The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by E-Library Pusbekmatau, 2025-11-23 19:51:09

HANJAR PENYELENGGARAAN GELADI POSKO I

HANJAR PENYELENGGARAAN GELADI POSKO I

Keywords: Hanjar

45(3) Kesimpulan keseluruhan penyelenggaraan latihantermasukpenyampaian nilai yang dicapai oleh pelaku, disampaikanolehDirlat. 3) Penyelesaian adminsitrasi ganti rugi terhadap kerusakanAlpal/Materiildan hal-hal lainnya. 4) Penyusunan laporan penyelenggaraan latihan dibuat setelahKaji Ulang,merupakan laporan kepada komando yang memerintahkan diselenggarakannyalatihan. Buku laporan tersebut adalah Buku III bersifat “TERBATAS”, berwarnaKuning, berisi tentang berbagai hal yang positif dan negatif, hambatanyangdihadapi, hasil yang dicapai dan pencapaian tujuan latihan, kesimpulandansaran perbaikan untuk latihan mendatang. 5) Pembubaran Komando latihan. 14. Ketentuan Komando Latihan. a. Mendirikan Pos Komando Latihan dan melaksanakan kegiatan-kegiatansepertipemasangan peta-peta, pembuatan Model, struktur organisasi, Tema dantujuanlatihan,pembuatan daftar kekuatan dan dislokasi pelaku, jaring komunikasi sesuai dengantempatlatihan dan sarana yang tersedia. b. Dalam pemasangan peta-peta, data-data, tanda-tanda, tulisan-tulisandansebagainyaagar disesuaikan dengan ketentuan Dinas Staf masing-masing dan Staf Reniksepertipenggunaan warna Hitam, Biru, Merah, Hijau dan sebagainya. Hindari membuat ruanganPosko dengan menampilkan warna warni yang berlebihan. c. Mengikuti setiap perkembangan kegiatan Pelaku dan Wasdal di atas petaataumodel,kemudian dicatat dalam jurnal staf dan jangan terpaku pada masalah-masalahadministrasiyang rumit. d. Menyelenggarakan dan mengendalikan semua penyelenggaraanlatihan. e. Melakukan Evaluasi kegiatan setiap hari dan merencanakan kegiatanuntukhariberikutnya.f. Pada tahap pengakhiran Dirlat dibantu Staf Kolat menyelenggarakankegiatanKaji Ulang yang diikuti oleh peserta latihan. 15. Ketentuan Pelaku. a. Mendirikan Pos Komando Pelakudan melakukan kegiatan-kegiatanantaralainpemasangan peta-peta, penggambaran oleat, pembuatan daftar kekuatan, dislokasipasukan, penggambaran beberapa peristiwa, gelar perhubungan dankegiatanlainyang diperlukan untuk mengendalikan suatu kegiatan.


46b. Dalam pemasangan peta-peta, data-data, tanda-tanda, tulisan-tulisandansebagainya agar disesuaikan dengan ketentuan Dinas Staf masing-masingdanStafRenik seperti penggunaan warna Hitam, Biru, Merah, Hijau dan sebagainya. Hindarimembuat ruangan Posko dengan menampilkan warna warni yang berlebihan. c. Segera dapat menyesuaikan diri dengan jabatan masing-masingdalamgeladi.d. Menyelesaikan setiap masalah atau persoalan dengan cepat, tepat danwajarsesuai bidangnya masing-masing. e. Setelah latihan dimulai dan setelah Pos Komando Pelaku didirikan, makasecaraberturut-turut mengerjakan hal-hal sebagai berikut :1) Mempelajari dan memahami Keadaan Umumdan KeadaanKhususbeserta lampiran-lampiran sesuai bidang masing-masing. 2) Menentukan sasaran masing-masing satuan. 3) Merumuskan perencanaan dan persiapan operasi. 4) Merumuskan berbagai perkiraan keadaan sebagai persiapanmenghadapiberbagai persoalan-persoalan yang akan diberikan oleh Wasdal. 5) Mengikuti setiap perkembangan keadaan dan situasi operasi yangdiberikan oleh Wasdal untuk dapat diambil keputusan cara bertindakdanjanganterpaku pada masalah-masalah administrasi yang rumit.f. Pada dasarnya tidak diadakan penggantian jabatan selama latihanberlangsung,kecuali atas perintah atau ijin Pimumlat. g. Pada akhir latihan, masing-masing Komandan Pelaku atau pejabat-pejabatintilainnya membuat tanggapannya masing-masing disertai saran-sarannyamengenaiorganisasi, materi latihan, pelayanan maupun penyelenggaraan latihandansebagainya.h. Menjaga keamanan terhadap semua naskah dan tulisan latihansesuai sifatklasifikasinya, jangan ada yang tertinggal, hilang, dicuri atau diberikankepadapihakyang tidak berkepentingan.i. Membiasakan berbicara melalui alat komunikasi yang tersedia.j. Menghindari bepergian yang tidak perlu selama latihan berlangsung. k. Tidak diadakan jedah latihan selama pelaksanaan operasi latihandanuntukmakan, keperluan lainnya diatur sendiri-sendiri oleh masing-masing Komandanpelakutanpa menganggu kelancaran jalannya latihan.l. Meninggalkan tempat latihan harus seijin dari Dirlat.


