The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by milasafriyanti91, 2022-09-10 14:11:10

MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK CERPEN

bbahan ajar cerpen br

BAHAN AJAR CERITA PENDEK

I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat
Pada Kegiatan Belajar ini, kalian akan mempelajari tentang: (1) Pengertian Teks Cerpen ,(2)
Ciri Teks Cerpen (3) Tujuan Teks Cerpen (4) Struktur dan Kebahasaan TeksCerpen, (5)
Langkah-langkah Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsic Teks Cerpen. Bahan ajar ini
diharapkan membantu kalian dalam memahami materi Teks Cerpen, terutama dalam
mengidentifikasi unsur-unsur intrinsic Teks Cerpen.

Materi dalam Bahan Ajar ini mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kalian terhadap
Teks Cerpen. Sebagai gambaran, di dalam bahan ajar ini disajikan beberapa contoh latihan
soal,sehingga akan memudahkan untuk pengisan LKPD pada kegiatan pembelajaran.

B. Relevansi
Relevansi bahan ajar ini dengan pembelajaran bahasa Indonesia kelas IX, yaitu pembelajaran
teks cerpen, diharapkan kalian mampu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks cerpen

C. Petunjuk Belajar
Pada bahan ajar ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Kalian bisa
memahami dengan mudah dan mampu mengembangkanya dalam kehidupan sehari-hari.
Silakan kalian ikuti langkah-langkah berikut untuk mempelajari bahan ajar ini:

1. Bacalah dengan cermat materi tentang Teks Cerpen yang terdapat pada bahan ajar ini
agar Anda dapat memahami setiap konsep yang disajikannya.

2. rangkumlah. pengetahuan dan informasi yang terdapat dalam bahan ajar ini digunakan
sebagai pembanding.

3. Kerjakanlah latihan dan tugas yang terdapat pada bahan ajar ini.
4. Untuk memahami materi tersebut, silakan Kalian pelajari secara saksama, identifikasi

contoh-contohnya, dan kerjakan latihan serta tugasnya di dalam LKPD.

D. Capaian Pembelajaran
Pada pembelajaran kali ini, Kalian akan belajar mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks
cerpen. Tentu saja, untuk dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks cerpen, kalian
perlu mengetahui pengertian, ciri, tujuan, struktur, unsur kebahasaan dan langkah-langkah
dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks cerpen. Melalui pembelajaran ini,
diharapkan kalian mampu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks cerpen yang dibaca
dengan disertai bukti dalam cerita.

E. Sub Capaian Pembelajaran
Pada pembelajaran kali ini Kalian akan belajar mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik teks
cerpen yang dibaca dengan disertai bukti dalam cerita.

.

II. URAIAN

A. Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen Menurut para Ahli
1. Cerpen Menurut H.B. Jassin

Pengertian cerpen menurut H.B. Jassin. Salah seorang ahli sastra ini berpendapat bahwa
cerpen adalah cerita singkat yang terdiri dari bagian-bagian penting, seperti perkenalan,
pertikaian, dan penyelesaian
2. Cerpen Menurut J.S. Badudu
Pengertian cerpen lainnya datang dari J.S. Badudu. Menurut beliau, cerpen adalah suatu
cerita yang terfokus dan menjurus pada satu kejadian/peristiwa saja.
3. Cerpen Menurut Jacob
Definisi cerpen selanjutnya datang dari Jacob. Menurut beliau, cerpen adalah suatu
kesatuan bentuk, manunggal, utuh, tidak ada bagian-bagian yang tak perlu, tetapi juga
tidak ada sesuatu yang terlalu banyak. Semuanya pas, integral, dan mengandung suatu
arti.
4. Cerpen Menurut Tarigan
Sementara itu, pengertian cerpen lainnya datang juga dari Tarigan. Menurut beliau,
cerpen adalah cerita rekaan yang masalahnya singkat, jelas, dan padat dan terpusat pada
satu peristiwa atau kejadian saja.

