Warta
Keluarga
Jalan A. Yani Jalan A. Yani No.3 Madiun
MTealpd.(i0u3n51ll)64352122417, 458858121
[email protected]
Eandisi : Juli I- 2021 06-No 07/2021 PERAN AYAH DALAM
MENELADANI KRISTUS SANG
.RENUNGAN.. SANG GURU DAN TUHAN
Oleh: RD Robertus Tri Budi Widyanto
Berbicara tentang profil Yesus
sebagai guru dan Tuhan tidak akan
lepas dari aspek keteladanan yang
begitu menojol dalam setiap
pengajaranNya. Yesus nyata begitu
konsisten dalam menghidupi dan
menjalani apa yang Dia ajarkan.
Pada saat Dia mengajarkan cinta
kasih sedalam dalamnya maka
Diapun mewujudkan itu dalam
semangat yang penuh cinta dan
perhatian kepada mereka yang
sakit dan berduka. Bagi mereka ini
Yesus memberikan mukjizat
kesembuhan dan kehidupan. Pada
RD Robertus Tri Budi Widyanto, Madiun 20 Juni 202I n saat Ia mengajarkan pengampunan
maka Dia juga secara nyata menghidupinya dengan mengampuni dan
mendoakan orang-orang yang menganiayaNya. Pada saat Dia mengajarkan
semangat pelayanan maka Dia sebagai Guru dan Tuhan rela untuk mencuci
kaki para muridNya. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang gamblang
menunjukkan betapa Yesus sebagai guru dan Tuhan senantiasa konsisten
menjalankan apa yang Dia ajarkan dan menghidupi apa yang dia wartakan.
Inilah yang saya sebut sikap keteladanan sejati. Sejati karena bukan hanya
“gajah diblangkoni” yaitu bisa kotbah gak bisa nglakoni yang artinya hanya
bisa berkata-kata menasihati tapi tidak bisa menjalani dalam hidupnya.
Nah terinspirasi oleh sikap keteladanan yang sejati dari Yesus ini kita
terutama para bapak sebagai kepala keluarga diajak untuk belajar dan
berefleksi sejauh mana kita mampu untuk menjadi figur bapak atau ayah
yang sejati? Sejauh mana kita mampu membawa diri kita sebagai teladanan
yang nyata dalam tugas hidup kita sebagai orang tua bagi anak-anak.
Marilah pertanyaan ini menjadi bahan refleksi yang dalam yang bisa
mengukur sejauh mana kita mampu menjadi orang tua yang baik.
Menjadi teladan yang hidup memang tidaklah mudah. Kita dituntut
untuk mampu konsisten memegang apa yang kita ajarkan dan
mempraktikannya secara nyata dalam hidup. Kita juga dituntut bersabar
dan bisa menahan diri untuk segala kesenangan kita demi menjalankan apa
yang baik yang bisa dilihat dan diteladani anak-anak. Sebagai contoh
sederhana adalah saat kita menasihati anak agar tidak merokok dengan
argumentasi rokok itu merugikan kesehatan, rokok itu pemborosan bla bla
bla…maka saat itu juga kita harus berani konsisten untuk tidak merokok.
Pada saat kita menasihati anak-anak agar mereka rajin belajar dan
mengerjakan PR maka kitapun diajak untuk memberi suasana belajar.
Bukannya pada saat mereka mulai belajar lalu kitanya malah menonton
sinetron atau acara komedi di televise sambil tertawa terbahak-bahak. Atau
mungkin kita juga sering menasihati anak-anak agar mereka rajin berdoa
ehh ternyata kita sendiri sering absen ikut misa dan doa-doa di wilayah atau
lingkungan. Apa kira-kira yang anak-anak kita pikirkan dalam benak mereka
saat mereka melihat kita demikian? Mereka pasti akan “nggrundel” dengan
berkata: “Papa NATO… not action talk only!” Jangan sedih kalau tiba-tiba
anak –anak kita menjadi bandel dan kurang mau mendengarkan kata-kata
kita. Jangan kaget bila mereka secara sembunyi-sembunyi melanggar apa
yang kita nasihatkan. Bahkan justru pada saat kita kurang berkata-katapun
tetapi perbuatan kita secara nyata melakukan hal-hal baik maka anak-anak
kitapun akan secara bawah sadar mengikuti dan mewarisi hal baik itu dalam
hidup mereka.
