Pada suatu hari, persahabatan binatang yang akrab yaitu seekor tikus dan kucing. kedua
binatang tersebut sangat lah akur, mereka berdua tidak pernah bertengkar. Didalam
kesehariannya mereka berdua selalu bersama. Setiap ada masalah mereka saling membantu.
Ketika kucing lagi ada kesulitan, Tikus akan selalu siap membantunya. begitu juga sebaliknya
ketika tikus lagi dalam keadaan bahaya, kucing akan selalu datang untuk membantu
menyelamatkannya. Disuatu pagi hari yang cerah, tikus ingin mencari makan, ketika berada
di luar tikus bertemu dengan seekor musang yang besar, musang tersebut ingin memangsa
tikus karena musang sangat kelaparan. Kucing pun melihat musang tersebut yang ingin
memangsa sahabat akrabnya. Dengan cepat kucing langsung mendekati tikus untuk
melindungi dari musang yang lapar itu. Melihat keberadaan kucing akhirnya musang pun
pergi meninggalkan tikus.
Terima Kasih sahabat ku kucing, kau datang di waktu yang tepat dan telah
menyelamatkanku”. Kata Tikus. “Iya sahabat ku tikus, sama sama… itu sudah akan menjadi
kewajibanku untuk menolong sahabat ku sendiri. Sahabat ku tikus, untuk kedepannya kalau
kau ingin keluar rumah atau berpergian, kau harus memberitahuku supaya aku bisa
melindungi mu dari binatang yang ingin mangsamu” Kata kucing. “Baiklah Sahabatku kucing,
lain kali aku akan memberitahumu kalau aku ingin berperpergian” kata Tikus.
“Tikus mari kita pulang, sepertinya keadaan disini sudah sangat tidak aman”. Ajak kucing
kepada tikus. Tikus pun berjalan tepat berada di Belakang sahabatnya, dan sudah tidak tahu
lagi mau pergi kemana, dia percayakan kepada sahabatnya kucing. Ternyata ditengah
perjalanan kucing mempunyai rencana jahat terhadap tikus, tikus pun tidak mengetahui hal
tersebut. Tiba-tiba di sebuah batu besar kucing mengajak tikus untuk beristirahat sejenak.
“Kucing… Kenapa kita tiba-tiba berhenti disini?” tanya tikus. “Tikus… kita beristirahat dulu
disini sejenak, aku lelah sekali” Ajak kucing.
Tikus pun menuruti saja kemauan kucing, lalu mereka berdua merebahkan tubuh mereka di
batu besar itu. Kerena merasa kelelahan akibat dikejar-kejar sama musang tadi yang ingin
memangsanya, tikus itu pun ketiduran dengan sangat nyenyak sekali. Dengan ditiup angin
yang sepoi-sepoi sehingga membuat matanya mengantuk. Selang beberapa jam, tikus itu
pun akhirnya bangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ketika membuka matanya tiba-tiba
dihadapannya sudah ada hewan berbadan besar, berwarna kuning, mempunyai taring yang
tajam, yang siap untuk memakan tikus tersebut. Tikus itu gemetar dan merasa ketakutan,
dan berusaha berteriak sekuat -kuatnya untuk meminta tolong kepada kucing. Kucing
sahabatnya itu memang sedang berada disana, tetapi kucing itu tidak mau menolong tikus
sahabatnya tersebut.
Bukannya malah menolong tikus itu tetapi justru pergi meninggalkannya. Rencana kucing itu untuk
menyerahkan sahabatnya tikus tersebut kepada singa telah berhasil. Kerena Singa telah berjanji
kepada kucing, jikalau kucing berhasil membawa tikus ke hadapan singa maka kucing akan menjadi
raja rimba.
Mendengar janji singa tersebut kucing rela menyerahkan sahabatnya sendiri kepada singa
pemangsa, demi menjadi raja hutan rimba. Akan tetapi singa itu tak mau kalau kucing itu
menjadi sainganya dalam menguasai hutan, akhirnya di singa itu punya rencana jahat
kepada kucing. setelah memangsa tikus dia juga ingin memangsa kucing.
Ketika kucing ingin beranjak pergi, singa yang telah memakan tikus, langsung menangkap kucing dan
langsung memangsa kucing itu sampai habis. Akhirnya keduanya kucing dan tikus habis dimakan
singa si raja rimba.
Biografi
Nama : Egi Alridhayansah
NIM : 2020015277
Prodi : PGSD
Sinopsis
Cerita Dongeng Seekor Kucing Dan Tikus
Pada suatu hari, persahabatan binatang
yang akrab yaitu seekor tikus dan kucing.
Kedua binatang tersebut sangat lah akur,
mereka berdua tidak pernah bertengkar.
Didalam kesehariannya mereka berdua
selalu bersama. Setiap ada masalah
mereka saling membantu. Ketika kucing
lagi ada kesulitan, Tikus akan selalu siap
membantunya. Begitu juga sebaliknya
ketika tikus lagi dalam keadaan bahaya,
kucing akan selalu datang untuk
membantu menyelamatkannya. «Iya
sahabat ku tikus, sama sama… itu sudah
akan menjadi kewajibanku untuk
menolong sahabat ku sendiri. Sahabat ku
tikus, untuk kedepannya kalau kau ingin
keluar rumah atau berpergian, kau harus
memberitahuku supaya aku bisa
melindungi mu dari binatang yang ingin
mangsamu» Kata kucing. «Baiklah
Sahabatku kucing, lain kali aku akan
memberitahumu kalau aku ingin
berperpergian» kata Tikus.
«Tikus mari kita pulang, sepertinya
keadaan disini sudah sangat tidak aman».
Ajak kucing kepada tikus. Tikus pun
berjalan tepat berada di Belakang
sahabatnya, dan sudah tidak tahu lagi mau
pergi kemana, dia percayakan kepada
sahabatnya kucing. Dengan ditiup angin
yang sepoi-sepoi sehingga membuat
matanya mengantuk. Selang beberapa
jam, tikus itu pun akhirnya bangun dari
tidurnya. Betapa kagetnya ketika
membuka matanya tiba-tiba
dihadapannya sudah ada hewan berbadan
besar, berwarna kuning, mempunyai
taring yang tajam, yang siap untuk
memakan tikus tersebut. Tikus itu
gemetar dan merasa ketakutan, dan
berusaha berteriak sekuat -kuatnya untuk
meminta tolong kepada kucing. Kucing
sahabatnya itu memang sedang berada
disana, tetapi kucing itu tidak mau
menolong tikus sahabatnya tersebut.
Bukannya malah menolong tikus itu tetapi
justru pergi meninggalkannya. Rencana
kucing itu untuk menyerahkan sahabatnya
tikus tersebut kepada singa telah berhasil.