5. Cerpen Menurut Sayuti
Sedangkan, menurut ahli yang lain, bapak Sayuti, cerpen adalah suatu karya yang
menunjukkan kualitas pemadatan, pemusatan, dan pendalaman. Semua cerita ini
berkaitan satu sama lain dengan panjang cerita dan kualitas struktural yang diisyaratkan
oleh panjang cerita itu.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik simpulan bahwa, Cerpen adalah prosa fiksi
berbentuk cerita pendek, singkat, padat, dan langsung pada tujuannya. Karya ini disebut
sebagai cerita pendek karena umumnya hanya terdiri dari 5.000 - 10.000 kata saja. Tidak
seperti novel, yang bisa memuat sampai puluhan ribu kata. Dengan jumlah kata yang terbatas
itu, cerpen harus memuat seluruh tema dan isi cerita secara utuh dan tuntas. Disinilah
tantangan terbesar dalam pembuatan cerpen, yaitu menyelesaikan cerita dalam suatu karya
pendek.
Dalam pengertian yang lain, cerpen adalah karya sastra yang berisi cerita atau kisah tentang
tokoh beserta seluk-beluknya melalui tulisan pendek. Tokoh dalam kisah itu akan diceritakan
kehidupannya secara singkat dengan cara berfokus pada satu tokoh dan situasi saja.
https://www.ilmusiana.com/2019/05/pengertian-cerpen-adalah-ahli.html

B. Ciri Ciri Cerpen

Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif. Ketiga ciri utama ini dapat
dikembangkan lagi menjadi beberapa ciri yang lebih spesifik, antara lain sebagai berikut:

1. Ceritanya Pendek, Maksimal 10.000 Kata
Ciri-ciri cerpen adalah jalan ceritanya yang pendek. Dengan kisah yang singkat atau pendek
itu, pengarang harus mampu menuangkan segala ide atau gagasannya untuk sampai kepada
pembaca. Kisah dalam cerpen sangatlah pendek jika dibandingkan dengan novel yang bisa
memuat sampai berpuluh-puluh halaman. Dari segi jumlah kata, yaitu maksimal 10.000

kata. Para penulis cerpen harus mampu membatasi jumlah kata yang digunakan agar sesuai
dengan aturan umum yang berlaku dalam penulisan cerpen. Jumlah ini telah menjadi
kesepakatan para ahli sastra, sehingga sering dijadikan acuan dalam pembuatan cerpen.

2. Ceritanya Mirip dengan Kehidupan Sehari-hari

Ciri cerpen berikutnya adalah jalan ceritanya yang mirip dengan kehidupan sehari-hari.
Pembaca akan menemukan latar atau setting cerita yang cukup familiar dengan keadaan
sehari-hari. Penggambaran seperti itu sengaja dibuat agar pembaca dapat larut dalam
suasana yang dibangun oleh penulis sehingga lebih mudah memahami inti cerita.

3. Selesai Dibaca dalam Sekali Duduk

Ciri-ciri cerpen selanjutnya adalah ceritanya yang akan tuntas dibaca hanya dalam sekali
duduk. Jadi, tidak seperti novel yang butuh berhari-hari untuk menyelesaikannya, cerpen
hanya membutuhkan waktu beberapa 1 sampai 2 jam saja. Hal ini sebagai konsekuensi dari
penggunaan jumlah kata yang maksimal 10.000 kata saja.

4. Ada Konflik, Masalah, dan Penyelesaian

Ciri-ciri cerpen selanjutnya adalah memiliki konflik (masalah) dan penyelesaian di akhir
cerita. Berbeda dengan jenis prosa fiksi lainnya, cerpen hanya berfokus pada satu konflik
atau permasalahan. Solusi penyelesaian akan diberikan oleh pengarang di akhir cerita.

C. Tujuan Cerpen

Tujuan Teks
Cerpen

Pengembangan Penyampaian
Kreativitas dan Pesan atau
Amanat
Ide

Pengungkapan
Perasaan Penulis

Tujuan utama dari pembuatan cerpen itu ada tiga, yaitu: untuk mengembangkan kreativitas
dan ide, mengungkapkan perasaan penulis, dan untuk menyampaikan pesan atau amanat.
Berikut ini kami terangkan satu per satu maksud dari masing-masing tujuan tersebut.

1. Pengembangan Kreativitas dan Ide

Tujuan pertama dari penulisan cerpen adalah sebagai sarana untuk mengembangkan
kreativitas dan ide. Banyak orang yang setuju bahwa menulis termasuk cara ampuh untuk
melejitkan kreativitas dan merangkum segala ide yang muncul di kepala, dan cerpen
adalah salah satu hasil dari aktivitas menulis itu. Dengan menulis cerpen, kreativitas kita
akan semakin terasah, dan ide yang muncul tidak menguap begitu saja.

2. Pengungkapan Perasaan Penulis

Tujuan cerpen selanjutnya adalah sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan penulis.
Umum diketahui, bahwa menulis termasuk ke dalam aktivitas mental. Apa yang kita tulis
akan dipengaruhi oleh kondisi kita saat menulis, apakah sedang bahagia, sedih, marah, dan
lain sebagainya. Para penulis cerpen akan mengungkapkan semua yang dirasakan ke dalam
cerpen yang mereka buat.

