Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan sehingga
penyusunan pengembangan media pembelajaran ini berupa e-modul materi
komponen tata surya dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. Sholawat
serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
menunjukkan jalan kebenaran yakni agama islam. Kami ucapkan terima kasih
kepada seluruh pihak yang mendukung sehingga terciptanya media
pembelajaran berupa e-modul, dan sumber-sumber referensi yang menjadi acuan
dalam penyusunan e-modul ini.
Kami sadari bahwa media pembelajaran e-modul ini masih belum sempurna,
sehingga kami membutuhkan kritik dan saran yang dapat membantu dalam
memperbaiki e-modul agar menjadi media pembelajaran yang efektif dan layak
pakai.
Penulis
i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………..ii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………………………….iii
TUJUAN PEMBELAJARAN………………………………………………………………………....iv
KOMPETENSI INTI……………………………………………………………………….…..…......v
KOMPETENSI DASAR…………………………………………………………………...……..……v
PETA KONSEP………………………………………………………………………….………..…...vi
ALAM SEMESTA
Tata Surya………………………………………………………………………………………….….1
1. Matahari……………………………………………………………………………………….2
2. Planet…………………………………………………………………………………………..3
3. Meteor…………………………………………………………………………………………7
4. Komet………………………………………………………………………………………….7
5. Asteroid………………………………………………………………………………………..8
6. Bulan dan Satelit………………………………………………………………………………8
AYO LAKUKAN
Latihan 1………………………………………………………………………………………………10
Latihan 2………………………………………………………………………………………………10
Latihan 3………………………………………………………………………………………………10
Latihan 4……………………………………………………………………………………………….11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………..….vii
ii
Gambar 1. Tahapan awan runtuh………………………………………………………………………1
Gambar 2. Konservasi momentum sudut awan……………………………...……………………….1
Gambar 3. Kontraksi awan dengan dengan gravitasi………………………………………………...1
Gambar 4. Tata surya…………………………………………………………………………………...2
Gambar 5. Matahari…………………………………………………………………………………….2
Gambar 6. Matahari & planet………………………………………………………………………….3
Gambar 7. Merkurius…………………………………………………………………………………...3
Gambar 8. Venus………………………………………………………………………………………..4
Gambar 9. Bumi…………………………………………………………………………………………4
Gambar 10. Mars...................................................................................................…………….5
Gambar 11. Jupiter……………………………………………………………………………………...5
Gambar 12. Saturnus……………………………………………………………………………………5
Gambar 13. Uranus……………………………………………………………………………………..6
Gambar 14. Neptunus………………………………………………………………………………….6
Gambar 15. Meteor…………………………………………………………………………………….7
Gambar 16. Komet……………………………………………………………………………………..7
Gambar 17. Asteroid……………………………………………………………………………………8
Gambar 18. Pengukuran jarak bumi dan bulan………………………………………………………8
iii
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat :
• Membuat model orbit planet.
• Mediskripsikan karakteristik komponen Tata Surya.
• Mencari informasi tentang planet planet penyusun Tata Surya.
• Mendiskripsikan gerak planet pada orbit Tata Surya.
• Membuat model perbandingan jarak komponen Tata Surya.
iv
KOMPETENSI INTI
K-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
K-3 Memaham pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
K-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang atau teori.
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Dasar Indikator
3.11Menganalisis sistem tata surya, rotasi, • Membuat model orbit planet.
dan revolusi bumi dan bulan, serta • Mendeskripsikan karakteristik
dampaknya bagi kehidupan di bumi. komponen tata surya.
• Mencari informasi tentang planet-
4.11 Menyajikan karya tentang dampak planet penyusun tata surya.
rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi • Mendeskrisikan gerak planet pada orbit
kehidupan di bumi, berdasarkan hasil tata surya.
pengamatan atau penelusuran berbagai • Membuat model perbandingan jarak
sumber informasi.
komponen tata surya.
v
Tata Surya Galaksi
Bima Sakti
Matahari Planet Satelit Komet Asteroid Meteor
Gaya Gravitasi Bentuk Orbit
Hukum Hukum
Gravitasi Kapler
Universal
vi
Alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos dan
benda – benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel amuba,
dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda – benda yang mempunyai ukuran yang
sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi (Aly & Rahma, 2016). Surya adalah kata lain dari
matahari. Sistem tata surya berarti suatu sistem yang teratur pada matahari, dimana matahari
sebagai induk (pusat peredaran) dan dikelilingi oleh pengikut – pengikutnya, yaitu planet, satelit,
asteroid, dan meteor (Harmoni, 2013).
