paskah yang
telah dilantik, urung bekerja. Dan tugas itu menjadi tanggung jawab kami
berdua sebagai sie Liturgi Paroki sampai memasuki Pekan Suci. Kami duduk
bersama dengan para Romo untuk membahas petunjuk praktis dari Keus-
kupan tentang tatacara misa tanpa umat selama Pekan Suci. Sungguh ini
suatu tantangan bagi kami, menjadi panitia Paskah di misa off line saja luar
biasa sibuknya, apalagi di masa pandemi. Sama sekali tak punya gambaran
seperti apa jadinya nanti. Rasa was-was, sedih, bahagia, entahlah ketika
Romo memberi petunjuk, serasa ingin menangis. Mampukah kami menyiap-
kan dan melaksanakan semua rangkaian acara Pekan Suci itu dengan baik.
Biasanya banyak pihak membantu pada kegiatan Pekan Suci. Tapi
karena masih pandemi maka semua kegiatan menjadi tugas kami, mulai
persiapan sampai pelaksanaan misa dan ibadat selama Pekan Suci. Seperti
memilih lagu sekaligus menyanyikannya, mempersiapkan dekorasi semua
menjadi tugas kami. Sungguh kami sangat bingung sekali. Hati ini ber-
kecamuk manakala Romo ngendikan, kami tidak boleh melibatkan banyak
orang di Pekan Suci, paling banyak 5 orang. Tuhan, mampukah kami?
Pertimbangan Romo Kepala Paroki karena kalau ada yang positif, berarti
lima orang itu harus diisolasi. Lalu kami ajukan nama-nama petugas seperti
Sr. Kristo, OSU untuk Organis, sekaligus bisa minta bunga dari kebun biara
OSU untuk dekorasi Altar. Juga suami saya sendiri pak Alex, beliau Ketua
Bidang Kerasulan Awam termasuk didalamnya ada team Komsos. Pak Alex
membantu untuk menjadi pengangkat lagu, kemudian anak kami “Ndhuk
Tata” juga membantu organis dengan Sr Kristo. Tak lupa saya dan mas Lius
sebagai Ketua dan Wakil Sie Liturgi. Jawaban Romo Yan: “Yo wes bu, malah
penak sak omah, nek siji positif, isolasi ne sisan sak omah”.
Setiap hari kami berlatih menyanyi guna persiapan tugas misa Pekan
Suci. Organis Sr. Kristo, saya dan ndhuk Tata suara satu, mas Lius dan pak
Alex tennor. Sunģuh penyertaan Allah yang luar biasa. Tuhan mudahkan
kami berlatih nyanyi, mendekor. Dulunya kami tidak terbiasa menata bunga
di Panti Imam, kami kerjakan dibantu pak Yasno, mbak Lucky. Bunga-bunga
dari biara Ursulin, kami bernafas lega. Puji Tuhan, misa kudus secara live
streaming di Pekan Suci siap meski dengan sederhana. Semua berjalan
puncaknya saat malam Vigili Paskah dapat kami selesaikan. Lanjut besok
misa Minggu Paskah juga berjalan baik dan lancar. Puji Tuhan itu amazing,
lewat kasih Nya Tuhan Yesus mempersiapkan segalanya dengan baik.
Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan baik itu dukungan,
maupun kritik. Ternyata menjadi seksi liturgi dimasa pandemi itu gampang-
gampang susah. Tetapi yang jelas, saya menemukan keluarga baru saat ini.
Ada keterikatan batin diantara kami. Selain itu, karena kami harus bertugas
setiap kali misa streaming berarti kami harus sehat jiwa raga kami. Untuk
bisa sehat, kami harus menjalin hubungan erat dengan Dia Sang Empunya
Hidup dan juga berusaha hidup sehat.
Sebagai manusia yang tidak sempurna, saya mohon maaf kepada
seluruh umat, saya belum bisa menjadi sie liturgi seperti yang umat
inginkan, belum bisa seperti yang diharapkan. Dan ucapan terimaksih yang
besar saya sampaikan kepada para Lektor dan Pemazmur yang selalu siap
bertugas kapanpun saya tugasi. Semoga pelayanan tulus kita berkenan di
hadapan Tuhan dan sesama.
Pandemi memang belum usai, tugas kami sebagai sie liturgi juga belum
habis masanya. Harapan dan doa yang selalu kami panjatkan kepada Dia,
agar berkenan memperbolehkan bumi kita semakin hari semakin sehat.
Agar kerinduan umat untuk hidup dengan lebih baik bisa segera dapat
terwujud. Amin.
. WAWANCARA .
