The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sdslahat, 2023-03-12 03:25:25

Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial

Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26

Keywords: DUPAK 2022

e. pelibatan dalam peperangan. f. kejahatan seksual. Disinilah perlu menjadi perhatian khusus dari setiap orang tua dan keluarga yang masih ada usia anak. Kebebasan dan pembiaran oleh orang tua dan keluarga kepada anak dengan aktivitas menggunakan HP dengan menonton dan waktu habis dengan HPnya. Tanpa disadari dan tanpa diawasi oleh kedua orang tua dan keluarga menu-menu yang ada pada HP akan tertonton termasuk memunculkan kejatanan seksual. d. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. e. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. f. Penjadwalan : Hari Selasa tanggal 31 Mei 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) g. Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 31 Mei 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak dipaksa bekerja (tidak atas kemauannya), disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 30 Mei 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 16 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juni 2022 Topik 22 : ANAK BERUSIA 6 TAHUN SAMPAI DENGAN 18 TAHUN YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti Anak brusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) tahun ke bawah yang diterlantarkan orang tuanya dan/atau berada di dalam keluarga tidak mampu oleh orang tua/keluarga yang tidak memberikan pengasuhan, perawatan, pembinaan dan perlindungan bagi anak sehingga hak-hak dasarnya semakin tidak terpenuhi serta Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena Anak brusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. 2. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti


betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan Berdasarkan : 1. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 2. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. 2. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik karena Anak brusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus. 3. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Juni 2022 pukul 08.00- 12.00 wib. 4. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. 5. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. 6. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, karena Anak brusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat 7. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Senin tanggal 6 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Mengapa ada perlindungan khusus siapa yang diberikan perlindungan khusus?. Perlindungan khusus diberikan kepada anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun. Anak yang akan mendapatkan perlindungan khusus adalah anak sebagai berikut: a. Anak dalam situasi darurat; b. Anak yang berhadapan dengan hukum; c. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi; d. Anak yang dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual; e. Anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba; f. Anak yang menjadi korban pornografi; g. Anak dengan HIV/AIDS;


h. Anak korban penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan; i. Anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis; j. Anak korban kejahatan seksual; k. Anak korban jaringan terrorisme; l. Anak Penyandang Disabilitas; m. Anak korban perlakuan salah dan penelantaran; n. Anak dengan perilaku sosial menyimpang; dan o. Anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya. Upaya yang diberikan kepada anak yang memerlukan perlindungan khusus : a. Penanganan yang cepat, termasuk pengobatan dan/atau rehabilitasi secara fisik, psikis, dan sosial, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya; b. Pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan; c. Pemberian bantuan sosial bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu; d. Pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap proses peradilan. Sedangkan anak dalam situasi darurat terdiri atas : a. Anak yang menjadi pengungsi; b. Anak korban kerusuhan; c. Anak korban bencana alam; dan d. Anak dalam situasi konflik bersenjata. 8. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. 9. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. 10.Penjadwalan : Hari Senin tanggal 6 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) 11.Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 28 April 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 2 Juni 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 17 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juni 2022 Topik 23 : ANAK DALAM SITUASI DARURAT DAN BERADA DALAM LINGKUNGAN YANG BURUK/DISKRIMINASI YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) tahun ke bawah yang diterlantarkan orang tuanya dan/atau berada di dalam keluarga tidak mampu oleh orang tua/keluarga yang tidak memberikan pengasuhan, perawatan, pembinaan dan perlindungan bagi anak sehingga hak-hak dasarnya semakin tidak terpenuhi serta anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan.


2. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. 2. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus. 3. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Rabu 8 Juni 2022 pukul 08.00-12.00 wib. 4. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. 5. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. 6. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, anak terlantar yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat 7. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Jumat tanggal 10 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk atau diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus karena : a. Anak yang menjadi pengungsi; b. Anak korban kerusuhan; c. Anak korban bencana alam; dan d. Anak dalam situasi konflik bersenjata.


