Karaton beserta putri-putri Kara-
ton juga mengikuti Kirab Agung
ini. Seakan terbawa oleh nuan-
sa kebesaran Karaton Surakarta
Hadiningrat kala itu, dan dimasa
yang serba modern ini masih bisa
dirasakan indahnya budaya yang
berusia ratusan tahun. Sebuah Pe-
sona Budaya tersaji indah di acara
ini, yang membuat kita semakin
mencintai negeri. Andunk.
4
1. SISKS. Pakoe Boewono XIII 5 6
2. Kereta Garuda Kencana yang akan
digunakan untuk membawa
SISKS.Pakoe Boewono XIII dan
Kanjeng Ratu Pakoe Boewono XIII
3. KRMT Sunu Raharjo, Pangarso Ke
amanan & Katentreman
Karaton Surakarta Hadiningrat.
4. SISKS. Pakoe Boewono XIII bersiap
untuk menuju kereta.
5. Tamu / Kerabat Karaton yang turut
hadir.
6. Tommy Soeharto tampak hadir mengi
kuti kirab.
7. Team PN saat berada di media center.
8. Para Prajurit Karaton.
7 8
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 51
Anang Bae
“BATAVIA ENTERPRISE”
TANGERANG
Mencintai hobi, ter
kadang harus berani
berkorban walau itu
hal yang paling sulit
dilakukan dan tidak semua orang
punya keberanian seperti apa
yang dilakukan Anang Bae. Salah
satu fighter diajang Kicau Mania
yang sudah memiliki segudang
prestasi hingga ajang paling ber-
gengsi di lomba burung berkicau
tingkat nasional yakni Piala Pre
siden. Penyelenggaraan Presiden
Cup memang baru 4 kali, namun
waktunya cukup panjang dari ta-
hun 2007 sampai sekarang ini. Edy
Sarwo Wibowo adalah nama leng-
kap dari Anang Bae, yang sejatinya
adalah seorang pengusaha muda
yang berkecimpung di dunia per-
dagangan. Namun hobi beliau
mencintai burung kicau terbilang
luar biasa. Perjalanan hobi ini su-
dah dijalani semenjak tahun 2005
silam. Bagi Anang Bae, memiliki
hobi sama artinya dengan memi-
lih jalan hidup diluar kesibukan
yang menuntut banyak waktu dan
hobi merawat burung peliharaan
benar-benar memberi semangat
tersendiri.
52 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
Pada tahun 2006-2012, hampir semua burung berkicau 53
dikelas lomba yang beliau punyai karena jiwa fighter
nya luar biasa mau menang atau kalah itu bukan jadi
penghalang, yang penting berani coba itu prinsipnya.
Karena di lomba burung sendiri, faktor hoki dan ke
siapan menjadi modal tersendiri disamping burung
kualitas dan punya mental bertarung. Di kelas bergeng-
si Murai batu tidak tanggung-tanggung ada 25 gacoan
yang di koleksi Anang Bae, belum lagi di kelas Kacer
nama burung Gatot Kaca menjadi langganan juara di
kelas neraka ini. Akhirnya prestasi demi prestasi mam-
pu diraih dengan mudah, sampai akhirnya 3 tahun
silam bertemu dengan salah seorang ketua assosiasi
burung kicau di Tangerang memberi pertanyaan “Apa
bisanya main Kacer doang?“. Nah inilah yang memicu
adrenalin Anang Bae dengan pertanyaan yang penuh
tantangan itu.
Akhirnya 14 burung Murai prestasi beliau dikorban
kan demi mencoba tantangan baru dengan menjadi
pemain burung Love Bird. Burung ini sebenarnya bu-
rung import, namun karena masuk dalam kelas kontes
nasional akhirnya mendapat tempat di hati pecintanya
termasuk Anang Bae, yang tadinya tidak suka dengan
burung jenis ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama,
akhirnya tantangan bermain burung baru dapat di
jalani dengan susah payah. Burung Love Bird pertama
yang dibeli adalah “Sangrila“ dengan harga 5 jt. Sebuah
nilai yang cukup mahal karena Anang Bae baru men-
genal Love Bird, tapi itulah sebuah keberanian bers-
pekulasi dan tidak sia-sia apa yang dikorbankan tadi
terbukti umur 4 bulan sudah 3 kali juara 1. Sebuah
prestasi yang meyakinkan diawal karir menjadi pemain
Love Bird. Karena senang dengan hasil yang didapat,
akhirnya branding sedarah dari adiknya Sangrila pun
dikejar.
