PENGERTIAN
HTML adalah bahasa standar pemrogaman yang digunakan untuk Gambar 1.00
membuat halaman website, yang diakses melalui internet. Singkatan dari Logo HTML 5
"Hypertext Markup Language" atau "bahasa markup". https://commons.wikimedi
a.org/wiki/File:HTML5_B
Dilansir Techterms, "Hypertext" mengacu pada hyperlink yang mungkin adge.svg
terdapat dalam halaman HTML. Bahasa markup ini mengacu pada cara
tag yang digunakan, untuk menentukan tata letak halaman dan elemen di
dalam halaman.
HTML disusun berdasar kode dan simbol tertentu, yang dimasukkan
dalam sebuah file atau dokumen. Sehingga bisa ditampilkan pada layar
komputer. Dan bisa dipahami oleh para pengguna internet.
Memahami setiap kata yang terkandung, hypertext sendiri dimaksudkan
sebagai metode yang digunakan untuk berpindah laman web ke laman
lain. Usai mengklik tulisan atau simbol yang muncul di halaman website.
Lalu istilah markup, diartikan sebagai suatu hal yang dilakukan tag HTML terhadap teks didalamnya.
Contoh jika mengetik suatu teks dengan tanda tag . Maka teks tersebut akan muncul dengan huruf
tebal atau bold di laman website.
Melansir dari Nesabamedia, 'language' berarti bahasa pemrograman atau script. Disusun dari tag-tag
tertentu yang akan diterjemahkan dalam teks atau visual yang bisa dilihat di website.
SEJARAH
Sejarah HTML diciptakan oleh Tim Berners-Lee, seorang ahli fisika di lembaga penelitian CERN
yang berlokasi di Swiss.
Versi pertama HTML dirilis oleh Tim Berners Lee pada tahun 1991, yang memiliki 18 tag.
Sejak saat itu, setiap kali ada versi barunya, pasti akan selalu ada tag dan attribute (tag modifier)
yang juga baru.
Ketika bekerja dengan bahasa markup ini, Anda menggunakan struktur kode sederhana (tag
dan attribute) untuk mark up halaman website. Misalnya, Anda membuat sebuah paragraf dengan
menempatkan enclosed text di antara tag pembuka <p> dan tag penutup </p>.
Gambar 1.01 | Tag HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
Spesifikasi HTML dikelola dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C).
Berdasarkan HTML Element Reference milik Mozilla Developer Network, saat ini ada 140 tag
HTML, meskipun sebagiannya sudah tidak lagi didukung oleh beberapa versi terbaru browser.
Kemudian, pada tahun 2014, HTML5 mulai diperkenalkan. Dengan diperkenalkannya HTML5,
terdapat semantic baru seperti <artcile>, <header>, dan <footer> yang memperjelas bagian-
bagian dalam konten.
Nah, setelah Anda tahu apa itu HTML, selanjutnya adalah membahas cara kerjanya.
CARA KERJA HTML
Ekstensi file HTML adalah .html atau .htm, yang bisa dilihat dengan mengunakan web browser
apa pun (seperti Google Chrome, Safari, atau Mozila Firefox). Browser tersebut membaca file
HTML dan merender kontennya sehingga user internet bisa melihat dan membacanya.
Biasanya, rata-rata situs web menyertakan sejumlah halaman HTML yang berbeda-beda.
Contohnya, halaman beranda, ‘Tentang Kami’, halaman kontak memiliki dokumennya sendiri -
sendiri.
Masing-masing halaman tersebut terdiri atas serangkaian tags (bisa disebut juga elements), yang
tersusun untuk membentuk sebuah halaman website. Tag tersebut membuat hierarki yang
menyusun konten hingga menjadi bagian, paragraf, heading, dan block konten lainnya.
Sebagian besar elemen bahasa markup ini memiliki tag pembuka dan penutup yang menggunakan
syntax <tag></tag>.
Berikut contoh kode dari susunan atau struktur HTML:
Gambar 1.02 | Susunan atau Struktur HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
Elemen teratas dan terbawah adalah division sederhana (<div></div>) yang bisa Anda gunakan
untuk mark up bagian konten yang lebih besar.
