PEMASARAN UMKM
Disusun oleh:
MUHAMMAD RIFQI HIDAYAT
190510069
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2022
i Pemasaran UMKM
Kata pengantar
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
sehingga e-book dengan judul pemasaran UMKM, dapat terselesaikan dengan baik.
Terima kasih kepada Ibu Sri Handayani, SE.,MM sebagai dosen workshop
manajemen yang telah membimbing dan memberikan pengarahan selama penulisan
e-book ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberi
semangat dalam pengerjaan e-book ini.
Pada e-book ini sangat dimungkinkan masih banyak kekurangan yang harus
diperbaiki. Segala bentuk kritik dan saran akan dengan senang hati diterima dan
diharapkan dapat membantu dalam penulisan laporan selanjutnya agar lebih baik
lagi. Semoga e-book dengan judul pemasaran UMKM dapat menambah wawasan
dan pengetahuan bagi pembaca.
ii Pemasaran UMKM
Daftar isi
Kata pengantar.................................................................................................................... ii
Daftar isi............................................................................................................................. iii
BAB I......................................................................................Error! Bookmark not defined.
Perumusan stratregi pemasaran.......................................Error! Bookmark not defined.
BAB II.....................................................................................Error! Bookmark not defined.
Konsep bauran pemasaran ...............................................Error! Bookmark not defined.
Prinsip bauran pemasaran ................................................Error! Bookmark not defined.
BAB III....................................................................................Error! Bookmark not defined.
Kelebihan digital marketing ..............................................Error! Bookmark not defined.
Jenis digital marketing ......................................................Error! Bookmark not defined.
Strategi digital marketing..................................................Error! Bookmark not defined.
Kesalahan umum digital marketing ..................................Error! Bookmark not defined.
BAB IV....................................................................................Error! Bookmark not defined.
Perspektif riset ..................................................................Error! Bookmark not defined.
Faktor-faktor mempengaruhi konsumen..........................Error! Bookmark not defined.
BAB V.....................................................................................Error! Bookmark not defined.
Indikator kepuasan konsumen..........................................Error! Bookmark not defined.
Faktor faktor kepuasan pelanggan ...................................Error! Bookmark not defined.
BAB VI....................................................................................Error! Bookmark not defined.
Dimensi kualitas produk ...................................................Error! Bookmark not defined.
iii Pemasaran UMKM
BAB I
STRATEGI PEMASARAN
Industri UMKM di tanah air saat ini menghadapi situasi yang demikian sulit
di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Persaingan pun
telah menjadi kian ketat seiring dengan derasnya arus perdagangan bebas yang
secara otomatis membuat kompetisi datang dari segala penjuru baik domestik,
regional, maupun global. (Kartajaya, 2007:1) Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu Negara
ataupun suatu daerah, tidak terkecuali di Indonesia. Pengembangan sektor Usaha
Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan makna tersendiri pada usaha
peningkatan pertumbuhan ekonomi serta dalam usaha menekan angka kemiskinan
suatu negara. Pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM sering diartikan
sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, khususnya bagi negara-
negara yang memiliki income perkapita yang rendah. Sebagai gambaran pada tahun
2011-2012, walau sumbangannya dalam output nasional (PDB) hanya sebesar
57,94 persen, namun UMKM memberi kontribusi sebesar 99,9 persen dalam jumlah
badan usaha di Indonesia serta mempunyai andil 97,24 persen dalam penyerapan
tenaga kerja (www.depkop.go.id).
Peranan UMKM yang sangat besar tersebut, memberikan penjabaran bahwa
UMKM harus dapat ditingkatkan lebih baik lagi. UMKM akan mampu bertahan
dan bersaing apabila mampu menerapkan pengelolaan manajemen secara baik.
Pengelolaan manajemen secara umum mencakup bidang pemasaran, produksi,
1 Pemasaran UMKM
sumber daya manusia (SDM), dan keuangan. Konsep dan perancangan tertentu di
tingkat strategi merupakan faktor kunci keberhasilan. Analisis mengenai pasar,
pelanggan dan produk merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia yang
kompleks. Menurut Purwanto (2008), analisis starategi meliputi “segitiga strategi”,
yaitu: Pelanggan, Pesaing dan Perusahaan. Kebanyakan perusahaan/unit usaha
melakukan kegiatan produksi dan operasinya hanya sampai berkonsentrasi pada
pembuatan produk saja, termasuk perusahaan berskala kecil hingga menengah.
Perusahaan seharusnya juga memperhatikan strategi usaha guna mempertahankan
mengembangkan usaha yang sudah ada, agar tetap dapat bersaing.
Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan
bersaing yang berkesinambungan baik itu untuk perusahaan yang memproduksi
barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang
dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Dipandang
dari luasnya permasalahan yang ada dalam perusahaan, maka diperlukan adanya
perencanaan yang menyeluruh untuk dijadikan pedoman bagi segmen perusahaan
dalam menjalankan kegiatannya. Alasan lain yang menunjukkan pentingnya
strategi pemasaran adalah semakin kerasnya persaingan yang dihadapi oleh
perusahaan pada umumnya. Dalam situasi yang demikian, tidak ada lagi pilihan lain
bagi perusahaan kecuali berusaha untuk menghadapinya atau sama sekali keluar
dari arena persaingan. Perusahaan harus meningkatkan efektifitas dan nilai
pelanggan, seperti yang dikemukakan Bestari (2003:85) bahwa respon yang paling
baik untuk melindungi pasar yaitu dengan melakukan inovasi terus menerus
(continous innovation). Perusahaan terus berusaha meningkatkan efektifitas
2 Pemasaran UMKM
kompetitif dan nilai perusahaan di mata konsumennya. Pemasaran perlu mendapat
perhatian serius oleh UMKM. Terutama didalam proses penetapan strategi
pemasaran harus benar-benar matang, sehingga strategi pemasaran yang dipilih
akan mampu menembus pasar. Apalagi kondisi persaingan yang semakin ketat
seperti saat ini, kemampuan untuk merebut pangsa pasar akan mempengaruhi
kelangsungan hidup UMKM itu sendiri. Keadaan ini tidak terkecuali akan dihadapi
oleh Batik Diajeng. Suatu manajerial yang terdapat di dalamnya sangat
membutuhkan perumusan strategi pemasaran yang tepat sebagai prioritas utama
untuk menghadapi persaingan pada sebagai upaya mengembangkan pasar.
