The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KTSP Darurat Tahun Pelajaran 2021/2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by respati listyari, 2021-09-04 04:31:06

KTSP

KTSP Darurat Tahun Pelajaran 2021/2022

BUKU I KTSP

KURIKULUM
SPF SD NEGERI …………..
DALAM KONDISI KHUSUS
MASA PANDEMI COVID-2019
TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Status sekolah : ...................................
NPSN : ...................................
Alamat : ...................................
Desa : ...................................
Kecamatan : Ungaran Timur
Kabupeten : Semarang

Provinsi : Jawa Tengah

PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG
DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA

SPF SD NEGERI ....... KECAMATAN UNGARAN TIMUR
TAHUN 2021

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
DALAM KONDISI KHUSUS

Berdasar pada hasil rapat dan musyawarah bersama Tim Pengembang
Kurikulum tanggal
………… 2021 di SPF SD Negeri ................................. Kecamatan Ungaran
Timur serta memperhatikan usulan dan saran dari pengurus sesuai dengan
tugasnya, maka dengan ini Kurikulum Sekolah Masa Pendemi Covid-19 SPF
SD Negeri ............. disahkan untuk diberlakukan pada Tahun Pelajaran
2021/2022.

Ketua Komite Sekolah Ungaran, 12 Juli 2021
Kepala UPTD SF SD Negeri .........

..................................... .................................................
NIP. .........................................

Mengetahui:
a.n. Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga

Kabupaten Semarang
plt. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar

GOGO WIDYATMOKO, S.Pd., M.Pd.
Pembina

NIP. 19700510 199103 1 001

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG
DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA

KOORDINATOR WILAYAH KECAMATAN BIDANG PENDIDIKAN
KECAMATAN UNGARAN TIMUR

Alamat: Gatotkaca No.142, Kalongan Kec.Ungaran Timur Telp. (024)
7961259

REKOMENDASI PENETAPAN KTSP

Nomor: 421.2 / / 2021

Setelah memeriksa dokumen kurikulum yang ditetapkan/disahkan oleh,

Satuan Pendidikan : SPF SD Negeri .............................
Alamat : ..................................................................

Dengan menggunakan instrumen validasi/telaah Kurikulum dalam Kondisi Khusus,
bersama ini :

Nama : MM.Siti Listyari,S.Pd., M.Pd

NIP : 19650114 199103 2 006
Jabatan : Pengawas TK/SD Kecamatan Ungaran Timur selaku

Pengawas Pembina.
Memberikan pertimbangan/rekomendasi kepada Kurikulum SPF SD Negeri

.................... dalam Kondisi Khusus Tahun pelajaran 2021/2022 tersebut:

 Dapat direkomendasikan tanpa syarat
 Dapat direkomendasikan dengan syarat untuk perbaikan/
penyempurnaan

 Belum dapat direkomendasikan
Dengan alasan :

 Semua unsur Kurikulum dalam Kondisi Khusus terpenuhi dengan
lengkap

 Unsur Kurikulum dalam Kondisi Khusus terpenuhi tetapi kurang lengkap
 Unsur Kurikulum dalam Kondisi Khusus tidak lengkap

Demikian pernyataan kami buat sebagai bahan pertimbangan/rekomendasi
ditetapkannya Kurikulum SPF SD Negeri ……………. dalam Kondisi Khusus.

Ungaran, 12 Juli 2021
Pengawas Pembina
KecamatanUngaran Timur

MM.Siti Listyari,S.Pd., M.Pd atau
Drs.Karyoto (Sesuai Dabin Nggih)
NIP. 19650114 199103 2 006

Mengetahui:
Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan

Kecamatan Ungaran Timur

MM.Siti Listyari,S.Pd., M.Pd
NIP. 19650114 199103 2 006

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
membimbing kami Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sehingga berhasil
mengembangkan dan menyusun Kurikulum SPF SD Negeri ........ dalam Kondisi
Khusus untuk Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kurikulum ini disusun berdasarkan Peratutan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional (SPN) Pasal 17 Ayat 1 “ Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB,
SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuia dengan satuan
pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat
setempat dan peserta didik “serta Perturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015
tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Kurikulum dalam Kondisi Khusus ini dikembangkan dan disusun oleh Tim
Pengembang Kurikulum yang terdiri atas guru, kepala sekolah dengan melibatkan
komite sekolah, nara sumber, tenaga kependidikan dan pihak lain yang terkait.
Koordinasi dan supervisi dilakukan oleh Dinas Pendidikan, kebudayaan, Kepemudaan
dan Olahraga Kabupaten Semarang.

Kurikulum ini merupakan kurikulum operasional Tahun Pelajaran 2021/2022
dan diberlakukan untuk Kelas I sampai dengan VI, dan telah disesuiakan dengan
amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021,
Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 tahun 2021 Tentang
Panduan penyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Kami menyadari bahwa penyusunan kurikulum ini masih banyak
kekurangan, baik isi maupun redaksi, semuanya semata mata karena
keterbatasan pemikiran dan wawasan kami, oleh karenanya kami
mengharapkan tanggapan berupa saran atau kritik yang konstruktif untuk
perbaikan selanjutnya.

Kurikulum Sekolah Masa Pendemi Covid-19 ini disusun untuk
dijadikan bahan acuan, khususnya bagi para tenaga pendidik dan
kependidikan, dilingkungan SD Negeri dalam rangka mengembangkan
sekolah ke arah yang lebih baik.

Akhir kata penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dan menyumbangkan pikirannya untuk terwujudnya
Kurikulum ini. Semoga kurikulum ini bermanfaat sebagai pedoman operasional
penyelenggaraan pendidikan di SPF SD Negeri ..................... pada Tahun
Pelajaran 2021/2022.

Ungaran, 12 Juli 2021
Tim Penyusun Kurikulum

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

DAFTAR ISI

SAMPUL DOKUMEN I ......................................................................................... 1

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................... 2
SK TIM PENGEMBANG KURIKULUM 2013 .......................................................... 3

SK KURIKULUM SEKOLAH 2013 MASA PANDEMI COVID-19............................... 6

SURAT REKOMENDASI PENGAWAS.................................................................... 8
KATA PENGANTAR.............................................................................................. 9

DAFTAR ISI ...................................................................................................... 10
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 11

A. Latar Belakang................................................................................ 11

B. Landasan Penyusunan Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-
19................................................................................................... 14

C. Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 ........................... 16

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013 .......................................... 16

E. Konsep Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 ............... 19
BAB II TUJUAN PENDIDIKAN VISI MISI DAN TUJUAN SEKOLAH ....................... 21

A. Tujuan Pendidikan .......................................................................... 21

B. Visi Sekolah .................................................................................... 21

C. Misi Sekolah ................................................................................... 21

D. Tujuan Sekolah............................................................................... 21
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM................................................. 23

A. Struktur Kurikulum ........................................................................ 23

B. Muatan Kurikulum ......................................................................... 24

1. Mata Pelajaran ............................................................................ 25

2. Pengembangan Diri ..................................................................... 28

3. Beban Belajar ............................................................................. 31

4. Penilaian..................................................................................... 32

5. Ketuntasan Belajar...................................................................... 32

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan .................................................... 33

7. Pendidikan Kecakapan Hidup ...................................................... 34

8. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global......................... 34
BAB IV KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR....................................... 35

A. Komptensi Inti ................................................................................ 35

B. Kompetensi Dasar ........................................................................... 36
BAB V PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF................................................. 38

A. Pembelajaran Tematik Integrated (Terpadu) ..................................... 38

B. Pendekatan Saintifik (Ilmiah) ........................................................... 39

C. Penilaian Autentic (Responsif).......................................................... 40
BAB VI KALENDER PENDIDIKAN ...................................................................... 42
BAB VII PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19.............................. 44

A. Pengaturan Beban Belajar Pada Masa Darurat Covid-19 .................. 44

B. Pembelajaran Masa Darurat Covid-19.............................................. 44

C. Model Pembelajaran Pada Masa Darurat ovid-19 .............................. 46
BAB VIII LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19
.48

A. Perencanaan Pembelajaran Masa Darurat Covid-19 ......................... 48

B. Pelaksanaan Pembelajaran Masa Darurat Covid-19.......................... 48
BAB IX PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN PENILAIAN MASA DARURAT COVID-

19 .................................................................................................................... 50

A. Penilaian Hasil Belajar Pada Masa Covid-19 ....... 50

B. Evaluasi dan Supervisi .................................................................... 50
BAB X PENUTUP .............................................................................................. 52

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dokumen Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru

yang dicetuskanoleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 merupakan sebuah
kurikulum yang mengutamakanpemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, peserta didik
dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan
santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib
diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuanpendidikan pada setiap satuan atau jenjang
pendidikan.