4716. Ketentuan Wasit dan Pengendali. a. Ketentuan Umum. 1) Untuk memelihara realisme latihan. a) Bertindak jujur, tegas dan tidak memihak. b) Tidak melakukan kegiatan dan usaha-usahayangakanmempengaruhi jalannya latihan dengan cara-cara yangdibuat-buat,sehingga akan menyulitkan pemecahan dan penyelesaianmasalahataupersoalan selanjutnya. 2) Para Wasdal harus memahami terhadap semua materi dalamNaskahLatihan, terutama Skenario latihan, ROL dan isi RIL, dan Alternatif jawabanPersoalan sehingga akan dapat mengarahkan jawaban parapelakuyangmungkin tidak segera mengarah pada jawaban alternatif yang dikehendaki. 3) Tuangkan RIL dalam formulir-formulir berita agar tidak terdadakolehjawaban para pelaku, akan tetapi janganlah dikirim sebelumwaktunya. 4) Keputusan pertama dalam sistem perwasdalan adalahditanganWasityang bersangkutan dan apabila belum terdapat persesuaian antaraparaWasitdan Pengendali, maka keputusan terakhir diserahkan kepada Kawasdal. 5) Kembangkan RILTambahan (Lepas)yang dilemparkan sesuai kebutuhanuntuk mengarahkan pelaku pada jawaban yang dikehendaki. 6) Pelihara keserasian gerak langkah dalam pelemparan masalahkepadapara pelaku, sehingga tidak akan terjadi kekacauan dalammasalahwaktu. 7) Pupuk inisiatif dan kreatifitas Pelaku, jangan terlalu terikat padajawabanjawaban yang telah direncanakan terlebih dahulu. 8) Kelompok Wasdal merupakan suatu sistem yang terpadudantidakbolehdipecah-pecah, atau tidak boleh dipisahkan satu sama lain. 9) Pelihara koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan kesederhanaandalamperwasdalan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan latihan. 10) Hubungan dan Mekanisme Kerja. a) Hubungan Kerja. (1) Kawasdal memiliki wewenang komando teknisperwasdalanterhadap Pelaku, tetapi tidak memiliki wewenangmemerintahsecara garis komando terhadap pelaku. Wewenanggariskomandoada pada Dirlat dan Pimumlat.