Tata surya berasal dari runtuhnya awan gas besar, sekitar 4,6 tahun yang lalu. Kemudian
sebuah bagian kecil dari awan molrkul raksasa mengalami keruntuhan gravitasi. Awan tersebut
mulai berputar lebih cepat karena konservasi momentum sudut. Skala waktu untuk runtuhnya
awal kisaran 106 tahun (Riswanto & Suseno, 2015).
Gambar 1. Tahapan dari awan runtuh.
Sumber : Riswanto & Suseno, 2015
Kemudian awan terus berputar hingga mencapai titik puncak putarannya, sehingga keadaan
awan terlihat seperti gambar.
Gambar 2. Awan runtuh mengalami konservasi momentum sudut.
Sumber : (Riswanto & Suseno, 2015)
Sebagai nebula runtuh lebih lanjut, daerah setempat mulai berkontraksi dengan grafitasinya
sendiri karena ketidakstabilan awan dalam berputar runtuh. Sesui dengan keadaan di lingkungan
sekitarnya kemudian awan dan inti pusat putaran (matahari), maka terbentuklah planet – planet
dengan keadaan yang menyesuaikan dengan keadaan suhu dan jarak terhadap matahari,
keadaanya dapat dilihat pada gambar
Gambar 3. Awan berkontraksi dengan gravitasinya sendiri.
Sumber : (Riswanto & Suseno, 2015)
1
Gamba 4. Tata Surya.
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Lihat video berikut : https://docs.google.com/document/d/1mN9k1btD-
W4I_jKrvtnfZaM5dyhps84s/edit?usp=drivesdk&ouid=100657630158009342193&rtpof=true&
sd=true
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusatnya, dan benda lain dalam komponen tata
surya yaitu planet, satelit, meteor – meteor, komet – komet, debu, dan gas antar planet beredar
mengelilinginya. Keseluruhan sistem gerak tersebut bergerak mengelilingi pusat galaksi (Jasi,
2014). Planet – planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang berbentuk
elip. Beberapa planet mempunyai satelit. Satelit berputar mengelilingi matahari. Jadi tata surya
merupakan sistem rotasi yang berpusat pada matahari (Tjasyono, 2013). Adapun bagian bagian
dari tata surya adalah sebagai berikut:
1) MATAHARI
Gambar 5. Matahari sebagai pusat tata surya
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Matahari berbentuk bulat dan memiliki beberapa lapisan yang memiliki peranan masing-
masing. Lapisan matahari dapat dibedakan dalam dua bagian, yaitu bagian dalam (interior) dan
bagian luar (atmosfer). Lapisan interior dan lapisan atmosfer yang masing-masing terbagi menjadi
3 bagian utama yaitu :
1. Bagian Dalam (Interior) : Terdapat inti dengan suhu di lapisan ini diperkirakan mencapai l6
juta K, pada lapisan ini reaksi fusi dapat berlangsung, energi hasil reaksi fusi dipancarkan ke
luar secara radiasi. Kedua ada lapisan radiasi, dan lapisan konveksi.
