The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by E-Library Pusbekmatau, 2025-11-11 22:14:07

KEP 357 THN 24 LAT MATRA UDARA II

KEP 357 THN 24 LAT MATRA UDARA II

Keywords: Juknis Latihan Matra Udara

TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARA PN: KDL-16PETUNJUK TEKNISLATIHAN MATRA UDARA IIDISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARANOMOR KEP/357/XI/2024 TANGGAL 5 NOVEMBER 2024


DAFTAR ISIHalamanDAFTAR ISI iKeputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/357/XI/2024 tanggal 5 November 2024 tentang Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II............ 1BAB I PENDAHULUAN1. Umum .................................................................................. 32. Maksud dan Tujuan .............................................................. 33. Ruang Lingkup dan Tata Urut ............................................... 34. Dasar .................................................................................... 45. Pengertian ............................................................................. 66. Kedudukan ........................................................................... 67. Tujuan dan Sasaran ............................................................. 68. Prinsip .................................................................................. 69. Organisasi ............................................................................ 710. Objek Latihan ........................................................................ 1011. Metode Latihan ..................................................................... 1012. Sifat Latihan ......................................................................... 1113. Tingkat Latihan .................................................................... 1114. Materi Latihan ...................................................................... 1115. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Latihan ................................................................................. 12BAB II TAHAP PERENCANAAN16. Umum .................................................................................. 1317. Urutan Kegiatan ................................................................... 1318. Dukungan ............................................................................. 16BAB III TAHAP PERSIAPAN19. Umum .................................................................................. 1720. Urutan Kegiatan .................................................................. 17BAB IV TAHAP PELAKSANAAN21. Umum .................................................................................. 2222. Urutan Kegiatan .................................................................. 22BAB V TAHAP PENGAKHIRAN23. Umum .................................................................................. 2724. Urutan Kegiatan .................................................................. 27BAB VI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN25. Umum .................................................................................. 2826. Pengawasan........................................................................... 2927. Pengendalian ......................................................................... 29BAB VII PENUTUP28. Keberhasilan ......................................................................... 2929. Penyempurnaan .................................................................... 29


iiLAMPIRAN A : DAFTAR PENGERTIAN ............................................................. 30LAMPIRAN B : SKEMA KEDUDUKAN .............................................................. 32LAMPIRAN C : STRUKTUR ORGANISASI PENAHAPAN LATIHAN ..................... 33LAMPIRAN D : DAFTAR PESERTA POKJA........................................................ 38DAFTAR DISTRIBUSI


KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARANomor Kep/357/XI/2024tentangPETUNJUK TEKNISLATIHAN MATRA UDARA IIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKEPALA STAF ANGKATAN UDARA,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan BAB VII, angka 33, huruf a, angka 2), Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/353/X/2022 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pembinaan Latihan Satuan, perlu menetapkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II;Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 20/TNI/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara;2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1324/XI/2023tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia;3. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/353/X/2022 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pembinaan Latihan Satuan;Memperhatikan: 1. Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/1460/VIII/2024 tanggal 1 Agustus 2024 tentang Penugasan kelompok kerja revisi Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II;2. Hasil perumusan kelompok kerja revisi Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II;MEMUTUSKAN:Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini dengan menggunakan kode PN:KDL-16 dan berklasifikasi Biasa.


- 2 -2. Komandan Kodiklatau sebagai pembina materi Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II;3. Pada saat keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/539/XII/2022tentang Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 5 November 2024a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNIAutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510PEJABAT PARAFWadankodiklatauDirdok KodiklatauDirlat KodiklatauKadiskumauKasetumauPaban III/Sislat Ditlat Kodiklatau


TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARAPETUNJUK TEKNISLATIHAN MATRA UDARA IIBAB IPENDAHULUAN1. Umum.a. Pembinaan latihan satuan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) diarahkan untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan satuan-satuan jajaran TNI AU agar siap melaksanakan tugas operasi, diantaranya adalah pembinaan latihan Matra Udara II. Latihan Matra Udara II merupakan latihan yang diselenggarakan oleh Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU (Kodiklatau) yang pelaksanaannya didesentralisasikan kepada Koopsudnas/atau Kolakops Koopsudnas dan Kopasgat guna meningkatkan, memelihara dan menguji kemampuan satuan setingkat satuan tugas operasi udara dalam rangka kesiapan operasional.b. Kegiatan latihan Matra Udara II melibatkan satuan jajaran Kolakops Koopsudnas dan Kopasgat setingkat satuan tugas sebagai pelaksana dalam operasi udara, berpedoman pada Keputusan Kepala Staf Angkatan UdaraNomor Kep/539/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022 tentang Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II. Saat ini petunjuk teknis tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan organisasi dan lingkungan strategis.c. Agar latihan Matra Udara II dapat diselenggarakan secara optimal, maka perlu disusun Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II.2. Maksud dan Tujuan. Maksud dan tujuan penyusunan petunjuk teknis(juknis) ini sebagai berikut:a. Maksud. Maksud penyusunan juknis ini untuk menyajikan ketentuan dan tahapan sebagai acuan bagi pejabat terkait dalam melaksanakan latihan Matra Udara II.b. Tujuan. Tujuan penyusunan juknis ini sebagai pedoman agar tercapai kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak untuk memperoleh hasil yang optimal dalam pelaksanaan latihan Matra Udara II.3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup dan tata urut penyusunan juknis ini sebagai berikut:a. Ruang Lingkup. Ruang lingkup penyusunan Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II meliputi ketentuan dan tahapan dalam proses pelaksanaanlatihan Matra Udara II.b. Tata Urut. Tata urut penyusunan juknis ini sebagai berikut:1) Pendahuluan.2) Tahap Perencanaan.3) Tahap Persiapan.Lampiran Keputusan KasauNomor Kep/357/XI/2024Tanggal 5 November 2024


- 4 -4) Tahap Pelaksanaan.5) Tahap Pengakhiran.6) Pengawasan dan Pengendalian.7) Penutup.4. Dasar. Dasar yang digunakan dalam penyusunan juknis ini sebagai berikut:a. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/555/VI/2018 tentang DoktrinTentara Nasional Indonesia Tri Dharma Eka Karma sebagaimana diubah dengan Perubahan I Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/555.a/VI/2018 tanggal 1 Juli 2019 tentang Doktrin Tentara Nasional Indonesia Tri Dharma Eka Karma.b. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/545/V/2019 tentang Doktrin TNIAngkatan Udara Swa Bhuwana Paksa.c. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/712/VII/2019 tentang DoktrinOperasi Militer untuk Perang.d. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1059/XII/2020 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kampanye Militer.e. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1062/XII/2020 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Udara Gabungan Dalam Operasi Militer Untuk Perang.f. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1067/XII/2020 tentang Petunjuk Referensi Proses Pengambilan Keputusan Militer Dalam Rangka Operasi Militer Untuk Perang.g. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1325/XII/2022 tentang Petunjuk Referensi Latihan Tentara Nasional Indonesia.h. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 53 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tugas Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan LatihanTNI Angkatan Udara.i. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/368/XII/2019 tentang Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang.j. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/455/XII/2021 tentang Petunjuk Referensi Tingkat I Tata Tulis Militer di Lingkungan TNI Angkatan Udara.k. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/476/XII/2021 tentang Doktrin Fungsi Khusus Pembinaan Latihan.l. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/235/VII/2022 tentang Petunjuk Referensi Tingkat I Format Penyusunan Doktrin di Lingkungan TNI Angkatan Udara.m. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/254/VIII/2024 tentang Petunjuk Referensi Tingkat I Stratifikasi Doktrin di Lingkungan TNI Angkatan Udara.


- 5 -n. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/285/XI/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Penyusunan dan Penerbitan Doktrin di Lingkungan TNI Angkatan Udarao. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/370/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Udara Serangan Strategis Dalam Operasi Militer Perang.p. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/371/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Intelijen Dalam Operasi Militer Perang.q. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/372/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Informasi Dalam Operasi Militer Perang.r. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/373/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Udara Khusus Dalam Operasi Militer Perang.s. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/374/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Mobilitas Udara Dalam Operasi Militer Perang.t. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/375/XII/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Udara Perlawanan Dalam Operasi Militer Perang.u. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/262/VIII/2022 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Udara Dalam Operasi Militer Perang.v. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/353/X/2022 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pembinaan Latihan Satuan.w. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/452/XII/2022 tentang Petunjuk Referensi Tingkat II Proses Pelaksanaan Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang.x. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/264/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Angkutan Udara Dalam Operasi Militer Perang.y. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/265/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Informasi Ofensif Dalam Operasi Militer Perang.z. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/266/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Perlindungan Kekuatan Udara Dalam Operasi Militer Perang.aa. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/267/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Khusus Dalam Operasi Militer Perang.bb. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/268/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Evakuasi Medis Udara Dalam Operasi Militer Perang.


