The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul praktikum mekanika kayu menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan praktikum yang akan dilakukan selama satu semester.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mayanguthari, 2022-08-12 17:02:19

Modul Praktikum Mekanika Kayu

Modul praktikum mekanika kayu menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan praktikum yang akan dilakukan selama satu semester.

1

i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa maka penyusunan Modul
Praktikum mata kuliah Mekanika kayu yang meliputi pengenalan cacat kayu, studi bahan
bangunan, pengujian sifat mekanis kayu, pemilahan kayu (kalibrasi mesin pemilahan kayu), dan
pemilahan kayu telah terselesaikan.
Modul praktikum ini dilakukan sebagai pedoman pelaksanaan praktikum Fakultas Kehutanan
Universitas Tanjungpura dalam menjalankan mata kuliah Mekanika Kayu. Modul praktikum ini
masih perlu banyak dibenahi. Oleh karena itu, kiritik dan saran serta masukkan sangat diharapkan
untuk sempurnanya modul praktikum ini. Semoga modul praktikum Mekanika Kayu ini
bermanfaat untuk kegiatan belajar mengajar.

Pontianak, Juli 2022
Penyusun

i

TATA CARA PENULISAN LAPORAN

Laporan praktikum dibuat untuk masing-masing acara praktikum dan dikumpulkan sesuai dengan
hari yang telah ditentukan oleh Dosen atau Asisten Praktikum. Laporan dipresentasikan untuk
setiap acara praktikum. Laporan praktikum bersifat individual atau kelompok.
Laporan dibuat dengan diketik dan disusun sebagai berikut:
SISTEMATIKA LAPORAN
Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan praktikum
II. Metode praktikum
2.1. Alat
2.2. Bahan
2.3. Langkah kerja (sertakan dokumentasi)
III.Tinjauan Pustaka (sesuaikan dengan isi)
IV.Hasil dan pembahasan
4.1. Hasil
4.2. Pembahasan
V. Kesimpulan
Daftar pustaka (minimal 5 literatur/pustaka)

ii

MODUL PRAKTIKUM
MEKANIKA KAYU

PROGRAM STUDI KEHUTANAN, FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

I. Deskripsi Kegiatan Praktikum

Acara ke :1

Pertemuan : 1-2

Pokok Bahasan : Pengenalan cacat kayu bangunan

Tujuan Instruktusional Umum (TIU) :

Setelah menyelesaikan praktikum mata ajaran ini, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan

dan keterampilan praktis tentang perbedaan cacat pada kayu bangunan.

Tujuan Instruktusional Khusus (TIK) :

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat membedakan cacat pada kayu

bangunan.

II. Alat dan Bahan
Alat yang disiapkan adalah kamera atau handphone, pensil, kayu di toko bangunan, dan

penggaris. Bahan yang digunakan adalah contoh kayu bangunan yang mengalami kerusakan
dapat dilihat di toko bangunan.

III.Prosedur Praktikum
a. Dasar Teori
Tegangan ijin kayu diperlukan untuk menghitung kekuatan struktur dukung seperti
bangunan gedung, jembatan, bekisting, perancah, dan sebagainya. Kayu sebagai struktur
bangunan dihitung berdasarkan tegangan kayu yang diijinkan.
Dalam syarat mutu, persyaratan berdasarkan cacat visual maksimum yang diperkenankan
untuk kayu bangunan dapat dilihat pada Tabel 1.

1

Tabel 1. Cacat maksimum yang diperkenankan untuk kayu bangunan (BSN 2002).

No Macam cacat Mutu A Mutu B Mutu C

Mata kayu

1 Terletak dimuka lebar 1/6 lebar kayu 1/4 lebar kayu ½ lebar kayu
Terletak dimuka sempit 1/8 tebal kayu 1/6 tebal kayu ¼ tebal kayu