Terdapat beberapa macam pengertian strategi dari para ahli. Menurut Marrus dalam
Umar (2001:31) strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para
pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai
penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Strategi didefinisikan secara khusus sebagai tindakan yang bersifat incremental
(senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut
pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan (Prahalad
dalam Umar, 2001:31). Menurut Chandra (2002:93), strategi pemasaran merupakan
rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai
aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya
di pasar sasaran tertentu. Program pemasaran meliputi tindakan-tindakan
pemasaran yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap produk, diantaranya
dalam hal mengubah harga, memodifikasi kampanye iklan, merancang promosi
khusus, menentukan pilihan saluran distribusi, dan sebagainya.
3 Pemasaran UMKM
1. Perumusan stratregi pemasaran
Merumuskan strategi pemasaran berarti melaksanakan prosedur tiga langkah secara
sistematis, bermula dari strategi segmentasi pasar, strategi penentuan pasar sasaran,
dan strategi penentuan posisi pasar. Ketiga strategi tersebut adalah kunci di dalam
manajemen pemasaran:
Strategi Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar
ke dalam kelompok pembeli yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan,
karakteristik, ataupun, perilaku yang membutuhkan bauran produk dan
bauran pemasaran tersendiri. Atau dengan kata lain segmentasi pasar
merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri atas beberapa
segmen yang berbeda-beda. Segmentasi pasar adalah proses menempatkan
konsumen dalam sub kelompok di pasar produk, sehingga para pembeli
memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi pemasaran dalam
penentuan posisi perusahaan. (Setiadi. 2003:55)
Strategi Penentuan Pasar Sasaran. Yaitu pemilihan besar atau luasnya
segmen sesuai dengan kemampuan suatu perusahaan untuk memasuki
segmen tersebut. Sebagian besar perusahaan memasuki sebuah pasar baru
dengan melayani satu segmen tunggal, dan jika terbukti berhasil, maka
mereka menambah segmen dan kemudian memperluas secara vertikal atau
secara horizontal. Dalam menelaah pasar sasaran harus mengevaluasi
dengan menelaah tiga faktor (Umar, 2001:46):
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen
4 Pemasaran UMKM
b. Kemenarikan struktural segmen
c. Sasaran dan sumber daya
Strategi Penentuan Pasar Sasaran Penentuan posisi pasar (positioning)
adalah strategi untuk merebut posisi dibenak konsumen, sehingga strategi
ini menyangkut bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan, dan
kompetensi bagi pelanggan. Menurut Philip Kotler, positioning adalah
aktifitas mendesain citra dan memposisikan diri di benak konsumen.
Sedangkan bagi Yoram Wind, positioning adalah bagaimana
mendefinisikan identitas dan kepribadian perusahaan di benak pelanggan.
BAB II
BAURAN PEMASARAN
Manajemen pemasaran dikelompokkan dalam empat aspek yang sering dikenal
dengan marketing mix atau bauran pemasaran. Lupiyoadi (2013:92) Bauran
pemasaran merupakan perangkat/alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur
suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi
pemasaran dan penentuan posisi yang ditetapkan dapat berjalan sukses. Menurut
Kotler dan Armstrong (2004:78) bauran pemasaran (marketing mix) adalah
kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk
menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran
merupakan sebuah konsep dalam teori pemasaran modern. Bauran pemasaran
adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran perusahaan, yakni: produk, harga, promosi dan sistem distribusi
5 Pemasaran UMKM
(Swastha dan Sukotjo, 2002: 193). Secara umum bauran pemasaran menekankan
pada pengertian suatu strategi yang menggabungkan antara produk (product), harga
(price), promosi (promotion) dan distribusi (place). Kesemuanya itu diarahkan
untuk dapat menghasilkan omset penjualan yang maksimal atas produk yang
dipasarkan pada para konsumen. Bauran pemasaran terdiri dari empat kelompok
variabel yang disebut “empat P”,yaitu:
1. Komponen marketing mix
Product/Produk
Produk berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan
kepada pasar sasaran. Elemen-elemen yang termasuk dalam bauran produk
antara lain ragam produk, kualitas, design, fitur, nama merek, kemasan,
serta layanan.
Price/Harga
Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk
memperoleh produk. Harga adalah satu-satunya unsur bauran pemasaran
yang menghasilkan pendapatan, sedangkan unsur-unsur lainnya
menghasilkan biaya. Harga adalah unsur bauran pemasaran yang paling
mudah disesuaikan dan membutuhkan waktu yang relatif singkat,
sedangkan ciri-ciri produk, saluran distribusi, bahkan promosi
membutuhkan lebih banyak waktu.