- 6 -cc. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/269/VIII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Perebutan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Dalam Operasi Militer Perang.dd. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/374/X/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Pengisian Bahan Bakar di Udara Dalam Operasi Militer Perang.ee. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/443/XII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Udara Lawan Udara Defensif Dalam Operasi Militer Perang.ff. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/444/XII/2022 tentang Petunjuk Teknis Operasi Udara Serangan Strategis Dalam Operasi Militer Perang.gg. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/40/I/2024 tentangKedudukan Akademi Angkatan Udara, Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara, dan Komando Pasukan Gerak Cepat dibawah Markas Besar TNI Angkatan Udara. 5. Pengertian. Untuk memperoleh pemahaman yang sama terhadap istilah dalam juknis ini, perlu disusun beberapa pengertian. Daftar pengertian sebagaimana tercantum pada lampiran A.6. Kedudukan. Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II ini berkedudukan pada strata taktis dan merupakan turunan dari Petunjuk Penyelenggaraan Pembinaan Latihan Satuan. Skema kedudukan sebagaimana tercantum pada lampiran B.7. Tujuan dan Sasaran. Tujuan dan sasaran latihan Matra Udara II sebagai berikut:a. Tujuan. Tujuan latihan Matra Udara II untuk menciptakan keterpaduan dan kesatuan komando antarsatuan dan satuan tugas (satgas) pada komando tugas udara (kogasud) dalam rangka pelaksanaan tugas operasi udara.b. Sasaran. Sasaran latihan Matra Udara II, sebagai berikut:1) Terwujudnya peningkatan kemampuan satuan dan satgas dalam melaksanakan misi-misi tugas operasi udara.2) Tercapainya kemampuan satuan dan satgas dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan militer untuk perang pada operasi udara.3) Tercapainya kemampuan satuan dan satgas dalam proses pelaksanaan operasi udara.4) Terujinya doktrin, prosedur, dan organisasi dalam pelaksanaan operasi udara.5) Terwujudnya koordinasi serta kerja sama antar satuan dan satgas pada kogasud.6) Terujinya kemampuan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) TNI AU dalam suatu operasi udara.8. Prinsip. Prinsip yang digunakan dalam kegiatan latihan Matra Udara IIsebagai berikut:


- 7 -a. Pegang Teguh Tujuan. Latihan dilaksanakan dengan tetap memegang teguh pada tujuan yang telah ditetapkan.b. Standardisasi. Latihan dilaksanakan mengikuti petunjuk, metode, dan teknik latihan yang telah distandardisasi.c. Terstruktur. Latihan dilaksanakan secara terstruktur mulai dari perencanaan program, penyusunan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, pencatatan, evaluasi serta pelaporan.d. Keamanan dan Keselamatan. Latihan dilaksanakan dengan mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan sehingga latihan dapat dilaksanakan dengan baik dan tanpa accident/incident.e. Fleksibel. Latihan yang dilaksanakan mengikuti perkembangan situasi yang terjadi agar diperoleh hasil yang objektif, komprehensif, aktual, dan faktual.f. Akuntabel. Latihan yang dilaksanakan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan sistem dan peraturan perundang-undangan di lingkungan TNI AU. g. Menjunjung Tinggi Harkat Insani. Latihan yang dilaksanakan harus memperhatikan hukum humaniter, hak asasi manusia, dan sejauh mungkin menghindari kegiatan latihan yang melanggar ketentuan kedua hukum tersebut.h. Kualitas. Latihan yang dilaksanakan harus memenuhi standar kualitas yang mengacu pada profesionalisme TNI AU.i. Legalitas. Latihan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.j. Realistis. Skenario latihan disusun berdasarkan perkembangan situasi yang nyata.9. Organisasi. Latihan Matra Udara II diselenggarakan dengan struktur dan susunan organisasi sebagai berikut:a. Struktur Organisasi. Struktur organisasi penyelenggaraan latihan disusun, sebagai berikut:


- 8 -Keterangan:b. Susunan Organisasi. Susunan organisasi penyelenggaraan latihan Matra Udara II sebagai berikut:1) Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat).a) Koopsud I, II, dan III. Pimumlat selaku penanggung jawab latihan Matra Udara II dijabat oleh Para Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud). Pimumlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas).b) Kopasgat. Pimumlat selaku penanggung jawab latihan Matra Udara II dijabat oleh Komandan Kopasgat (Dankopasgat). Pimumlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau).2) Wakil Pimpinan Umum Latihan (Wapimumlat). a) Koopsud I, II, dan III. Wapimumlat selaku pembantu Pimumlat dalam penyelenggaraan latihan Matra Udara II dijabat oleh Kepala OYUMINLOGLITBANHGKOMLEKWAPIMUMLATPIMUMLATKATIM EVALUASI HATLATWADIRLATDIRLATPELAKUKAWASDALWAKAWASDALLKASETWASDALWASITKATIM PENILAIDANDENMALAT STAF LATIHAN KASETLATSTRATEGIDANDENKOMLEKPENGENDALI BULSIATAS SAMPING BAWAH: Garis komando: Garis koordinasi: Garis perwasitan dan pengendalian: Garis penilaian


- 9 -Staf Koopsud (Kaskoopsud). Wapimumlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimumlat.b) Kopasgat. Wapimumlat selaku pembantu Pimumlat dalam penyelenggaraan latihan Matra Udara II dijabat oleh Wakil Komandan Kopasgat (Wadankopasgat). Wapimumlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimumlat.3) Ketua Tim Evaluasi (Katim Evaluasi). Katim Evaluasi selaku pelaksana Pimumlat dalam melaksakan evaluasi penyelenggaraan latihan, dijabat oleh Inspektur Koopsud atau Inspektur Kopasgat. Katim Evaluasi dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimumlat.4) Penasehat Latihan (Hatlat). Hatlat selaku pelaksana Pimumlat yang berperan sebagai narasumber dalam penyelenggaraan latihan dijabat olehStaf Ahli Koopsud atau Staf Ahli Kopasgat atau perwira yang ditunjuk dan memiliki kompetensi berdasarkan surat perintah, Hatlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimumlat.5) Direktur Latihan (Dirlat). Dirlat selaku penyelenggara latihan dijabat oleh Asisten Operasi Koopsud atau Asisten Operasi Kopasgat atau pejabat yang ditunjuk oleh Pimumlat sesuai tingkat pelaku latihan. Dirlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimumlat.6) Wakil Direktur Latihan (Wadirlat). Wadirlat selaku pembantu Dirlat dalam menyelenggarakan latihan dijabat oleh pamen yang ditunjuk. Wadirlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.7) Komandan Detasemen Komunikasi dan Elektronika (Dandenkomlek).Dandenkomlek selaku unsur pelayanan dalam penyiapan sarana komunikasi dan elektronika, dijabat oleh pamen yang ditunjuk dan memiliki kompetensi di bidang komlek. Dandenkomlek dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.8) Komandan Detasemen Markas Latihan (Dandenmalat). Dandenmalat selaku unsur pelayanan dalam penyiapan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam persiapan latihan berupa pelayanan kesehatan, kebersihan, perumahan, konsumsi, perawatan dan angkutan serta penyelenggaraan urusan dalam, dijabat oleh pamen yang ditunjuk. Dandenmalat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.9) Staf Latihan. Staf latihan selaku pembantu Dirlat dalam penyusunan rencana garis besar (RGB) dan naskah latihan, staf latihan dijabat oleh para asisten sesuai bidangnya atau perwira yang ditunjuk yang memiliki kompetensi bidang intelijen, operasi, administrasi logistik, litbang, dan komlek. Staf latihan dalam tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat. 10) Kepala Sekretariat Latihan (Kasetlat). Kasetlat selaku unsur pelayanan bidang kesekretariatan dijabat oleh Kepala Sekretariat Koopsud atau Kepala Sekretariat Kopasgat. Kasetlat dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.11) Ketua Tim Penilai (Katim Penilai). Katim Penilai selaku pelaksana Dirlat terhadap aktifitas pelaku dijabat oleh Asisten Perencanaan Koopsud atau Asisten Perencanaan Kopasgat. Katim penilai dalam pelaksanaantugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.


- 10 -12) Kepala Wasit dan Pengendali (Kawasdal). Kawasdal selaku pelaksana Dirlat dalam mengendalikan jalannya latihan dijabat oleh Wadirlat. Kawasdal dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat.13) Wakil Kepala Wasit dan Pengendali (Wakawasdal). Wakawasdal selaku pembantu Kawasdal dalam mengendalikan jalannya latihan dijabat oleh pamen yang ditunjuk. Wakawasdal dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kawasdal.14) Kepala Sekretariat Wasit dan Pengendali (Kaset Wasdal). KasetWasdal selaku unsur pelayanan bidang kesekretariatan perwasdalandijabat oleh perwira yang ditunjuk. Kaset Wasdal dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kawasdal.15) Wasit. Wasit selaku pembantu Kawasdal dalam melaksanakan perwasitan jalannya latihan dijabat oleh perwira yang ditunjuk. Wasit dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kawasdal.16) Pengendali. Pengendali selaku pembantu Kawasdal dalam mengendalikan jalannya latihan, dijabat oleh perwira yang ditunjuk. Pengendali terdiri dari pengendali atas, samping dan bawah. Pengendali atas bertugas mengeluarkan, menyampaikan perintah/instruksi, pengumuman-pengumuman dan rencana kepada pelaku. Pengendali samping bertugas menyampaikan informasi dan keterangan-keterangan dari satuan tetangga kepada pelaku. Pengendali bawah bertugas menyampaikan laporan dan melaksanakan perintah, instruksi kepada pelaku. Pengendali dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kawasdal.17) Penimbul Situasi (Bulsi). Bulsi selaku pembantu Kawasdal dalammemberikan persoalan pada jalannya latihan, dijabat oleh pamen yang ditunjuk. Bulsi dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kawasdal.18) Pelaku. Pelaku selaku pelaksana latihan dan dalam pelaksanaantugasnya bertanggung jawab kepada Dirlat. 10. Objek Latihan. Objek latihan Matra Udara II sebagai berikut:a. Koopsud I. Satuan dan satgas beserta jajarannya yang dilibatkan dalam kogasud pada operasi udara, dengan sandi latihan ”Jalak Sakti”.b. Koopsud II. Satuan dan satgas beserta jajarannya yang dilibatkan dalam kogasud pada operasi udara, dengan sandi latihan ”Sikatan Daya”. c. Koopsud III. Satuan dan satgas beserta jajarannya yang dilibatkan dalam kogasud pada operasi udara, dengan sandi latihan ”Kasuari Perkasa”.d. Kopasgat. Satuan beserta jajarannya yang dilibatkan dalam kogasud pada operasi udara, dengan sandi latihan ”Trisula Perkasa”.11. Metode Latihan. Metode yang digunakan dalam penyelenggaraan latihan Matra Udara II, meliputi:a. Geladi Posko. Geladi posko pada penyelenggaraan latihan Matra Udara II merupakan metode latihan untuk menyusun serta mengolahyudhakan rencana pelibatan (renlibat) dan Air Tasking Order (ATO)/fragmentary order(frago) cycling process yang melibatkan unsur pimpinan, staf satuan dan satgas