3. Penyampaian Pesan atau Amanat

Tujuan cerpen yang terakhir adalah sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau amanat.
Tujuan ini juga termasuk ke dalam salah satu unsur intrinsik cerpen. Jadi, setiap cerpen
pastilah memiliki pesan atau amanat yang hendak disampaikan kepada pembaca. Namun,
biasanya pesan itu tidak disampaikan secara langsung atau tersurat, kita perlu membaca
keseluruhan cerpen untuk memahami seluruh pesan yang terkandung di dalamnya.

D. Struktur Teks Cerpen

Resolusi

Orientasi Struktur Koda
Teks

Cerpen

Komplikasi

Struktur cerpen yang paling utama ada 4, yaitu, orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
Empat poin itulah yang membentuk seluruh bangunan cerita cerpen. Berikut ini kami
jelaskan satu per satu maksud dari masing-masing poin tersebut.

1. Orientasi Cerpen

Struktur cerpen yang kedua adalah orientasi. Apa yang dimaksud dengan orientasi? Dalam
suatu cerpen, orientasi adalah sesuatu yang berhubungan dengan waktu, tempat, atau
suasana yang berkaitan dengan cerita. Dalam pengertian yang lain, orientasi bisa diartikan
juga sebagai pengenalan. Pada bagian inilah akan dimunculkan seluruh tokoh yang terlibat
dalam cerita pendek, lengkap dengan latarnya, baik latar tempat maupun latar waktu.

2. Komplikasi Cerpen

Struktur cerpen yang ketiga adalah komplikasi. Suatu cerpen yang baik harus memiliki
komplikasi, yaitu urutan-urutan kejadian yang saling berkaitan melalui hubungan sebab
akibat. Para tokoh akan kelihatan watak atau karakternya dalam struktur ini karena konflik
cerita mulai dimunculkan.

3. Resolusi Cerpen

Struktur cerpen yang kelima adalah resolusi. Jika pada struktur keempat di atas baru
ditampilkan cara penyelesaian konflik, maka dalam struktur resolusi ini para tokoh seluruh
konflik tersebut mulai diselesaikan satu per satu. Pengarang cerpen mulai menunjukkan
solusi terhadap seluruh permasalahan yang terjadi.

4. Koda Cerpen

Struktur cerpen yang terakhir adalah koda. Dalam sebuah cerpen, koda berfungsi sebagai
penutup cerita. Dalam bagian ini, akan ditampilkan pelajaran atau hikmah yang terkandung
dalam cerita pendek.

E. Kaidah Kebahasaan Cerpen

Kaidah
Kebahasaan

Cerpen

Penggunaan Kata Penggunaan Kata
Sifat Keterangan

Penggunaan Gaya Bahasa Bahasa Tidak Baku
Kalimat

Langsung/Tidak
Langsung

Kaidah kebahasaan cerpen dapat pula disebut sebagai ciri atau karakteristik karangan cerita
pendek dari segi penggunaan bahasa. Kaidah tersebut mengatur cara pengarang dalam
menyusun sebuah cerpen. Umumnya, karangan teks berupa cerita pendek memuat kaidah-
kaidah bahasa berikut ini.

1. Penggunaan Kata Sifat

Kaidah kebahasaan cerpen yang pertama adalah penggunaan kata sifat. Jenis kata ini akan
sering digunakan dalam membangun kata dan kalimat untuk membentuk rangkaian cerita.
Para tokoh yang terlibat dalam cerpen sering dideskripsikan kepribadian maupun
penampilan fisiknya menggunakan kata sifat. Contohnya: perawakannya gagah, sosoknya
tinggi, rambutnya memutih, dan lain-lain sebagainya.

2. Penggunaan Kata Keterangan

Kaidah kebahasaan cerpen yang kedua adalah penggunaan kata keterangan. Dalam sebuah
cerpen, kata keterangan berfungsi untuk mendeskripsikan latar, baik itu latar tempat
maupun latar waktu. Bagi kamu yang suka membaca cerpen, pasti kamu akan temukan
kata-kata keterangan untuk menggambarkan latar tersebut. Contohnya: di kebun teh yang
menghijau, di malam hari yang gelap, dan lain sebagainya.

3. Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung

Kaidah kebahasaan cerpen yang ketiga adalah terkait dengan penggunaan kalimat langsung
dan tidak langsung. Para penulis cerpen harus piawai menggunakan dua jenis kata ini,
dimana penerapannya sering kita lihat berguna untuk membangun percakapan dalam
cerpen.

