KURIKULUM SMKN 1 RIMBA MELINTANG JALAN LINTAS BAGANSIAPIAPI, TELUK PULAU HILIR KECAMATAN RIMBA MELINTANG KABUPATEN ROKAN HILIR DINAS PENDIDIKAN PROVINSI RIAU TAHUN 2023
HALAMAN PENGESAHAN Dokumen Kurikulum Operasional SMKN 1 RIMBA MELINTANG untuk Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Desain Komunikasi Visual dan Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran dan telah mendapat kan pertimbangan dari Komite Sekolah dan pengesahan dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dinyatakan berlaku mulai Tahun Pelajaran 2023/2024 Ditetapkan di : ROKAN HILIR Pada Tanggal : Juli 2023 Menyetujui: Ketua Komite Sekolah Kepala SMKN 1 Rimba Melintang SAMSUL UMAR MUHAMAD HIDAYAT, S.T., M.Pd. NIP. 19831113 201001 2 004 Mengetahui : a.n. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kepala Bidang Pembinaan SMK Dr. Eng. YUSRI, S.Pd., S.T., M.T. NIP. 19661231 199102 1 007
KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum Operasional SMKN 1 RIMBA MELINTANG untuk Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Desain Komunikasi Visual dan Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran Tahun Pelajaran 2023/2024. Penyusunan dokumen Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini dilakukan atas kerja sama antara Komite Sekolah SMKN 1 Rimba Melintang dengan seluruh guru-guru dibawah bimbingan Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan mengacu pada Panduan Penyusunan KOS. Penyusunan Kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak sekolah bersama komite sekolah dan guru-guru yang merupakan aktualisasi pengembangan kemampuan profesional guru dalam pengembangan dan kurikulum paradigma baru. Untuk itu kurikulum ini perlu disempurnakan sesuai dengan perkembangan tuntutan dunia kerja sebagai orientasi pendidikan sekolah menengah kejuruan. Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh seluruh guru mata pelajaran yang mengajar pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Desain Komunikasi Visual dan Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran dalam melaksanakan penyelenggaraan pembelajaran, serta stakeholder lainnya dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan. Kepada semua pihak yang telah membantu selesainya kurikulum ini kami sampaikan apresiasi dan terima kasih. Rokan Hilir, Juli 2023 Kepala SMKN 1 Rimba Melintang MUHAMAD HIDAYAT, S.T., M.Pd. NIP. 19661231 199102 1 007
IDENTITAS SEKOLAH 1. Kode Registrasi NSS: 582091004004 NPSN : 10405373 2. Nama Resmi Sekolah SMKN 1 RIMBA MELINTANG 3. SK Pendirian a. Nomor SK 421/TU/2005/239 b. Tanggal SK 2 Februari 2005. 4. Kompetensi Keahlian 1. Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura 2. Agribisnis Tanaman Perkebunan 3. Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan 4. Desain Komunikasi Visual 5. Bisnis Daring dan Pemasaran a. Status Akreditasi B (Baik) b. Nomor SK Kpts.1246/2002 Kpts.1245/2002 c. Tanggal SK 2 Juni 2002 5. Alamat Lengkap Sekolah a. Jalan Lintas Bagansiapiapi – Ujungtanjung RT. 010 RW. 005 b. Desa Teluk Pulau Hilir c. Kecamatan Rimba Melintang d. Kabupaten Rokan Hilir e. Propinsi Riau f. Nomor Telepon 085265119011 g. Email [email protected] h. Website smksaturimel.sch.id 6. Identitas Kepala Sekolah a. Nama Lengkap Muhamad Hidayat, S.T., M.Pd. b. Tempat & Tanggal Lahir Alai Muara Enim / 15 November 1975 c. Alamat Lengkap Kec. Dumai Timur, Kota Dumai d. Telepon Rumah / HP 085265119011 e. SK Pengangkatan Terakhir : ●Nomor SK 800/Disdik/1.3/2022/260 ●Tanggal 11 Januari 2022 ●Pejabat Yang Mengangkat Dr. H. Kamsol 7. Komite Sekolah a. Jumlah Anggota 3 b. Ketua Samsul Umar c. Nomor SK Pengangkatan 270/421.5/SMKN1RM/IX/2018 d. Tanggal SK Pengangkatan 29 September 2018
DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Dasar Hukum C. Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Bab II Karakteristik A. Karakteristik Satuan Pendidikan B. Karakteristik Program Keahlian Bab III Visi, Misi dan Tujuan A. Visi B. Misi C. Tujuan Program Keahlian BAB IV Pengorganisasian Pembelajaran A. Intrakurikuler B. Struktur Kurikulum Program Keahlian C. Capaian Pembelajaran D. Projek Penguatan Pelajar Pancasila dan Budaya kerja (P5BK) E. Ekstra Kurikuler F. Praktik Kerja Lapangan Bab V Rencana Pembelajaran A. Peraturan Akademik B. Kalender Pendidikan C. Pengelolaan Pembelajaran Bab V Pendampingan, Evaluasi Dan Pengembangan Profesional A. Pendampingan B. Evaluasi C. PengembanganProfesional LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pemahaman terhadap pendidikan yang memerdekakan penting untuk saat ini. Pendidikan yang memerdekakan merupakan sebuah wacana yang dapat membuka kesadaran kita untuk melihat keadaan pendidikan yang ada di negeri ini. Untuk mempelajari pendidikan yang memerdekakan seseorang perlu belajar dari sejarah. Dalam kajian sejarah, kesadaran akan jatidiri sebagai bangsa Indonesia yang merdeka tidak terlepas dari peran pendidikan. Pendidikan seringkali dimaknai hanya sebagai proses pengembangan intelektual yang parsial saja, hanya terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Seringkali pendidikan dianggap selesai ketika anak didik sudah memahami materi pelajaran. Persoalan kemanusiaan seakan-akan dilepaskan dari kontekspembelajaran. Padahal dalam sejarahnya, pendidikan selalu diupayakan dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan, bukan terlepas darinya.1 Dalam sejarah menuju kemerdekaan yang diperjuangkan oleh bangsa Indonesia, wacana pendidikan memiliki peranan yang penting. Cita-cita perjuangan bangsa Indonesia dalam bidang pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia Indonesia berpendidikan. Melalui strategi/gerakan pendidikan pada masa Kebangkitan Nasional, bangsa Indonesia berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang nantinya akan membentuk kesadaran untuk menjadi manusia yang merdeka. Untuk memahami usaha mencapai kemerdekaan dengan strategi mencerdaskan kehidupan bangsa, kita perlu mencari makna pendidikan. Yang dimaksud pendidikan di sini adalah pendidikan yang bertujuan untuk memerdekakan. Istilah pendidikan yang memerdekakan merupakan sebuah istilah yang dipopulerkan oleh Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara merupakan seorang tokoh pendidikan di Indonesia dan ia merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Taman Siswa. Usahanya dalam mendirikan Taman Siswa merupakan suatu bentuk kepeduliannya dalam membangun, meningkatkan dan meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia. Usaha ini dilakukan pada kongres pendidikan di jaman Hindia Belanda pada tahun 1935. Hal ini merupakan bentuk program perjuangan bangsa Indonesia 1922 dalam bidang pendidikan. Ki Hajar Dewantara berkontribusi bagi masyarakat Indonesia untukmengusahakan pendidikan yang berkualitas di negeri ini. Model pendidikan yang dibentuk oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Pendidikan yang Memerdekakan. Untuk memahami Pendidikan yang Memerdekakan kita perlu melihat kembali sejarah pendidikan masa silam. Hal yang perlu kita lihat dari sejarah pendidikan pada masa silam adalah usaha memperjuangkan pendidikan. Dalam usaha memperjuangkan pendidikan, bangsa Indonesia mengalami berbagai macam tantangan: ada kegagalan, dan keberhasilan yang mewarnai perjuangan itu. Akan tetapi, perjuangan bangsa Indonesia di bidang pendidikan tidak pernah berhenti.
Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa esensi pendidikan adalah daya-upaya untuk memerdekakan aspek lahiriah dan batiniah manusia‖. Bila demikian adanya, pendidikan yang idealnya untuk ―memerdekakan manusia‖ seperti dipaparkan di atas memang terasa sulit didaratkan dalam kenyataan. Sebagai manusia Indonesia, sesungguhnya kita dapat belajar kembali sejarah pendidikan yang memerdekakan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara. Oleh karena itu, tujuan pendidikan adalah untuk membentuk para peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang berbudi pekerti luhur. Dengan demikian, mereka mampu mengendalikan dorongan ego diri yang serakah, mampu menolak segala godaan yang menjerumuskan kehidupan baik dengan diri sendiri, sesama, maupun masyarakat luas dalam realitas sosial. Itulah hidup yang berperikemanusiaan. Kedewasaan dalam karakter memapukan seseorang untuk hidup secara teratur dan tertib, termasuk tertibnya relasi dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan handal di berbagai bidang agar sebuah Negara mampu bertahan dan berperan dalam era yang penuh persaingan dan sekaligus membuka dan memanfaatkan setiap peluang. Untuk meingkatkan pertumbuhan ekonomi suatu Negara, strategi yang dianggap efektif adalah dengan melakukan industrialisasi. Industrialisasi, pada derajat tertentu akan mengimplikasikan pergeseran proses produksi dari labouring menjadi manufacturing¸dalam arti tenaga kerja manusia tergantikan oleh hard technology. Ini berarti industrialisasi membutuhkan tenaga kerja terampil yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi tersebut, melainkan juga memeliharanya. Industrialisasi juga berpotensi menciptakan pengangguran jika pergeseran proses produksi tersebut tidak dibarengi dengan perubahan orientasi pendidikan dari akedemis menjadi vokasional. Kondisi di atas menuntut dunia pendidikan dan pasar kerja dirancang secara terintegrasi dengan memperhatikan tujuan dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian perlu dirancang salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi dunia kerja. Dalam pasal 15 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, SMK bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan persyaratan dunia kerja, serta mampu mengembangkan potensi diri dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, SMK bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan persyaratan dunia kerja, serta mampu mengembangkan potensi diri dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Untuk menjawab tantangan tersebut Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruandalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Intruski Presiden tersebut
mengamanatkan perlunya dilakukan revitalisasi SMK secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dinamika perkembangan nasional maupun global. Untuk menjawab tantangan tersebut Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Intruski Presiden tersebut mengamanatkan perlunya dilakukan revitalisasi SMK secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dinamika perkembangan nasional maupun global. Dalam rangka mewujudkan amanat pembangunan pendidikan kejuruan yang telah digariskan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, salah satu strategi yang akan dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Peraturan Menteri dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024 adalah berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan SMK melalui penyelenggaraan Program SMK Pusat Keunggulan dan sesuai dengan Misi Provinsi Riau serta arah kebijakan pembangunan 5 tahun Provinsi Riau 2019-2024 yakni mewujudkan Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia. Adapun arah kebijakan pembangunan Provinsi Riau tahun 2021 adalah mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, dan berbudaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya. Arah kebijakan tersebut adalah meningkatkan ketersediaan akses pendidikan dan mendorong pengembangan pendidikan vokasi dengan tujuan meningkatkan relevansi pendidikan kejuruan dengan dunia kerja, meningkatkan pendidikan vokasi, serta meningkatnya lulusan SMK yang terserap dilapangan kerja dan perguruan tinggi. Secara umum, Program SMK Pusat Keunggulan ini diharapkan memiliki visi untuk menggerakkan sekolah lainnya agar mampu meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik, serta mampu mengembangkan pendidikan kejuruan yang semakin relevan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berubah sesuai perkembangan dunia kerja, serta menjadi pendukung kearifan/keunggulan lokal pada sektor pembangunan ekonomi tertentu atau mendukung kebijakan pemerintah dengan kekhususan lainnya sehingga dapat meningkatkan jumlah lulusan SMK yang memperoleh pekerjaan dan berwirausaha sesuai dengan esensi pendidikan yang memerdekakan yaitu memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menggeluti bidang yang diminati mengacu pada enam (6) dimensi Profil Pelajar Pancasila. 6 dimensi tersebut meliputi Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Kreatif, dan Bernalar Kritis
Untuk mendukung dan menjamin tercapainya visi Program SMKN 1 Rimba Melintang sebagai Pusat Keunggulan, perlu disusun pedoman Kurikulum O perasional Sekolah (KOS), yang digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan Program SMK Pusat Keunggulan. B. LANDASAN HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru 5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan; 8. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK; 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Kerja Lapangan bagi Peserta Didik; 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 Lampiran 1 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 Lampiran 2 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah; 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 Lampiran 3 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. 13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 Lampiran 4 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah; 14. Kepmendikbudristek No 165/M/2021 tentang Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan; 15. Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Vokasi no. 20/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi tahun 2021
C. Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Dalam penyusunan Kurikulum Operasional SMKN 1 Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau mengacu pada lima (5) prinsip pengembangan kurikulum paradigma baru 1. Berpusat pada peserta didik Pada proses pembelajaran di SMKN 1 Rimba Melintang sesuai dengan tujuan merdeka belajar semua keputusan pembelajaran dipusatkan pada kebutuhan, minat, perkembangan dan tahapan belajar peserta didik berdasarkan profil pelajar pancasila yang selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam proses pembelajaran peserta didik. 2. Kontekstual Pembelajaran yang menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik SMKN 1 Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, konteks sosial dan budaya lingkungan sekolah, serta dunia kerja dan industri (Multimedia, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bisnis Daring dan Pemasaran, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan) 3. Esensial Semua unsur informasi penting/ utama yang dibutuhkan oleh para pemegang kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh didokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidakmengulang naskah/ kutipan yang sudah ada dinaskah lain. Dokumen tidak perlu memuat kembali misalnya lampiran kepmendikbud seperti CP, struktur dan lain-lain dalam dokumen kurikulum operasional. 4. Akuntabel Kurikulum Operasional SMKN 1 Rimba Melintang di susun secara sistematis dan akuntabel sehingga dapat dipertanggungjawabkan karena berbasisdata dan aktual. 5. Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan Dalam menyusun pengambangan kurikulum di SMKN 1 Rimba Melintang melibatkan Komite Sekolah, Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah, Tim Pengembang Kurikulum dan seluruh unsur warga sekolah
BAB II KARAKTERISTIK A. Karakteristik SMKN 1 RIMBA MELINTANG SMKN 1 Rimba Melintang terletak di Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau danmerupakan SMK dengan jumlah tenaga guru 34 orang, tenaga administrasi 2 orang dan jumlah murid 465 orang dan rombongan belajar 15 kelas. Adapun potensi - potensi yang dimiliki SMKN 1 Rimba Melintang diataranya, yaitu: SDM Guru 95% berijazah Sarjana Pendidikan (S1), suasana belajar yang berbasis agama, tenang, nyaman,. Etos kerja di lingkungan sekolah tergolong cukup tinggi terbukti dengan kehadiran guru mencapai 94%. Pendanaan cukup memadai karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pendanaan komite dan wali murid. Kelebihan SMKN 1 Rimba Melintang antara lain : lokasinya sangat trategis terletak di pinggir jalan lintas Ujungtanjung – Bagansiapiapi yang sudah pasti dapat dilalui oleh kendaraan darat dan banyak orang. Jarak tempuh siswa tidak terlalu jauh dan bisa berjalan kaki dan kendaraan roda dua dan roda empat. Sekolah pendukung diantaranya 5 SMP Negeri, 1 SMP Swasta, 3 MTs Swasta. Adapun lingkungan pendukung yang lain terdiri dari pusat perkebunan, peternakan, perikanan, persawahan, pariwisata, industri perkebunan, perikanan dan perdagangan. Adapun kondisi sosial budayanya terdiri dari beberapa suku bangsa diantaranya suku Melayu, Jawa, Minang, Batak, Sunda. SMKN 1 Rimba Melintang juga mempunyai LAB komputer sendiri sesuai kapasitas yang memadai dan dapat menghasilkan tenaga kerja yang siap guna secara mandiri sesuai dengan kemampuannya. SMKN 1 Rimba Melintang memiliki 5 kompetensi keahlian yaitu Kompetensi Keahlian Multimedia, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bisnis Daring dan Pemasaran, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan: Akreditasi sekolah B (Baik). Berdasarkan analisis di atas, Kurikulum Operasional SMKN 1 Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau ini memuat seluruh gambaran lingkungan sekolah sesuai dengan rencana proses belajar yang diselenggarakan dan dirancang sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional ini dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik, guru dan dunia kerja. Kurikulum ini juga menganut: 1. Pembelajaran yang dilakukan guru dalam bentuk proses belajar mengajar yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran teori di kelas, pembelajaran keterampilan di ruangan praktik, dan seluruhnya berbasis teaching factory agar peserta didik memperoleh pengalaman dalam menerapkan budaya kerja; dan
2. Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) yaitu pengalaman belajar langsung di dunia kerja untuk membangun kebiasan kerja. Demikian juga dengan pembelajaran langsung di masyarakat sesuai dengan latar belakang, karakteristik, kompetensi keahlian dan kemampuan awal peserta didik. Dari beberapa data diatas, Bidang Kurikulum menyusun analisis diri baik internal maupun eksternal agar Kurikulum Sekolah ini semakin terasa kebermanfaatannya ketika dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah. Kekuatan dan Peluang yang dimiliki antara lain: 1. Kompetensi dasar seluruh mata pelajaran kejuruan telah mengadopsi kebutuhan kompetensi yang ada di dunia kerja sesuai dengan penyelarasan kurikulum. Naskah kerjasama atau MOU yang meliputi pelaksanaan PKL, guru tamu, rekrutmen tenaga kerja sudah terwujud dengan hampir seluruh institusi pasangan/dunia kerja yang dimiliki (dunia kerja). 2.Pelaksanaan job matching sekaligus rekrutmen yang dilakukan secara berkala. 3.Program penulusuran tamatan yang dilaksanakan oleh BKK cukup optimal, Dukungan penuh dari sekolah dan pemerintah kepada peserta didik dan alumni yang ingin berwirausaha dengan cara memberikan pelatihan berwirausaha dan dukungan modal. Namun demikian ada Kelemahan dan Ancaman yang dimiliki, antara lain : 1. Adanya kebijakan dunia kerja yang membatasi tenaga kerja berdasar strata pendidikan dan jender, 2. Alumni yang memiliki minat rendah untuk bekerja di luar daerahnya karena tidak memperoleh dukungan dari orang tua, 3. Adanya lulusan yang memiliki karakter yang belum sesuai tuntutan duniausaha/industri, 4. Ketidakpercayaan beberapa dunia kerja tentang kemampuan adaptasi lulusanSMK untuk langsung terjun di dunia kerja. Seluruh penyusunan kurikulumnya dirumuskan bersama dengan dunia kerja secara kolaboratif, bermakna, mendalam, dan memperhatikan perkembangan teknologi terkini, karena nantinya akan menjadi rujukan semua guru, guru tamu dari industri, dan top manajemen dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran yang membangun performa peserta didik mencakup penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan. Pendekatan pembelajaran ini menganut pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap
(attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills) agar dapat bekerja sesuai profesinya. Agar peserta didik dapat belajar secara tuntas, dikembangkan prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1. Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata, otentik, kontekstual yang memberikan pengalaman belajar bermakna), dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis projek, pembelajaran berbasis produksi, pembelajaran berbasis penyelesaian masalah, pembelajaran berbasis kerja, dan lain-lain yang sesuai diterapkan di SMK; 2. Individualized learning yakni pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu dan dilaksanakan dengan sistem modular. 3. Team work learning adalah pembelajaran yang mengembangkan kemampuan bekerja secara tim dengan penguatan kompetensi diri bertanggung jawab dengan tugas-tugas dan memahami posisi dan fungsinya dalam tim. Pembelajaran kejuruan tidak cukup belajar menguasai kompetensi secara individu tetapi perlu belajar dalam kelompok. Dari hasil analis konteks maka penyempurnaan kurikulum operasional ini diarahkan pada peningkatan hal-hal sebagai berikut : 1. Tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifatkolaboratif; 2. Penguatan karakter peserta didik dengan menjadikan nilai-nilai pada Profil PelajarPancasila sebagai prinsip utama dasar pengembangan; 3. Penguatan sarana dan prasarana untuk meningkatan pelayanan dalam proses pembelajaran; 4. Penguatan kerjasama dengan dunia kerja melalui sharing sumberdaya; 5. Pengelolaan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama; 6. Pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat/komunitas-lingkunganalam, sumber/media lainnya); 7. Pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan darimana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet); 8. Pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains); 9. Pembelajaran memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap pesertadidik agar berkembang sesuai potensinya, dan 10. Pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidiscipline) agar peserta didik luwes dalam
menerapkan kompetensi yang dimiliki di tengah masyarakat. SMKN 1 RIMBA MELINTANG Kabupaten Rkan Hilir Provinsi Riau selalu terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak sejauh itu menguntungkan dan meningkatkan kualitas lulusan. Contohnya terjadinya penyelarasan kurikulum di Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikulutura dan Agrisbisnis Teknologi Perkebunan. B. KARAKTERISTIK PROGRAM KEAHLIAN 1. Desain Komunikasi Visual Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Jadi, DKV ini bisa disebut adalah perpaduan seni desain tradisional yang menggunakan pensil dan kertas dengan teknologi digital. DKV dapat menjadi sarana identifikasi, dengan membuat desain tentang seseorang atau sebuah produk, maka akan membuatnya menjadi lebih mudah dikenali. Terlebih bagi produk yang dijual, akan lebih mudah untuk dikenali dan menarik minat konsumen. Kemudian yang kedua adalah sebagai sarana instruksi dan informasi. Sebagai sarana instruksi dan informasi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya dalam petunjuk, arah, skala, dan posisi. Kemudian fungsi lainnya adalah sebagai sarana promosi dan presentasi. Tujuan dari DKV adalah untuk menyampaikan pesan, mendapat perhatian (atensi) secara visual sehingga mudah diingat. 2. Agribisnis Tanaman Program Keahlian Agribisnis Tanaman (AT) terdiri dua Kompetensi Keahlian yaitu Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan mempunyai tujuan membekali peserta didik dengan Ketrampilan, Pengetahuan dan Sikap agar kompeten dalam memproduksi bibit tanaman perkebunan, menyiapkan lahan untuk budidaya tanaman perkebunan, menanam tanaman perkebunan, merawat dan memelihara tanaman perkebunan, memanen dan menangani hasil panen, menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja kerja (k3) dalam usaha budidaya tanaman perkebunan., komoditas yang diusahakan adalah tanaman kelapa sawit. kopi , coklat , karet dan tanaman rosela. Sementara itu untuk Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai karakterisitik untuk dapat membekali peserta didik dengan Ketrampilan, Pengetahuan dan Sikap agar kompeten dalam memproduksi bibit tanaman pangan dan hortikultura, memproduksi bibit tanaman pangan dan hortikultura, menyiapkan lahan untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura, menanam tanaman pangan dan hortikultura, merawat dan memelihara tanaman pangan dan hortikultura f. menangani pasca panen, menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja kerja (K3) dalam usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura 3. Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan Karakteristik program keahlian ini mempelajari mengenai pengolahan hasil perikanan, terutama dengan memanfaatkan teknologi. Siswanya diajarkan dari mulai penanganan dan pengolahan hasil tangkapan ikan di atas kapal (sebagai anak buah kapal) hingga produksi hasil perikanan menggunakan berbagai alat dan metode. Materinya mencakup ilmu sains, penggunaan teknologi, manajemen, komunikasi, dan pangan. Kompetensi yang dimiliki lulusannya di
antaranya adalah melakukan pengawasan mutu serta menerapkan higiene dan sanitasi hasil perikanan, mengenal peralatan, bahan baku, menentukan komposisi dan nilai gizi produk hasil perikanan, dan lainnya. 4. Bisnis Daring dan Pemasaran Program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran adalah sebuah program keahlian yang mempelajari dasar - dasar kemampuan dan keilmuan menjadi seorang marketing baik marketing secara konvensional maupun melalui media daring (online/internet). Di Program Keahlian Pemasaran siswa akan mempelajari strategi pasar, kewirausahaan dan membaca peluang di dunia bisnis. Kurikulum dan proses pembelajaran dirancang untu mendorong peserta didik untuk aktif, kreatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi generasi yang berbasis pada Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan praktik baik sekolah maupun praktik kerja lapangan dipersiapkan dengan baik untuk membentuk mental yang kuat dan mengasah ketrampilan serta keahlian peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi, atau berwirausaha. Ruang lingkup pekerjaan bagi kelulusan Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran adalah jenis pekerjaan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang diharapkan. Dengan memanfaatkan kemampuan, pengalaman dan berbagai peluang yang ada, SMKN 1 Rimba Melintang membuat Kantin Sehat yang dikelola oleh siswa secara mandiri. Selain itu dapat melanjutkan juga ke jenjang perguruan tinggi pada semua bidang keilmuan terutama yang terkait dengan tata niaga, marketing, komunikasi bisnis, manajemen bisnis, manajemen pemasaran dan sebagainya. BAB III VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH A. VISI
Menjadikan Sekolah yang disiplin, kompeten, berjiwa wirausaha dan berakhlak mulia tahun 2030. B. MISI 1. Menumbuhkan budaya Disiplin dengan mengimplementasikan program K7 (kedisiplinan, ketertiban, keamanan, kekeluargaan, kebersihan, keindahan, kerindangan) 2. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang menunjang pencapaian kompetensi. 3. Meningkatkan kualitas pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing 4. Meningkatkan kerjasama dengan Dudika yang relevan untuk menghasilkan lulusan yang terampil. 5. Menumbuhkembangkan jiwa wirausaha secara berkesinambungan 6. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan agama untuk membentuk insan berakhlak mulia C. TUJUAN SEKOLAH Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, maka tujuan SMK N 1 Rimba Melintang tahun 2023-2026 seperti matrik tabel berikut : 1. Pada tahun 2026, telah terbentuk sikap disiplin warga sekolah 100 %. 2. Pada tahun 2026, terlengkapi 80 % sarana dan prasarana Pendidikan sesuai standar nasional pendidikan. 3. Pada tahun 2026, semua kelas sudah terintegrasi dengan ICT. 4. Pada tahun 2026, kurikulum sekolah telah selaras kebutuhan Dudika untuk semua program keahlian. 5. Pada tahun 2026, telah terjalin kerjasama dengan 30 Dudika dalam pelaksanaan Diklat, magang bagi warga sekolah. 6. Pada Tahun 2026 terselenggara program guru tamu dengan menghadirkan narasumber dari Dudika dan perguruan tinggi . 7. Pada Tahun 2024, memiliki 3 tim kesenian yang mampu tampil ditingkat kabupaten. 8. Pada tahun 2024, memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis tingkat kabupaten. 9. Pada tahun 2025, Semua perangkat guru sudah standar. 10. Pada tahun 2025, semua perangkat evaluasi sudah berstandar. 11. Pada tahun 2025, semua guru sudah menggunakan Media berbasis ICT 12. Pada tahun 2026, 50 % lulusan siswa beragama islam telah mencapai hafalan al-Qur’an Juz 30. 13. Pada tahun 2026, telah berdiri BLUD. 14. Pada tahun 2026, sekolah memiliki 10 kelompok wirausaha. 15. Pada tahun 2026, telah membudaya sikap 5S, 5R bagi warga sekolah sebasar 90%.