Dari info ke info akhirnya didapatkanlah garis
keturunan dari burung yang pertama dibeli tadi, yakni
Sangrila dan adik dari burung ini adalah Mupet yang
notabene adalah burung rumahan yang belum pernah
ikut lomba. Tapi apa yang menarik? burung ini tidak
dijual sehingga agak sulit mendapatkannya dan per-
mintaan pemilik Mupet tukar dengan burung Murai.
Murainya pun milih dan yang dipilih adalah burung
juara di Lampung dengan nama Yazuka seharga 25 jt.
Dan sebuah pilihan sulit bagi Anang Bae namun inilah
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
tantangan. Spekulasi dan kebera- seseorang terkadang tidak bisa di biasa perjalanan karir Anang Bae
nian dan akhirnya burung Murai ikuti dan disamai. Karena ini fak- di belantika Kicau Mania nasional
Prestasi seharga 25 jt itu ditukar tor rezeki dan hoki, dan Anang Bae prestasi tinggi, berani berspekula-
dengan Love Bird Mupet yang be- akhirnya menjelma menjadi pe- si dan berani menanggung resiko.
lum pernah ikut lomba. Sebuah main burung Love Bird yang cukup Satu lagi beliau kalau sudah suka
keberanian yang luar biasa dan disegani dikalangan kicau mania pada burung, incaran harga yang
tidak semua orang berani bers- di DKI dan Banten, dan tidak tang- diajukan tidak pernah di tawar.
pekulasi seperti ini. Namun hasil- gung-tanggung sekarang ini kolek- Kini pemilik Batavia Enterprise ini
nya ternyata tidak sia-sia setelah si burung Love Bird nya lebih dari lebih fokus membranding burung
dirawat dengan baik, akhirnya 200 ekor, yang 40 ekor diantaranya Love Bird, dan menjadi penyeleng-
prestasi demi prestasi berhasil adalah burung siap lomba. Kalau gara kontes burung di Tangerang
diraih hingga T ropi Piala Presiden di tahun 2005-2014 aktif di Murai, dan Sekitarnya. Sesibuk apapun
ke-4 berhasil direbut dengan ber- Kacer, Kenari, Cucak Ijo, Ciblek, beliau, tapi meluangkan waktu
tengger di posisi ke-4 nasional. mulai 2015 awal Anang Bae fokus buat Love Bird kesayangannya
Inilah bukti nyata bahwa filling pada burung Love Bird dan ini ber- tetap bisa dilakukan. Beliau juga
mula dari sebuah pertanyaan. Luar membranding Love Bird jenis war-
54 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
na dan sangat berhasil menurunkan warna-warna
atraktif bahkan indukkan burung ini sudah ditawar
50 jt namun beliau belum keluarkan. Itulah profil
Anang Bae yang begitu luar biasa penuh keberani-
an dan kecerdasan. Semua bisa dijalani dengan baik
asal serius dan benar-benar fokus. /Andunk.
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 55
PeBsoAnaTU BACAN
Halmahera Selatan
*Achim Chen & Haji Saman Palamea * Model Gelang Bacan Waringin
Seakan tiada bosannya untuk be profesinya sebagai seller bongkahan batu Bacan, sebenarnya ja-
lajar dengan alam, karena alam rak antara Ternate dan Kepulauan Bacan ini cukup jauh perlu 8
negeri ini masih terlalu banyak - 9 jam apabila menempuh perjalanan laut, namun 45 menit bila
untuk dipahami dan d imengerti. menempuh jalur udara.