48(2) Kawasdal memiliki garis komando terhadapWasit danPengendali. Hubungan Kawasdal dengan Dirlat danPimumlatadalah garis komando. (3) Hubungan pelaku dengan Kawasdal adalahhubunganteknis pelaksanaan latihan dalam sistemperwasdalan. (4) Setlat dengan seluruh peserta latihan memiliki hubungangaris koordinasi dibidang administrasi dan tulis menulis. b) Mekanisme Kerja. (1) Pengendali mengendalikan pelaku dengancaramemberikan perintah-perintah sebagai satuan atas, memintapetunjuk sebagai satuan bawah dan menyampaikaninformasisebagai satuan samping yang dilakukan melalui pelemparanRIL.(2) Kawasdal bertindak sebagai komandan atasanlangsungmenyampaikan perintah langsung kepada komandansatuanbawah guna memulai suatu operasi. (3) Wasit Fungsional (sesuai jabatan masing-masing) bertindakmengawasi, menghakimi, melaporkan dan merangsangpelakuuntuk melakukan tindakan yang mengarah kejawabanyangdikehendaki tetapi tidak boleh mengarahkan secaralangsungkecuali apabila terpaksa. (4) Wasit secara terus menerus mengikuti kegiatandankemajuan-kemajuan tindakan pelaku. (5) Apabila tindakan pelaku tidak mengarahpadaalternatifjawaban yang dikehendaki dalamrencana, makawasitmenghubungi pengendali (selaku pengendali atas) untukmempengaruhi tindakan pelaku. Bila pelaku masihbelumberbuatsesuai petunjuk pengendali maka pengendali dapat memberikanRIL Tambahan yang dikoordinasikan dengan wasit. Bilapelakumasih tidak berbuat setelah dipengaruhi oleh Wasdal makasegeramelaporkan ke Kawasdal. b. Ketentuan Wasit. 1) Wasit diperlukan untuk memberikan pertimbangan, pendapat, saran-saran mengenai persoalan dari pelajaran yang akan dikembangkan. Semakinbesar/tinggi tingkat satuan yang dilatih dan materinya lebih komplek, makadibutuhkan wasit yang berkualitas dan dengan jumlah yang lebihbesar. 2) Kelompok wasit dalam Geladi Posko I disebut Wasit Fungsional yangmelekat pada jabatan masing-masing pelaku.


493) Sebagai pengawas dan hakim terhadap tindakan pelaku. 4) Memberikan laporan tentang apa yang terjadi melalui jalur Wasdal danmenerima informasi dan instruksi yang sehubungan dengan fungsi pengendalian.5) Memberikan gambaran kepada satuan pelaku tentang hal-hal yangtidakdapat diketahuinya sebagai akibat dari perkembangan dinamikalatihan. 6) Memelihara hubungan dengan pengendali sehinggadapatmemperkirakan dan menguasai keadaan yang sedang terjadi maupunyangakan terjadi. c. Ketentuan Pengendali. 1) Merupakan perwakilan dari komando yang tidak dimainkandalamlatihan.Pengendali Atas memerankan satuan atas, Pengendali Sampingmemerankansatuan samping dan Pengendali Bawah memerankan satuan bawah. 2) Mengikuti perkembangan latihan secara terus menerus danmengarahkanpelaksanaan latihan sesuai batas-batas yang telah ditetapkandalamSkenariolatihan dan Rencana Pengendalian. 3) Menyiapkan alat-alat kendali seperti Kaum, Kasus dan rencanatindakanpengendali, Peta pengendalian dan Diagram ROL sebagai jawabanterhadapkemungkinan tindakan pelaku. 4) Mengikuti perkembangan geladi dengan cara mengunjungi pelaku,mempelajari laporan-laporan yang dibuat pelaku, briefing-briefingpelakudanmenyimpan salinan-salinan dari perintah-perintah serta berita-beritapelaku. 5) Memahami tentang Kaum, Kasus, isi RIL dan alternatif jawabanyangdisediakan. d. Ketentuan Sekretaris Wasdal. 1) Sebagai pelaksana kegiatan administrasi perwasdalan. 2) Membantu Kawasdal dalam kegiatan administrasi perwasdalankhususnya bidang tulisan-tulisan dinas latihan dan pembinaanadministrasiperwasdalan. 17. Ketentuan Pendistribusian Naskah Latihan. Untuk menjaga kerahasiaandankebocoran perlu ditentukan pendistribusian terhadap dokumen-dokumen latihansebagaiberikut :a. paling lambat seminggu sebelum pelaksanaan latihan dimulai diharapkanBukuI,Buku II A dan Buku II B telah dibagikan kepada para Wasdal dan Personel Kolat.