Place/Tempat
Tempat atau saluran pemasaran meliputi kegiatan perusahaan yang
membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Saluran distribusi adalah
6 Pemasaran UMKM
rangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses
untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau
dikonsumsi. Saluran distribusi dapat didefinisikan sebagai himpunan
perusahaan dan perorangan yang mengambil alih hak atau membantu dalam
pengalihan hak atas barang atau jasa tertentu selama barang atau jasa
tersebut berpindah dari produsen ke konsumen (Kotler, 2005). Tempat atau
saluran pemasaran merupakan salah satu kunci sukses. Saluran pemasaran
mencakup seluruh aktivitas perusahaan yang membuat produk atau jasa
yang diperuntukkan bagi pelanggan sasaran Untuk lokasi dipilih melalui
komunitas. Keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan
ekonomis dan stabilitas, persaingan, iklim politik, dan sebagainya. Lokasi
memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian, di mana lokasi yang
tepat, sebuah gerai akan lebih sukses di banding gerai lainnya yang
berlokasi kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk yang sama
1.1 Toko offline Snack store jogja
7 Pemasaran UMKM
Promotion/Promosi
Promosi berarti aktivitas yang menyampaikan produk dan membujuk
pelanggan untuk membelinya. Definisi promosi menurut Kotler (2005)
adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk
mengomunikasikan manfaat dari produknya, membujuk, dan mengingatkan
para konsumen sasaran agar membeli produk tersebut. Secara rinci tujuan
promosi menurut Tjiptono (2008: 221-222) adalah sebagai berikut:
a. Menginformasikan
b. Membujuk pelanggan sasaran
c. Mengingatkan
2. Prinsip bauran pemasaran
Menurut Nitisemito (1986) dalam menetapkan bauran pemasaran harus
berpegang pada prinsip ekonomis yaitu untuk mencapai hasil tertentu
diusahakan pengorbanan sekecil-kecilnya, atau dengan pengorbanan
tertentu diusahakan hasil sebesar-besarnya. library.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id xxix · Marketing mix harus seimbang Dalam
melaksanakan marketing mix secara umum haruslah diusahakan dalam
keadaan yang seimbang. Seimbang disini adalah dalam keadaan
keseimbangan yang sebaik mungkin, meskipun secara khusus tekanan dapat
berbeda. · Marketing mix tidak boleh statis Banyak perusahaan yang telah
menetapkan marketing mix tanpa pernah melakukan peninjauan kembali.
Dengan demikian kemungkinan situasi dan kondisi sudah berubah,
8 Pemasaran UMKM
sehingga marketing mix yang ditetapkan sudah tidak cocok lagi. Oleh
karena itulah marketing mix tidak boleh bersifat statis, tapi harus bersifat
dinamis. · Marketing mix tidak boleh meniru Dalam melaksanakan
marketing mix kita tidak boleh meniru-niru perusahaan-perusahaan yang
lain, sebab situasi dan kondisi dari perusahaan yang satu dengan yang lain
tidaklah mesti sama. · Marketing mix harus bertujuan jangka panjang Dalam
melaksanakan marketing mix, maka sebaiknya diusahakan mencapai tujuan
jangka panjang. Hal ini tidak berarti tujuan jangka pendek boleh diabaikan.
Tujuan jangka pendek ada pula yang dipakai untuk mencapai tujuan jangka
panjang.
Marketing mix harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan
perusahaan Dalam menetapkan marketing mix, maka persahaan
dapat terlebih dahulu menetapkan target omzet penjualan yang ingin
dicapai. Akan tetapi dalam keadaan dana yang terbatas maka
marketing mix ditetapkan terlebih dahulu dan baru kemudian
menetapkan target penjualan yang mungkin dicapai.
Marketing mix harus didasarkan pengalaman Hal ini akan sulit bagi
perusahaan yang akan didirikan atau perusahaan yang memproduksi
barang baru. Meskipun demikian perusahaan harus tetap
melaksanakan marketing mix yang sebaik-baiknya, dan berdasarkan
pengalaman yang diperoleh marketing mix tersebut dirubah nenjadi
lebih baik. Pengalaman ini sangat penting, sebab berdasarkan
9 Pemasaran UMKM
pengalaman-pengalaman ini perusahaan dapat mengetahui
kekurangan dan kelemahannya.
BAB III
DIGITAL MARKETING
Digital marketing merupakan pemasaran yang dilakukan dengan
menggunakan akses internet, memanfaatkan media sosial dan perangkat
digital lainnya. Digital Marketing dapat membantu membantu pelaku usaha
contohnya adalah UMKM dalam mepromosikan dan memasarkan produk
dan jasa mereka dan mampu memperluas pasar baru yang sebelumnya
tertutup atau terbatas karena adanya keterbatasan waktu, jarak dan cara
berkomunikasi (Prabowo, 2018). Media internet yang sekarang ini populer
digunakan untuk pemasaran produk antara lain, Facebook, Youtube,
Instagram, dan media sosial yang lain. Manfaat yang didapatkan dengan
digital marketing selain bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan
mengefektifkan biaya pemasaran, juga membuat ruang dan waktu
pemasaran yang tidak terbatas. Selain itu, digital marketing bersifat real
time sehingga pengusaha dapat langsung memperhatikan minat dan
feedback dari pasar yang dituju, serta dapat memutuskan strategi
penyesuaian terkait konten iklan untuk hasil yang lebih baik dengan lebih
cepat (Hendriadi et al., 2019).
