The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Asesmen Sumatif Tengah Semester 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ratna Indah, 2023-09-06 12:35:44

Seni Budaya

Materi Asesmen Sumatif Tengah Semester 1

SENI BUDAYA KELAS V SDI AL AZHAR 16 CILACAP 2023/2024


BAB 1 Unsur dan Prinsip Seni Rupa Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang merupakan bentuk ekspresi kreatif yang melibatkan penggunaan elemen dan prinsip tertentu untuk menciptakan karya seni. Seni rupa dapat berupa gambar, patung, instalasi, dan seni grafis. A. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur seni rupa merupakan semua bagian yang mendukung terwujudnya suatu karya seni rupa, yang terdiri atas unsur fisik dan nonfisik. Berikut adalah beberapa unsur-unsur seni rupa: 1. Titik Titik merupakan unsur seni rupa terkecil yang dapat digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain. 2. Garis Garis adalah unsur yang tersusun dari titik yang berderet dan berhubungan. Garis adalah salah satu unsur dasar seni rupa yang digunakan untuk membentuk bentuk dan memberikan arah visual pada karya seni. Garis dapat berupa garis lurus,horisontal, vertikal, diagonal, melengkung, atau berpola. 3. Bidang Bidang merupakan sebuah unsur seni rupa yang terbentuk dari penggabungan beberapa unsur garis. Bidang ini bisa juga tercipta dengan bertemunya dua garis sapuan warna menjadi satu. Bidang memiliki dimensi panjang dan lebar atau bisa disebut dengan pipih. Bentuk dari bidang ini bisa disebut juga dengan bentuk dua dimensi. Bentuk dua dimensi yaitu bentuk yang terdiri atas panjang dan lebar saja, jika menjadi sebuah karya seni hasil yang di buat hanya bisa dinikmati dari arah tertentu saja.


Bidang ini terdiri dari beberapa macam yang diantaranya seperti bidang biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang tak beraturan, serta bidang bersudut. Dalam seni rupa ini memiliki beberapa bidang yaitu segitiga, segi empat, lingkaran, trapesium, dan masih banyak lagi yang lainnya. 4. Bentuk Bentuk memiliki arti sebagai bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Shape merupakan bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekadar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, dan lainnya. Sedangkan bentuk plastis merupakan bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai dari benda tersebut, misalnya, lemari. Dengan adanya bentuk, menjadikan sebuah karya seni rupa dapat diamati sebagai karya seni yang utuh. Diantara jenis-jenis bentuk yaitu bentuk geometris (kubus, balok, tabung) dan bentuk non-geometris (manusia, hewan, tumbuhan). Bentuk terdiri dari bentuk figuratif, abstraktif, dan abstrak. Bentuk figuratif adalah bentuk yang meniru wujud yang berasal dari alam, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sementara itu untuk bentuk abstraktif merupakan bentuk figuratif yang diubah bentuknya. Misalnya topeng, dekorasi batik dan sebagainya. Sedangkan bentuk abstrak adalah bentuk yang telah menyimpang dari wujud benda-benda alam aslinya. Untuk melihat bentuk karya seni abstrak, kita perlu menggunakan imajinasi yang tinggi, karena kita belum tentu dapat mengenali bentuk dari benda atau makhluk apa yang dimaksud oleh pembuatnya. 5. Ruang Ruang adalah unsur yang menciptakan kedalaman dan dimensi dalam karya seni. Unsur ruang mempunyai dua sifat yaitu semu dan nyata. Ruang yang nyata Ruang nyata merupakan ruangan yang dapat terlihat dalam keadaan benar-benar ada, misalnya ruang teras, ruang tamu, ruang kamar tidur, dan lain-lain. Ruang nyata terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi, unsur ruang bersifat nyata karena memiliki dimensi dan kedalaman yang bisa dinikmati.