50b. paling lambat tiga hari sebelum latihan dimulai, Buku IIA dan IIBtelahdibagikankepada para pelaku. c. lembar khusus pendistribusian Buku I, Buku II A dan BukuII Bditentukanberdasarkan daftar distribusi dan penerimaan oleh yang berhak, baik mengenai jumlah,macam dan waktunya. d. ketentuan waktu dan macam dokumen yang harus didistribusikankepadapeserta latihan tidak mengikat tergantung dari kebutuhan dan ketentuandari Komandoyang memerintahkan latihan. e. naskah latihan tidak menggunakan Cap/Stempel (Hanya tanda tanganDirlat).BAB IVADMINISTRASI DAN LOGISTIK18. Administrasi dan Logistik. a. Anggaran penyelenggaraan latihan pada dasarnya menjadi tanggungjawabMabes TNI dan Mabes Angkatan. Guna mempertegas tanggung jawabpenggunaananggaran latihan perlu diatur prosedur penyelenggaraan dukungan administrasi danlogistik sesuai tataran kewenangannya. b. Dukungan administrasi dan logistik latihan dalam rangka pembinaankekuatanmulai latihan perorangan, satuan, antar kecabangan dan antar angkatanmenjaditanggung jawab Mabes Angkatan. c. Dukungan administrasi dan logistik latihan dalam rangka penggunaankekuatanmeliputi latihan pratugas, latihan kesiapsiagaan operasional, latihanbersamadanlatihan gabungan menjadi tanggung jawab Mabes TNI. BAB VKOMANDO, KENDALI DAN KOMUNIKASI19. Umum. Pelaksanaan latihan dengan metode geladi Posko I perlu diatur tentangkewenangandalam Komando, Kendali dan Komunikasi yang dilakukan oleh penyelenggaraan latihan, sehinggadalam pelaksanaan latihanakan dapat berjalan dengan lancar dan dapat tercapai tujuandansasaranlatihan yang ditetapkan. 20. Komando. a. Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat). Bertanggung jawab terhadapseluruhrangkaian kegiatan penyelenggaraan latihan untuk mencapai tujuandansasaranlatihan yang telah ditetapkan.


51b. Direktur Latihan. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penyelenggaraanlatihan dari tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaandantahappengakhiran. Direktur Latihan mempunyai wewenang Komando dalammengaturunsur-unsur penyelenggara latihan yaitu Staf latihan, Kawasdal danunsur-unsurpendukung serta pelaku. Dalam pelaksananaan latihan, Dirlat bertanggungjawabkepada Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat). c. Kawasdal. Dalam pelaksanaan latihan bertanggung jawab kepadaDirlat. 21. Kendali. Pengendalian Geladi Posko I merupakan suatu proses tindakan/ usahauntuk mempengaruhi jalannya latihan dengan metode dan perangkat tertentusehinggageladidapat berlangsung sesuai dengan rencana latihan. a. Pengendalian Administrasi. Pengendalian terhadap penyelenggaraanlatihan menggunakan perangkat berbentuk administrasi tertentu, sehinggadapatmenjadi pedoman dan dapat mempengaruhi pelaksanaan latihan dalammencapaitujuan dan sasaran latihan. b. Pengendalian Operasional. Pengendalianterhadap penyelenggaraanlatihanagar dapat berjalan sesuai Rencana latihan dan Skenario latihan yangditetapkandalam bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimumlat, Dirlat dan Staf latihansertaKawasdal dan unsur-unsurnya. c. Wewenang Pengendalian. 1) Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat). a) Pengendalian administrasi:(1) mengeluarkan Direktif;(2) menetapkan Rencana Garis Besar latihanyangdiajukanoleh Dirlat;(3) menetapkan berlakunya naskah latihan yangdiajukanolehDirlat; dan(4) membuat laporan dan evaluasi pelaksanaanlatihankepadaKomando Atas. b) Pengendalian operasional:(1) menerima paparan RGB dan naskahlatihansertamemberikan persetujuan berlaku atau tidaknya;(2) melakukan pengawasan dan pengendalian secaralangsungdi lapangan terhadap penyelenggaraan latihan;


52(3) memberikan instruksi, petunjuk dan arahanterhadappenyelenggaraan latihan; dan(4) menentukan kebijakan yang dapat mempengaruhipenyelenggaraan latihan. 2) Direktur Latihan (Dirlat). a) Pengendalian administrasi:(1) Rencana Garis Besar sebagai acuan menyusunNaskahlatihan;(2) Naskah latihan sebagai pedoman dalammenyelenggarakanlatihan;(3) pencatatan latihan sebagai bahan untuk kaji ulangdanpenyusunan laporan; dan(4) Laporan pelaksanaan latihan sebagai pertanggungjawabankepada Pimumlat. b) Pengendalian operasional:(1) memaparkan RGB dan Naskah LatihandihadapkanPimumlat;(2) pengawasan dan Pengendalian terhadappenyiapandukungan administrasi latihan;(3) memberikan penataran Wasdal dan briefingpelakusebelumpelaksanaan latihan;(4) pengawasan dan Pengendalian terhadappelaksanaanlatihan khususnya pada perwasdalan agar sesuai denganrencanalatihan; dan(5) memimpin pelaksanaan kaji ulang. 3) Kawasdal. a) Pengendalian administrasi:(1) naskah latihan khususnya Buku I sebagai saranadalammelaksanakan kegiatan perwasdalan; dan(2) pencatatan hasil pelaksanaan Wasdal untukdigunakandalam kaji ulang dan pembuatan laporan Wasdal kepadaDirlat.b) Pengawasan Operasional:


53(1) melaksanakan penataran Wasdal kepadaunsur-unsurWasdal tentang pengetahuan naskah latihan danmekanismekegiatan perwasdalan:(2) melaksanakan latihan pendahuluan terhadapunsur-unsurWasdal untuk menghindari kesalahan yang tidak perluselamalatihan;(3) melaksanakan kegiatan perwasdalan terhadappelakusesuai rencana latihan yang ditetapkan; dan(4) memberikan tanggapan terhadap pelaku padasaatkajiulang. 22. Komunikasi. Komunikasi sesuai dengan protap, insop dan instapKomlekTNIdengan dukungan Alkomlek dari Satkomlek satuan yang terlibat dalampenyelenggaraanGeladi Pokso I. BAB VIIPENUTUP22. Naskah Departemen ini hanya memuat pokok-pokok perencanaan penyelenggaraanGeladi Posko I yang digunakan sebagai pedoman dalam rangka memberikanpemahamanbagi Perwira Siswa dalam melaksanakan Geladi Posko I. a.n. Komandan Sesko TNIKadep Latihan, Ahadi MartantoKolonel Inf NRP31587


54PENGERTIAN-PENGERTIAN1. Latihan. Adalah segala upaya, pekerjaan, kegiatan dalammenempakekuatanTNI(prajurit dan satuan) agar memiliki kemampuan standard sampai tingkat kesiapsiagaanoperasional sehingga mampu melaksanakan tugas pokok TNI. Secarakhususjugamenyiapkan komponen TNI yg tangguh dan berdaya guna dalammelaksanakanOperasiGabungan TNI. 2. Geladi. Adalah bentuk latihan untuk memberikan kemampuan pengetahuandanketrampilan dengan melakukan sesuatu kegiatan yang telah dipelajari ataudilakukansebelumnya. 3. Bertahap, Bertingkat dan Berlanjut. a. Bertahap. Adalah pentahapan latihan terdiri dari Tahap LatihanPerorangan,Tahap Latihan Satuan, Tahap Latihan Antar Kecabangan/Antar Satuan(puncaklatihandi Angkatan), Tahap Latihan Antar Angkatan/Latihan Gabungan TNI (puncaklatihandiTNI). b. Bertingkat. Adalah tingkat penggunaan metode latihan harusdisesuaikandengan tingkat pelaku latihan serta pencapaian tujuan dan sasaran latihan, 1) Latihan Perorangan (TNI AD dan TNI AU), Latihan L1/L2, M1/M2, U1/U2,K1/K2 dan P1/P2 (TNI AL), metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi,peragaan (demonstrasi), peninjauan, penataran dan drill;2) Latihan Satuan (TNI AD dan TNI AU), Latihan L3, M3, U3, K3danP3(TNI AL), metode yang digunakan adalah :a) Latihan Taktis Tanpa Pasukan : Geladi Peta, Geladi Model, GeladiMedan, Geladi Posko I, Geladi Posko II dan Geladi PoskoSimpur;b) Latihan Taktis Dengan Pasukan : Drill Teknis, Driil Taktis,DrillTempur dan Geladi Lapangan;3) Latihan Antar Kecabangan (TNI AD), Latihan Antar Satuan(TNI AU),Latihan L4, M4, U4, K4 dan P4 (TNI AL), metode yang digunakanadalahGeladiPosko I dan Geladi Lapangan. 4) Latihan Antar Angkatan/Latihan Gabungan TNI (puncak latihandi TNI),metode yang digunakan adalah Geladi Posko I dan Geladi Lapangan. c. Berlanjut. Adalah pembinaan latihan sesuai siklus latihandilaksanakanberlanjut, terus menerus tidak boleh terhenti sebelum tujuan dan sasaranlatihantercapai.MARKAS BESAR TENTARA NASIONAL INDONESIASEKOLAH STAF DAN KOMANDOLampiran A KeputusanDanseskoTNINomor Kep/ 55 / III /2016Tanggal 4 Maret ri2016


