The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

NOMOR KEP/332/XII/2020 TANGGAL 8 DESEMBER 2020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by E-Library Pusbekmatau, 2023-02-16 03:25:10

JUKGAR PENDIDIKAN PERSONEL

NOMOR KEP/332/XII/2020 TANGGAL 8 DESEMBER 2020

Keywords: JUKGAR

TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PERSONEL DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR KEP/332/XII/2020 TANGGAL 8 DESEMBER 2020 PG : PRS - 04


DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/332/XII/2020 Tanggal 8 Desember 2020 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel. 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ...........…………………………………....….….…….. 3 2. Maksud dan Tujuan ..……………….…...……………….... 3 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut ...………...……………….. 3 4. Dasar ......…….…………………………..……………………. 4 5. Pengertian ….………………………………..……………....... 4 6. Kedudukan ….………………………………..……………...... 4 BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 7. Umum .........………………………………………..………….. 4 8. Tujuan dan Sasaran ….........……..……........................ 5 9. Prinsip ........................................................................ 5 10. Pendidikan Personel..................................................... 6 BAB III ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB 11. Umum …...……………………………………….…….…….... 19 12. Organisasi Pendidikan Personel.............….........…….... 19 13. Tugas dan Tanggung Jawab....….....…………………….... 22 BAB IV TAHAPAN PENYELENGGARAAN 14. Umum …………………………....….....…………………….... 23 15. Tahap Perencanaan ...….....…………….........……………. 24 16. Tahap Persiapan ............………………………................. 26 17. Tahap Pelaksanaan ….........……………………............... 30 18. Tahap Pengakhiran .................................................... 34 BAB V DUKUNGAN 19. Umum ……………………………......…………………………. 37 20. Anggaran ..…......……................................................... 37 21. Administrasi Umum …………......………………………..... 37 22. Personel ..……………..…......……………......................... 38 23. Logistik ……………..…......……………........................... 38 24. Komunikasi ..………..…......…………….......................... 38 25. Kesehatan .…............................................................... 38 26. Pengamanan .…........................................................... 38 27. Hukum .…................................................................... 38


ii BAB VI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 26. Umum .......................................................................... 38 27. Pengawasan .................................................................. 38 28. Pengendalian ................................................................. 38 BAB VII PENUTUP 29. Petunjuk Turunan ......................................................... 39 30. Keberhasilan ................................................................. 44 31. Penyempurnaan ............................................................ 44 LAMPIRAN A : DAFTAR PENGERTIAN ..................................................... 45 LAMPIRAN B : SKEMA KEDUDUKAN ...................................................... 49 LAMPIRAN C-1 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PRAJURIT ………. 50 LAMPIRAN C-2 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS ………………………………………………………………….. 51 LAMPIRAN D-1 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PRAJURIT TAHAP PERENCANAAN……………………………………………………. 52 LAMPIRAN D-2 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS TAHAP PERENCANAAN……………………………………. 53 LAMPIRAN E-1 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PRAJURIT TAHAP PERSIAPAN…………………………………………………………. 54 LAMPIRAN E-2 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS TAHAP PERSIAPAN…………………………………………. 55 LAMPIRAN F-1 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PRAJURIT TAHAP PELAKSANAAN…………………………………………………..… 56 LAMPIRAN F-2 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS TAHAP PELAKSANAAN……………………………………. 57 LAMPIRAN G-1 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PRAJURIT TAHAP PENGAKHIRAN…………………………………………………….. 58 LAMPIRAN G-2 : STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS TAHAP PENGAKHIRAN…………………………………….. 59 LAMPIRAN H : DAFTAR PESERTA POKJA ............................................... 60 DAFTAR DISTRIBUSI


KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA Nomor Kep/332/XII/2020 tentang PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PERSONEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Bab VI angka 24 huruf c Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/143/VII/ 2020 tentang Doktrin Fungsi Umum Personalia, perlu menetapkan keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel; Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 33/TNI/Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; 2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1055/IX/2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; 3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/588/VII/2020 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; 4. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 37 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tugas Staf Personalia TNI Angkatan Udara; 5. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/143/VI/2020 tentang Doktrin Fungsi Umum Personalia; Memperhatikan : 1. Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/1272/XI/2020 tentang penugasan Kelompok kerja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel;


- 2 - 2. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel; MEMUTUSKAN: Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Peyelenggaraan Pendidikan Personel, sebagaimana tercantum pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini menggunakan kode PG : PRS-04 dan berklasifikasi biasa. 2. Asisten Personalia Kasau sebagai pembina materi Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel. 3. Pada saat keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/811/XII/2014 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU Tentang Pendidikan dan Latihan Personel, Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/812/XII/2014 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU Tentang Seleksi Pendidikan serta Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/938/XII/2018 Tentang Petunjuk Seleksi Pendidikan di Lingkungan TNI Angkatan Udara, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Desember 2020 a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, tertanda TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI Autentikasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI ANGKATAN UDARA, AHMAD DACHLAN SUKARDJO, S.E., M.M. KOLONEL ADM NRP 515583


TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PERSONEL BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Fungsi umum personalia TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam rangka pembinaan bidang personel yang terdiri dari prajurit TNI AU dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI AU berkaitan dengan dua hal yaitu terkait dengan sumber daya manusia dan pembinaan personel. Salah satu bagian kegiatanya adalah pendidikan. Pendidikan personel pada hakekatnya merupakan pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta sikap untuk mendidik pribadi serta meningkatkan kualitas personel yang mempunyai kemampuan dengan karakteristik tanggap, tanggon, dan trengginas. b. Penyelenggaraan pendidikan personel sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia harus bersinergi dan mewadahi semua jenis dan macam pendidikan personel. Dengan terbitnya Doktrin Fungsi Umum Personalia, maka Keputusan Kasau Nomor Kep/811/XII/2014 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU Tentang Pendidikan dan Latihan Personel, Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/812/XII/2014 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU tentang Seleksi Pendidikan serta Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/938/XII/2018 Tentang Petunjuk Seleksi Pendidikan di Lingkungan TNI Angkatan Udara sudah tidak sesuai dengan perkembangan organisasi dan doktrin TNI AU. c. Guna tercapainya ketertiban dan keselarasan dalam penyelenggaraan pendidikan personel dan agar pelaksanaan dapat terselenggara secara efektif dan efisien, maka perlu disusun Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel. 2. Maksud dan Tujuan. Maksud dan tujuan penyusunan naskah ini adalah: a. Maksud. Maksud penyusunan petunjuk penyelenggaraan (Jukgar) ini adalah untuk menyajikan ketentuan dan tahapan penyelenggaraan pendidikan personel, bagi seluruh komponen yang terkait dengan pendidikan personel TNI AU. b. Tujuan. Tujuan penyusunan jukgar ini adalah sebagai pedoman agar pemangku kepentingan dapat memiliki kesamaan persepsi, pola pikir, dan pola tindak dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan personel di lingkungan TNI AU. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup dan tata urut naskah sebagai berikut: a. Ruang Lingkup. Ruang lingkup penyusunan jukgar ini meliputi ketentuan dan pokok-pokok penyelenggaraan pendidikan, organisasi, tugas dan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan, tahapan penyelenggaraan, dukungan, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan pendidikan. Lampiran Keputusan Kasau Nomor Kep/332/XII/2020 Tanggal 8 Desember 2020


- 4 - b. Tata Urut. Tata urut penyusunan jukgar ini sebagai berikut: 1) Pendahuluan. 2) Ketentuan-Ketentuan. 3) Organisasi, Tugas, dan Tanggung Jawab. 4) Tahapan Penyelenggaraan. 5) Dukungan. 6) Pengawasan dan Pengendalian. 7) Penutup. 4. Dasar. Dasar yang digunakan dalam penyusunan jukgar ini sebagai berikut: a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). b. Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pegawai di Lingkungan Kementerian Pertahanan. c. Peraturan Panglima TNI Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Markas Besar TNI Angkatan Udara. d. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/245/X/2019 tentang Petunjuk Referensi Tingkat I Stratifikasi Doktrin di Lingkungan TNI Angkatan Udara. e. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/285/XI/2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Penyusunan dan Penerbitan Doktrin di Lingkungan TNI Angkatan Udara. f. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/143/VI/2020 tentang Doktrin Fungsi Umum Personalia. 5. Pengertian. Untuk memperoleh kesamaan persepsi dan interpretasi terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam jukgar ini perlu disampaikan daftar pengertian. Daftar pengertian tercantum pada lampiran A. 6. Kedudukan. Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel ini berada pada strata operasional level 2, merupakan petunjuk turunan dari Doktrin Fungsi Umum Personalia dan menjadi acuan dan rujukan bagi penyusunan petunjuk pada strata di bawahnya. Skema kedudukan tercantum pada lampiran B. BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 7. Umum. Beberapa ketentuan yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan personel, meliputi tujuan dan sasaran, prinsip, serta ketentuan pendidikan personel yang mengatur tentang pendidikan prajurit dan PNS di lingkungan TNI AU.


- 5 - 8. Tujuan dan Sasaran. Tujuan dan sasaran pendidikan personel sebagai berikut: a. Tujuan. Tujuan dalam pendidikan personel adalah membentuk dan membekali peserta didik agar menjadi personel yang profesional, mampu melaksanakan tugas, sadar akan tugas serta tanggung jawab masing-masing dan mengembangkan kompetensi agar memiliki sikap perilaku yang baik, pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta kesegaran jasmani yang prima dilandasi Sumpah Prajurit, Saptamarga, Delapan Wajib TNI bagi prajurit dan dilandasi Panca Prasetya Korpri bagi PNS TNI AU sehingga mampu mengemban tugas dan tanggung jawabnya. b. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai dalam pendidikan personel adalah: 1) Terwujudnya personel TNI AU yang profesional dengan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas. 2) Tercapainya kebutuhan jumlah sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan perkembangan organisasi dan alutsista. 3) Terbentuknya/terwujudnya karakter, sikap, mental, moral dan kepribadian personel TNI AU yang sesuai dengan jati diri TNI serta memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas dalam mendukung pelaksanaan tugas. 4) Terwujudnya pembinaan kemampuan personel TNI AU secara optimal sesuai bidang profesi dan strata kepangkatannya. 5) Terwujudnya pengembangan sistem pembinaan sumber daya manusia yang mampu mengarahkan kesiapan sumber daya manusia secara tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat waktu, dan tepat guna sesuai dengan kebutuhan organisasi. 6) Terwujudnya kemantapan mental kejuangan, disiplin keprajuritan, kepribadian pejuang prajurit, dan prajurit pejuang yang utuh serta tangguh berlandaskan Saptamarga dan Sumpah Prajurit. 7) Tercapainya profesionalisme prajurit dan PNS berdasarkan tugas dan perannya. 9. Prinsip. Disamping memegang teguh tujuan dan sasaran di atas, pendidikan hendaknya berpedoman pada prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Tujuan. Pendidikan personel selalu berpegang teguh kepada tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan organisasi dalam rangka melaksanakan tugas. b. Efektif. Pendidikan personel diselenggarakan dengan mekanisme yang tepat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional. c. Efisien. Pendidikan personel diselenggarakan dengan menggunakan sumber daya yang tepat dan dapat mewujudkan hasil yang optimal. d. Dinamis. Pendidikan personel harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan alat utama sistem senjata, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan strategis serta tuntutan tugas.