Di dalam Penjelasan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Bagian Umum dijelaskan bahwa pembaruan pendidikan memerlukan strategi
tertentu, dan salah satu strategi pem-bangunan pendidikan nasional ini adalah
pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.”

Pasal 35 Undang-undang Nomor Nomor 20 Tahun 2003 juga mengatur bahwa Standar
nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.” Selanjutnya di dalam
penjelasan Pasal 35 dinyatakan bahwa “kompetensi lulusan merupakan kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
standar nasional yanga telah disepakati.”

Pada hakikatnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Pasal 1 Ayat (1) menyebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secaraaktif mengem-bangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam rangka mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran tersebut
diperlukan suatu kurikulum yang dijadikan sebagai pedoman bagi para pendidik dalam
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam
Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

tertentu.
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis
Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Dunia Pendidikan kini dihadapkan pada suatu persoalan baru yaitu hadirnya wabah CoronaVirus
Disease (Covid-19) yang pertama kali terdeteksi muncul di cina tepatnya di kota Wuhan Tiongkok
pada akhir tahun 2019, mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah
merenggut nyawa ratusan orang dalam waktu yang relatif singkat. Hampir semua negara di dunia
terjangkit virus corona termasuk Indonesia.

Berbagai upayapun telah dikerahkan yang menguras energi bangsa dalam rangka pencegahan,
pengobatan dan sebagainyapun telah dilakukan dalam memotong mata rantaipenyebaran virus corona,
dari pembuatan regulasi kebijakan oleh pemerintah muali dari Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB),
hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, penggunaan masker,
membiasakan cuci tangan dengan sabun di air mengalir/Hansanitizer, menjaga imunnnitas tubuh, jaga
jarak (Psychal distancing), menghindari kerumunan banyak oarang dalam satu tempat (social
distancing), Isolasi mandiri hingga lockdown di beberapa wilayah termasuk kota-kota besar di negera
kita sudah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Kehadiran pandemi Corona Virus Disease (Covid-2019), menimbulkan sejumlah persoalan
genting yang menghantui bangsa ini, meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan bangsa hingga
melahirkan problem socio-cultural multi dimensi baik politik, sosial, budaya, ekonomi hingga ketahan
mental baik fisik maupun sprirtual yang harus segera diatasi karena menyangkutkeberlangsungan hidup
dan kemandirian jati diri bangsa termasuk didalamnya layanan pendidikan pada sekolah secara khusus.

Bahwa saat ini seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terdampak penyebaranCovid-
19. Selain itu di beberapa daerah di wilayah Indonesia terdapat juga yang terdampak musibah atau
bencana lain walaupun bersifat lokal. Dalam kondisi apapun, negara berkewajibanmelindungi segenap
bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.Oleh karena itu negara berkewajiban mencarikan jalan keluar keberlangsungan
pendidikan di sekolah. Menyadari letak geografis wilayah Indonesia sebagai daerah kepulauan dengan
keadaan yang berbeda-beda, perlu dirumuskan regulasi yang dapat menjadi solusi agar kegiatan
pembelajaran tetap dapat dilaksanakan denganbaik di tengah kondisi darurat apapun. Sebab Belajar
tidak pernah mengenal kata berhenti, dalamkondisi apapaun tanpa menganal ruang dan waktu. Namun
dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun
demikian peserta didik harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi dan program
gunamendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

kondisidan kreatifitas serta kemampuan sekolah. Mulai menugaskan peserta didik belajar dari
rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua hingga bentuk-bentuk lain yang membuat
keberadaanpeserta didik tetap terlayanan pada kebutuhan belajaranya sesuai dengan batas
kemampuan yang ada. Kegiatan pembelajaran tidak hanya dilaksanakan sepenuhnya di
sekolah, tetapi peserta didikdapat belajar dari rumah. Kegiatan pembelajaran yang semula
lebih banyak dilaksanakan secaratatap muka antara guru dengan peserta didik di kelas, kini
berubah menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar
jaringan). Upaya-upaya tersebut dalam rangka mengoptimalkan layanan pendidikan di
sekolah di masa darurat

Dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, diketahui bahwa belum semua
sekolah dapat menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara online/daring (dalam
jaringan) secara penuh, dan sebagian besar menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh secara
luring (luar jaringan). Beberapa kendala ditemukan antara lain; keterbatasan SDM,
keterbatasansarana berupa laptop atau HP yang dimiliki peserta didik, kesulitan akses internet
dan keterbatasan kuota internet peserta didik yang disediakan orang tuanya, dan sebagainya.
Selainitu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa darurat Covid-19 antara satu
sekolah dengan sekolah yang lainnya sangat bervariasi, sesuai dengan persepsi dan kesiapan
masing- masing sekolah.

Implementasi Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 pada Sekolah, terutama
jenjang Sekolah Dasar menuntut adanya perubahan paradigma pada perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Kegiatan pembelajaran
tidak hanya dilaksanakan sepenuhnya di sekolah, tetapi peserta didik dapat belajar dari
rumah. Kegiatan pembelajaran yang semula lebih banyak dilaksanakan secara tatap muka
antara guru dengan peserta didik di kelas, kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh
(PJJ) secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Kegiatan belajar dari rumah
menuntut adanya kolaborasi, partisipasi dan komunikasi aktif antara guru, orang tua dan
peserta didik menjadi satu kesatuan yang saling mendukung, dengan prinsip bahwa semua
kita adalah guru, semua kita adalah murid dan semua tempat adalah kelas, nampaknya
menjadi oase di tengah dahaga akan prestasi anak bangsa.

Belajar dari rumah tidak sekedar memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD) pada
kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia dan
kemandirian peserta didik. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi
pelajaran dan memberi tugas kepada peserta didik, agar terwujud pembelajaran yang
bermakna, inspiratif dan menyenangkan agar peserta didik tidak mengalami kebosanan
belajar dari rumah.
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Berdasarkan latar belakang tersebut, agar kegiatan pembelajaran pada masa darurat
berjalan dengan baik dan optimal, maka SPF SD Negeri ……………. telah menyusun
Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19, sebagai acuan sekolah dalam
menyelenggarakan pembelajaran di masa darurat pada Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 pada SPF SD Negeri ...............ini
disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah dengan melibatkan unsur; guru,
komite sekolah, Kepala Sekolah, praktisi pendidikan, pengawas pembina dan unsur
stakeholder lainnya.

B. Landasan Penyusunan Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19
1. Landasan Filosofis
Secara filosfis Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 yang dikembangkan
pada SPF SD Negeri...... dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Kurikulum sekolah merupakan kerangka pembudayaan keberagamaan nasional dan
daerah sebagai ciri khas pendidikan sekolah;
b. Kurikulum sebagai komponen pendidikan yang dapat mewariskan budaya melalui
penguasaan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dalam bentuk mata pelajaran.
Karenya kurikulum memberikan rambu-rambu perencanaan dan pengaturan
pendidikan di sekolahdalam penguasaan disiplin ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu
agama secara integratif;
c. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik
darimasa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi,
sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat
dan bangsa yang lebih baik;
d. Negara menjamin seluruh lapisan masyarakat untuk mendapat layanan pendidikan
dan pembelajaran yang berkualitas, termasuk pada Masa Darurat Covid-19;
Dalam rangka menjamin terselenggaranya pendidikan dan pembelajaran di sekolah pada
Masa Darurat Covid-19 perlu disusun Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19
agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien.