Ruang ilusi atau imajinasi atau semu/maya Ruang ilusi merupakan ruangan yang dapat dirasakan melalui khayalan atau imajinasi, misalnya ruangan yang ada hanya pada gambar yang seolah-olah benar adanya. Ruang pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat, dan lainnya. 6. Warna Warna dapat digunakan untuk menciptakan suasana, mengekspresikan emosi, dan menarik perhatian penonton. Terdapat tiga elemen dasar warna yaitu warna primer (merah, kuning, dan biru), warna sekunder (hasil campuran warna primer: hijau, orange dan ungu), dan warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran warna sekunder (biru keungu-unguan, hijau kekuning - kuningan, dan biru kehijau - hijauan). Warna komplementer adalah warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Contohnya adalah warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain-lain. Warna analogus adalah penyusunan dengan cara meletakkan hasil perpaduan warna primer. Misalnya kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan. Monokromatik adalah penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan antara warna putih dan hitam. Macam-macam warna beserta maknanya: Merah, mempunyai kesan berani, panas, marah Hijau, mempunyai kesan sejuk, kesuburan Kuning, mempunyai kesan gembira Biru, mempunyai kesan agung, dingin, tenang Hitam, mempunyai kesan sedih, menakutkan, dan lainnya.


7. Tekstur Tekstur adalah unsur yang menggambarkan permukaan sebuah objek dalam karya seni. Tekstur dapat berupa tekstur kasar, halus, atau bahkan tekstur yang memberikan kesan nyata seperti tekstur kayu atau kain. Dalam penerapannya tekstur dibagi menjadi tekstur semu dan nyata. Tekstur semu merupakan penggambaran yang dirasakan oleh penglihatan namun tidak dengan perabaan. Sedangkan tekstur nyata merupakan penggambaran yang dirasakan oleh mata dan perabaan. 8. Gelap dan Terang Dalam seni rupa penggunaan unsur gelap terang ini biasanya di terapkan dalam karya seni dua dimensi. Tujuan dari unsur gelap terang sendiri merupakan menjadikan sebuah hasil dari karya seni dua dimensi tersebut terkesan nyata atau memiliki volume. Bukan hanya itu saja fungsi lain dari gelap terang adalah menyatakan kesan kedalaman, serta memberi sebuah perbedaan kontras pada sebuah karya seni. Gelap terang ini juga dikatakan memiliki dua wajah ketika warna ini memiliki intensitas cahaya yang besar atau tinggi maka menjadi terang, jika intensitas cahayanya rendah maka akan menjadi gelap. Dalam penggunaan teknik gelap terang ini memiliki dua cara yaitu yang pertama teknik chairoscuro yang dimana penggunaan cahaya untuk peralihan tahap atau gradasi. Yang kedua adalah teknik silhouette yang istilahnya menggunakan bayangan dari cahaya tanpa peralihan gradasi. 9. Nilai Nilai adalah seberapa besar kekuatan warna dan seberapa berpengaruh nilai warna tersebut dalam suatu karya seni rupa.


B. Prinsip Seni Rupa Prinsip seni rupa adalah panduan atau pedoman yang diterapkan dalam menciptakan karya seni rupa, untuk menghasilkan karya seni yang harmonis, estetis, dan bermakna. Berikut adalah beberapa prinsip dalam seni rupa: 1. Kesatuan Prinsip kesatuan mengacu pada keselarasan penggunaan warna, bentuk, garis, dan tekstur yang saling melengkapi. Perhatikan gambar berikut. Kesatuan yang baik karena Kesatuan yang kurang baik kedua objek memiliki karena kedua objek tidak memiliki keterikatan satu sama lain keterikatan satu sama lain 2. Keseimbangan Prinsip keseimbangan berkaitan dengan distribusi visual berat atau kekuatan dalam sebuah karya seni. Keseimbangan dapat tercapai melalui pengaturan elemen-elemen dalam karya, baik secara simetris, asimetris, atau radial. Perhatikan gambar berikut. Keseimbangan yang tepat Keseimbangan yang kurang tepat 3. Irama (Ritme) Irama adalah prinsip yang mengacu pada pengulangan elemen-elemen tertentu dalam sebuah karya seni. Pengulangan dapat menciptakan ritme visual yang menarik dan mengarahkan mata penonton. Perhatikan ritme dalam gambar.


