I RPI2-JM I Kota Ternate I
B. Kondisi Sektor-Sektor Perekonomian Kota
1) Sektor Pertanian Tanaman Pangan
Di kota Ternate tanaman pangan yang memiliki luas lahan cukup besar yaitu jagung
dan ubi kayu. Kedua jenis tanaman ini diminati oleh masyarakat Kota Ternate
sebagai makanan utama selain nasi.
Tahun 2011 luas panen jagung seluas 152 Ha yang berarti naik 19% dari tahun 2010
yang hanya 128 Ha. Sedangkan untuk tanaman ubi kayu tahun 2011 memiliki luas
panen seluas 421 Ha, angka ini naik 1,93% dibandingkan tahun 2010 yang luas
panennya 413 Ha. Karena kedua komoditi ini memiliki luas panen yang lebih besar
dari tahun 2010 maka produksinya pun meningkat dari tahun sebelumnya. Pada
tahun 2011 produksi jagung sebesar 258 ton sedangkan pada tahun 2010 sebesar
208 ton. Untuk ubi kayu produksi tahun 2011 sebesar 1.676 ton sedangkan tahun
2010 sebesar 1.663 ton.
Tabel 4.20. Luas Panen Tanaman Pangan Jenis Padi dan Palawija di
Kota Ternate Tahun 2011-2012
No Jenis Tanaman Luas Panen (Ha)
2011 2012
1 Padi - -
152
2 Jagung 128 421
30,40
3 Ubi Kayu 413 37,31
173,34
4 Ubi Jalar 31,80 888,75
5 Kacang Tanah 38,70
6 Sayur-sayuran 173,70
7 Buah-buahan 889,05
Sumber: Kota Ternate Dalam Angka, Tahun 2013
2) Sektor Peternakan
Populasi ternak di Kota Ternate belum banyak, sehingga untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan daging pemerintah masih harus memasok pasokan
daging dari luar wilayah Kota Ternate terutama dari Pulau Halmahera dan dari luar
Maluku Utara. Komoditi yang biasanya di pasok dari Pulau Halmahera adalah sapi dan
kambing, sedangkan komoditi yang biasanya di pasok dari luar Maluku Utara adalah
unggas khususnya ayam.
Pada tahun 2012 populasi ternak di Kota Tenate yang paling banyak adalah Sapi
dan Kambing. Meskipun begitu jumlah ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat
Ternate akan daging. Populasi sapi pada tahun 2012 sebanyak 1.735 ekor dan
kambing 14.104 ekor.
3) Sektor Perikanan
Sebagai wilayah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, laut merupakan sumber
penghidupan yang menjanjikan. Banyak masyarakat Kota Ternate yang tinggal di
pesisir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan. Selain itu tradisi masyarakat
Kota Ternate yang menjadikan ikan sebagai makanan pendamping nasi yang wajib di
konsumsi setiap hari, membuat nelayan menjadi salah satu mata pencaharian yang
cukup menjanjikan.
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program VI - 51
Bidang Cipta Karya – Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Di Kota Ternate terdapat dua pelabuhan perikanan yaitu pelabuhan Perikanan
Bastiong, Ternate Selatan dan pelabuhan perikanan Dufa-Dufa, Ternate Utara. Kedua
pelabuhan ini memasok hampir sebagian besar kebutuhan ikan masyarakat Ternate.
Produksi perikanan Kota Ternate tahun 2012 yang terbesar adalah kecamatan
Ternate Utara yaitu sebesar 18.466 ton dan kecamatan Ternate Selatan sebesar 3.700
ton.
4) Sektor Industri
Industri yang berkembang di Kota Ternate adalah jenis industri kecil dan
rumah tangga. Jenis industri ini cukup banyak di wilayah ini karena
penggunaan teknologi yang relative sederhana dan keterbatasan aspek
permodalan. Meskipun jenis industri yang ada sebagian besar berskala kecil
tapi cukup mampu menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka
pengangguran di Kota Ternate.
Jenis industri yang berkembang di Kota Ternate adalah industri di bidang
pangan, industri di bidang kimia dan bahan bangunan, industri bidang sandang,
kulit dan kerajinan umum, serta industri bidang logam.
Pada tahun 2012 jumlah perusahaan industri kecil yang bergerak di
bidang pangan sebanyak 247 perusahaan dan menyerap tenaga kerja
sebanyak 747 orang, fi bidang kimia dan bahan bangunan terdapat 216
perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 810 orang, di bidang sandang, kulit
dan kerajinan umum terdapat 67 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 204
orang, serta di bidang industri logam terdapat 4 perusahaan yang menyerap 12
orang tenaga kerja.