Madiun. 10 Agustus, Sie Keluaraga, wawancara di rumah Pasutri FX. Tjahjo Surjono-Julia Sri Handayani i
SUNGGUH INDAH KARYA TUHAN BAGI YANG SETIA
Pada tanggal 10 Agustus 2021, seksi keluarga berkunjung ke rumah
pasutri FX. Tjahjo Surjono-Julia Sri Handayani, di Jln. Sri Widodo no 37A
Sukosari Madiun (belakang puskesmas Oro-oro Ombo). Pasutri ini adalah
mantan penyiar radio Suzana Surabaya tiga jaman. Kami ngobrol santai khas
arek suroboyoan, blak-blak’an di teras rumahnya, bercerita tentang hari tua,
pelayanan, perjalanan keluarga, dan anak-anak. Mari kita simak perjalanan
hidup yang menginspirasi ini.
Bagaimana awalnya bapak dan ibu tinggal di Madiun ?
Begini mas, menjelang pensiun kami membangun rumah ini, tahun 2010. Iki
mbangune ngutang mas.. kan duite PNS dadi dientekne, juga gaji yang dari
radio Suzana. Setelah utang’e lunas 2013, terus ke sini.
Jadi prosesnya pensiun atau gimana ?
Mengundurkan diri. Kata bos :“Kamu ini masih diperlukan di sini.”Jawabku
Wis Bos..awake dewe ki wis tuek bos. Bu Frans menimpali : “Kami berdua ini
penyiar tiga jaman”. Sebenarnya dari Suzana mau diberi rekomendasi untuk
bekerja diMadiun, di Radio Moderato.Tapi akhirnya kami masih tetap siaran
di radio Suzana, setiap hari memandu siaran rohani “Sungai Kehidupan”.
Jadi walaupun tinggal di Madiun ya masih sering ke Surabaya?
Iya..Jam empat sampai jam lima siaran, jam tujuh balik berdua terus siaran
“Senandung Rindu”, lagu-lagu nostalgia. Jadi selama ini saya bolak-balik
Surabaya-Madiun. Waktu itu, St. Anna, ketua lingkungannya masih Mas
Yosef. Di Surabaya saya (Bu Frans) masih sebagai bendahara di lingkungan
St. Cicilia, serta juga aktif di WK. Karena persyaratan menjadi penyiar
Suzana itu harus aktifis. Setelah bendahara lingkungan di Surabaya, saya
carikan pengganti, saya full di Madiun.
Sebenarnya Bu Frans itu aslinya dari mana?
Saya lahir di Madiun, kemudian saya pindah ke Surabaya, jadi di Surabaya
sejak kecil. Dan ini adalah rumah nenek saya. Kalau Pak Frans ini anak panti
asuhan. Pak Frans menambahkan: Saya ini adalah salah satu anak asuh
mantan Uskup Surabaya Dibyo Karyono, dan aku ini putune. Sejak kecil
ibunya sudah meninggal, Pak Frans ikut dari keluarga bapak. Karena mbah’e
gak duwe bojo akhirnya diambil oleh Romo Dibyo di taruh di Susteran di
Blitar.
Ketemuanya Pak Frans di mana?
Di Blitar saat liburan, Pak Frans sekolah di Akademi Maritim, saya mengajar
di Mberu Wlingi Blitar. Kami menikah di berkati di Gereja St. Cornelius
Madiun, oleh Romo Rolando Siveri CM. Nunut menikahlah ceritanya, karena
orang tua saya kan di sini. Persiapan pernikahannya di Surabaya, Paroki
Kepanjen, karena saya kan tinggal di asrama St. Yulia. Setelah menikah kami
kontrak rumah akhirnya sampek bisa beli rumah. Kami pindah di tiga Paroki,
Kepanjen, Yohanes Pemandi terus yang terakhir di Santo Yusuf Karang-
Pilang.
Di Jambangan melayani sebagai apa?
Pak Frans, menjadi seketarais wilayah Kring Barnabas., jadi Ketua
Lingkungan pernah, jadi berkecimpung di pelayanan ya sudah lama. Dulu
juga buat buletin barang di sana. Kalau di masyarakat Pak Frans itu dulu jadi
seketaris RW. Ada cerita unik, pas Rioyoan, seketaris RT mudik ke Jember
stempelnya kelalen di bawa. Terus pas itu ada orang mati persis Rioyoan,
apa nggak bingung, akhirnya kita yang kepothok’an, untunge dibantu RT
sebelah. Kalau pas Rioyoan, kan yang bukan Islam jaga gawang, baik di RT,
juga di radio Suzana.
Berapa putranya ?
Putra saya dua laki semua. Yang pertama lahir 20 September 1973. Dan
yang kedua 7 Oktober 1977. Kenapa kok jaraknya empat tahun? Wis tak
pikir, nanti kalau sekolah repot. Sing sitok’e masuk SMA, sing adikn’e masuk
SMP kan repot. Apane gak cekot-cekot...makane di seling empat tahun.