Akibat terjadinya konflik sosial bencana alam dan lain sebagainya yang berakibat adanya tindakan pengungsian korban bisa akan terpencar atau tetap bersama keluarganya namun kegundahan dan kecemasan pasti dirasakannya dan khawatir konflik atau bencana akan terjadi lagi. Dari kondisi tersebut korban diantaranya adalah anak-anak. Anak-anak yang masih labil trauma bisa berkibat pada kejiwaannya di masa mendatang ini berbahaya bagi masa depan anak. Oleh karenanya penanganan dan memberikan perlindungan secara khusus. Kehususan ini diperlakukan kepada anak karena agar segera dan tidak terjadi trauma. Terlambat dalam penangana khusus ini akan berakibat pada masalah sosial anak yang berkepanjangan. Jika ada terjadi demo atau kerusuhan yang dalam kerusuhan atau demo tersebut ada sejumlah anak sebaiknya di jauhkan atau dievakuasi agar anak tidak ikut menikmati dan menjadi korbannya. Kecepatan dalam bertindak penangannnya adalah darurat harus dilakukan. Kita semua tidak akan mengetahui sebelumnya bahkan antisipasipun tidak disiapkan padahal kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi yaitu bencana alam. Sama halnya dengan 2 masalah diatas perlindungan khusus pada saat pasca bencana segera ditangani secara khusus memberikan perlindungan pencegahan trauma dengan menghibur bermain membina dan bantuan-bantuan sosial lainnya bagi kebutuhan anak. Yang terkahir adalah perlindungan khusus kepada anak jika terjadi konflik bersenjata. d. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. e. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. f. Penjadwalan : Hari Jumat tanggal 10 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) g. Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 10 Juni 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak dalam situasi darurat dan berada dalam lingkungan yang buruk/diskriminasi yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 8 Juni 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 18 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juni 2022 Topik 24 : ANAK KORBAN PERDAGANGAN ORANG YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) tahun ke bawah yang diterlantarkan orang tuanya dan/atau berada di dalam keluarga tidak mampu oleh orang tua/keluarga yang tidak memberikan pengasuhan, perawatan, pembinaan dan perlindungan bagi anak sehingga hak-hak dasarnya semakin tidak terpenuhi serta anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan.


2. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. 2. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus. 3. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Selasa 14 Juni 2022 pukul 08.00-12.00 wib. 4. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. 5. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. 6. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan perlindungan khusus tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat 7. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Kamis tanggal 16 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan pengangkutan penampungan pengiriman atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan penggunaan kekerasan penculikan penyekapan pemalsuan penipuan penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaatsehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara untuk tujuan eksplotasi atau mengakibatkan orang tereksplotasi. Diawali dari tindakan perekrutan dengan proses yang bermacam-macam syarat hingga ada pemaksaan dengan cara tindakan kekerasan mengalami cara penculikan dan penyekapan. Cara –cara yang terlarang untuk tujuan positif janjinya akan tetapi kenyataannya adalah memperdagangkan orang sehingga akan melakukan eksplotasi orang yang menjadi dagangannya.


Orang yang menjadi korban perdagangan mereka akan mengalami penderitaan secara psikis mental akan terganggu fisik tersakiti adanya perbuatan seksual sehingga ekonomi akan terganggu. Oleh karena perdagangan orangan dengan tujuan menguntungkan oknum dengan cara mengeksplotasi secara habishabisan. Karena tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran kerja atau pelayanan paksa perbudakan atau praktik serupa perbudakan penindasan pemerasan pemanfaatan fisik seksual organ reproduksi atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ danatau jaringan tubuh atau manfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun inmaterial. Kita tidak menginginkan ada lagi perekrutan anak dengan cara mengajak mengumpulkan membawa atau memisahkan seseorang dari keluarga atau komunitasnya. Kepada orang-orang yang selalu berfikir untuk menjadi actor maupun pendukung perdagangan orang untuk sadar karena perbuatannya telah melanggar UU yang ada dan menempatkan anak pada tempat yang salah sehingga menjadi korban tindak perdagangan orang. d. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. e. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. f. Penjadwalan : Hari Kamis tanggal 16 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) g. Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 28 April 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak korban perdagangan orang yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 14 Juni 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 19 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juni 2022 Topik 25 : ANAK KORBAN KEKERASAN, BAIK FISIK DAN/ATAU MENTAL DAN SEKSUAL YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) tahun ke bawah yang diterlantarkan orang tuanya dan/atau berada di dalam keluarga tidak mampu oleh orang tua/keluarga yang tidak memberikan pengasuhan, perawatan, pembinaan dan perlindungan bagi anak sehingga hak-hak dasarnya semakin tidak terpenuhi serta anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN A. Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan.


B. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. 2.Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus. 3. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Senin 20 Juni 2022 pukul 08.00-12.00 wib. 4. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. 5. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. 6. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat 7. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Rabu tanggal 22 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Banyak faktor yang menjadi penyebab masih ada tindak kekerasan dan hak anak yang tidak diberikan antara lain : 1) Sosialisasi UU tentang perlindungan anak dan UU tindak kekerasan dalam rumah tangga yang masih belum merata. 2) Masyarakat dan keluarga belum memahami akibat tindak kekerasan dan tidak memberikan perlindungan terhadap anak. 3) Kola borasi antar pihak berwenang dalam pencegahan terjadinya pelanggaran kedua UU tidak menggaung.


Perlu ditingkatkan kemampuan dan keahlian lembaga instansi dalam upaya pencegahan agar tidak terjadi tindakan melanggar hukum. Ternyata bahwa retardasi mental biasanya diketahui saat kecil. Terdapat beberapa gejala dan tanda dari retardasi mental pada anak-anak. Gejala ini muncul bergabung dari berat ringannya penyakit. Kemudian yang kedua akan menjadi jenis retardasi mental. Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk membedakan mana yang nyata dan tidak nyata (sulit membedakan antara khayalan dan realitas). Tanda dan gejala dari gangguan Psikotik : Gangguan persepsi panca indra mendengar suara bisikan melihat bayangan mencium bau-bauan merasa ada sesuatu di kulit dan di lidah yang semuanya tidak ada sumbernya (halunisasi). Keyakinan pikiran persepsi yang salah terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan seperti : merasa ada yang ngejar-ngejar memperhatikan berniat jahat merasa diomongin dan dijauhi oleh temanteman atau merasa punya kekuatan/kehebatan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataannya (delusi/waham). Menarik diri dari lingkungan sosial gangguan tidur dan makan sulit mengerjakan hal-hal yang sebelumnya mudah dilakukan gerakan jadi lambat atau sebaliknya terlihat gelisah (gangguan perilaku). Cemas, sedih, khawatir yang berlebihan (perubahan mood). Sering curiga sulit fokus dan berkonsentrasi banyak bengong (pikiran). Berbicara berulang ulang malas bicara ngomong tidak nyambung (pembicaraan). Sehingga jika anak sebagai penyandang disabilitas fisik dan disabilitas mental anak akan mengalami kegandaan disabilitas (disabilitas ganda) d. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. e. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. f. Penjadwalan : g. Hari Rabu tanggal 22 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) h. Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 22 Juni 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak korban kekerasan, baik fisik dan/atau mental dan seksual yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 20 Juni 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 20 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juni 2022 Topik 26 : ANAK KORBAN EKSPLOTASI, EKONOMI ATAU SEKSUAL YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar adalah seorang anak berusia 5 (lima) tahun ke bawah yang diterlantarkan orang tuanya dan/atau berada di dalam keluarga tidak mampu oleh orang tua/keluarga yang tidak memberikan pengasuhan, perawatan, pembinaan dan perlindungan bagi anak sehingga hak-hak dasarnya semakin tidak terpenuhi serta Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. 2. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan


mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. 2. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus. 3. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Jumat 24 Juni 2022 pukul 08.00- 12.00 wib. 4. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. 5. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. 6. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat 7. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Rabu tanggal 29 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Perlindungan khusus bagi anak yang dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual, dilakukan melalui: 1) penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Perlindungan Anak yang dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual; 2) pemantauan pelaporan dan pemberian sanksi; 3) pelibatan berbagai perusahaan serikat pekerja lembaga swadaya masyarakat dan Masyarakat dalam penghapusan eksplotasi terhadap Anak secara ekonomi dan/atau seksual. Perlindungan khusus bagi Anak korban kejahatan seksual dilakukan melalui : 1) edukasi tentang kesehatan reproduksi nilai agama dan nilai kesusilaan; 2) rehabilitasi sosial;


3) pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan; dan 4) pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan mulai dari penyidikan penuntutan sampai dengan pemeriksaan di siding pengadilan. d. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambargambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. e. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. f. Penjadwalan : Hari Rabu tanggal 29 Juni 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) g. Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 29 Juni 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, Anak korban eksplotasi, ekonomi atau seksual yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 24 Juni 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 21 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juli 2022 Topik 27 : ANAK DARI KELOMPOK MINORITAS DAN TERISOLASI SERTA DARI KOMUNITAS ADAT TERPENCIL YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki kriteria yang berbeda-beda. PMKS seperti anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus adalah anak yang berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun dalam situasi darurat, dari kelompok minoritas, dan terisolasi, dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual, diperdagangkan, menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alcohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, korban penculikan, penjualan, perdagangan, korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, yang menyandang disabilitas, dan korban perlakuan salah dan penelantaran. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal.


C. PELAKSANAAN Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Jumat 1 Juli 2022 pukul 08.00-12.00 wib. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus) tidak semakin bertambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat Rencana Penyuluhan Sosial : a) Waktu Pelaksanaan : b) Hari Selasa tanggal 5 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) c) Sasaran Kegiatan : d) Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) e) Materi Penyuluhan : Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus, topik ini jarang menjadi materi penuluhan sosial. Masa depan anak ang seperi ini idak sama dengan anak pada umumnya. Oleh karena memberikan kesempatan kelompok minoritas ini termasuk anak yang mengalami isolasi dan KAT haknya sama dengan lainnya yakni mendapatkan perlindungan khusus. Perlindungan khusus karena anak yang berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun dalam situasi darurat, dari kelompok minoritas, dan terisolasi, dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual, diperdagangkan, menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, korban penculikan, penjualan, perdagangan, korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, yang menyandang disabilitas, dan korban perlakuan salah dan penelantaran. Jika dilingkungan kita ternyata ada anak dari kelompok seperti pada topik 27, sebaiknya kita berupaya untuk membantu sebagai wujud memberikan perlindungan awal. Membantu perlindungan awal karena pada usia anak ini harus secepatnya sehingga tidak apa yang sedang dialami oleh anak tersebut tidak menjadi melebar dan bertambah parah penderitaan yang dialaminya. Reaksi cepat yang diupayakan adalah bentuk penyelenggaraan kesejahteraan sosial akan bermanfaat bagi anak yang bersangkutan demikian juga bagi keluarga dan lingkungannna. Tindakan demikian adalah akan


mengurangi dan pencegahan berambahan masalah sosial yang sama, oleh karena usia anak adalah usia rawan yang membutuhkan perlindungan dan pengasuhan yang mengarah pada perkembangan sesuai usia dan tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang merugikan masa depannya. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. 1) Penjadwalan : Hari Selasa tanggal 5 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) 2) Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus, selanjutnya adalah segera melakukan : 1) Penyusunan materi program penyuluhan sosial. 2) Pembagian tugas. 3) Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 5 Juli 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak dari kelompok minoritas dan terisolasi serta dari komunitas adat terpencil yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 1 Juli 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 22 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juli 2022 Topik 28 : ANAK MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, ALKOHOL, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus adalah anak yang berusia 6 tahun sampai dengan 18 tahun dalam situasi darurat, dari kelompok minoritas, dan terisolasi, dieksplotasi secara ekonomi dan/atau seksual, diperdagangkan, menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alcohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, korban penculikan, penjualan, perdagangan, korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, yang menyandang disabilitas, dan korban perlakuan salah dan penelantaran. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. Tujuan : Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan


khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkoho;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Kamis 7 Juli 2022 pukul 08.00-12.00 wib. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak yang menjadi korban tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi anak yang telah menjadi korban akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusustidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Senin tanggal 11 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Memberikan perilindungan khusus kepada anak ang menjadi korban penalahgunaan narkoba adalah suatu tindakan yang telah menunjukan kemuliaan dan bermanfaat untuk tindakan merehabilitasi korban. Penyalahgunaan narkoba telah terjadi pada anak adalah suatu masalah sosial yang sangat berbahaya, berbahaya karena usia anak yang memiliki masa depan dan waktu panjang untuk berharap terhadap akivitasnyya demi kehidupan yang lebih baik akan menjadi pudar. Sebagai generasi yang akan melanjukan kita yang sudah usia tua, perlu dipersiapkan dengan memberikan beberapa aktivitas yang positif. Pengaruh lingkungan yang salah, pengaruh global yang tidak bisa membuat bahaya bagi dirinya, mengaktifkan anak dengan tetap memberikan pengasuhan sesuai dengan perkembangan usianya. Perlakuan ini merupakan penerapan pola asuh anak, sehingga dengan penerapan pola asuh tersebut


apapun pengaruh negatif akan cepat ditolak oleh naluri anak. Sebagai orang tua melatih naluri anak-anaknya dengan mengarahkan pada contoh-contoh yang bisa mengembangkan dirinya sehingga ketertarikan pada halhal yang negatif pasti akan ditolaknya. Narkoba apapun jenisnya akan memberikan bekas yang merusak secara jasmani dan rohani, penangkal yang dari dini harus diberikan kepada anak adalah menciptakan suasana religious dalam keluarga dan lingkungannya. Pemberkalan pendidikan yang modern dan berkemajuan dengan tetap mewaspadai adanya gangguan yang membawa petaka bagi sang anak. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. Penjadwalan : Hari Senin tanggal 11 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 11 Juli 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol;. Psikotropika dan zat akttikif lainnya yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 7 Juli 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 23 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juli 2022 Topik 29 : ANAK TERINVEKSI HIV/AIDS YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus. Orang Dengan HIV/AIDS adalah seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS dan membutuhkan pelayanan sosial, perawatan kesehatan, dukungan dan pengobatan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Anak Balita Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah 42 orang. Dari jumlah 42 tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial anak, anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. Tujuan : Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak anak bisa diberikan dengan maksimal.


C. PELAKSANAAN Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Rabu 13 Juli 2022 pukul 08.00-12.00 wib. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang termasuk anak. Oleh karena dimanapun anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, perlindungan sosial adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai anak terlantar akan terbantu melalui peran orang tua dan keluarganya dalam memberikan pengasuhan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah anak erinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus) tidak semakin bertambah dan mampu menyadarkan setiap orang tua, keluarga dan masyarakat Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Jumat tanggal 15 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Anak diusia 0-18 tahun sudah mengalami sebagai anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus rasanya kita sebagai orang tua dan keluarga terenyuh. Keterbatasan yang mereka lakukan dalam beraktivitas pasti akan terhambat dan terganggu. Menjadikan anak untuk berkativitas normal sebagaimana anakanak yang lain yang diberikan kenormalan baik secara fisik maupun mentalnya adalah hanya ada pada kesabaran orang tua dan keluarganya. Bagi anak erinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus tentunya sudah menyadari dan inilah yang diberikan oleh Tuhannya hanya saja tidak bisa memaksakan aktivitasnya akan sama dengan anak-anak seusianya yang diberikan kesehatan yang sempurna. Perlindungan khusus bagi anak ang terinveksi HIV/AIDS sebagai langkah tindakan rehabilitasi sosial. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. Penjadwalan : Hari Jumat tanggal 15 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1)


Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 15 Juli 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, anak terinveksi HIV/AIDS yang memerlukan perlindungan khusus, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 13 Juli 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 24 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juli 2022 Topik 30 : LANJUT USIA YANG TIDAK TERPENUHI KEBUTUHAN DASAR SEPERTI SANDANG, PANGAN DAN PAPAN A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Lanjut Usia Terlantar adalah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Lanjut Usia Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah lebih dari 4.000 orang. Dari jumlah tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin, dan tidak memiliki keluarga dekat lagi. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan) menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial lansia, lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya anak terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. Tujuan Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa


pentingnya bahwa anak pada usia tumbuh kembang membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang benar dan baik sehingga perlindungan dan hak lansia bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia. b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Selasa 19 Juli 2022 pukul 13.00-16.00 wib. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial. Oleh karena dimanapun lansia terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai lansia terlantar akan terbantu melalui peran keluarganya dalam memberikan pendampingan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap keluarga dan masyarakat Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Kamis tanggal 21 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Proses penuaan dan penyakit pada lansia belum banyak diketahui oleh setiap orang terutama oleh keluarga terdekat lansia. Penuaan yang terjadi pada lansia adalah hal alami yang sudah menjadi ketentuan Tuhan, pada fase ini biasanya proses penuaan mulai terasa menjelang lansia atau pada usia pra lansia. Kondisi badan di beberapa organ tubuh sudah mulai dirasakan dan bisa dimungkinkan cepatnya penuaan bahkan penyakit yang dirasakan, misalnya akibat mengkonsumsi menu makananan yang tidak mengikuti aturan kesehatan, olah raga, kerja berat dikala usia muda sehingga pada usia tua mudah terkena penyakit. Dalam kondisi yang seperti ini, membutuhkan bantuan orang lain yang bisa membantu lansia pada kualitas hidup sehingga sehat secara jasmani dan rohani menuju usia harapan hidup yang panjang, bermanfaat untuk dirinya dan keluarga. Proses penuaan biasanya dibarengi dengan keterbatasan-keterbatasan aktivitas yang bisa dilakukan lansia. Dukungan dan bantuan orang lain disekitarnya adalah menentukan aktivitas yang dilakukan lansia bisa berhasil dan sangat bermnafaat untuk dirinya. Aktivitas yang diberikan kepada lansia sudah barang tentu disesuaikan dengan kondisi lansia. Kegiatan untuk memberikan pendampingan kepada lansia yang tugasnya menjadi pengasuh terhadap lansia yang mengalami keterbatasan karena usia, kecacatan, menderita penyakit atau gangguan. Kegiatan pendampingan ini dikenal dengan caregiver. Proses penuaan dan penyakit lansia, melakukan Activity Daily Living, melakukan Instrumental Activity Daily Living, melakukan pendampingan dalam perawatan jangka panjang sesuai dengan kondisi lansia, melakukan