2 Retak 1/5 tebal kayu 2/5 tebal kayu ½ tebal kayu

3 Pinggul 1/10 tebal atau 1/6 tebal kayu ¼ tebal kayu

lebar kayu atau lebar kayu atau lebar kayu

4 Arah serat 1:13 1:9 1:6

5 Saluran damar 1/5 tebal kayu 2/5 tebal kayu 1/2 tebal kayu

eksudasi tidak eksudasi tidak eksudasi tidak

diperkenankan diperkenankan diperkenankan

6 Gubal Diperkenankan Diperkenankan Diperkenankan

7 Lubang Serangga Diperkenankan Diperkenankan Diperkenankan

asal terpencar asal terpencar asal terpencar

dan ukuran dan ukuran dan ukuran

dibatasi serta dibatasi serta dibatasi serta

tidak ada tanda tidak ada tanda tidak ada tanda

serangga hidup serangga hidup serangga hidup

8 Cacat lain (lapuk hati Tidak Tidak Tidak

rapuh, retak melintang) diperkenankan diperkenankan diperkenankan

Mutu suatu kayu menjadi faktor yang mempengaruhi tegangan ijin kayu. Mutu kayu
tersebut dibagi menjadi dua kelas yaitu mutu A dan mutu B (Tabel 2). Perbedaan mutu kayu
ditentukan oleh kondisinya (banyaknya dan keadaan cacat-cacat kayu), yaitu mata kayu,
wanvlak (cacat kayu akibat terkelupasnya kulit kayu), miring arah serat, retak-retak dan
keadaan kadar lengas kayu kering udara.

2

Tabel 2. Klasifikasi Mutu Kayu

Kondisi Kayu Mutu A Mutu B
≤ 300%
1. Kadar lengas 12-18%
& ≤ 1)4 h, * ≤ 1)4 b
kering udara & ≤ 5 , * ≤ 5 cm

2. Mata Kayu & ≤ 1)6 h, * ≤ 1)6 b d1,2 = diameter mata kayu
& ≤ 3,5 , * ≤ 3,5 cm h = tinggi kayu
d1,2 = diameter mata kayu b = lebar kayu
& ≤ 1)10 b, * ≤ 1)10 h
h = tinggi kayu e1,2 = lebar/tinggi wanvlak
h = tinggi kayu
b = lebar kayu b = lebar kayu

3. Wanvlak & ≤ 1)10 b, * ≤ 1)10 h ≤ 1)7
e1,2 = lebar/tinggi wanvlak ℎ7 ≤ 1)3 b, ℎ7 ≤ 1)4 b

h = tinggi kayu

b = lebar kayu

4. Miring Arah Serat ≤ 1)10
5. Retak-retak ℎ7 ≤ 1)4 b, ℎ7 ≤ 1)5 b

Gambar 1. Contoh cacat kayu bangunan

3

b. Tahapan Kegiatan Praktikum
• Pengamatan pada kayu bangunan yang ada di toko bangunan maksimal lima toko
bangunan.
• Kayu bangunan yang diamati minimal tiga jenis kayu.
• Wawancara pada pemilik toko bangunan atau pekerja di toko bangunan terkait kayu
bangunan yang dijual.
• Kayu yang ada cacatnya difoto.
• Penentuan mutu kayu bangunan yang telah diamati tersebut kemudian diklasifikasikan
berdasarkan Tabel 1 dan 2.
• Hasil dibahas dalam bentuk laporan dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.

4

MODUL PRAKTIKUM
MEKANIKA KAYU

PROGRAM STUDI KEHUTANAN, FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

I. Deskripsi Kegiatan Praktikum

Acara ke :2

Pertemuan : 3-5

Pokok Bahasan : Studi bahan bangunan

Tujuan Instruktusional Umum (TIU) :

Setelah menyelesaikan praktikum mata ajaran ini, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan

mengenai jenis kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan.

Tujuan Instruktusional Khusus (TIK) :

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi jenis kayu

yang digunakan untuk jenis-jenis bahan bangunan.

II. Alat dan Bahan
Alat yang disiapkan adalah kamera atau handphone, pensil, kayu di toko bangunan, dan

penggaris. Bahan yang digunakan adalah contoh kayu bangunan yang mengalami kerusakan
dapat dilihat di toko bangunan.