4. Gaya Bahasa
Kaidah kebahasaan cerpen yang keempat adalah gaya bahasa atau majas. Cerpen sering
juga menggunakan majas untuk memperkaya keindahan cerita. Paling sering digunakan
adalah majas yang memiliki sifat konotasi, misalnya: mulut terminal, memanggang bus,
bajing loncat, pucuk langit, dan sebagainya.

5. Bahasa Tidak Baku
Kaidah kebahasaan cerpen yang terakhir adalah umumnya menggunakan bahasa yang tidak
baku atau tidak formal. Penggunaan bahasa itu dimaksudkan agar pembaca bisa lebih
akrab dengan cerpen yang dibacanya.

F. Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen

Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik? Dalam ilmu kesusasteraan, unsur intrinsik
adalah unsur yang secara langsung membangun suatu karya sastra. Unsur ini berada di
dalam karya sastra tersebut. Bisa dikatakan bahwa oleh karena unsur inilah sebuah karya
sastra itu bisa hadir atau tercipta dalam bentuk karya yang utuh. Saat seseorang membaca
suatu karya, unsur ini secara faktual dapat dijumpai muncul dalam karya tersebut. Unsur
intrinsik menjadi bagian, dan ikut membentuk eksistensi cerita yang bersangkutan.
Tak terkecuali pada karya cerita pendek (cerpen), unsur intrinsik adalah unsur yang ada
dalam cerpen, ikut membentuk, atau membangun eksistensi cerita sebuah cerpen. Unsur
intrinsik dari sebuah cerpen adalah sebagai berikut:

 Tema
 Latar
 Pesan
 Penokohan
 Sudut Pandang
 Alur

1. Tema

Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema. Apa itu tema? Dalam sebuah cerpen, tema
adalah gagasan atau ide dasar yang akan mendasari keseluruhan cerita dari sebuah cerpen.
Tema ini menjadi sangat penting bagi pengarang akan membuat sebuah cerpen, karena
terkait dengan apa yang akan diceritakan lewat cerpen yang akan dibuat. Tema cerpen
sebaiknya bersifat aktual. Tema ini dapat berasal dari lingkungan sekitar, permasalahan
dalam kehidupan masyarakat, bahkan bisa juga berasal dari permasalahan dalam diri
pengarang sendiri. Permasalahan tersebut bersatu padu dengan imajinasi pengarang hingga
menjadi pengisahan yang menarik dan dramatik.

2. Latar

Unsur intrinsik cerpen yang kedua adalah latar. Seperti apakah latar cerpen tersebut? Latar
cerpen dapat berupa tempat, waktu, suasana, dan budaya yang melingkupi cerpen. Latar
pada cerpen sifatnya fiktif tetapi realistis. Artinya, semua latar ini hadir secara imajinatif,
namun memiliki hubungan sebab akibat yang masuk akal, wajar, dan bisa diterima oleh
pembaca sebagai kenyataan.

3. Pesan

Unsur intrinsik cerpen yang ketiga adalah pesan. Pesan dalam cerpen adalah pesan yang
hendak disampaikan oleh pengarang melalui jalan dan tokoh cerita. Kehadiran pesan dalam
cerpen berguna untuk menambah pengalaman pembaca tentang kehidupan. Meskipun
pembaca belum mengalami pengalaman tersebut, namun bersama-sama imajinasinya seolah-
olah turut merasakannya dan dapat memetik pelajaran seandainya peristiwa itu terjadi juga
padanya.

4. Tokoh dan Penokohan

Unsur intrinsik cerpen yang keempat adalah penokohan. Penokohan ini meliputi penentuan
tokoh utama, pemberian nama, dan penggambaran wataknya. Penggambaran watak tokoh
dengan segala sifatnya dalam cerita, baik secara jelas maupun samar-samar.

5. Sudut Pandang

Unsur intrinsik cerpen yang kelima adalah sudut pandang. Apa itu sudut pandang? Dalam
cerpen, sudut pandang adalah cara pengarang bercerita dengan menempatkan pengarang
sebagai orang pertama, kedua, ketiga, atau bahkan di luar cerita.

a. Sudut Pandang Orang Pertama

Jenis sudut pandang yang pertama adalah sudut pandang orang pertama. Biasanya, jenis
sudut pandang ini menggunakan kata ganti "saya" atau "aku" atau juga "kami".
Sederhananya, saat menggunakan sudut pandang orang pertama, Anda seakan-akan
menjadi tokoh dalam cerita tersebut.