Bagi yang memahami akan sangat ber Menjadi pebisnis sekaligus seller bongkahan batu Bacan yang
untung seperti halnya yang dialami memang dicintai Achim Chen, menjadikan beliau harus mam-
Achim Chen pria kelahiran Ternate pu menjaga tali silaturahmi dengan baik, terutama dengan war-
ini sudah lama menekuni seni batu ga Desa Palamea dan tempat ini memang menjadi habitat ses-
“C hrysocolla In Chalcedony“ atau lebih te- ungguhnya bagi “Mari Ijo“ atau batu hijau, yang mengantarkan
patnya disebut “Batu Bacan”. Sudah dari nama kampung Palamea ini terkenal diseluruh wilayah Indonesia
tahun 2005 an batu yang bisa bermeta- bahkan sampai ke mancanegara. Keberadan Desa Palamea sendi-
morfosa ini dikenal masyarakat Indonesia ri berada di wilayah Kecamatan Kasiruta Barat dan lokasi yang
dan mancanegara. Banyak orang-orang sering Achim Chen datangi adalah Waringin. Sebenarnya ada
dari Taiwan dan Korea yang berdatangan 3 lokasi di wilayah Desa Palamea, namun yang lebih cocok dan
langsung ke Kabupaten Halmahera Se-
latan karena ingin langsung membawa
pulang batu mulia yang konon dibilang
Giok oleh orang-orang Taiwan dan K or ea
ini. Achim Chen yang tetap menekuni
56 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
paling sering beliau belanja ya di 12
Waringin ini. Belum lama ini Tim
Jamu Macan Ternate berkunjung 34
ke kediaman Sang Tokoh Senior
yang menemukan “Mari Ijo“, yak- 56
ni Haji Salman atau lebih terke- 1. Lokasi Penambangan Batu Bacan Waringin.
nalnya disebut Haji Palamea. Haji
Salman tidak lain adalah pemilik 2. Keberangkatan Melalui Perjalanan Laut dari Ternate ke Labuha.
lokasi penambangan Batu Bacan 3,4,5. Bongkahan Batu Bacan dari Galian Waringin.
terbesar di wilayah Halmahera Se- 6. Batu Bacan Waringin yang Sudah Jadi.
latan. Kedatangan teman-teman 57
Jamu Macan Ternate tidak lain
untuk bersilaturahmi, serta ingin
jumpa kangen dengan orang yang
berjasa buat kemajuan batu mulia
di Halmahera Selatan dan Indo-
nesia Timur. Anak muda yang
k reatif serta bekerja keras ini me-
mang menjadi generasi penerus
bagi kelangsungan seni batu mulia
di Indonesia khususnya Batu
C hrysocolla In Chalcedony.
Bagi para pecinta batu mulia yang
ada di Indonesia, jangan khawatir
untuk saat ini kesediaan batu yang
bermetamorfosa masih aman de-
positnya, karena wilayah penam-
bangan seperti Kampung Waringin
masih bisa menghasilkan batu-ba-
tu Bacan yang cukup berkualitas.
Dengan warna yang lebih matang
dan minim cacatnya. Tinggal
bagaimana penikmat Batu Bacan
merawatnya dengan baik. Yang
pasti Achim Chen dan teman-
teman Jamu Macan selalu berusa-
ha memberikan yang terbaik buat
para penikmat batu Bacan. Semo-
ga nanti ada saat yang tepat buat
sahabat-sahabat Pesona Nusantara
bisa datang langsung ke Kabupaten
Halmahera Selatan, untuk lebih
merasakan langsung bagaimana
masyarakat di Halmahera Selatan
mencari mata pencaharian sebagai
penambang Batu Bacan yang me
legenda ini. Andunk.
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
Bah Ijarkazi Hampir kebanyakan para pe-
main batu permata di Indo-
“SANG DOKTER nesia mengenal nama daerah
Banjar, Martapura provinsi
PERMATA” Kalimantan Selatan. Kare-
na daerah ini penghasil batu intan terbesar
dari Banjar - Martapura di Indonesia. Desa Cempaka di situlah batu
permata kelas dunia ini banyak ditemukan
dan salah satu tokoh senior yang masih men-
jadi saksi perjalanan sejarah penambangan
intan ini adalah Bah Ijarkazi, kini beliau su-
dah berumur 66 tahun dan menjadi salah satu
a ktor paling dicari dalam dunia seni permata
khususn ya di wilayah Kota Solo dan Jawa Te
ngah. Menurut Bah Ijar panggilan beliau, pe
nemuan intan di desa Cempaka ini sejak masa
penjajahan Jepang tahun 1942 silam. Tempat
nya bukan gunung ataupun bukit, namun area
persawahan yang menjadi keberadaan ba-
tu-batu permata kelas dunia ini. Bahkan be
liau sendiri pernah menjadi salah satu penam-
bang batu intan pada saat berusia 15 tahun.