2. Bagian Luar (Atmosfer) :
a) Fotosfer merupakan permukaan matahari yang tebalnya sekitar 500 km, lapisan ini yang
memancarkan cahaya sangat kuat sehingga disebut lapisan cahaya, suhu di fotosfer
diperkirakan rata-rata 6.000 K, lapisan ini terlihat dengan teleskop yang dilengkapi penapis
2
yang mengurangi intensitas cahaya matahari sampai 1/100000 kali.
b) Kromosfer yang terletak antara ketinggian 500 – 2000 km, di lapisan bawah (dekat
fotosfer), suhu kromosfer diperkirakan sekitar 4.000 K. Makin ke atas, suhu kromosfer
makin tinggi, pada lapisan yang paling atas, suhu kromosfer diperkirakan mencapai 10.000
K, kromosfer dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari total. Selain itu juga dapat
dilihat dengan penapis H-alpha atau Kalsium.
c) Korona merupakan lapisan matahari yang paling luar, bentuk korona selalu berubah-ubah,
tebal korona diperkirakan mencapai 2,5 juta km, adapun suhunya diperkirakan mencapai
1 juta K, korona dapat diamati dengan teleskop yang disebut koronagraf dan saat gerhana
matahari total (Riswanto & Suseno, 2015).
2) PLANET
Planet yang terbentuk memiliki krakter yang berbeda – beda sesuai dengan keadaan
pembentukannya dan lingkungannya. Planet dibedakan menjadi 2, yaitu planet terestrial
(merkurius, venus, bumi, dan mars) dan planet jovian (jupiter, saturnus, Uranus dan neptunus)
(Riswanto & Suseno, 2015). Satu planet yang pernah ada kemudia dianggap hilang yaitu planet
pluto. Pluto ditemukan pada tahun 1930 oleh seorang astronom yang mengira bahwa ia
menemukan planet ke sembilan di tata surya. Ukurannya terbilang kecil, tapi para astronom saat
itu yakin bahwa pluto memang planet ke Sembilan di tata surya. Kemudian permasalahan
muncul, ketika teleskop yang lebih canggih berhasil dikembangkan. Sehingga plito hanyalah salah
satu dari banyak sekali objek langit yang dapat dinamakan dwarf planet atau planet kerdil
(Saputra, 2018). Berikut 8 planet diantaranya :
Gambar 6. Matahari, planet, dan planet kerdil (dwarf planet) yang menjadi anggota Tata Surya.
1. Merkurius Sumber : Kartunnen, 2007.
Gambar. 2.7 Merkurius.
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
3
Merkurius adalah planet pertama dalam orbit tata surya, letaknya sangat dekat dengan
matahari. Karena letak Merkurius sangat dekat dengan matahari, maka bagian yang menghadap
matahari sangatlah panas. Sebaliknya, bagian yang tidak menghadap matahari menjadi dingin
sekali (karena tidak ada air maupun udara) (Jasin, 2014). Jarak rata – rata merkurius dengan
matahari sekitar 0,39 SA (1 SA = 150 juta kilometer). Karena eksentrisitas orbit besar yaitu 0,206
maka jarak merkurius-matahari bervariasi cukup besar. Beda aphelion (jarak terjauh) dan
perihelion (jarak terdekat) adalah 22 kM. Planet merkurius tidak mempunyai satelit. Periode
revolusi merkurius 88 hari dan periode rotasinya 59 hari. Suhu permukaan merkurius pada bagian
yang terang mencapai 500oC, sehingga dapat dikatakan sangatlah panas (Tjasyono, 2013).
2. Venus
Gambar 8. Venus
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Venus menempati urutan planet ke dua yang dekat dengan matahari, yaitu setelat planer
merkurius. Planet ini diliputi awal tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida,
tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen (Jasin, 2014). Orbit venus mendekati mendekati
lingkaran dengan eksentrisitasnya 0,007. Venus dikenal dengan bintang timur atau bintang senja.
Periode revolusinya adalah 225 hari. Jarak venus ke matahari 0,72 SA atau 108 juta kilometer.
Diameter venus sekitar 0,91 kali diameter bumi (Tjasyono, 2013).