554. Pembinaan. Adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungandenganperencanaan, penyusunan, pembangunan, pengembangan, pengarahan, penggunaansertapengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna, pembinaanini meliputikegiatan-kegiatan, melaksanakan atau menyelenggarakan peraturan sesuatusupayadapatdilakukan dan dikerjakan dengan baik tertib, teratur rapih dan seksama menurut rencanaprogram pelaksanaan (dalam bentuk ketentuan, petunjuk, norma, syarat, sistemdanmetode)secara efektif dan efisien mencapai tujuan dan memperoleh hasil yangdiharapkansemaksimal mungkin. 5. Geladi Posko I. Adalah metoda latihan taktis tanpa pasukan dengantujuanuntukmeningkatkan kemampuan Panglima/Komandan dan Staf dalam merencanakanoperasi padatahap perencanaan operasi. Pelaksanaannya Pelaku diberikan serangkaiankeadaandankejadian sambung menyambung, dimana pada setiap keadaan dan kejadianterdapatpersoalan yang harus dipecahkan dan meminta rencana, keputusan, perintahsertatindakanpelaku yang berperan sebagai Panglima/Komandan dan Staf. KomandosatuanAtas,Samping dan Bawah diperankan oleh Pengendali yang mengembangkan situasi perencanaanoperasi dengan meneruskan semua persoalan melalui informasi-informasi dalambentukRencana informasi latihan (RIL), sedangkan yang menciptakan realisme danmemeriksaefesiensi kerja Posko Pelaku diperankan oleh Wasit. Tempat latihan yang digunakanpelakumenyerupai Posko. 6. Rencana Latihan. Adalah suatu rencana memuat tentang garis besar dari suaturencana penyelenggaraan latihan, peserta latihan, materi latihan, lamanyawaktulatihan,tempat/daerah latihan, tujuan dan sasaran latihan yang ingin dicapai, metodelatihanyangdigunakan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan latihan. 7. Skenario Latihan. Adalah ringkasan cerita kedua belah pihak antaraMusuhdenganpasukan Sendiri yang berhadapan sejak awal sampai akhir latihan sesuai tingkatankomando/satuan yang dilatih. Bentuknya tertulis dan atau bergambar, memuat tentangPemeran Latihan, Latar Belakang Setting Strategis, Rencana Setting Taktis danPelaksanaanLatihan (Gerakan Kedua Belah Pihak) serta sebagai pedoman dasar untukmembuatpersoalan serta jawaban yang diperlukan pada tiap-tiap tahap/babak operasi. 8. Rencana Operasi Latihan (ROL). Adalah suatu program untuk memberikangambaransecara garis besar tentang bagaimana pelaksanaan latihan dapat dikendalikan. Tujuanuntukmemberikan gambaran kepada Wasdal dalam mengendalikan/mempengeruhi jalannyapelaksanaan latihan sehingga latihan dapat berjalan sesuai rencana latihan yangditetapkan.Isinya memuat susunan persoalan pada tiap tahap/babak operasi, jadwal/waktuuntuktiaptahap/babak operasi dan pembagian lembaran keadaan/persoalan, situasi dankondisi dalamskenario latihan, permasalahan/persoalan untuk pelaku dan kemungkinan kegiatan/tindakanpelaku yang diharapkan serta kegiatan/tindakan Wasdal dalammengendalikan/mempengaruhi tindakan Pelaku. ROL lebih terinci dari Renlat danuntukGeladi Posko I menjadi pegangan dasar dalam membuat Rencana Informasi Latihan(RIL),untuk Geladi Lapangan menjadi pegangan dasar dalam membuat RamalanOperasi Latihan(RAMOL). 9. Diagram Rencana Operasi Latihan. Adalah suatu diagramwaktudankegiatanselama berlangsungnya penyelenggaraan latihan (ROL dalam bentuk diagram), sebagai alatkendali yang sangat baik bagi Komando Latihan (Kolat), yang berisi antara laintahap/babakoperasi, situasi tentang musuh musuh, kegiatan/tindakan Wasdal danPelaku, waktupelaksanaan latihan (untuk Geladi Posko I berisi Waktu Sebenarnya dan WaktuAsumsi, untukGeladi Lapangan pada tahap pelaksanaan operasi menggunakan WaktuSebenarnya,2