III. Prosedur Praktikum
a. Dasar teori
Kayu bangunan adalah kayu yang diperoleh dengan jalan mengkonversikan kayu bulat
menjadi kayu berbentuk balok papan atau bentuk2 lain sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Berdasarkan SNI 03-3527-1994, penggolongan kayu bangunan dibagi menjadi 3 golongan
pemakaian yaitu:
• Kayu bangunan struktural adalah kayu bangunan yang digunakan untuk bagian struktural
bangunan dan penggunaannya memerlukan perhitungan beban.
• Kayu bangunan non-struktural adalah kayu bangunan yang digunakan dalam bagian
bangunan, yang penggunaannya tidak memerlukan perhitungan beban.

5

• Kayu bangunan untuk keperluan lain adalah kayu bangunan yang tidak termasuk kedua
penggolongan pada a dan b diatas, tetapi dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan
penolong ataupun bangunan sementara.
Sebagai bahan struktur kayu biasanya diperdagangkan dengan ukuran tertentu dan

dipakai dalam bentuk balok, papan, atau bentangan bulat (Gambar 2) (berdasarkan SK-SNI-
03-2445-1994).

Gambar 2. Jenis produk kayu

Tabel 3. Ukuran kayu berdasarkan penggunaan

No Jenis Tebal (cm) Lebar (cm)

Penggunaan

1 Lis dan Jalusi 1 1,3,4,5, 6, 8

1,5 3,4,5,6,8,10,12,15,18,20

2 4, 5, 6, 8, 10, 12

2 Papan 2 15, 18, 20, 22, 25

2,5 15, 18, 20, 22, 25, 30

3 18, 20, 22, 25, 30

3,5 18, 20, 22, 25, 30

4 18, 20, 22, 25, 30

3 Reng dan kaso 2 3

2,5 3, 4, 6, 8, 10, 12

3 4, 6, 8, 10, 12, 15

6

4 Balok 3,5 3, 4, 6, 8,10,12,15
4 6, 8, 10, 12,15
5 7, 8, 10, 12,13
6 8, 10, 12, 13, 15, 18, 20, 22, 25
8 8, 10, 12, 15, 18, 20, 22, 25
10 10, 12, 15, 18, 20, 22, 25
12 12, 15, 18, 20, 22, 25

b. Tahapan Kegiatan Praktikum
• Pengamatan dan wawancara atau studi bahan bangunan di toko bangunan atau 5 rumah
penduduk yang terbuat dari kayu.
• Identifikasi jenis kayu yang diperoleh dari hasil pengamatan diklasifikasikan sesuai
dengan jenis pengunaan berdasarkan Tabel 3.
• Hasil pengamatan jenis kayu dan jenis penggunaan didokumentasikan, dicatat, dan
dimasukkan ke dalam tabel pengamatan sesuai dengan contoh Tabel 4 dan 5.
• Cantumkan sifat mekanis berdasarkan atlas kayu I-IV.
• Hasil dibahas dalam bentuk laporan dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.

7

Tabel 4 Daftar Jenis Kayu yang Digunakan di (sesuaikan nama daerah)

No Nama Jenis Nama Indonesia Sifat
Mekanik
Kayu (nama dan Latin (atlas (lihat di
Atlas
daerah) kayu) Jenis Produk Kayu (checklist) kayu)

1 Papan Kaso Balok Tiang

2

3

4

dst

Tabel 5. Sifat Mekanik Kayu Berdasarkan Atlas Kayu

Sifat Mekanik (tabel) sesuaikan dengan isian

Nama yang ada di atlas kayu
Indonesia
Nama Keteguhan Lentur statik
Jenis dan
No Latin Tegangan Tegangan dst
Kayu (atlas
(nama kayu) batas Proporsi batas patah
(kg/cm2) (kg/cm2)
daerah)

Basah Kering dst

1 Eboni

2

dst

8

MODUL PRAKTIKUM
MEKANIKA KAYU

PROGRAM STUDI KEHUTANAN, FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

I. Deskripsi Kegiatan Praktikum

Acara ke :3

Pertemuan : 6-8

Pokok Bahasan : Pengujian sifat mekanis kayu

Tujuan Instruktusional Umum (TIU) :

Setelah menyelesaikan praktikum mata ajaran ini, mahasiswa dapat mengetahui dan

menghitung sifat mekanis kayu

Tujuan Instruktusional Khusus (TIK) :

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui tentang sifat-sifat

mekanis kayu.