3. Bumi
Gambar 9. Bumi
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Seperti halnya kebanyakan beda langit yang lain, bumi berbentuk bola, meskipun agak
pepat pada kedua kutubnya. Kepepatan itu akibat gerak rotasi mengelilingi sumbunya. Oleh
karena itu, jarak pusat bumi terhadap khatulistiwa lebih panjang dari pada terhadap kutubnya
(Jasin, 2014). Jarak rata – rata bumi ke matahari sekitar 150 juta kilometer. Eksentrisitas orbit
bumi = 0,017, artinya garis edar bumi mendekati lingkaran. Periode revolusi bumi = 365,3 hari
disebut satu tahun siderik dan periode rotasinya = 23 jam 56 menit disebut hari siderik. Massa
jenis bumi adalah 5,52 gram/cm-3. Jari – jari ekuator = 6378,4 km dan jari – jari kutub = 6356,9
km. bumi berbutar terhadap sumbunya dari barat ke timur dengan kecepatan sudut konstan
(Tjasyono, 2013). Khidupan di bumi dibentuk berdasarkan kandungan molekul karbon sebagai
fondasi utama bagi biomassa, adanya air, dan reaksi kimia ekserginik (Nurcresia., dkk, 2019).
4
4. Mars
Gambar 10. Mars
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Mars merupakan planet urutan ketiga dari pusat bumi. Meskipun letaknya tidak berada
paling dekat dengan matahari, planet mars ini berwarna kemerah – merahan yang diduga
tanahnya mengandung banyak besi oksigen, sehingga jika oksigen masih ada, jumlahnya pun
sangat sedikit (Jasin, 2014). Jarak rata – rata planet mars ke matahari adalah 1,52 SA atau 228
juta kilometer. Eksentrisitas orbit mars adalah 0,093, dan periode revolusinya 687 hari. Planet
mars mempunyai dua satelit yaitu Phobos dengan jari – jari orbit 9.370 kilo meter dan Deimos
atau satelit luar dengan jari – jari orbit 23.500 kilometer (Tjasyono, 2013).
5. Jupiter
Gambar 11. Jupiter
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Berdasarkan analisis spektroskopis, planet jupiter mengandung gas metana dan amoniak
yang banyak serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Jupiter mempunyai kurang lebih
14 satelit atau bulan (Jasin, 2014). Jupiter berjarak rata – rata 5,2 satuan astronomi atau 780 juta
kilometer dari matahari. Eksentrisitas orbit jupiter adalah 0,048. Periode revolusinya 11,86 tahun.
Planet Jupiter berputar pada sumbunya dengan periode rotasi 9 jam 50 menit, artinya planet ini
berputar dengan angat cepat. Jupiter dikenal dengan sebutan planet raksasa karena planet ini
yang paling besar di tata surya (Tjasyono, 2013).
6. Saturnus
Gambar 12. Saturnus
Sumber: Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
5
Saturnus adalah planet ysng sangat indah, berjarak rata – rata 9,5 satuan astronomi atau
1.425 juta kilometer dari matahari. Beda jarak antara aphelion (jarak terjauh) dan perihelion
(jarak terdekat) adalah 160 juta kilometer. Beda jarak ini disebabkan oleh eksentrisitas orbit
saturnus adalah 0,056. Periode rotasinya 10 jam 2 menit, dan periode revolusinya 29,5 tahun.
Saturnus mempunyai 9 jumlah satelit (Tjasyono, 2013). Saturnus mempunyai masa jenis yang
sangat kecil dari air yaitu 0,75 g/cm3 sehingga akan terapung di air. Saturnus merupakan planet
yang berupa gas, terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata – rata 103o C (Jasin, 2014).
7. Uranus
Gambar 13. Uranus
Sumber: Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Planet Uranus memiliki 5 satelit. Beda dengan planet yang lain, arah gerak rotasi Uranus
dari timur ke barat. Besar Uranus kurang dari stengah saturnus, bergaris tengah 50.560 km (Jasin,
2014). Jarak rata – rata antara Uranus dengan matahari adalah 19,2 satuan astronomi atau 2880
juta kilometer. Eksentisitas orbit uranus 0,047. Periode rotasinya 10 jam 8 menit, dan periode
revolusinya 84 tahun (Tjasyono, 2013).
8. Neptunus
Gambar 14. Neptunus
Sumber: Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Neptunus merupakan kembaran uranus. Jarak rata - rata neptunus – matahari adalah 30,07
satuan astronomi atau 4.510 juta kilometer. Orbitnya hampir membentuk lingkaran dengan
eksentrisitas 0,009 dan periode revolusinya 164,8 tahun. Masa neptunus 17,3 kali massa bumi,
diameternya 50.000 kilometer. Neptunus mempunyai dua satelit, yaitu triton dan nereid
(Tjasyono, 2013).