Para orang tua yang terkasih. Marilah kita memberikan diri kita untuk
dibentuk oleh sang Guru dan Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah diri kita yang
lemah ini menjadi seperti bejana tanah liat yang dibentuk oleh tangan
pengajin yang mulia yaitu Yesus sendiri. Dia membentuk kita denagn cara
mengajak kita menjadi ayah yang sabar, rendah hati dan bisa melakukan
semakin banyak perbuatan baik dan meminimalisir perbuatan yang tidak
bisa dijadikan contoh. Marilah kita mewujudkan cinta kita kepada anak-
anak kita bukan melulu dalam bentuk materi namun lebih daripada itu
adalah KETELADANAN YANG HIDUP. Selamat manjadi bapak yang baik.
Salam sehat dan Tuhan memberkati.
.SERBA-SERBI..
BERSAMA KETUA LINGKUNGAN SANTO IGNATIUS
ORO-ORO OMBO MADIUN
Saat ini sebagian besar ketua
lingkungan mengalami banyak ken
dala dalam melaksanakan tugasnya
di masa pandemi. Tugas penggem-
balaan warga dan keluarga seperti :
persekutuan, pelayanan warga, iba-
dat belum bisa berjalan normal. Tu-
gas berat mereka sudah seharus-
nya menjadi perhatian dari semua
pihak termasuk dari DPP.
Apa harapan mereka? Mari kita
simak siapa ibu Berta Martati yang
menjadi pamong lingkungan Santo
Ignatius Oro-Oro Ombo Madiun ja-
Pasutri Paulus Suban Manuk - Bertha Martati n lan 3 periode ini. Istri bapak Paulus
Suban Manuk ini berkarya bukan hanya sebagai Kaling saja tapi aktif di
banyak organisasi seperti kegiatan sosial SSV, Paguyuban Devosi Kerahiman
Ilahi, pengurus WK cabang St. Cornelius. Beliau juga aktif di masyarakat,
sebagai pengurus GOW kota Madiun (Gabungan Organisasi Wanita), ketua
PKK RT18, sekaligus seketaris RT, dan bendahara RW 04. Mereka berdua
berkarya dengan motto “Datang, lihat dan action”.
Sebagai Kaling, ibu dari mas Sandhy dan eyang dari INO ini melayani
berbekal data yang valid. Ia setiap tahun melakukan perbaikan data warga
lingkungan, lengkap dengan data BIAK, OMK, REKAT dan LANSIA, silahkan
bila DPP membutuhkan. “Update warga sangat penting guna mempermudah
pelayanan di lingkungan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut seksi keluarga juga mendapatkan masukan
dari suami bu Bertha, katanya “Warta Keluarga sudah baik, usul ya
sebaiknya ada ujud khusus dalam Misa untuk keluarga-keluarga yg berulang
tahun pernikahan di bulan itu. Selanjutnya bila sudah jalan bisa ditingkatkan,
ada pembaharuan janji pernikahan di gereja. Data HUP juga perlu ada
perbaikan karena ada yang sudah meninggal, bercerai, pindah dan lain-lain”
Terimakasih saran dan masukan dari semua pihak buat seksi keluarga,
semoga kita bisa berjalan bersama melayani keluarga sesuai cita-cita ARDAS
Keuskupan Surabaya “Menghidupi Yesus Kristus sebagai Guru dan Tuhan
dalam keluarga” Tuhan Yesus memberkati.