II. Alat dan Bahan
Alat yang disiapkan adalah kamera atau handphone, pensil, kaliper, moisture meter,

universal testing machine (UTM), dan penggaris. Bahan yang digunakan adalah kayu minimal
3 jenis kayu.

III. Prosedur Kerja

a. Dasar Teori

• Modulus of rupture (MOR)

Modulus of rupture (MOR) merupakan gambaran kapasitas beban maksimum yang diterima

oleh suatu bahan.

= 3
2 ℎ*
Dimana: MOR = keteguhan patah (kg/cm2), P = beban maksimum (kg), L = Jarak bentang

balok (cm); b = lebar sampel (cm); h = tebal sampel (cm)

9

• Modulus of elasticity (MOE)

Modulus of elasticity (MOE) merupakan kemampuan bahan dalam mempertahankan bentuk

asli setelah diberi pembebanan yang dapat mengubah bentuk dan ukuran benda.

= ∆ B
4∆ ℎB

Dimana: MOE = Keteguhan lentur (kg/cm2), ΔP = Selisih beban tertinggi dan terendah dalam
batas proporsi (kg), L = Jarak sangga (cm), Δy = Defleksi yang terjadi akibat selisih beban

ΔP (cm), b = Lebar sampel (cm), h = Tebal sampel (cm)

• Kekerasan
Kekerasan merupakan suatu ukuran ketahanan kayu terhadap pukulan pada permukaannya
atau kemampuan kayu untuk menahan kikisan.

b. Tahapan Kegiatan Praktikum
1. Kayu dipotong berdasarkan ukuran sampel pengujian yaitu MOE, MOR, dan kekerasan
berdasarkan standar ASTM D143 (2000).
2. Sampel kayu diukur kadar airnya dengan menggunakan moisture meter hingga mencapai
KA 14-16%.
3. Sampel pengujian diukur bagian panjang, lebar, dan tebal sebanyak 3 ulangan
menggunakan kaliper untuk lebar dan tebal dan penggaris untuk panjang. Hasil pengukuran
dicatat.
4. Sampel kayu diuji dengan menggunakan universal testing machine (UTM) untuk
pengujian MOE dan MOR. Sampel kayu kekerasan dilakukan dengan menggunakan alat
uji kekerasan.
5. Hasil beban (p) terbaca dialat dicatat dan digunakan untuk mengolah data.
6. Hasil dibahas dalam bentuk laporan dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.

10

MODUL PRAKTIKUM
MEKANIKA KAYU

PROGRAM STUDI KEHUTANAN, FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

I. Deskripsi Kegiatan Praktikum

Acara ke :4

Pertemuan : 9-10

Pokok Bahasan : Pemilahan Kayu (kalibrasi mesin pemilahan kayu)

Tujuan Instruktusional Umum (TIU) :

Setelah menyelesaikan praktikum mata ajaran ini, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan

mengenai penggunaan panter.

Tujuan Instruktusional Khusus (TIK) :

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui tentang

penggunaan panter.

II. Alat dan Bahan
Alat yang disiapkan adalah kamera, pensil, kaliper, moisture meter, alat pemilah kayu

MPK-5, penggaris, Beban 1 kg, 2 kg, 4 kg, dan alat deflektometer. Bahan yang digunakan
adalah papan dari toko bangunan minimal 3 jenis.

III. Prosedur Kerja
a. Dasar teori
Pemilahan adalah suatu tindakan pemilihan, pemberian mutu dan nilai berdasarkan
kekuatan dan kekakuan untuk setiap batang kayu sebagai ukuran potensi dalam memikul
beban. Sistem pemilahan kayu yang sesuai terhadap keberagaman jenis dan sifat kayu yang
dibawanya adalah Machine Stress Rating (MSR). Machine stress rating yang dapat
diterapkan untuk memilah kayu yang mudah dioperasikan dan harga terjangkau adalah Panter
(BSN 1978). Skematis komponen mesin pemilah kayu Panter antara lain:
1. Rangka pemilah yang dapat diatur sesuai kebutuhan bentang dalam ukuran 300, 244, 122
dan 100 cm.
2. Tumpuan putar pada bidang tegak lurus sumbu balok.

