The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Windi Ayu, 2024-05-16 03:32:14

Modul Ajar MTK koefisien determinasi

Modul Ajar MTK koefisien determinasi

Keywords: modul ajar

MODUL AJAR BAB III : STATISTIKA INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun : Windi Ayu Safitri, S.Pd. Satuan Pendidikan : MAN 3 Majalengka Kelas / Fase : XI (Sebelas) - F Mata Pelajaran : Matematika Elemen : Analisis Korelasi Prediksi Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit Tahun Penyusunan : 2023 / 2024 B. KOMPETENSI AWAL Membahas tentang konsep korelasi product moment dan koefisien determinasi. Analisis lanjutan mengenai suatu garis regresi diperkenalkan dengan mempertimbangkan nilai product moment (r) yang sekaligus memberikan indikator arah dan kekuatan dari suatu garis regresi. Pada subbab ini juga akan diperkenalkan mengenai koefisien determinasi (r 2 ) yang menunjukkan persentase variasi yang dijelaskan oleh garis regresi dari total variasi data. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. (Semakin) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global; 2. Berpikir kritis untuk memecahkan masalah (kecakapan abad 21); 3. Menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun teks lisan dan tulis dengan lancar dan spontan secara teratur tanpa ada hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dalam jenis teks naratif; 4. Mentransfer informasi verbal menjadi informasi visual (keterampilan literasi). D. SARANA DAN PRASARANA Buku catatan siswa Penggaris Kalkulator modul ajar / LKPD E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. F. MODEL PEMBELAJARAN Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).


KOMPONEN INTI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Menghitung nilai koefisien determinasi B. PEMAHAMAN BERMAKNA Siswa melakukan eksplorasi berdasarkan instruksi dan pertanyaan terpandu. Siswa berdiskusi dengan sesama siswa dalam eksplorasi dan mengambil kesimpulan bersama. Siswa mempelajari konsep-konsep yang digunakan di balik eksplorasi yang dilakukan dan membandingkan kesimpulan yang telah diambil sebelumnya. Siswa menerapkan konsep yang benar dalam permasalahan baru. Siswa berdiskusi dengan siswa lain untuk bertukar ide atau gagasan serta memperbaiki konsep yang salah jika ada. Siswa menggunakan teknologi kalkulator dalam pembelajaran. C. PERTANYAAN PEMANTIK Guru menanyakan kepada peserta didik tantang bagaimana cara menghitung nilai rata-rata Guru menanyakan kepada peserta didik tantang bagaimana cara menghitung nilai positif dan negatif korelasi koefisien determinasi Guru menanyakan kepada peserta didik tantang bagaimana cara menghitung korelasi koefisien determinasi D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil pembelajaran Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. Kegiatan Inti Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang heterogen Peserta didik diberi arahan untuk membaca dan mmahami bahan ajar/LKPD yang diberikan guru. Guru memberikan arahan mengenai materi yang telah dibaca peserta didik dan memeberikan kesempatan untuk bertanya sebanyak mungkin hal yang belum dipahami. Peserta didik mendiskusikan, mengumpulkan informasi, dan saling tukar informasi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan pada bahan ajar/ LKPD Guru memastikan peserta didik menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah dan memahami data yang perlu diambil serta tepat melakukan perhitungan. Peserta didik menyampaikan hasil kerja kelompok kepada guru Guru memberikan reward kepada kelompok yang mengerjakan paling cepat dan tepat.


Kegiatan Penutup Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari Refleksi pencapaian siswa, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan yaitu diberi kesempatan kembali untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dandiakhiri dengan berdoa. E. ASESMEN / PENILAIAN Asesmen formatif yaitu LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target, guru melakukan pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih individual dengan memberikan tugas individu tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.


LAMPIRAN- LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) LAMPIRAN 2 BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK LAMPIRAN 3 GLOSARIUM LAMPIRAN 4 DAFTAR PUSTAKA


Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Analisis Korelasi Analisis korelasi merupakan salah satu metode statistika yang paling banyak digunakan di dalam berbagai penelitian ilmiah. Sejauh ini kalian sudah dapat menemukan persamaan garis regresi dan kalian juga sudah tahu bahwa garis regresi yang ditemukan dengan perhitungan rumus yang diberikan adalah garis yang sudah paling tepat mewakili data yang ada. Meskipun demikian, kita masih ada kendala untuk interpretasi lebih lanjut jika hanya menggunakan garis tersebut. Sebagai pemanasan, diskusikan dengan teman-teman kalian pertanyaan di bawah ini. Kalian pasti menyadari bahwa untuk menyatakan tinggi atau pendek, kalian memerlukan suatu standar dan standar itu sangat bervariasi perbedaannya satu orang dengan yang lainnya. Ketika kita mengambil kesimpulan dari suatu data, tentunya kita perlu suatu standar yang pasti agar setiap orang tidak mengambil kesimpulan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, suatu korelasi memiliki suatu standar nilai tingkat korelasi. Nilai ini merupakan ukuran deskriptif numerik dari korelasi yang disebut koefisien korelasi. Koefisien ini akan memberikan informasi data dan sekaligus tingkat korelasinya apakah kuat, sedang, atau lemah. Selain dari analisis tersebut, kita perlu mengetahui seberapa tepat suatu garis regresi terhadap data asli. Kalian sudah mempelajarinya, bukan? Ingatkah kalian mengenai jumlah kuadrat residu terkecil? Ternyata ada hal yang bisa lebih tepat untuk menentukan ketepatan suatu garis. Hal ini dapat dilihat dari berapa persentase dari variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen yang disebut sebagai koefisien determinasi. Ayo kita pelajari satu per satu secara lebih mendalam mengenai analisis korelasi: 1. Korelasi Product Moment Pada bagian ini kalian akan diperkenalkan mengenai konsep koefisien korelasi. Koefisien korelasi yang akan kalian gunakan adalah Korelasi Product Moment. Konsep korelasi product moment ini tidak jauh dari konsep yang sering kita gunakan yaitu jumlah kuadrat. Terakhir, kalian telah mempelajari dua jenis jumlah kuadrat variabel yaitu SSxy dan SSxx. Kali ini kita akan menggunakan tiga jenis jumlah kuadrat di mana terdapat tambahan satu lagi dari yang sebelumnya. 2. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk memprediksi dan melihat seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang menyatakan seberapa tepat perspektif proporsinya (persentasenya). Simbol yang digunakan adalah r2 . Tabel Tingkat korelasi berdasarkan nilai koefisien determinasi adalah sebagai berikut. Nilai Koefisien Determinasi Tingkat Korelasi r 2 = 0 Tidak ada korelasi 0 < r 2 < 0,25 Sangat lemah 0,25 ≤ r 2 < 0,50 Lemah 0,50 ≤ r 2 < 0,75 Sedang 0,75 ≤ r 2 < 0,90 Kuat 0,90 ≤ r 2 < 1 Sangat kuat r 2 = 1 Sempurna


3. Rumus yang digunakan pada materi Koefisien determinsi yaitu : = . Keterangan : r 2 = koefisien determinasi / kuadrat dari koefisien korelasi product moment SSxy = Jumlah kuadrat selisih variabel independen x terhadap rata- ratanya dan variabel dependen y terhadap rata-ratanya SSxy = ∑ (x – x)(y ̄ – ȳ) SSxx = Jumlah kuadrat selisih variabel independen x terhadap rata- ratanya SSxx = ∑ (x – x) (x ̄ – x)̄ SSyy = Jumlah kuadrat selisih variabel independen y terhadap rata- ratanya SSyy = ∑ (y – ȳ) (y – ȳ) Tekankan pada pengubahan nilai r2 yang dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan nilai persentase.


GLOSARIUM koefisien determinasi Proporsi (persentase) dari variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen. koefisien korelasi Ukuran deskriptif numerik dari suatu korelasi. lingkaran Tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama dari pusat lingkaran). regresi linear Model regresi yang memberikan hubungan garis lurus antara dua variabel. relasi Hubungan antara anggota suatu himpunan dengan anggota dari himpunan lainnya. residu Selisih antara nilai variabel dependen yang diamati dan nilai variabel dependen yang diprediksi. variabel independen Variabel yang akan digunakan untuk membuat prediksi terhadap nilai variabel dependen. variabel dependen Variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. DAFTAR PUSTAKA 1. Dicky Susanto, dkk., Buku Panduan Guru Matematika, Kemdikbudristek, Jakarta, 2021 2. Dicky Susanto, dkk., Buku Panduan Siswa Matematika, Kemdikbudristek, Jakarta, 2021 3.https://www.slideshare.net/slideshow/modul-ajar-matematika-kelas-11-fase-fmodulgurukucom/266342035


Click to View FlipBook Version