LIPUTAN KHUSUS DARI STASI CARUBAN
Stasi Santa Maria AsumpAtalbteerlrettuaks di kota Caruban, yang merupakan
ibu kota pemerintahan Kabupaten Madiun yang berjarak kurang lebih 25
KM dari Gereja Santo Corneliaus Madiun. Sebuah kota mandari yang
berkembang dengan cepat terletak dijalur lintas Ngawi-Nganjuk, dilewati
jalan toll Surabaya-Jakarta, serta lengkap kantor Pemerintahan Kabupaten
Madiun dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Kami tertarik untuk meliput stasi ini, karena ditengah kebahagiaan
punya gereja baru yang bagus dengan ornamen moderen, tapi gereja
lockdown, umat tidak bisa ke gereja. Bagaimana perasaan mereka, apa
harapan mereka? Maka kami menghubungi ketua stasi Ibu Yustina Ertin dan
mendapat kiriman artikel yang menarik dari team katekese stasi Caruban
beserta kesaksian keluarga Koster yang setia dalam pelayanan baik di gereja
dan stasi. Mari kita simak warta dari stasi Caruban.
KREATIVITAS KATEKESE DIMASA PANDEMI
Oleh : Yustina Ertin
Pertemuan orang tua baptisan bayi di Gereja Santa Maria Asumpta Caruban, 1 mei 2021n
Pandemi telah mengubah segala bentuk aktivitas di muka bumi. Tak
terkecuali kami umat Katolik stasi Caruban, bagaimana harus beribadat,
beraktifitas di gereja, berkegiatan dilingkungan, serta ekonomi umat
terganggu & lain-lainnya. Gereja Santa Maria Asumpta Caruban lockdown
semua kegiatan terhenti dan umat hanya bisa mengikuti Misa secara live
strteaming, mereka taat dan patuh pada perintah Bapa Uskup dan Peraturan
Pemerintah.
Setelah pemerintah memberikan kebijakan New Normal, maka kami Sie
Katekese menyesuaikan diri dengan keadaan dengan tetap menjaga
protokol kesehatan, mengunjungi umat yang jauh, mendapat sambutan yang
baik, mereka sharing tentang kehidupan sehari-hari, kerinduan Misa serta
berdoa bersama di lingkungan. Dari hasil kunjungan dan sharing tersebut,
kami seksi Katekese muncul ide/kreativitas, dengan memberanikan diri
berdoa Rosario pada bulan Maria di Mei yang lalu di rumah salah satu umat
dengan tetap menjaga prokes, yang hanya dihadiri kami seksi katekese dan
anggota keluarga tersebut. Untuk umat yang jauh kami lakukan kunjungan
dan doa bersama, disana kami bisa saling menghibur, menguatkan, hingga
terjalin persaudaraan erat. Ada salah satu umat yang sharing dengan adanya
pandemi kehidupan keluarganya bermasalah, kami mendengarkan, sambil
sharing hingga membuat mereka tidak merasa sendiri, tapi masih ada yang
memperhatikan dan peduli. Keakraban dan kebersamaan tumbuh diantara
kami sehingga mereka tidak jatuh dan terpuruk. Kami ajak : “Mari rajin
berdoa dan berdevosi pada Bunda Maria agar bisa melatih kesabaran dan
kesehatan”.
Sekarang gereja sudah dibuka untuk ibadat tetapi dibatasi hanya untuk
umat yang sudah menerima komuni pertama dengan tetap menjaga
protokol kesehatan. Sedang kegiatan lingkungan belum boleh dilaksanakan.
Kami Sei. Katekese terus melakukan kreatifitas dengan cara lewat grop WA
empat lingkungan di stasi Caruban. Selain itu kami juga melakukan zoom
meeting dengan beberapa umat untuk sharing bersama. Untuk kerinduan
umat bertemu, juga kami fasilitasi dengan mengadakan sharing dan doa
yang batasi hanya 10 orang dengan tetap menjaga prokes.
“Bagi kami Sei Katekese stasi Santa Maria Asumpata Caruban, masa
pandemi tidak membuat patah semangat, tetapi malah membuat kami
terpacu berkreasi dalam pelayanan, membantu umat untuk mendekatkan
diri dan mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan “ ujarnya.
Semoga Tuhan Yesus memberkati dan menyertai pelayanannya. Amin
Liputan khusus dari Stasi Caruban bersambung di Warta
Keluarga edisi berikutnya.
Albertus
..WAWANCARA...