Madiun. 10 Agustus, Sie Keluaraga dan Pasutri FX. Tjahjo Surjono-Julia Sri Handayani di depan Gua Maris St. Anna i
Ada Gua Maria di depan rumah, apa harapanya?
Kami di hari tua ingin tenang berdoa. Dulu kami pagi kerja di Dinas
Pendapatan Daerah, sore sampai malam siaran dan terus menerus begitu. Di
rumah hanya untuk terminal. Maka saat tua ingin mendekatkan diri dengan
Tuhan, dengan membuat Goa Maria. Sambutan dari lingkungan bagus,
akhirnya ini di beri nama Gua Maria Santa Anna, karena satu-satunya di
lingkungan St. Anna. Pemberkatannya oleh Romo Dani, sekaligus
pemberkatan rumah ini. Kalau ada Doa Rosario njeber kloso disini saat
nggak hujan, kan enak nggak ungkep.
Bagaimana, apakah anak-anak juga aktif melayani?
Anak-anakku niru mbok’e, anak saya yang mbarep jadi Ketua Mudika, habis
itu adik’e juga jadi Ketua Mudika. Ya puji Tuhan, mantu saya kabeh Katolik,
konco mudika semua. Semua itu berkah Tuhan Yesus.
Apa pengalaman yang membahagiakan dari Bpk/Ibu Frans?
Rumah kami di Jambangan, Gunungsari Indah, di Madiun, semua di berkati.
Yang di Jambangan di berkati oleh Uskup sendiri, kemudian anak mbarep
sunat, Bapak Uskup yo rawuh. Sampek wong Paroki ngomong, “Pak, bu kalau
menghadirkan Bapak Uskup kudu lapor Paroki lo”. Dalam hati kapan aku
menghadirkan Monsinyur, la wong aku iki ngaturi mbah Kung’e ..he..he...
Demikian wawancara kami dengan Bpk/Ibu Frans yang dari dulu
sampai sekarang tetap setia melayani. Anak-anaknya, juga diberkati dengan
pasangan seiman. Sungguh indah karya Tuhan bagi yang setia.
. SEKILAS INFO . Bebersih Gereja
Madiun, 28 Agustus 2021
Romo Leo bersama Seksi Litur-
gi, Team Komsos, Karyawan
Gereja melakukan kerja bakti
membersihkan di lingkungan
Gereja Katolik Santo Cornelius
Madiun guna menyambut Misa
tatap muka.
Pertemuan Romo Kevikepan
Madiun
Madiun, 30 Agustus 2021
Gedung baru Kevikepan Ma-
diun telah digunakan untuk
pertemuan Romo–Romo selu-
ruh Kevikepan Madiun. Anta
ra lain dari: Ngawi, Ngrambe,
Mater Dei, Cornelius, Ponoro-
go, Magetan & Klepu.
Sosialisasi BKSN 2021 Paroki
St.Cornelius Madiun
Madiun, 3 September 2021
Seksi Kerasulan Kitab Suci
mengadakan sosialisasi ba-
han BKSN tahun 2021 di balai
Parosi St. Cornelius. Dihadiri
seluruh Ketua Lingkungan
dan Stasi Paroki St Cornelis.
You Tube Komsos
“Deuterokanonika???”
Madiun, 3 September 2021
Bu Maria Magdalena Tumani
Seksi Kerasulan Kitab Suci me
nyampaikan sejarah BKSN
yang di jalankan umat Katolik
seluruh Indonesia. Jangan lu-
pa menonton videonya.
You Tube BIAK-SEKAMI
St. Antonius
Madiun, 5 September 2021
Kak Didin & Kak Vero mela-
yani sekolah minggu lewat
You Tube pada Pertemuan I
Bulan Kitab Suci untuk anak-
anak BIAK. Sebagai perwarta
Kak Since.
Guyup, BKSN Lingkungan
FBraKnSsNisdki uLsinAgskiusni-gWaninSoanngtoo
MSBaaKdnSiutNno, 7PSeeprtteemmberu2a0n21 I diadakan
secara LURING dengan tetap
menjaga protokol kesehatan
dirumah Bpk Sad Wahyono
jln Ronggolawe Winongo.