D. TUJUAN PROGRAM KEAHLIA 1. Desain Komunikasi Visual Tujuan kompetensi keahlian desain komunikasi visual adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam hal-hal berikut : a. Membentuk peserta didik yang Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mempunyai keterampilan, Kreatif, jujur dan beretika dalam DUDI. b. Melakukan pendidikan, wawasan dan pelatihan kepada peserta didik dalam bidang keilmuan DKV dan Multimedia, dengan cara memberikan teori, praktek dan melakukan kunjungan industri. c. Membentuk peserta didik yang memiliki jiwa enterpreneur untuk menghadapi Dunia Industri. d. Memotivasi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan cara melakukan study tour kampus, membekali peserta didik dengan soft skill dan hard skill. e. Menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kemampuan dalam bidang Desain Grafis, Fotografi dan Videografi. 2. Agribisnis Tanaman Mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Tanaman bertujuan untuk membekali Peserta Didik dengan Pengetahuan, Keterampilan, Sikap dan Wirausaha agar Kompeten sehingga mampu bersaing di masa depan baik saat bekerja mandiri, bekerja dengan pihak lain ataupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 3. Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan APHPi adalah program keahlian yang mempelajari bagaimana mengolah hasil perikanan dari pasca panen hingga menghasilkan produk perikanan berkualitas tinggi yang zero waste dan ramah lingkungan, juga mempelajari manajemen industri dan bisnis perikanan. Adapun tujuan Program Keahlian APHPi adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam : a. Melakukan Penanganan dan Pengolahan Hasil Perikanan sesuai GMP (Good Manufacturing Production ) atau yang lebih dikenal dengan CPB ( Cara Produksi yang Baik ) secara mandiri maupun wirausaha b. Melakukan penanganan dan pengolahan produk samping hasil perikanan dengan menerapkan prinsip zero waste c. Melakukan Pengujian dan pengendalian Mutu Hasil Perikanan secara profesional dalam industri Pengolahan Hasil Perikanan d. Menerapkan prinsip Kemanan Pangan pada pengolahan hasil perikanan di dunia usaha dan dunia industri e. Mendesain dan melakukan pengemasan dan penyimpanan produk olahan hasil perikanan sesuai dengan jenis produk dan target pasar f. Mengoperasikan dan memelihara alat dan mesin pengolahan hasil perikanan secara presisi g. Menerapkan teknik pemasaran produk hasil perikanan dan hasil samping perikanan sesuai dengan permintaan dan perkembangan pasar h. Melaksanakan perencanaan industri hasil perikanan dan berani membuka usaha dibidang pengolahan hasil perikanan i. Melihat dan memanfaatkan potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir sebagai sarana untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan di bidang usaha pengolahan hasil perikanan demi peningkatkan pertumbuhan perekonomian Rokan Hilir
4. Bisnis Daring dan Pemasaran Menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai serta sikap yang terintegrasi dan kecakapan kerja dalam bidang Bisnis Dalam Jaringan dan Pemasaran dengan menerapkan kewiraswastaan serta mampu mengadaptasi perkembangan masyarakat yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta dapat memenuhi tuntutan dunia kerja masa sekarang dan masa yang akan datang. Adapun tujuan khusus dari program kealian Bisnis Daring dan Pemasaran adalah: a. Membekali peserta didik di bidangan pengetahuan dan skiil dibidngan pemasaraan b. Mampu memilih karier,mampu berkompetisi dan mampu menegembangkan diri dibidang pemasaran. c. Memepersiapakan peserta didik untuk bisa membuka lapangan kerja sendiri dan berwirausaha baik ritel maupun konvensional d. Menghasilkan lulusan tenaga kerja tingkat menengah yang profesional dibidang pemasaran, mandiri dan dapat melanjutkan pendididkan yang lebih tinggi. e. Menjadi warga negara yang produktif,adaptif,selektif dan kreatif.
BAB IV PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN A. INTRAKURIKULER 1. Struktur Kurikulum Program Keahlian Desain Komunikasi Visual MATA PELAJARAN ALOKASI Kelas X Kelas XI Kelas XII A. Kelompok Umum 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 108 108 54 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 72 72 36 3. Bahasa Indonesia 144 108 54 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 108 72 - 5. Sejarah 72 72 - 6. Seni 72 - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 72 72 36 Jumlah 648 504 216 B. Kelompok Kejuruan 1. Matematika 144 108 54 2. Bahasa Inggris 144 144 72 3 Informatika 144 - - 4 Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 216 - - 5 Dasar-Dasar Kejuruan Desain Komunikasi Visual 432 - - 6 Kejuruan Desain Komunikasi Visual - 648 396 7 Projek Kreatif dan Kewirausahan - 180 90 8 Mata Pelajaran Pilihan - 144 108 9 Praktik Kerja Lapangan - - 792 Jumlah 1080 1224 1512 Jumlah A dan B 1728 1728 1728 C. Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengembangan Karakter, dan Budaya Kerja 5 - -
MATA PELAJARAN KELAS X XI XII 1 2 1 2 1 2 A. UMUM 1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: 3 3 3 3 1 1 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 1 1 3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 2 2 - - 5. Sejarah 2 2 2 2 - - 6. Seni 2 2 - - - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 2 2 2 2 1 1 Jumlah A 18 18 14 14 5 B. KEJURUAN 1. Matematika 4 4 3 3 2 2 2. Bahasa Inggris 4 4 4 4 2 2 3. Informatika 4 4 - - - 4. Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 6 6 - - - - 5. Dasar-Dasar Kejuruan Desain Komunikasi Visual 12 12 - - - - 6. Kejuruan Desain Komunikasi Visual a. Desain Publikasi - - 5 5 3 3 b. Komputer Grafis - - 5 5 3 3 c. Fotografi - - 4 4 2 2 d. Videografi - - 4 4 3 3 7. Projek Kreatif dan Kewirausahan 5 5 2 2 8. Praktik Kerja Lapangan - - - - 22 22 9. Mata Pelajaran Pilihan - - 4 4 - - Jumlah B 30 30 34 34 Total 48 48 48 48 44 44 C. Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja Berbasis Profil Pelajar Pancasila 5 5
2. Struktur Kurikulum Program Keahlian Agribisnis Tanaman MATA PELAJARAN ALOKASI Kelas X Kelas XI Kelas XII A. Kelompok Umum 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 108 108 54 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 72 72 36 3. Bahasa Indonesia 144 108 54 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 108 72 - 5. Sejarah 72 72 - 6. Seni 72 - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 72 72 36 Jumlah 648 504 216 B. Kelompok Kejuruan 1. Matematika 144 108 54 2. Bahasa Inggris 144 144 72 3 Informatika 144 - - 4 Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 216 - - 5 Dasar-Dasar Kejuruan Agribisnis Tanaman 432 - - 6 Kejuruan Agribisnis Tanaman - 648 396 7 Projek Kreatif dan Kewirausahan - 180 90 8 Mata Pelajaran Pilihan - 144 108 9 Praktik Kerja Lapangan - - 792 Jumlah 1080 1224 1512 Jumlah A dan B 1728 1728 1728 C. Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengembangan Karakter, dan Budaya Kerja 5 - -
MATA PELAJARAN KELAS X XI XII 1 2 1 2 1 2 A. UMUM 1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: 3 3 3 3 1 1 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 1 1 3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 2 2 - - 5. Sejarah 2 2 2 2 - - 6. Seni 2 2 - - - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 2 2 2 2 1 1 Jumlah A 18 18 14 14 5 5 B. KEJURUAN 1. Matematika 4 4 3 3 2 2 2. Bahasa Inggris 4 4 4 4 2 2 3. Informatika 4 4 - - - - 4. Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 6 6 - - - - 5. Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman 12 12 - - - - 6. Kejuruan Agribisnis Tanaman a. Agribisnis Tanaman Pangan - - 3 3 2 2 b. Agribisnis Tanaman Sayuran - - 3 3 2 2 c. Agribisnis Tanaman Buah - - 3 3 2 2 d. Agribisnis Tanaman Hias - - 3 3 - - e. Pembibitan dan Kultur Jaringan - - 3 3 2 2 f. Agribisnis Tanaman Perkebunan - - 3 3 3 3 7. Projek Kreatif dan Kewirausahan 5 5 2 2 8. Praktik Kerja Lapangan - - - - 22 22 9. Mata Pelajaran Pilihan - - 4 4 - - Jumlah B 30 30 34 34 39 39 Total 48 48 48 48 44 44 C. Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja Berbasis Profil Pelajar Pancasila 5 5
3. Struktur Kurikulum Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan MATA PELAJARAN ALOKASI Kelas X Kelas XI Kelas XII A. Kelompok Umum 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 108 108 54 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 72 72 36 3. Bahasa Indonesia 144 108 54 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 108 72 - 5. Sejarah 72 72 - 6. Seni 72 - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 72 72 36 Jumlah 648 504 216 B. Kelompok Kejuruan 1. Matematika 144 108 54 2. Bahasa Inggris 144 144 72 3 Informatika 144 - - 4 Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 216 - - 5 Dasar-Dasar Kejuruan Agribisnis Tanaman 432 - - 6 Kejuruan Agribisnis Tanaman - 648 396 7 Projek Kreatif dan Kewirausahan - 180 90 8 Mata Pelajaran Pilihan - 144 108 9 Praktik Kerja Lapangan - - 792 Jumlah 1080 1224 1512 Jumlah A dan B 1728 1728 1728 C. Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengembangan Karakter, dan Budaya Kerja 5 - -