2. Landasan Yuridis Kurikulum 2013
Secara Yuridis pengembangan Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 pada
SPF SD Negeri ...............antara lain:
1. Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

3. PP No 23 tahun 2014 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan
4. PP No 13 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Standar Nasional Pendidikan
5. Perpres 87 Tahun 2017 tentang penguatan Pendidikan Berkarakter
6. Permendikbud RI No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti
7. Permendikbud No 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
8. Permendikbud No 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi
9. Permendikbud No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
10. Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 24 Tahun 2016 tentang

Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
12. Keputusan Kabalitbang Nomor 018/H/KR/2020 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas
Untuk Kondisi Khusus.
13. Permendikbud No 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pada Dikdasmen
14. Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Dikdasmen
15. Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib
16. Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
17. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Dikdasmen
Permendikbud N0 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Pada Dikdasmen
18. Permendikbud No 195 Tahun 2014 tentang Evaluasi Kurikulum 2013
19. Peraturan Mendikbud No. 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun
2006 dan Kurikulum 2013
20. Permendikbud N0 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Pendidikandan Kebudayaan No 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran Pada
Kurikulum 2013Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
21. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2021 tentang
Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pada Satuan Pendidikan.
22. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah Nomor: 420/06283, tanggal 2 Juni 2021 tentang Pedoman
Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022 ;
23. Peraturan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan
Olahraga Kabupaten Semarang Nomor: 800/1424/2021, tanggal 28
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Juni 2021 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran
2021/2022.
24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun
2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman
Bencana.
25. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2021 tentang
Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus
Disease 2019 (COVID-19).
26. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021,
Nomor HK.01.08/ MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 tahun
2021 Tentang Panduan penyelenggaraan Pembelajaran dan Tahun
akademik Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19
Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 disusun sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran pada masa darurat pandemi untuk mencapai tujuan
pendidikan di denganmempertimbangkan antara lain:
1. Pada masa darurat pandemi, seluruh peserta didik harus tetap mendapatkan layanan
pendidikan dan pembelajaran dari sekolah. Kegiatan pembelajaran tidak hanya
mengandalkan tatap muka antara guru dengan peserta didik, tetapi peserta didik dapat
melakukan belajar dari rumah dengan bimbingan/pemantauan oleh guru dan orang tua;
2. Kegiatan pembelajaran wajib mempertimbangkan terjaganya kesehatan, keamanan,dan
keselamatan civitas akademika baik pada aspek fisik maupun psikologi;
3. Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19 hanya diterapkan pada masa darurat.
Bilakondisi sudah normal, maka kegiatan pembelajaran harus kembali dilaksanakan
secara normal seperti biasanya.

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki karakteristik yang
berbeda dari pelaksanaan kurikulum 2006. Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi yang
diharapkan, maka dipeloleh 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan.
Ada pun 14 prinsip itu adalah:
1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
Pembelajaran mendorong peserta didik menjadi pembelajar aktif, pada awal

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

pembelajaran guru tidak berusaha untuk meberitahu peserta didik karena itu materi
pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk final. Pada awal pembelajaran guru
membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu fenomena atau fakta lalu
mereka merumuskan ketidaktahuannyadalam bentuk pertanyaan. Jika biasanya kegiatan
pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru sebagai sumber belajar,
maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan inti dimulai dengan peserta didik
mengamati fenomena atau faktatertentu. Oleh karena itu guru selalu memulai dengan
menyajikan alat bantu pembelajaran untuk mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik
dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan
bertanya.
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka
sumber;
Pembelajaran berbasis sistem lingkungan. Dalam kegiatan pembelajaran membuka
peluangkepada peserta didik sumber belajar seperti informasi dari buku peserta
didik, internet,koran, majalah, referensi dari perpustakaan yang telah disiapkan. Pada
metode proyek, pemecahan masalah, atau inkuiri peserta didik dapat memanfaatkan
sumber belajar di luar kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu peserta didik
memanfaatkan sumber belajar di sekitar lingkungan masyarakat. Tentu dengan
pendekatan ini pembelajaran tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
Pergeseran ini membuat guru tidak hanya menggunakan sumber belajar tertulis sebagai
satu-satunya sumber belajar peserta didik dan hasil belajar peserta didik hanya dalam
bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, disain program, mind
maping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kemampuan
mempraktikan sesuatu yang dapat dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau
karyanya.
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
Pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari aktivitas dalam proses
belajar.Yang dikembangkan dan dinilai adalah sikap, pengetahuan, dan
keterampilannya.
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
Mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem yang
terpadu. Semua materi pelajaran perlu diletakkan dalam sistem yang terpadu untuk
menghasilkan kompetensi lulusan. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

bersama-sama, menentukan karya peserta didik bersama-sama, serta menentukan karya
utama pada tiap mata pelajaran bersama-sama, agar beban belajar peserta didik dapat
diatur sehingga tugas yang banyak, aktivitas yang banyak, serta penggunaan waktu yang
banyak tidak menjadi beban belajar berlebih yang kontraproduktif terhadap
perkembangan peserta didik.
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran
denganjawaban yang kebenarannya multi dimensi;
Di sini peserta didik belajar menerima kebenaran tidak tunggul. Peserta didik melihat
awanyang sama di sebuah kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak.
Jika adasejumlah peserta didik yang melukiskan awan pada jam yang sama dari tempat
yangberjauhan, mereka akan melukiskannya berbeda-beda, semua benar tentang awan
itu, benar menjadi beragam.
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
Pada waktu lalu pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam
bentuk lisan guru, fakta disajikan dalam bentuk informasi verbal, sekarang peserta didik
harus lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang membuat
peserta didik melihat, meraba, merasa dengan panca indranya. Peserta didik belajar tidak
hanya dengan mendengar, namun dengan menggunakan panca indra lainnya.
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan
keterampilan mental (softskills);
Hasil belajar pada rapot tidak hanya melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya,
tetapimenyajikan informasi menyangku perkembangan sikapnya dan keterampilannya.
Keterampilan yang dimaksud bisa keterampilan membacan, menulis, berbicara,
mendengaryang mencerminkan keterampilan berpikirnya. Keterampilan bisa juga dalam
bentuk aktivitas dalam menghasilkan karya, sampai pada keterampilan berkomunikasi
yang santun,keterampilan menghargai pendapat dan yang lainnya.
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta
didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
Ini memerlukan guru untuk mengembangkan pembiasaan sejak dini untuk melaksanakan
norma yang baik sesuai dengan budaya masyarakat setempat, dalam ruang lingkup yang
lebih luas peserta didik perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak, berbudi
sebagai bangsa, bahkan memiliki kemampuan untuk menyesusaikan dengan dengan
kebutuhan beradaptasi pada lingkungan global. Kebiasaan membaca, menulis,
menggunakan teknologi, bicara yang santun merupakan aktivitas yang tidak hanya
diperlukan dalam budaya lokal, namun bermanfaat untuk berkompetisi dalam ruang
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

lingkupglobal.
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing

ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri
handayani);
Di sini guru perlu menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan,
mebericontoh bagaimana hidup selalu belajar, hidup patuh menjalankan agama dan
prilaku baik lain. Guru di depan jadi teladan, di tengah peserta didik menjadi teman
belajar, di belakangselalu mendorong semangat peserta didik tumbuh mengembangkan
pontensi dirinya secaraoptimal.
11. Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
Karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu yang lebih banyak
dan memanfaatkan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya
memanfaatkan waktu dalam kelas.
12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah
peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.

Prinsip ini menandakan bahwa ruang belajar peserta didik tidak hanya dibatasi dengan
dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk peserta
didik belajar. Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang sangat ideal untuk
mengembangkan kompetensi peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya
dapat mengembangkan sistem yang terbuka.Meningkatkan dalam menjalin komunikasi
dengan orang tua atau masyarakat.
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan
efisiensidan efektivitas pembelajaran;
Di sini sekolah perlu meningkatkan daya guru (SDM) dan peserta didik untuk
memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Jika guru belum memiliki
kapasitas yang mumpuni peserta didik dapat belajar dari siapa pun. Yang paling penting
mereka harus dapat menguasai IT sebab mendapatkan pelajaran dengan dukungan IT
atau tidak peserta didik tetap akan menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi
pengguna TIK. Jika sekolah tidak memfasilitasi pasti daya kompetisi peserta didik akan
tidak seimbang atau jomplang daripada peserta didik yang memeroleh pelajaran
menggunakannya.

14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik;
Cita-cita, latar belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di rumah, cara pandang,

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

cara belajar, cara berpikir, keyakinan peserta didik berbeda-beda. Oleh karena itu
pembelajaran harus melihat perbedaan itu sebagai kekayaan yang potensial dan indah
jika dikembangkan menjadi kesatuan yang memiliki unsur keragaman. Hargai semua
peserta didik, kembangkan kolaborasi, dan biarkan peserta didik tumbuh menurut
potensinya masing-masing dalam kolobarasi kelompoknya.

E. Konsep Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19
Kurikulum Sekolah Masa Pandemi Covid-19 adalah kurikulum yang disusun dan

dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat pandemi. Oleh karena itu semua
aspek yang berkenaan dengan perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan
penilaian hasil belajar disesuaikan dengan kondisi darurat yang terdapat dan dirasakan oleh
setiap satuan pendidikan. Mempertimbangkan kondisi darurat pandemi setiap daerah dan
sekolah berbeda, maka implementasi Kurikulum Sekolah 2013 Masa Pandemi Covid-19
setiap satuan pendidikan bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-
masing.