56sedangkan Waktu Asumsi dapat digunakan pada saat Latar Belakang SettingStrategisdanRencana Setting Taktis) serta produk pelaku yang harus diserahkan (untuk Geladi PoskoI).10. Rencana Informasi Latihan (RIL).Adalah perincian kejadian yang merupakanlanjutandari keadaan umum dan keadaan khusus sebagai data/informasi masukanbagi Pang/Dandan Stafdalam membuat perkiraan keadaan/analisa cara bertindak. Juga merupakandaftarsejumlah kejadian yang diberikan kepada Pelaku (Pang/Dan dan Staf) secaraparsiil sesuaijadwal waktu, berisi tentang perkembangan situasi yang akan disampaikankepadaPelakumelalui pemberian informasi, instruksi dan arahan yang perlu, sehingga jawabanPelakumengarah pada jawaban yang dikehendaki. RIL hanya berlaku untuk latihandenganmetodeGeladi Posko I. 11. Pengendalian.Adalah suatu proses untuk mengatur, mengarahkandanmenuntunpenyelenggaraan latihan dalam batas-batas yang telah ditentukan, sehinggapenyelenggaraan latihan dapat dipelihara untuk mencapai tujuan dan sasaranlatihanyangtelah ditentukan, pelaksana pengendalian dilakukan oleh Dirlat, Staf Kolat danPengendali.12. Perwasitan. Adalah fungsi dari seseorang atau kelompok yangditunjukuntukmemutuskan dan menghakimi suatu kegiatan/tindakan Pelaku sesuai peraturan-peraturanyang telah ditentukan dalam pelaksanaan latihan. Perwasitan meliputi penerapandarikeputusan taktis dan administratif pada suatu keadaan/situasi untuk menentukanapayangtelah terjadi dalam pelaksanaan latihan, menggambarkan keadaan/situasi kepadaPelaku,sehingga memungkinkan latihan berkembang untuk mencapai tujuan dan sasaranlatihan,pelaksana perwasitan dilakukan oleh Dirlat, Staf Kolat dan Wasit. 13. Direktif Latihan. Adalah suatu sarana yang digunakan olehseorangPanglima/Komandan dalam bentuk tertulis untuk memberikan dan menyampaikankebijakanyang diperlukan untuk penyelenggaraan latihan. Direktif latihan merupakan dasar utamadariproses perencanaan latihan bagi Dirlat yang mendapat tugas dan bertanggungjawabmerencanakan dan melaksanakan suatu latihan. 14. Latihan Tanpa Pasukan. Adalah latihan yang diikuti oleh perorangandalamjabatan,baik secara perorangan maupun bersama dengan personel lainnya sebagai Pelaku. 15. Asistensi Latihan. Adalah suatu kegiatan bimbingan teknis tentanglatihanyangdilakukan oleh Mabesad TNI, Mabes Angkatan, Kodiklat TNI/Angkatan, LapanganKekuasaanTeknis (LKT) dan Kotamaops/Kotamabin TNI kepada Penyelenggara Latihan, Pelakudanatau Pejabat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan latihan di lingkunganTNI,sehingga semuanya akan memiliki kemampuan/keterampilan dalammenyelenggarakanlatihan. Mabes TNI memberikan asistensi tentang pembinaan latihan yangberhubungandengan program latihan TNI dan penyelenggaraan Latihan Gabungan TNI, MabesAngkatanmemberikan asistensi tentang pembinaan latihan yang berhubungan denganprogramlatihanAngkatan, Kodiklat TNI/Angkatan memberikan asistensi tentang sistemdanmetodalatihanyang berlaku di lingkungan TNI/Angkatan, Lapangan Kekuasaan Teknis (LKT) memberikanasistensi tentang taktik dan teknik sesuai LKT-nya, sedangkan Kotamaops/KotamabinTNImemberikan asistensi latihan tentang teknik penyelenggaraan Latihan GabunganTNI. 16. Pengawasan Latihan. Adalah suatu kegiatan untuk mengawasi penyelenggaraanlatihan yang meliputi penyelenggara latihan, pelaku latihan, sarana prasaranalatihan, metodalatihan dan perangkat lain yang digunakan. Pengawasan latihan oleh Mabes TNI padaaspekkeselarasan program latihan TNI dengan penyelenggaraan Latihan GabunganTNI, olehMabes Angkatan pada aspek keselarasan program latihan Angkatandenganpenyelenggaraan latihan di Angkatan, oleh Kodiklat TNI/Angkatan pada aspeksistemdanmetoda latihan yang digunakan dalam penyelenggaraan latihan gabunganTNI dan3


