The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nabilarmdhni06, 2022-02-16 08:12:05

TEKNIK EDITING DAN FINALISASI

TEKNIK EDITING DAN FINALISASI

TEKNIK EDITING DAN FINALISASI

DI SUSUN OLEH :
Adela Rahmadhani (01)
Gita Kusumacahyani (11)
Ismah Amnul Rezi (14)
Nabila Ramadhani Suganda (19)
Rima Rahmawati (23)
Saskia Nazira Putri Payapo (25)
Amelia Chairunisa (36)

PENGERTIAN EDITING

Editing adalah proses menyambungkan gambar dari beberapa shoot tunggal hingga menjadi satu
kesatuan cerita yang utuh. Seperti menulis cerita, sebuah shoot bisa dikatakan sebuah kata, kalimat
dan scene akan utuh bila terdapat semua unsur-unsur tersebut, sama juga dengan film.
Editing adalah proses pemilihan, pemotongan, dan penggabungan gambar-gambar sehingga
menghasilkan sebuah film/program/tayangan. Orang yang melakukan editing disebut
sebagai editor.

ELEMEN DALAM EDITING
Editing dibangun oleh beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada bagaimana
elemen tersebut digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau tidak saat
ditonton. Pada prinsipnya editing bukan hanya memotong dan menyambung shot, namun yang
perlu diperhatikan bahwa setiap shot memiliki aspek ruang dan waktu. Maka perhitungkan
bagaimana susunan shot tersebut efisien dan tidak bertentangan dengan logika penonton.

DUA TEKNIK EDITING

(Linear Editing) (Non-Linear Editing)

Linear Editing adalah teknik editing dengan menyusun gambar satu per satu secara berurutan dari
awal hingga akhir, sedandainya terjadi kesalahan dalam menyusun gambar, proses editing harus
diulang kembali. Teknik ini menggunakan peralatan A/B roll.

Non-Linear Editing adalah teknik editing dengan menyusun gambar secara acak (tidak
berurutan), teknik editing seperti ini tidak mengharuskan proses editing berjalan dari gambar
paling awal hingga paling akhir. Editor bisa memulainya dari tengah, akhir, atau dari mana saja.
Teknik ini menggunakan peralatan teknologi komputer.

DUA SYSTEM LINEAR EDITING
A. Off Line Editing
Pengerjaan editing secara sekunder atau editing yang dilakukan untuk memperoleh hasil
yang masih kasar (Rough cut). Menyusun gambar yang dipakai dan membuang yang salah.
Cara ini biasanya dilakukan dengan menggunakan workpoint atau hasil duplikat dari bahan
– bahan siaran yang asli dan khusus digunakan untuk editing.
B. On Line Editing
Kegiatan pasca produksi yang melalui tahapan editing (pemotongan + penyambungan)
kemudian dilanjutkan tahap mixing / langsung melalui proses pasca produksi. Sistem ini
dilakukan dengan cara langsung mencari edit point pada pita original / Assamble, oleh
karena itu pemakaian editing dan mixing akan lama prosesnya dan bertumpu pada seluruh
peralatan profesional broadcast.

TUJUAN EDITING
Pengeditan pertama dalam menetapkan tujuan kita melakukan editing secara umum, dan tujuan
dari editing adalah sebagai berikut :

 Memindahkan beberapa klip video yang tidak dikehendaki menjadi tugas yang paling
umum dan yang paling sederhana dalam melakukan editing. Banyak potongan video yang
dapat dibuat secara dramatis dengan membuang bagian video atau gambar.

 Membuat alur cerita, kebanykan video yang diminta untuk melakukan suatu cerita atau
menyediakan informasi. Editing adalah suatu langkah yang cukup rumit dalam
meyakinkan video berjalan agar mendapatkan tujuan.

 Memberikan feel, grafik dan music.
 Mengubah gaya dan suasana hati serta langkah dari gambar. Seorang editor yang baik

mampu menciptakan suasana cerita yang sulit dipisahkan dalam mengedit sebuah video.
Teknik-teknik suasana hati efek visual dan music dapat mempengaruhi penonton untuk
bereaksi.
 Memberikan sudut pandang yang menarik bagi hasil rekaman video dan dapat
menggambarkan suatu pesan atau servis suatu agenda.