- 11 -sesuai strata. Pada latihan ini pelaku diberikan serangkaian keadaan dan kejadian berdasarkan kondisi potensial atau faktual dan keputusan cara bertindak terbaik yang telah disetujui serta mengandung persoalan taktis untuk dipecahkan, melalui perintah, analisis, dan tindakan dari pelaku yang berperan sebagai satuan dan satgas dari satuan yang dilatih untuk menghasilkan suatu produk rencana pelibatan dan rencana gerak (rengerak)/rencana taktis darat(rentisrat) melalui PPKM.b. Geladi Lapangan. Geladi lapangan pada penyelenggaraan latihan Matra Udara II merupakan metode latihan di lapangan/medan mendekati sebenarnya dengan melibatkan seluruh pasukan, alpalhankam, serta dukungan yang telah direncanakan guna menguji renlibat dan melaksanakan ATO/frago, serta menguji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan satuan yang dihadapkan pada realitas situasi pertempuran atau operasi.12. Sifat Latihan. Sifat latihan Matra Udara II, meliputi:a. Satu Pihak Dikendalikan. Kegiatan musuh digambarkan melalui rencana kegiatan latihan atau ramalan operasi yang disampaikan oleh kolat melalui rencana infromasi latihan (RIL) dan bulsi, tindakan pelaku diarahkan kepada rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu.b. Satu Pihak Tidak Dikendalikan. Kegiatan musuh digambarkan melalui rencana kegiatan latihan atau ramalan operasi yang disampaikan oleh kolat melalui bulsi, sedangkan pelaku diberi kebebasan mengembangkan tindakan taktis dalam batas-batas yang telah ditentukan.c. Dua Pihak Dikendalikan. Pelaku terdiri dari dua pihak, yaitu pasukan biru dan pasukan merah, masing-masing memerankan pasukan sendiri dan pasukan musuh yang saling berhadapan. Tindakan pelaku diarahkan kepada rencana yang telah ditetapkan.d. Dua Pihak Tidak Dikendalikan. Pelaku terdiri dari dua pihak, yaitu pasukan biru dan pasukan merah, masing-masing memerankan pasukan sendiri dan pasukan musuh yang saling berhadapan. Pelaku diberi kebebasan menentukan tindakan dalam batas-batas yang telah ditentukan.13. Tingkat Latihan. Tingkat latihan dalam penyelenggaraan latihan Matra Udara II, yaitu:a. Geladi posko dapat dilaksanakan satu atau dua tingkat. Penyelenggaraan geladi posko latihan Matra Udara II dapat dilaksanakan satu tingkat dengan melatihkan pelaku setingkat satgas atau dua tingkat dengan melatihkan pelaku setingkat satgas dan unsur.b. Geladi lapangan tidak mengenal tingkatan.14. Materi Latihan. Materi latihan yang dikembangkan dalam latihan Matra Udara II, sebagai berikut:a. Geladi Posko. Materi latihan yang dikembangkan dalam geladi posko, sebagai berikut:1) PPKM. Materi latihan PPKM dilaksanakan mengacu Petunjuk Referensi Proses Pengambilan Keputusan Militer Dalam Rangka Operasi Militer untuk Perang, pelibatan satgas dan satuan dalam PPKM pada langkah ke-5 setelah keputusan disetujui yang selanjutnya satgasmelaksanakan analisis tugas. Pada langkah ke-6 PPKM, satgas


- 12 -melaksanakan beberapa kegiatan penyusunan dokumen operasi beruparenlibat satgas yang menjadi lampiran Rencana Operasi (RO) Kogasud. 2) P2OU. Latihan P2OU mengacu kepada Petunjuk Referensi P2OU, setelah ditetapkannya RO menjadi perintah operasi (PO). Pada tahap 1, pelaku mendapatkan intelijen update dan commander’s intent. Selanjutnya tahap ke-2 dan ke-3 dilaksanakan oleh Pusat Komando dan Pengendalian Operasi (Puskodal) atau Air Operation Center (AOC) yang diperankan oleh Kolat. Tahap ke-4 P2OU melaksanakan distribusi ATO kepada Komandan Misi/Mission Commander (MC) yang diperankan oleh pelaku, guna melanjutkan proses pelaksanaan operasi sesuai tahapan P2OU.b. Geladi Lapangan. Materi latihan yang dikembangkan dalam geladilapangan meliputi:1) Operasi Intelijen.2) Operasi Informasi.3) Operasi Udara Serangan Strategis.4) Operasi Udara Perlawanan.5) Operasi Mobilitas Udara.6) Operasi Udara Khusus.7) Operasi Pemberdayaan Wilayah Udara.15. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Latihan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan latihan Matra Udara II, yaitu:a. Kesiapan Personel Latihan. Personel yang ditunjuk untuk mengikuti latihan Matra Udara II telah memiliki kualifikasi sesuai dengan bidang tugasnya.b. Tempat Latihan. Tempat yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan harus sudah ditinjau dari aspek keselamatan dan keamanan sertamendekati keadaan sebenarnya (realisme latihan).c. Kesiapan Alpalhankam. Alpalhankam yang digunakan dalam latihan Matra Udara II harus lulus uji kelaikan (laik terbang dan laik operasi).d. Keselamatan dan Keamanan Pelaksanaan Latihan. Dalam pelaksanaan latihan Matra Udara II faktor keselamatan dan keamanan yang harus diperhatikan meliputi:1) Keselamatan personel TNI AU dan warga sipil di daerah latihan.2) Keamanan materiel.3) Keamanan dokumen.4) Keamanan kegiatan latihan.


- 13 -BAB IITAHAP PERENCANAAN16. Umum. Latihan Matra Udara II dilaksanakan dengan melibatkan seluruh satuan dan satgas pada Kogasud yang ada melibatkan satuan jajaran di bawah Koopsud dan Kopasgat dalam suatu komando latihan. Guna mencapai keberhasilan dan kelancaran latihan maka diperlukan proses perencanaan yang efektif dan efisien sehingga pelaksanaan latihan dapat dilaksanakan oleh pelaku dengan baik. Struktur organisasi pada tahap perencanaan tercantum pada lampiran C.17. Urutan Kegiatan. Urut kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan sebagai berikut:a. Perencanaan Awal. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan awal yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mengeluarkan direktif latihan.b) Menunjuk dan menetapkan organisasi latihan Matra Udara II sesuai bidang tugasnya.c) Menerima dan mengoreksi paparan RGB dari Dirlat.d) Menyetujui dan mengesahkan RGB untuk ditindaklanjuti dengan pembentukan komando latihan (kolat) dan penyusunan naskah latihan.2) Wapimumlat. Wapimumlat membantu tugas Pimumlat dalam perencanaan latihan.3) Katim Evaluasi. Katim evaluasi memantau proses penyusunan RGB sebagai bahan penyusunan evaluasi penyelenggaran latihan.4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi serta memberikan saran dan masukan pada penyusunan RGB.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menerima dan mempelajari direktif dari Pimumlat.b) Menunjuk dan menetapkan staf latihan.c) Memimpin staf latihan dalam menyusun RGB dan melaksanakan tinjau medan I.d) Memaparkan RGB berdasarkan direktif latihan dan hasil tinjau medan I kepada Pimumlat.e) Melaksanakan revisi RGB sesuai dengan arahan Pimumlat.f) Mengajukan RGB yang telah direvisi kepada Pimumlat untuk mendapatkan pengesahan.6) Wadirlat. Wadirlat membantu Dirlat dalam mengoordinasikan staf latihan untuk penyusunan RGB.


- 14 -7) Staf Latihan. Staf latihan pada perencanaan awal melaksanakankegiatan sebagai berikut:a) Menerima petunjuk perencanaan latihan dari Dirlat dalam rangka penyusunan RGB latihan.b) Mempelajari direktif latihan disesuaikan dengan kebijakan pimpinan pada latihan Matra Udara II.c) Membantu Dirlat dalam menyusun RGB latihan berpedoman pada referensi latihan (doktrin, petunjuk, dan lain-lain).d) Melaksanakan peninjauan medan I.e) Membantu Dirlat dalam menyiapkan pemaparan RGB kepada Pimumlat.f) Membantu Dirlat dalam menyempurnakan RGB.8) Kasetlat. Kasetlat melaksanakan kegiatan bidang kesekretariatan, meliputi:a) Menyiapkan posko staf latihan.b) Menyiapkan kebutuhan dalam penyusunan RGB.c) Menangani surat-menyurat.d) Mencetak RGB.b. Perencanaan Lanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan awal yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat memantau proses penyusunan naskah latihan yang terdiri dari buku I, buku II A, dan buku II B.2) Wapimumlat. Wapimumlat membantu tugas Pimumlat dalam perencanaan latihan.3) Katim Evaluasi. Katim Evaluasi memantau proses penyusunan naskah latihan sebagai bahan penyusunan evaluasi penyelenggaran latihan.4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi serta memberikan saran dan masukan pada penyusunan naskah latihan.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menunjuk dan menetapkan staf latihan.b) Memberikan petunjuk dan arahan kepada staf latihan terkait penyusunan naskah latihan.c) Memimpin staf latihan dalam menyusun naskah latihan.d) Melaksanakan peninjauan medan II.e) Mengesahkan naskah latihan.