penanganan kegawatdaruratan pada lansia, melakukan komunikasi efektif sesuai dengan kondisi lansia, melakukan kerjasama tim, memberikan gizi pada lansia sesuai dengan kondisi lansia. Melakukan pendampingan kegiatan fisik, emosional, mental,spiritual dan sosial pada lansia. Melakukan pendampingan paliatif pada akhir kehidupan lansia, dan melakukan edukasi penggunaan alat bantu pada lansia. Melalui simulasi 9 aktivitas ringan lansia untuk seluruh peserta. Peserta akan memilih diantara 9 aktivitas yang sesuai dengan kondisi lansia seperti olah raga, kerajinan tangan, berkebun, membaca dan menulis, memasak, menari dan bermain musik, memelihara hewan, menjadi relawan, game mengasah otak. Dalam simulasi peserta lebih banyak memilih berkebun, materi berkebun sederhana. Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. Penjadwalan : Hari Kamis tanggal 21 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga lansia terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 21 Juli 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga lansia terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan perlindungan dan terpenuhi kebutuhan dasarnya, lanjut usia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 19 Juli 2022 (Pukul: 13.00-16.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Laporan : 25 II. PENYULUHAN SOSIAL (UNSUR UTAMA) A. Persiapan (Sub Unsur) Nama : SAIFUDIN, SE. Jabatan : Penyuluh Sosial Madya Satker : Dinas Sosial Kabupaten Lahat Prov. Sumsel Butir Kegiatan : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu dan Keluarga, di Daerah Rawan Sosial Kode : II.A.4.c.1) Angka Kredit : 0,300 Satuan Hasil : Data Bulan : Juli 2022 Topik 31 : LANJUT USIA TERLANTAR SECARA PSIKIS, DAN SOSIAL A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berjumlah 26. Dari 26 PMKS tersebut masing-masing memiliki krieria yang berbeda-beda. PMKS seperti lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial. Lanjut Usia Terlantar adalah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Lanjut Usia Terlantar di Kabupaten Lahat berdasarkan data tahun 2021 di Dinas Sosial berjumlah lebih dari 4.000 orang. Dari jumlah tersebut disebabkan oleh karena keluarganya sangat miskin/miskin, dan tidak memiliki keluarga dekat lagi. Dalam rangka membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah penanganan masalah kesejahteraan sosial, oleh karena lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial menjadi pilihan topik dalam merencanakan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial. Daerah rawan sosial adalah daerah itu termasuk situasi tidak kondusif, hubungan antar masyarakat kurang harmonis terjadi tekanan psikologis, daerah tersebut sulit diakses baik dari segi transportasi maupun dari segi komunikasi, masyarakat kurang menerima perubahan atau para pendatang atau nilai-nilai baru, permasalahan sosial kompleks, termasuk kategori daerah rawan bencana, terilsolir, terpencil, termasuk kategori gugus pulau, dan atau terbelakang. Di daerah rawan sosial tidak selalu ada masalah sosial anak balita terlantar, akan tetapi di daerah non rawan sosialnyapun juga bisa terjadi walapun dengan jumlah yang berbeda, akan tetapi kedua daerah adalah menjadi tempat masalah sosial yang wajib ditangani agar berubah menjadi baik atau tidak menjadi anak terlantar kembali. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Merencanakan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial dalam rangka memberikan solusi melalui formula apa yang akan diberikan dalam penanganan masalah sosial lansia, lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial. Melalui perencanaan program penyuluhan sosial, sangat diharapkan ada umpan balik dari semua kalangan (masyarakat), pengambil kebijakan, teman sejawat sehingga bisa lebih menjadi sebuah perencanaan penyuluhan sosial yang merupakan formula dan inovasi pencegahan terjadinya lansia terlantar yang diakibatkan oleh keluarganya miskin dan tidak memiliki keluarga lagi. Sehingga program penyuluhan sosial ini menjadi semakin bermanfaat dan berkesinambungan. Tujuan : Rencana program penyuluhan sosial terhadap individu dan keluarga pada masalah sosial lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial, agar mayarakat mengetahui dan mengerti betapa pentingnya bahwa lansia membutuhkan perlindungan dan haknya bisa diberikan dengan maksimal. C. PELAKSANAAN Pelaksanaan Berdasarkan : a. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.