“TELUNG PULUH PITU TAHUN IBUK’E NGANCANI AKU”
HUP ke 37 Pasutri : Vincentius Purwadji - Maria Parsini, tanggal 30 April 2021 n
Ongko telung puluh pitu neng nduwure Roti Tar, ndrodok atine Bopo
wargo lingkungan Margaretta Winongo Madiun. Dino sing bersejarah kuwi
dicritakke Bpk. Vincensius Purwadji karo keronto-ronto: “Kok sampek ko-
yok ngono yo, jan gentun tenan aku”. Banjur deweke nyritakke wektu miwiti
omah-omah nglewati perjuangan berat. Di tentang karo KUA, meh arep diba-
talke nikahe, kudu kawin islam. Akhire Gusti nuntun Pasutri iki mlebu ing
daleme Gusti lewat pembaharuan pernikahan. Piye critane monggo di waos
wawansabdo kalian bapak Purwadji ing daleme Pak Aries Wahyu, dinten 25
Mei 2021, karo nyruput wedang kopi.
Critane piye pas tanggal 30 April kuwi?
Critane ki ngene mas, pas dino kuwi anak wedok nyeluk aku: ”Pak ndang
cepet, iki arep di foto lho”. Wangsulanku kanggo opo to! “Kanggo HP ben
anyar.... wis to ndang dandan” tembung’e anakku. Neng ati yo wis tak turuti
lah. Sak wis’se mlebu omah rodo peteng, neng mejo kok onok roti, aku
sampek deg! Kok aku sampek gak ngerti, salahe opo iki. Tak pikir-pikir karo
ganti klambi, ulang tahun putune yo gak, anake yo gak, aku yo ora ulang
tahun, wis klewat. Batinku kok iso aku lali ki piye. Bareng wis dandan,
anakku ngomong: “Lungguh kono pak, ibuk’e yo wis dandan, ndang tak foto
pak, neng pojok kono lo”. La nyapo to nek kanggo HP ae iki kan wes tuwek-
tuwek, jawabku. “Wis to!” Saute anakku. Gak suwe terus anakku mlebu
njupuk roti, “Iki lho pak”. Aku kaget, iki jane opo to, tak lirik rotine ono
ongkone 37. Anakku takon.”Bapak wis kelingan durung”. Deg aku! Aku
keronto-ronto tenan, masyalah...wis ..wis eling. ”Wis kelingan pak?”..Wis
jawabku. “Opo?” takone anaku. Wis-wis Yus aku wis kelingan. “Rasane opo
pak? Rasane piye? Batine bapak piye?” Takonne anakku. Yo seneng Yus,
jawabku. Ibuk’e yo meneng wae, lungguh kursi dowo. Bar kuwi sak wise
ndelok ongko 37 aku kelingan, terus aku ndelok bojoku, telung puluh pitu
tahun ibuk’e anak-anak kuwi ngancani aku. Aku baru menyadari. Padahal
aku yen karo ibuk’e kuwi gaene dilokne, “Wong kok ngeyel ae, bapakmu
kuwi wonge atos”. Aku mbatin dek’ne ki setia, begitu setianya dia, batinku
saya menyesal, sampek saya melupakan kegiatan rumah saya. Bar kuwi
terus aku ndelok TV, anaku nyedek’i terus tak takoni: Yus..iki idene sopo?
“Aku!” Jawabe anaku. La sing pesen roti? “Yo aku!”. Dudu ibumu? Opo
dikongkon ibumu? “Gak.. aku dewe!” Jawabe anakku. Batinku berarti selama
iki anakku sangat memperhatikan aku, tapi aku yang melupakan. Terus
bengi aku nyedeki ibuk’e, awakmu ki yo kelingan po ora nek ulang tahun
perkawianne awake dewe? “Yo kelingan!” jawabe. Kok meneng ae. “Lha
nyapo!” Biasane kan ngandani. Jawabe: “Wis ben, ben ngerti dewe, delok’en
to neng satus ku hp kuwi, isuk-isuk wis tak ubah”. Bareng tak woco neng
status HP ono tulisan: “Tanggal 30 April 2021, 37 tahun kami boleh menua
bersama disertai lagu Indah Rencanamu Tuhan”. Aku treyuh tenan, banjur
aku berdoa, dalam hening aku menyadari kasih Allah tetap menyertai aku
walaupun aku melupakan. Saya merasakan ternyata Tuhan sangat menga-
sihi aku walaupun aku melupakan karunia itu. Tak pikir-pikir sampek esuk,
getunku aku kok sampek melupakan. Kan itu tugasku! Terus mengapa aku
sampek lupa? Aku gentun tenan.