- 15 -6) Wadirlat. Wadirlat membantu Dirlat dalam mengoordinasikan staf latihan untuk penyusunan naskah latihan.7) Staf Latihan. Staf latihan melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Bidang Strategi (Stra).(1) Menerima petunjuk dan arahan penyusunan naskah latihan.(2) Menyusun dan mengajukan konsep pengkajian strategi kepada Dirlat sesuai dengan arahan dan tujuan latihan.(3) Membantu staf bidang olah yudha menyusun naskahnaskah bidang kegiatan musuh, perkiraan intelijen, perkiraan teritorial dan analisa daerah operasi guna melengkapi naskah latihan. b) Bidang Olah Yudha (Oyu).(1) Menerima petunjuk dan arahan penyusunan naskah latihan.(2) Menyusun dan mengajukan konsep mengenai kelengkapan rencana dan skenario latihan atas dasar pengkajian strategi dan petunjuk Dirlat.(3) Mengajukan kepada Dirlat konsep naskah latihan berupa buku I, buku II A, dan buku II B, setelah kelengkapan rencana latihan dan skenario latihan ditentukan oleh Dirlat.(4) Bersama staf bidang lainnya menyempurnakan naskah latihan sesuai arahan Dirlat, setelah Dirlat mengadakan penelitian dan perubahan seperlunya dari konsep-konsep yang telah diajukan. c) Bidang Administrasi dan Logistik (Minlog).(1) Menerima petunjuk dan arahan penyusunan naskah latihan.(2) Mengajukan kepada Dirlat penilaian keadaan administrasi dan logistik sebagai bahan Dirlat dalam menentukan rencana latihan yang lengkap.(3) Menyusun rencana bantuan administrasi meliputi personel, administrasi, logistik, ruangan, tempat latihan, urusan latihan, protokol dan sebagainya sebagai kelengkapan dari naskah latihan.(4) Menyiapkan bahan-bahan persoalan administrasi dan logistik yang diperlukan dalam latihan.d) Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang).(1) Menerima petunjuk dan arahan penyusunan naskah latihan.


- 16 -(2) Mengajukan kepada Dirlat penilaian keadaan satuan mengenai tingkat pendidikan para anggota yang akan dilatih serta pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki seperti latihan-latihan yang telah dialami serta pengalamanpengalamannya.(3) Menyiapkan, meneliti dan mempelajari referensi yang relevan.(4) Mengajukan kepada Dirlat konsep masalah-masalah yang akan diteliti, dinilai, ditanggapi dan dilaporkan selanjutnya.e) Bidang Komunikasi dan Elektronika (Komlek).(1) Menerima petunjuk dan arahan penyusunan naskah latihan.(2) Menyiapkan bahan-bahan persoalan komunikasi dan elektronika yang diperlukan dalam latihan.(3) Menyusun rencana dukungan perlengkapan peralatan perang elektronika (pernika), jalur komunikasi, dan sebagainya sebagai kelengkapan naskah latihan. 8) Kasetlat. Kasetlat melaksanakan kegiatan bidang kesekretariatanmeliputi:a) Penyiapan pos staf latihan.b) Menyiapkan kebutuhan staf latihan dalam penyusunan naskah latihan.c) Menangani surat-menyurat.d) Mencetak naskah latihan.18. Dukungan. Dukungan yang diperlukan selama proses perencanaan sampai dengan pengakhiran latihan Matra Udara II sebagai berikut:a. Anggaran. Anggaran yang digunakan bersumber pada anggaran latihan yang penggunaannya disesuaikan dengan norma indeks latihan yang berlaku.b. Administrasi Umum. Dukungan administrasi umum dalam penyelenggaraan latihan disesuaikan dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.c. Personel. Personel latihan terdiri dari:1) Penyelenggara. Pelibatan personel penyelenggara latihan Matra Udara II yaitu personel Koopsud I, II, dan III serta Kopasgat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan latihan.2) Pelaku. Pelibatan jumlah personel pelaku yaitu personel satuan operasional disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan latihan.3) Pendukung. Pelibatan jumlah personel pendukung latihan Matra Udara II yaitu satuan penyelenggara yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan latihan.


- 17 -d. Logistik. Dukungan logistik diatur sebagai berikut:1) Jumlah dukungan logistik disesuaikan dengan jumlah alokasi anggaran yang diberikan mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, sampai pengakhiran.2) Dukungan bahan bakar minyak dan pelumas (BBMP) dan amunisi latihan sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan.e. Komunikasi. Dukungan komunikasi penyelenggaraan latihan menggunakan alat komunikasi dan elektronika (alkomlek) satuan yang terlibat dan atau di dukung dari satuan yang lebih tinggi.f. Kesehatan. Dukungan kesehatan dilaksanakan menggunakan fasilitas kesehatan yang dimiliki TNI AU.g. Pengamanan. Dukungan pengamanan dilaksanakan secara berjenjang melalui institusi bidang pengamanan.h. Hukum. Dukungan hukum dilaksanakan oleh staf hukum satuan.BAB IIITAHAP PERSIAPAN19. Umum. Tahap persiapan pada penyelenggaraan latihan Matra Udara IImeliputi persiapan geladi posko dan persiapan geladi lapangan, dengan struktur organisasi tercantum pada lampiran C.20. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan latihan Matra Mdara II sebagai berikut:a. Persiapan Geladi Posko. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan geladi posko, yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Memantau kesiapan pelaksanaan latihan.b) Menerima paparan tentang kesiapan pelaksanaan latihan dari Dirlat.2) Wapimumlat. Wapimumlat memantau kesiapan pelaksanaan latihan.3) Katim Evaluasi. Katim Evaluasi memantau dan mengevaluasi kesiapan pelaksanaan latihan.4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi dan memantau kesiapan pelaksanaan latihan.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mengawasi Kawasdal dalam melaksanakan penataran wasdal dan briefing pelaku.b) Mengawasi Katim penilai dalam melaksanakan penataran kepada para penilai.


- 18 -c) Melaksanakan peninjauan dan pengecekan kesiapan pelaksanaan geladi posko.d) Memberikan paparan tentang kesiapan pelaksanaan latihan kepada Pimumlat.6) Wadirlat. Wadirlat membantu Dirlat dalam penyiapan geladi posko.7) Dandenkomlek. Dandenkomlek melaksanakan penyiapan, penggelaran, dan pengujian sarana prasarana geladi posko yang berhubungan dengan peralatan komlek meliputi telepon, faksimili, komunikasi radio, komunikasi data, komunikasi video dan local area network (LAN).8) Dandenmalat. Dandenmalat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana latihan.b) Menyiapkan kebutuhan dukungan pelayanan kesehatan, dokumentasi, dukungan logistik dan akomodasi bagi penyelenggara maupun pelaku.c) Berkoordinasi dengan satuan samping, protokoler, dan penerangan dalam pelaksanaan latihan.9) Staf Latihan. Staf latihan membantu Kawasdal dalam melaksanakan penataran wasdal dan briefing pelaku sesuai bidangnya.10) Kasetlat. Kasetlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menyiapkan posko Setlat.b) Menyiapkan produk-produk naskah dan kelengkapan lain untuk mendukung geladi latihan.c) Menangani surat-menyurat.d) Mendistribusikan naskah latihan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan latihan.11) Katim Penilai. Katim Penilai melaksanakan penataran kepada tim penilai tentang petunjuk penilaian dan rencana penugasan para penilai.12) Kawasdal. Kawasdal melaksanakan penataran wasdal dan briefingpelaku.a) Penataran Wasit dan Pengendali. Materi penataran yang diberikan kepada para wasit dan pengendali terhadap operasional naskah latihan, mekanisme latihan dan sistem perwasdalan serta tata cara mengirim dan menerima informasi/berita/RIL/produk.b) Briefing Pelaku. Melaksanakan briefing kepada pelaku tentang mekanisme secara umum penyelenggaraan latihan, penjelasan tentang keadaan umum (kaum), keadaan khusus (kasus), jadwal latihan.


