Our Story Aku seorang remaja laki-laki, bernama Alex. Aku bersekolah di salah satu sekolah siswa di pinggiran Jakarta Bernama Ohio School. Banyak orang menyebutku lakilaki yang sedikit bar-bar, berisik, cerewet, dan lain-lain. Sejak masuk sekolah itu, aku bertemu seorang wanita bernama Karyn. Dulu saat aku SMP, aku sering sekali berpacaran, tetapi itu tak berlangsung lama, karena aku selalu melakukan kesalahan saat berpacaran sehingga pasangan ku membenci ku. Kini aku SMK, dan menurutku aku telah siap berpacaran. Sekarang aku berada di sekolah yang baru, aku harus merubah diriku sendiri. Aku ingin sekali berkenalan dengan wanita bernama Karyn ini. Dia sangat sempurna dimataku dan aku ingin berpacaran dengan dia, tetapi itu sangat sulit sekali. “Wehhh, iya elu,” tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang. “lu anak baru ya, kenalin nama gw Steven, kalau nama lu siapa” ucap steven sambil memperkenalkan diri. “nama gw alex bro, lu dari kelas mana” Ucap ku “belum diumumin lex kelasnya, soalnya masi mpls, kita juga semua anak baru disini, “oohh, eh btw, lu kenal Karyn ga steve?” Tanya ku “Dia? Lu mo deketin dia? Mending jangan dehh, dia orang paling populer di sekolah ini, dia juga belom pernah nerima satupun cowo yang pernah confess ke dia, ya lu kalo mau deketin dia, gw Cuma bisa bilang goodluck sih bro hahaha” Ucap Steven sambil ketawa. “waduh, berarti dia orang yang tipenya hard to get ya steve hahhaha, tenang akan ku dapatkan dia sebagaimana mungkin.” Ucap aku dengan semangat. MPLS sudah dimulai dan kita akan menuju ke Aula Bagian B, Aula disekolah sini cukup banyak soalnya sekolah ini sangat besar. Semua orang mulai memperkenalkan diri dan saat yang ditunggu-tunggu, Karyn memperkenalkan diri. “Halo semuanya!” Kata Karyn dengan semangat “HALOOOO!!!!” Ucap semua orang dengan suara yang sangat keras. “Nama saya Karyn Levetian, Rumah saya berada di Kelapa Gading street blok 2A, Dulu saya SMP di Penabur 1, Alasan saya datang ke sekolah ini adalah untuk mencari teman baru, dan mencari pengalaman lain di sekolah yang baru ini, semoga kita bisa berteman dekat yaa!” Kata Karyn Mata Alex langsung terpana ke Karyn, dengan sekilas Karyn melihat Alex dan mereka melakukan Eye Contact secara tidak sengaja, Alex langsung
memalingkan matanya dan salah tingkah. Karyn memberi senyum kecil kepada Alex. Setelah memperkenalkan diri, semua orang membuat kelompok berdasarkan gurunya, masing masing diberi mentor sesuai arahan dari guru sekolah, dan beruntungnya, si Alex satu kelompok dengan Karyn. “Halo semua nama saya Pak Justin, saya yang akan menjadi mentor kalian untuk MPLS kali ini, silahkan semua murid memperkenalkan diri masing – masing” Ucap Pak Justin “Halo semua, nama saya Alexander Vista, saya berasal dari SMP Dian Harapan.” Kata aku sambil memandang Karyn “Halo semua, nama saya Karyn Levetian, saya berasal dari SMP Penabur 1” Kata Karyn sambil senyum. “Halo semua, nama saya Austria Lavie, Saya berasal dari SMP Aspen International School” “Halo semua, nama saya Sebastian Chris, saya berasal dari SMP Bunda Hati Kudus” “Halo semua, nama saya Kenzo Erick, Saya berasal dari SMP Dian Harapan” “Oke, semuanya sudah memperkenalkan diri, saatnya kita mulai MPLS kita ya, tolong kalian tulis nama kalian masing masing disini.” Kata Pak Justin, sambil mengasih kertas Semua orang menulis Namanya masing-masing dikertas yang diberikan pak Justin, setelah itu Pak Justin memberikan Arahan untuk MPLS tiga hari kedepannya. Sorenya, Alex mengajak Karyn untuk pulang bareng, kebetulan arah rumahnya sama. “Karyn!! Mau pulang bareng ga ama gw, kebetulan rumah kita searah, gw juga bawa motor.” Ajak Alex “Aduh takut ngerepotin lu Lex, gausah Lex gw jalan aja.” Jawab Karyn “Udahh Gapapa, santai aja Ryn, gw juga lagi mau jalan2 habis itu” jawab Alex “Yaudah deh, ayo Lex gas ngeng hahaha” Ucap Karyn “Hahahah ayoo!” Jawab Alex secara semangat Kemudian aku mengobrol sepanjang perjalanan ama dia, sangat seru, kita membahas tentang hal yang kita suka, tempat favorit kita, dan lain-lain. Keesokan harinya saat MPLS hari kedua.