Piye to critane perjalanan perkawinane njenengan kuwi?
Aku iki rabi islam mas. Aku dibabtis dewasa kelas loro SPG, sekolahku mulai
SD sampai SMP neng Santo Yusuf, terus SPG’ne neng Bernardus. Ketemu
ibuk’e neng Meduro, pas ngajar neng kono. Dek’e iku wong Ngawi tapi wis
penduduk kono, mergo nek ngajar neng kono kudu pindah penduduk.
Lha terus piye critane perjuangane perkawinane njenengan?
Rabiku kuwi penuh perjuangan mas, mergo aku di tuduh mengkristenkan
orang islam karo wong KUA. Neng kono padhu aku mas! Aku di digebrak
“kamu itu orang jawa!” tak gebrak genti “Bapak yang tidak tahu aturan! Dia
itu Guru, sudah dewasa dan sudah bisa milih”.
Lho kenopo sampek neng KUA?
Surat kelolosan untuk baptise bojoku soko desa, ditembusno neng KUA, lha
karo KUA dicabut! Seminggu sekdurunge, aku oleh surat kelolosan, yo aku,
yo bojoku secara Katolik. Sakwise oleh rong ndino ditarik meneh karo KUA.
Padalah rencanane sakwise metu surate, malem’e kuwi kiro-kiro jam songo
baptis neng Bangkalan terus mulih nikah. Begitu ditarik aku teko neng
nggone bojoku, kuwe baptis pora? Ogak! Jawabe bojoku. Kenopo? Bojoku
ngomong “Gak iso di baptis, mergo KUA ora gelem mewehi surat kelolosan,
dadi yo mesti kawin islam. Padahal seminggu meneh pas dino nikahe,
undangan wis di sebar. Sesoke aku dipanggil, di sidang neng kecamatan. Sing
teko Lurahe, Camat, Koramil, KUA, Puskesmas, Dikbud terus aku. Wong KUA
ne ngomong, “Saya harap lurah tidak memberikan surat kelolosan untuk
kawin secara Kristen”. Aku yo ngeyel, neng kono engkel-engkelan, sing iso
nengahi Camate, “Mas...wis to mas kowe rabio islam wae, ora popo podo wae,
opa ora ngesake calonmu, wong dinone wis di tentukno, wong tuwo wis
ngarep arep, nikahe yo wis di umumke neng masyarakat, mung kurang
petang dino. Tetep gak gelem aku. Bar kuwi rapate bubar, aku di celuk pak
Camat, “Kowe ki rabiyo Islam disik ae mas, dene nek wis rabi arep mbok
gowo neng Islam yo karepmu, mbok gowo neng Kristen yo gak popo, mbok
gowo neng Budho yo karepmu, dari pada kowe mengko kesulitan”. Terus
mulih aku, sore’ne aku di celuk pak lurah: “Ngene lho Pur..bukannya saya
nggak mau membantu, tetapi kalau saya membantu berarti sama saja
dengan membakar tangan saya sendiri. Nek aku mbantu kowe Pur, mengko
wargaku nek nikah di persulit gak di wenehi surat soko KUA”. Jawabku, ya
sudah. Lurahe ngomong: “Yo wis mugo mugo ae nggak onok opo-opo”.
Sesuke awan kiro-kiro jam siji wong KUA nekani neng kos-kosane calonku.
Dekne kondo” Kamu itu dikristenkan sama Purwadji, kamu tidak usah meni
kah sama laki-laki itu, gagalkan saja menikah dengan saya saja, saya akan
bertanggung jawab. Critane bojoku, wektu kuwi wong KUA ne sik bujang.
Berarti Nikahmu Islam?