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lingkup dunia
pemasaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Metode komunikasi
10 Pemasaran UMKM
pemasaran yang sebelumnya bersifat tradisional dan konvensional, kini
telah terintegrasi dalam dunia digital (Ascharisa, 2018). Kegiatan
pemasaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital seringkali
disebut dengan digital marketing. Digital marketing terdiri dari pemasaran
interaktif dan terpadu yang memudahkan interaksi antara produsen,
perantara pasar dan calon konsumen (Purwana et al, 2017). Di era sekarang
ini, para pelaku UMKM hendaknya bisa memanfaatkan media digital
sebagai salah satu upaya pemasaran produknya sehingga konsumen lebih
mengenal produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut. UMKM yang
memiliki akses online, terlibat di media sosial, dan mengembangkan
kemampuan ecommerce-nya, biasanya akan menikmati keuntungan bisnis
yang signifikan baik dari segi pendapatan, kesempatan kerja, inovasi, dan
daya saing Akan tetapi, masih banyak UMKM yang belum menerapkan
teknologi informasi khususnya menggunakan media digital dan belum
mengerti seberapa besar manfaat dan peranan penggunaan media digital
tersebut. (Wardhana, 2018) Salah satu media digital marketing yang sering
digunakan adalah Googe Bisnis. Google Bisnis merupakan aplikasi gratis
yang dapat digunakan untuk membantu agar bisnis para pelaku UMKM
dapat ditemukan di berbagai produk Google, seperti di Maps dan
penelusuran. Jika pelaku UMKM menjalankan bisnis yang melayani
pelanggan dilokasi tertentu, atau melayani pelanggan di area layanan yang
ditentukan, GoogleBisnis dapat membantu orang lain menemukan bisnis
UMKM tersebut. (Ridwan et al, 2019) Media lain yang juga seringkali
11 Pemasaran UMKM
digunakan dalam digital marketing adalah media sosial, salah satunya
Instagram. Instagram memiliki fitur Akun Bisnis yang memudahkan pelaku
bisnis untuk membuat profil bisnis di Instagram dan mengoptimalkan
kegiatan bisnis dengan memanfaatkan media sosial tersebut. Dengan fitur
ini, perusahaan dengan berbagai ukuran dapat memperkenalkan profil
bisnisnya, memperoleh wawasan tentang pengikut dan kiriman, serta
mempromosikan kiriman untuk mendorong tujuan bisnis. (Rachmawati,
2018).
1. Kelebihan digital marketing
12 Pemasaran UMKM
Berikut beberapa kelebihan dari pemasaran digital dibandingkan dengan pemasaran
konvensional.
Kecepatan Penyebaran
Strategi pemasaran dengan menggunakan media digital dapat dilakukan dengan
sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik.
Selain itu, DM juga dapat diukur secara realtime dan tepat.
Kemudahan Evaluasi
Dengan menggunakan media online, hasil dari kegiatan pemasaran dapat langsung
diketahui.
Informasi seperti berapa lama produk Anda ditonton, berapa banyak orang yang
melihat produk Anda, berapa persen konversi penjualan dari setiap iklan dan
sebagainya.
Setelah mengetahui informasi-informasi macam itu, selanjutnya Anda dapat
melakukan evaluasi mana iklan yang baik dan buruk.
Jangkauan Lebih Luas
Kelebihan berikutnya yaitu jangkauan geografis dari DM yang luas. Anda dapat
menyebarkan brand atau produk ke seluruh dunia hanya dengan beberapa langkah
mudah dengan memanfaatkan internet.
13 Pemasaran UMKM
Murah dan Efektif
Dibandingkan dengan pemasaran tradisional, tentu saja digital marketing jauh lebih
murah dan efektif.
Biaya anggaran yang yang dihemat dapat sampai 40%, hal tersebut menurut
Gartner’s Digital Marketing Spend Report.
Selain itu, survey juga menunjukkan bahwa 28% pengusaha kecil akan berpindah
ke digital karena terbukti lebih efektif.
Membangun Nama Brand
Digital marketing membantu Anda membangun nama brand dengan baik.
Eksistensi dunia maya dengan keberadaan brand Anda sangat penting karena orang
akan melakukan pencarian online sebelum membeli produk Anda.
2. Jenis digital marketing
Website
Website sangat berperan dalam menunjukkan profesionalisme perusahaan,
membantu konsumen mengetahui bisnis Anda, promosi yang hemat dan media
bisnis yang mudah.
Search Engine Marketing
Upaya untuk membuat website perusahaan mudah ditemukan dalam sistem mesin
pencari.
14 Pemasaran UMKM
Search Engine Marketing terbagi atas Search Engine Optimization
(SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).
SEO dilakukan sendiri dengan waktu yang lebih lama dan murah sedangkan SEM
berbayar tetapi lebih cepat.
Social Media Marketing
Edarkan platform di media sosial seperti Facebook dan Twitter karena dapat
dilakukan dengan biaya yang minim bahkan gratis.
Ini tentu saja dapat meningkatkan brand perusahaan.
Online Advertising
Media promosi melalui internet dengan berbayar. Ini dapat mendapatkan konsumen
lebih cepat dan memuaskan namun terbilang lebih mahal dibandingkan jenis yang
sebelumnya.
Email Marketing
Anda dapat memberitahu informasi terbaru mengenai promosi yang sedang
berlangsung maupun produk atau jasa terbaru.
Video Marketing
Dengan cara ini, Anda dapat langsung menjelaskan tentang bisnis Anda,
menjelaskan produk dan cara menggunakannya serta menampilkan testimonial
pelanggan.
15 Pemasaran UMKM
Untuk memulai pemasaran menggunakan media digital, terdapat beberapa hal yang
perlu Anda siapkan.
Pertama, siapkan alat yang digunakan untuk melakukan pemasarannya. Beberapa
alat bantu yang dapat digunakan dalam digital marketing seperti: website, akun
media sosial, identitas brand dan produk, unggahan blog,
jejak online (review, feedback dari pelanggan,dan lain-lain). Dalam dunia digital
marketing, alat bantu ini merupakan aset bagi Anda, jadi uruslah dengan baik.
Kedua, siapkan konten yang menarik perhatian dan shareable. Konten dapat berupa
foto, video, tulisan atau yang lainnya. Anda juga harus menentukan tujuan
pemasaran dan target pasar yang disesuaikan dengan konten.
Ketiga, Anda dapat memulai menggunggah dan selanjutnya evaluasi setiap
unggahan di setiap social media yang dimiliki, tentukan mana yang
memberikan feedback dan fokuslah dalam beberapa aset yang
memberikan feedback yang baik bagi bisnis Anda.