11

3. Tumpuan statis berbentuk rol.
4. Penunjuk penyimpangan kedataran permukaan lebar balok (indikasi permukaan lebar kayu

memuntir atau memangkuk).
Pemilahan kayu dengan menggunakan Mesin Pemilah Kayu Panter MPK-5 dapat dipakai
melalui dua cara, yakni secara manual dengan memperhitungkan terlebih dahulu faktor
koreksi kalibrasi mesin atau memilah secara langsung yaitu dengan menggunakan Pita Panter
yang telah tersedia. Kalibrasi mesin merupakan upaya pencarian faktor koreksi dalam rangka
memperoleh nilai tegangan yang sebenarnya akibat adanya mekanisme dan luaran kerja mesin
Panter. Dalam menghitung faktor koreksi dapat dilihat dari contoh yang ditunjukkan pada
Tabel 6.

Tabel 6. Contoh Tabulasi Faktor Koreksi Kalibrasi

Mistar Panter Selisih defleksi (mm) Rataan Selisih
(mm)
(cm) 1 2 3 0,863
0,907
2 0,860 0,860 0,870 0,860
0,877
6 0,890 0,910 0,920 0,927
0,850
10 0,880 0,890 0,810 0,833
0,837
14 0,870 0,840 0,920 0,767
0,730
18 0,930 0,970 0,880 0,780

22 0,860 0,790 0,900

26 0,790 0,930 0,780

30 0,880 0,810 0,820

34 0,770 0,760 0,770

38 0,730 0,710 0,750

42 0,790 0,770 0,800

Dari data Tabel 6 diperoleh:
Rataan = 0,839 mm;
Standar deviasi (Sd) = 0,059;
Koefisien Variasi (%) = 7,017 dan

12

Faktor Koreksi = 40/0,837 = 47,636

• Faktor Koreksi yang diperoleh dari perhitungan di atas dapat digunakan pada mistar yang
memiliki Rataan Selisih pada selang [Rataan ± (1.645 x Sd)]. Pada contoh di atas, selang
Rataan Selisih yang masih dapat dipercaya adalah antara (0.742 sampai 0.937 mm)
sehingga mistar yang dapat digunakan adalah mistar yang terletak antara 2 cm sampai 34
cm, karena pada Mistar Panter 38 cm mempunyai rataan selisih yang nilainya di luar
selang. Untuk meningkatkan ketelitian, faktor Koreksi dapat dibuat beberapa nilai yang
berbeda untuk potongan-potongan mistar tertentu tergantung dari karakteristik rataan
selisih yang diperoleh dari kalibrasi.

b. Tahapan Kegiatan Praktikum
Persiapan bahan praktikum
• Kayu yang akan dipilah merupakan kayu bangunan hasil penggergajian yang sesuai dengan
Mutu Kayu Bangunan SNI 03-3527-1994.
• Kayu yang akan dipilah dapat dalam kondisi kering udara dan kondisi basah.
• Kayu yang dipilah harus dalam keadaan kering udara dengan kadar air <15% .
• Siapkan mesin pemilah sesuai dengan panjang kayu yang akan dipilah.
• Pasang pita sesuai dengan ukuran kayu, beban yang diberikan, dan kondisi kadar air kayu.

Kalibrasi Mesin
• Letakkan kayu contoh di atas mesin dalam posisi tidur (flatwise), pasang klam penekan,

pasang deflektometer yang jarumnya menekan permukaan kayu. Posisi tidur dimaksudkan
untuk menghilangkan internal stress yang terjadi pada bentang pilah.
• Putar ulir kasar, dikunci, kemudian putar ulir halus sampai jarum penunjuk Mistar Panter
ke posisi 2 cm. Catat nilai pembacaan deflektometer pada posisi tersebut.
• Tambahkan tekanan dengan memutar klam penekan sehingga lendutan bertambah dan
jarum penunjuk Mistar Panter ke posisi 6 cm. Catat nilai pembacaan deflektometer pada
posisi tersebut dan hitung selisihnya terhadap pembacaan sebelumnya.