b. Peraturan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 41/HUK-PPS/2008, Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial dan Angka Kreditnya. Nama Kegiatan : Merencanakan program penyuluhan sosial dengan topik lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial. Waktu Pelaksanaan : Kegiatan Merencanakan program penyuluhan sosial berupa lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial di Kabupaten Lahat dilaksanakan pada hari Senin 25 Juli 2022 pukul 08.00-12.00 wib. Sasaran Kegiatan : - Para Jafung di Dinas Sosial Kabupaten Lahat; - Staf. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dalam rapat. Deskripsi : Dalam perencanaan program penyuluhan sosial individu dan keluarga di daerah rawan sosial dapat digambarkan bahwa, lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial yang keberadaannya membutuhkan uluran tangan dari kita yang memahami dalam kesejahteraan sosial. Oleh karena dimanapun lansia terlantar tersebut bertempat tinggal baik di daerah non rawan sosial maupun di daerah rawan sosial tanpa melihat dimana mereka berada, keterlantaran adalah wajib diberikan penanganannya. Dengan perencanaan ini akan memberikan paling tidak ada perhatian melalui pelaksanaan penyuluhan sosial, sehingga akan bermanfaat bagi yang telah terjadi sebagai lansia terlantar akan terbantu melalui peran keluarganya dalam memberikan pendampingan yang layak, dan perencanaan program penyuluhan sosial ini merupakan upaya pencegahan agar jumlah lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial tidak semakin betrambah dan mampu menyadarkan setiap keluarga dan masyarakat. Rencana Penyuluhan Sosial : a. Waktu Pelaksanaan : Hari Rabu tanggal 27 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) b. Sasaran Kegiatan : Keluarga, individu, kaum ibu (PKK, Kader Posyandu, Kader Pola Asuh, masyarakat) c. Materi Penyuluhan : Proses penuaan dan penyakit pada lansia belum banyak diketahui oleh setiap orang terutama oleh keluarga terdekat lansia. Penuaan yang terjadi pada lansia adalah hal alami yang sudah menjadi ketentuan Tuhan, pada fase ini biasanya proses penuaan mulai terasa menjelang lansia atau pada usia pra lansia. Kondisi badan di beberapa organ tubuh sudah mulai dirasakan dan bisa dimungkinkan cepatnya penuaan bahkan penyakit yang dirasakan, misalnya akibat mengkonsumsi menu makananan yang tidak mengikuti aturan kesehatan, olah raga, kerja berat dikala usia muda sehingga pada usia tua mudah terkena penyakit. Dalam kondisi yang seperti ini, membutuhkan bantuan orang lain yang bisa membantu lansia pada kualitas hidup sehingga sehat secara jasmani dan rohani menuju usia harapan hidup yang panjang, bermanfaat untuk dirinya dan keluarga. Proses penuaan biasanya dibarengi dengan keterbatasan-keterbatasan aktivitas yang bisa dilakukan lansia. Dukungan dan bantuan orang lain disekitarnya adalah menentukan aktivitas yang dilakukan lansia bisa berhasil dan sangat bermnafaat untuk dirinya. Aktivitas yang diberikan kepada lansia sudah barang tentu disesuaikan dengan kondisi lansia. Kegiatan untuk memberikan pendampingan kepada lansia yang tugasnya menjadi pengasuh terhadap lansia yang mengalami keterbatasan karena usia, kecacatan, menderita penyakit atau gangguan. Kegiatan pendampingan ini dikenal dengan caregiver. Proses penuaan dan penyakit lansia, melakukan Activity Daily Living, melakukan Instrumental Activity Daily Living, melakukan pendampingan dalam perawatan jangka panjang sesuai dengan kondisi lansia, melakukan penanganan kegawatdaruratan pada lansia, melakukan komunikasi efektif sesuai dengan kondisi lansia, melakukan kerjasama tim, memberikan gizi pada lansia sesuai dengan kondisi lansia. Melakukan pendampingan kegiatan fisik, emosional, mental,spiritual dan sosial pada lansia. Melakukan pendampingan paliatif pada akhir kehidupan lansia, dan melakukan edukasi penggunaan alat bantu pada lansia. Melalui simulasi 9 aktivitas ringan lansia untuk seluruh peserta. Peserta akan memilih diantara 9 aktivitas yang sesuai dengan kondisi lansia seperti olah raga, kerajinan tangan, berkebun, membaca dan menulis, memasak, menari dan bermain musik, memelihara hewan, menjadi relawan, game mengasah otak. Dalam simulasi peserta lebih banyak memilih berkebun, materi berkebun sederhana.


Media Yang Digunakan : Perncanaan program penyuluhan media yang digunakan adalah dengan LEAFLET yaitu selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat suatu masalah. Metode Yang digunakan : Metode yang digunakan adalah Metode Individu atau Perorangan/Keluarga. Penjadwalan : Hari Rabu tanggal 27 Juli 2022, pukul 08.00-12.00 wib II.B.1.e.1) Pengorganisasian : Untuk menjalankan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial, memerlukan dukungan orang/pihak lain. Oleh karena kegiatan ini direncanakan secara bersama yang melibatkan pejabat fungsional lainnya dan pihak yang terkait lainnya. D. TAHAPAN KEGIATAN Setelah dilakukan perencanaan program penyuluhan sosial terhadap keluarga anak terlantar di daerah rawan sosial, selanjutnya adalah segera melakukan : a. Penyusunan materi program penyuluhan sosial. b. Pembagian tugas. c. Kesepakatan jadwal yang telah ditentukan, tanggal 27 Juli 2022. E. PENUTUP Laporan Perencanaan Program Penyuluhan Sosial Individu & Keluarga di Daerah Rawan Sosial terhadap keluarga anak terlantar yang tidak mendapatkan kelayakan dalam pola asuh, lanjut usia terlanar secara psikis, dan sosial, disusun sebagai salah satu sumber informasi teknis penyelenggaraan kegiatan. Lahat, 25 Juli 2022 (Pukul: 08.00-12.00) Penyuluh Sosial Madya, SAIFUDIN, SE. NIP. 196507141989031008


Click to View FlipBook Version