Susunan di atas terdiri atas heading (<h1></h1>), subheading (<h2></h2), dua paragraf
(<p></p>), dan satu gambar (<img>).
Paragraf kedua meliputi sebuah link (<a></a>) dengan attribute href yang terdiri atas URL
tujuan.
Tag gambar memiliki dua attribute, src untuk path gambar dan alt untuk deskripsi gambar.
Selain itu, beberapa contoh penggunaan umum HTML adalah:
Pengembangan web. Developer menggunakan kode HTML untuk mendesain tampilan
elemen halaman web di browser, seperti teks, hyperlink, dan file media.
Navigasi internet. Pengguna bisa menelusuri dan menyisipkan link antara halaman dan
website terkait karena HTML banyak digunakan untuk menyematkan hyperlink.
Dokumentasi web. HTML bisa digunakan untuk mengatur dan memformat dokumen,
mirip dengan Microsoft Word.
PENGERTIAN TAG HTML DAN FUNGSINYA
Tag HTML memiliki dua tipe utama: block-level dan inline tags.
1. Elemen block-level memakai semua ruang yang tersedia dan selalu membuat line baru di dalam
dokumen. Contoh dari tag block adalah heading dan paragraf.
2. Elemen inline hanya memakai space sesuai dengan kebutuhannya dan tidak membuat line baru
di halaman. Biasanya elemen ini akan memformat isi konten dari elemen block-level. Contoh
dari tag inline adalah link dan emphasized strings.
TAG BLOCK LEVEL
Tiga tag block-level yang harus dimiliki oleh setiap dokumen HTML adalah <html>,
<head>, dan <body>.
1. Tag <html></html> adalah elemen level tertinggi yang menyertakan setiap halaman HTML.
2. Tag <head></head> menyimpan informasi meta, seperti judul dan charset halaman.
3. Tag <body></body> melampirkan semua konten yang muncul pada suatu halaman.
Gambar 1.03 | Tag Block Level HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
Heading memiliki 6 level. Level tersebut bervariasi, mulai dari <h1></h1> sampai <h6></h6>,
di mana h1 merupakan level heading tertinggi dan h6 adalah level terendah. Paragraf dibuka
dan ditutup dengan tag <p></p>, sedangkan blockquote menggunakan
tag <blockquote></blockquote>.
Division merupakan bagian konten yang lebih besar dan biasanya terdiri atas beberapa paragraf,
gambar, kadang-kadang blockquote, dan elemen lebih kecil lainnya. Kita bisa membuat mark
up dengan menggunakan tag <div></div>. Di dalam elemen div juga terdapat tag div lainnya.
Anda juga bisa menggunakan tag <ol></ol> untuk list yang berurutan dan <ul></ul> untuk list
yang tidak berurutan. Masing-masing list item harus dibuka dan ditutup dengan tag <li></li>.
Sebagai contoh, di bawah ini adalah tampilan dasar daftar tidak berurutan dalam HTML:
Gambar 1.04 | Tag Daftar Tidak Berurutan Dalam HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
TAG INLINE
Sebagian besar tag inline digunakan untuk memformat teks. Sebagai contoh,
tag <strong></strong> akan render elemen ke format bold, sedangkan tag <em></em> akan
ditampilkan dalam format italic.
Hyperlink adalah elemen inline yang mewajibkan adanya tag <a></a> dan attribute href untuk
mengindikasi tujuan link:
Gambar 1.05 | Hyperlink HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
Gambar (image) juga merupakan elemen inline. Anda dapat menambahkan satu gambar dengan
menggunakan <img> tanpa harus membubuhkan tag penutup. Hanya saja, Anda disarankan
menggunakan attribute src untuk menentukan path gambar, misalnya:
Gambar 1.06 | Tag Inline Gambar HTML
Source : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html#Pengertian_HTML_dan_Sejarahnya
APA YANG MEMBEDAKAN HTML DENGAN HTML5?
Sejak pertama diperkenalkan, bahasa ini telah melewati perkembangan yang cukup signifikan. W3C
terus merilis versi dan update terbaru sembari mencetak sejarah dan mengukuhkan keberadaannya.