- 6 - e. Selektif. Kegiatan pendidikan personel yang dilaksanakan melalui seleksi atau penyaringan dengan mengutamakan aspek kualitatif. f. Objektif. Kegiatan pendidikan personel dilaksanakan dengan berdasarkan pada hasil yang valid dan benar serta menjamin tidak adanya kepentingan pribadi maupun kelompok/golongan dari pihak manapun sehingga kepentingan organisasi TNI AU lebih diutamakan. g. Tertib. Kegiatan pendidikan personel harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan peraturan yang berlaku. h. Akuntabel. Kegiatan pendidikan personel harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, logis, akademis, dan administratif. i. Visioner. Pendidikan personel harus memiliki pandangan jauh kedepan dalam menghadapi pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan lingkungan strategis. j. Terpadu. Pendidikan personel harus memiliki keterpaduan baik sistem, pola serta sinergitas antar lembaga pendidikan. k. Kepribadian. Pendidikan personel harus mampu mengembangkan kepribadian secara wajar yang diarahkan kepada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. l. Profesionalisme. Pendidikan personel selalu berpegang teguh pada suatu usaha sadar untuk menyiapkan sistem pendidikan yang baik sehingga dapat berperan aktif dan positif dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. 10. Pendidikan Personel. Pendidikan personel merupakan upaya yang bertujuan agar mampu berfungsi sesuai dengan tuntutan kebutuhan organisasi serta dapat terselenggara secara efektif dan efisien. Usaha tersebut dilaksanakan dan dikembangkan melalui penggolongan pendidikan, sistem pendidikan, komponen pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan Doktrin Fungsi Umum Personalia, perkembangan pendidikan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan strategis. Penyelenggaraan pendidikan personel diuraikan sebagai berikut: a. Penggolongan Pendidikan. Penggolongan pendidikan terdiri atas 2 (dua) golongan yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. 1) Pendidikan Sekolah. Pendidikan sekolah diberikan kepada personel untuk membekali, memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan pengetahuan dan atau keterampilan tertentu yang disusun secara sistematis dan diselenggarakan di lembaga pendidikan, dengan ketentuan sebagai berikut: a) Pendidikan Pertama (Dikma). Dikma personel/prajurit TNI AU yaitu pendidikan untuk membentuk warga negara yang memenuhi syarat dan terpilih untuk menjadi perwira, bintara dan tamtama yang ditempuh melalui Pendidikan Dasar Keprajuritan (Diksarrit), Pendidikan Dasar Golongan (Diksargol) dan Pendidikan Dasar Golongan Lanjutan (Diksargolan). Pendidikan dilaksanakan agar tercapainya sikap mental dan kepribadian, pengetahuan dan keterampilan, serta kesegaran jasmani sesuai dengan peranan dan golongan/strata kepangkatan sebagai prajurit TNI.


- 7 - (1) Dikma Pa Akademi Angkatan Udara. (2) Dikma Pa PK TNI. (3) Dikma Pa PSDP. (4) Dikma Pa lainnya. (5) Dikma Ba. (6) Dikma Ta. b) Pendidikan Pembentukan (Diktuk). Diktuk prajurit TNI AU yaitu pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berasal dari bintara/tamtama menjadi perwira/bintara yang ditempuh melalui pendidikan dasar keprajuritan dan dasar golongan perwira/bintara agar memiliki sikap dan perilaku, pengetahuan dan keterampilan, serta kesamaptaan jasmani sesuai dengan peranan dan golongan/strata kepangkatan sebagai prajurit TNI AU. (1) Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa). (2) Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba). (3) Secaba Khusus. c) Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum). Dikbangum personel TNI AU yaitu pendidikan jenjang yang berkelanjutan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan perwira TNI AU terpilih agar memiliki pengetahuan, wawasan, kemampuan taktis, teknis manajerial, dan memiliki karakter kepemimpinan yang tangguh serta kesegaran jasmani yang baik. (1) Sesko TNI/setingkat (2) Sesko Angkatan/setingkat (3) Sekkau/setingkat. d) Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes). Dikbangspes personel TNI AU yaitu pendidikan untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi baik yang telah maupun belum diperoleh dari daur pendidikan, pelatihan dan penugasan sebelumnya, dalam rangka proyeksi penggunaan personel selanjutnya. (1) Pendidikan Dasar Kecabangan. (2) Pendidikan Kejuruan. (3) Pendidikan Jabatan. (4) Pendidikan Kualifikasi Khusus. (5) Pendidikan Pengembangan lainnya. e) Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Dikiptek). Dikiptek yaitu pendidikan yang difokuskan pada penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meningkatkan/mengembangkan wawasan pengetahuan personel untuk menunjang profesionalisme.


- 8 - f) Pendidikan Peralihan (Dikalih). Dikalih prajurit TNI yaitu pendidikan untuk melengkapi dan memantapkan aspek pendidikan dasar golongan pangkat bagi bintara/tamtama yang mendapat anugerah Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) operasi militer perang menjadi perwira/bintara. g) Pendidikan Lemhannas/Setingkat. Pendidikan Lemhannas RI yaitu pendidikan yang diikuti oleh perwira TNI berpangkat kolonel sampai dengan pati untuk mengembangkan kemampuan manajerial, wawasan kebangsaan dan kepemimpinan berskala tingkat nasional. h) Pendidikan dan Pelatihan PNS. Pendidikan dan pelatihan PNS yaitu pendidikan dan pelatihan dalam mewujudkan pembinaan secara berlanjut dan berkesinambungan dalam rangka mewujudkan PNS yang profesional dengan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang diharapkan serta memiliki jiwa juang bagi kepentingan organisasi untuk mendukung tugas yang dipercayakan. 2) Pendidikan Luar Sekolah. Pendidikan luar sekolah diberikan kepada prajurit untuk meningkatkan pengetahuan atau keterampilan tertentu yang diselenggarakan tidak melalui pendidikan sekolah, yaitu melalui penataran. Pendidikan luar sekolah selain dilaksanakan di dalam negeri juga dapat dilaksanakan di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. b. Sistem Pendidikan. Sistem pendidikan diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang mengikuti perkembangan lingkungan strategis. Hal tersebut meliputi segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan struktur pendidikan dan pola yang disusun secara sistematis untuk mempertajam relevansi pendidikan yang diselenggarakan guna pemenuhan kebutuhan kemampuan personel. 1) Struktur Pendidikan. Struktur pendidikan merupakan bentuk penataan terhadap hubungan antar jenis dan macam pendidikan sesuai golongan, kepangkatan dan jabatan dengan tetap berpegang kepada tercapainya tujuan pendidikan secara terarah, konsisten dan berlanjut yang meliputi: a) Struktur Pendidikan Perwira TNI. Struktur pendidikan perwira TNI harus dapat menggambarkan susunan dan keterkaitan antar jenis dan macam pendidikan serta berkaitan erat dengan pola pembinaan karier perwira TNI AU mulai dari saat pengangkatan sampai dengan akhir masa dinasnya. Melalui jenis dan macam pendidikan dikembangkan pengetahuan, kecakapan dan keahlian perwira TNI AU. Kesempatan mengikuti pendidikan disesuaikan dengan periode pengembangan perwira dengan melihat kebutuhan organisasi dan diberikan secara adil dan wajar. b) Struktur Pendidikan Bintara dan Tamtama TNI AU. Struktur pendidikan bintara dan tamtama TNI AU harus dapat menunjukkan hubungan jenis dan macam pendidikan yang berlaku bagi bintara dan tamtama dalam rangka membentuk, mengembangkan kemampuan kecakapan dan kemahiran dalam melaksanakan tugas pekerjaan dan jabatannya yang berkaitan erat dengan tingkat kepangkatannya sesuai kejuruan dengan penugasannya.


- 9 - c) Struktur Pendidikan dan Pelatihan PNS. Struktur pendidikan dan pelatihan PNS harus dapat menunjukkan susunan dan urutan jenis serta macam pendidikan untuk menggambarkan pola pembinaan karier mulai dari CPNS, prajabatan sampai kejenjang pendidikan dan pelatihan selanjutnya baik untuk PNS golongan II maupun PNS golongan III. 2) Pola Pendidikan. Pola pendidikan TNI AU adalah bentuk pendidikan yang diberlakukan untuk prajurit maupun PNS yang dilengkapi dengan persyaratan pendidikan, jenis pendidikan, jangka waktu pelaksanaan pendidikan, tujuan dan sasaran pendidikan yang disesuaikan dengan golongan kepangkatan, tempat penugasan, tingkat jabatan dan tingkat kualifikasi yang diinginkan. Dengan pola pendidikan, diharapkan pendidikan dapat dilaksanakan secara terarah, berjenjang, dan berkelanjutan sehingga pada akhirnya akan diperoleh hasil didik yang diharapkan: a) Pola Pendidikan Perwira. Pola pendidikan perwira merupakan pola yang disusun untuk membekali prajurit golongan perwira yang secara struktur menempati jabatan dan penugasan mulai dari tingkat pertama sampai pada tingkat tinggi yang memerlukan kemampuan dan keterampilan tingkat teknis, taktis, dan tingkat perumus kebijakan strategis bidang pertahanan negara melalui pendidikan sebagai berikut: (1) Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa). Dikmapa untuk membentuk warga negara yang memenuhi syarat dan terpilih untuk menjadi perwira yang ditempuh melalui Diksarrit dan Diksargol serta Diksargolan melalui seleksi agar memiliki sikap perilaku, pengetahuan, dan keterampilan serta kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan peranan dan golongan/strata kepangkatan meliputi: (a) Pendidikan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU). Pendidikan AAU adalah pendidikan pertama prajurit TNI AU untuk membentuk warga negara Indonesia lulusan pendidikan sekolah menengah umum atau sederajat yang memenuhi syarat dan terpilih menjadi calon perwira TNI Angkatan Udara yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan, serta kesamaptaan jasmani yang baik sebagai prajurit profesional yang potensial untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan angkatan, sehingga dapat melaksanakan tugas teknis dan taktis sesuai kecabangan/korps di angkatan, memiliki kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas. (b) Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI. Pendidikan Pa PK TNI adalah pendidikan pertama prajurit TNI untuk membentuk warga negara Indonesia lulusan perguruan tinggi yang memenuhi syarat dan dinyatakan lulus serta terpilih menjadi prajurit siswa Pa PK TNI AU yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesegaran jasmani yang baik sebagai prajurit yang profesional sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki, sehingga terwujud perwira TNI AU yang memiliki jiwa