MATA PELAJARAN KELAS X XI XII 1 2 1 2 1 2 A. UMUM 1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: 3 3 3 3 1 1 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 1 1 3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 2 2 - - 5. Sejarah 2 2 2 2 - - 6. Seni 2 2 - - - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 2 2 2 2 1 1 Jumlah A 18 18 14 14 5 5 B. KEJURUAN 1. Matematika 4 4 3 3 2 2 2. Bahasa Inggris 4 4 4 4 2 2 3. Informatika 4 4 - - - - 4. Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 6 6 - - - - 5. Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman 12 12 - - - - 6. Kejuruan Agribisnis Tanaman a. Produksi Hasil Perikanan secara Tradisional - - 5 5 3 3 b. Produksi Olahan Diversifikasi Hasil Perikanan - - 5 5 3 3 c. Produksi Olahan Ekspor Hasil Perikanan - - 4 4 3 3 d. Produksi Olahan Rumput Laut dan Hasil Samping Perikanan - - 4 4 2 2 7. Projek Kreatif dan Kewirausahan 5 5 2 2 8. Praktik Kerja Lapangan - - - - 22 22 9. Mata Pelajaran Pilihan - - 4 4 - - Jumlah B 30 30 34 34 39 39 Total 48 48 48 48 44 44 C. Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja Berbasis Profil Pelajar Pancasila 5 5
4. Struktur Kurikulum Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran MATA PELAJARAN ALOKASI Kelas X Kelas XI Kelas XII A. Kelompok Umum 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 108 108 54 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 72 72 36 3. Bahasa Indonesia 144 108 54 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 108 72 - 5. Sejarah 72 72 - 6. Seni 72 - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 72 72 36 Jumlah 648 504 216 B. Kelompok Kejuruan 1. Matematika 144 108 54 2. Bahasa Inggris 144 144 72 3 Informatika 144 - - 4 Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 216 - - 5 Dasar-Dasar Kejuruan Agribisnis Tanaman 432 - - 6 Kejuruan Agribisnis Tanaman - 648 396 7 Projek Kreatif dan Kewirausahan - 180 90 8 Mata Pelajaran Pilihan - 144 108 9 Praktik Kerja Lapangan - - 792 Jumlah 1080 1224 1512 Jumlah A dan B 1728 1728 1728 C. Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengembangan Karakter, dan Budaya Kerja 5 - -
MATA PELAJARAN KELAS X XI XII 1 2 1 2 1 2 A. UMUM 1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: 3 3 3 3 1 1 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 1 1 3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 2 2 - - 5. Sejarah 2 2 2 2 - - 6. Seni 2 2 - - - - 7 Muatan Lokal Budaya Melayu Riau 2 2 2 2 1 1 Jumlah A 18 18 14 14 5 5 B. KEJURUAN 1. Matematika 4 4 3 3 2 2 2. Bahasa Inggris 4 4 4 4 2 2 3. Informatika 4 4 - - - - 4. Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 6 6 - - - - 5. Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman 12 12 - - - - 6. Kejuruan Agribisnis Tanaman a. Pemataan Produk - - 5 5 3 3 b. Bisnis Online - - 5 5 3 3 c. Pengelolaan Bisnis Ritel - - 4 4 3 3 d. Administrasi Transaksi - - 4 4 2 2 7. Projek Kreatif dan Kewirausahan 5 5 2 2 8. Praktik Kerja Lapangan - - - - 22 22 9. Mata Pelajaran Pilihan - - 4 4 - - Jumlah B 30 30 34 34 39 39 Total 48 48 48 48 44 44 C. Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja Berbasis Profil Pelajar Pancasila 5 5
5. PENGATURAN BEBAN BELAJAR Beban belajar peserta didik Kompetensi Kesehatan dan Pariwisata merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester,dan satu tahun pelajaran 1. Beban belajar di Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas X dan XI adalah 48 jam pelajaran dan untuk kelas XII adalah 44 jam pelajaran. Durasi setiap satu jam pelajaran adalah 45 menit. 2. Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester minimal 18 minggu atau minimal 36 minggu setahun 3. Beban belajar di kelas XII pada semester genap 44 jam untuk melaksanakan PKL. 4. Untuk pelajaran Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Project Kreatif dan Kewirausahaan dan Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja Berbasis Profil Pelajar Pancasila diajarkan dalam bentuk blok. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan pendidikan sistem ganda (PSG) yang melaksanakan proses pembelajaran di sekolah dan pembelajaran di dunia usaha dan dunia industri. Pembelajaran di dunia usaha dan dunia industri diselenggarakan dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) 6. PENETAPAN KONSENTRASI Kurikulum Operasional SMKN 1 Rimba Melintang memuat peraturan akademik tentang persyaratan dan pemilihan konsentrasi, asesmen, kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan. 1. Pemilihan konsentrasi Peserta didik dapat memilih salah satu konsentrasi di antara Program Keahlian, dengan persyaratan sebagai berikut. a. Nilai pada Mapel Bahasa Indoensia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA dirataratakan; b. Minat dan Bakat; c. Tes psikologi dan fisik; d. Rekomendasi orang tua peserta didik. 2. Asesmen Prosedur asesmen yang ditetapkan dalam kegiatan asesmen oleh pendidik dan sekolah sebagai berikut: a. Asesmen hasil belajar oleh pendidik dilakukan melalui tahapan sebagai berikut. 1) Perencanaan metode dan teknik asesmen oleh pendidik mengacu
kepada Capaian Pembelajaran. 2) Penyusunan instrumen asesmen disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik asesmen serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama. 3) Pelaksanaan kegiatan asesmen bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai. 4) Pendidik memfasilitasi pelaksanaan asesmen mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil asesmen mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya. 5) Analisis hasil asesmen untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan belajar, kelebihan, dan kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas. 6) Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, pengayaan, dan peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan. 7) Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar. b. Asesmen hasil belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut. 1) Asesmen hasil belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan mengacu kepada Capaian Pembelajaran dan turunannya. 2) Penyusunan instrumen asesmen disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik asesmen serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan. 3) Pelaksanaan kegiatan asesmen bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai. 4) Analisis hasil asesmen untuk mengetahui daya serap materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas. 5) Pemanfaatan hasil analisis untuk peningakatan mutu satuan pendidikan. 6) Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang
berupa angka dan/atau deskripsi. c. Prosedur uji kompetensi meliputi perencanaan, penyusunan instrumen, pelaksanaan kegiatan, analisis, dan penerbitan sertifikat kompetensi. Prosedur pengujian dilakukan sesuai ketentuan Lembaga Sertifikasi Profesi SMKN 1 Rimba Melintang. Secara umum prosedur pengujian melalui Uji Kompetensi Keahlian dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Perencanaan metode dan teknik asesmen kepada skema sertifikasi. 2) Pembukaan pendaftaran untuk penetapan peserta uji kompetensi dilanjutkan dengan asesmen mandiri. 3) Penyusunan materi uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi kemasan okupasi atau kemasan kualifikasi dengan memerhatikan perencanaan metode dan teknik asesmen. 4) Validasi materi uji kompetensi oleh tim yang ditunjuk. 5) Penunjukan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan diujikan. Penetapan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah terverifikasi. 6) Asesmen mandiri peserta, bila sudah dilakukan selama proses pembeajaran, maka dapat digunakan dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK). 7) Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan sertifikasi kompetensi. 8) Pelaporan hasil asesmen kepada LSP-P3 di SMKN 1 Rimba Melintang untuk dirapatkan oleh tim yang ditunjuk oleh LSP 9) Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta uji yang dinyatakan kompeten. 10) Pemanfaatan hasil analisis sertifikasi kompetensi dapat digunakan untuk pemetaan mutu program, dan perumusan kebijakan satuan pendidikan. 3. Kriteria Kenaikan Kelas Yang dimaksud dengan kenaikan kelas adalah pernyataan yang
menegaskan bahwa peserta didik telah kompeten dan berhak melanjutkanke kelas selanjutnya. Pernyataan kompeten ditetapkan berdasarkan pertimbangan kinerja pesertadidik yang meliputi aspek sebagai berikut: 1) Memperoleh Capaian Pembelajaran seluruh mata pelajaran 2) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pembelajaran yang diikuti 3) Tidak terdapat lebih dari 2 mata pelajaran yang belum capaian pembelajaran baik pada semester kedua. 4) Presentase kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran selama satu tahun minimal 80% dari hari efektif KBM. 5) Sikap/kepribadian minimal B (ada peningkatan/perubahan sikap kearah lebih baik terkait dengan nilai-nilai profil pelajar pancasila, serta tidak melanggar norma agama, tidak terlibat narkoba, perkelahian/tawuran, penyebaran pornografi, tidak melawan tenaga pendidik/tenaga kependidikan secara fisik atau non fisik dan tidak terlibat tindakan kriminal 6) Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan sekurang- kurangnya BAIK. 4. Kriteria Kelulusan Kriteria Kelulusan peserta didik dari SMKN 1 RIMBA MELINTANG ditetapkan berdasarkan: 1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari Fase E sampai F 2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik 3. Mengikuti Ujian Sekolah (US) 4. Mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) 5. Mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) 6. Dinyatakan lulus melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan aspek sikap peserta didik.
