MBAETNIKGENALE- BOOK MULOK
What would it be like to have not only color vision
but culture vision, the ability to see the multiple worlds
of others.
Mary Catherine Bateson
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada tuhan yang
maha kuasa karena berkat rahmat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas e book kami yang
berjudul “Mengenal Batik”. Kami juga bersyukur
atas berkat rezeki dan kesehtan yang diberikan
kepada kami sehingga kami dapat mengumpulkn
bahan - bahan materi e book ini dari internet. kami
telah berusaha semampu kami untuk
mengumpulkan berbagai macam bahan tentang
batik.
Kami sadar bahwa e book yang kami buat ini masih
jauh dari sempurna, karena itu kami
mengharapkan saran dan kritik yangmembangun
untuk menyempurnakan e book ini menjadi lebih
baiklagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari
para pembaca.
Demikianlah e book ini kami buat, ada kesalahan
dalam penulisan, kami mohon maaf yang
sebesarnya dan sebelumnya terima kasih.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ISI:
MACAM - MACAM BATIK
MOTIF BATIK
PROSES PEMBUATAN BATIK
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PENGERTIAN
BATIK
Secara Singkat
Batik adalah kain Indonesia bergambar
yang pembuatannya secara khusus
dengan menuliskan atau menerakan
malam pada kain itu, kemudian
pengolahannya diproses dengan cara
tertentu yang memiliki kekhasan.
Sebagai keseluruhan teknik, teknologi,
serta pengembangan motif dan budaya
yang terkait, oleh UNESCO telah
ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan
untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi
(Masterpieces of the Oral and Intangible
Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober
2009.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
BATIK PEKALONGAN
Batik telah dikenal masyarakat Indonesia
khususnya masyarakat Jawa sejak masa
Kerajaan Majapahit. Batik kemudian
berkembang dan berlanjut di Kasunanan
Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Dahulu batik hanya dingunakan oleh
keturunan raja - raja, namun sekarang
batik telah menjadi bagian dalam
kehidupan.
Pada tanggal 2 Oktober 2009 batik telah
dikukuhkan UNESCO sebagai warisan
budaya tak benda yang berasal dari
Indonesia. Ini juga telah mengukuhkan
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
posisi batik sebagai warisan budaya
Indonesia yang sempat diklaim oleh
negara lain. Dan pada tanggal 2 Oktober
inilah ditetapkan sebagai Hari Batik
Nasional. Batik yang terkenal pada masa
itu adalah batik tulis tetapi sekarang
sudah banyak berkembang menjadi batik
cap dan batik printing.
Walaupun muncul beberapa jenis batik,
batik tulis masih menjadi primadona
kebanggaan masyarakat dengan ciri khas
dan kualitasnya. Batik juga sangat
terkenal di Kota Yogyakarta dan
Surakarta. Di kota tersebut banyak
ditemukan pengrajin batik tulis dengan
ciri khas masing - masing.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
Akan tetapi sebutan kota batik melekat
pada Kota Pekalongan, bahkan pada
tahun 1958 logo Kota Pekalongan
ditetapkan dengan berbagai tambahan
ornamen batik. Di Kota Pekalongan,
kerajinan batik juga bisa ditemukan di
rumah - rumah warga dan tak sedikit
pula yang menjadikan batik ini sebagai
mata pencaharian utama. Jika
diperhatikan sekilas, batik Pekalongan
tidak jauh berbeda dari batik Kota
Yogyakarta dan Kota Solo.
Batik Kota Yogyakarta lebih banyak
memainkan warna - warna yang
cenderung gelap dengan backgroud
putih serta pada motif utamanya masih
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
mempertahankan warisan budaya
seperti gambar parang, kawung dan
sebagainya. Sedangkan pada batik
Pekalongan lebih banyak memainkan
warna - warna yang lebih terang dan
tidak terpaku pada 1 motif saja.
Sehingga banyak kita jumpai batik
Pekalongan yang memberikan motif
benda - benda hidup seperti tumbuh -
tumbuhan serta hewan. Selain itu, pada
beberapa motif batik Pekalongan
terdapat pengaruh budaya negara lain.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
BATIK PAPUA
Batik Papua adalah Pakaian khas dari
wilayah Papua ini juga berkembang
selain di wilayah Papua itu senndiri,
pada awal-nya batik Papua banyak
dipengaruhi oleh gaya batik dari
Pekalongan karena perhitungan bisnis
lebih menguntungkan batik motif dari
Papua diproduksi di Pekalongan,
kemudian dikirim ke Papua dan
diperdagangkan sebagai batik Papua.