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah masuk dan bergabunglah dengan
forum marketplace public. Usahakan profil bisnis Anda bagus, karena akan
berpengaruh terhadap citra brand.
3. Strategi digital marketing
Search Engine Optimization (SEO)
SEO adalah upaya untuk mengoptimasi sebuah situs agar mendapatkan peringkat
teratas dari hasil pencarian.
16 Pemasaran UMKM
Untuk menjadi peringkat teratas, Anda perlu memahami bagaimana sistem mesin
pencari. Media yang dapat digunakan seperti website, blogs dan indografis.
Content Marketing
Merencanakan, membuat serta membagikan konten tentang perusahaan. Hal
tersebut untuk menarik pembaca mengetahui bisnis dan memotivasi mereka untuk
menjadi pembeli.
Konten ini dapat dibuat dalam bentuk unggahan blog, media sosial, artikel, e-book,
indografis serta brosur online.
Otomatisasi Pemasaran
Otomatisasi Pemasaran merupakan teknik otomatisasi tugas-tugas secara berulang.
Tugas-tugas seperti alur pekerjaan, susunan unggahan konten serta laporan
kampanye. Otomatisasi ini dapat dilakukan di kanal digital seperti email dan media
sosial.
Pay-Per-Klik (PPC)
PPC adalah cara untuk mengarahkan traffic ke situs Anda dengan bayaran setiap
kliknya. Contohnya Google AdWords, Anda bayar lalu mendapatkan slot teratas
setiap pencarian di Google dan dikenakan biaya setiap kliknya.
Native Advertising
Bentuk konten berbayar yang ditampilkan dalam bentuk yang memiliki kemiripan
dengan konten media dan penempatannya. Konten yang terlihat dan berfungsi
17 Pemasaran UMKM
seperti bagian dari media yang terkait. Contohnya Promoted Post di Instagram dan
Facebook.
Affiliate Marketing
Affiliate Marketing adalah ketika Anda bermitra dengan layanan atau situs orang
lain untuk membuat komisi dengan merujuk pembaca atau pengunjung ke bisnis
Anda. Contohnya Hosting video ads dengan Youtube.
Sosial Media Marketing
Anda mempromosikan brand dan konten di media sosial seperti Facebook,
Whatsapp, Twitter, Facebook Messenger. Media sosial merupakan sarana untuk
membesar-besarkan brand.
4. Kesalahan umum digital marketing
Strategi yang Tidak Tepat Sasaran
Strategi dan perencanaan merupakan sebuah langkah awal untuk menentukan arah
sebuah bisnis. Apalagi di era digital seperti saat ini, tren begitu mudah berubah dari
waktu ke waktu, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen semakin beragam
setiap hari. Biasanya beberapa marketer bertekad untuk mendapatkan cakupan
konsumen yang banyak, sehingga kerap serampangan dalam memilih target pasar.
Hal ini yang akan menyulitkan proses digital marketing terlebih dalam proses
analisa audiens yang menjangkau produk Anda. Sebelum mengenalkan produk
maupun jasa kepada masyarakat secara luas, Anda harus menentukan tujuan dan
rencana pemasaran produk tersebut. Pastikan bahwa strategi pemasaran yang Anda
18 Pemasaran UMKM
rancang sudah spesifik, tepat sasaran, dan dapat dijangkau dengan mudah oleh
target pasar.
Memahami Calon Konsumen
Bisnis yang sedang dijalani harus mampu menjadi solusi atas kebutuhan
konsumen. Namun, masih ada banyak pebisnis yang mengabaikan hal tersebut,
sehingga mereka cenderung menawarkan produk yang tidak sesuai dengan
permintaan pasar.
Itulah sebabnya mengapa Anda wajib untuk mengukur tingkat kebutuhan pasar
sebelum menyusun strategi pemasaran. Idealisme bisnis memang sangat penting,
namun produk yang dijual juga harus memerhatikan audiens, apa kebutuhannya,
apa yang menjadi kesukaan dan tren calon konsumen. Memahami calon konsumen
tidak perlu mengubah produk Anda, namun dengan menyesuaikan kemasan, konten
promosi, dan juga pemilihan Key Opinion Leader. Anda dapat mencari tren produk
yang sedang berkembang di masyarakat dengan menggunakan Google Trends.
Cukup masukkan nama produk pada kolom pencarian, Google Trends akan
menunjukkan grafik permintaan produk yang dimaksud.
Mengabaikan Pengukuran Kinerja Digital Marketing
Fungsi digital marketing tidak hanya fokus pada fitur promosi yang lebih
mudah namun juga terukur. Padahal salah satu inti seorang pebisnis
menggunakan digital marketing adalah untuk melihat kinerja pemasaran melalui
19 Pemasaran UMKM
analisis angka. Berapakah audiens yang sadar dengan brand kita,
mengunjungi website, atau meng-klik iklan kita di mesin pencarian.
Mengabaikan Story-telling dan Copywriting
Digital marketing kerat kaitannya dengan konten. Hal yang paling penting
dalam pembuatan konten adalah tulisan. baik konten desain ataupun video,
peran copywriting sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan yang akan
diberikan kepada calon konsumen.
Tulisan yang dibuat juga harus mampu memberikan kesan dan
mengedukasi audiens sehingga produk yang diberikan dapat disadari dengan
mudah.
Halaman Website yang Tidak Rapi dan Tidak Lengkap
Website resmi perusahaan merupakan elemen pertama yang pada umumnya
dituju oleh para konsumen ketika mencari informasi produk melalui mesin
pencarian. Di era digital ini, dapat dikatakan bahwa website merupakan “wajah”
bisnis Anda. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu memastikan
tampilan website mampu mengakomodasi kebutuhan para pengunjung, bukan
malah akan membuat mereka bingung karena navigasi website yang rumit.