Iyo nikah Islam, tapi aku nduwe angen-angen kapan mulih neng njowo aku
arep perbaharuan. Aku nate di sendu karo masku ipe keluaran PGA” Neng
ndoyo kuwi agama sing bener iki yo cuma islam tok, yo mlebu islam ae yo
rapopo to” Aku yo meneng ae...Pihak keluargane, ibuke, mbakyu-mbakyune
ora popo. Walaupun aku ngaku islam dan kawin islam tapi aku sedikitpun
tidak pernah mempelajari. Waktu kuwi wong KUA sambutane bagus sak
wise aku nikah Islam. Saya di beri buku, petunjuk Sholat, Majalah yo tak
tompo. Pas mulih neng Mediun aku disambut karo koncoku pegawai KUA :
“Mas Pur...karo mlayu-mlayu dijabat tanganku..selamat...selamat..yo, dene
dadi dulurku saiki”. Lha kok ngerti? La wong fotone njenengan di pajang
neng Majalah Islam, jelas alamate, fotone barang, aku lho moco dewe.
Tahun piro njenengan pembaharuan nikah ?
Aku nikah Islam 30 April tahun 1984. Sak wise anakku mlebu TK, aku njaluk
pindah neng Mediun, setahun bojoku yo melok pindah neng kene terus tak
lakukan Pembaharuan neng Grejo Cornelius tanggal 6 Oktober 1994.ne monggoi
..FOTO DAN BERITA...waos wawansabdo kalian bapak Purwadji ing daleme Pak Aries Wahruput wedang kopi.
HUT Kota Madiun
Tanggal, 20 juni 2021
Romo Udit bersama tokoh lin-
tas agama hadir dalam acara
Tasyakuran dan doa bersama
dalam rangka Ulang Tahun
Hari Jadi Kota Madiun ke 103,
di Balai kota.
Bersih-Bersih Pastoran
Tanggal, 25 juni 2021
Romo Udit, menggerakan kar-
yawan untuk kerja membersih-
kan lingkungan pastoran dan
kumpulkan barang-barang yg
mangkrak, mulai sisi lorong
garasi lanjut ke gudang yg ada.
HUT WKRI
Tanggal, 26 juni 2021
Romo Udit, Romo Agus, Romo
Leo berserta pengurus WKRI
cabang Santo Cornelius Madi-
un mengadakan kegiatan bakti
sosial pada acara HUT WKRI
ke 97, di halaman balai Paroki.
..ULANG TAHUN PERKAWINAN...
Periode : Tanggal 1 – 15 Juli
SELAMAT BER-ULANG TAHUN PERKAWINAN BAGI PASUTRI:
LINGKUNGAN Nama PASUTRI HUP
St. Angela Merici, Prajuritan YOHANES MARIA MURWANTO 1/7/1995
St. Antonius, Patihan ALOYSIUS PIRNANTO - THERESIA SURATINI 14/07/1977
St. Antonius, Patihan ANTONIUS WASITO HADI - CAECILIA DIDIN RUSMINI 3/7/1995
St. Antonius, Patihan AGUSTINUS SUGENG - ANNA WIDJI NINGSIH 14/07/1977
St. Gregorius Agung, Nglames HENDRIKUS ENDY MANUK - MARIA HENDRIKA SRIANI 12/7/2003
St. Gregorius Agung, Nglames ATHANASIUS MARIA HENDRO SWANTORO - YASHINTA YAYUK HARYATI 11/7/1994
Salvatore, Kletak-Surabayan REMIGIUS PUDJI RAHAROJO - ELISABETH ANIES YUNIAR PURININGRUM 12/7/1990
St. Anna, Sukosari JACOBUS DJOKO SOEROSO - FLAVIANA ANYTA BANGUN WAHYUNINGSIH 9/7/1995
St. Albertus, Kartoharjo Johanes Josep Supeno - Maria Florentina Agnes Sulistiyo Wurijati 8/7/1962