6
3) METEOR
Gambar 15. Meteor
Sumber: Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Meteor berasal dari meteorid yang merupakan batuan atau logam yang berkeliling di
angkasa. Bisa pecahan komet, bisa juga terdiri atas asteroid. Jika sudah masuk ke atmosfer bumi
maka disebut dengan meteor (Riswanto & Suseno, 2015). Meteor adalah fenomena emisi cahaya
dalam atmosfer bumi. Meteor sering disebut bintang jatuh, benda langit yang beterbangan secara
secara tidak teratur dengan orbit tidak tetap dan tidak bercahaya disebut meteorid (Tjasyono,
2013).
Mateor bukan tergolong bintang karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor
berupa batu – batu kecil berdiameter antara 0,2 – 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram.
Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata – rata 60 km/detik atau
60 x 60 x 60 km per jam. Beberapa meteor besar pernah sampai dipermukaan bumi dan disebut
meteorid. Neteorid massanya kurang lebih 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumiyang
menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia. Meteorid mengandung besi dan nikel.
Meteorid digolongkan menjadi 3 jenis yaitu : yaitu :
a) Meteorid besi nikel mengandung 90% besi dan 8% nikel.
b) Meteorid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium
c) Meteorid tektite mengandung asam kersik 80%.
Ada beberapa anggapan yang menduga meteor berasal dari letusan di bulan, ada pula yang
beranggapan berasal dari debu asteorida yang terlepas dari garis edarnya, serta ada pula anggapan
bahwa meteor berasal dari debu komet yang terlepas (Jasin, 2014).
4) KOMET
Gambar 16. Komet
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Istilah komet berasal dari Yunani yang artinya bintang berekor, walau tidak semua komet
tidak mempunyai ekor, komet sebenarnya sejenis dengan planet (Harmoni, 2013). Komet
merupakan objek primitive (sederhana). Karena massanya yang tidak begitu besar dan tidak
nampak inti komet, komen yang kecil berevolusi dalam daerah yang sangat dingin. Akibat
temperature yang sangat rendah di lingkungannya, komet juga mampu melindungi diri agar tidak
cepat rusak dari materi yang terkondensasi, tetapi juga elemen yang mudah menguap. Sehingga
7
komet kaya akan es jika disbanding dengan planet minor. Dilihat dari periodenya, komet dapat
dibagi menjadi dua bagian, yaitu komet periode pendek dan komet periode panjang. Komet
periode pendek memiliki orbit elips dengan periode kurang dari 200 tahun, dalam beberapa
kasus periodenya hanya beberapa tahun. Komet periode panjang mempunyai periode lebih besar
dari 200 tahun, orbitnya mungkin elips, parabola, atau hiperbola, dan penemuannya tidak dapat
diprediksi (Siregar, 2017).
Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam
dalam arti yang sebenar – benarnya. Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar
mengelilingi matahari dan menerima energinya dari matahari. Sebenarnya komet merupakan
kumpulan bungkahan batu yang diselubungi kabut gas. Diameter komet termasuk selubung gas
nya kurang lebih 100.000 km, sedangkan diameter inti berupa bungkahan batu berkisar antara
10 – 20 km. cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedangkan lainnya
berupa sinar ultraviolet akan terjadi ekasitasi pada gas yang menyelubungi komet. Dibandingkan
dengan planet, komet mempunyai lintasan yang lebih lonjong dan tidak selalu terletak pada
bidang ekliptika. Komet sebenarnya beredar secara periodik (Jasin, 2014).
Garis edar komet tidak seperti orbit planet atau satelit. Kebanyakan komet mempunyai
orbit berbentuk parabola atau hiperbola, sehingga komet hanya tampak sekali kemudian
menghilang karena menempuh lintasan yang jauh diruang angkasa. Komet terdiri atas kepala dan
ekor. Ekor komet sebenarnya bagian dari kepala komet yang terlempar keluar dari tempatnya
karena gaya dorong matahari yaitu radiasi matahari dan angin matahari. Energi matahari ini
menyebabkan ekor komet selalu menjauhi matahari (Tjasyono, 2013).