Selama kurang lebih 10 tahun menjadi pen-
dulang intan akhirnya beliau belajar menger-
jakan hasil jerih payahnya menjadikan
tampilannya lebih menarik yaitu dengan
menggosoknya dengan alat khusus yang sang-
gup memakan batu intan itu sendiri, sampai
akhirnya menjadi berlian. Intan adalah bong-
kahan-bongkahan yang belum terbentuk de
ngan polanya apa adanya, biasanya berbentuk
kerikil kristal yang tidak beraturan. Namun
intan ini akan memiliki nilai lebih apabi-
la dibentuk se simetris mungkin, sehingga
mengikuti pola dasar yang benar dan ada ru-
musannya standar cutting dunia, jadi memili-
ki nilai jual tinggi sesuai rumusnya 4 C, yaitu
Clarity, Colur, Crats, Cutting. Disitulah dasar
serta patokan untuk menentukan kualitas
58 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
serta harganya. Dari pemahaman inilah akhirnya 59
pada tahun 1970, Bah Ijar serius menjadi peng-
gosok batu berlian dan permata di Banjarmasin.
Setelah namanya terkenal, beliau hijrah ke Kota
Solo sekitar tahun 1975. Karena masa itu Kota Solo
menjadi salah satu pusat transaksi batu berlian dan
permata yang terkenal di Indonesia. Kota Jakarta
serta Surabaya juga menjadi pusat perdagangan
permata yang tersohor. Akhirnya di Kota Suko-
harjo yang bertetangga dengan Kota Surakarta,
Bah Ijar memilih tempat tinggalnya hingga sampai
memiliki anak dan cucu. Dan di kediaman inilah,
“Sang Dokter Permata” itu mengerjakan dan mem-
perlihatkan kemampuan hebatnya menjadi peng-
gosok batu permata. Untuk berlian, beliau sudah
tidak kerjakan lagi karena proses pengerjaannya
yang memerlukan waktu yang lama. Intan ada-
lah bahan yang memiliki kekerasan luar biasa dan
h anya bisa termakan oleh intan sejenis. Maka dari
itu, Bah Ijar memilih permata dan batu mulia yang
sedikit lebih mudah dikerjakan. Dan untuk saat
ini, Bah Ijar boleh dibilang penggosok permata ter-
baik secara manual di Indonesia. Itulah perjalanan
hidup “Sang Dokter Permata Asal Banjarmasin” ini,
kualitas kerjanya para pelanggan yang bisa menilai,
masalah harga menyesuaikan dengan tingkat kesu-
litan yang pasti para pemain permata di Solo puas
sekali dengan hasil tangan dingin Bah Ijar. /Andunk
* alat gosok yang digunakan oleh Bah Ijar
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
Yoppy Tirta Hartanto
Pejuang
PICASSO BLITAR
60 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
Ada pepatah yang lazim 61
didengarkan, “Menimbalah
ilmu sampai ke negeri China”,
peribahasa ini merupakan
kiasan agar seseorang bebas menuntut
ilmu sampai kemanapun juga tidak
terbatas waktu dan tempat. Inilah yang
dialami oleh salah satu tokoh seni,
khususnya seni batu mulia kelahiran
Madiun 40 tahun silam. Yoppy Tirta
Hartanto namanya, beliau sekarang ini
merupakan pengusaha yang berdomisili
di Kota Blitar, Jawa Timur. Perjalanan
karir usahanya dimulai dari proses
studinya yang harus dilakukan di benua
Australia, tepatnya di Kota Sydney tahun
1999 silam. Ternyata keinginan kuat
orang tua yang harus dituruti oleh Yoppy
Tirta hingga lulus S2 dan bekerja selama
7 tahun disebuah Kantor Perbankkan di
Kota Sydney. Berbeda negara ternyata
tidak membuat Yoppy Tirta mengalami
kesulitan beradaptasi di negeri Kangguru
ini. Karena banyak juga dari berbagai
negara dari belahan dunia juga menimba
ilmu di Australia ini, walau terbilang
benua baru namun peradaban disini
sangat maju.