- 10 - juang dan kepemimpinan yang tangguh, kemampuan teknis keprajuritan dan manajemen dasar TNI AU untuk mendukung pelaksanaan tugas. (c) Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP). Pendidikan PSDP adalah pendidikan pertama prajurit TNI untuk membentuk warga negara Indonesia terpilih menjadi calon perwira PSDP yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesegaran jasmani yang baik sebagai prajurit yang profesional dengan kemampuan pada kejuruan/ bidang tugas tertentu lingkup Mabes TNI/angkatan, sehingga dapat terwujud jiwa juang dan kepemimpinan yang tangguh, penguasaan, keluasan dan kedalaman ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan teknis serta taktis untuk mendukung pelaksanaan tugas tertentu. (d) Pendidikan Pertama Perwira Lainnya. Pendidikan pertama perwira lainnya adalah pendidikan pertama prajurit yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak lain sehingga didapatkan calon perwira TNI yang profesional. (2) Pendidikan Pembentukan Perwira melalui Pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa). Setukpa untuk membentuk dan mengembangkan bintara TNI AU terpilih yang memenuhi syarat untuk menjadi perwira TNI AU yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesegaran jasmani yang baik sebagai prajurit profesional pada strata kepangkatan komandan peleton atau yang sederajat. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan perwira TNI AU yang memiliki jiwa juang dan kepemimpinan yang tangguh, penguasaan, keluasan dan kedalaman ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan teknis, taktis dan operasional sesuai dengan kecabangan/ korps di angkatan untuk mendukung pelaksanaan tugas. (3) Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum). Dikbangum adalah pendidikan jenjang yang berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan manajerial perwira. (a) Sekolah Staf Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau). Sekkau merupakan pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan perwira TNI AU terpilih agar memiliki kemampuan manajemen staf, kepemimpinan dan jiwa juang yang mantap serta kemampuan taktis, teknis dan administratif, serta kesegaran jasmani yang baik sebagai pelaksana kegiatan yang siap operasional. motivasi dan dedikasi yang tinggi, penguasaan, keluasan dan kedalaman ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis, taktis serta operasional tingkat tertentu pada kecabangan/korps/fungsi angkatan untuk mendukung pelaksanaan tugas.


- 11 - (b) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau). Seskoau merupakan pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan perwira menengah yang terpilih sebagai kader pimpinan TNI agar memiliki kemampuan sebagai perwira staf dan komando di tingkat Angkatan Udara. Pendidikan ini dilaksanakan agar terwujudnya perwira menengah yang memiliki karakter, jiwa juang dan kepemimpinan yang tangguh, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang tugasnya, serta mampu melaksanakan perencanaan dan prosedur staf dan komando, kemampuan merencanakan, menyelenggarakan, mengendalikan operasi taktis dan strategis di TNI AU serta memiliki kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas. (c) Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI). Sesko TNI merupakan pendidikan untuk menyiapkan perwira menengah TNI yang terpilih sebagai kader pimpinan TNI pada masa yang akan datang agar memiliki kemampuan manajemen strategis pertahanan negara. Pendidikan ini dilaksanakan agar dapat terwujud dan terbina perwira menengah TNI AU yang berkarakter, berjiwa juang, memiliki sifat kepemimpinan yang tangguh, motivasi yang tinggi, penguasaan, keluasan dan kedalaman ilmu penge-tahuan dan keterampilan pada tingkat profesional di bidang tugasnya dan kemampuan untuk merencanakan, menyelenggarakan, mengendalikan operasi taktis dan strategis tingkat operasi gabungan TNI serta kampanye militer dan memiliki kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas. (4) Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Perwira (Dikbangspespa). Dikbangspespa terdiri atas, pendidikan jabatan dan pendidikan keahlian. (a) Pendidikan Jabatan Perwira. Pendidikan jabatan Perwira merupakan pendidikan untuk menyiapkan Perwira TNI yang profesional sebagai pejabat komando/pimpinan unit organisasi TNI pada tingkat tertentu. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesamaptaan jasmani yang baik sebagai pejabat komandan/pimpinan unit organisasi TNI yang memiliki manajemen tugas dan fungsi jabatan, keterampilan memimpin dan membina unit organisasi pada tingkat tertentu untuk mendukung pelaksanaan tugas. (b) Pendidikan Keahlian Perwira. Pendidikan keahlian kualifikasi khusus perwira merupakan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan para perwira TNI dalam bidang keahlian dan keterampilan tertentu guna mendukung penugasan pada jabatan fungsional atau staf dalam bidang pertahanan negara. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta


- 12 - kesegaran jasmani yang baik sebagai perwira TNI yang memiliki bidang keahlian/spesialisasi tertentu dalam pelaksanaan fungsi-fungsi TNI untuk mendukung pelaksanaan tugas. (5) Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Dikiptek). Dikiptek perwira merupakan pendidikan untuk membekali dan mengembangkan kemampuan para perwira dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam pembinaan maupun pengembangan organisasi TNI. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan perwira TNI yang memiliki sikap perilaku, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, serta penguasaan dan penerapannya sesuai dengan kebutuhan organisasi TNI. (6) Pendidikan Peralihan (Dikalih). Dikalih prajurit TNI yaitu pendidikan untuk melengkapi dan memantapkan aspek pendidikan dasar golongan pangkat, bagi bintara yang mendapat anugerah Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesegaran jasmani yang baik sebagai perwira TNI, yang memiliki jiwa juang dan kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan teknis, taktis dan operasional sesuai dengan kecabangan/korps di angkatan untuk mendukung pelaksanaan tugas. (7) Pendidikan Lemhannas RI. Pendidikan Lemhannas merupakan pendidikan untuk memantapkan sikap mental dan kepribadian perwira TNI berpangkat kolonel sampai dengan pati guna diproyeksikan menjadi kader pimpinan nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesegaran jasmani yang baik sebagai perwira TNI, yang memiliki jiwa juang dan karakter kepemimpinan nasional, pengetahuan dan keterampilan taktis dan strategis di bidang pertahanan negara guna mendukung pelaksanaan tugas. b) Pola Pendidikan Bintara. Fungsi dan peranan bintara dalam tatanan organisasi TNI adalah sebagai tulang punggung pelaksanaan tugas serta mata rantai penghubung antara prajurit golongan perwira sebagai pimpinan dengan prajurit golongan tamtama sebagai pelaksana tugas. Oleh karena itu, pendidikan bintara bertujuan membentuk dan mengembangkan bintara, agar memiliki pengetahuan, mampu, cakap, terampil serta mahir melaksanakan tugas dan jabatan sesuai dengan lapangan penugasannya melalui jenis pendidikan sebagai berikut: (1) Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba). Dikmaba merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk warga negara Indonesia yang terpilih menjadi bintara karier TNI AU yang bersikap dan berperilaku pengetahuan dan keterampilan serta kesamaptaan jasmani sebagai dasar untuk menjadi prajurit profesional, pendidikan ini dilaksanakan agar terwujudnya sikap perilaku personel


- 13 - bintara TNI yang memiliki jiwa juang dan kepemimpinan yang tangguh, pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugas pelatihan, teknis dan taktis pada satuan/unit organisasi setingkat regu serta kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas sebagai prajurit profesional yang potensial untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi TNI AU. (2) Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Bintara (Dikbangspesba). Dikbangspesba merupakan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi baik yang telah maupun belum diperoleh dari daur pendidikan, pelatihan dan penugasan sebelumnya. Dikbangspesba terdiri dari enam jenis pendidikan yaitu pendidikan kejuruan, pendidikan jabatan dan pendidikan keahlian. (a) Pendidikan Kejuruan Bintara (Dikjurba) ISD. (b) Latihan Kerja (Latker). (c) Pendidikan ITC. (d) Pendidikan Kejuruan Bintara (Dikjurba) nonISD. (e) Kursus Bintara Manajemen Kejuruan (Susbamenjur). Susbamenjur merupakan salah satu persyaratan mengikuti setukpa, dimana Susbamenjur diikuti oleh semua bintara baik dari jalur ISD maupun non-ISD. (f) Pendidikan Kualifikasi Khusus (Dikkualsus). Dikkualsus dari berbagai macam bidang profesi yang diperlukan oleh satuan-satuan TNI AU dalam rangka membentuk dan membangun kualifikasi khusus bagi bintara TNI AU. (3) Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Dikiptek). Dikiptek merupakan pendidikan untuk membekali dan mengembangkan kemampuan para bintara TNI dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam pembinaan maupun pengembangan organisasi TNI. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan bintara TNI yang memiliki sikap perilaku, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, serta penguasaan dan penerapannya sesuai dengan kebutuhan organisasi TNI. (4) Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba). Diktukba merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan tamtama TNI AU terpilih dan memenuhi syarat untuk menjadi bintara TNI AU. c) Pola Pendidikan Tamtama. Pola pendidikan golongan pangkat tamtama merupakan pelaksana suatu kegiatan dalam tatanan organisasi TNI AU yang memerlukan keterampilan tingkat tertentu dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit profesional tingkat pelaksana melalui jenis pendidikan sebagai berikut:


- 14 - (1) Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata). Dikmata TNI AU untuk membentuk warga negara yang memenuhi syarat dan terpilih untuk menjadi tamtama yang ditempuh melalui pendidikan dasar keprajuritan (Diksarit), pendidikan dasar golongan (Diksargol) agar memiliki sikap, mental dan kepribadian, kemampuan, keterampilan, memiliki kesegaran jasmani dan karakter, sesuai dengan peranan sebagai tamtama TNI AU untuk mendukung pelaksanaan tugas. (2) Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Tamtama (Dikbangspesta). Dikbangspesta merupakan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan subspesialisasi prajurit TNI AU pada level tamtama. Dikbangspesta terdiri dari pendidikan kejuruan dan pendidikan keterampilan yaitu: (a) Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama (Sejursarta). Sejursarta merupakan pendidikan yang bertujuan untuk menyiapkan tamtama TNI AU yang memiliki jiwa juang tinggi agar mempunyai tingkat keterampilan tertentu dalam bidang pekerjaan atau kejuruan. Pendidikan ini dilaksanakan untuk membentuk sikap perilaku sebagai tamtama TNI AU yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tingkat tertentu sesuai dengan tingkat kepangkatan serta kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugas. (b) Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama (Susjurlata). Susjurlata merupakan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para tamtama TNI AU dalam bidang keterampilan tertentu guna mendukung penugasan pada jabatan fungsional bidang tugas tertentu di satuan. Pendidikan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sikap perilaku sebagai tamtama TNI AU yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis bidang keahlian tertentu serta kesegaran jasmani yang baik sehingga mampu diterapkan dalam melaksanakan tugas. (c) Pendidikan Kualifikasi Khusus (Dikkualsus). Dikkualsus merupakan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para tamtama TNI AU dalam bidang keahlian dan keterampilan bidang tertentu guna mendukung penugasan pada jabatan fungsional bidang tugas tertentu di satuan dari berbagai macam bidang profesi yang diperlukan oleh satuan-satuan TNI AU. d) Pola Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS. Diklat PNS merupakan bagian integral dari sistem pembinaan pegawai yang mempunyai keterkaitan dengan pengembangan karier pegawai serta dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan yang disesuaikan dengan golongan dan strata kepangkatan serta lingkup penugasan. Pola pendidikan dan pelatihan PNS TNI AU terdiri atas pendidikan dan pelatihan prajabatan, pendidikan dan