5) ASTEROID
Gambar 17. Asteroid
Sumber : Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB XIV Sistem Tata Surya.
Asteroid dinamakan juga planet minor atau planetoid. Asteroid mengisi ruang yang
berada diantara planet dan planet yupiter (Saputra, 2018). Asteroid pertama ditemukan pada
hari pertama abad ke-19 (1 Januari 1801) oleh Piazzi dan diberi nama Ceres, kemudian berturut
– turut ditemukan asteroid-asteroid yang lain seperti Palls pada tahun 1802, Juno pada tahun
1804, dan Vesta pada tahun 1807. Ribuan asteroid telah direkam dan ribuan orbit asteroid telah
ditentukan. Kebanyakan orbit asteroid terletak antara arbit mars dan Jupiter. Sekitar 90% nya
mempunyai jarak ke matahari antara 2,3 dan 3,3 satuan astronomi dan secara rata – rata jarak
asteroid ke matahari adalah 2,8 satuan astronomi yang sesuai dengan hukum Bode (Tjasyono,
2013).
6) BULAN DAN SATELIT
Satelit bumi disebut dengan bulan. Tahun 1898 George Howard Darwin mengajukan teori
tentang asal muasal bulan. Menurutnya bumi dan bulan adalah suatu benda langit yang berasal
dari anasir yang sama. Darwin mengatakan bahwa bulan lepas dari bumi akibat gaya sentrifugal.
8
Darwin menggunakan mekanika newton untuk menunjukkan bahwa orbit bulan
sesungguhnya pada masa yang lalu lebih dekat dari sekarang dan berangsur menjauhi bumi. Fakta
ini didukung oleh percobaan yang dilakukan Amerika Serikat dan Sovyet. Penembakan dengan
laser pada target yang telah ditempatkan di bulan oleh Awak Apollo memang menunjukkan jarak
antara bumi dan bulan semakin membesar. Perhitungan mundur Darwin tidak dapat
membuktikan bahwa dulu bulan pernah mempunyai jejari orbit yang sama dengan jejari orbit
bumi. Pembentukan bulan lebih dimungkinkan oleh tumbukan dan bukan oleh gaya sentrifugal,
dengan dengan teori yang diperkuat oleh Reginald Alworth Day dari Harvard University pada
tahun 1946 (Siregar, 2017).
Gambar 18. Pengukuran jarak bumi-bulan dengan menembakkan laser ke reflector yang telah ditempatkan oleh misi Apollo,
dengan mengetahui interval waktu ketika laser ditembakkan dan diterima kembali, jarak Bumi-Bulan dapat diketahui.
Sumber : Siregar, 2017.
Diantara satelit – satelit planet, maka bulan banyak mempengaruhi gejala alam di bumi,
misalnya pasang surut. Jarak rata – rata bulan – bumi adalah 384 x 103 km. diameter bulan 0,27
kali diameter bumi, massa jenisnya 3,33 g/cm3, dan gravitasinya 0,17 kali gravitasi bumi. Orbit
bulan berupa elip dengan eksentrisitas 0,055. Jarak terdekat bulan – bumi disebut perigee dan
jarak terjauhnya disebut apogee. Permukaan bulan tampak tonjolan – tonjolan yang terdiri dari
dataran tinggi dengan gunung – gunung dan dataran rendah. Karena bulan tidak memiliki
atmosfer, maka meteor mudah jatuh dan menghancurkan permukaan bulan. Karena itu pada
dataran tinggi prnuh dengan kepundan akibat tumbukan meteor yang jatuh ke bulan (Tjasyono,
2013).
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet, dan bersama – sama
beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit.
Disamping itu, satelitjuga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri.
Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya,
yaitu dari barat ke timur, kecuali satelit dari planet neptunus. Planet yang telah diketahui tidak
mempunyai satelit adalah planet merkurius, venus dan pluto (Jasin, 2014).
9
LATIHAN 1
• Dengarkan penjelasan dari guru.