- 19 -c) Latihan Pendahuluan. Memimpin dan mengendalikan para wasit dan pengendali dalam melaksanakan uji berita latihan/RIL, dalam rangka meyakinkan setiap RIL dan alternatif jawaban terhadap umpan balik yang dilakukan oleh pelaku.d) Pengecekan Kesiapan Sarana Komunikasi dan Dukungan. Melaksanakan pengecekan kesiapan kolat dalam menyiapkan penyelenggaraan latihan, sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan kekuarangan dalam pelaksanaan latihan.e) Laporan Kesiapan Akhir. Pelaksanaan laporan kesiapan akhir kolat terhadap penyelenggaraan geladi posko kepada Dirlat.13) Wasit. Wasit melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mengikuti Penataran Wasdal. Melaksanakan penataran yang diberikan oleh Kawasdal dengan terhadap operasional naskah latihan, mekanisme latihan dan sisten perwasdalan serta tata cara mengirim dan menerima informasi/berita/RIL/produk.b) Latihan Pendahuluan. Melaksanakan latihan dalam mengoperasionalkan berita latihan/RIL, dalam rangka meyakinkan setiap RIL dan alternatif jawaban terhadap umpan balik yang dilakukan oleh pelaku.c) Pengecekan Kesiapan Sarana Komunikasi dan Dukungan. Membantu Kawasdal dalam melaksanakan pengecekan kesiapan kolat.14) Pengendali. Pengendali melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mengikuti Penataran Wasdal. Melaksanakan penataran yang diberikan oleh Kawasdal dengan terhadap operasional naskah latihan, mekanisme latihan dan sisten perwasdalan serta tata cara mengirim dan menerima informasi/berita/RIL/produk.b) Latihan Pendahuluan. Melaksanakan latihan dalam mengoperasionalkan berita latihan/RIL, dalam rangka meyakinkan setiap RIL dan alternatif jawaban terhadap umpan balik yang dilakukan oleh pelaku.c) Pengecekan Kesiapan Sarana Komunikasi dan Dukungan. Membantu Kawasdal dalam melaksanakan pengecekan kesiapan kolat.15) Pelaku. Pelaku melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mempelajari naskah latihan buku II A terutama kaum, kasus,dan ikhtisar kejadian, buku II B serta referensi yang diperlukan.b) Menyiapkan personel dan alpal yang akan digunakan dalam pelaksanaan geladi posko.c) Menyiapkan dan melengkapi fasilitas pos komando, meliputi:(1) Peta. Peta yang disiapkan meliputi peta induk, situasi, operasi, dan administrasi logistik.


- 20 -(2) Alat Tulis Kantor (ATK). Kelengkapan terhadap perlatan administrasi, komputer/laptop, printer, dan lain-lain.d) Briefing Pelaku. Menerima briefing pelaku yang dilaksanakan oleh kolat.e) Pengecekan Akhir. Melaksanakan pengecekan baik personel maupun materiel yang diperlukan dalam pelaksanaan geladi posko.b. Persiapan Geladi Lapangan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan geladi lapangan, yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat memantau kesiapan pelaksanaan geladilapangan.2) Wapimumlat. Wapimumlat memantau kesiapan pelaksanaan geladilapangan.3) Katim Evaluasi. Katim Evaluasi memantau dan mengevaluasi kesiapan pelaksanaan geladi lapangan.4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi dan memantau kesiapan pelaksanaan geladi lapangan.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Melaksanakan pengecekan kesiapan kolat dan memimpin pelaksanaan latihan pendahuluan bulsi.b) Melaksanakan pengecekan kesiapan tim penilai.c) Melaksanakan pengecekan kesiapan akhir pelaku, meliputipersonel, alpalhankam dan dukungan yang akan digunakan dalam pelaksanaan geladi lapangan.d) Memimpin pelaksanaan peninjauan akhir daerah latihan.6) Wadirlat. Wadirlat membantu Dirlat dalam persiapan geladilapangan.7) Dandenkomlek. Dandenkomlek melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menggelar dan menguji coba peralatan komlek meliputi telepon, faksimili, komunikasi radio, komunikasi data, dan komunikasi video sebagai sarana komunikasi.b) Memantau aspek komlek pada latihan pendahuluan bagi wasit dan pengendali serta bulsi.8) Dandenmalat. Dandenmalat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Dirlat dalam menyiapkan pos kolat di daerah latihan beserta kebutuhannya, meliputi sarana prasarana, pelayanan kesehatan, pengamanan, dokumentasi, dukungan logistik dan akomodasi.


- 21 -b) Mengoordinasikan kegiatan protokoler dan lokasi peninjauan.c) Menyiapkan tempat untuk peninjauan melalui kerja sama dengan satuan kewilayahan.9) Kasetlat. Kasetlat membantu Dirlat dalam kegiatan administrasi persiapan geladi lapangan.10) Katim Penilai. Katim Penilai melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menerima dan mempelajari ramalan operasi latihan (ramol) maupun rencana bulsi sebagai pedoman sarana kendali waktu latihan.b) Melaksanakan pengecekan akhir kesiapan tim penilai meliputi personel, kelengkapan administrasi, sarana komunikasi, dan sarana pendukung lainnya.c) Mengatur penugasan, penempatan, dan pemberangkatan tim penilai sesuai pos sasaran penilaian.11) Kawasdal. Kawasdal melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Melaksanakan pengecekan kesiapan wasit, pengendali dan bulsi, meliputi dukungan, sarana komunikasi, dan sarana pendukung lainnya. b) Memastikan kembali kesesuaian ramol dengan kondisi terkini sebagai pedoman sarana pengendalian waktu geladi lapangan serta kesiapan ATO.c) Mengatur penugasan wasit, pengendali, dan bulsi sesuai dengan kebutuhan geladi lapangan.d) Mengendalikan latihan pendahuluan wasit, pengendali, dan bulsi.e) Melaksanakan laporan kesiapan akhir penyelenggaraan geladilapangan kepada Dirlat.12) Wasit. Wasit melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Kawasdal dalam memastikan kesesuaian ramol dengan kondisi terkini sebagai pedoman sarana pengendalian waktu geladi lapangan serta kesiapan ATO.b) Mempelajari tugas-tugas, nama panggilan dan penempatan wasit serta melaksanakan uji coba sarana komunikasi.c) Melaksanakan latihan pendahuluan.d) Menempati pos wasit tepat waktu sesuai penugasan.13) Pengendali. Pengendali melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Kawasdal dalam memastikan kesesuaian ramol dengan kondisi terkini sebagai pedoman sarana pengendalian waktu geladi lapangan serta kesiapan ATO.


- 22 -b) Mempelajari tugas-tugas, nama panggilan dan penempatan wasit serta melaksanakan uji coba sarana komunikasi.c) Melaksanakan latihan pendahuluan.d) Menempati pos pengendali tepat waktu sesuai penugasan.14) Bulsi. Bulsi melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Menerima dan mempelajari ramol dan rencana bulsi sebagai pedoman sarana pengendalian waktu geladi lapangan.b) Mempelajari tugas-tugas, nama panggilan dan penempatan wasit serta melaksanakan uji coba sarana komunikasi.c) Menggelar personel, materiel, dan melaksanakan latihan pendahuluan.d) Menempati pos bulsi sesuai penugasan.15) Pelaku. Pelaku melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Pengecekan kesiapan satuan yang akan dilibatkan dalam latihan, meliputi personel, materiel, dukungan logistik, dan alpalhankam.b) Pergerakan administrasi satuan-satuan menuju daerah persiapan, meliputi pergeseran personel, alpalhankam, materiel, dan logistik sesuai kebutuhan.BAB IVTAHAP PELAKSANAAN21. Umum. Tahap pelaksanaan pada penyelenggaraan latihan Matra Udara II,dilaksanakan kegiatan berupa pelaksanaan geladi posko dan pelaksanaan geladilapangan, dengan struktur organisasi tercantum pada lampiran C.22. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan latihan Matra Udara II sebagai berikut:a. Pelaksanaan Geladi Posko. Kegiatan yang dilaksanakan pada pelaksanaan geladi posko, yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat melaksanakan kegiatan:a) Pembukaan latihan.b) Pengawasan dan peninjauan pelaksanaan latihan.2) Wapimumlat. Wapimumlat membantu Pimumlat dalam melaksanakan pengawasan pelaksanaan latihan.3) Katim Evaluasi. Katim Evaluasi melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan latihan baik terhadap penyelenggara maupun pelaku sebagai bahan penyusunan laporan evaluasi .


- 23 -4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi dan supervisi pelaksanaan latihan.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Memimpin pelaksanaan kegiatan latihan.b) Mengawasi dan mengendalikan penyelenggaraan latihan.c) Melaksanakan evaluasi dan penilaian latihan, untuk kepentingan kaji ulang.6) Wadirlat. Wadirlat membantu tugas Dirlat dalam pelaksanaan geladiposko.7) Dandenkomlek. Dandenkomlek melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Dirlat dalam dukungan komlek.b) Memantau operasional komlek agar tetap berfungsi dengan baik.8) Dandenmalat. Dandenmalat membantu Dirlat dalam melaksanakandukungan latihan posko yang meliputi sarana prasarana, pengamanan, pelayanan kesehatan, dokumentasi, dukungan logistik, akomodasi bagi penyelenggara maupun pelaku dan kegiatan protokoler. 9) Kasetlat. Kasetlat melaksanakan kegiatan administrasi kesekretariatan yang masih diperlukan dalam penyelenggaraan latihan.10) Katim Penilai. Katim Penilai melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membentu Dirlat dalam penilaian terhadap pelaku.b) Koordinasi dengan Kawasdal tentang kegiatan pelaku apabila terjadi penyimpangan.c) Memimpin para penilai dalam melaksanakan penilaian kepada pelaku, meliputi:(1) Data kelengkapan posko.(2) Aktifitas pelaku.(3) Produk yang dihasilkan oleh pelaku.11) Kawasdal. Kawasdal melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Dirlat memimpin kelancaran latihan khususnya dalam bidang materi latihan. b) Mengoordinasikan seluruh wasit dan pengendali dalam mengendalikan pelaku berdasarkan rencana operasi latihan (ROL), diagram rencana operasi latihan (DROL), dan RIL.c) Berkoordinasi dengan Katim penilai terhadap produk pelaku.