Ulang Tahun Imamat ke-22
Romo Agustinus Supriyadi
Madiun, 8 September 2021
Ndhèrèk bingah lan mangayu-
bagyo katur Romo Agus. Mugi
tansah pinaringan suko bi-
ngah makaryo minongko Ro-
mo ing Grejo Keuskupan Sura-
baya. (RD. Leo G.M)
BKSN di 4 KKU Lingkungan
St. Antonius Patihan
Madiun, 9 September 2021
Pertemuan I BKSN di Lingku
ngan St. Antonius Patihan
diadakan di empat tempat
(KKU) secara LURING de-
ngan tetap menjaga protokol
kesehatan. Yang hadir seba-
nyak 7-10 orang per KKU
Kamera Baru Komsos
Madiun, 11 September 2021
Terima kasih kepada Romo
dan BGKP yang telah me-
wujudkan usulan dari team
Komsos dan Liturgi, berupa
kamera baru. Semoga dapat
memberikan pelayanan ter-
baik kepada umat. Berkah
Dalem. (Alex)
.o.ULANG TAHUN PERNIKAHAN..
Periode : Tanggal 16– 30 September
SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN BAGI PASUTRI:
Lingkungan PASUTRI HUP
St. Antonius, Patihan ALBERTUS EKO PUDJIONO - LAURENSIA WINARTI 30/09/1987
St. Anna, Sukosari FRANSISCUS XAVERIUS TURYANTO - MONICA KATINEM 26/09/1982
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo LUIS ARIK - STEVANI SUKMADEWI SUSANTI 28/09/2014
St. Aloysius Pandean Vincentius Eka Sasangka Purnama - Bernadetha Agustina Inawati 25/09/1999
St. Aloysius Pandean Gregorius Hendro Gunawan - Erna Fangriani 21/09/2002
St. Aloysius Pandean Theodorus Hasta Tjandra Wibawa - Elizabeth Kurniati 18/09/1994
St. Carolus Boromeus Josenan YASINTA SOFIA SIMBOLON 23/09/1970
St. Carolus Boromeus Josenan STEFANUS ANDREAS SETYAWAN - PAULA JUSTINE SUSILO 17/09/2011
St. Johanes Nambangan Kidul Johanes Hary Anggoro - Maria Triviatiningsih 18/09/1995
St. Johanes Nambangan Kidul THERESIA SOETJIAMI 17/09/1960
St. Johanes Nambangan Kidul MARGARETHA SUWARTI SRI MARDIRINI 20/09/1969
St. Maria Nambangan Lor Johanes Kustono - Maria Laurensia Soeriani 21/09/1997
St. Paulus Nambangan Lor TIMOTHEUS ANDY SUGIYANTO - LEONILA MARIA SAD OMEGA KENCANAWATY 16/09/2000
St. Caecilia, Taman PETRUS MARUDIN SITANGGANG - SAVERIANA PAULINDA SIMAMORA 17/09/1996
St. Fransiskus Asisi Winongo YOHANES SAD WAHYONO - LIDWINA YULI RETNOWATI 17/09/1985
St. Fransiskus Asisi Winongo EMANUEL YANSEN - FRANSISCA HERI KUSWIDODO SRI HARUNI 17/09/1971
St. Lukas - Jiwan PAULUS NANANG - ANCILLA MARIA THIO FIFI 29/09/1991
St. Lukas - Jiwan MARIA SUKATMI 28/09/1963
St. Vinsentius , Pangongangan STEFANUS JUSWANTO SUBAGIO - AGNES MARIA RATNA KIEMAWATI 23/09/1983
St. Vinsentius , Pangongangan Andreas Agus Kunwahyudi - Sumini 16/09/1996
St. Vinsentius , Pangongangan SIRILIUS AGUNG TANDIEKO - KATHARINA TJANDRA NURIA 18/09/1983
St. Petrus, Jenangan SUPARTONO - THERESIA SUMARTINI 21/09/2013
St. Yohanes, Jenangan FRANSISKUS XAVERIUS AGUS DAMIYANTO - BRIGITTA YATINI EKA PRAMESTI 14/09/1997
St. Yohanes, Jenangan FRANSISKUS XAVERIUS SUDARTO - DWI LUWIDAWATI 21/09/2013
St. Maria, Jenangan YOHANES SUBARI - MELANIA NANIK SETJANINGSIH 29/09/1986
St. Maria, Jenangan ANDREAS MARDI SUCIPTO - KASIATI 21/09/2013
St. Anna, Caruban GREGORIUS ANTHONI SUSANTO - BEATRIX MEISYELINA WINALDY 16/09/2006
St. Anna, Caruban MIKAEL SONY SUPONO - LAURENSIA INEKE ANGRAENI KOESWORO 17/09/2011
St. Martinus, Caruban YOHANES KRISNADI - CHRISTINA WIJAYANTI 22/09/2009
St. Martinus, Caruban ANTONIUS DWI AGUNG GATOT RIANTO - YOSEFA ENDANG REPELITA 17/09/1995
St. Petrus, Caruban JULIUS YOSRI - THERESIA DWI RAHAYU 27/09/2014