Saat MPLS, kita diperkenalkan tentang ekskul-ekskul, Ekskul paduan suara yang paling menarik, suaranya kaka kelas sangat merdu aku sampe merinding. Setelah menampilkan ekskul-ekskul, kita membahas tentang penampilan yang akan kita lakukan di hari ketiga. “Anak-anak Penampilan untuk hari ketiga dipikirkan ya, bapak tidak akan membantu saat penampilan, bapa Cuma bisa bantu kasih ide buat kalian.” Kata Pak Justin “Oke Pak!” Ucap semua orang “Ges, kalo penampilan drama gimana, kayaknya bakalan menarik.” Ucap Sebastian. “Kayaknya menarik deh, kalau tentang Romeo and Juliet gimana?” Tanya Austrie “WAH ITU BOLEH BANGET, AYO GAS!!!” Ucap Kenzo secara semangat. Akhirnya semua sepakat dan sedang mencari peran yang cocok untuk drama ini. “Hmmm, bagaimana kalau Alex dan Karyn yang jadi Romeo and Juliet, setuju ga ges??” Tanya Austria sambil melirik Karyn. “Boleh tuh, hahahha semangat ya buat Alex dan Karyn” Ucap Kenzo sambil tertawa. “Yaudah deh…” Kata Alex dan Karyn secara bersamaan Setelah itu mereka latihan utnuk drama yang akan mereka tampilkan untuk hari ketiga MPLS. “Alex, lu ga keberatan ngejalanin peran Romeonya?” Kata Karyn dengan cemas karena melihat Alex kecapean. “Gapapa Ryn, gw masih kuat kok, Cuma butuh istirahat sedikit aja.” Kata Alex dengan senyum kecil “Yaudah lu istirahat dlu aja Lex, waktunya masi banyak kok, tuh nyantai di deket ac biar dingin.” “Oke deh, tunggu bentar ya guys, gw istirahat bentar.” Kata Alex sambil kecapean. “Ok Lex, jangan lama2 yaa!!” Ucap semua temennya. Lalu aku duduk di lantai deket AC sambil istirahat karena kecapean, disaat aku ingin menutup mata, tiba-tiba Karyn mendekati aku terus duduk di sampingku, aku tidak bisa membuka mataku karena sudah terlalu ngantuk, aku pun tertidur di bahu Karyn.