- 24 -d) Meluruskan tindakan pelaku apabila terjadi penyimpangan berdasarkan laporan dari wasit, dengan cara mendistribusikan RIL tambahan kepada pelaku.e) Berperan sebagai Panglima Komando Gabungan (Pangkogab) dalam uji konsep RO.f) Menetapkan RO menjadi PO.g) Menyiapkan ATO atau frago.h) Menetapkan pelaku sebagai MC.i) Menunjuk Mission Director (MD).j) Mengawasi pelaksanaan mission planning.12) Wakawasdal. Wakawasdal membantu Kawasdal dalam melaksanakan tugasnya.13) Kasetwasdal. Kasetwasdal melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Mengatur, meyelenggarakan, dan mengoordinasikan kegiatanadministrasi perwasdalan.b) Mengumumkan setiap perubahan perbandingan waktu sesuai dengan perubahan waktu yang tercantum pada RIL.c) Mengatur, menghimpun, dan menyimpan produk-produk pelaku untuk bahan laporan Kawasdal kepada Dirlat.14) Wasit. Wasit melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Kawasdal dalam mengawasi kegiatan di masingmasing posko pelaku guna menjamin RIL telah ditindaklanjuti oleh pelaku sesuai skenario.b) Melaporkan kepada Kawasdal apabila terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku.c) Koordinasi secara terus menerus dengan pengendali.d) Membantu Kawasdal dalam mengawasi kegiatan pentahapan P2OU sesuai tahapan yang melibatkan pelaku. 15) Pengendali. Pengendali melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Kawasdal dalam mengendalikan latihan dengan mendistribusikan RIL kepada pelaku.b) Menerima dan menindaklanjuti semua berita dari pelaku.c) Bertindak sebagai komando atas, samping dan bawah bagi pelaku.d) Membantu Kawasdal bertindak sebagai MD.


- 25 -16) Pelaku. Pelaku melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Melaksanakan pembukaan latihan Matra Udara II.b) Melaksanakan kegiatan latihan sesuai langkah-langkah PPKMdalam rangka Operasi Militer Perang (OMP).c) Menindaklanjuti RIL yang diberikan oleh pengendali.d) Membuat produk latihan, meliputi:(1) Renlibat.(2) Rengerak.(3) Analisa Tugas, terdiri dari:(a) Analisis Tugas Dansatgas.(b) Analisis Tugas Staf Intelijen.(c) Analisis Tugas Staf Operasi.(d) Analisis Tugas Staf Personel.(e) Analisis Tugas Staf Logistik.(f) Analisis Tugas Staf Komlek.e) Menerima penyampaian dari AOC yang diperankan oleh pengendali tentang intel brief/briefing intelijen, commander’s intentdan target folder serta ATO.f) Menyiapkan MC.g) Melaksanakan mission planning.b. Pelaksanaan Geladi Lapangan. Kegiatan yang dilaksanakan pada pelaksanaan geladi lapangan, yaitu:1) Pimumlat. Pimumlat melaksanakan pengawasan dan peninjauan pelaksanaan latihan. 2) Wapimumlat. Wapimumlat membantu Pimumlat melaksanakan pengawasan pelaksanaan latihan.3) Katim Evaluasi. Katim Evaluasi memantau dan mengevaluasi pelaksanaan geladi lapangan.4) Hatlat. Hatlat melaksanakan asistensi dan memantau pelaksanaan geladi lapangan.5) Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Kegiatan latihan lapangan sesuai ramol dan ATO pelaku.b) Mengawasi dan mengendalikan penyelenggaraan latihan lapangan.


- 26 -c) Mengevaluasi dan penilaian latihan lapangan.6) Wadirlat. Wadirlat membantu tugas Dirlat dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan latihan.7) Dandenkomlek. Dandenkomlek memantau dan menjamin gelar operasional peralatan komlek meliputi komunikasi radio, telegrafis, fax, data dan, video sebagai sarana komunikasi bagi penyelenggara agar dapat bekerja secara maksimal.8) Dandenmalat. Dandenmalat melaksanakan dukungan administrasi terhadap kolat di daerah latihan meliputi sarana prasarana, pengamanan, pelayanan kesehatan, dokumentasi, dukungan logistik, akomodasi bagi penyelenggara maupun pelaku dan kegiatan protokoler. 9) Kasetlat. Kasetlat membantu Dirlat dalam kegiatan administrasi lainnya.10) Katim Penilai. Katim Penilai melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Dirlat dalam penilaian terhadap pelaku.b) Koordinasi dengan Kawasdal tentang kegiatan pelaku apabila terjadi penyimpangan.c) Memimpin para penilai dalam melaksanakan penilaian kepada pelaku.11) Kawasdal. Kawasdal melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Dirlat memimpin kelancaran latihan khususnya dalam bidang materi latihan. b) Mengoordinasikan seluruh wasit dan pengendali dalam mengendalikan pelaku berdasarkan ramol, rencana bulsi dan RIL tambahan.c) Dalam melaksanakan tugas administrasi dibantu oleh Kaset Wasdal.12) Wakawasdal. Wakawasdal membantu Kawasdal dalam melaksanakan tugasnya.13) Kasetwasdal. Kasetwasdal mengatur, menyelenggarakan, dan mengoordinasikan kegiatan administrasi perwasdalan.14) Wasit. Wasit membantu Kawasdal dalam menengahi pertentangan antara pelaku dengan bulsi berdasarkan skenario latihan.15) Pengendali. Pengendali melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Membantu Kawasdal dalam mengendalikan pelaku pada latihan lapangan berdasarkan ramol, rencana bulsi dan RIL tambahan.b) Mendistribusikan RIL tambahan kepada pelaku guna mendinamisasi latihan sesuai kebutuhan.16) Bulsi. Bulsi berperan sebagai musuh serta melaksanakan manuver berdasarkan rencana bulsi dan ramol.


- 27 -17) Pelaku. Pelaku melaksanakan kegiatan sebagai berikut:a) Melaksanakan mission commander brief.b) Melaksanakan kegiatan sesuai penahapan operasi yang direncanakan.c) Melaksanakan mission commander debrief.d) Melaksanakan mission report.BAB VTAHAP PENGAKHIRAN23. Umum. Tahap pengakhiran pada penyelenggaraan latihan Matra Udara II, dilaksanakan beberapa kegiatan meliputi kaji ulang, pengembalian pelaku dan penyelenggara ke home base, penyusunan laporan pelaksanaan latihan dan laporan evaluasi penyelenggaraan latihan. Struktur organisasi tahap pengakhiran sebagaimana tercantum pada lampiran C.24. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pengakhiran penyelenggaraan latihan Matra Udara II sebagai berikut:a. Pimumlat. Pimumlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:1) Penutupan latihan.2) Menerima laporan pelaksanaan latihan Matra Udara II dari Dirlat.3) Menerima laporan hasil evaluasi latihan Matra Udara II dari Katim Evaluasi.b. Wapimumlat. Wapimumlat membantu pimumlat dalam mengorganisasikan penyusunan laporan pelaksanaan dan evaluasi latihan Matra Udara II.c. Katim Evaluasi. Katim Evaluasi menyusun laporan evaluasi penyelenggaraan latihan Matra Udara II.d. Hatlat. Hatlat memberikan saran masukan dalam penyusunan laporan pelaksanaan latihan Matra Udara II.e. Dirlat. Dirlat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:1) Mengumpulkan tanggapan dari peserta latihan tentang penyelenggaraan latihan.2) Menggelar rapat teknis wasit, pengendali dan penilai untuk mengkaji laporan dan tanggapan sebagai bahan kaji ulang.3) Melaksanakan kaji ulang latihan.4) Menyelesaikan administrasi termasuk ganti rugi yang ditimbulkan.5) Menyusun laporan pelaksanaan meliputi hal-hal yang positif/negatif, hambatan-hambatan yang terjadi dan kesimpulan sampai seberapa jauh


- 28 -tujuan latihan dapat dicapai serta saran-saran perbaikan pada latihan yang akan datang.f. Wadirlat. Wadirlat membantu tugas Dirlat dalam tahap pengakhiran latihan.g. Dandenkomlek. Dandenkomlek melaksanakan kegiatan sebagai berikut:1) Menyiapkan dukungan komlek yang masih dibutuhkan dalam tahap pengakhiran.2) Melaksanakan pembongkaran instalasi komlek.3) Melaksanakan inventarisasi dan pengecekan kondisi komlek yang telah digunakan.4) Menyusun laporan pelaksanaan dukungan komlek kepada Dirlat.h. Dandenmalat. Dandenmalat melaksanakan kegiatan sebagai berikut:1) Melaksanakan inventarisasi dan konsolidasi serta menyelesaikan administrasi penyelenggaraan latihan.2) Membuat laporan pertanggungjawaban dukungan penyelenggaraan latihan.i. Staf Latihan. Staf latihan melaksanakan kegiatan sebagai berikut:1) Mengumpulkan bahan-bahan hasil latihan berupa hasil karya para pelaku dan wasdal untuk dinilai, dievaluasi, ditanggapi, serta mengajukan saran-saran tindak lanjut yang dipandang perlu.2) Menyiapkan bahan kaji ulang dan hasil penilaian latihan.3) Membantu Dirlat dalam pengembalian pelaku dan penyelenggara ke homebase. 4) Membantu Dirlat dalam menyusun laporan pelaksanaan latihan.j. Kasetlat. Kasetlat melaksanakan tugas-tugas kesekretariatan meliputi:1) Mencetak dan mendistribusikan laporan pelaksanaan latihan.2) Melaksanakan administrasi pengembalian personel, materiel, dan peralatan. 3) Mendokumentasikan bahan-bahan hasil latihan.k. Pelaku. Pelaku mengikuti penutupan latihan, melaksanakan konsolidasi dan kembali ke satuan asal masing-masing serta mengikuti kaji ulang.BAB VIPENGAWASAN DAN PENGENDALIAN25. Umum. Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan latihan Matra Udara II pada dasarnya dilaksanakan secara melekat, terus-menerus dan