Batik Papua mulai berkembang sekitar
tahun 1985, motif yang berkembang
merupakan perpaduan dua budaya
antara Papua dan Pekalongan.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
Pekalongan merupakan etnis Jawa
sebagai penghasil batik dipadukan
dengan etnis Papua yang kaya akan
ragam hias yang dikembangkan sebagai
motif batik. Batik Papua hasil perpaduan
dua budaya ini juga dikenal dengan
julukan lain, yaitu: Batik Port Numbay.
Batik Papua mempunyai keunikan
tersendiri dari aspek motifnya, karena
dikembangkan dari kekayaan budaya
dan keunikan alam Papua yang eksotik.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
BATIK SULAWESI
Batik Sulawesi adalah jenis pakaian
batik yang berasal dari Pulau Sulawesi
ini pada umumnya sangat kental dengan
tradisi kain tenun dan mengenai Tenun
menenun, atau dengan kata lain "dibuat
secara manual dengan tangan manusia,
tanpa penggunaan Mesin", namun batik
hasil buatan mesin juga telah cukup
berkembang di daerah tersebut.
Di wilayah sekitaran ini batik
berkembang di Sulawesi Selatan (Tana
Toraja), Sulawesi Tengah (Palu). dan
Sulawesi Utara (Bantenan,
Pinabetengan, dan Minahasa).
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
BATIK KALIMANTAN
Semua berawal dari kisah seorang putri
di daerah rantau kota bagantung yang
bernama Putri Junjung Buih meminta
kain tenun dan kain calap (diwarnai)
untuk dibuat dalam satu hari kepada
Patih Lambung Mangkurat sebagai salah
satu syarat sebelum dipersunting
menjadi istrinya.
Sang Patih setuju dan Kain tersebut
akhirnya idibuat dengan bantuan empat
puluh orang putri dengan motif batik
wadi atau motif padiwaringin.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
JENIS-JENIS
BATIK
Pada akhirnya kain tersebut lebih
dikenal dengan nama kain batik Calapan
atau kain batik Sasirangan, dan itulah
kain batik tulis kalimantan pertama kali
dibuat sebelum kemunculan macam-
macam motif batik yang tercipta saat
ini.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
MOTIF-MOTIF
BATIK
MOTIF JLAMPANG
Jlampang adalah motif yang menjadi
ciri khas Kota Pekalongan. Bahkan di
Pekalongan, Jamplang di abadikan
menjadi sebuah nama jalan serta
digunakan juga pada logo Kota
Pekalongan. Motif ini merupakan motif
batik geometris yang dapat berupa
segitiga atau lingkaran dengan ciri khas
pewarnaan yang cerah.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
MOTIF-MOTIF
BATIK
MOTIF TAMBAL UKIR
Motif Tambal Ukir secara visual motif
ini mencitrakan tentang kekayaan
ragam hias tradisional yang dimiliki
berbagai suku yang ada di Papua,
maknanya bersatu akan meningkatkan
kekuatan dan keindahan, saling
melengkap, saling menambal dalam
hidup bersama, sehingga mampu
menyelesaikan berbagai permasalahan
yang ada.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
MOTIF-MOTIF
BATIK
MOTIF BAYAM RAJA
Motif bayam raja termasuk kategori
motif yang ada di hampir semua batik
sasirangan. Bentuknya berupa
lengkungan berpola vertikal dengan
coraknya yang patah-patah.
Biasanya bayam raja menjadi batas dari
motif-motif lain di dalam kain batik.
Makna yang terkandung adalah
perhormatan kepada leluhur.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
MOTIF-MOTIF
BATIK
MOTIF SULAWESI
Batik merupakan identitas budaya
bangsa yang penting untuk terus
dilestarikan. Batik juga merupakan
potensi ekonomi yang potensial untuk
diberdayakan. Begitu pula batik di
Sulawesi Utara yang masih potensial
untuk dikembangkan.
Karena masyarakatnya yang sangat
dinamis, terbuka dan bahkan sangat
menghargai nilai estetika di bidang
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
MOTIF-MOTIF
BATIK
sandang. Apalagi sudah ada pioneer
batik seperti batik Bentenan dan batik
Pinabetengan, semua kita hargai untuk
memperkaya khasanah perbatikan di
Sulawesi Utara.