St. Frans. Xaverius, Oro-Oro Ombo AGUSTINUS DARYO SADMONO - MARIA CHATARINA SETYO RIANTI 3/7/2009
St. Ignatius, Oro-Oro Ombo GREGORIUS HARMAS HUDI - FERDINANDA APRILIYA ADRI VERANI 10/7/2010
St. Carolus Boromeus Josenan DIMITRIJ DHEFEN RUSADY - VINCENSIA IRENE TRESNA DEWI 2/7/2011
St. Carolus Boromeus Josenan YAKOBUS EKO PRASETYO - THERESIA FENNY SUNATA 9/7/2008
St. Carolus Boromeus Josenan Lukas Aditya Eko Setiawan - Yosephine Arlyne Prasetyo 2/7/2011
St. Carolus Boromeus Josenan Martinus Donny Kurniawan Notowidjojo - Yohana Apprillia Ekowati Wibowo 9/7/2006
St. Johanes Nambangan Kidul JOHANA DIWYA GUNITA 1/7/1999
St. Maria Nambangan Lor Gratias Kristianus DONNY HARTONO BUDHI WIBOWO - Angela Fabiola Wardhiana Irawan7/7/2007
St. Agatha, Kejuron JOHANES POERWANTO - YOHANA MELANIA YOHANA MELANIA NI LUH ARTINI 7/7/1974
St. Caecilia, Taman LAURENSIUS ARY SUTRISNO - CHATARINA DWI JUNIASTUTI 6/7/2003
St. Caecilia, Taman GEIR OVE HALSEN - AMMIA PRAMAYASTI 11/7/2009
St. Caecilia, Taman CORNELIUS MULJONO - CHRISTIANA KATIASTUTI 10/7/1973
St. Caecilia, Taman ALOYSIUS SIGIT CATUR KRISMANTO - CATHARINA SARTIWI 3/7/2009
St. Caecilia, Taman ALEXANDER DARMAJA SRIDHANTA - MARIA NATALIA DWI WIDYAWATI 12/7/1997
St. Caecilia, Taman AMONIUS HIA - VINCENTIA VINCENTIA GERTRUDIS SRI LITO KELEN 3/7/1998
St. Caecilia, Taman IGNATIUS TAN JOE LOK - ELISABETH OEI SWAN NIO 11/7/2007
St. Maria, Kejuron EDUARDUS EDDY SUSETYO BUDI - VERONIKA SRI MULJATININGSIH 11/7/1991
St. Maria, Kejuron ANTONIUS ANDRE SETIANTO - BERNADETA LIE ENDRAWATI PURWANINGTYAS 13/07/2006
St. Fransiskus Asisi Winongo VINCENTIUS BUDIONO - EMIRITA EMIRITA TRI WAHYUNI 10/7/2000
St. Fransiskus Asisi Winongo AGUSTINUS MUDJI PRASTIJANTO 6/7/1997
St. Fransiskus Asisi Winongo PETRUS DWI YANTO - MARIA YUNIARTI 5/7/1990
St. Fransiskus Asisi Winongo CAROL RICKY MUDHITA 14/07/2012
St. Lukas - Jiwan YOSEPH DARJOKO - PETRA ASTERIA KARMIDJAH 15/07/1972
St. Lukas - Jiwan LAURENTIUS AGUS SUPRIYANTO - CHATARINA NARNI 15/07/1989
St. Vinsentius , Pangongangan Stephanus Triatmoko - Maria Magdalena Tumani 6/7/1998
St. Yusuf, Jenangan STEPANUS SUMADJI SP - LUSIA DARWIYATI 12/7/1972
St. Yusuf, Jenangan ANTONIUS EKO LUSIANTO - ERNI ERLYA WATI 13/07/2008
St. Yohanes, Jenangan BERNARDUS ENDRO SOEBAGJA - THERESIA TRI HANDAYANI 10/7/1991
St. Maria, Jenangan YOHANES MURDIYANTO - BERNADETA YUNINGSIH 10/7/2010
St. Maria, Jenangan PAULUS SUYANTO - MARIA DOMINIKA JAMIRAH 8/7/1990
St. Martinus, Caruban Bonifasius Tambun Simbolon - Agustina Netty Nababan 12/7/1997
St. Martinus, Caruban Yosep Tri Cahyono - Juwita Mega Sylvia 8/7/2011
SEMOGA BISA MENJADI SAKSI KRISTUS DI KELUARGA & LINGKUNGAN