- 29 -berjenjang, sehingga pelaksanaan latihan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.26. Pengawasan. Pengawasan dilaksanakan sesuai dengan tataran kewenangan masing-masing pejabat sebagai berikut:a. Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas). Pangkoopsudnas melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan dan hasil latihan Matra Udara II di Kolakops jajaran.b. Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau). Dankodiklatau melaksanakan pengawasan terhadap keselarasan program dan penyelenggaraan latihan Matra Udara IIpada aspek sistem dan metode latihan.c. Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau). Irjenau melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan latihan Matra Udara II di Kopasgat, serta program dan penggunaan anggaran pembinaan latihan Matra Udara II.27. Pengendalian. Pengendalian dilaksanakan sesuai dengan tataran kewenangan masing-masing pejabat sebagai berikut:a. Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas). Pangkoopsudnas melaksanakan pengendalian terhadap pergerakan alpalhankam udara selama latihan Matra Udara II.b. Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau). Dankodiklatau melaksanakan pengendalian terhadap penyelenggaraan kegiatan latihan Matra Udara II.c. Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasau (Asrena Kasau). AsrenaKasau melaksanakan pengendalian terhadap penggunaan anggaran pelaksanaan kegiatan latihan Matra Udara II.BAB VIIPENUTUP28. Keberhasilan. Disiplin untuk menaati ketentuan yang ada dalam Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II oleh para pejabat terkait akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan latihan Matra Udara II.29. Penyempurnaan. Hal-hal yang dipandang perlu dalam penyempurnaan Petunjuk Teknis Latihan Matra Udara II ini agar disarankan kepada Kasau melalui Dankodiklatau sesuai dengan mekanisme umpan balik.AutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNI


TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARADAFTAR PENGERTIAN1. Air Tasking Order (ATO) Cycle. ATO cycle adalah rangkaian kegiatan berulang berisi metode yang digunakan untuk memberikan perintah pelaksanaan operasi udara kepada seluruh satuan pelaksana dengan bentuk/format yang telah ditentukan untuk melaksanakan misi dan sasaran yang spesifik.2. Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam). Alpalhankam adalah segala alat perlengkapan untuk mendukung pertahanan negara serta keamanan dan ketertiban masyarakat.3. Direktif Latihan. Direktif latihan adalah suatu sarana yang digunakan oleh seorang panglima atau komandan dalam bentuk tertulis untuk memberikan dan menyampaikan kebijakan atau suatu tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan latihan. 4. Geladi Lapangan. Geladi lapangan adalah metode latihan di lapangan atau medan yang mendekati sebenarnya dengan melibatkan pasukan, alpalhankam TNI AU, dan dukungannya yang telah direncanakan guna menguji RO yang telah disusun atau divalidasi oleh pelaku latihan dan menguji pengetahuan, kemampuan, serta keterampilan satuan yang dihadapkan pada realisme situasi pertempuran atau operasi.5. Geladi Posko. Geladi posko adalah suatu metode latihan taktis tanpa pasukan dimana diberikan serangkaian keadaan dan kejadian yang sambung menyambung. Pada setiap keadaan dan kejadian mengandung persoalan yang harus dipecahkan dan meminta keputusan, rencana, perintah, dan tindakan dari pelaku yang berperan sebagai komandan dan perwira staf dari markas satuan yang dilatih.6. Komando Latihan. Komando latihan adalah suatu komando/organisasi yang di bentuk untuk menyelenggarakan latihan dalam rangka memberikan, meningkatkan, memelihara, dan menguji kemampuan baik perorangan maupun satuan.7. Laporan Latihan. Laporan latihan adalah suatu bentuk tulisan yang memuat hasil kegiatan dari penyelenggaraan latihan yang disampaikan oleh Dirlat kepada Pimumlat sebagai pertanggungjawaban dan bahan masukan kepada pimpinan secara rinci mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pengakhiran serta dilengkapi dengan dokumen-dokumen.8. Naskah Latihan. Naskah latihan merupakan produk penyelenggara latihan secara lengkap yang menjadi panduan penyelenggaraan latihan bagi penyelenggara maupun pelaku.9. Pelaku. Pelaku adalah setiap individu, unsur, atau satuan yang dilatih dalam latihan taktis yang bertindak sesuai dengan ketentuan dalam skenario latihan. Tampilan/atribut pelaku harus dapat dibedakan dari pengendali, wasit, dan penilai.10. Pengendali. Pengendali adalah seseorang atau kelompok personel yang ditunjuk untuk mengatur, mengarahkan, dan menuntun dalam batas-batas tertentu sehingga pelaku latihan dapat dipelihara, guna mencapai tujuan latihan.11. Penimbul Situasi (Bulsi). Bulsi adalah penimbulan situasi/suatu kegiatan yang menggambarkan situasi musuh dengan media orang, tanda-tanda visual (dapat berupa bendera, benda/alat) dan bunyi-bunyian (bunyi peluit) yang dikendalikan Lampiran A Keputusan KasauNomor Kep/357/XI/2024Tanggal 5 November 2024


- 31 -oleh pelatih/sesuai rencana yang dibuat, diarahkan untuk menciptakan kondisi dan realisme latihan sesuai dengan rencana/skenario yang dibuat oleh penyelenggara.12. Penyelenggaraan Latihan. Penyelenggaraan latihan adalah penerapan praktis dari suatu metode latihan yang dimulai dari perencanaan sampai dengan pengakhiran guna menjamin terselenggaranya latihan secara tepat untuk mencapai tujuan dan sasaran latihan yang diharapkan.13. Ramalan Operasi Latihan (Ramol). Ramol adalah suatu ramalan penyelenggaraan latihan lapangan yang memuat jadwal siapa, mengerjakan apa, kapan waktunya, dimana dilaksanakan, dan bagaimana melaksanakannya baik pihak sendiri maupun pihak musuh serta merupakan gambaran jalannya latihan secara keseluruhan dan terperinci dari skenario latihan. Sebelum pelaksanaan latihan lapangan perlu diperiksa sinkronisasi antara RAMOL dengan RO pelaku agar terwujud realisme operasi.14. Rencana Garis Besar (RGB) Latihan. RGB latihan adalah adalah suatu produk penyelenggaraan latihan yang memuat tentang rencana garis besar penyelenggaraan latihan, perincian isi materi latihan serta pentahapan waktu, sasaran yang ingin dicapai dan metode latihan yang digunakan.15. Rencana Operasi Latihan (ROL). ROL adalah suatu program secara garis besar dalam pelaksanaan latihan posko, untuk memberikan gambaran kepada penyelenggara, terutama staf latihan, wasit, pengendali, dan penilai tentang bagaimana latihan tersebut dikembangkan. ROL memuat susunan persoalan pada tiap-tiap tahap, alternatif rencana yang mungkin, jadwal, waktu penggantian tahap, dan jadwal pembagian lembaran keadaan/persoalan, tindakan yang diharapkan dari para pelaku, dan cara para wasit dan pengendali mempengaruhi jalannya situasi.16. Skenario Latihan. Skenario latihan adalah cerita dari jalannya operasi latihan secara garis besar dengan fungsi memberikan ikhtisar akan peristiwa yang dilewati dan membangun gambaran keadaan dan kondisi yang actual sebagai dasar untuk menentukan Langkah latihan. Skenario latihan lazimnya memuat keterangan tentang daerah operasi, hasil operasi, garis besar rencana operasi, dan lain-lain. Skenario latihan disusun berdasarkan rencana latihan.17. Wasit. Wasit adalah seseorang atau kelompok personel yang ditunjuk untuk memutuskan dan menghakimi suatu kejadian dalam latihan sesuai skenario dan peraturan permainan yang telah ditentukan.a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNIAutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510PEJABAT PARAFWadankodiklatauDirdok KodiklatauDirlat KodiklatauKadiskumauKasetumauPaban III/Sislat Ditlat Kodiklatau


TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARASKEMA KEDUDUKAN a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNIAutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510PETUNJUK PENYELENGGARAANPEMBINAAN LATIHAN SATUANPETUNJUK TEKNISLATIHAN MATRA UDARA IILampiran B Keputusan KasauNomor Kep/357/XI/2024Tanggal 5 November 2024PEJABAT PARAFWadankodiklatauDirdok KodiklatauDirlat KodiklatauKadiskumauKasetumauPaban III/Sislat Ditlat Kodiklatau


TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARASTRUKTUR ORGANISASI PENAHAPAN LATIHAN1. Tahap Perencanaan.a. Perencanaan Awal.Keterangan:b. Perencanaan Lanjutan.Keterangan:HATLATDIRLATWADIRLATSTAF LATIHAN KASETLATSTRATEGIOYUMINLOGLITBANGKOMLEKKATIM EVALUASIPIMUMLATWAPIMUMLAT: Garis komando: Garis koordinasiHATLATDIRLATWADIRLATSTAF LATIHAN KASETLATSTRATEGIOYUMINLOGLITBANGKOMLEKKATIM EVALUASIPIMUMLATWAPIMUMLAT: Garis komando: Garis koordinasiLampiran C Keputusan KasauNomor Kep/357/XI/2024Tanggal 5 November 2024