5. SINKRONISASI KURIKULUM 1. Pengelolaan Capaian Pembelajaran a. Guru atau guru bersama instruktur industri menganalisis kedalaman dan keluasaan capaian pembelajaran (CP) yang harus kuasai oleh peserta didik, meliputi soft skills, hard skills, dan karakter dalam bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis; b. Guru atau guru bersama instruktur industri menetapkan prosentase pembelajaran aspek soft skills dan hard skills. Untuk kelas X, semester 1, muatan soft skills 80% dan hard skills 20%, sedangkan semester 2, muatan soft skills 70% dan hard skills 30%. Guru atau guru bersama instruktur industri mengurutkan kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh peserta didik; c. Guru atau guru bersama instruktur industri mengidentifikasi kalender pendidikan yang telah disusun sekolah, untuk sinkronisasi dengan kegiatan belajar peserta didik; d. Guru atau guru bersama instruktur industri membuat jadwal pelajaran sesuai urutan kegiatan belajar peserta didik dan kalender pendidikan; e. Guru atau guru bersama instruktur industri menganalisis dan menetapkan strategi pembelajaran, meliputi: (1) tempat belajar, di kelas, ruangan praktik, industri; (2) belajar kelompok dan individu; (3) luring dan daring; f. Guru atau guru bersama instruktur industri menginventarisir sumber-sumber belajar, antara lain sumber belajar berupa cetak, audio, dan audio visual untuk mendukung ketercapaian pembelajaran; g. Dalam hal kajian pengelolaan capaian pembelajaran dilakukan oleh guru tanpa melibatkan instruktur industri, maka guru wajib mengkomunikasikan hasil kajiannya kepada instruktur industri. 2. Pengelolaan Peserta Didik a. Guru atau guru bersama instruktur industri menganilis karakter belajar peserta didik; b. Guru atau guru bersama instruktur industri mengelompokan peserta didik berdasarkan karakter atau pertimbangan lainnya, seperti task planning groups, teaching groups, seating groups, joint learning groups, collaborative-groups;
c. Dalam hal kajian pengelolaan peserta didik dilakukan oleh guru tanpa melibatkan instruktur industri, maka guru wajib mengkomunikasikan hasil kajiannya kepada instruktur industri. 3. Pengolaan Pengajar a. Guru atau guru bersama instruktur industri menganalisis dan menetapkan kegiatan belajar yang akan diampu oleh guru dan instruktur industri; b. Guru atau guru bersama instruktur industri membuat jadwal pembelajaran yang akan diampu oleh guru dan instruktur industri; c. Dalam hal kajian pengelolaan pengajar dilakukan oleh guru tanpa melibatkan instruktur industri, maka guru wajib mengkomunikasikan hasil kajiannya kepada instruktur industri. 4. Pengelolaan Sumber Belajar a. Guru atau guru bersama instruktur industri menetapkan sumber-sumber belajar yang akan dibuat oleh guru dan instruktur industry; b. Guru atau guru bersama instruktur industri menetapkan jadwal pembuatan sumbersumber belajar; c. Dalam hal kajian pengelolaan sumber belajar dilakukan oleh guru tanpa melibatkan instruktur industri, maka guru wajib mengkomunikasikan hasil kajiannya kepada instruktur industri 5. Pengelolaan link and match a. Kurikulum disusun bersama dan berstandar dunia kerja. Penguatan aspek soft skills dan karakter kebekerjaan untuk melengkapi aspek hard skills yang sesuai kebutuhan dunia kerja; b. Pembelajaran berbasis riil dari dunia kerja (PjBL) sejak awal. Memastikan hardskills akan disertai soft skills dan karakter kesiapan kerja yang kuat; c. Jumlah dan peran guru/ahli dari dunia kerja ditingkatkan secara signifikan, minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian; d. Magang/praktik kerja lapangan (PKL) minimal satu semester; e. Sertifikasi kompetensi yang sesuai standar dan kebutuhan dunia kerja, baik bagi lulusan maupun guru; f. Guru secara rutin mendapatkan update teknologi dan pelatihan dari dunia kerjauntuk proses belajar mengajar;
g. Riset terapan yang bermula dari kasus atau kebutuhan nyata dunia kerja dan masyarakat, sebagai basis teaching industry/teaching factory, berkolaborasi dengan dunia kerja dan stakeholders; h. Komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja. 2. Capaian Pembelajaran CAPAIAN PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN A. Mata Pelajaran Umum 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti A. Rasional Pendidikan Agama Islam (PAI) secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan agama Islam secara umum harus mengarahkan peserta didik kepada (1) Kecenderungan kepada kebaikan (al-ḥanifiyyah), (2) Sikap memperkenankan (al- samḥah), (3) akhlak mulia (makārim al-akhlāq), dan (4) Kasih sayang untuk alam semesta (rahmat li al-ālamĩn). Dengan PAI, dasar-dasar tersebut kemudian diterapkan oleh peserta didik dalam beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, menjaga diri, peduli atas kemanusiaan dan lingkungan alam. Deskripsi dari penerapan ini akan tampak dalam beberapa elemen PAI terutama dalam akhlak pribadi dan sosial, akidah,syari‘at dan sejarah peradaban Islam. PAI bisa menjadi pedoman bagi peserta didik dalam menjaga diri dan menerapkan akhlak mulia setiap hari. Berbagai persoalan di masyarakat seperti krisis akhlak, radikalisme dan krisis lingkungan hidup dan lain-lain mempunyai jawaban dalam tradisi agama Islam. Dengan mempelajari dan menghayati PAI, peserta didik mampu menghindari segala perubahan negatif yang terjadi di dunia sehingga tidak mengganggu perkembangan dirinya baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun alam semesta.
B. Tujuan Mata Pelajaran Pada praktiknya, pembelajaran PAI ditujukan untuk: 1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mantap spiritual, berakhlak mulia, selalu menjadikan kasih sayang dan sikap toleran sebagai landasandalam hidupnya; 2. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang memahami dengan baik prinsip- prinsip agama Islam terkait akhlak mulia, akidah yang benar (`aqîdah sahĩhah) berdasar paham ahlus sunnah wal jamā`ah, syariat, dan perkembangan sejarah peradaban Islam, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sang pencipta, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun lingkungan alamnya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indoneisa; 3. Membimbing peserta didik agar mampu menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam berfikirsehingga benar, tepat, dan arif dalam menyimpulkan sesuatu dan mengambil keputusan; 4. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisa perbedaan pendapat sehingga berperilaku moderat (wasaťîyyah) dan terhindar dari radikalisme ataupun liberalisme; 5. Membimbing peserta didik agar menyayangi lingkungan alam sekitarnya dan menumbuhkan rasa tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan demikian dia aktif dalam mewujudkan upaya-upaya melestarikan dan merawat lingkungan sekitarnya; 6. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dengan demikian dapat menguatkan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), persaudaraan seagama (ukhuwwah Islāmiyyah), dan juga persaudaraan sebangsa dan senegara (ukhuwwah waťaniyyah) dengan segenap kebinekaan agama, suku dan budayanya. C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam mencakup elemen keilmuan yang meliputi (1) Al-Qur‘an danhadis, (2) Akidah, (3) Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah peradaban Islam. Hal ini dijelaskansebagai berikut: Pendidikan Agama Islam mencakup elemen keilmuan yang meliputi (1) AlQur‘an danhadis, (2) Akidah, (3) Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah peradaban Islam.
Elemen Deskripsi Al-Qur‘an Hadis Pendidikan Agama Islam (PAI) menekankan kemampuan baca dan tulis Al-Qur‘an dan hadis dengan baik dan benar. Ia juga mengantar peserta didik dalam memahami makna secara tekstual dan kontekstual serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. PAI juga menekankan cinta dan penghargaan tinggi kepada Al-Qur‘an dan hadis Nabi sebagai pedoman hidup utama seorang muslim. Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang akan mengantarkan peserta didik dalam mengenal Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Nabi dan Rasul, serta memahami konsep tentang hari akhir serta qadā dan qadr. Keimanan inilah yang kemudian menjadi landasan dalam melakukan amal saleh, berakhlak mulia dan taat hukum. Akhlak Akhlak merupakan perilaku yang menjadi buah dari ilmu dan keimanan. Akhlak akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam PAI. Ilmu akhlak mengantarkan peserta didik dalam memahami pentingnya akhlak mulia pribadi dan akhlak sosial, dan dalam membedakan antara perilaku baik (maḥmūdah) dan tercela (mazmūmah). Dengan memahami perbedaan ini, peserta didik bisa menyadari pentingnya menjauhkan diri dari perilaku tercela dan mendisiplinkan diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan seharihari baik dalam konteks pribadi maupun sosialnya. Peserta didik juga akan memahami pentingnya melatih (riyādah), disiplin (tahzīb) dan upaya sungguh-sungguh dalam mengendalikan diri (mujāhadah). Dengan akhlak, peserta didik menyadari bahwa landasan dari perilakunya, baik untuk Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia dan alam sekitarnya adalah cinta (mahabbah). Pendidikan Akhlak juga mengarahkan mereka untuk menghormati dan menghargai sesama manusia sehingga tidak ada kebencian atau prasangka buruk atas perbedaan agama atau ras yang ada. Aspek atau elemen akhlak ini harus menjadi mahkota yang masuk pada semua topik bahasan pada mata pelajaran PAI, akhlak harus menghiasai keseluruhan konten dan menjadi buah dari pelajaran PAI. Fiqih Fikih adalah interpretasi atas syariat. Fikih merupakan aturan hukun yang berkaitan dengan perbuatan manusia dewasa (mukallaf) yang mencakup ritual atau hubungan dengan Allah SWT (‗ubudiyyah) dan kegiatan yang berhubungan dengan sesama manusia (mu‘amalah). Fikih mengulas berbagai pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan dan ketentuan hukum dalam Islam serta implementasinya dalam ibadah dan mua‘amalah.
Sejarah Peradaban Islam Sejarah peradaban Islam menguraikan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia dalam membangun peradaban dari masa ke masa. Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam (SPI) menekankan pada kemampuan mengambil hikmah dari sejarah masa lalu, menganalisa pelbagai macam peristiwa dan menyerap berbagai kebijaksanaan yang telah dipaparkan oleh para generasi terdahulu. Dengan refleksi atas kisah-kisah sejarah tersebut, peserta didik mempunyai pijakan historis dalam menghadapi permasalahan dan menghindari dari terulangnya kesalahan untuk masa sekarang maupun masa depan. Aspek ini akan menjadi keteladanaan (‘ibrah) dan menjadi inspirasi generasi penerus bangsa dalam menyikap dan menyelesaikan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, seni, dan lain-lain dalam rangka membangun peradaban di zamannya. D. Capaian Pembelajaran Fase E sampai Fase F a. FASE E (Kelas 10) Pada akhir fase E, dalam aspek Al-Qur‘an dan Hadis, peserta didik mampu, menganalisis ayat Al-Qur‘an dan hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; dapat membaca AlQur`an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur‘an serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; dapat menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan diri Dalam aspek akidah, peserta didik menganalisis makna syu’abul īmān (cabangcabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; mempresentasikan makna syu’abul īmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan. Dari aspek akhlak, peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak maẑmūmah; membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah; meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama; serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan akhlak
mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam aspek fikih, peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; menyajikan paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât alkhamsah meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial. Dalam aspek sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmah wa al-mau`iẓat al- ḥasanah adalah perintah Allah Swt.; membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargaiadat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain. b. FASE F Kelas 11-12) Pada akhir fase F dalam aspek Al-Qur‘an dan Hadis, peserta didik dapat menganalisis Al-Qur‘an dan Hadis tentang berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan moderasi beragama; mempresentasikan pesan-pesan Al-Qur‘an dan Hadis tentang pentingnya berfikir kritis (critical thinking), ilmu pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara kehidupan manusia,musibah, ujian, cinta tanah air dan moderasi beragama; membiasakan membaca Al-Qur‘an dengan meyakini bahwa berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan moderasi beragama adalah ajaran agama; membiasakan sikap rasa ingin tahu, berfikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi, toleransi, peduli sosial, cinta damai, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab, sabar, tabah, pantang menyerah, tawakal, dan selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. Dalam menghadapi ujian dan musibah, cinta tanahair, dan moderasi dalam beragama. Dalam aspek akidah, peserta didik menganalisis cabang-cabang iman, keterkaitan antara iman, Islam dan ihsan, serta dasar-dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam; mempresentasikan tentang cabang-cabang iman, dasar-dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam; meyakini bahwa cabang-cabang iman, keterkaitan antara iman, Islam dan ihsan, serta dasar-dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam adalah ajaran agama; membiasakan sikap tanggung jawab, memenuhi janji, menyukuri nikmat, memelihara lisan, menutup aib orang lain, jujur, peduli sosial, ramah, konsisten, cinta damai, rasa ingin tahu dan pembelajar sepanjang hayat.