APA ITU VIDEO EDITING ?

Video Editing adalah proses pengeditan terhadap klik-klip video hasil dari proses shooting. dimana
pada proses ini seorang editor harus memilih dan menyunting gambar dalam bentuk video tersebut
dengan cara memilah klip-klip video, atau disebut dengan cut to cut lalu menggabungkan
potongan-potongan video tersebut, menjadi sebuah video yang utuh untuk kemudian menjadi
sebuah video yang enak untuk di tonton.

ISTILAH DALAM VIDEO EDITING
Ada beberapa istilah dalam video editing, seperti cameraworks, camera angle, jenis shoot,
motivasi, informasi, sound, komposisi serta continuity.
Semua istilah tersebut merupakan Grammar of the edit yang harus di pegang oleh seorang editor.

1. Motivasi
Seperti yang sering kita lihat pada sebuah film, ada gambar-gambar seperti gunung, laut,
awan, suasana kata dan sebagainya sering kali menjadi gambar pengantar sebelum gambar
utama di tampilkam. Tujuan dari gambar-gambar tersebut sebagai pengiring untuk
memberikan penjelasan dari gambar selanjutnya.
Tidak hanya gambar, motivasi juga dapat dimunculkan dalam bentuk audio, misalnya suara
telepon air, langkah kaki, ketukan pintu dan lain sebagainya. Jadi motivasi juga terdiri dari
beberapa perpaduan antara gambar dan audio.

2. Informasi
Informasi adalah salah satu hal penting dalam melakukan video editing, artinya seorang
editor dalam melakukan proses edit harus bisa merangkai gambar-gambar dari video
tersebut menjadi sebuah informasi yang nantinya dapat dimengerti oleh setiap orang yang
menonton. Dengan begitu seperti itu maksud informasi dari video tersebut bisa
tersampaikan.

3. Komposisi
Selanjutnya adalah komposisi, seorang editor juga harus tahu benar salah satu aspek
penting yakni pemahaman tentang komposis sebuah gambar atau video yang baik dan
bagus. Bagus disini artinya dapat memenuhi standar yang sudah disepakati atau sesuatu
dengan cameraworks
.

4. Continuity
Continuity merupakan pengambilan gambar suatu adegan yang berkesinambungan antar
video satu dengan video sebelumnya, dan juga unsur pendukung lainnya seperti
situasi,kostum,ekspresi dengan tujuan agar menghindari adanya jumping pada adegan
tersebut dimana terdapat sebuah perbedaan, baik pada gambar maupun audio.

5. Tittling
Rangkaian huruf yang dibutuhkan untuk menambahkan sebuah informasi gambar seperti :
judul utama, nama pemeran dan crew atau team kreatif.

6. Sound atau Audio
Sound dalam proses editing dibagi-bagi menurut fungsinya, sebagai berikut :

 Original Sound
Semua audio berupa suara asli dari objek yang kita shoot bersamaan pada saat
pengambilan gambar sedang berlangsung, atau ketika sedang shooting.

 Sound Effect
Sound effect adalah suara tertentu yang dibuat dan ditambahkan pada saat proses editing,
bisa dari original sound ataupun atmosfer, agar mendukung sebuah adegan sehingga dapat
memberikan suasana-suasana tertentu.

7. Atmosfer
Suara background yang ada disekitar objek.

8. Music Ilustration
Semua jenis bunyi - bunyian baik itu dalam bentuk nada, secara akustik maupun elektrik
yang dihasilkan untuk memberikan ilustrasi dan kesan untuk membangkitkan emosi atau
mood penonton yang seakan-akan turut terlibat di dalamnya.
Berbagai jenis bunyi-bunyian baik itu dalam bentuk sebuah nada, akustik maupun elektrik
yang dihasilkan guna memberikan ilustrasi dan kesan untuk membangkitkan mood dan
emosi para penonton seakan-akan ikut terlibat di dalamnya.