- 34 -2. Tahap Persiapan.a. Geladi Posko.Keterangan:b. Geladi Lapangan.KATIM EVALUASI HATLATDIRLATWADIRLATPELAKUKATIM PENILAI KAWASDALDANDENKOMLEK DANDENMALAT STAF LATIHAN KASETLATSTRATEGIOYUMINLOGLITBANGKOMLEKWASIT PENGENDALIPIMUMLATWAPIMUMLAT: Garis komando: Garis koordinasiKATIM EVALUASI HATLATDIRLATWADIRLATPELAKUKATIM PENILAI KAWASDALDANDENKOMLEK DANDENMALAT KASETLATWASIT PENGENDALI BULSIPIMUMLATWAPIMUMLATKeterangan:: Garis komando: Garis koordinasi


- 35 -3. Tahap Pelaksanaan.a. Geladi Posko.Keterangan:DANDENKOMLEK DANDENMALATHATLATDIRLATWADIRLATPELAKUKAWASDALWAKAWASDALKASETWASDALKATIM PENILAIKASETLATWASITKATIM EVALUASIPIMUMLATWAPIMUMLATPENGENDALIATAS SAMPING BAWAH: Garis komando: Garis koordinasi: Garis perwasitan dan pengendalian: Garis penilaian


- 36 -b. Geladi Lapangan.Keterangan:HATLATDIRLATWADIRLATPELAKUKAWASDALWAKAWASDALKASETWASDALKATIM PENILAIDANDENKOMLEK DANDENMALAT KASETLATWASITKATIM EVALUASIBULSIPIMUMLATWAPIMUMLATPENGENDALIATAS SAMPING BAWAH: Garis komando: Garis koordinasi: Garis perwasitan dan pengendalian: Garis penilaian


- 37 -4. Tahap Pengakhiran.Keterangan:a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNIAutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510KATIM EVALUASI HATLATDIRLATWADIRLATDANDENKOMLEK DANDENMALAT STAF LATIHAN KASETLATSTRATEGIOYUMINLOGLITBANGKOMLEKPELAKUPIMUMLATWAPIMUMLAT: Garis komando: Garis koordinasiPEJABAT PARAFWadankodiklatauDirdok KodiklatauDirlat KodiklatauKadiskumauKasetumauPaban III/Sislat Ditlat Kodiklatau


TENTARA NASIONAL INDONESIAMARKAS BESAR ANGKATAN UDARADAFTAR PESERTA POKJANO NAMA PANGKAT/KORPS/NRP JABATAN KET1 2 3 4 51. Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc.Marsda TNI Wadankodiklatau Penasihat2. Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr.(Han).Marsma TNI Kapoksahli Kodiklatau Narasumber3. Yuniarsa Aditya Permana, S.E., M.M.Marsma TNI Dirdok Kodiklatau Narasumber4. Prasetiya Halim, S.H.Marsma TNI Dirlat Kodiklatau Penanggung Jawab5. Muh. Juanda Kolonel Pas/517470Paban III/Sislat Ditlat KodiklatauKetua Pokja6. Rony Widodo, S.T., M.M., M.Han.Kolonel Pnb/523345Paban I/Renlat Ditlat KodiklatauWakil KetuaPokja I7. Joko Tri Cahyono, S.I.P., M.Han.Kolonel Pas/521854Paban II/Opslat Ditlat KodiklatauWakil KetuaPokja II8. Handy Priantono, S.T., M.I.Pol.Letkol Lek/528679Pabandyaaslat Paban II/Opslat Ditlat KodiklatauSekretaris9. M. Zulfikar Lubis Letkol Sus/522912Pabandyafaslat Paban III/Sislat Ditlat KodiklatauAnggota10. I Made Sumadra, S.Pd.Letkol Pas/524367Pabandyagarlat Paban II/Opslat Ditlat KodiklatauAnggota11. Yoyok Priambodo, S.Pd.Letkol Pas/524368PabandyajianevalatK/L Paban II/ Jianevalat Ditjian KodiklatauAnggota12. Saparyanto Letkol Sus/524447Pabandyarendaljuk Paban II/Binjuk Ditdok KodiklatauAnggota13. Oktana Eka Letkol Tek/527032Pabandyasisorg Paban II/Jemen SrenaauAnggota14. Roni Wijaya Letkol Pas/528681Sahli Sibernika KopasgatAnggota15. Poetoet Sri Raharjo, S.H.Letkol Kum/529254Kasilahprodundang Subdisundang Diskumau AnggotaLampiran D Keputusan KasauNomor Kep/357/XI/2024Tanggal 5 November 2024


- 39 -1 2 3 4 516. Setyo Budi Pulungan, S.E., S.M., M.Han.Letkol Pnb/532355Pabandyalat Sops Kaskoopsud IIAnggota17. Imron Fathir, S.T. Letkol Pnb/532349Pabandyalat Sops Kaskoopsud IIIAnggota18. Rezha Wibowo H. Letkol Pnb/533721Pabandya Dukopslat Paban IV/Dukopsbang Sops KoopsudnasAnggota19. Didik Purbo S. Mayor Nav/535050PS Pabandyalat Sops Kaskoopsud IAnggota20. Hengky Hermawan Mayor Pas/537863Pabandakerma Bandyakerma Paban III/Lat SopsauAnggota21. Reny Bidasari Mayor Adm/537320Kasubbagprod Bagminu SetumauAnggota22. Sri Suharwati Letda Adm/532784PS Kaurmin Ditlat KodiklatauPendukung23. Candra Agung WidodoSerka/539390Ba Operator Komputer Paban I/Renlat Ditlat KodiklatauPendukung24. Larasati Dwi AnggrainiSerka/542626Ba Smin DankodiklatauPendukung25. Budi Haryanto Serka/543328Ba Operator Komputer Paban II/Opslat Ditlat KodiklatauPendukung26. Kurniawan Usman Nur ArifinSerda/42110005552235Ba Operator Komputer Paban III/Sislat Ditlat KodiklatauPendukung27. Ulil Albab Serda/3521101000554008Ba Operator Komputer Paban I/ Renlat Ditlat KodiklatauPendukungAutentikasiKEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI AU,AGUS SETYO HARTONO, S.A.P., M. Han.KOLONEL ADM NRP 517510a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARAKOMANDAN KODIKLAT,tertandaDr. ARIF MUSTOFA, M.M., CGRE.MARSEKAL MADYA TNI


- 40 -DAFTAR DISTRIBUSINO NAMA JABATAN/SATUAN JMLBUKU KETERANGAN1 2 3 4MABESAU1. Kasau 12. Wakasau 13. Irjenau 14. Koorsahli Kasau 15. Asrena Kasau 16. Asintel Kasau 17. Asops Kasau 18. Aspers Kasau 19. Aslog Kasau 110. Aspotdirga Kasau 111. Askomlek Kasau 112. Kapuslaiklambangjaau 113. Kadiskuau 114. Kadispamsanau 115. Kadisopslatau 116. Kadiskesau 117. Kadiswatpersau 118. Kadispenau 119. Kadiskumau 120. Kadiskomlekau 121. Kasetumau 122. Dandenmabesau 1KOOPSUDNAS SERTA SATUAN JAJARANNYA23. Pangkoopsudnas 124. Pangkoopsud I 125. Pangkoopsud II 126. Pangkoopsud III 1JAJARAN KOOPSUD I27. Dankosek IKN 128. Dankosek I 129. Danlanud Halim Perdanakusuma 130. Danlanud Atang Sendjaja 131. Danlanud Roesmin Nurjadin 132. Danlanud Supadio 133. Danlanud Suryadarma 134. Danlanud Raden Sadjad 135. Danwing Udara 1 136. Danwing Udara 4 137. Danwing Udara 6 138. Danwing Udara 7 139. Danwing Udara 8 140. Danskadron Udara 1 141. Danskadron Udara 2 142. Danskadron Udara 6 143. Danskadron Udara 7 144. Danskadron Udara 8 145. Danskadron Udara 12 1


- 41 -1 2 3 446. Danskadron Udara 16 147. Danskadron Udara 17 148. Danskadron Udara 31 149. Danskadron Udara 45 150. Danskadron Udara 51 151. Danskadron Udara 52 1JAJARAN KOOPSUD II52. Dankosek II 153. Danlanud Iswahjudi 154. Danlanud Abdulrachman Saleh 155. Danlanud Sultan Hasanuddin 156. Danwing Udara 2 157. Danwing Udara 3 158. Danwing Udara 5 159. Danskadron Udara 3 160. Danskadron Udara 4 161. Danskadron Udara 5 162. Danskadron Udara 11 163. Danskadron Udara 14 164. Danskadron Udara 15 165. Danskadron Udara 21 166. Danskadron Udara 32 167. Danskadron Udara 33 1JAJARAN KOOPSUD III68. Dankosek III 169. Danlanud Manuhua 170. Danskadron Udara 27 1KOPASGAT SERTA SATUAN JAJARANNYA71. Dankopasgat 172. Danwingko I 173. Danwingko II 174. Danwingko III 175. Dansatbravo 90 176. Danyonko 461 177. Danyonko 462 178. Danyonko 463 179. Danyonko 464 180. Danyonko 465 181. Danyonko 466 182. Danyonko 467 183. Danyonko 468 184. Danyonko 469 185. Dandenmatra 1 186. Dandenmatra 2 187. Dandenhanud 471 188. Dandenhanud 472 189. Dandenhanud 473 190. Dandenhanud 474 191. Dandenhanud 475 192. Dandenhanud 476 193. Dandenhanud 477 1


- 42 -1 2 3 4KODIKLATAU SERTA SATUAN JAJARANNYA94. Dankodiklatau 195. Danpuslat 1ARSIP96. Ditdok Kodiklatau 297. Ditlat Kodiklatau 298. Setumau 1Jumlah 100


Click to View FlipBook Version