Dari aspek akhlak, peserta didik dapat memecahkan masalah perkelahian antarpelajar, minuman keras (miras), dan narkoba dalam Islam; menganalisis adab menggunakan media sosial dalam Islam, menganalisis dampak negatif sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari, sikap inovatif dan etika berorganisasi; Mempresentasikan cara memecahkan masalah perkelahian antarpelajar dan dampak pengiringnya, minuman keras (miras), dan narkoba; menganalisis adab menggunakan media sosial dalam Islam, dampaknegatif sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari; Meyakini bahwa agama melarang melakukan perkelahian antarpelajar, minuman keras, dan narkoba, munafik, keras hati, dan keras kepala, meyakini bahwa adab menggunakan media sosial dalam Islam dapat memberi keselamatan bagi individu dan masyarakat dan meyakini bahwa sikap inovatif dan etika berorganisasi merupakan perintah agama; Membiasakan sikap taat pada aturan, peduli sosial, tanggung jawab, cinta damai, santun, saling menghormati, semangat kebangsaan, jujur, inovatif, dan rendah hati. Dalam aspek fikih, peserta didik mampu menganalisis ketentuan pelaksanaan khutbah, tablig dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam Islam, mawaris, dan konsep ijtihad; mempresentasikan tentang ketentuan pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam Islam, mawaris, dan konsep ijtihad; menerapkan ketentuan khutbah, tabligh, dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam Islam, mawaris, dan meyakini bahwa ijtihad merupakan salah satu sumber hukum Islam; membiasakan sikap menebarkan Islam rahmat li alālamīn, komitmen, bertanggung jawab, menepati janji, adil, amanah, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan menghargai perbedaan pendapat Dalam aspek sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia, perkembangan peradaban Islam di dunia, dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia; mempresentasikan peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia, perkembangan peradaban Islam di dunia, dan peran ormas (organisasi masyarakat) Islam di Indonesia; mengakui keteladanan tokoh ulama Islam di Indonesia, meyakini kebenaran perkembangan peradaban Islam pada masa modern, peradaban Islam di dunia, meyakini pemikiran dan pergerakan organisasi-organisasi Islam berdasarkan ajaran agama; membiasakan sikap gemar membaca, menulis, berprestasi, dan kerja keras, tanggung jawab, bernalar kritis, semangat kebangsaan, berkebinekaan global, menebarkan Islam rahmat li al-ālamīn, rukun, damai, dan saling bekerjasama.
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pancasila merupakan nilai luhur dan filsafat hidup bangsa Indonesia yang kemudianditetapkan sebagai dasar dan ideologi negara. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,musyawarah-mufakat,dankeadilan adalah nilai-nilai yang harus ditumbuhkembangkan dan diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai itu kemudian ditetapkan sebagai norma dasar atau grundnorm Indonesia dan diberi nama Pancasila, hingga menjadi landasan yuridis bagi pengembangan seluruh aturan negara RepublikIndonesia. Sebagai filsafat hidup bangsa, nilai-nilai Pancasila semestinya mewujud dalam setiap sikap dan perbuatan segenap warga negara Indonesia. Keterwujudan dalam sikap dan perbuatan tersebut akan dapat mengantarkan seluruh bangsa pada kehidupan yang adil makmur sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Gambaran ideal cita-cita bangsa tersebut masih jauh dari terwujud walaupun negara Indonesia telah menempuh perjalanan lebih dari tiga perempat abad. Masih banyak tantangan yang harus diatasi baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap warga negara dalam konteks berbangsa dan bernegara perlu diarahkan menjadi warga negara yang baik dan terdidik (smart andgood citizen), sehingga dapat memahami negara dan bangsa Indonesia, memiliki kepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan Indonesia, dan mencintai tanah air. Dengan demikian, warga negara Indonesia dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, juga turut aktif membentengi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia dari berbagai ancaman dan hambatan yang akan merusak ketahanan bangsa dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan merupakan kunci untuk menumbuhkembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasar Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional. Hal ini bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
Tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bertujuan untuk memastikan peserta didik mampu: 1. memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini ditunjukkan melalui sikap mencintai sesama manusia dan lingkungannya serta menghargai kebinekaan untuk mewujudkan keadilan sosial; 2. memahami makna dan nilai-nilai Pancasila, serta proses perumusannya sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara melalui kajian secara kritis terhadap nilai dan kearifan luhur bangsa Indonesia sebagai pedoman dan perspektif dalam berinteraksi dengan masyarakat global, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, masyarakat sekitar, dan dalam konteks yang lebih luas; 3. menganalisis secara kritis konstitusi dan norma yang berlaku, serta menyelaraskan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah-tengah masyarakat global; 4. memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka, serta mampu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan jenis kelamin dan SARA, serta memiliki sikap toleransi, penghargaan dan cinta damai sebagai bagian dari jati diri bangsa yang perlu dilestarikan; dan 5. menganalisis secara cerdas karakteristik bangsa Indonesia, sejarah kemerdekaan Indonesia, dan kearifan lokal masyarakat sekitar, dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitarnya dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta berperan aktif dalam kancah global. Karakteristik Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1. Wahana edukatif dalam mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia; 2. Berorientasi pada penguatan karakter dan wawasan kebangsaan melalui pembentukan sikap mental, penanaman nilai, moral, dan budi pekerti yang menekankan harmonisasi aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan, serta menekankan pada sikap kekeluargaan dan bekerja sama pada proyek belajar kewarganegaraan; 3. Berorientasi pada mengembangkan misi keadaban Pancasila, yang mampu membudayakan dan memberdayakan peserta didik menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia di masa depan yang amanah, jujur, cerdas, dan bertanggung jawab; 4. Wahana pendidikan nilai, moral/karakter Pancasila, dan pengembangan kapasitas psikososial (psikologi dan sosial) kewarganegaraan Indonesia
Versi sangat koheren (runut dan terpadu) dengan komitmen pengembangan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dan perwujudan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab; dan 5. Wahana untuk mempraktikkan perilaku gotong royong, kekeluargaan dan keadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila guna terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Fase E (Umumnya untuk kelas X SMK) Pada akhir fase E, peserta didik dapat mengidentifikasi pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; memahami makna dan nilai dari keragaman; mengidentifikasi perlunya melakukan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung; serta mengkaji makna dan manfaat hidup dalam kebinekaan, kaya akan kearifan lokal, dan memilih produk dalam negeri. Peserta didik juga menginisiasi sebuah kegiatan bersama dan menetapkan tujuan dan target bersama; mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam anggota kelompok untuk memenuhi kebutuhannya; mengidentifikasi respon terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik; serta mengidentifikasi hal-hal yang dianggap penting dan berharga yang dapat diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan di masyarakat luas, dalam skala negara, dan kawasan. Peserta didik juga menganalisis norma dan aturan, hak dan kewajiban sebagaiwarga negara yang diatur dalam konstitusi dan norma yang berlaku, serta dapat mempraktikkannya; mempraktikkan membuat kesepakatan bersama di sekolah terkait dengan norma peserta didikyang harus dipatuhi oleh seluruh peserta didik; mengkaji ide-ide para pendiri bangsa tentang rumusan Pancasila dan UUD 1945; serta mencari tumpang tindih, kesesuaian, dan pertentangan antara satu regulasi dengan regulasi yang setara. Peserta didik juga mengidentifikasi beberapa contoh kasus wilayah yang diperebutkan berdasarkan fakta dan regulasi; menemukan beberapa praktik baik dan sikap menjaga keutuhan NKRI yang telah dilakukan oleh orang/kelompok sebelumnya; dan memahami konsep sistem pertahanan dan keamanan nasional; serta mengidentifikasi peran Indonesia sebagai negara kesatuan dalam pergaulan antarbangsa dan negara di dunia. Peserta didik juga dapat menelaah penerapan
Versi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa; mengidentifikasi perbedaan cara pandang para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila; dan mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global; serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. • Fase E Berdasarkan Elemen Elemen Capaian Pembelajaran Pancasila Peserta didik dapat membandingkan cara pandang para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila; mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan global; dan mengkaji penerapan niai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Peserta didik juga dapat menginisiasi sebuah kegiatan bersama dan menetapkan tujuan dan target bersama; dan mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam anggota kelompok untuk memenuhi kebutuhannya. Peserta didik dapat menganalisis halhal yang dianggap penting dan berharga yang dapat diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan di masyarakat luas, dalam skala negara dan kawasan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 Peserta didik dapat menganalisis norma dan aturan, hak dan kewajiban sebagai warga negara yang diatur dalam konstitusi dan norma yang berlaku dan mempraktikkannya, mempraktikkan membuat kesepakatan bersama di sekolah terkait dengan norma yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Peserta didik juga dapat mengkaji ide-ide para pendiri bangsa tentang rumusan Pancasila Elemen Capaian Pembelajaran dan UUD 1945; dan mengidentifikasi tumpang tindih, kesesuaian, dan pertentangan antara satu regulasi denganregulasi yang setara. Bhinneka TunggalIka Peserta didik dapat mengidentifikasi pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; serta memahami makna dan nilai dari keragaman. Peserta didik dapat mengidentifikasi respon terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik. Peserta didik juga dapat mengidentifikasi perlunya melakukan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung; mengkaji makna dan manfaat hidup dalam kebinekaan, kaya akan kearifan lokal; dan memilih produk dalam negeri.