Dalam menyusun Kurikulum Sekolah Masa Pandemi Covid-19, satuan pendidikan dapat
melakukan modifikasi dan inovasi, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolahnya.
Sekolah dapat melakukan modifikasi dan inovasi dalam bentuk struktur kurikulum,
beban belajar, strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar dan lain sebagainya. Misalnya
dalam satu hari dibatasi hanya ada dua atau tiga mata pelajaran yang diajarkan, terutama pada
mata pelajaran utama, peminatan dan sebagainya.

Pada masa darurat pandemi Covid-19, seluruh peserta didik harus tetap mendapatkan
layanan pendidikan dan pembelajaran dari sekolah. Kegiatan pembelajaran tidak hanya
mengandalkan tatap muka antara guru dengan peserta didik, tetapi peserta didik dapat
melakukan belajar dari rumah dengan bimbingan atau pemantauan oleh guru dan orang tua.

Belajar dari rumah tidak harus memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD) pada
kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia,
kedisiplinan, kemandirian dan aspek sosial lainnya.

Kurikulum Sekolah Masa Pandemi Covid-19 hanya diterapkan pada masa darurat
pandemi Covid-19. Bila kondisi sudah normal kembali, maka kegiatan pembelajaran harus
kembali dilaksanakan secara normal seperti biasanya.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN VISI MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

A. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.

B. Visi Sekolah (monggo sesuaiakan VISI Misi n 7an SD nggih)
"TERWUJUDNYA SUMBER DAYA MANUSIA SD NEGERI.............................. YANG

SEHAT, CERDAS, TRAMPIL BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA"

Indikator Visi:
1. Unggul dalam bola Volly
2. Unggul dalam sepakbola mini
3. Unggul dalam olahraga atletik
4. Cerdas dalam mata pelajaran MIPA
5. Cerdas dan unggul dalam Lomba Bahasa Indonesia
6. Terampil dalam lomba menganyam
7. Terampil dalam menggambar
8. Berprestasi dalam Baca Tulis Al Quran

C. Misi Sekolah
Mengacu pada visi sekolah di atas, maka misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai
berikut :
1. Peningkatan manajemen sekolah dalam mewujudkan visi
2. Pengoptimalan proses pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan.
3. Pengembangan ketrerampilan di bidang prestasi Akademik maupun Non Akademik.
4. Peningkatan keterampilan Baca Tulis Al Quran.
5. Meningkatkan volume praktek dalam pembelajaran PJOK dan SBdP.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

D. Tujuan Sekolah
Sejalan dengan Tujuan Pendidikan Dasar dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005
yaitumeletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak, serta ketrampilan
untuk hidup

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi dalam bentuk mata pelajaran,

posisi konten atau mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten atau mata pelajaran

dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per

minggu.

Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten

dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.

Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang

akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam

sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum

mengenaiposisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran, apakah mereka

harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah

memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur

kurikulum terdiriatas sejumlah mata pelajaran dan beban belajar.

Tabel 1

Struktur Kurikulum

Alokasi Waktu Belajar

No Mata Perminggu

Pelajaran I II III IV V VI

Kelompok A 444444
556555
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 8 9 10 7 7 7
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 566666
3 Bahasa Indonesia - - -333
4 Matematika - - -333
5 Ilmu Pengetahuan Alam
6 Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelompok B 444444
444444
1 Seni Budaya dan Prakarya
2 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Bisa dialokasikan
Kelompok C (Muatan Lokal) Disesuaikan dg
1 Bahasa Jawa pertimbanagan/masa pandemi
2 BTQ/PIA
3 Tembang Jawa ditiadakan
4 Mulok Sekolah 30 32 34 36 36 36

Jumlah Alokasi Waktu Perminggu

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Prinsip pengintegrasian IPA dan IPS di kelas I, II, dan III di atas dapat diterapkan dalam
pengintegrasian muatan lokal. Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan seni,
budaya dan keterampilan, serta bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya. Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga
serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan.

Selain melalui penyederhanaan jumlah mata pelajaran, penyederhanaan dilakukan juga
terhadap Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran. Penyederhanaan dilakukan dengan
menghilangkan Kompetensi Dasar yang tumpang tindih dalam satu mata pelajaran dan
antarmata pelajaran, serta Kompetensi Dasar yang dianggap tidak sesuai dengan usia
perkembanganpsikologis peserta didik.

Di kelas IV, V, dan VI nama mata pelajaran IPA dan IPS tercantum dan memiliki
Kompetensi Dasar masing–masing. Untuk proses pembelajaran Kompetensi Dasar IPA dan
IPS,sebagaimana Kompetensi Dasar mata pelajaran lain, diintegrasikan ke dalam berbagai
tema. Oleh karena itu, proses pembelajaran semua Kompetensi Dasar dari semua mata
pelajaran terintegrasidalam berbagai tema.

Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain
kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat
pula kegiatanekstrakurikuler SPF SD Negeri ............................. antara lain Pramuka
(Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah.

Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya
dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok
matapelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten
lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan
peserta didik pada satuan pendidikan tersebut
B. Muatan Kurikulum

Muatan Kurikulum 2013 SPF SD Negeri ............................. meliputi sejumlah mata
pelajaran yang kedalamanya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan
pendidikan. MuatanKurikulum memuat sejumlah mata pelajaran dan muatan lokal serta
kegiatan pengembangan diri yang tidak termasuk kepada struktur kurikulum dan diberikan
diluar tatap muka. Di sampingitu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri
termasuk ke dalam isi kurikulum.
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Satandar Nasional Pendidikan
menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan
diuntungkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan semester sesuai dengan Satandar
Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas kompetensi dasar dam
kompensi inti.

1. Mata Pelajaran
Materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada
peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban
belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keleluasaan dan kedalaman pada masing-
masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran
tergantung pada ciri khas dan karekteristik masing-masing mata pelajaran dengan
menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah. Sejumlah mata pelajaran tersebut
terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan pada setiap satuan pendidikan.
1. Pendidikan Agama Islam
Tujuan:
a. Menumbuhkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman
peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang
terus berkembang keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT;
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia
yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur,
adil, etis, berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan
sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
2. Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan:
a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu
kewarganegaraan.
b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas
dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi.
c. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan
bangsa- bangsa lainnya.
d. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018.
3. Bahasa Indonesia
Tujuan:

a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku,
baik secara lisan maupun tulis.

b. Menghargai dn bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan dan bahasa negara.

c. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif
untukberbagai tujuan.

d. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual,
sertakematangan emosional dan sosial.

e. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa.

f. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya
dan intelektual manusia Indonesia.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia
dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 37
Tahun 2018.
4. Matematika
Tujuan:
a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan

mengaplikasikan konsep atau alogaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan
tepat, dalam pemecahan masalah.
b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan
gagasan danpernyataan matematika.
c. Memecahkan maslah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh.
d. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untukmemperjelas keadaan atau masalah.
e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

memilikirasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika,
serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Matematika dapat
dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 37 Tahun
2018.
5. Ilmu Pengetahuan Alam

Tujuan:
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

berdasarkan keberadaan, kehidupan dan keteraturan alam ciptanya-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang

bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya

hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan
masyarakat.
d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memacahkan masalah dan membuat keputusan.
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memlihara, menjaga dan
melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya
sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar
untukmelanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA dapat dilihat pada
lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018.
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan:
a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat
danlingkungannya.
b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,
inkuiri,memcahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan.
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan bekompetisi dalam
masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS dapat dilihat
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

padalampiran Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018.
7. Seni Budaya dan Prakarya

Tujuan:
a. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan prakarya.
b. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan prakarya.
c. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan prakarya.

d. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan prakarya dalam tingkat lokal,
regional, maupun global.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya dan
prakarya dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan
Nomor 37 Tahun 2018.
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Tujuan:
a. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan

dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai
aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih.
b. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
c. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
d. Meletakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai
yangterkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
e. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama,
percaya diri dan demokratis.
f. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang
laindan lingkungan.
g. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola
hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahrga, dan Kesehatan dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan
Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018.

2. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bertujuan memeberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat
setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau
tenagakependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang
berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan
pengembangan karir peserta didik.

Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif tidak kuantitatif seperti pada
matapelajaran. Tahapan kegiatan Pengembangan Diri dilakukan dengan cara:
1. Identifikasi

a. Daya dukung dan potensi.
b. Bakat dan minat peserta didik.
2. Pemetaan
a. Jenis layanan pengembangan diri.
b. Petugas yang melayani.
c. Peserta didik yang dilayani
3. Program pencinta mata pelajaran dilakukan dengan cara penyusunan Program
(Standarkompetensi dan Kompetensi Dasar yang dikembangkan, Materi Pokok,
Indikator,Kegiatan Pembelajaran, Alokasi Waktu, Penilaian, dan Sumber Belajar).
a. Pelaksanaan ( Orentasi, pemantapan, pengembangan )
b. Monitoring Pelaksanan
c. Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif )
d. Analisis hasil penilaian (berbasis data, profesional, realitis, valid,

transparan danakuntable)
Pelaporan Umum dalam format raport rincian dalam buku laporan pengembangan
diri.Adapun kegiatan-kegiatan pengembangan diri seperti:
1. Kegiatan Ekstrakurikuler

Pengembangan diri yang dipilih berupa kegiatan ekstrakurikuler meliputi
beragamkegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik, terdiri atas:
a. Pramuka
b. Unit Kesehatan Sekolah
c. …
2. Kegiatan Pembiasaan
Guna mengembangkan nilai religi, nilai-nilai sportifitas kehidupan berbangsa dan
bernegara pembentukan karakter peserta didik dilakukan melalui:
a. Pembiasaan Rutin

Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

sekolah.Pembentukan karakter melalui pembiasaan dalam kegiatan rutin di
SPF SD Negeri ............................. adalah sebagai berikut:

1) Sholat berjamaah
2) Upacara bendera setiap hari senin
3) Berdoa sebelum dan sesudah belajar
4) Pengajian setiap hari Jum’at dan menyimak bacaan surat pendek dalam Al

Qur’an
5) Pemeriksaan kebersihan badan serta pakaian sebelum masuk kelas.
6) Membersihkan kelas serta halaman sebelum dan sesudah belajar
7) Membaca buku di perpustakaan.
b. Terprogram
Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas
maupun tingkat sekolah.
8 (delapan) Kegiatan Keagamaan Pesantren kilat
1) Pekan Kreatifitas dan olahraga
2) Peringatan Hari Besar Nasional
3) Karyawisata, Pembelajaran Luar Sekolah (PLS)
4) Pekan Olahraga antar kelas
5) Bina Olimpiade MIPA
c. Spontan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja,tanpa dibatasi oleh ruang.
1) Membiasakan memberi salam.
2) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
3) Membiasakan antri.
4) Membiasakan membantu teman yang kena musibah.
5) Berdiskusi dengan baik dan benar.
6) Kerja bakti.
3. Kegiatan Keteladanan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih
mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain
kepadapeserta didiknya.
a. Membudayakan kebersihan dan kesehatan pada semua warga sekolah
b. Mentaati tata tertib yang berlaku di sekolah
c. Memberi contoh berpakaian rapih dan bersih
d. Memberi contoh tepat waktu dalam segala hal

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

e. Memberi contoh penampilan sederhana
f. Menanamkan budaya membaca
g. Memberi contoh tidak merokok dilingkungan sekolah
h. Memuji hasil kerja peserta didik yang baik.
4. Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme
a. Peringatan Hari Kemerdekaan RI
b. Peringatan Hari Pahlawan
c. Peringatan Hari Pendidikan Nasional
d. Upacara
5. Pengembangan Potensi dan Ekpresi Diri
Pengembangan dan Potensi dan Ekspresi Diri yang dikembangkan di S P
SD Negeri ........................... adalah keterampilan dalam melaksanakan kegiatan
ulangan dengancomputer atau handphone atau kegiatan pembelajaran interaktif.

3. Beban Belajar
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama
satu semester. Beban belajar di SPF SD Negeri .......kelas I, II, dan III masing-masing
30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu.
Jam belajar SPF SD Negeri ............................ adalah 30 menit. Dengan adanya
tambahan jam belajar dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki
keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi
peserta didik aktif. Proses pembelajaran peserta didik aktif memerlukan waktu yang
lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik
perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi.
Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam
mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan
menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat
sekitarnya.
Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses
dan hasil belajar.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

Tabel 2 :
Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan SPF SD Negeri ............

Kelas Satu jam Jumlah jam Minggu Efektif Waktu pembelajaran
1 pembelajaran pembelajara persemester Per Tahun
2 Tahun Ajaran
3 tatap nPer
muka/menit Minggu 38 1140 jam
5 pembelajaran
6 30 30
(39900 menit)
30 32
38 1216 jam
30 34 pembelajaran

35 36 (41230 menit)

35 36 38 1292 jam
pembelajaran
35 36
(42560 menit)

38 1368 jam
pembelajaran

(47880 menit)

38 1368 jam
pembelajaran

(47880 menit)

38 1368 jam
pembelajaran

(47880 menit)

Beban belajar penugasan tersetruktur dan kegiatan mandiri tidak berstruktur
maksimum40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang
bersangkutan.
Contoh mata pelajaran IPA dalam satu minggu 4 jam pelajaran Untuk tatap muka 60
%.Contoh perhitungan pemberian tugas.
4 x 35 menit = 140 menit maka 40% penugasan yaitu 40% x 140 menit = 56 menit jadi
untukpemberian tugas hanya 56 menit per minggu.
Alokasi waktu untuk praktek, dua jam kegiatan praktek di sekolah stara dengan satu
jamtatap muka. Empat jam praktek di luar sekolah stara dengan dua jam tatap muka.
Alokasi untuk pengembangan ekspresi dan potensi disesuaikan dengan jenis
pengembanganyang di pilih.

4. Penilaian
Sesuai Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Penilaian pendidikan sebagai proses
pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar
peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat
kompetensi,ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/sekolah.

5. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil
belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antar 0% s.d 100%. Kriteria ideal
ketuntasan belajar untuk masing-masing indikator adalah 65%.
Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan belajar minimal dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan
sumber daya pendukung dalammenyelenggarakan pembelajaran.
Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusakan peningkatan kriteria
ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan belajar ideal.
Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran disesuaikan dengan kompleksitas, esensial
intake peserta didik, dan saran prasarana.

Adapun Standar Hasil Belajar/SKBM SPF SD Negeri ....................................... Tahun

Pelajaran 2021/2022 adalah sebagai berikut:

Tabel 3 :
Standar Hasil Belajar

No Mata Pelajaran SKBM
Huruf
Angka

Kelompok A

1 Pendidikan Agama 75 Tujuh Puluh

2 Pendidikan Kewarga negaraan 75 Tujuh Puluh

3 Bahasa Indonesia 70 Tujuh Puluh

4. Matematika 70 Tujuh Puluh

5. Ilmu Pengetahuan Alam 65 Tujuh Puluh

6. Ilmu Pengetahuan Sosial 65 Tujuh Puluh

Kelompok B

7. Seni Budaya dan Keterampilan 7 Tujuh Puluh

8. Pendidikan Jasmani, Olahraga 70 Tujuh Puluh
Kelompok C (Muatan Lokal) Lima

Bahasa Jawa

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
1) Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan
kelasSPF SD Negeri............... sebagai berikut:
1. Peserta didik sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan
kriteriaketuntasan belajar minimal pada semua StandarKompetensi Dasar dan
indikator.
2. Kehadiran peserta didik minimal 75%
3. Prilaku, sikap dan budi Pekerti kriteria baik.

2) Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP. 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan
lulusdari satuan pendidikan dasar setelah:
1. Peserta didik menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan kriteria
ketuntasan belajar minimal pada semua Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi Inti
(KI) dan Indikator semua mata pelajaran.
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarga
negaraan dan kepribaduian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata
pelajaranjasmani olahraga dan kesehatan.
3. Persentasi kehadiran minimal 75%
4. Lulus Ujian Sekolah.

7. Pendidikan Kecakapan Hidup
1) Kurikulum untuk SPF SD Negeri ............................., memasukkan pendidikan
kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan
akademikdan/atau kecakapan vokasional.
2) Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua
mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
3) Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang
bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

8. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
1) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang
memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek
ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain,

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
2) Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan

berbasis keunggulan lokal dan global.
3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua

mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
4) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan

pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

BAB IV
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi Standar Kompetensi

Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah
menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan
tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatujenjang
sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang
seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element)
kompetensidasar. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait
yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (Kompetensi Inti 1), sikap sosial (Kompetensi Inti
2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4).
Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan
dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif.

Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan
secara tidak langsung(indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang
pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4).