- 15 - pelatihan dalam jabatan serta pendidikan dan pelatihan diluar jabatan. (1) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. Pendidikan dan pelatihan prajabatan merupakan Diklat yang wajib diikuti Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil untuk membentuk PNS yang profesional yang karakternya dibentuk oleh nilai dasar profesi PNS, sikap dan perilaku disiplin PNS, pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Pendidikan prajabatan mengacu pada pola pendidikan PNS Kementerian Pertahanan terdiri atas: (a) Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS. Latsar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. (b) Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran (Diklatsarmil) PNS. Diklatsarmil PNS adalah pendidikan yang dipersyaratkan bagi CPNS, dilaksanakan untuk membentuk CPNS agar memiliki sikap mental, kesegaran jasmani dan disiplin sesuai dengan watak serta karakter PNS. (c) Pendidikan dan Latihan Dasar Manajemen (Diklatsarjemen) PNS. Diklatsarjemen PNS adalah pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada CPNS/PNS agar memiliki ilmu pengetahuan dasar manajemen TNI AU dan dasar operasi udara dengan jiwa juang serta kesegaran jasmani yang baik sesuai dengan tugasnya. (2) Pendidikan dan Pelatihan Dalam Jabatan. Pendidikan dan pelatihan dalam jabatan merupakan pendidikan dan pelatihan bagi PNS untuk pengembangan pengetahuan, meningkatkan kompetensi, keterampilan dan sikap personel untuk menunjang tugas-tugas yang ada dalam penugasannya. Pendidikan dalam jabatan terdiri atas: (a) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). PKA adalah pelatihan struktural kepemimpinan administrator sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah yang mengatur mengenai manajemen pegawai negeri sipil. (b) Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). PKP adalah pelatihan struktural kepemimpinan pengawas sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah yang mengatur mengenai manajemen pegawai negeri sipil. (c) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional. Diklat fungsional adalah diklat yang dilaksanakan


- 16 - untuk memenuhi persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masingmasing. (d) Pendidikan dan Latihan Teknis. Pendidikan dan pelatihan teknis PNS adalah diklat yang dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk melaksanakan tugas. (3) Pendidikan dan Pelatihan di luar jabatan. Diklat diluar jabatan merupakan diklat dalam rangka mengembangkan kompetensi yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan. Diklat diluar jabatan terdiri dari: (a) Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Umum (Diklatbangum). Diklatbangum merupakan diklat berjenjang dan berkesinambungan untuk mengembangkan kemampuan umum yang diperoleh dari daur pendidikan, pelatihan dan penugasan sebelumnya dalam rangka penggunaan pegawai selanjutnya. (b) Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Spesialisasi (Diklatbangspes). Diklatbangspes merupakan pendidikan untuk mengembangkan spesialisasi baik yang telah maupun yang belum diperoleh dari daur pendidikan, pelatihan dan penugasan sebelumnya, dalam rangka proyeksi penggunaan pegawai selanjutnya. (c) Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Diklatiptek). Diklatiptek merupakan pendidikan yang difokuskan pada penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meningkatkan/mengembangkan wawasan pengetahuan pegawai untuk menunjang profesionalisme. (d) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara. Diklat bela negara merupakan pendidikan yang memberikan pengetahuan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara melalui pemahaman aspek pembinaan kejuangan dan kepribadian, kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, semangat rela berkorban jiwa dan raga serta ilmu dasar kemiliteran dalam kesiapsiagaan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. (e) Pendidikan dan Pelatihan Teknis Alih Golongan (Diklat Alih Golongan). Diklat alih golongan merupakan pendidikan yang memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap perilaku untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan setingkat golongan III secara profesional, yang diperuntukan bagi PNS yang akan beralih statusnya dari golongan II ke golongan III.


- 17 - c. Komponen Pendidikan. Komponen pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk menjamin terlaksananya operasional dalam pendidikan agar dapat berjalan secara efektif, efisien, dan modern sesuai dengan kebutuhan serta tujuan dan sasaran pendidikan. Komponen pendidikan dimaksud meliputi 10 (sepuluh) komponen pendidikan yang terdiri atas: 1) Kurikulum Pendidikan. Kurikulum pendidikan adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisikan rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum dijabarkan secara terstruktur dalam bentuk perangkat kendali pendidikan (Katdaldik) dan instruction system development (ISD) yang merupakan seperangkat dokumen sebagai alat kendali operasional pendidikan. 2) Paket Instruksi. Paket instruksi adalah perangkat kelengkapan kesiapan tenaga pendidik dalam memberikan materi pelajaran guna tercapainya tujuan kurikuler/pelajaran dengan seefektif dan seefisien mungkin. 3) Tenaga Pendidik. Tenaga pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. 4) Tenaga Kependidikan. Tenaga kependidikan adalah personel yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan 5) Peserta Didik. Peserta didik adalah prajurit dan PNS TNI AU yang harus dikembangkan potensi dirinya melalui proses pendidikan pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. 6) Alat Instruksi dan Alat Penolong Instruksi (Alins/Alongins) Pendidikan. Alins/alongins pendidikan adalah sarana pendidikan berupa alat maupun perlengkapan yang langsung diperlukan untuk menolong dan melengkapi gadik dalam pelaksanaan mengajar dengan efektif. 7) Fasilitas Pendidikan. Fasilitas pendidikan adalah fasilitas instruksi, akomodasi, dan fasilitas pelayanan jasa yang diatur sesuai dengan ketentuan tentang pembinaan logistik TNI yang baku. 8) Metode Pengajaran. Metode pengajaran adalah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan dan diarahkan kepada inovasi cara penyampaian bahan ajaran yang berorientasi kepada tenaga pendidik dan peserta didik. 9) Evaluasi Hasil Belajar. Evaluasi hasil belajar adalah metode untuk dapat mengukur perkembangan/prestasi peserta didik serta tingkat efisiensi dan efektivitas tujuan dan sasaran kurikulum pendidikan. 10) Anggaran Pendidikan. Anggaran pendidikan adalah dukungan kebutuhan yang diperlukan berupa bahan dan biaya untuk kelancaran pendidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.


- 18 - d. Hubungan Pendidikan Personel dengan Sistem Pendidikan Nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan oleh kementerian atau lembaga nonkementerian. Secara institusi bahwa TNI/TNI AU merupakan lembaga pemerintah nondepartemen sehingga pendidikan di lingkungan TNI merupakan pendidikan yang bersifat kedinasan yang menjadi bagian dari Sisdiknas. Hubungan dan kerja sama di bidang pendidikan antara Mabes TNI AU dengan Depdiknas sudah dipayungi dalam wadah MoU antara Mendiknas dengan Panglima TNI melalui surat keputusan Panglima TNI Nomor Skep/108/V/1992 dan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/41/II/1992, tanggal 22 Februari 1992, tentang kerja sama pendidikan, penelitian dan pengembangan serta jasa-jasa lain di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap usaha peningkatan mutu dalam program pendidikan TNI selalu terkait dengan sisdiknas, khususnya disiplin ilmu pada tingkat pendidikan tinggi yang mempunyai pengaruh langsung terhadap fungsi-fungsi TNI, dengan demikian hasil pendidikan TNI dapat disetarakan dan memperoleh akreditasi sesuai ketentuan Sisdiknas. e. Pendidikan Kesetaraan. Pendidikan kesetaraan adalah penetapan macam pendidikan yang diikuti oleh personel baik Dikbangum, Dikbangspes dan Dikbangiptek yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. Macam pendidikan yang dapat disetarakan dengan Susjurlata, Susbamenjur, Suspajemen, Sekkau, Seskoau, Sesau, Sesko TNI, dan Lemhannas RI diatur lebih lanjut dalam bentuk keputusan Kasau (dalam peraturan lainnya/ditetapkan melalui keputusan Kasau). f. Seleksi Pendidikan. Seleksi pendidikan merupakan upaya untuk mendapatkan calon peserta didik yang berkualitas serta memenuhi kreteria dan peryaratan yang telah ditetapkan oleh peraturan dan ketentuan. Dalam rangka mendukung proses seleksi pendidikan yang logis, obyektif, sestematis dan akuntabel diperlukan pokok-pokok seleksi pendidikan yang meliputi persyaratan seleksi, panitia pelaksana seleksi, alokasi pemanggilan calon siswa seleksi dan penetapan jumlah siswa, kelulusan seleksi pendidikan, mekanisme penentuan hasil seleksi, pendaftaran seleksi secara online, penetapan calon siswa, dan ketentuan tiket holder. 1) Persyaratan Seleksi. Persyaratan seleksi merupakan ketentuan yang mengatur secara spesifik tentang kreteria calon peserta yang akan diusulkan untuk diajukan sebagai calon perserta seleksi pendidikan diatur secara khusus dalam petunjuk teknis pendidikan tersebut dan atau ketentuan lainya. 2) Panitia Pelaksana Seleksi. Panitia pelaksana seleksi diatur dalam organisasi kepanitiaan yang disesuaikan dengan jenis pendidikan yang akan diselenggarakan. 3) Pendaftaran Seleksi Pendidikan. Pendaftaran seleksi pendidikan dilakukan oleh satker, binprof, dan juga dilakukan peserta melalui online. 4) Alokasi Pemanggilan Calon Siswa Seleksi dan Penetapan Jumlah Siswa. Guna menjamin proses seleksi pendidikan agar menghasilkan siswa yang berkwalitas sesuai dengan kreteria kelulusan dan memenuhi alokasi pendidikan maka ditetapkan alokasi pemanggilan calon siswa seleksi dengan ratio seleksi secara proporsional yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.