• Buatlah model orbit planet secara individu.
LATIHAN 2
• Berkumpullah dengan masing – masing kelompok.
• Diskusikan karakteristik komponen tata surya.
• Carilah informasi planet – planet penyusun tata surya.
• Deskripsikan gerak planet dengan pada orbit tata surya.
LATIHAN 3
• Buatlah model perbandingan jarak komponen tata
surya bersama kelompok masing masing, sesuai arahan
dari guru.
•
10
LATIHAN 4
Ayo lakukan bersama teman kelompokmu!
Alat : Bahan :
Penggaris Sterofom (ukuran menyesuaikan)
Jangka Kertas origami
Gunting Benang
Spidol
Lem
Langkah Kerja :
1. Tempelkan kertas origami warna hitam pada sterofom secara menyeluruh.
2. Buatlah lingkaran – lingkaran (2 lembar ukuran yang sama) menyerupai
planet penyusun tata surya menggunakan kertas origami warna warni.
3. Letakkan benang diantara lingkaran masing – masing planet dan lem sisi
dalam lingkaran.
4. Rekatkan diantara 2 lembar lingkaran tersebut.
5. Susun rancangan planet membentuk orbit tata surya.
6. Lem setiap komponen tata surya, dan rekatkan.
* * * Selamat mencoba dengan kreatif * * *
11
Latihan Soal !
Jawablah satu jawaban yang paling benar pada setiap pertanyaan di bawah ini!
1. Planet-planet dalam tata surya berputar mengelilingi ….
a. Bumi
b. Matahari
c. Satelit
d. Asteroid
2. Sebelum tahun 2006, jumlah plant di dalam tata surya adalah sebanyak 9. Namun
pada sidang IAU ke-26 pada bulan Agustus tahun 2006, terdapat satu planet yang
yang dikeluarkan dari daftar sembilan planet dalam tata surya. Planet tersebut adalah
planet....
a. Venus
b. Mars
c. Merkurius
d. Pluto
3. Amatilah gambar di bawah ini!
Berdasarkan gambar di atas terkait hipotesis pembentukan tata surya yang
menyatakan bahwa Tata Surya dahulu berupa dua bintang yang ukurannya hampir
sama dan berdekatan yang kemudian salah satunya meledak meninggalkan serpihan-
serpihan kecil. Serpihan tersebut terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak
meledak dan mulai mengelilinginya. Teori tersebut dinamakan teori ….
a. Bintang kembar
b. Awan debu
c. Pasang surut
d. Nebula
12
4. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Bidang edarnya terletak antara planet Jupiter dan Venus
2) Memiliki 2 satelit alami
3) Memiliki 1 satelit alami
4) Bidang edarnya terletak antara planet Venus dan Mars
Berdasarkan pernyataan di atas, karakteristik planet Bumi ditunjukkan pada…
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (4)
c. (2) dan (3)
d. (3) dan (4)
5. Perhatikan gambar berikut!
1. Bumi 2. Uranus
3.Saturnu 4. Merkurius
s
Berdasarkan gambar di atas, yang merupakan contoh planet dalam yaitu pada
nomor....
a. (1) dan (4)
b. (1) dan (3)
c. (1) dan (2)
d. (2) dan (3)
6. Lapisan pada permukaan matahari yang dapat memancarkan cahaya (energi panas)
sangat kuat dan sebagian cahayanya sampai ke bumi disebut….
a. Kromosfer
b. Fotosfer
c. Inti
d. Korona
7. Perhatikan gambar di bawah ini!
13
Pada Oktober 2018, di Indonesia, tepatnya di Kepulauan Riau pernah terjadi
fenomena matahari yang unik seperti terlihat pada gambar di atas. Fenomena ini
ditandai dengan adanya jumlah matahari yang seolah-olah lebih dari satu. Fenomena
tersebut dinamakan sebagai ….