Selain itu, penulis yang membuat cerita juga masuk ke dalam tokoh sentral. Bisa
dikatakan, semua yang berkaitan dengan perasaan, pikiran, serta kejadian tokoh "aku"
lakukan akan digambarkan melalui cerita tersebut. Sehingga, ia akan menjadi pusat
kesadaran dari sebuah cerita.

Contoh jenis sudut pandang orang pertama, yaitu:

Seorang lelaki tua memanggilku sepuluh menit lalu di ruang pribadinya di lantai paling
atas pada gedung megah biru dunker, inti kampusku. Dia duduk pongah di kursi busa
berukir khas jepara dibalik meja. Senyumnya mahal, semahal kursi itu. Kucoba duduk
santai dihadapnya, sambil melirik buku yang tadi dibantingnya. Gagasan, itu tulisan di
sudut kanan atas sampul depan. Mendesah sebelum kualirkan mata ke tanda pengenal
meja disebelah buku itu, tulisan cerlang bereja Rektor pongah menatapku. Kulengoskan
kepala keluar jendela, sementara mulutnya terus mengumpat. Soal buku itu, tentu juga
soal aku. (Rektor Itu Ayahmu, Sayang? – Ardyan Amroellah)

b. Sudut Pandang Orang Kedua

Lazimnya, sebuah karya sastra menggunakan jenis sudut pandang persona pertama dan
ketiga. Secara faktual, jenis sudut pandang dalam cerita orang kedua hanya sekedar
sebagai selingan. Bisa dikatakan, jenis sudut pandang orang kedua menggunakan gaya
"kau" sebagai variasi cara memandang tokoh aku dan dia.

Pemahaman lain dari jenis sudut pandang orang kedua, narator berbicara kepada
ANDA. Ini tidak terlalu umum dalam fiksi, kecuali narator mencoba berbicara dengan
pembaca secara pribadi. Jenis sudut pandang orang kedua sebagian besar terlihat dalam
puisi, pidato, penulisan instruksional, dan artikel persuasif.

Contoh jenis sudut pandang yang orang kedua, yaitu:

Ini hari pertamamu masuk kerja. Harus sempurna! Maka jadi sejak tiga sejam lalu, kau
sibuk bolak-balik di depan cermin. Mengecek baju, rambut, sampai riasan di wajahmu.
Lalu setelah kau memulaskan lipgloss sebagai sentuhan final yang kau rasa akan
memesona teman-teman barumu di kantor nanti, kau mengambil parfum.
Menyemprotkannya di belakang telinga, pergelangan tangan, selangkangan, dan ke
udara. Sedetik berikutnya, kau melewati udara beraroma lili dan lavender itu, berharap
supaya wanginya menempel di rambut dan blazer barumu. (Novel The Girls’ Guide to
Hunting and Fishing – Melissa Bank)

c. Sudut Pandang Orang Ketiga

Selain menggunakan jenis sudut pandang orang pertama dan kedua, penulis juga bisa
menggunakan jenis sudut pandang orang ketiga saat menulis cerita. Adapun teknik jenis

sudut pandang dalam cerita orang ketiga biasanya menggunakan kata ganti "dia", "ia",
atau nama tokoh dalam bentuk jamak "mereka".

Perbedaan penggunaan jenis sudut pandang orang pertama dan ketiga terletak pada
kebebasan peran di dalam cerita. Di mana jenis sudut pandang orang pertama, penulis
bisa menjadi sosok dirinya di dalam cerita, tetapi hal ini tidak berlaku untuk sudut
pandang orang ketiga.

Contoh jenis sudut pandang orang ketiga, yaitu:

“Ibrahim?!” “Ya, Ibrahim. Seperti itulah tugasnya setelah dipanggil pulang…”
Jawaban itu tak memuaskan, Ranju masih dliputi ketakpercayaan saat si guide
bertudung memintanya melanjutkan jalan. Secepat Ranju berkedip, secepat itu Ranju
menjumpai pantai di matanya. Dan itu membuat Ranju mulai percaya ini tak dunia?
Tidak, hatinya masih penuh logika. Meski Ranju ingat, dia tadi berjalan diatas air, dia
tadi menghirup susu di parit kecil pinggir jalan, dia tadi menatap wanita–wanita elok
yang menyapa genit. Ranju bermain–main di pikiran sampai–sampai si guide bertudun
menyentak lengannya. Ranju terpaku diluar pagar sebuah rumah kecil serupa rumah
keluarga Amerika kelas menengah. (Lelaki Di Tengah Lapangan – Ardyan Amroellah)

d. Sudut Pandang Campuran

Jenis sudut pandang lainnya adalah sudut pandang campuran. Pada sudut pandang
campuran, penulis bisa menggabungkan antara jenis sudut pandang dalam cerita
pertama dan ketiga. Salah satu ciri dari jenis sudut pandang dalam cerita ini adalah
penulis bisa masuk ke dalam cerita (bukan sebagai tokoh utama) dan ada saatnya berada
di luar cerita menjadi orang biasa.