PEDOMAN EDITOR

1. Memahami konsep cerita/naskah.
2. Melihat terlebih dahulu (preview) seluruh gambar dan mencatat shot yang penting dan

menarik
3. Selalu gunakan gambar terbaik sebagai gambar pembuka.
4. Mengatur komposisi dan durasi shot baik shot statis dan shot bergerak (pan,zoom,dll)
5. Hindari perpindahan gambar dan suara secara mendadak, tambahkan efek jika diperlukan.

Setiap efek yang digunakan selain memberi makna tertentu juga akan memberi kesan
tersendiri.
6. Memberikan jeda gambar dan suara sejenak dengan atmosfer, untuk memberi kesempatan
penonton untuk menikmati.
7. Untuk program yang memakai narasi dan wawancara jangan meletakkan terlalu rapat biarkan
ada jeda, ini membantu penonton untuk memahami bahwa ada pergantian pembicara.
8. Jika program memakai narasi, ingatkan narator untuk membaca narasi tidak terlalu cepat
maupun lamban.

TAHAP – TAHAP EDITING

1) Preview Screening

Pada tahap ini editor telah menerima keseluruhan bahan mentah / materi shooting berupa kaset
yang kemudian ditonton bersama dengan rekan satu tim. Dan hal ini juga dimaksudkan agar
seorang editor mengenali semua bahan baku yang didapat dari hasil kerja satu tim di dalam proses
produksi.

2) Capture

Di tahap ini editor melakukan pemindahan gambar atau transfer video hasil rekaman yang masih
berbentuk pita kaset ke dalam komputer sehingga menjadi bentuk digital dengan format video AVI
720x576 pixels, untuk masuk ke dalam tahap proses penyuntingan gambar atau editing.

3) Logging

Dalam tahap ini seorang editor melihat catatan atau menyesuaikan shot-shot berdasarkan laporan
time code agar nantinya juga dapat memudahkan seorang editor untuk memilah dan memilih shot-
shot yang menurut laporan time code baik dan sesuai dengan kebutuhan skenario. Walaupun tidak
menutup kemungkinan shot-shot yang menurut laporan time code kurang baik juga akan
digunakan nantinya.

4) Assembling

Pada tahap ini, editor mulai menyusun dan menyambung setiap shot berdasarkan urutan scene
pada skenario. Tapi penyambungan yang dilakukan masih sangat kasar dan masih menggunakan
durasi yang sebenarnya (menurut laporan time code). ATAU MASIH KASAR DAN BELUM
ADA TRANSISI

5) Rough Cut

Editor memotong & membuang adegan-adegan yang tidak dipakai dan merangkumnya menjadi
satu alur cerita. Lalu memilih shot-shot yang dianggap sudah mewakili skenario. Editor melakukan
penyusunan pertama berdasarkan inti cerita yang ingin dicapai. Dalam tahap ini editor banyak
melakukan diskusi terutama dengan sutradara.

6) Fine Cut & Triming

Pada tahap ini editor mulai melakukan pemotongan dan penghalusan gambar yang sudah tersusun
baik. Editor kemudian merapikan setiap potongan antar shot yang masih kurang baik atau
mengganggu. Dalam tahap ini editor juga memberikan efek-efek atau transisi sebagai
penyambungan/ perpindahan shot dan scene. Tujuan dari tahap ini adalah agar alur cerita tersusun
baik dengan insert shot yang tepat.

KESIMPULAN
Editing yaitu kegiatan memotong-motong gambar yang panjang, menyambung potongan-
potongan gambar yang bercerita (memiliki sekuen) dalam durasi yang ditentukan, dan siap
ditayangkan pada waktunya. (J.B Wahyudi: 2004)

Editing dibangun oleh beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada bagaimana
elemen tersebut digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau tidak saat
ditonton. Pada prinsipnya editing bukan hanya memotong dan menyambung shot, namun yang
perlu diperhatikan bahwa setiap shot memiliki aspek ruang dan waktu. Maka perhitungkan
bagaimana susunan shot tersebut efisien dan tidak bertentangan dengan logika penonton.
Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil
yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan pengeditan, pertama adalah
menetapkan tujuan kita melakukan editing.


Click to View FlipBook Version