Website bisnis yang baik harus mampu menghadirkan informasi, call-to-action,
dan landing page yang jelas serta tidak merusak fokus pengunjung untuk
menemukan apa yang mereka cari. Pastikan pula pesan yang Anda tampilkan di
20 Pemasaran UMKM
muka website singkat, jelas, namun sangat informatif. Website yang tidak lengkap
seperti tidak memiliki blog, tidak dilengkapi dengan informasi kontak atau About
Us, juga dapat merusak reputasi bisnis Anda.
Selain About Us, nomor telepon dan alamat email perusahaan juga wajib
ditampilkan dalam website untuk memudahkan konsumen menyalurkan
pertanyaan, saran, dan kritiknya.
Website juga harus sudah beradaptasi dengan perilaku pengguna dengan
menggunakan fitur go-mobile. Perilaku pengguna yang semakin dinamis menuntut
sebuah website dapat diakses di manapun dan kapanpun.
Iklan dan Landing Page yang Tidak Sesuai
Kesalahan marketing yang satu ini jelas saja akan menurunkan kepercayaan
konsumen. Misalnya Anda sedang mencari laptop murah di Google, lalu klik iklan
yang tersedia, tetapi ternyata Anda malah diarahkan ke halaman website yang
menampilkan tablet dengan harga fantastis.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda, periksa dan analisa kembali
elemen yang akan Anda tampilkan di landing page. Konten landing page harus
sesuai dengan iklan yang Anda pasang di Google, Facebook, YouTube, Instagram,
dan lainnya.
Proses Check-out yang Rumit
21 Pemasaran UMKM
Jika website Anda mengharuskan konsumen untuk melalui tahapan check-
out yang rumit, maka hampir dapat dipastikan bahwa konsumen justru akan
meninggalkan website tanpa menyelesaikan pembeliannya.
Ketika konsumen sudah sampai pada tahap check-out, langkah menuju proses
pembayaran harus singkat dan sederhana.
Tidak Menghitung Return of Investment (ROI)
ROI atau yang lebih dikenal dengan istilah laba atas investasi merupakan rasio
uang yang diperoleh atau hilang dalam sebuah investasi. Jika Anda tidak
menghitung ROI, maka Anda tidak akan mengetahui efektivitas strategi
pemasaran yang telah diterapkan. Menghitung ROI bisa menjadi hal yang cukup
rumit. Pertama, Anda perlu menentukan komponen mana saja yang perlu dihitung,
seperti traffic, leads, conversion rate, atau jumlah klik.
ROI harus dihitung dengan mengurangi jumlah total penjualan dengan biaya
investasi, kemudian bagi dengan keseluruhan biaya investasi dan dikalikan dengan
100%.
BAB IV
PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen (consumer behavior) didefinisikan sebgai studi unit
pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan,
konsumsi, dan pembuangan barang atau jasa, pengalaman, serta ide. Seperti
22 Pemasaran UMKM
layaknya ilmu sosial, perilaku konsumen menggunakan metode serta prosedur riset
dari psikologi, sosiologi, ekonomi dan antropologi. Untuk menggeneralisasikan,
riset perilaku konsumen dilakukan berdasarkan tiga perspektif riset yang bertindak
sebagai pedoman pemikiran dan pengidentifkasian faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku perolehan (akuisisi) konsumen. Ketiga perspektif ini
adalah : perspektif pengambilan keputusan (decision-making prespective),
perspektif pengalaman (experiental perspective) dan perspektif pengaruh perilaku
(behavioral influence perspective).
1. Perspektif riset
Perspektif Pengambilan Keputusan (Decision-Making Prespective)
Semenjak tahun 1970-an dan sampai awal tahun 1980-an, para peneliti
memandang konsumen sebagai pengambil keputusan. Dari perspektif ini,
pembelian merupakan hasil dimana konsumen merasa mengalami masalah
dan kemudian melalui proses rasional menyelesaikan masalah tersebut.
perspektif pengaruh perilaku (behavioral influence perspective)
menggambarkan seorang konsumen sedang melakukan serangkaian
langkah-langkah tertentu pada saat melakukan pembelian. Langkah langkah
ini termasuk pengenalan masalah, mencari, evaluasi, alternatif, memilih dan
evaluasi pasca perolehan. Akar dari pendekatan ini adalah pengalaman
kognitif dan psikologi serta faktor-faktor sekonomi lainya. Dalam
menganalisis proses pilihan ini, para ahli akan berusaha untuk
23 Pemasaran UMKM
mengidentifikasi karakteristik konsumen seperti kualifikasi , kepandaian
bergaul, kemampuan menjelaskan resiko yang akan dihadapi dan tarifnya.
Perspektif Pengalaman (Experiental Perspective) Perspektif Pengalaman
(Experiental Perspective) atas pembelian konsumen menyatakan bahwa
untuk beberapa hal konsumen tidak melakukan pembelian sesuai proses
pengambilan keputusan yang rasional. Namun, mereka membeli produk dan
jasa untuk memperoleh kesenangan, menciptakan fantasi atau perasaan
emosi saja. Pengklasifikasian berdasarkan perspektif pengalaman
menyatakan bahwa pembelian akan dilakukan karena dorongan hati dan
mencari variasi. Pencarian variasi terjadi ketika konsumen beralih ke merk
lain dengan penyebab yang sederhana, yaitu karena mereka merasa bosan
dengan 18 merek lama dan tergoda dengan produk baru yang lain. Banyak
konsumen yang melakukan pembelian barang dan jasa hanya untuk tujuan
kesenangan saja untuk memiliki komponenen pengalaman yang kuat. Para
peneliti yang menganalisis kasus dari perspektif pengalaman akan berfokus
pada identifikasi persaan emosi, dan simbol-simbol yang menyertai
pembelian. Akar dari perpektif pengalaman ini merupakan bagian dari
psikologi, motivasi dan bidang tertentu dari sosiologi dan antropologi.