Tabel 4.28. Perkembangan Jumlah Usaha dan Tenaga Kerja Pada Kegiatan
Industri di Kota Ternate tahun 2012
No Jenis Usaha Industri Perusahaan Tenaga Nilai Investasi
Kerja (000 Rp)
1 Industri Kecil Bidang Pangan 247 747 2.311.901
2 Industri Kecil Bidang Kimia dan 216 810 3.356.645
Bahan bagunan
3 Industri Kecil Bidang Sandang, 67 204 140.355.307
kulit dan kerajinan
4 Industri Kecil Bidang Logam 4 12 20.300
Jumlah 534 1773 146.024.056
Sumber : Kota Ternate Dalam Angka, Tahun 2013
Untuk lebih meningkatkan produksi dan pemasaran dari semua hasil
produksi di wilayah Kota Ternate yang akan datang, diperlukan beberapa
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program VI - 52
Bidang Cipta Karya – Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
I RPI2-JM I Kota Ternate I
motivasi seperti peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja, serta
aspek pengelolaannya perlu ditunjang oleh sistem pengolahan dan prasarana
produksi yang memadai. Guna meningkatkan pendapatan masyarakat maka,
kegiatan industri di Kota Ternate seyogyanya memanfaatkan potensi lokal
seperti penyerapan tenaga kerja dan bahan baku dari dalam wilayah Kota
Ternate.
5) Sektor Pariwisata
Kota Ternate memiliki posisi yang cukup strategis, oleh karena
merupakan salah satu jalur kepariwisataan di Maluku Utara, serta tersedia
beberapa fasilitas penunjang untuk kegiatan kepariwisataan seperti hotel,
restauran, travel, gedung pertemuan, sarana atraksi dan lain sebagainya.
Sedangkan obyek wisata yang terdapat di Kota Ternate antara lain; wisata
alam, wisata peninggalan sejarah, wisata budaya dan wisata buatan. Kawasan
pariwisata yang terdapat di Kota Ternate diuraikan pada tabel dan gambar
berikut ;
Tabel. 4.29. Jenis Objek Wisata di Kota Ternate
No Jenis Wisata Nama Objek Wisata Lokasi
1 Wisata Alam Danau Laguna Fitu/Ternate Selatan
Danau Tolire Kecil Takome/Pulau Ternate
Tolire Besar Takome/Pulau Ternate
Pantai Pantai Sulamadaha Sulamadaha/ Pulau Ternate
Pantai Bobane Ice Aftador/ Pulau Ternate
2 Wisata Budaya Pantai Kastela Aftador/ Pulau Ternate
Peninggalan Sejarah Pantai Taman Eva Kastela/ Pulau Ternate
Pantai Kalumata Fitu/ Ternate Selatan
Pantai Tabanga Kalumata/ Ternate Selatan
Pantai Togolobe Sulamadaha/Pulau Ternate
Pantai Moti Kota Hiri/Pulau Ternate
Moti Kota/Moti
Benteng Toluco/Holandia (1512/1610) Dufa-Dufa/Ternate Utara
Benteng Orange (1607) Gamalama/Ternate Utara
Benteng Kalamata (Santalucia) 1940 Kalumata/Ternate Selatan
Benteng Kota Janji (Santa Pedro) Fitu/Ternate Selatan
Benteng Kastela (Santa Paolo) 1521 Kastela/Pulau Ternate
Kedotan Sulatan Ternate (1788 – Soa-Sio/Ternate Utara
1813) Soa-Sio/Ternate Utara
Mesjid Sultan Ternate (1622) Muhajirin/Ternate Selatan
Jembatan Residen Foramadiahi/Pulau Ternatee
Kuburan Sultan Babullah Makassar Barat/Ternate
Kuburan Sultan Badaruddin II
Gereja Batu Utara
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program VI - 53
Bidang Cipta Karya – Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
I RPI2-JM I Kota Ternate I
No Jenis Wisata Nama Objek Wisata Lokasi
Budaya dan Atraksi
Wisata Upacara Adat Kolano Uci Sabea SoaSio
Penobatan Kapita/Fanyira SoaSio
3 Flora dan Fauna Baramasuwen (Bambu Gila) SoaSio
Badabus SoaSio
Soya-Soya Soi-Sio
Cakalele SoaSio
Lagu dan Dadansa SoaSio
Tide dan Ronggeng SoaSio
Gala SoaSio
Upacara Adat Perkawinan Malut SoaSio
Lala SoaSio
Dana-Dana SoaSio
Salaijin SoaSio
Togal SoaSio
Cengkeh Afo (Induk) Marikuburu/Ternate Selatan
Sumber: RTRW Kota Ternate, 2012
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program VI - 54
Bidang Cipta Karya – Provinsi Maluku Utara Tahun 2014