Versi Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik dapat mengidentifikasi beberapa contoh kasus wilayah yang diperebutkan berdasarkan fakta dan regulasi; menemukan beberapa praktik baik dan sikap menjaga keutuhan NKRI yang telah dilakukan oleh orang/kelompok sebelumnya. Peserta didik juga dapat memahami konsep sistem pertahanan dan keamanan Nasional; dan mengidentifikasi peran Indonesia sebagai negara kesatuan dalam pergaulan antarbangsa dan negara di dunia. • Fase F (Umumnya untuk kelas XI dan XII SMA) Pada akhir fase F, peserta didik dapat menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; menghargai keragamaan budaya yang ada; memahami pentingnya sikap saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung; aktif mempromosikan kebinekaan, mempertautkan kearifan lokal dengan budaya global, mendahulukan produk dalam negeri; serta menganalisis secara kritis kasus-kasus yang merusak kebinekaan dan secara kreatif dan inovatif memberikan solusinya. Peserta didik juga membangun tim dan mengelola kerja sama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan; menyinkronkan kelompok agar para anggota kelompok dapat saling membantu satu sama lain memenuhi kebutuhan mereka baik secara individual maupun kolektif; menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan di masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik; serta mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang yang membutuhkan di masyarakat yang lebih luas (negara dan dunia). Peserta didik juga mengkaji kasus-kasus pelanggaran terhadap norma dan aturan dengan berdasarkan ketentuan normatif dalam konstitusi dapat mencari solusi dan inovasi untuk memecahkan kasus tersebut; mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan bersama di sekolah; serta menghubungkannya dengan konstitusi dan norma sebagai kesepakatan bersama, sehingga muncul kesadaran untuk mematuhi konstitusi dan norma; mengklasifikasi dan mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa berdasarkan ide- ide yang lebih kompleks tentang rumusan Pancasila dan UUD 1945; serta menganalisis secara kritis hubungan satu regulasi dengan regulasi turunannya. Peserta didik juga mengkaji secara kritis kasus wilayah yang sering diperebutkan, secara kreatif dan inovatif terlibat
Versi mempromosikan perlunya menjaga keutuhan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan; mengampanyekan praktik baik dan sikap menjaga keutuhan NKRI dan kerukunan bangsa di lingkungan lokal dan regional; mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara kesatuan; serta menganalisis peran Indonesia sebagai negara kesatuan dalam pergaulan antarbangsa dan negara di dunia.Peserta didik juga dapat menganalisis secara kritis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; menganalisis perdebatan para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila; mempresentasikan peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global; serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Fase F Berdasarkan Elemen Elemen Capaian Pembelajaran Pancasila Peserta didik dapat menganalisis perdebatan para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila; menganalisis secara kritis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; mempresentasikan peluang dan tantangan penerapan nilainilai Pancasila dalam kehidupan global. Peserta didik dapat membangun tim dan mengelola kerja sama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan; menyinkronkan kelompok agar para anggota kelompok dapat saling membantu satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan mereka baik secara individual maupun kolektif. Peserta Elemen Capaian Pembelajaran didik juga dapat mengupayakan memberi bantuankepada orang yang membutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta masyarakat yang lebih luas (regional dan global); dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik.
Versi UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Peserta didik dapat menganalisis kasus-kasus pelanggaran terhadap norma dan aturan dengan berdasarkan ketentuan normatif dalam konstitusi, dan mencari solusi dan inovasi untuk memecahkan kasus tersebut. Peserta didik mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan bersama di sekolah; serta menghubungkannya dengan konstitusi dan norma sebagai kesepakatan bersama, sehingga muncul kesadaran untuk mematuhi konstitusi dan norma. Peserta didik juga dapat mengklasifikasi dan mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa berdasarkan ide- ide yang lebih kompleks tentang rumusan Pancasila dan UUD 1945; dan menganalisis secara kritis hubungan satu regulasi dengan regulasi turunannya. Bhinneka TunggalIka Peserta didik dapat menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; menghargai keragamaan budaya yang ada; dan menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan di masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik. Peserta didik dapat memahami pentingnya serta menunjukkan sikap saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung; aktif mempromosikan kebinekaan; mempertautkan kearifan lokal dengan budaya global; mendahulukan produk dalam negeri, serta menganalisis secara kritis kasus- kasus yang merusak kebinekaan dan secara kreatif dan inovatif memberikan solusinya. Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik dapat mengkaji secara kritis kasus wilayah yang sering diperebutkan; kreatif dan inovatif terlibat mempromosikan perlunya menjaga keutuhan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan. Peserta didik dapat mendemonstrasikan praktik baik dan sikap menjaga keutuhan NKRI dan kerukunan bangsa di lingkungan lokal dan regional; mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara kesatuan, serta menganalisis peran Indonesia sebagai negara kesatuan dalam pergaulan antarbangsa dan negara di dunia. 3. Bahasa Indonesia a. Rasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan sangat penting yang digunakan untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran literasi untuk
Versi berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia. Kemampuan literasi dikembangkan ke dalam pembelajaran menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara, dan mempresentasikan untuk berbagai tujuan berbasis genre yang terkait dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan. Setiap genre memiliki tipe teks yang didasarkan pada alur pikir—struktur—khas teks tertentu. Tipe teks merupakan alur pikir yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahasa untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Model utama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah pedagogi genre. Model ini memiliki empat tahapan, yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction). Di samping pedagogi genre, pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan model- model lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu. Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia akan membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Rasional sebagaimana diuraikan di atas dapat dipaparkan pada gambar 1 sebagai berikut. Fase E (umumnya kelas 10 SMA) Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi informasi dari berbagai tipe teks tentang topik yang beragam. Peserta didik mampu menyintesis gagasan dan pendapat dari berbagai sumber. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi dan debat. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk menyampaikan pendapat dan mempresentasikan serta menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi secara kritis dan etis. Fase E berdasarkan elemen Elemen Menyimak Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Elemen Membaca dan Memirsa Peserta didik mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif. Peserta didik menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks.
Versi Elemen Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu mengolah dan menyajikan gagasan,pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah, dan solusi dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, runtut, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu mengkreasi ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik berkontribusi lebih aktif dalam diskusi dengan mempersiapkan materi diskusi, melaksanakan tugas dan fungsi dalam diskusi. Peserta didik mampu mengungkapkan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan secara kreatif dalam bentuk teks fiksi dan nonfiksi multimodal. Elemen Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi. Peserta didik mampu menulis teks eksposisi hasil penelitian dan teks fungsional dunia kerja. Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak maupun digital. Fase F (umumnya kelas 11-12 SMA) Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi berbagai tipe teks tentang topik yang beragam. Peserta didik mampu mengkreasi gagasan dan pendapat untuk berbagai tujuan. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbahasa yang melibatkan banyak orang. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi dan mengaktualisasi diri untuk selalu berkarya dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai media untuk memajukan peradabanbangsa. Fase F berdasarkan elemen Elemen Menyimak Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak. Elemen Membaca & Memirsa Peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi. Elemen Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu menyajikan gagasan,pikiran, dan kreativitas dalam berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif; mampu menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik. Peserta didik mampu mengkreasi teks sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Peserta didik mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian, serta menyimpulkan masukan dari mitra diskusi. Elemen Menulis
Versi Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menulis karya sastra dalam berbagai genre. Peserta didik mampu menulis teks refleksi diri. Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut. Peserta didik mampu memodifikasi/mendekonstruksikan karya sastra untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak maupun digital. 4. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Rasional Pendidikan jasmani, yang di Indonesia dikenal sebagai Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, menurut William H Freeman (2007: 27-28) adalah pendidikan yang menggunakan aktivitas jasmani untuk meningkatkan individu pesertadidik secara menyeluruh berupa aspek jasmani, mental, dan emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan setiap peserta didik sebagai satu kesatuan utuh antara jiwa dan raga. Pernyataan tersebut menjadikan pendidikan jasmani sebagai bidang kajianyang sangat luas dan menarik dengan titik berat pada peningkatan pergerakanmanusia (human movement). Pembelajaran pendidikan jasmani dilaksanakan dengan menggunakan berbagai pendekatan, model, strategi, metode, gaya, dan teknik sesuai dengan karakteristik tugas gerak, peserta didik, dan lingkungan belajar. Pembelajaran diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah (psikomotor, kognitif, dan afektif) setiap peserta didik dengan menekankan pada kualitas kebugaran jasmani dan perbendaharaan gerak. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dilaksanakan di sekolah secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan agar dapat mengembangkan sikap positif peserta didik yang dapat menghargai manfaat aktivitasjasmani untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Berbagai penjelasan ini menyiratkan bahwa pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan bukan semata-mata berurusan dengan pembentukan badan, tetapi melibatkan seluruh aspek perkembangan manusia sesuai dengan cita-cita terbentuknya Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan mandiri. Tujuan Mata Pelajaran PJOK Tujuan mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan kesadaran arti penting aktivitas jasmani untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan individu,serta gaya hidup aktif sepanjang hayat. 2. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya meningkatkan dan memelihara kebugaran jasmani, kesejahteraan diri, serta pola perilaku hidup sehat. 3. Mengembangkan pola gerak dasar (fundamental movement pattern) dan keterampilan gerak (motor skills) yang dilandasi dengan penerapan konsep,prinsip, strategi, dan taktik