“Ya ampun Alex, lu kelihatan kecapean banget Lex hahaha, yaudah deh gw biarin aja bentaran, gw juga udah cape.” Kata Karyn dengan mukanya yang lelah. Setelah itu aku dan Karyn ketiduran karena kita berdua udah cape banget ngejalanin perannya, disaat kita lg tidur, teman-teman yang lain memfoto kita, saat kita berdua udah bangun kita dikasih liat fotonya sama Sebastian, saat itu aku sangat malu, dan salting bersamaan, karena menurut aku ini lucu banget, di sisi lain Karyn malah marah-marah karena foto tanpa izin. Keesokan harinya di hari ketiga, disaat kita ingin memulai drama kita, aku sangat gugup, dan hamper lupa skripsinya, untungnya Karyn menyemangati aku, dan saatnya peran kita dimulai. Disaat drama kita selesai, tiba-tiba Karyn mendatangi aku. “Yeyyy Alex kita berhasil menjalankan peran kita!!” Kata Karyn sambil mengajak high five. “Hahaha iya Ryn, Tos!” Ucap Alex sambil mengajak Karyn high five. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan karena terkesan dengan dramanya kelompok kita. Beberapa jam setelahnya, pengumuman pemenang kelompok terbaik akan segera diumumkan oleh Pembawa Acara. “DAN UNTUK KELOMPOK TERBAIK, DIMENANGKAN OLEH KELOMPOKNYA PAK JUSTIN!!!” Ucap Pembawa Acara sambil teriak. “WOOOOOOOO, KELOMPOK KITA NI BOS!!” Ucap Sebastian dan Kenzo sambil Ketawa. “untuk kelompoknya Pak Justin diharapkan ke panggung ya, karena ingin mengambil hadiah juara 1.” Kata pembawa acara. Kelompok kita mendapatkan hadiah voucher 200 ribu per orang karena memenangkan juara 1. Setelah pengumuman juara 1, kita diberi tahu kelas kita masing-masing, dan beruntungnya aku, aku sekelas ama Karyn, aku dan Karyn berada di Kelas X-IPS 2, terus aku memutuskan untuk duduk samping dia. “eh Karyn, gw boleh duduk samping lu ga?” Tanya Alex sambil malu-malu. “Iya Lex duduk aja.” Ucap Karyn sambil memberi senyum kecil.” Lalu aku pun duduk di samping dia. (maksudnya meja dan kursinya terpisah yaa, duduknya di sampingnya! ) Disaat aku ingin mengajak dia ngobrol, di waktu yang tidak tepat guru tibatiba masuk, aku langsung kecewa.
“Oke anak-anak, perkenalkan nama saya Pak Charlie, saya berasal dari Medan, sekarang saya tinggal di Jakarta, semoga kita bisa saling mengenal satu sama lain, silahkan kalian memperkenalkan diri kalian masing-masing.” Kata Pak Charlie. Semua murid mulai memperkenalkan diri, dan saat Karyn maju untuk memperkenalkan diri, pandangan semua laki-laki yang ada di kelas tertuju pada Karyn. Aku yang melihati dari belakang merasa cemburu. Disaat semua perkenalan sudah selesai, Pak Charlie mulai memberikan aturan dan tata tertib di Ohio School, aku tidak fokus karena selalu ngelirik Karyn, kecantikannya dan keanggunannya membuat aku salah tingkah selalu sehingga aku tidak mendengarkan aturan dan tata tertibnya. “Hey Alex, dengerin, fokus, ntar ga tau aturannya mampus luu.” Ucap Karyn sambil “eh iya iya hehe.” Ucap Alex sambil nyengir. Setelah peraturan di sekolah telah diumumkan, seluruh siswa dipulangkan. “Alexx, hari ini gw nebeng lagi dong, males pesen ojek niii, mahall.” Ucap Karyn sambil meminta tolong. “Hahaha, yauda sini, mau nebeng setiap hari juga gapapa.” Ucap Alex sambil senyum kecil “Serius Lex?” Tanya Karyn “iyaaa, santai aja ryn, kita satu arah kok, ga akan ngebebanin gw juga.” “oke deh Lex, makasih ya, ayo pulang Lex.” Ucap Karyn sambil tersenyum. Setelah itu kita pulang dari sekolah, disaat perjalanan pulang, Aku tiba-tiba terpikir untuk mengajak Karyn jalan-jalan berhubung besok hari sabtu, dan aku juga lagi banyak duit. “Hey Ryn, mau nanya dong.” Ucap Alex sambil malu-malu “Tanya aja Lex, gausah sungkan.” “Besok lu mau jalan bareng ga, nonton, main, dan spend time gitu berhubung besok hari Sabtu, mau ga?” Tanya Alex “Emmm, besok gw gak ada jadwal sih Lex, boleh deh, ntar lu tentuin aja Lex mau kemana, gw ikut aja hahaha.” Jawab Karyn sambil ketawa. “Sip sip, besok ya Ryn.” “Iyaaa, Jemputannya jangan lupa ya bang gojek hahaha” “hahaha sip dehh” Ucap Alex sambil tertawa Bersama Karyn.