Seperti apa kata pepatah, “sejauh-jauh
burung terbang akhirnya kembali juga
ke sarangnya”. Dan benar saja pada
tahun 2012, Yoppy Tirta pulang ke
kampung halamannya di Kota Blitar,
Jawa Timur setelah 13 tahun lamanya
tinggal di negeri orang. Hal pertama
yang dilakukan Yoppy Tirta saat kembali
ke kampung halaman adalah membuka
usaha diseputar perdagangan material
dan bahan bangunan. Jalan Cemara
Kota Blitar menjadi basecamp usaha
beliau. Selang satu tahun kemudian,
beliau merilis usaha cafe dan tempat
hiburan yang bisa membuat kesibukan
kesehariannya. Hingga tahun 2013 akhir,
beliau tertarik dengan hobi diseputar seni
batu. Basic yang lama dijalani Yoppy Tirta
adalah Photographer dan ilmu ini beliau
kembangkan sewaktu di Australia hingga
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
saat ini. Tidak membutuhkan p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
waktu lama bagi Yoppy Tirta untuk
beradaptasi dengan lingkungan
barunya. Beliau terus belajar
tentang hobi baru yang pada saat
itu sedang booming-boomingnya.
Menjadi seorang Fighter di arena
kontes batu menjadi pilihannya
dan hampir setiap perlombaan di
seputar Jawa Timur beliau ikuti,
dan akhirnya salah satu EO di
Jawa Timur merekrutnya menjadi
juri. Perjalanan panjang namun
relatif singkat bagi seorang Yoppy
Tirta masuk ke dunia seni batu.
Sebelum tahapan tersebut, beliau
juga pernah melapak di pinggiran
jalan. Tidak ada kata gengsi
dalam kehidupan Yoppy Tirta.
Baginya mencoba perjuangan
itu sebuah tantangan yang perlu
dijalani dengan tegas dan serius.
Menjadi penyelenggara eventpun
sudah sering beliau lakukan. Ini
bukti penerapan menimba ilmu
di negeri orang dimanfaatkan
dengan baik. Dan puncaknya
tahun 2015 akhir, Yoppy Tirta
memperjuangkan temuan batu
endemik Blitar melalui media IGS
waktu itu. Perjuangan seniman-
seniman Blitar ini sangat luar biasa,
bukan satu atau dua orang namun
secara tim ada penambangnya, ada
pengrajinnya, ada sellernya dan
ada player kontes.
Hingga perjuangan semua orang
tadi mampu mengantarkan nama
Jasper Picasso ke kelas kontes
dan pembuktiannya batu Jasper
dari Kecamatan Panggungrejo ini
memberi bukti prestasi di kontes
lokal maupun nasional. Kini
Yoppy Tirta bisa tersenyum lega
bahwa apa yang diperjuangkan
62
beliau tidaklah sia-sia, setidaknya ada banyak manfaat
yang diperoleh dari perjuangan ini. Di kediamannya jalan
Cemara, bongkahan-bongkahan batu Picasso banyak
beliau miliki. Beliau waktu itu sering membeli dari para
penambang batu dari Kecamatan Panggung Rejo seperti
Pak Mud dan Pak Slamet. Dengan bahan yang cukup
banyak itu akhirnya beliau memproduksi sendiri dalam
bentuk lempengan yang diperjual belikan secara online
maupun COD. Kini beliau lebih memberi kesempatan
pada generasi muda yang lebih punya peluang untuk
memperjuangkan sebuah seni yang bisa membanggakan
para pelaku seni itu sendiri dan masyarakat pecinta
batu gambar di Indonesia. Karena nama “Picasso” itu
disematkan oleh para penggagasnya yakni Pak Nanang
dan Pak Bambang yang memang melihat corak serta motif
batu Blitar bagian selatan ini mirip dengan gaya lukisan
Pablo Picasso. Inilah pembuktian jiwa seni seorang
Yoppy Tirta untuk masyarakat Blitar dan Indonesia,
bahwa ketulusan akan membawa tempat tersendiri pada
waktunya. Andunk.