4. Komposisi Komposisi seni rupa melibatkan pengaturan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur, serasi, dan indah. 5. Proporsi Proporsi berkaitan dengan hubungan ukuran dan skala (besar - kecil, panjang - pendek, luas - sempit, tinggi - rendah) antara elemen - elemen dalam sebuah karya seni. Proporsi yang seimbang menciptakan keseimbangan visual dan mempengaruhi kesan estetika karya. 6. Keselarasan/harmoni Keselarasan/harmoni dalam seni rupa mengacu pada keselarasan dan kesatuan antara elemen-elemen visual yang berbeda. Harmoni menciptakan perasaan yang menyenangkan dan seimbang dalam karya seni. Perhatikan harmoni dalam gambar. 7. Gradasi Gradasi adalah susunan warna berdasarkan tingkat perpaduan berbagai warna yang digunakan secara berangsur-angsur. Perhatikan gambar berikut. 8. Kontras Kontras adalah prinsip yang melibatkan perbedaan/kesan berlawanan yang jelas antara elemen-elemen dalam sebuah karya seni.


Ragam Hias Nusantara Ragam hias adalah susunan pola hias menggunakan motif hias dengan kaidah tertentu pada suatu ruang atau bidang sehingga menghasilkan bentuk yang indah. Pola hias merupakan unsur dasar yang sering digunakan sebagai acuan dalam membuat rancangan hiasan. Sedangkan, motif hias merupakan bentuk dasar dalam perwujudan ragam hias, meliputi segala bentuk alami ciptaan Tuhan seperti binatang, tumbuhan, manusia, gunung, air, awan, batuan, dan lainnya serta hasil kreasi manusia. Jenis-jenis ragam hias sebagai berikut: a. Ragam Hias Flora (tumbuhan) Ragam hias flora adalah motif hias yang menggunakan bentuk-bentuk flora (tumbuhan) sebagai objek motif yang kemudian dikembangkan sesuai dengan imajinasi pembuatnya. b. Ragam Hias Fauna (hewan) Ragam hias fauna adalah motif hias yang menggunakan bentuk-bentuk fauna (hewan) sebagai objek motif. c. Ragam Hias Goemetris Ragam hias geometris adalah motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris: titik, garis dan bidang. d. Ragam Hias Figuratif Ragam hias figuratif adalah motif hias yang dikembangkan dari objek bentuk manusia yang kemudian dikembangkan sesuai imajinasi pembuatnya. e. Ragam Hias Polygonal Ragam hias polygonal adalah motif hias yang dikembangkan dari susunan garis lurus yang terjalin membentuk rangkaian yang menyatu dan memiliki sudut dalam bentuk datar. Poligonal memiliki batas bentuk yang berwujud segi empat, segi tiga, segi enam, segi lima, dan lain-lain.


BAB 2 SUARA MANUSIA DAN SUMBER BUNYI ALAT MUSIK 1. JENIS-JENIS SUARA MANUSIA Suara manusia adalah bunyi yang dihasilkan oleh saluran suara manusia., yang merupakan instrumen musik karunia Allah SWT, yang sudah ada pada manusia sejak lahir ke dunia. Setiap manusia memiliki jenis suara yang unik dan dapat membedakan satu sama lain. Jenis suara manusia dibagi berdasarkan nada yang mampu dicapai. Kekuatan untuk mencapai nada-nada yang berbeda disebut ambitus. Berdasarkan ambitusnya, jenis suara manusia dibedakan menjadi suara anak-anak dan dewasa. a. Suara Anak-anak Suara anak-anak pada umumnya adalah jenis suara sopran (suara wanita yang tinggi) tanpa memandang jenis kelamin si anak. Suara anak-anak masih belum stabil, karena dalam proses perkembangan. b. Suara Dewasa Jenis jenis suara pria maupun suara wanita dapat diklasifikasikan seperti pada tabel berikut Ini. Suara Pria Suara Wanita Bas adalah suara pria yang rendah. Alto adalah suara wanita yang rendah. Bariton adalah suara pria yang sedang. Mezzo sopran adalah suara wanita yang sedang. Tenor adalah suara pria yang tinggi. Sopran adalah suara wanita yang tinggi.