Contoh jenis sudut pandang campuran, yaitu:

Kami adalah sebuah keluarga sederhana, tetapi perasaan kami memiliki satu sama
lain. Dan itu merupakan ketahanan yang kuat bagi kami. Namaku adalah Bejo, aku
adalah bagian kecil dari keluarga sederhana itu. Meskipun terkadang merasa sulit
menerima kehidupan ini, karena kadang kala aku merasa ingin hidup seperti mereka.
Seperti keluarga Toni yang selalu hidup dengan kecukupan yang lebih. Bahkan Toni tak
perlu lagi bekerja karena dia merasa tercukupi oleh kemewahan yang ada. Tetapi aku
merasa berbeda, aku pun tidak ingin menjadi seperti Toni yang selalu mengandalkan
harta keluarganya. Aku dan keluargaku diajari untuk hidup bersyukur dengan apa yang
kami miliki.

e. Alur

Unsur intrinsik cerpen yang keenam adalah alur. Dalam cerpen, alur tidak begitu
nampak jelas. Penyebnya adalah pendeknya cakupan cerita dari cerpen. Olehnya itu,
cara yang paling baik untuk memahami alur dari sebuah cerpen, kita dapat
menyampaikan kejadian/peristiwa dengan tahapan-tahapan tertentu.

Contoh Analisis Cerpen

Wanita Berwajah Penyok
Karya Ratih Kumala

Seperti apakah rasanya hidup menjadi orang yang tak dimaui? Tanyakan pertanyaan ini
padanya. Jika dia bisa berkata-kata, maka yakinlah dia akan melancarkan jawabnya. Konon
dia lahir tanpa diminta. Korban gagal gugur kandungan dari seorang perempuan. Hasil
sebuah hubungan gelap yang dilaknat warga dan Tuhan. Perempuan yang saat ini disebut
"ibunya" bukanlah ibu yang sebenarnya. Dia hanya inang yang berkasihan lalu bergantian
menyusui lapar mulut dua orang bayi; bayi berwajah penyok yang dibuang orang di pinggir
kampung. Suatu hari yang biasa; siang terang dan wanita berwajah penyok tengah keliling
kampung sendiri saat anak-anak kecil sepulang sekolah itu mulai mengekori dan
menyambiti punggungnya di belakang.
Maka, wanita berwajah penyok mengambil sebongkah batu. Tangannya yang dekil
melemparkan batu itu ke arah anak-anak. Seorang anak bengal berkepala peyang terkena
timpukannya. Membuat jidatnya terluka. Darah segar mengocor dari situ, mengubah
seragam putihnya menjadi merah. Dia pulang ke rumah mengadu kepada ibunya, sementara
anak-anak lain menjadi takut dan bubar satu-satu.
Dengan terpaksa, keluarga wanita berwajah penyok akhirnya memutuskan untuk memasung
dirinya pada sebuah ruangan kecil yang tak bisa disebut manusiawi dekat tanah pekuburan.
Sejak itu wanita berwajah penyok tinggal di dalamnya. Bulan berganti tahun, tanpa tahu itu
malam atau siang.
Seperti apakah rasanya hidup dalam sepi? Tanyakan pertanyaan ini kepadanya. Maka,
yakinlah jika dia bisa berkata-kata, dia akan melancarkan jawabannya. Tak ada yang benar-
benar tahu apa yang dia kerjakan di dalam sana walau kadang terdengar suaranya berteriak
untuk berontak. Ini hanya menambah ngeri tanah pekuburan. Orang-orang mengira itu suara
kuntilanak jejadian penghuni kuburan. Tak pernah ada orang yang benar-benar mendekat.
Wanita berwajah penyok telah lupa bahasa tanpa ia pernah benar-benar menguasainya.
Andaikata suatu saat dia bisa terbebas dari pasungnya, orang akan bertanya bagaimana ia
bisa bertahan hidup? Sebab ia telah menjadi sendiri.

Pada malam yang biasanya kelam nan pekat, kini wanita berwajah penyok bisa mendapat
segaris cahaya dari celah lubang tadi. Kepalanya didongakkan ke atas, dia bisa melihat
rembulan. Bertahun dia tidak melihat rembulan hingga ia lupa bahwa yang dilihatnya adalah
rembulan. Untuk pertama kalinya dalam periode tahunan pasungnya, ia merasa bahwa
dirinya punya teman. Dia mulai berkenalan. Dengan bahasa yang hanya ia mengerti, ia
bercakap-cakap dengan bulan. Dia selalu menunggu teman barunya untuk berkunjung dan
bercakap-cakap dengannya setiap malam.