Perspektif Pengaruh Perilaku (Behavioral Influence Perspective)
mengasumsikan bahwa kekuatan lingkungan memaksa konsumen untuk
melakukan pembelian tanpa harus terlebih dahulu membangun perasaan
atau kepercayaan terhadap produk. Menurut perpektif ini, konsumen tidak
saja melalui proses pengambilan keputusan rasional, namun juga
24 Pemasaran UMKM
bergantung pada perasaan untuk membeli produk atau jasa tersebut. Sebagai
gantinya, tindakan pembelian konsumen secara langsung merupakan hasil
dari kekuatan lingkungan, seperti sarana promosi penjualan, nilai-nilai
budaya, lingkungan fisik dan tekanan ekonomi.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
Faktor Budaya
Faktor-faktor budaya memberikan pengaruh paling luas pada
keinginan dan perilaku konsumen. Orang pemasaran perlu
memahami peran dari budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli.
Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti
kelompok kecil, keluarga, serta aturan dan status sosial konsumen.
Faktor Pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi seperti umur pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan,
situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri.
Faktor Psikologi
25 Pemasaran UMKM
Pilihan-pilihan seseorang dalam membeli dipengaruhi lagi oleh
empat faktor psikologi yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan, serta
keyakinan dan sikap.
BAB V
KEPUASAN KONSUMEN
Peran pelanggan sangat penting artinya karena peran pelanggan
berhubungan dengan masa depan bisnis. Kepuasan pelanggan dapat menentukan
prespektif kinerja produksi perusahaan di masa yang akan datang.Untuk itu
pelanggan merupakan faktor yang sangat penting sehingga perusahaan harus selalu
berusaha untuk memuaskan para pelanggannya. Menurut Kotler, kepuasaan adalah
perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan
persepsi/ kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-
harapnnya. Sedangkan menurut Oliver, kepuasaan adalah tanggapan konsumen atas
terpenuhinya kebutuhannya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan
bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang yang merupakan
hasil evaluasi setelah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapannya.
Pelanggan tidak akan puas apabila harapannya belum terpenuhi. Oleh karena itu
strategi kepuasan pelanggan harus didahului dengan pengetahuan yang detail dan
akurat terhadap harapan pelangan.
1. Indikator kepuasan konsumen adalah sebagai berikut :
26 Pemasaran UMKM
Perasaan puas (puas akan produk dan pelayanannya) Yaitu
ungkapan perasaan puas atau tidak puas dari pelanggan saat
menerima pelayanan yang baik dan produk yang berkualitas dari
perusahaan.
Selalu membeli produk Yaitu pelanggan akan tetap memakai dan
terus membeli suatu produk apabila tercapainya harapan yang
mereka inginkan.
Merekomendasikan kepada orang lain Yaitu pelanggan yang merasa
puas setelah memakai atau membeli produk akan menceritakan
kepada orang lain serta mampu menciptakan konsumen baru bagi
suatu perusahaan.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan
Menurut Irawan, faktor-faktor pendorong kepuasan
pelanggan adalah sebagai berikut:
Kualitas produk Kualitas produk sangat mempengaruhi kepuasaan,
pelanggan akan puas setelah membeli dan menggunakan produk yang
ternyata memiliki kualitas produk baik.
Harga Pelanggan sangat sensitive, biasanya harga murah adalah sumber
kepuasaan yang penting karena pelanggan akan mendapatkan value for
money yang tinggi.
Service Quality Pelanggan akan puas jika mendapatakan pelayanan yang
baik.
27 Pemasaran UMKM
Emotional Faktor Pelanggan akan merasa puas karena adanya emosional
value yang diberikan oleh brand dari produk tersebut.
Biaya dan kemudahan Pelanggan akan semakin puas apabila relative
mudah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan.
BAB VI
KUALITAS PRODUK
Menurut Kotler dan Amstrong arti dari kualitas produk adalah kemampuan
sebuah produk untuk menampilkan fungsinya dan itu termasuk keseluruhan
performance, reliabilitas, durability, features dan conformance.
1. Ada 8 dimensi dalam kualitas produk :
Performance, Kinerja (performance) yaitu karakteristik operasi pokok dari
produk inti dan dapat didefinisikan sebagai tampilan dari sebuah produk
seseungguhnya. Performance sebuah produk merupakan pencerminan
bagaimana sebuah produk itu disajikan atau ditampilkan kepada pelanggan.
Tingkat pengukuran Performance pada dasarnya mengacu pada tingkat
karakteristik dasar produk itu beroperasi. Sebuah produk dikatakan
memiliki Performance yang baik bilamana dapatmemenuhi harapan. Bagi
28 Pemasaran UMKM
setiap produk/jasa, dimensi performance bisa berlainan, tergantung pada
functional value yang dijanjikan oleh perusahaan. Untuk bisnis makanan,
dimensi performance adalah rasa yang enak.
Reliability, keandalan (reliability) yaitu tingkat kendalan suatu produk atau
konsistensi keandalan sebuah produk didalam proses operasionalnya dimata
konsumen. Reliability sebuah produk juga merupakan ukuran kemungkinan
suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam suatu periode waktu
tertentu. Sebuah produk dikatakan memiliki Reliability yang tinggi
bilamana dapat menarik kepercayaan dari konsumen terkait kualitas
keandalan sebuah produk. Dimensi performance dan reability sekilas
hampir sama tetapi mempunyai perbedaan yang jelas. Reability lebih
menunjukkan probabilitas produk menjalankan fungsinya.