- 19 - 5) Penetapan Calon Siswa. Penetapan calon siswa dilakukan melalui mekanisme sesuai kententuan dari jenis/macam pendidikan. 6) Kelulusan Seleksi Pendidikan. Secara garis besar semua calon siswa harus memenuhi syarat kelulusan yang telah ditetapkan baik persyaratan umum maupun persyaratan khusus. 7) Mekanisme Penentuan Hasil Seleksi Pendidikan. Penentuan hasil seleksi pendidikan Sesko TNI, Seskoau, Sesau dan Sekkau dilaksanakan dalam rangka menentukan siswa yang lulus untuk mengikuti pendidikan ditetapkan melalui proses pembahasan oleh Dewan Pertimbagan Karier Prajurit TNI AU Bidang Pendidikan melalui tahapan rakor dan wajak. Penentuan hasil seleksi pendidikan untuk sekolah lainya ditentukan dengan mekanisme yang diatur oleh juknis masing masing pendidikannya. 8) Ketentuan Tiket Holder. Bagi calon siswa yang masuk tiket holder untuk mengikuti pendidikan berikutnya harus mengikuti seleksi dan memenuhi syarat sebagai berikut: a) Seleksi Pendidikan dibawah enam bulan langsung mengikuti Pendidikan. b) Seleksi Pendidikan diatas enam bulan harus mengikuti: (1) Seleksi kesehatan. (2) Seleksi kesegaran jasmani. (3) Seleksi psikologi. (4) Seleksi kesehatan jiwa. BAB III ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB 11. Umum. Untuk menjamin terwujudnya tujuan dan sasaran pendidikan personel yang efektif dan efisien, maka perlu organisasi penyelenggara yang bertugas dan bertanggung jawab mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. 12. Organisasi Pendidikan Personel. Organisasi pendidikan personel adalah organisasi yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengemban fungsi pembinaan personalia sesuai dengan tuntutan tugas yang diembannya dengan melibatkan satuan lainnya di dalam organisasi maupun di luar organisasi melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran. a. Struktur Organisasi Pendidikan Personel. Struktur organisasi dalam penyelenggaraan pendidikan personel terdiri dari: 1) Struktur organisasi penyelenggaraan pendidikan prajurit tercantum dalam lampiran C-1. 2) Struktur organisasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan PNS tercantum dalam lampiran C-2.


- 20 - b. Susunan Organisasi Pendidikan Personel. Susunan organisasi dalam pendidikan personel terdiri dari organisasi pendidikan prajurit dan organisasi pendidikan dan pelatihan PNS sebagai berikut: 1) Susunan Organisasi Pendidikan Prajurit. Susunan organisasi pendidikan prajurit sebagai berikut: (a) Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau). Kasau selaku penanggung jawab kegiatan pendidikan prajurit. (b) Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau). Irjenau selaku pengawas pelaksana program kegiatan dan anggaran yang berkaitan dengan pendidikan prajurit. (c) Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasau (Asrena Kasau). Asrena Kasau selaku perencana anggaran yang berkaitan dengan pendidikan prajurit. (d) Asisten Personalia Kasau (Aspers Kasau). Aspers Kasau selaku koordinator pendidikan prajurit. (e) Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Agkatan Udara (Dankodiklatau). Dankodiklatau selaku pembina pendidikan, melaksanakan evaluasi, penelitian dan pengembangan pendidikan serta melaksanakan pengusahaan pemberian instruksional pada masing masing kecabangan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan di jajaran Kodiklatau. (f) Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Danseskoau). Danseskoau selaku penyelenggara pendidikan pengembangan umum tertinggi TNI AU melaksanakan pendidikan operasi matra udara, serta menyelenggarakan sekolah staf angkatan udara. (g) Gubernur Akademi Angkatan Udara (Gub AAU). Gub AAU selaku penyelenggara pendidikan pertama perwira sukarela TNI AU. (h) Komandan Pusat Pendidikan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU (Danpusdik). Danpusdik menyelenggarakan pendidikan teknik, umum, perbekalan, pertahanan udara, dan pasgat serta pendidikan lain sesuai kebijakan pimpinan. (i) Kepala Dinas Pendidikan TNI AU (Kadisdikau). Kadisdikau selaku pelaksana fungsi penyelenggara pendidikan personel TNI AU meliputi analisa kebutuhan, perencanaan, pengembangan, pengawasan, seleksi, pengendalian pendidikan, dan evaluasi pendidikan serta pembinaan kurikulum pendidikan. (j) Kepala Dinas Administrasi Personel TNI Angkatan Udara (Kadisminpersau). Kadisminpersau selaku pelaksana fungsi penyelenggara pembinaan dan administrasi personel, merumuskan dan mengendalikan pembinaan personel dalam peningkatan kemampuan profesionalisme. (k) Induk pembina profesi (Inbinprof). Inbinprof selaku pembina personel pada setiap kecabangan profesi, merencanakan,


- 21 - menyusun, mengembangkan kemampuan personel pada bidang profesi sesuai keahlian. (l) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Adisutjipto (Adi), Adi Soemarmo (Smo), dan Sulaiman (Slm) selaku penyelenggara pendidikan. (m) Komandan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Dansekkau). Dansekkau selaku penyelenggara pendidikan pengembangan umum pendidikan TNI AU. (n) Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pertahanan Udara Nasional. (Danpusdiklat Hanudnas) selaku peyelenggara pendidikan. (o) Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasgat (Danpusdiklat Pasgat) selaku penyelenggara pendidikan. 2) Susunan Organisasi Pendidikan dan Pelatihan PNS. Susunan organisasi dalam pendidikan dan pelatihan PNS sebagai berikut: (a) Kasau selaku penanggung jawab kegiatan pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Irjenau selaku pengawas pelaksana program kegiatan dan anggaran yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan PNS. (c) Asrena Kasau selaku perencana anggaran yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan PNS. (d) Aspers Kasau selaku koordinator pendidikan dan pelatihan PNS. (e) Dankodiklatau selaku pembina pendidikan, melaksanakan evaluasi, penelitian dan pengembangan pendidikan serta melaksanakan pengusahaan pemberian instruksional pada masing masing kecabangan yang diselenggarakan lembaga pendidikan di jajaran Kodiklatau. (f) Danpusdik selaku penyelenggara pendidikan melaksanakan pendidikan prajabatan dan pendidikan dalam jabatan bagi PNS TNI AU. (g) Kadisdikau selaku pelaksana fungsi penyelenggara pendidikan personel TNI AU meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, pengawasan, seleksi, pengendalian, dan evaluasi pendidikan serta pembinaan kurikulum pendidikan. (h) Kadisminpersau selaku pelaksana fungsi penyelenggaraan pembinaan dan administrasi PNS, merumuskan dan mengendalikan pembinaan PNS dalam peningkatan kemampuan profesionalisme. (i) Inbinprof selaku pembina personel pada setiap kecabangan profesi, merencanakan, menyusun, mengembangkan kemampuan PNS pada bidang profesi sesuai keahlian. (j) Danlanud Slm selaku penyelenggara pendidikan.


- 22 - 13. Tugas dan Tanggung Jawab. Tugas dan tanggung jawab dalam pendidikan personel sebagai berikut: a. Pendidikan Prajurit. 1) Kasau. Kasau bertugas menetapkan kebijakan pokok pendidikan prajurit dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. 2) Irjenau. Irjenau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam menyelenggarakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap daya guna dan hasil guna, tertib hukum dan tertib terhadap pendidikan prajurit berdasarkan kebijakan, rencana, program, norma, ketentuan dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku. 3) Asrena Kasau. Asrena Kasau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam menyelenggarakan fungsi staf dibidang perencanaan program dan anggaran TNI AU termasuk di dalamnya pengendalian program dan anggaran pendidikan prajurit. 4) Aspers Kasau. Aspers Kasau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam merumuskan dan supervisi staf terkait pelaksana tugas pendidikan prajurit. 5) Dankodiklatau. Dankodiklatau bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan evaluasi, penelitian dan pengembangan pendidikan serta melaksanakan pengusahaan pemberian instruksional pada masing masing kecabangan yang diselenggarakan lembaga pendidikan di jajaran Kodiklatau. 6) Danseskoau. Danseskoau bertugas dan bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan pengembangan umum tertinggi TNI AU, pendidikan operasi matra udara, serta menyelenggarakan sekolah staf Angkatan Udara. 7) Gub AAU. Gub AAU bertugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pendidikan perwira pertama AAU. 8) Danpusdik. Danpusdik bertugas membantu Dankodiklatau dalam penyelenggaraan pendidikan teknik, umum, perbekalan, pertahanan udara, dan pasgat serta pendidikan lain sesuai kebijakan pimpinan 9) Kadisdikau. Kadisdikau bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, mengembangkan pendidikan prajurit. 10) Kadisminpersau. Kadisminpersau bertugas dan bertanggung jawab membina dan penyelenggaraan fungsi administrasi personel yang berkaitan dengan pendidikan prajurit. 11) Dansekkau. Dansekkau betugas dan bertanggung jawab pendidikan pengembangan umum. 12) Inbinprof. Inbinprof mengemban tugas untuk merencanakan, menyusun, mengembangkan kemampuan personel pada bidang profesi sesuai keahlian.


- 23 - 13) Danlanud Adisutjipto, Adi Soemarmo, dan Sulaiman bertugas dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan bidang dan spesialisasi pendidikan yang diembannya. 14) Danpusdiklat Hanudnas. Danpusdiklat Hanudnas bertugas dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan bidang pertahanan udara. 15) Danpusdiklat Pasgat. Danpusdiklat Pasgat bertugas dan bertanggung jawab penyelenggaraan pendidikan bidang pertempuran darat, hanud, matra khas udara, dan khusus. b. Pendidikan dan Pelatihan PNS. 1) Kasau. Kasau membantu dan pelaksana Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI dalam pendidikan dan pelatihan PNS dalam rangka pembinaan dan pelatihan kemampuan PNS. 2) Irjenau. Irjenau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam menyelenggarakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap daya guna dan hasil guna, tertib hukum dan tertib terhadap pendidikan dan pelatihan PNS berdasarkan kebijakan, rencana, program, norma, ketentuan dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku. 3) Asrena Kasau. Asrena Kasau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam menyelenggarakan fungsi staf dibidang perencanaan program dan anggaran TNI AU di dalamnya pengendalian program dan anggaran pendidikan dan pelatihan PNS. 4) Aspers Kasau. Aspers Kasau bertugas dan bertanggung jawab membantu Kasau dalam supervisi staf terkait pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan PNS. 5) Dankodiklatau. Dankodiklatau bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan evaluasi, penelitian dan pengembangan pendidikan serta melaksanakan pengusahaan pemberian instruksional pada masing masing jenis pendidikan dan pelatihan PNS yang diselenggarakan lembaga pendidikan di jajaran Kodiklatau. 6) Kadisdikau. Kadisdikau bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, mengembangkan, dan menyelenggaraan pendidikan dan pelatihan PNS. 7) Kadisminpersau. Kadisminpersau bertugas dan bertanggung jawab membina dan menyelenggaraan fungsi administrasi personalia yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan PNS. BAB IV TAHAPAN PENYELENGGARAAN 14. Umum. Penyelenggaraan pendidikan personel disusun melalui tahapantahapan yang disesuaikan dengan sistem pembinaan personel dan kebutuhan organisasi dengan tetap memperhatikan kewenangan, tugas dan tanggung jawab sesuai organisasi penyelenggara pendidikan dalam lingkup tataran kewenangan di lingkungan TNI AU. Tahapan penyelenggaraan pendidikan personel disusun melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran.


