SAIFUDIN, SE. Penyuluh Sosial Madya topik 3 : ANAK BALITA YANG KEHILANGAN HAK ASUH DARI ORANG TUA/KELUARGA Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (PP 39 Tahun 2012) berupa: 1. Rehabilitasi Sosial; 2. Pemberdayaan Sosial; 3. Jaminan Sosial; dan 4. Perlindungan Sosial.
Diawali dari terbentuknya sebuah keluarga melalui adanya perkawinan membuahkan dengan harapan mendapatkan keturunan dari hasil pernikahan yang syah. Keturunan yang memberikan semangat dalam mengarungi jalannya kehidupan namun keturunan yang telah ada wajib menerima hak pengasuhan yang baik dan sempurna. Mengidam-idamkan agar memiliki anak yang tumbuh kembang dengan normal adalah harapan setiap orangtua akan menjadi generasi yang melanjutkan cita-cita orangtuanya. Oleh karena penentuan batas usia bisa melaksanakan pernikahan telah ditentukan dipersiapkan dengan bimbingan nikah hal ini dalam rangka menyiapkan calon keluarga menjadi keluarga yang sakinah dan amanah serta memiliki kemampuan membagi hak-haknya kepada anak sebagai hasil keturunannya. Penyiapan usia perkawinan akan menentukan dewasanya umur dan berfikir bahwa jangan perkawinan adalah hanya pemenuhan nafsu akan tetapi hikmah secara rohani dan bantiniah yang suci murni terisi benih-benih religi yang menjadi dasarnya. Bersandar pada ridho Allah akan menghasilkan anak yang tidak mudah terpengaruh pada perbuatan negatif. SAIFUDIN, SE. Penyuluh Sosial Madya
Peran keluarga adalah penentu dan penjamin agar anak tidak kehilangan haknya dalam mendapatkan pola asuh. Hak asuh anak diberikan melalui tahapan dan usia anak akan membuahkan komitmen yang tidak nampak secara kasat mata akan tetapi komitmen tumbuh kembang anak yang dirasakan oleh anak akan bermanfaat bagi mas depan anak. Keluarga yang mebiarkan anaknya dengan bebas tanpa tumbuh kembang yang beraturan ini berakibat pada sikap anak ketika menjadi semakin dewasa dan menjadi orang tua. Sebagai orangtua/keluarga yang memiliki usia anak (0-18 tahun) pengetahuan tentang pola asuh wajib dimiliki. SAIFUDIN, SE. Penyuluh Sosial Madya
Diawali perkawinan orang tuanya dengan melalui Pendewasaan Usia Perkawinan yaitu usia yang sudah siap dan matang untuk berkeluarga dan menghadapi hadirnya sang anak dalam keluarga tersebut. Kematangan yang dimaksud adalah pengetahuan bagaimana menjadi keluarga agar memiliki tanggung jawab dalam membentuk keluarga menjadi keluarga yang memiliki ketahanan dan menjamin hak-haknya di peroleh termasuk hak anaknya. Tidak menahan hak anak sehingga anak jatuh pada kelemahan dalam perkembangannya. Jika kesemuanya tidak menjadi perhatian keluarga dan orang tua anak dan anak merasa kehilangan hak asuh korbannya adalah masa depan anak • Baik, sampai disini jumpa kita di topik 3 : ANAK BALITA YANG KEHILANGAN HAK ASUH DARI ORANG TUA/KELUARGA. • Terima kasih • Salam Kesetiakawanan Sosial, •Wassalam Wrwb. SAIFUDIN, SE. Penyuluh Sosial Madya