13

• Demikian selanjutnya dicatat setiap perubahan pembacaan deflektometer yang terjadi
untuk tiap penambahan tekanan sebesar 4 cm yang ditunjukkan oleh jarum Mistar Panter,
sampai Mistar Panter mencapai 50 cm atau sampai jarum deflektometer mencapai panjang
maksimum.

• Lakukan ulangan sampai minimal tiga kali seperti dicontohkan pada Tabel 1 dan Faktor
Koreksi Kalibrasi diperoleh berdasarkan perhitungan yang telah dijelaskan pada dasar
teori.

Pembuatan Pita Panter
• Setiap Pita Panter dibuat khusus bergantung pada ukuran kayu pilah, bobot timbangan yang

dibebankan serta panjang bentang yang dipergunakan.
• Pada tiap unit mesin selalu dilengkapi dengan beberapa Pita Panter sebagai persiapan untuk

pemilahan beberapa jenis sortimen.
• Pita Panter mampu menunjukkan mutu balok kayu dari nilai tegangan serat TS-5 sampai

dengan TS-35 atau nilai kuat acuan E-10 sampai dengan E-26.
• Pita Panter berwujud sebuah mistar penanda yang warnanya berubah-ubah pada tiap

kenaikan nilai kelas tegangan serat (TS) dan pita tersebut dilekatkan pada mistar Panter.
• Pelaksanan pemilahan kayu dengan alat baca Pita Panter pada prinsipnya sama dengan cara

pemilahan manual, hanya saja dengan digunakannya pita sebagai penunjuk kelas tegangan
serat maka tidak perlu lagi menghitung faktor kalibrasi ataupun mencari besaran defleksi
pada mistar.
• Jarum mistar berfungsi sebagai penunjuk kelas kualitas TS dan E sehingga pekerjaan
pemilahan terlaksana lebih cepat.

14

MODUL PRAKTIKUM
MEKANIKA KAYU

PROGRAM STUDI KEHUTANAN, FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

I. Deskripsi Kegiatan Praktikum

Acara ke :5

Pertemuan : 11-12

Pokok Bahasan : Pemilahan kayu (kegiatan pemilahan kayu)

Tujuan Instruktusional Umum (TIU) :

Setelah menyelesaikan praktikum mata ajaran ini, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan

mengenai penggunaan panter.

Tujuan Instruktusional Khusus (TIK) :

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui tentang

penggunaan panter.

II. Alat dan Bahan
Alat yang disiapkan adalah kamera atau handphone, pensil, kaliper, moisture meter, alat

pemilah kayu MPK-5, penggaris, Beban 1 kg, 2 kg, 4 kg, dan alat deflektometer. Bahan yang
digunakan adalah papan dari toko bangunan minimal 3 jenis.

III. Prosedur Kerja

a. Dasar Teori

Perhitungan nilai Modulus Elastisitas

Perhitungan nilai Modulus Elastisitas Lentur Panter (MoE-P), Keteguhan Patah (MoR)

dan Tegangan Ijin Lentur. Nilai keteguhan kayu dapat dihitung dengan rumus sebagai

berikut:

− ( / *) = HIJ x FK
K∆LMNJ

Dimana : MoE-P = modulus elastisitas lentur Panter, P= beban kedua (b, kg), l = jarak sangga
peletakan (cm), Δy= nilai mistar Panter (y terbesar, cm), b = lebar kayu posisi tidur (flatwise,
cm), h= tebal kayu posisi tidur (flatwise,cm), FK = faktor koreksi kalibrasi mesin

15

Nilai MoE-P yang diperoleh selanjutnya dapat diregresikan untuk mendapatkan nilai
MoR dan Tegangan Ijin Lentur dengan persamaan sebagai berikut:

MoR = 9,43 + 0.0036 MoEP (kg/cm2)
P lt = - 32 + 0.00131 MoEP (kg/cm2)

Dimana: MoR = Keteguhan lentur patah, P lt = Tegangan ijin lentur.

Penentuan Kelas Tegangan Serat (TS), kuat acuan (F), dan sifat mekanis lainnya
Tabel 7. Kelas tegangan serat dan beberapa sifat mekanis lainnya setelah MOE diperoleh

melalui pemilahan.