- 24 - 15. Tahap Perencanaan. Organisasi dan urutan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap perencanaan pendidikan personel sebagai berikut: a. Organisasi. Struktur organisasi dan susunan tugas tahap perencanaan: 1) Struktur Organisasi. Struktur organisasi tahap perencanaan pendidikan personel: a) Struktur organisasi pendidikan prajurit tahap perencanaan tercantum dalam lampiran D-1. b) Struktur organisasi pendidikan dan pelatihan PNS tahap perencanaan tercantum dalam lampiran D-2. 2) Susunan Tugas. Susunan tugas pada tahap perencanaan sebagai berikut: a) Tahap perencanaan pendidikan prajurit. (1) Kasau. Kasau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Menetapkan kebijakan umum tentang pendidikan prajurit. (b) Mengeluarkan direktif tentang pendidikan prajurit. (2) Asrena Kasau. Asrena Kasau mengeluarkan kebijakan perencanaan anggaran yang berkaitan dalam pendidikan prajurit. (3) Aspers Kasau. Aspers Kasau merencanakan kebijakan umum dalam merumuskan pendidikan prajurit. (4) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Menyusun rencana penyelenggaraan program pendidikan, mengembangkan sistem maupun metode pendidikan prajurit. (b) Menyusun kebutuhan pendidikan prajurit. (5) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Menyusun rencana program pendidikan. (b) Menyusun kebutuhan penyelenggaraan pendidikan prajurit. (6) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Menyusun rencana pembinaan administrasi pendidikan prajurit.


- 25 - (b) Menyusun rencana calon peserta didik yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi pendidikan. (7) Inbinprof. Inbinprof mengusulkan personel yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi pendidikan. b) Tahap perencanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (1) Kasau. Kasau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Menetapkan kebijakan pokok pembinaan pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Mendelegasikan pengesahan kurikulum pendidikan kepada Aspers Kasau. (2) Aspers Kasau. Menetapkan kebijakan umum pendidikan dan pelatihan PNS dan atas nama Kasau mengesahkan kurikulum pendidikan. (3) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Merencanakan dan koordinasi kegiatan penyusunan program pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Merencanakan kurikulum pendidikan dan pelatihan PNS. (c) Merencanakan dan melaksanakan pendidikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) dan bela negara. (d) Merencanakan kebutuhan biaya untuk pendidikan pembekalan atau pendidikan latihan dasar manajemen dan pendidikan pengembangan atau pendidikan latihan kejuruan golongan II. (4) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap perencanaan bertugas: (a) Merencanakan calon siswa pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Merencanakan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan prajabatan CPNS golongan II, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) serta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan administrator (PKA). (c) Merencanakan kebutuhan biaya pendidikan dan pelatihan prajabatan CPNS golongan II, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) serta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan administrator (KPA). (d) Satker Pengguna/Pembina. Satker pengguna/ pembina mengajukan usulan ke Disminpersau untuk pendidikan dan pelatihan CPNS/PNS.


- 26 - b. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan tahap perencanaan sebagai berikut: 1) Urutan kegiatan tahap perencanaan pendidikan prajurit. a) Kasau. Kasau menetapkan pokok-pokok kebijakan pendidikan prajurit. b) Asrena Kasau. Asrena Kasau menyusun perencanaan anggaran yang berkaitan dalam pendidikan prajurit. c) Aspers Kasau. Aspers Kasau sebagai koordinator melaksanakan perencanaan kebijakan umum dalam pendidikan prajurit. d) Dankodiklatau. Dankodiklatau menyusun perencanaan penyelenggaraan pendidikan prajurit. e) Kadisminpersau. Kadisminpersau melaksanakan penyusunan rencana pembinaan administrasi personel. f) Kadisdikau. Kadisdikau menyusun program pendidikan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan umum yang telah ditetapkan. g) Inbinprof. Inbinprof mengusulkan personel dan berkoordinasi dengan instansi tentang prajurit yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi pendidikan. 2) Urutan kegiatan perencanaan pendidikan dan pelatihan PNS. a) Kasau. Kasau menetapkan pokok-pokok kebijakan pendidikan dan pelatihan PNS. b) Asrena Kasau. Asrena Kasau menyusun perencanaan anggaran yang berkaitan dalam pendidikan dan pelatihan PNS. c) Aspers Kasau. Aspers Kasau sebagai koordinator melaksanakan perencanaan kebijakan umum dalam pendidikan dan pelatihan PNS. d) Dankodiklatau. Dankodiklatau menyusun perencanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan PNS. e) Kadisminpersau. Kadisminpersau melaksanakan penyusunan rencana pembinaan administrasi pendidikan dan pelatihan PNS. f) Kadisdikau. Kadisdikau menyusun program pendidikan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan umum yang telah ditetapkan. g) Inbinprof. Inbinprof mengusulkan PNS dan berkoordinasi dengan instansi tentang PNS yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi pendidikan dan pelatihan. 16. Tahap Persiapan. Organisasi dan urutan kegiatan pendididikan personel dalam tahap persiapan sebagai berikut:


- 27 - a. Organisasi. Struktur organisasi dan susunan tugas pendidikan personel tahap persiapan sebagai berikut: 1) Struktur Organisasi. Struktur organisasi tahap persiapan sebagai berikut: a) Struktur organisasi pendidikan prajurit tahap persiapan tercantum dalam lampiran E-1. b) Struktur organisasi pendidikan dan pelatihan PNS tahap persiapan tercantum dalam lampiran E-2. 2) Susunan Tugas. Susunan tugas pada tahap persiapan sebagai berikut: a) Tahap persiapan pendidikan prajurit sebagai berikut: (1) Kasau. Kasau bertugas memonitor persiapan pendidikan prajurit. (2) Asrena Kasau. Asrena Kasau bertugas mengeluarkan kebijakan anggaran dalam penyelenggaraan pendidikan prajurit. (3) Aspers Kasau. Apers Kasau dalam tahap persiapan bertugas sebagai berikut: (a) Memonitor pelaksanaan persiapan pendidikan prajurit. (b) Memberikan arahan, mengecek kesiapan dan melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam pendidikan prajurit. (4) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap persipan bertugas sebagai berikut: (a) Memonitor lembaga/satuan dalam menyiapkan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan. (b) Memberikan arahan, mengecek kesiapan dan melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam pendidikan prajurit. (c) Menyusun kebutuhan alins/alongins pendidikan melalui koordinasi dengan satuan pelaksana pendidikan (satlatdik). (5) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap persiapan bertugas sebagai berikut: (a) Merumuskan dan menyiapkan kebijakan teknis dalam program pendidikan prajurit. (b) Menyiapkan personel untuk melaksanakan proses seleksi pendidikan.


- 28 - (c) Melaksanakan seleksi calon siswa sampai dengan pelaksanaan sidang pantukhir penentuan calon siswa untuk semua jenis pendidikan selain dikma. (d) Melaksanakan seleksi calon siswa diktuk bintara/tamtama dan dikbangum serta merencanakan sidang pantukhir penentuan calon siswa yang dipimpin oleh Aspers Kasau. (6) Kadisminpersau. Kadisminperasau dalam tahap persiapan bertugas sebagai berikut: (a) Menentukan/memilih calon peserta yang akan mengikuti seleksi/pendidikan. (b) Berkoordinasi dengan inbinprof dan ingunpers untuk memilih calon peserta seleksi pendidikan. (c) Memantau hasil seleksi pendidikan untuk kepentingan pembinaan karier personel selanjutnya. (7) Inbinprof. Inbinprof mengusulkan calon siswa yang eligible untuk mengikuti seleksi sesuai dengan bidang profesi. a) Susunan tugas tahap persiapan pendidikan dan pelatihan PNS sebagai berikut: (1) Kasau. Kasau bertugas memonitor persiapan pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Asrena Kasau. Asrena Kasau bertugas mengeluarkan kebijakan anggaran dalam persiapan pendidikan dan pelatihan PNS. (3) Aspers Kasau. Aspers Kasau bertugas memberikan arahan, mengecek kesiapan dan melaksanakan koordinasi dengan instasi terkait dalam pendidikan dan pelatihan PNS. (4) Dankodiklatau. Dankodiklatau memantau dalam penyiapan satuan dibawahnya yang akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan PNS. (5) Kadisdikau. Kadisdikau bertugas merumuskan dan menyiapkan kebijakan teknis dalam program pendidikan dan pelatihan PNS. b. Urutan kegiatan. Urutan kegiatan pendidikan dalam tahap persiapan sebagai berikut: 1) Urutan kegiatan pendidikan prajurit tahap persiapan sebagai berikut: a) Aspers Kasau. Aspers Kasau memonitor pelaksanaan persiapan penyelenggaraan pendidikan prajurit


- 29 - b) Kadisdikau. Kadisdikau melaksanakan persiapan penyelenggaraan pendidikan prajurit. c) Kadisminpersau. Kadisminpersau melaksanakan persiapan penyelenggaraan pendidikan prajurit. d) Dankodiklatau. Dankodiklatau melaksanakan persiapan penyelenggaraan pendidikan prajurit. e) Danseskoau. Danseskoau menyiapkan personel, sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan pendidikan. f) Gub AAU. Gub AAU menyiapkan personel, sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan pendidikan Taruna dan Taruni. g) Danpusdik, Dansekkau, Danlanud Adi, Smo, Slm, Danpusdiklat Hanudnas dan Danpusdiklat Pasgat sebagai berikut: (1) Menyiapkan komponen pendidikan. (2) Menyiapkan personel, sarana dan prasarana pendidikan prajurit. (3) Menyiapkan rencana pelaksana pendidikan mengacu pada rencana `pendidikan dan program pendidikan TNI AU. h) Inbinprof. Inbinprof menyiapkan personel, mengusulkan dan mengkoordinasikan calon siswa yang eligible untuk mengikuti seleksi sesuai dengan bidang profesi. 2) Urutan kegiatan pendidikan dan pelatihan PNS tahap persiapan sebagai berikut: a) Aspers Kasau. Aspers Kasau memonitor pelaksanaan persiapan pendidikan dan pelatihan PNS. b) Kadisdikau. Kadisdikau melaksanakan persiapan pendidikan dan pelatihan PNS. c) Kadisminpersau. Kadisminpersau melaksanakan persiapan administratif personel dalam pendidikan dan pelatihan PNS. d) Danpusdik dan Danlanud Slm melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (1) Menyiapkan komponen pendidikan. (2) Menyiapkan personel, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan PNS. (3) Menyiapkan rencana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan mengacu pada rencana `pendidikan dan pelatihan PNS. e) Inbinprof. Inbinprof menyiapkan PNS, mengusulkan dan mengkoordinasikan calon siswa untuk mengikuti seleksi pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang profesi.