HTML4 (dikenal sebagai “HTML”) dirilis pada tahun 1999 dan versi terbarunya diperkenalkan pada
publik pada tahun 2014, yaitu HTML5, versi terbaru ini menambahkan lebih banyak fitur baru ke
bahasa mark up ini.
Salah satu fitur canggih di HTML5 adalah dukungan untuk embed audio dan video. Jadi, alih-alih
menggunakan Flash player, kita bisa menyematkan file video dan audio ke halaman website dengan
memanfaatkan tag <audio></audio> dan <video></video>. Fitur tersebut juga memiliki dukungan
bawaan untuk SVG dan MathML untuk rumus matematika dan ilmiah.
HTML5 juga memperkenalkan beberapa perbaikan pada semantic. Tag semantic baru mengirimkan
informasi pada browser tentang arti konten, yang tak hanya bermanfaat bagi pembaca, tapi juga mesin
pencari.
Tag semantic yang paling banyak digunakan adalah <article></article>, <section></section>,
<aside></aside>, <header></header>, dan <footer></footer>.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN HTML
Sama seperti hal teknis lainnya dalam dunia web, bahasa markup ini juga punya kelebihan dan
kekurangannya.
Berikut kelebihan HTML:
Digunakan secara luas dan memiliki banyak sumber serta komunitas yang besar.
Dijalankan secara alami di setiap web browser.
Mudah dipelajari.
Open-source dan sepenuhnya gratis.
Rapi dan konsisten.
Menjadi standar resmi web, dikelola oleh (W3C).
Integrasi mudah dengan bahasa backend, seperti PHP dan Node.js.
Kemudian, kekurangan HTML adalah:
Umumnya digunakan untuk halaman web statis. Untuk fitur dinamis, Anda bisa menggunakan
JavaScript atau bahasa backend, seperti PHP.
Tidak bisa menjalankan logic. Alhasil, semua halaman web harus dibuat terpisah meskipun
menggunakan elemen yang sama, seperti header dan footer.
Fitur baru tidak bisa digunakan dengan cepat di sebagian browser.
Perilaku browser terkadang sulit diprediksi. Misalnya, browser lama tidak selalu bisa merender
tag yang lebih baru.
HUBUNGAN HTML, CSS, DAN JavaScript
Meskipun dinyatakan sebagai bahasa markup yang canggih dan mudah, HTML tidak sepenuhnya bisa
membuat website yang profesional dan responsif. Bahasa ini hanya bisa digunakan untuk menambah
elemen dan membuat struktur konten.
Namun di satu sisi, bahasa ini bisa bekerja secara maksimal dengan dua bahasa frontend: CSS
(Cascading Style Sheets) dan JavaScript. Jika digabungkan, kedua bahasa frontend ini bisa
meningkatkan pengalaman user dan memberikan fungsi yang lebih canggih.
CSS erat kaitannya dengan styling, seperti background, warna, layout, spacing, dan animiasi.
JavaScript memungkinkan Anda menambahkan fungsionalitas yang dinamis, seperti slider,
pop-up, dan galeri foto.
Jika digambarkan, berikut perbedaan HTML dan CSS dan JavaScript: HTML adalah orang yang tidak
mengenakan busana apa pun, kemudian CSS adalah bajunya, kemudian JavaScript adalah aktivitas dan
sikap orang tersebut.
KESIMPULAN
Sampai di sini, Anda sudah mempelajari apa itu HTML, pengertiannya, dan cara kerjanya.
HTML adalah bahasa markup, bukan bahasa pemrograman, dan tidak memiliki kemampuan untuk
membuat fungsionalitas yang dinamis. Dengan bahasa markup ini, user bisa mengelola dan memformat
dokumen secara statis, sama seperti Microsoft Word.
Berdasarkan cara kerja HTML, Anda bisa menggunakannya untuk membuat struktur konten pada
website dan aplikasi web (menggunakan coding sederhana).
HTML merupakan level terbawah dari teknologi frontend dan berfungsi sebagai dasar styling yang
bisa Anda tambahkan dengan CSS dan fungsionalitas yang dapat dijalakan menggunakan JavaScript.