Kelas Tegangan Kerja Dasar (kg/cm2) Tekan MoE (X1000
Mutu Lentur Tarik // Tekan // Geser // TLS Kg/cm2)

TS35 350 210 271 26 52 210

TS32 325 195 252 24 48 200

TS30 300 180 232 22 45 190

TS27 275 165 213 20 41 180

TS25 250 150 193 18 37 170

TS22 225 135 174 16 33 160

TS20 200 120 155 15 30 150

TS17 175 105 135 13 26 140

TS15 150 90 116 11 22 125

TS12 125 75 97 9 18 110

TS10 100 60 77 7 15 95

TS7 75 45 58 5 11 80

16

TS5 50 30 39 3 7 65

Penentuan Kuat Acuan (F)
Tabel 8. kuat acuan (F) sesuai SNI (2002) bagi sortimen yang sedang diuji (BSN 2002)

Kode
Ew Fb Ft Fc Fv Fc┴
mutu

E26 25000 66 60 46 6.6 24

E25 24000 62 58 45 6.5 23

E24 23000 59 56 45 6.4 22

E23 22000 56 53 42 6.2 21

E22 21000 54 50 41 6.1 20

E21 20000 52 47 40 5.9 19

E20 19000 47 44 39 5.8 18

E19 18000 44 42 37 5.6 17

E18 17000 42 39 35 5.4 17

E17 16000 38 36 34 5.3 15

E16 15000 35 33 33 5.2 14

E15 14000 32 31 31 5.1 13

E14 13000 30 28 30 4.9 12

E13 12000 27 25 28 4.8 11

E12 11000 23 22 27 4.6 11

E11 10000 20 19 25 4.5 10

17

E10 9000 18 17 24 4.3 9

Sumber: SNI (2002), 1 MPa = 10 kg/cm2.
Keterangan: Ew = modulus elastisitas lentur; Fb = Kuat lentur; Ft = kuat tarik sejajar serat,
Fc = Kuat tekan sejajar serat; Fv = Kuat geser; Fc┴ = Kuat tekan tegaklurus serat

b. Tahapan Kegiatan Praktikum
Pemilahan kayu dilakukan berdasarkan BSN 1978. Pemilahan balok dilaksanakan satu

persatu dengan satu jenis sortimen untuk satu kali masa pemilahan. Urutan kerja pemilahan
adalah sebagai berikut:
• Kayu yang akan dipilah diletakkan ditumpuan.
• Letakkan beban (a kg) di atas kayu searah dengan jarum penyetara penimbangan.
• Atur penyetara penimbangan kasar dan halus sampai mistar Panter menunjuk ke angka 2

cm.
• Tambahkan beban diatas beban pertama (b kg, b>a) dan catat angka mistar Panter yang

terjadi (y1).
• Turunkan beban, kayu dibalik dan dipilah ulang seperti sebelumnya, catat angka mistar

Panter yang terjadi (y2).
• Ambil angka mistar Panter terendah sebagai data mistar Panter.
• Data yang didapatkan dari hasil pemilahan kayu dicatat.
• Perhitungan nilai modulus elastisitas berdasarkan rumus yang telah dijabarkan dan

hasilnya digunakan untuk menentukan kelas tegangan serat (ts), kuat acuan (f), dan sifat
mekanis lainnya. Kelas tegangan serat dan klasifikasi kuat acuan berdasarkan Tabel 7
dan Tabel 8.

18

Gambar 3 Sketsa pemilahan kayu
19

Daftar Pustaka
[ASTM] American Society for Testing and Materials. 2000. Annual Book of ASTM Standards.

Section Four: Construction. Volume 0410. Wood. D143-94, D-198, D-245, D-2555, D-5336,
D-1037. West Conshohocken (USA): ASTM International.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1978. Rules for Mechanical Stress Grading of Timber-Tata
Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia. AS 1749-1978. Jakarta (ID): Badan
Standarisasi Nasional.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1994. Mutu dan Ukuran Kayu Bangunan. SNI 03-3527.
Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2002. Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu untuk
Bangunan Gedung. SK SNI 03. Bandung (ID): Badan Standarisasi Nasional.

20


Click to View FlipBook Version