Tabel 4 :
Kompetensi Inti Kelas I, II, dan III

KOMPETENSI INTI KELAS I KOMPETENSI INTI KELAS III
DANKELAS II
1. Menerima dan menjalankan ajaran
1. Menerima dan menjalankan ajaran agamayang dianutnya
agamayang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin,

jawab, santun, peduli, dan percaya diri tanggung jawab, santun, peduli, dan

dalam berinteraksi dengan keluarga, percaya diri dalam berinteraksi

teman,dan guru dengan keluarga, teman, tetangga,

dan guru.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan 3. Memahami pengetahuan faktual

cara mengamati [mendengar, melihat, dengan cara mengamati [mendengar,

membaca] dan menanya berdasarkan rasa melihat, membaca] dan menanya

ingin tahu tentang dirinya, makhluk berdasarkan rasa ingin tahu tentang

ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan

benda-benda yang dijumpainya di rumah kegiatannya, dan benda-benda yang

dan di sekolah dijumpainya di rumah,

sekolah, dan tempat bermain.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

KOMPETENSI INTI KELAS I KOMPETENSI INTI KELAS III
DANKELAS II

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam 4. Menyajikan pengetahuan faktual

bahasa yang jelas dan logis, dalam karya dalam bahasa yang jelas, logis, dan

yang estetis, dalam gerakan yang sistematis, dalam karya yang estetis

mencerminkan anak sehat, dan dalam dalam gerakan yang mencerminkan

tindakan yang mencerminkan perilaku anak sehat, dandalam tindakan yang

anakberiman dan berakhlak mulia. mencerminkan perilaku anak

beriman dan berakhlak mulia.

Tabel 5 :
Kompetensi Inti Kelas IV, V, dan VI

KOMPETENSI INTI KELAS IV KOMPETENSI INTI KELAS V DAN

VI

1. Menerima, menghargai, dan 1. Menerima, menghargai, dan

menjalankanajaran agama yang menjalankanajaran agama yang

dianutnya. dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin,

jawab, santun, peduli, dan percaya diri tanggung jawab, santun, peduli,

dalam berinteraksi dengan keluarga, percaya diri, dan cinta tanah air dalam

teman,tetangga, dan guru. berinteraksidengan keluarga, teman,

tetangga, dan guru.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan 3. Memahami pengetahuan faktual dan

cara mengamati [mendengar, melihat, konseptual dengan cara mengamati

membaca] dan menanya berdasarkan rasa dan mencoba [mendengar, melihat,

ingin tahu tentang dirinya, makhluk membaca]serta menanya berdasarkan

ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan rasa ingin tahu secara kritis tentang

benda-benda yang dijumpainya di rumah, dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan

sekolah, dan tempat bermain. kegiatannya, dan benda-benda yang

dijumpainya di rumah,

sekolah, dan tempat bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan

bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, konseptual dalam bahasa yang jelas,

dalam karya yang estetis dalam gerakan logis, dan sistematis, dalam karya

yang mencerminkan anak sehat, dan yang estetis dalam gerakan yang

dalam tindakan yang mencerminkan mencerminkan anak sehat, dan dalam

perilaku anak beriman dan berakhlak tindakan yang mencerminkan

mulia. perilaku anak beriman danberakhlak

mulia.

B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas

yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi
yang terdiriatas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti
yang harus dikuasai peserta didik.

Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber
dari kontenuntuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan
berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan
perenialisme.

Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai
disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial,
progresif atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik
seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata
pelajaranuntuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi
esensialismedan perenialisme.

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas
yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI untuk setiap mata
pelajaran tercantum pada Lampiran Permendikbud Nomor 37 tahun 2018 yang mencakup:
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni
Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Daftar Tema
dan Alokasi Waktunya.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

35

BAB V
PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU,
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK

A. PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATED (TERPADU)

Kurikulum SPF SD Negeri ............. menggunakan pendekatan pembelajaran tematik
integratif dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan

pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi berbagai mata pelajaran ke
dalam tema.

Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan
dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang

berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar
konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang

utuh kepada pesertadidik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.
Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan

kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang
substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan

Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar
dari IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting

sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk

memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai

mampuberpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar

yang kuat untuk integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran

tematik. Dari sudutpandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara

terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.

Di bawah ini adalah tema-tema yang telah disiapkan untuk peserta didik Sekolah Dasar

kelasI, II, IV, V, dan VI pada Kurikulum 2013.

Tabel 6.
Tema-Tema di Sekolah Dasar

KELAS I KELAS IV

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

36

1. Diriku 1. Indahnya Kebersamaan
2. Kegemaranku 2. Selalu Berhemat Energi
3. Kegiatanku 3. Peduli Terhadap Makhluk Hidup
4. Keluargaku 4. Berbagai Pekerjaan.
5. Pengalamanku 5. Pahlawanku
6. Lingkungan Bersih dan Sehat 6. Indahnya Negeriku
7. Benda, Binatang dan Tanaman di Sekitar 7. Cita-citaku
8. Peristiwa alam 8. Tempat Tinggalku
9. Makanan Sehat dan Bergizi

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

37

KELAS II KELAS V
1. Benda-benda di Lingkungan
1. Hidup Rukun
2. Bermain di Lingkunganku Sekitarku
3. Tugasku Sehari-hari 2. Peristiwa dalam Kehidupan
4. Aku dan Sekolahku 3. Kerukunan dalam bermasyarakat
5. Hidup Bersih dan Sehat 4. Sehat itu Penting
6. Air, Bumi, dan Matahari 5. Bangga sebagai Bangsa Indonesia
7. Merawat Hewan dan Tumbuhan 6. Organ Tubuh Manusia dan Hewan
8. Keselamatan di Rumah dan Perjalanan 7. Sejarah Peradaban Indonesia
8. Ekosistem
KELAS III 9. Lingkungan Sahabat Kita
1. Perkembangbiakan Hewan Dan
KELAS VI
Tumbuhan 1. Selamatkan Mahluk Hidup
2. Perkembangan Teknologi 2. Persatuan Dalam Perbedaan
3. Perubahan Di Alam 3. Tokoh dan Penemuan
4. Peduli Lingkungan Sosial 4. Globalisasi
5. Permainan Tradisional 5. Wirausaha
6. Indahnya Persahabatan 6. Menuju Masyarakat Sehat
7. Energi Dan Perubahanya 7. Kepemimpinan
8. Bumi dan Alam Semesta 8. Bumiku
9. Menjelajah Angkasa Luar

B. PENDEKATAN SAINTIFIK (ILMIAH)
Menurut Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018, proses pembelajaran terdiri atas lima
pengalaman belajar pokok yaitu:
1. Mengamati;
2. Menanya;
3. Mengumpulkan informasi/eksperimen;
4. Mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
5. Mengkomunikasikan.
Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan belajar
sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

38

Tabel 7:

Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Maknanya

Langkah Kegiatan Belajar Kompetensi
Pembelajaran yang

Dikembangkan

Mengamati Membaca, mendengar, Melatih

menyimak,melihat (tanpa atau kesungguhan

dengan alat) ,ketelitian, mencari

informasi

Menanya Mengajukan pertanyaan tentang Mengembangkan

informasi yang tidak dipahami kreativitas, rasa ingin tahu,

dari apa yang diamati atau kemampuan merumuskan

pertanyaan untuk mendapatkan pertanyaan untuk

informasi tambahan tentang apa membentuk pikiran kritis

yang diamati (dimulai dari yang perlu untuk hidup

pertanyaan faktual sampai ke cerdas dan belajar sepanjang

pertanyaan hayat

yang bersifat hipotetik)

Mengumpulkan  Melakukan eksperimen Mengembangkan sikap teliti,

informasi/  Membaca sumber lain jujur, sopan, menghargai
eksperimen selain bukuteks pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi,
 Mengamati objek/ menerapkan kemampuan
kejadian/aktivitaswawancara mengumpulkan informasi
dengan narasumber melalui berbagai cara yang

dipelajari, mengembangkan

kebiasaan belajar dan belajar

sepanjang hayat.

Mengasosiasikan/  Mengolah informasi yang Mengembangkan sikap jujur,

mengolah sudah dikumpulkan baik teliti, disiplin, taat aturan,
informasi
terbatas dari hasil kegiatan kerja keras, kemampuan

mengumpulkan/eksperimen menerapkan prosedur dan

mau pun hasil dari kegiatan kemampuan berpikir induktif

mengamati dan serta deduktif dalam

kegiatan mengumpulkan menyimpulkan.

informasi.