Namun, semakin hari bentuk wajah rembulan semakin sempit dan cekung. Mengecil dan
terus mengecil hingga hanya menjadi sabit. Air muka rembulan juga semakin pasi.

Semakin hari sabit rembulan jadi kembali membulat walaupun wajahnya masih pasi. Saat
bulan bulat penuh, wanita berwajah penyok girang sekali sebab itu berarti dirinya berhasil
menghibur teman baiknya. Tapi suatu hari rembulan kembali menyabit dan seperti yang
sudah-sudah, wanita berwajah penyok tak pernah bosan menghiburnya dengan bahasanya
sendiri hingga rembulan bulat penuh. Terus seperti itu.

Hingga suatu malam, sehari setelah bulan benar-benar sabit, rembulan tidak datang
mengunjunginya. Ia sedih sekali dan mengira rembulan tak mau menemuinya. Malam itu
hujan turun deras. Wanita berwajah penyok berpikir bahwa rembulan sedang menangis.
Maka dia ikut menangis pula, kesedihan mendalam sahabatnya, dan sekali lagi, dengan
bahasa yang hanya bisa dia mengerti, dirinya berusaha membujuk bulan dan menghiburnya.
Dia tak pernah bosan. Tetapi, langit tetap hujan, rembulan terus menangis. Tetesan air
masuk dari celah atap ruang pasung yang menjadi bocor. Menimpa kepala wanita berwajah
penyok dan membuat dirinya kebasahan.

Lelah, wanita berwajah penyok tertidur. Ia mengigil hebat tanpa ada orang yang tahu
keadaannya. Paginya ia terbangun oleh segaris sinar yang masuk dari celah atap. Sinar kecil
itu jatuh ke kubangan air yang menggenang. Dirasakannya tubuhnya demam. Tetapi, begitu
dia terbangun yang diingatnya hanyalah rembulan. Siang telah menjelang, ini berarti
rembulan telah pulang ke rumahnya setelah semalam bersembunyi di balik awan sambil
menangis. Ia menyesal tak bisa melihat wajah rembulan malam tadi.

Didekatinya genangan air tadi. Genangan yang tak jernih. Ia berwarna coklat karena
bercampur debu. Sebuah bayangan ada di sana. Ia tersenyum dan menemukan wajah
rembulan di sana. Lalu dia tertidur tanpa merasa perlu bangun lagi sebab bersama sahabat di
dekatnya.

Unsur Intrinsik Cerpen Wanita Berwajah Penyok

Bagaimana, sudah tuntas bacanya? Sekarang kita akan menentukan unsur intrinsik dari
cerpen di atas. Ternyata, unsur intrinsik yang terdapat di dalam cerpen "Wanita Berwajah
Penyok" adalah sebagai berikut:

 Tema: Kesepian, kesendirian, dan kesedihan
 Latar: Gubuk kecil dan lingkungan pekuburan
 Sudut Pandang: Orang ketiga (pengarang tidak terlibat langsung)
 Alur: Alur maju.
 Penokohan: Wanita dengan wajah penyok dengan watak penyayang.
 Amanat: Anak hasil hubungan gelap, tidak sah, dan terlarang akan selalu menjadi

korban.

RANGKUMAN

1. Cerpen adalah prosa fiksi berbentuk cerita pendek, singkat, padat, dan langsung pada
tujuannya. Karya ini disebut sebagai cerita pendek karena umumnya hanya terdiri dari
5.000 - 10.000 kata saja. Tidak seperti novel, yang bisa memuat sampai puluhan ribu kata.
Dengan jumlah kata yang terbatas itu, cerpen harus memuat seluruh tema dan isi cerita
secara utuh dan tuntas. Disinilah tantangan terbesar dalam pembuatan cerpen, yaitu
menyelesaikan cerita dalam suatu karya pendek.

2. Dalam pengertian yang lain, cerpen adalah karya sastra yang berisi cerita atau kisah
tentang tokoh beserta seluk-beluknya melalui tulisan pendek. Tokoh dalam kisah itu akan
diceritakan kehidupannya secara singkat dengan cara berfokus pada satu tokoh dan situasi
saja.