- 30 - 17. Tahap Pelaksanaan. Organisasi dan urutan kegiatan pendidikan personel pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut: a. Organisasi. Struktur dan susunan tugas pada tahap pelaksanaan pendidikan personel sebagai berikut: 1) Struktur Organisasi. Struktur organisasi pendidikan personel pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut: a) Struktur organisasi pendidikan prajurit tahap pelaksanaan tercantum dalam lampiran F-1. b) Struktur organisasi pendidikan dan latihan PNS tahap pelaksanaan tercantum dalam lampiran F-2. 2) Susunan Tugas. Susunan tugas tahap pelaksanaan pendidikan personel adalah sebagai berikut: a) Susunan tugas tahap pelaksanaan pendidikan prajurit adalah sebagai berikut: (1) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pendidikan prajurit. (b) Melaksanakan pembinaan terhadap pelaksanaan pendidikan prajurit. (2) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Memantau hasil seleksi dan pendidikan untuk kepentingan pembinaan karier personel selanjutnya. (b) Melaksanakan pembinaan dan administrasi personel. (3) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Menyelenggarakan pengembangan pendidikan baik sistem maupun metode. (b) Mengevaluasi penyelenggaraan seleksi dan memvalidasi pelaksanaan pendidikan. (c) Membina alins/alongins untuk kepentingan pengembangan kualitas hasil didik. (d) Menyelenggarakan pengembangan pendidikan baik sistem maupun metode. (4) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:


- 31 - (a) Melaksanakan penyelenggaraan pendidikan personel. (b) Menerbitkan keputusan pembukaan dan penutupan pendidikan. (c) Mengawasi dan mengendalikan jalannya operasi pendidikan serta menerbitkan ijazah. (d) Menerima laporan tentang program pengajaran, kalender pendidikan, dan rencana masing-masing kurikulum dari satuan pelaksana pendidikan. (e) Melaksanakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa dan evaluasi pelaksanaan pendidikan. (f) Melaksanakan pengkajian terhadap pendidikan. (g) Melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan kepada Kasau dan instansi terkait. (5) Danseskoau. Danseskoau dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Mengajukan surat permohonan pembukaan dan penutupan pendidikan. (b) Melaksanakan jalannya pendidikan dan menerbitkan ijazah. (c) Melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa dan evaluasi pelaksanaan pendidikan. (d) Melaporkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan. (6) Gub AAU. Gub AAU dalam tahap pelaksanaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Mengajukan surat permohonan pembukaan dan penutupan pendidikan. (b) Melaksanakan jalannya pendidikan dan menerbitkan ijazah. (c) Melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa dan evaluasi pelaksanaan pendidikan. (d) Melaporkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan. (7) Danpusdik, Dansekkau, Danlanud Adi, Smo, Slm, Danpusdiklat Pasgat, dan Danpudiklat Hanudnas melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Melaksanakan pendidikan sesuai dengan rencana dan program yang telah ditetapkan.


- 32 - (b) Melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa dan evaluasi pelaksanaan pendidikan prajurit. (8) Inbinprof melaksanakan: (a) Pemantauan prestasi dan hasil pendidikan siswa untuk kepentingan pembinaan profesi selanjutnya. (b) Memberikan saran dan masukan kepada instansi terkait mengenai personel yang sedang mengikuti pendidikan. b) Susunan tugas tahap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS adalah sebagai berikut: (1) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (a) Mengawasi dan mengendalikan pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Melaksanakan pembinaan terhadap proses pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Dankodiklatau. Dankodiklatau melalui lembaga pendidikan dibawahnya melaksanakan pendidikan dan pelatihan PNS. (3) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (a) Melaksanakan supervisi terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di lembaga pendidikan TNI AU dan bekerjasama dengan Mabes TNI, Kemhan RI, dan LAN. (b) Melaksanakan evaluasi program pendidikan dan pelatihan meliputi pendidikan dasar, pendidikan pembekalan, dan pendidikan pengembangan. (4) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (a) Melaksanakan administrasi pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan I dan golongan II CPNS. (b) Melaksanakan administrasi pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) PNS. (c) Melaksanakan evaluasi hasil pendidikan. (5) Kasatker Pengguna/Pembina bertugas sebagai berikut: (a) Membantu administrasi siswa dalam pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan.


- 33 - (b) Melaporkan keperluan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan. (c) Memberikan pembekalan secara administrasi dan akademis kepada PNS dibawah pembinaannya. b. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan pendidikan personel pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut: 1) Urutan kegiatan pendidikan prajurit pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut: a) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (1) Memonitor pelaksanaan kegiatan pendidikan prajurit. (2) Menerima laporan kegiatan pendidikan prajurit. b) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (1) Memonitor pelaksanaan kegiatan pendidikan prajurit. (2) Melaksakan pembinaan kepada satuan penyelenggara pendidikan. (3) Menerima laporan kegiatan pendidikan prajurit. c) Danseskoau. Danseskoau bertugas melaksanakan pendidikan dikbangum (Seskoau) dan dikbangspes (Sesau). d) Gub AAU. Gub AAU bertugas melaksanakan pendidikan pertama AAU. e) Kadisdikau. Kadisdikau bertugas melaksanakan fungsi pembinaan penyelenggaraan pendidikan prajurit. f) Kadisminpersau. Kadisminpersau bertugas melaksanakan fungsi pembinaan pendidikan prajurit. g) Danpusdik, Dansekkau, Danlanud Adi, Smo, Slm, Danpusdiklat Hanudnas, Danpusdiklat Pasgat bertugas melaksanakan pendidikan sesuai dengan program, jenis bidang pendidikan yang dilaksanakan. h) Inbinprof. Inbinprof bertugas memantau prestasi dan hasil pendidikan siswa untuk kepentingan pembinaan profesi selanjutnya. 2) Urutan kegiatan pendidikan dan pelatihan PNS pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut: a) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut: (1) Memonitor pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan PNS.


- 34 - (2) Menerima laporan kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. b) Dankodiklatau. Dankodiklatau bertugas melalui satuan dibawahnya melaksanakan pendidikan dan pelatihan PNS. c) Kadisdikau. Kadisdikau bertugas melaksanakan fungsi pembinaan pendidikan dan pelatihan PNS. d) Kadisminpersau. Kadisminpersau bertugas melaksanakan fungsi pembinaan pendidikan dan pelatihan PNS. e) Danpusdik, Danlanud Slm dan bertugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan PNS sesuai dengan program serta jenis bidang pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan. f) Inbinprof. Inbinprof bertugas memantau prestasi dan hasil pendidikan dan pelatihan siswa untuk kepentingan pembinaan profesi selanjutnya. 18. Tahap Pengakhiran. Organisasi dan urutan kegiatan pendidikan personel pada tahap pengakhiran adalah sebagai berikut: a. Organisasi. Struktur organisasi dan susunan tugas pendidikan personel dalam tahap pengakhiran. 1) Struktur Organisasi. a) Struktur organisasi pendidikan prajurit tahap pengakhiran lihat lampiran G-1. b) Struktur organisasi pendidikan dan pelatihan PNS tahap pengakhiran lihat lampiran G-2. 2) Susunan Tugas. Susunan tugas tahap pengakhiran pendidikan personel adalah sebagai berikut: a) Susunan tugas tahap pengakhiran pendidikan prajurit adalah sebagai berikut. (1) Kasau bertugas menerima laporan pelaksanaan pendidikan prajurit. (2) Irjenau bertugas menyelenggarakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap proses pendidikan prajurit. (3) Aspers Kasau dalam tahap pengakhiran bertugas melaksanakan sebagai berikut: (a) Melaksanakan evaluasi pelaksanaan pendidikan prajurit. (b) Menerima laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan program pendidikan prajurit. (4) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap pelaksanaan bertugas sebagai berikut:


- 35 - (a) Menerima hasil laporan pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan prajurit. (b) Melaksanakan evaluasi pelaksanaan pendidikan prajurit. (c) Mengkaji terhadap pelaksanaan pendidikan. (5) Danseskoau. Danseskoau bertugas menyusun dan melaporkan hasil pelaksanaan pendidikan di Seskoau. (6) Gub AAU. Gub AAU bertugas menyusun dan melaporkan hasil pelaksanaan pendidikan taruna. (7) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pengakhiran bertugas menyusun evaluasi terhadap personel yang telah mengikuti pendidikan. (8) Kadisdikau dalam tahap pengakhiran melaksanakan: (a) Membuat laporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan prajurit. (b) Menyusun evaluasi terhadap pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan prajurit. b) Susunan tugas tahap pengakhiran pendidikan dan pelatihan PNS adalah sebagai berikut: (1) Kasau bertugas menerima laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Irjenau bertugas menjalankan pengawasan dan pemeriksaan terhadap proses pendidikan dan pelatihan PNS. (3) Aspers Kasau dalam tahap pengakhiran bertugas melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Melaksanakan evaluasi pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Menerima laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (4) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pengakhiran bertugas melaksanakan hal-hal sebagai berikut: (a) Membuat laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Menyusun evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (5) Kadisdikau dalam tahap pengakhiran bertugas melaksanakan hal-hal sebagai berikut:


- 36 - (a) Membuat laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (b) Menyusun evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. b. Urutan Kegiatan. Urutan kegiatan pendidikan personel pada tahap pengakhiran sebagai berikut: 1) Urutan kegiatan pendidikan prajurit pada tahap pengakhiran adalah sebagai berikut: a) Kasau. Kasau menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan prajurit. b) Irjenau. Irjenau melaksanakan pemeriksaan laporan pelaksanaan pendidikan prajurit. c) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pengakhiran pendidikan prajurit: (1) Menerima laporan hasil pelaksaaan pendidikan prajurit. (2) Menetapkan laporan hasil pelaksanaan pendidikan prajurit dan melaporkan kepada Kasau. d) Dankodiklatau. Dankodiklatau dalam tahap pengakhiran Pendidikan prajurit: (1) Menerima hasil laporan pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan prajurit dari satuan penyelenggara. (2) Melaksanakan evaluasi pelaksanaan pendidikan prajurit. (3) Mengkaji terhadap pelaksanaan pendidikan. (4) Melaporkan dan memberikan saran kepada komando atas. e) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap pengakhiran pendidikan: (1) Menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan prajurit dari satuan pelaksana pendidikan. (2) Menyusun laporan hasil pelaksanaan pendidikan prajurit. (3) Melaporkan hasil pelaksanaan pendidikan prajurit kepada Aspers Kasau. f) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pengakhiran merencanakan pembinaan prajurit yang telah mengikuti Pendidikan.


- 37 - 2) Urutan kegiatan pendidikan dan pelatihan PNS pada tahap pengakhiran adalah sebagai berikut: a) Kasau. Kasau menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. b) Irjenau. Irjenau melaksanakan pemeriksaan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. c) Aspers Kasau. Aspers Kasau dalam tahap pengakhiran pendidikan dan pelatihan PNS : (1) Menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Menetapkan laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS serta melaporkannya kepada Kasau. d) Kadisdikau. Kadisdikau dalam tahap pengakhiran pendidikan dan pelatihan PNS: (1) Menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Menyusun laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (3) Melaporkan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS kepada Aspers Kasau. e) Kadisminpersau. Kadisminpersau dalam tahap pengakhiran pendidikan dan pelatihan PNS: (1) Menerima laporan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS. (2) Melaporkan hasil pelaksanaan pendidikan dan pelatihan PNS kepada Aspers Kasau. BAB V DUKUNGAN 19. Umum. Penyelenggaraan pendidikan personel dapat tercapai dengan optimal bila mendapat dukungan yang meliputi anggaran, administrasi umum, personel, logistik, komunikasi, kesehatan, pengamanan, dan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 20. Anggaran. Dukungan anggaran yang diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan personel didukung melalui anggaran berdasarkan program kerja yang sudah mendapat persetujuan dialokasikan melalui Daftar Isian Pelaksanaan dan Anggaran (DIPA). 21. Administrasi Umum. Dukungan administrasi umum diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan personel antara lain: a. Persyaratan administrasi dalam penyelenggaraan pendidikan personel.