 Pengolahan informasi yang
dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang
bertentangan.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

39

Mengkomunikasik Menyampaikan hasil pengamatan, Mengembangkan sikap jujur,
an
kesimpulan berdasarkan hasil teliti, toleransi, kemampuan

analisis secara lisan, tertulis, atau berpikir

media lainnya sistematis

, mengungkapkan pendapat

dengan

singkat dan jelas,
dan

mengembangkan
kemampuan berbahasa
yangbaik dan benar.

C. PENILAIAN AUTENTIK (RESPONSIF)
Dalam melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan
yang ingin dicapai. Guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan: (1) sikap,
pengetahuan dan keterampilan apa yang akan dinilai; (2) fokus penilaian akan dilakukan,
misalnya, berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan; dan (3) tingkat pengetahuan
apa yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau proses. Bentuk-bentuk Penilaian Autentik
yang di kembangkan
1. Penilaian Sikap
a. Observasi
b. Penilaian Diri
c. Penilaian Antarteman
d. Jurnal Catatan Guru
2. Penilaian Pengetahuan
a. Tes Tulis
b. Tes Lisan
c. Penugasan
3. Penilaian Keterampilan
a. Penilaian Kinerja
b. Penilaian Proyek
c. Penilaian Portofolio

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

40

BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selamasatu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar,
waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun kalender
pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/sekolah mengacu
kepada Standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/sekolah,
kebutuhan perserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah daerah.

Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan
sebagai berikut:
a. permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun

pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh
Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
b. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran. Sekolah/sekolah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai
dengan keadaan dankebutuhannya.
c. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran untuk setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
d. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal.Hari lbur sekolah/sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan,
Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan
dapat menetapkan hari libur khusus.
e. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun
pelajaran,hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari
libur khusus.
f. Libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk
penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
g. Sekolah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat
mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan
waktupembelajaran efektif.
h. Bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus
Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

41

tanpamengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

i. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis
pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten.

Kalender Pendidikan SPFSD Negeri ....................... disusun dengan berpedoman kepada
Keputusan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor: 420/2042/101.1/2021 tentang Hari
Efektif, Hari Efektif Fakultatif, dan Hari Libur Bagi Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2021/2022 maupun Kalender Pendidikan Lingkup Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten
yangdisesuaikan dengan program sekolah.

Tabel 8:
Perhitungan Hari Efektif Belajar Semester I dan Semester II

Semester Bulan Hari

Minggu Libur Efektif Jumlah
31
Juli 2021 5 13 13 31
30
Agustus 2021 4 5 22 31
30
September 2021 5 4 21 31
184
I 4 4 23
Oktober 2021

November 2021 4 5 21

Desember 2021 5 11 15

Jumlah 27 42 115

Semester Bulan Hari

Minggu Libur Efektif Jumlah
4 31
Januari 2021 4 7 20 29
Februari 2021 5 31
Maret 2021 4 5 20 30
II April 2021 4 31
Mei 2021 4 5 21 30
Juni 2021
5 21

17 10

12 14

Jumlah 25 51 106 182

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

42

BAB VII
PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19

A. PENGATURAN PEMBELAJARAN MASA DARURAT COVID-19
1. Beban belajar di SPF SD Negeri .........dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu.
Beban belajar satu minggu kelas 1 sampai dengan 6 adalah … jam pembelajaran. Durasi
setiap satu jam pembelajaran adalah 20 menit.
2. Beban belajar di kelas 1 sampai dengan 6 adalah dalam satu semester paling sedikit …
minggu dan paling banyak …… minggu.
3. Beban belajar di kelas 1 sampai dengan 6 pada semester ganjil paling sedikit …. minggu
danpaling banyak …… minggu.
4. Beban belajar di kelas 1 sampai dengan 6 pada semester genap paling sedikit ……
minggu dan paling banyak ….. minggu.
5. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit …… minggu dan paling
banyak …….. minggu.
6. Alokasi Waktu Jam Pembelajaran disesuaikan dengan proses pelaksanaan masa
pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) sesuai kesepakatan bersama antara guru,
peserta didik, dan orang tua atau wali dari jumlah peserta didik satu rombongan belajar.
7. SPF SD Negeri ………... dengan alamat …………. mengunakan durasi 25 menit.
8. Pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ)menggunakan sistem daring sesuai dengan Surat Keputusan Bersama 4 Manteri.
9. Pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
untuk SPF SD Negeri .................akan melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk dan
arahan teknis dari Dinas Pendidikan setempat.
10. Kegiatan pembelajaran tidak hanya mengandalkan tatap muka antara guru dengan
peserta didik, tetapi peserta didik dapat melakukan belajar dari rumah dengan
bimbingan/pemantauan oleh guru dan orang tua;
11. Tidak harus memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD) pada kurikulum, tetapi lebih
ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia, kemandirian dan kedisiplinan
ataupun yang lainnya.

B. PEMBELAJARAN MASA DARURAT COVID-19
1. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran SPF SD Negeri ........... pada masa darurat tetap
berpedoman pada Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022 berjalan yang
ditetapkanoleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah .
Bila kondisi darurat sedang berlangsung dan ditetapkan sebagai masa darurat

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

43
oleh pemerintah maka proses pembelajaran di sekolah mengikuti mekanisme
kurikulum darurat yang ditetapkan pada Dinas Pendidikan setempat. Kegiatan
pembelajaran bukan untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar (KD) kurikulum
semata, namum lebih menititikberatkan pada penguatan karakter, praktek ibadah,
peduli pada lingkungan dan kesalehan sosial lainnya.

Kegiatan pembelajaran masa darurat melibatkan guru, orang tua, peserta didik
dan lingkungan sekitar. Kegiatan pembelajaran harus dapat mengembangkan
kompetensi peserta didik pada aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

Kegiatan pembelajaran di SPF SD Negeri ........... selama masa kedaruratan
diarahkan pada budaya menumbuhkembangkan kompetensi literasi bahasa, literasi
matematik, literasi sains, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual. Kegiatan
pembelajaran yang dirancang guru harus dapat merangsang tumbuhnya 4C (Critical
thinking, Collaborative, Creativity dan Communicative) pada diri peserta didik.

Kegiatan pembelajaran pada masa kedaruratan wajib mempertimbangkan
terjaganya kesehatan, keamanan, dan keselamatan civitas akademika baik pada aspek
fisik maupun psikologi warga sekolah.
2. Prinsip Pembelajaran Pada Masa Darurat
a. Pembelajaran dilakukan dengan Daring (dalam jaringan) secara online.
b. Pembelajaran berlangsung di rumah dan di lingkungan sekitar sesuai dengan

kondisi masing-masing peserta didik.
c. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi,

keterampilan aplikatif, dan terpadu.
d. Pembelajaran dikembangkan secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan

tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik;
e. Pembelajaran menekankan nilai guna aktivitas belajarnya untuk kehidupan riil

peserta didik, orang lain atau masyarakat sekitar, serta alam lingkungan tempat
peserta didik hidup.
f. Pembelajaran yang berlangsung agar mengutamakan pembudayaan dan
pemberdayaanpeserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
g. Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi
keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karimah (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan dan motivasi dalam belajar dan bekerja
(ing madyomangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
proses pembelajaran (tutwuri handayani).
h. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

44

adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.

i. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi
danefektivitas pembelajaran.

j. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik
menjadiacuan penting dalam pelaksanaan pembelajaran.

k. Proses pembelajaran diarahkan untuk menggerakan pada tiga ranah aspek, yaitu:
sikap,pengetahuan, dan keterampilan yang tersaji pada tabel sebagai berikut:

Sikap Pengetahuan Keterampilan
Menerima Mengingat Mengamati
Menjalankan Memahami Menanya
Menghargai Menerapkan Mencoba
Menghayati, Menganalisis Menalar
Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
- - Mencipta

Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah

tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa

dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian walau pada masa darurat Covid-19

proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi meliputi sikap,

pengetahuan, dan keterampilan.

Adapun pembelajaran yang dilaksanakan di SPF SD Negeri ........... alamat

………….. berdasarkan informasi dari gugus tugas Covid-19 Koordinator Wilayah

Bidang Pendidikan Kecamatan Ungaran Timur dan Dinas Pendidikan

Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang yang

menyatakan bawah letak wilayah berada pada zona …………………
sehingga proses pembelajaran dilakukan secara …………….

Apabila dalam pelaksanaan yang secara kondisi mengarah ke masa transisi untuk
menuju New Normal, maka proses Pendidikan pada jenjang satuan akan mengikuti
arahan dan petunjuk dari gugus tugas Covid-19 sesuai kewenangannya.