3. Ciri Ciri Cerpen, adalah:

a. Ceritanya Pendek, Maksimal 10.000 Kata
b. Ceritanya Mirip dengan Kehidupan Sehari-hari
c. Selesai Dibaca dalam Sekali Duduk
d. Ada Konflik, Masalah, dan Penyelesaian

4. Tujuan cerpen
a. Pengembangan Kreativitas dan Ide
b. Pengungkapan Perasaan Penulis
c. Penyampaian Pesan atau Amanat

5. Struktur Cerpen
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda

6. Unsur Kebahasaan Teks Cerita Pendek

a. Penggunaan Kata Sifat
b. Penggunaan Kata Keterangan
c. Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung
d. Gaya Bahasa
e. Bahasa Tidak Baku

7. Unsur Intrinsik Cerita Pendek

a. Tokoh dan Penokohan
b. Tema
c. Latar
d. Alur
e. Sudut pandang
f. Amanat

LATIHAN SOAL

Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini untuk nomor 1 sampai 3!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni
pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial
memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.
Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak
April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian.
Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan
menjual pakaian di sana?”
Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami
mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.

1. Dalam kutipan cerpen tersebut, terdapat kata “sepenuh hati”. Kata tersebut memiliki makna

A.sabar
B.semangat
C.percaya diri
D.bersungguh-sungguh

2. Tokoh “aku” yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
A.seorang pelajar
B.Runa
C.penjual pakaian

D.Mbak April
3. Di bawah ini merupakan pesan yang ada dalam kutipan cerpen di atas, kecuali …

A.kita harus bekerja sama dengan baik dan jujur dalam sebuah pekerjaan
B.jangan takut pada kegagalan
C.berdoa dapat menentukan kesuksesan
D.penentu keberhasilan bukanlah uang

Perhatikan penggalan cerpen berikut ini untuk soal nomor 4sampai 6!

Ali ingin sekali memberikan hadiah pada Kris, seperti teman-teman lainnya. Akan tetapi, dia
tidak ingin meminta uang pada ibunya. Ditambah lagi, ketika dia memperlihatkan undangan
pesta ulang tahun Kris, Ibu hanya terdiam sambil melihat taman di bawah matahari
terbenam.
Hal itu pertanda bahwa Ibu belum ada uang untuk membeli hadiah. Ali sadar bahwa dia dan
ibunya harus berhemat sejak kematian ayahnya dua tahun lalu. Ali bergumam seraya bangkit
dari tempat tidurnya, “Masa sih aku tidak bisa memberikan hadiah untuk temanku?”
Ia mematikan lampu tidur dan menyalakan lampu kamarnya. Ia menuju ke meja belajarnya.
Ia mengambil beberapa spidol dan secarik kertas. Dalam diam, tangannya mulai membuat
coretan-coretan dengan spidol di atas kertas yang ia ambil. Setelah beberapa saat, akhirnya
ia tersenyum, “Aku sudah punya hadiah untuk ulang tahun Kris besok.”

4. Amanat yang dapat kita ambil dari cerpen di atas adalah …
A.matikan lampu jika sudah tidak diperlukan lagi
B.jangan membebani orang tua hanya karena ingin membelikan hadiah untuk teman
C.usahakan untuk selalu memberikan hadiah pada teman
D.temanilah ibu ketika sedang bersusah hati

5. Latar peristiwa yang terjadi di malam hari dibuktikan dengan …
A.kalimat kedua paragraf kedua
B.kalimat pertama paragraf pertama
C.kalimat pertama paragraf kedua

D.kalimat kedua paragraf pertama
6. Penggalan cerpen tentang Ali di atas menggunakan sudut pandang …

A.orang ketiga serba tahu
B.orang pertama tokoh utama
C.orang pertama tokoh sampingan
D.orang kedua

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa
menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati
Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan
status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang
selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.

7. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

8. Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …
A. Status Handoko yang sudah mempunyai istri.
B. Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
C. Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
D. Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni
masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk
merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica,
saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk
membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak
kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.

9. Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
A. Ica
B. Bunda
C. Nanda
D. Seorang Siswa

10. Kata sepenuh hati dalam cerpen di atas bermakna …
A. Semangat
B. Percaya diri
C. Sungguh-sungguh
D. Ikhlas

KUNCI JAWABAN
1. D
2. B
3. C
4. B
5. C
6. A
7. B
8. C
9. C
10. C

DAFTAR PUSTAKA

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Pendidik Bahasa Indonesia SMP/ MTs
Kelas IX. Jakarta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Jakarta;
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

3. https://www.ilmusiana.com/2019/05/pengertian-cerpen-adalah-ahli.html
4. https://www.materibindo.com/2019/11/contoh-soal-cerpen-dan-jawabannya.html


Click to View FlipBook Version