Diharapkan masyarakat Sulawesi Utara
untuk mengembangkan potensi batik
karena batik tidak sekadar untuk
mengangkat nilai dan tradisi
kebudayaan bangsa, tapi juga batik bisa
memberikan nilai ekonomis sehingga
dapat mengangkat kesejahteraan
masyarakatnya.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PROSES
PEMBUATAN BATIK
PROSES PEMBUATAN BATIK TULIS
Kain batik yang sering kita gunakan
memerlukan proses pembuatan yang
tidak mudah dan dilakukan dengan teliti
serta telaten tahap demi tahap. Berikut
setiap tahap dalam menghasilkan kain
batik yang indah dan bernilai:
1.Nyungging. Merupakan tahap
pembuatan pola di atas kertas.
2.Njaplak. Proses pemindahan pola dari
kertas ke kain.
3.Nglowong. Tahap melekatkan lilin
dengan menyesuaikannya pada pola
yang telah dibuat.
4.Ngiseni. Proses memberikan ornamen-
ornamen seperti gambar bunga,
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PROSES
PEMBUATAN BATIK
tumbuhan, atau hewan.
5.Nyolet. Merupakan proses mewarnai
dengan kuas.
6.Mopok. Menutup bagian yang telah
diwarnai dengan malam atau lilin.
7.Nembok. Tahap untuk menutup bagian
latar belakang pola yang tidak diwarnai.
8.Ngelir. Proses pewarnaan kain dengan
merendamnya pada pewarna alami atau
kimia secara menyeluruh.
9.Nglorod. Perendaman kain ke dalam
air mendidih untuk meluruhkan malam.
10.Ngrentesi. Merupakan proses
memberikan titik pada klowongan
menggunakan canting dengan jarum
tipis.
11.Nyumri. Penutupan bagian tertentu
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PROSES
PEMBUATAN BATIK
dengan malam.
12.Nglorod. Merupakan tahap terakhir,
tahap meluruhkan dan melarutkan
malam pada kain. Dilakukan dengan
memasukkan kain pada air mendidih.
Setelah tahap-tahap atas selesai
dilakukan, kain batik dapat dikeringkan
dengan cara diangin-anginkan.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PROSES
PEMBUATAN BATIK
PEMBUATAN BATIK CAP
Proses pembuatan batik cap tidak
serumit dan sepanjang tahap
pembuatan kain batik tulis.
Kain batik cap dibuat dengan
menggunakan stempel besar berukuran
standar 20×20 cm yang sudah bermotif,
dikenal juga dengan istilah canting cap.
Berikut beberapa tahap dalam membuat
kain batik cap:
1.Bentangkan kain di atas permukaan
rata, seperti meja atau lantai.
2.Panaskan lilin dengan loyang khusus.
Letakkan loyang di atas kompor.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
PROSES
PEMBUATAN BATIK
3.Celupkan canting cap ke dalam lilin,
kemudian capkan di atas kain. Tahan
dengan kuat hingga lilin meresap ke
dalam kain.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
KESIMPULAN
Batik merupakan sebuah kekayaan
budaya bangsa Indonesia, bahkan
UNESCO pun sudah mengakui batik
menjadi warisan budaya bangsa
Indonesia.
Batik pekalongan merupakan sebuah
perwujudan sebuah nilai estetika dari
masyarakat kota pekalongan. Kondisi
batik tulis pekalongan dengan motif
motif tersebut semakin terdesak seiring
dengan perkembangan jaman dan nilai
ekonomi dari sebuah batik itu sendiri.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
KESIMPULAN
Masa dewasa awal remaja Indonesia
pada jaman sekarang lebih di dominasi
dengan budaya kebarat baratan
sehingga masa dewasa awal remaja
Indonesia kurang mengerti dan
memahami nilai budaya dari batik itu
sendiri.
Royhan Putra Zulsya X IPA 5
DAFTAR PUSTAKA
https://batik-tulis.com/blog/batik-
kalimantan/
https://id.pinterest.com/pin/384705993154
234169/ https://docplayer.info/80765901-
Piranti-tradisi-dalam-kreasi-batik-papua-
traditional-tools-in-creation-of-batik-
papua.html
https://fasnina.com/batik-sasirangan/
https://www.muhaemin-
af.com/2020/06/motif-dekoratif-khas-
daerah-sulawesi.html?m=1
https://laundry.drop.id/blog/d-
laundry/proses-pembuatan-batik-tulis-
dan-cap/
http://repository.unika.ac.id/15456/6/11.13.
0009%20Rico%20Setiawan%20BAB%20V.p
df
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_b
atik_di_Indonesia
Royhan Putra Zulsya X IPA 5