- 38 - b. Mekanisme dan prosedur administrasi penyelenggaraan pendidikan personel. 22. Personel. Dukungan personel dalam penyelenggaraan personel yaitu: a. Personel yang memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang pendidikan personel. b. Personel yang memiliki latar belakang pendidikan/kursus/penataran dibidang pendidikan personel. 23. Logistik. Dukungan logistik diajukan oleh Mabes TNI AU berdasarkan kebutuhan operasional pendidikan dan dukungan kegiatan pendidikan berdasarkan kebutuhan yang diperlukan sesuai dengan norma indeks yang berlaku. 24. Komunikasi. Komunikasi pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan personel bersumber dari alat komunikasi yang tergelar di satuan masing-masing. 25. Kesehatan. Dukungan kesehatan dalam penyelenggaraan pendidikan personel menggunakan dukungan kesehatan dari satuan organik. 26. Pengamanan. Dukungan pengamanan dalam penyelenggaraan pendidikan personel dilaksanakan secara berjenjang melalui institusi bidang pengamanan. 27. Hukum. Dukungan bidang hukum dalam penyelenggaraan pendidikan personel dilaksanakan melalui penyuluhan hukum dan bantuan hukum. BAB VI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 28. Umum. Pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan pendidikan personel pada dasarnya dilaksanakan secara terus-menerus dan berjenjang, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, tertib aman, dan lancar. 29. Pengawasan. Pengawasan dilaksanakan sesuai dengan tataran kewenangan masing-masing pejabat sebagai berikut: a. Pengawasan umum berada pada Kasau, dalam pelaksanaannya dibantu oleh Irjenau. b. Pengawasan operasional berada pada Aspers Kasau. c. Pengawasan teknis berada pada Kepala Pelaksana. 30. Pengendalian. Pengendalian penyelenggaraan pendidikan personel sebagai berikut: a. Kendali utama dalam penyelenggaraan pendidikan personel berada pada Aspers Kasau, dalam pelaksanaannya dibantu oleh Kadisminpersau, Kadisdikau. b. Kendali operasional berada pada Dankodiklatau. c. Kendali taktis oleh kepala satuan terkait.


- 39 - BAB VII PENUTUP 31. Petunjuk Turunan. Petunjuk turunan dari Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel yaitu: a. Petunjuk Teknis Terkait Seleksi Pendidikan, antara lain: 1) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Pasis Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara. 2) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Pasis Sekolah Staf TNI Angkatan Udara. 3) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Pasis Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara. 4) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Pasis Kursus Perwira Manajemen. 5) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Sekolah Pembentukan Perwira TNI Angkatan Udara. 6) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Sekolah Pembentukan Bintara TNI Angkatan Udara. 7) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Teknik Pesawat. 8) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Elektronika. 9) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Paskhas. 10) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Polisi Militer. 11) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Jasmil. 12) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Intelud. 13) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Teknik Pesawat. 14) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur PLLU. 15) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Penerangan. 16) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur PDE. 17) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Hukum.


- 40 - 18) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Sarban. 19) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Fasilitas dan Instalasi. 20) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Perbekalan. 21) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Adminpers. 22) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Adminku. 23) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Adminu. 24) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Kesehatan. 25) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Psikologi. 26) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Potrud. 27) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Musik. 28) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Bahasa Inggris. 29) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Senjata. 30) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Meteo. 31) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susbamenjur Bintal. 32) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Teknik Pesawat. 33) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Paskhas. 34) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Polisi Militer. 35) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Mondar. 36) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Monponlek.


- 41 - 37) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Monrad. 38) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Avionik. 39) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Jurkom. 40) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Adminpers. 41) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Adminu. 42) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Adminku. 43) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Musik. 44) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata TUM. 45) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Senjata. 46) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Jasmil. 47) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata BMP. 48) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Pergudangan. 49) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata MC. 50) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Angkutan. 51) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Katalog. 52) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Kesehatan. 53) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Alsarbekud. 54) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Ranmor. 55) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Penerangan. 56) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata PDE. 57) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata PLLU.


- 42 - 58) Petunjuk Teknis Seleksi Calon Siswa Pendidikan Susjurlata Intelud. 59) Petunjuk Teknis lain sesuai kebutuhan. b. Petunjuk Teknis Terkait Penyelenggaraan Pendidikan, antara lain: 1) Petunjuk Teknis Pendidikan Akademi Angkatan Udara. 2) Petunjuk Teknis Pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara. 3) Petunjuk Teknis Pendidikan Sekolah Staf Angkatan Udara. 4) Petunjuk Teknis Pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara. 5) Petunjuk Teknis Pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira. 6) Petunjuk Teknis Pendidikan Sekolah Pembentukan Bintara. 7) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Penerbang dan Navigator. 8) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Polisi Militer. 9) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Pasukan. 10) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Teknik. 11) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Elektronika. 12) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Pembekalan. 13) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Administrasi. 14) Petunjuk Teknis Pendidikan Dasar Kecabangan Polisi Militer. 15) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Teknik Pesawat. 16) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Elektronika. 17) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Paskhas. 18) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Polisi Militer. 19) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Jasmani Militer. 20) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Intelud. 21) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Teknik Pesawat. 22) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur PLLU. 23) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Penerangan. 24) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur PDE.


- 43 - 25) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Hukum. 26) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Sarban. 27) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Fasilitas dan Instalasi. 28) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Perbekalan. 29) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Adminpers. 30) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Adminku. 31) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Adminu. 32) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Kesehatan. 33) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Psikologi. 34) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Potrud. 35) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Teknik Pesawat. 36) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Musik. 37) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Bahasa Inggris. 38) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Senjata. 39) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Meteo. 40) Petunjuk Teknis Pendidikan Susbamenjur Bintal. 41) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Teknik Pesawat. 42) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Paskhas. 43) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Teknik Pesawat. 44) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Polisi Militer. 45) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Mondar. 46) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Monponlek. 47) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Monrad. 48) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Paskhas. 49) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Avionik. 50) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Jurkom. 51) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Adminpers. 52) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Adminu. 53) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Adminku.


- 44 - 54) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Musik. 55) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata TUM. 56) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Senjata. 57) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Jasmil. 58) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata BMP. 59) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Pergudangan. 60) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata MC. 61) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Angkutan. 62) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Katalog. 63) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Kesehatan. 64) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Alsarbekud. 65) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Ranmor. 66) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Penerangan. 67) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata PDE. 68) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata PLLU. 69) Petunjuk Teknis Pendidikan Susjurlata Intelud. 70) Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan PNS. 71) Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Dalam Jabatan PNS. 72) Petinjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan di Luar Jabatan PNS. 73) Petunjuk Teknis lain sesuai kebutuhan. c. Petunjuk Referensi. Petunjuk referensi tingkat III sesuai kebutuhan. 32. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel oleh satuan pembina dan atau pengguna, akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan personel. 33. Penyempurnaan. Hal-hal lain yang diperlukan dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Personel ini, disarankan kepada Kepala Staf Agkatan Udara melalui Asisten Personalia Kasau dengan tembusan Dankodiklatau sesuai dengan mekanisme umpan balik. a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA ASISTEN PERSONALIA, tertanda A. GUSTAF BRUGMAN, M.Si. (Han) MARSEKAL MUDA TNI Autentikasi KEPALA SEKRETARIAT UMUM TNI ANGKATAN UDARA, AHMAD DACHLAN SUKARDJO, S.E., M.M. KOLONEL ADM NRP 515583


- 45 -


- 46 -


TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA DAFTAR PENGERTIAN 1. Instructional System Development (ISD). ISD adalah suatu proses yang seksama dan berurutan untuk merencanakan dan menyusun program-program pengajaran untuk memperoleh kepastian bahwa siswa benar-benar diberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. 2. Karakter. Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, sedangkan karakter yang baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang dibuat. 3. Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). KPLB adalah kenaikan pangkat yang dianugerahkan kepada prajurit yang mendapatkan penugasan khusus dengan pertaruhan jiwa raga secara langsung, berjasa melampaui panggilan tugas. 4. Kurikulum. Kurikulum adalah dokumen yang berisi keseluruhan rangkaian kegiatan, direncanakan dan disusun secara sistematis untuk kepentingan proses pendidikan, sesuai dengan falsafah, asas, tujuan, dan sasaran pendidikan. 5. Latihan Kerja (Latker). Latker adalah pendidikan yang bersifat latihan kerja nyata sebagai kelanjutan dari pendidikan sekolah (residence course) yang memerlukan tindak lanjut untuk pencapaian kualifikasi tertentu dan dilaksanakan di satuan kerja masing-masing. 6. Lembaga Pendidikan. Lembaga pendidikan adalah badan yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan untuk membentuk personel yang dididik menjadi prajurit melalui pendidikan dasar keprajuritan dan pendidikan dasar golongan pangkat yang bersangkutan sampai dengan jenjang pendidikan lanjutan, baik pendidikan yang bersifat umum maupun pendidikan yang bersifat khusus. 7. Pembinaan. Pembinaan adalah segala usaha, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusunan, pembangunan, pengembangan, pengerahan, penggunaan, dan pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna. 8. Pendidikan. Pendidikan adalah wadah atau proses dari berbagai komponen yang mempunyai fungsi dan kegiatan berbeda, tetapi ada sangkut paut satu sama lain dalam suatu upaya terpadu dan menyeluruh dalam satu kesatuan organik untuk mencapai tujuan pendidikan. 9. Pendidikan Pertama (Dikma). Dikma adalah pendidikan untuk membentuk prajurit siswa menjadi prajurit sukarela TNI yang ditempuh melalui pendidikan dasar keprajuritan dan dasar golongan. 10. Pendidikan Personel TNI AU. Pendidikan personel TNI AU adalah suatu kegiatan usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam rangka membentuk sikap mental dan kepribadian, memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta membentuk kesamaptaan jasmani personel TNI AU untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AU. 11. Pendidikan Akademi Angkatan Udara. Pendidikan Akademi Angkatan Udara adalah pendidikan pertama perwira TNI AU setingkat akademi yang berasal dari warga negara Indonesia lulusan pendidikan menengah umum/kejuruan. Lampiran A Keputusan Kasau Nomor Kep/332/XII/2020 Tanggal 8 Desember 2020


Click to View FlipBook Version