2. SUMBER BUNYI ALAT MUSIK Jenis alat musik dapat dikelompokkan berdasarkan sumber bunyinya, atau pusat sumber bunyi yang menghasilkan suara atau nada. Jenis alat musik ini dibagi menjadi lima kelompok, yaitu: a. Idiofon. Alat musik idiofon sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya (getaran badan alat musiknya). Contoh: drums, angklung, gong, kolintang, kabasa, simbal, dan lain-lain. b. Membranofon. Membranofon adalah jenis alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. Contoh: tifa, drum, kendang, rebana,, dan lain-lain. c. Aerofon. Aerofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Bunyinya berasal dari getaran udara yang ada dalam alat musik tersebut. Contoh: flute, pianika, terompet, harmonika, trombone, saksofon. d. Kordofon. Kordofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, sitar, piano, kacapi, siter, dan lain-lain. e. Elektrofon. Elektrofon adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh: keyboard, gitar elektrik, bass elektrik, drums elektrik, dan lain-lain. 3. CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK Jenis-jenis alat musik berdasarkan cara memainkannya dibagi menjadi empat kelompok, yaitu alat musik tiup, alat musik pukul, alat musik petik, serta alat musik gesek. 1. Alat Musik Tiup Alat musik tiup menghasilkan suara saat suatu kolom udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik tiup antara lain alat musik tiup barat; flute, terompet, saxophone, recorder, clarinet. Alat musik tiup timur; sawangan, gong bumbung, seruling, serunai. 2. Alat Musik Pukul Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat musik pukul ada yang bernada dan tidak bernada. Contohnya adalah kolintang (bernada), drum, bongo, triangel), simbal, timpani, tamborin, kentongan, terabuka, rebana (tak bernada).


3. Alat Musik Petik Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui petikan. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai. Contoh alat musik petik antara lain gitar, harpa, sitar, kecapi, sasando. 4. Alat Musik Gesek Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai. Contoh jenis-jenis alat musik gesek antara lain adalah alat musik gesek seperti; violin, biola, cello, dan rebab. Berikut beberapa alat musik daerah beserta cara memainkannya. Nama Alat Gambar Asal Daerah Memainkannya Bonang, saron, gong pada gamelan Jawa dan Bali dipukul Kendang (gendang) Jawa Barat dipukul Gondang Tapanuli/ Sumatera Utara dipukul Kolintang Sulawesi Utara dipukul


Sapek Kalimantan Timur dipetik Sasando Nusa Tenggara Timur dipetik Kecapi Jawa Barat dipetik Suling Beberapa daerah di Indonesia ditiup Rebab Jawa Barat digesek Arbab Aceh digesek


Berikut beberapa alat musik Barat beserta cara memainkannya. Nama Alat Gambar Memainkannya Drum dipukul Perkusi (Conga, Bongo, Timbales) dipukul dipukul Cajón dipukul Gitar dipetik Mandolin dipetik Piano ditekan Keyboard elektronik ditekan


Flute ditiup Trompet ditiup Saksofon ditiup Biola digesek Cello digesek


DAFTAR PUSTAKA Tim Mitra Guru, 2022. Seni Budaya: untuk SD/MI kelas V. Penerbit Erlangga. Zulhidayat , Irawan dan Daud J. Pamei, 2021. Buku Panduan Guru Seni Musik. Penerbit Pusat Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Jakarta. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia


Click to View FlipBook Version