Features, keistimewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder
atau pelengkap dan dapat didefinisikan sebagai tingkat kelengkapan atribut-
atribut yang ada pada sebuah produk. Pada titik tertentu, performance dari
setiap merek hampir sama tetapi justru perbedaannya terletak pada fiturnya.
Ini juga mengakibatkan harapan pelanggan terhadap dimensi performance
relatif homogen dan harapan terhadap fitur relatif heterogen.
Conformance, kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to
specifications) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi
memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya dan dapat
didefinisikan sebagai tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik
dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Definisi di atas dapat
29 Pemasaran UMKM
dijelaskan bahwa tingkat Conformance sebuah produk dikatakan telah
akurat bilamana produk-produk yang dipasarkan oleh produsen telah sesuai
perencanaan perusahaan yang berarti merupakan produk-produk yang
mayoritas diinginkan pelanggan.
Durability, daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk
tersebut dapat terus digunakan dan dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran
usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat.
Definisi di atas bilamana diterapkan pada pengukuran sebuah makanan dan
minuman sebuah restoran, maka pengertian Durability di atas adalah tingkat
usia sebuah makanan masih dapat dikonsumsi oleh konsumen. Ukuran usia
ini pada produk biasanya dicantumkan pada produk dengan tulisan masa
kadaluarsa sebuah produk.
Serviceability, (service ability) meliputi kecepatan, kompetensi,
kenyamanan, mudah direparasi, serta penanganan keluhan yang
memuaskan dan dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran kemudahan
memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal. Disini artinya bilamana
sebuah produk rusak atau gagal maka kesiapan perbaikan produk tersebut
dapat dihandalkan, sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.
Aesthethics yaitu keindahan produk terhadap panca indera dan dapat
didefinisikan sebagai atribut-atribut yang melekat pada sebuah produk,
seperti warna, model atau desain, bentuk, rasa, aroma dan lain-lain. Pada
dasarnya Aesthetics merupakan elemen yang melengkapi fungsi dasar suatu
30 Pemasaran UMKM
produk sehingga performance sebuah produk akan menjadi lebih baik
dihadapan pelanggan.
Customer perceived quality, kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)
yaitu kualitas yang dirasakan. Bilamana diterapkan pada pengukuran
kualitas makanan dan minuman maka Perceived Quality merupakan
kualitas dasar yang dimiliki sebuah makanan dan minuman.
Daftar pustaka:
Akhmad, K. A. (2015). Pemanfaatan Media Sosial bagi Pengembangan
Pemasaran UMKM (Studi Deskriptif Kualitatif pada Distro di Kota
Surakarta). DutaCom Journal, 9(1), 43–54.
http://journal.stmikdb.ac.id/index.php/dutacom/article/view/17
Cahyasari, A. (2009). Pengaruh faktor-faktor bauran pemasaran tehadap
keputusan pembelian ulang sepeda motor honda. Skripsi, 1–95.
httpswww.google.comurlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&cad
=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi9_6W957_YAhVDu48KHcn3DTA4ChAWC
E4wAw&url=https%3A%2F%2Fdigilib.uns.ac.id%2Fdokumen%2Fdownloa
d%2F13511%2FMjgxNzE%3D%2Fpengaruh-fakto
Elwisam, E., & Lestari, R. (2019). Penerapan Strategi Pemasaran, Inovasi Produk
Kreatif Dan Orientasi Pasar Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Umkm.
Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 4(2),
277–286. https://doi.org/10.36226/jrmb.v4i2.265
31 Pemasaran UMKM
Hapsoro, B. B. (2019). Peran Digital Marketing sebagai Upaya Peningkatan
Omset Penjualan Bagi Klaster UMKM di Kota Semarang. Jurnal Abdimas,
23(2), 117–120.
NAIMAH, R. J., WARDHANA, M. W., HARYANTO, R., & PEBRIANTO, A.
(2020). Penerapan Digital marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM.
Jurnal IMPACT: Implementation and Action, 2(2), 39.
https://doi.org/10.31961/impact.v2i2.844
Salsabilla Beu, N., Moniharapon, S., & Samadi, R. L. (2021). Analisis Strategi
Bauran Pemasaran Terhadap Penjualan Ikan Kering Pada Umkm Toko 48
Pasar Bersehati Manado. Emba, 9 Nomor 3(3), 1530–1538.
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/35821
Sasongko, D., Putri, I. R., Alfiani, V. N., Qiranti, S. D., Sari, R. S., & Allafa, P. E.
(2020). Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Makaroni
Bajak Laut Kabupaten Temanggung. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(2), 92–96.
https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v6i2.7809
Sumantika, A., & Ardiyanto, F. (2017). Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran
(7P) Yang Mempengaruhi Keputusan Pelaku Usaha Umkm Dalam Pemilihan
Pengajuan Kredit Pada Bank Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal
Manajemen, 7(2). https://doi.org/10.26460/jm.v7i2.277
Timbuleng, S., Tumbel, A. L., & Lintong, D. C. A. (2021). Analisis Strategi
Bauran Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM ( Studi Kasus
Pada Friska Beauty Studio Tomohon ). Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan,
32 Pemasaran UMKM
9(2), 1178–1184. https://www.mendeley.com/catalogue/7f28c0b4-c199-
3e24-a168-6bae78350cf5/
Viona Ayudhiya, W. H. (2019). Analisis Bauran Pemasaran UMKM (STUDI
KASUS PADA UMKM ENTING-ENTING GEPUK DI KOTA
SALATIGA). Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents,
3(April), 2.
Wibowo, D. H., Arifin, Z., & Sunarti. (2015). ANALISIS STRATEGI
PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM (Studi
pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 29(1), 59–66.
www.depkop.go.id
33 Pemasaran UMKM