a. Angin matahari
b. Matahari kembar
c. Badai matahari
d. Matahari asli
8. Yang termasuk contoh akibat terjadinya revolusi bumi terhadap matahari adalah....
a. Terjadinya siang dan malam
b. Perbedaan waktu di bumi
c. Perbedaan lamanya waktu siang dan malam
d. Gerak semu harian matahari
9. Ketika air laut naik di permukaan dibandingkan biasanya, hal inilah yang dinamakan
dengan pasang. Sedangkan ketika air laut turun dari permukaan dibanding biasanya
inilah yang dinamakan dengan surut. Budidaya garam Madura dimulai dengan
mengikuti waktu ketika air laut sedang pasang. Adanya pasang surut air laut ini
merupakan akibat dari …
a. Gaya gravitasi dan efek sentrifugal pada bidang rotasi bumi
b. Gaya gravitasi dan efek sentrifugal pada bidang revolusi bumi
c. Gaya gravitasi dan efek sentrifugal pada bidang revolusi bulan
d. Gaya gravitasi dan efek sentrifugal pada bidang rotasi planet
10. Pada saaat bulan mulai tampak dari bumi, kita dapat melihat sisi bulan yang terkena
cahaya matahari yang tampak seperti sabit. Hal tersebut merupakan fase bulan....
a. Purnama
b. Sabit
c. Separuh
d. Baru
11. Gerhana matahari terjadi jika....
a. Posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus
b. Posisi bumi, matahari, dan bulan berada pada satu garis lurus
c. Posisi bulan, matahari, dan bumi berada pada satu garis lurus
d. Posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus
12. Benda langit yang berada paling dekat dengan bumi, dengan jarak ke bumi adalah
384.402 km, dan memiliki massa 7,4 × 1025 gram. Benda langit tersebut termasuk
satelit alami bumi. Benda langit tersebut adalah…
14
a. Miranda
b. Bulan
c. Titan
d. Nebula
13. Lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi, sebagian besar berupa silikat/besi
dan magnesium, dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam bumi. Lapisan
tersebut adalah…
a. Inti bumi
b. Kerak bumi
c. Mantel bumi
d. Atmosfer
14. Sistem kehidupan di bumi yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem
yang ada di planet bumi, dan mencakup semua mahluk hidup yang berinteraksi
dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh disebut ….
a. Astmosfer
b. Litosfer
c. Hidrosfer
d. Biosfer
15. Arus pada permukaan laut disebabkan adanya pergerakan angin. Arus laut
membelok searah jarum jam pada laut yang berada di belahan bumi utara,
sedangkan pada belahan bumi selatan, arus laut membelok berlawanan arah jarum
jam. Pembelokan arus laut merupakan peristiwa yang disebabkan oleh ….
a. Revolusi bumi
b. Rotasi bumi
c. Revolusi bulan
d. Rotasi planet
15
DAFTAR PUSTAKA
Aly, A., & Rahma, E. 2016. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta;PT Bumi Aksara.
Harmoni, A. (2013). Pengantar Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Jasin, M. 2014., Ilmu Alamiah Dasar; Jakarta.Rajawali. Jakarta; Penerbit Gunadarma.
Kartunen, H., Kroger, P., Oja, H., Poutanen, M., Donner, K.J. 2006. Fundamental
Astronomy 5th edition. 2007. Berlin: Springer-Verlag
Laili, I., Genefri, & Usmeldi. (2019). Evektivitas Pengembangan E modul Project
Based Learning pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik. Jurnal Ilmiah
Pendidikan dan Pembelajaran. 3 (3). 306 – 315.
Nurcresia, B., dkk. (2019). Kriteria Planet Layak Huni Sebagai Analisis Keberadaan
Doppelgender Bumi. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika. 5 (1). 73
– 87.
Riswanto, & Suseno, N. (2015). Dasar – Dasar Astronomi dan Fisika Kebumian.
Malang; Lembaga Penelitian UM Metro Press.
Tjasyono, B. 2013. Ilmu Kebumian dan Antariksa. Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
Saputra, O. (2018). Revolusi dalam Perkembangan Astronomi : Hilangnya Pluto
dalam Keanggotaan Planet pada Sistem Tata Surya. Jurnal Filsafat Indonesia.. 1
(1). 71 – 74.
Siregar, S. 2017. Fisika Tata Surya. Bandung; Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam ITB.
vii