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 63
TOKOH
Tokoh Edukasi "ARY PRASETYO" Perbedaan sudut pandang
antara penikmat seni
Makna Belajar merupakan hal yang wajar,
Dalam Seni namun yang menjadi
perbedaan paling mendasar adalah
"Orang hidup harus berani bagaimana proses perjalanannya.
memimpikan sebuah keberhasilan, Dalam sebuah kesempatan yang
agar kehidupannya penuh dengan istimewa, tim Pesona Nusantara
semangat juang" berkunjung ke kediaman salah
seorang pengusaha sukses di Kota
64 Solo. Beliau adalah Ary Prasetyo, siang
itu kami mengadakan janji untuk bisa
bertemu dengan beliau untuk bisa
bersilaturahmi. Sambutan yang sangat
responsif dari Beliau, sehingga kami
sempat mengganggu waktu istirahat
beliau. Akhirnya kami bertemu dan
berbincang dengan suasana santai.
Om Ary ternyata mencintai seni
khususnya di batu mulia itu sejak
menginjak usia 18 tahun. Saat itu
beliau baru lulus SMA dan pada
masa itu belum banyak orang yang
menyukai batu mulia atau batu akik.
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
* Koleksi Pirus Berprestasi
Secara historikal, orang tua Om dan memahami sesuatu, namun tidak memiliki daya
Ary adalah seorang pecinta batu harus berani berkorban“. pikir“. Karena setiap hal yang
permata yang sedikit banyak Penghorbanan yang dimaksud terjadi itu pasti ada hikmahnya
mengajarkan beliau bagaimana bisa korban pikiran, tenaga, dan jangan bikin kesalahan
memilih batu permata yang uang serta korban perasaan. terulang lagi. Sebuah makna
benar. Namun hal itu memang serta pembelajaran bahwa sebuah
Teori yang didapatkan Om menjadi rangkaian proses untuk kesalahan, ketidaksengajaan
Ary ternyata tidak mudah menuju keberhasilan. Tanpa ataupun sekedar iseng untuk
dipraktekkan langsung. Kenapa adanya pengorbanan, mustahil tidak terjadi kembali. Dan
demikian? Karena pada saat kesuksesan dapat diraih. Benar perjuangan seni Om Ary ini
membeli batu-batu permata saja apa yang disampaikan Om akhirnya berakhir manis dimana
ini Om Ary juga mengalami Ary untuk bisa menjadi expert koleksi baru lamanya berhasil
rasa kecewa. Barang yang harus mengalami masa-masa menjadi yang terbaik dalam
sudah dianggap benar, ternyata sulit dan penuh kejanggalan. pagelaran kontes batu di kota
visualnya saja yang terlihat bagus Tinggal bagaimana kita menjaga Jogja. Dan itu salah satu bukti
namun aslinya rekayasa. Bahkan agar hal-hal seperti itu tidak nyata apabila seseorang mau
teman yang dipercaya sekalipun terulang dan terulang lagi, belajar harus berani sampai
masih tega memberikan kalau pepatah mengatakan, menderita terlebih dahulu baru
sesuatu yang tidak sesuai “Kerbau tidak akan pernah bisa merasakan kesenangan atau
dan akibatnya menanggung jatuh pada lubang yang sama“ kebahagiaan.
kerugian alias tertipu. Namun artinya apa? Kita jangan kalah Sangat bijak dan penuh
hal itu merupakan sebuah bukti dengan binatang semisal kerbau kepercayaan diri untuk
pelajaran, “Untuk bisa mengerti yang hanya memiliki otak bisa meraih semua impian,
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 65
1. Team PN orang hidup harus
saat bertemu berani mengimpikan
dengan beliau di sebuah keberhasilan agar
kediamannya. kehidupannya penuh dengan
2 & 3. Koleksi - semangat juang. Kalau
koleksi Fire Opal bermimpi saja tidak pernah,
Orange Berprestasi.