C. MODEL PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19
1. Pengembangan Materi Ajar.
Guru dapat memilih materi pelajaran esensi untuk menjadi prioritas dalam

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

45
pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari peserta didik secara mandiri.
Materi pembelajaran ditemukan dan dikumpulkan serta dikembangkan dari:
a. Buku-buku sumber seperti buku peserta didik, buku pedoman guru, maupun buku

atauliteratur lain yang berkaitan dengan ruang lingkup yang sesuai dan benar;
b. Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan/atau berkaitan dengan fenomena

sosial yang bersifat kontekstual, misalnya berkaitan dengan pandemi Covid-19
atau hal lain yang sedang terjadi di sekitar peserta didik.
2. Model dan Metode Pembelajaran.
a. Model pembelajaran dapat berbentuk model-model pembelajaran, seperti model
Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery learning) model Pembelajaran
Berbasis Penelitian (Inquiry learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek
(Project Based Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based
Learning), dan model pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik
belajar secara aktif dankreatif.
b. Guru memilih metode yang memungkinkan pencapaian tujuan pembelajaran pada
kondisi darurat;
c. Guru secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran aktif yang disesuaikan
dengan karakteristik materi/tema.
3. Media dan Sumber Belajar.
Pada prinsipnya segala benda yang sesuai dapat dijadikan media pembelajaran di
sekitar lingkungan (rumah, tempat ibadah, dll), terdapat banyak benda yang dapat
dijadikan sebagaimedia pembelajaran sederhana. Guru diharapkan kreatif dan inovatif
untuk memanfaatkan benda tersebut menjadi media agar dapat membantu tercapainya
tujuan pembelajaran.
Media pembelajaran dapat berupa antara lain: Gambar, Peta dan Globe, Grafik, Papan
Tulis,Papan Flanel, Display, Poster, Bagan (Chart), dan sebagainya. Pemilihan media
disesuaikandengan materi/tema yang diajarkan dan tagihan sesuai indikator dan tetap
mempertimbangkan kondisi kedaruratan.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

46

BAB VIII
LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19
1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang tersusun secara
simple/sederhana,mudah dilaksanakan, serta memuat hal-hal pokok saja;
2. Penyusunan RPP, merujuk pada SKL, KI-KD dan Indikator Pencapaian yang
diturunkandari KD;
3. Membuat pemetaan KD dan memilih materi esensi yang akan di ajarkan kepada peserta
didikpada masa darurat;
4. RPP, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap
akhirpembelajaran, yaitu dimensi sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT COVID-19
1. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, semi daring, dan non-digital.
2. Aktivitas belajar memperhatikan kondisi peserta didik untuk menjalankan
pembelajaransecara daring, semi daring, maupun non-digital;
3. Aktifitas pembelajaran mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Kegiatan Pendahuluan.
1) Guru menyiapkan kondisi pisik dan psikhis peserta didik.
2) Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum mulai pembelajaran.
3) Guru menyapa dengan menanyakan kondisi peserta didik dan keluarganya.
4) Guru melakukan Pretest secara lisan.
5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
6) Guru menyampaikan lingkup materi pelajaran.
b. Kegiatan Inti.
1) Guru mengorganisir peserta didik dalam pembelajaran.
2) Guru menyampaikan materi pelajaran dan mendiskusikan bersama peserta
didik.
3) Peserta didik melakukan kegiatan saintifik yang meliputi: mengamati,
menanya, mencari informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan/
menyajikan/mempresentasikan.
4) Guru menggunakan media atau alat peraga yang sesuai dengan karakteristik
materidi masa darurat.
5) Hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa video, animasi, portofolio, proyek,
produk, gambar, keterampilan, puisi, cerpen dan lain sebagainya yang

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

47

memungkinkan dilaksanakan peserta didik di masa darurat.

6) Guru memberi apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.
7) Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas peserta didik belajar

melalui pengamatan dan/atau menanyakan kepada orang tua peserta didik.
c. Kegiatan Penutup.

1) Post test, dapat dilakukan dengan tes dan non tes.
2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi dengan mengevaluasi seluruh

aktivitas pembelajaran serta menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang
telah dilaksanakan. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan
informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya
3) Penugasan atau pekerjaan rumah jika diperlukan dapat secara individu maupun
kelompok. Dalam memberi tugas pekerjaan rumah, sedapat mungkin tidak
menyitabanyak waktu, tenaga dan biaya.
4) Doa penutup dan salam.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

48

BAB IX
PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN PENILAIAN MASA DARURAT COVID-19

A. PENILAIAN HASIL BELAJAR PADA MASA DARURAT
Sistem penilaian pembelajaran pada masa darurat, yaitu guru dapat merancang penilaian
hasilbelajar dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut;
a. Penilaian hasil belajar mengacu pada regulasi/juknis penilaian hasil belajar susuai masa
darurat;
b. Penilaian hasil belajar dapat mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek
keterampilan;
c. Penilaian hasil belajar dapat berbentuk portofolio, penugasan, proyek, praktek, tulis dan
bentuk lainnya, yang diperoleh melalui tes daring, dan/atau bentuk asesmen lainnya
yang memungkinkan ditempuh secara jarak jauh dan tetap memperhatikan protokol
kesehatan danatau keamanan;
d. Penilaian meliputi penilaian harian (PH), penilaian akhir semester (PAS) dan penilaian
akhirtahun (PAT);
e. Penilaian dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak perlu
dipaksakan mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh;
f. Pemberian tugas kepada peserta didik dan penilaian hasil belajar pada masa Belajar dari
Rumah dapat bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing,
termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di
rumah. Pemberian tugas perlu proporsional atau tidak berlebihan, agar perlindungan
kesehatan, keamanan, dan motivasi peserta didik selama masa darurat tetap terjaga;
g. Hasil belajar anak dikirim ke guru bisa berupa foto, gambar, video, animasi, karya seni
danbentuk lain tergantung jenis kegiatannya dan yang memungkinkan diwujudkan di
masa darurat;
h. Dari hasil belajar tersebut, guru dapat melakukan penilaian baik dengan teknik skala
capaianperkembangan maupun hasil karya.
i. Hasil penilaian dianalisis untuk melihat ketercapaian kompetensi dasar yang muncul
lalu dilakukan skoring.

B. EVALUASI DAN SUPERVISI
1. Evaluasi Keterlaksanaan Kurikulum Masa Darurat
Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi,
pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses
pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

49
a. Prinsip Pengawasan

Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna peningkatan
mutusecara berkelanjutan.
b. Sistem dan Entitas Pengawasan
Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas, dan dinas
pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.
c. Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melakukan
pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.
d. Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi
akademikdan supervise manajerial.

2. Proses Pengawasan
a. Pemantauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan,
dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi
kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan
dokumentasi.
b. Supervisi
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian
contohpembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.
c. Pelaporan
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun
dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan
keprofesionalan pendidiksecara berkelanjutan.
d. Tindak Lanjut
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:
1. Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang
memenuhiatau melampaui standar; dan
2. Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan
keprofesionalan berkelanjutan.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021

50

BAB VII
PENUTUP

Kurikulum Sekolah Masa Pandemi Covid-19 ini disusun sebagai acuan bagi Kepala
Sekolah, Guru, Peserta didik, Orang Tua dan seluruh stekholders dalam merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran pada masa darurat Covid-19.

Pimpinan Ssekolah, Pengawas, serta Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan
wajibmemfasilitasi, memotivasi, dan mendampingi guru untuk optimal mewujudkan kreativitas
dan inovasinya dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang bermakna pada kehidupan
peserta didik.

Komitmen seluruh stekholders sekolah menjadi prasyarat yang wajib diwujudkan dalam
mengimplementasikan kurikulum masa darurat Covid-19 di masing-masing sekolah agar
menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik

Dalam implementasinya, menyadari akan banyak hal kekurangan, oleh karenanya
efektifitas keterlaksanaan kurikulum ini sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak yang
terlibat, diharapkan semua pihak yang terlibat di dalam implementasinya dapat bekerja sesuai
dengan tugas pokok dan fungsinya.

Akhirnya semoga segala usaha baik kita mendapat bimbingan dan berkat Tuhan. Amin

Ditetapkan di: Ungaran
Pada tanggal: 12 Juli 2021
Kepala Sekolah

Nama dan Gelar
NIP.

Dokumen1_KTSP Darurat_Ungtim_2021


Click to View FlipBook Version