57penyelenggaraan latihan Angkatan, oleh Lapangan Kekuasaan Teknis (LKT) padaaspektaktik dan teknik sesuai LKT-nya. 17. Pengendalian Latihan. Adalah suatu proses tindakan untuk mempengaruhi jalannyalatihan dengan metoda dan perangkat latihan tertentu agar latihan berjalansesuai skenariolatihan dan rencana latihan yang disiapkan oleh penyelenggara latihan. Pelaksanapengendalian latihan adalah Panglima/Komandan Satuan Penangggung JawabLatihanlatihan bersama Staf dan Direktur Latihan bersama Staf/Perangkatnya. 18. Sarana dan Prasarana Latihan. Adalah sesuatu yang diperlukan untukmendukungberlangsungnya proses pembinaan latihan, bentuknya dapat berupa fasilitas, alat peralatan,material, organisasi dan dana latihan. Sifatnya baik yang bergerak maupuntidakbergerakserta fisik dan non fisik. Penggunaan sarana dan prasarana latihan harus dapat disesuaikandengan macam, jumlah, ketepatan waktu dukungan dan kualitas dari saranadanprasaranaitu sendiri sehingga pencapaian tujuan dan sasaran pembinaan latihan yang ditetapkandapattercapai. Paraf :1. Kadeplat : …….. 2. Seslem : …….. 3. Dirdik : ………4. Wadan : ........... a.n. Komandan SeskoTNIKadep Latihan, Ahadi MartantoKolonel Inf NRP315874


58STRUKTUR ORGANISASI GELADI POSKO I1. Tahap Perencanaan. a. Perencanaan Awal.MARKAS BESAR TENTARA NASIONAL INDONESIASEKOLAH STAF DAN KOMANDOLampiran B KeputusanDanseskoTNINomor Kep/ 55 / III /2016Tanggal 4 Maretari2016TNI AUTNI ALTNI ADMABES TNIANGGOTAKPLTIM EVALUASITIM ASISTENSITIM LITBANGPENASEHATNARASUMBERADALAUDIRLATWADIRLATPIMUMLATWAPIMUMLAT


59b. Perencanaan Lanjutan.TIM EVALUASITIM ASISTENSITIM LITBANGDIRLATWADIRLATSTAF KOLATDESTRADEOYUDEMINLOGDELITBANGDEKOMLEKSETLATPELAKUPIMUMLATWAPIMUMLATPENASEHATNARASUMBERADALAU2


602. Tahap Persiapan.SET WASDALTIM EVALUASITIM ASISTENSITIM LITBANGWASITSETLATPENILAIDENMA LAT DENKOMLEKSTAF KOLATDESTRADEOYUDEMINLOGDELITBANGDEKOMLEKPELAKUPENASEHATNARASUMBERAD AL AUPIMUMLATWAPIMUMLATPENGENDALIA BSTUNDAKAWASDALWAKAWASDALDIRLATWADIRLAT3


613. Tahap Pelaksanaan.DENMA LAT DENKOMLEKSETLATPENILAI KAWASDALWAKAWASDALSTAF KOLATDESTRADEOYUDEMINLOGDELITBANGDEKOMLEKTIM EVALUASITIM ASISTENSITIM LITBANGPIMUMLATWAPIMUMLATSETWASDALPENASEHATNARASUMBERADALAUPENGENDALIABSTUNDADIRLATWADIRLATWASITPELAKU4


554. Tahap Pengakhiran.a.n. KomandanSeskoTNIKadep Latihan, Ahadi MartantoKolonel Inf NRP31587SETWASDALTIM EVALUASITIM ASISTENSITIM LITBANGWASITSETLATPENILAI KAWASDALWAKAWASDALDENMA LAT DENKOMLEKSTAF KOLATDESTRADEOYUDEMINLOGDELITBANGDEKOMLEKPELAKUPENASEHATNARASUMBERADALAUPIMUMLATWAPIMUMLATPENGENDALIABSTUNDADIRLATWADIRLAT5


Click to View FlipBook Version