4. Amethyst Large otomatis cita-cita itu tidak
langganan juara menjadi prioritas. Benar
kompetisi. saja apa yang dikatakan Om
Ary, keberanian berjuang
serta mampu bersabar yang
1 bisa menjadi modal awal
menjadi seorang yang berhasil
meraih angan dan harapan.
Waktu yang cukup untuk
mendapatkan pembelajaran
dari seorang pengusaha kuat
namun bersahaja dan ramah
dengan siapa saja. Seni penting
dalam kehidupan karena kalau
sudah menyatu dengan diri
kita, maka seni itu sendiri
mampu mendatangkan hobi.
Begitulah edukasi yang cukup
2 3 bisa dipahami serta mudah
diterima, namun belum tentu
mudah dijalani, hanya tekad
serta perjuangan yang kuat
yang bisa menjadi bekal untuk
dapat menjalaninya hingga satu
kata “Berhasil“ bisa terucap.
Andunk.
4
66 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 67
11th ASIA CUP
ICE BSD SERPONG
lintas event 2018 Sebuah acara akbar yang rumah, akhirnya memilih ICE BSD
mempertemukan para pecinta Serpong, sebagai tempat penyelenggaraan
ikan Koi dari berbagai negara ini acara yang sudah 11 tahun berjalan
diselenggarakan selama 3 hari, ini. Tentunya sebuah penghargaan luar
tepatnya pada tanggal 11 Mei - 13 Mei biasa ditunjuk sebagai tuan rumah.
2018. Ajang tahunan yang mengusung Dalam kesempatan ini, BKI (Breeder
piala Asia ini memang spektakuler, Koi Indonesia) juga berpartisipasi
karena melalui persiapan yang sangat dalam acara berskala International ini.
matang serta waktu yang cukup untuk Bapak Handoko yang kami temui saat
penyelenggara mempersiapkan segala penyerahan penghargaan kepada para
sesuatunya. Hampir lebih dari 12 negara pemenang mengatakatan bahwa, “Acara
yang ambil bagian dalam kegiatan ini. ini terbilang sukses, karena berhasil
Indonesia yang tertunjuk sebagai tuan menghimpun sekitar 2.479 ikan Koi
68 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
berkualitas dari seluruh peserta
di berbagai negara. Sepanjang
penyelenggaraan yang sudah
11 tahun berjalan, inilah rekor
terbanyak yang pernah ada.”
Antusias luar biasa dari seluruh
peserta, dan penilaian luar biasa
oleh para pengadil perlombaan
yang memang berkelas dan
berkualitas dari perwakilan
berbagai negara, serta berbagai
latar belakang yang memang
sangat expert dalam mengamati
ikan Koi. Beliau-beliau ada yang
berasal dari Jepang, Australia,
1 2 Taiwan, Korea, Malaysia,
1. Bp. Handoko. Ketua BKI. Singapura, Afrika Selatan, dan
2. Senyum kemenangan tim BKI. lain-lain. BKI sendiri mampu
3. Tim BKI bersama Pesona Nusantara. membawa pulang 3 kemenangan,
4. Anggota BKI (Breeder Koi Indonesia). sebuah prestasi yang tak disangka
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001 sebelumnya oleh Bapak Handoyo.
Mengingat lawan-lawan yang
diperlombakan dalam Koi Show
2018 ini merupakan ikan-ikan
Koi pilihan dari berbagai negara
pembudidaya Koi, khususnya dari
3 Jepang. Inilah perjuangan BKI
yang bermarkas di Kabupaten
Blitar ini berjuang menunjukkan
prestasi tinggi yang patut diikuti
serta dibanggakan bagi para
breeder-breeder di Indonesia,
untuk selalu berkarya dan
menghasilkan ikan-ikan Koi
berkualitas show, hingga mampu
membawa harum nama daerah
serta negara./Andunk
4
69
PHOTOGRAPHY
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Photo by Andunk
Senja Sirkuit Motor Cross Puri Jaya, Sukamantri, Pasar Kemis
Photo by Andunk
70 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
Sudut Menara Masjid Agung, Pondok Pesantren Al Istiqlaliah , Cilongok photography
Photo by Andunk
Senja Danau Taman Elang, Kota Bumi - Tangerang 71
Photo by Andunk
p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001
72 p e s o n a n u s a n t a r a | edisi 001