Keesokan Harinya aku memutuskan untuk ke Mall Grand Indonesia, karena kebetulan aku juga ingin membeli sepatu disana. Kita besok ingin menonton “Mencuri Raden Saleh” setelah itu keliling mall. “Karynnnn!” Teriak Alex sambil menunggu Karyn keluar rumah. “Iyaaa! Sebentar Alexx!!” Ucap Karyn dari dalam rumah. Disaat Karyn keluar rumah, aku terpukau karena melihat kecantikannya dia, dia sangat cantik sehingga aku tidak bisa berkata – kata. Aku melamun disaat dia memanggil. “Alex? Ada yang salah ama baju gw ya?” Tanya Karyn sambil terlihat bingung. “Ngga kok, lu kelihatan cantik Ryn, hehe, ayo berangkat” Ucap Alex sambil salah tingkah. “Hehe makasih Lex.” Ucap Karyn sambil salah tingkah. Kita pun pergi ke Mall, perjalanan sekitar 30 menit dan aku punya banyak cerita yang bisa ku ceritakan dengan dia, cerita random juga banyak. (Naik Grab karena belom punya sim) “berapa ya pak?” Tanya Karyn ke abang Grab. “75.000 kak.” Ucap abang tersebut. “Ini pak duitnya, Kembali 25.000 ya pak.” Ucap Alex sambil mengeluarkan Uang 100.000 rupiah. “Eh gausah Lex gw bisa bayar kok.” Ucap Karyn. “Udah gapapa, hari ini gw yang traktir.” Ucap Alex. “Makasih lex…” Ucap Karyn sambil salah tingkah. Setelah itu kita pergi makan dulu di restoran sebelum menonton Raden Saleh. Kita makan di Tempat yang bisa dibilang cukup mahal yaa, aku sampai ingin meninggal melihatnya. Tetapi ini demi membuat dia senang hari ini dan mendapatkan hatinya. “Ryn, makan dlu yok, daripada kita beli makanan dari bioskop, mahall” “Eh Lex, tapi ini tempatnya cukup mahal loh, lu gapapa Lex?” “Aman Rynn, ini semua dari hasil kerja gw kok, kebetulan filmnya masi cukup lama jadi di nikmatin aja Ryn makannya, pesen aja apa yg lu mau.” “Oke Lex, thanks.” Ucap Karyn sambil tersenyum. Disaat kita sedang makan, aku memutuskan untuk menanyakan dia sesuatu. “Eh Ryn, gw mau nanya sesuatu dong Ryn, boleh ga?” Tanya Alex
“Tanya aja Lex, gapapa kok” Ucap Karyn “Lu udah pernah pacaran belom sih Ryn?” Ucap Alex “Belom pernah si Lex, tapi temen sekitar gw pada pacaran semua, cape gw jadi nyamuk Lex, hahaha, gw juga mau pacaran sebenernya, Cuma ga pernah ada cowo yang tepat buat gw Lex..” “hahahha sabar ya Ryn, ntar juga dapet yang pas kok, contohnya gueh hahaha” Ucap Alex sambil tertawa. “hih modus lo Lex hahaha bisa aja” Ucap Karyn sambil tertawa Setelah kita selesai makan, kita menuju ke bioskop untuk menonton “Mencuri Raden Saleh” , kita berada di theater 5. “Yah inimah iklannya lama, tidur dulu bisa nih hahah” Ucap Alex Setelah duduk, Aku cerita tentang kehidupanku sesaat sebelum film dimulai. Saat iklan sedang berjalan, tiba-tiba iklan film horror muncul, Karyn ketakutan sambil menyender di bahuku menutup matanya. Tanpa sadar, saya langsung salah tingkah. (“DIA LUCU BANGET YA AMPUN IMUTTTT AAAAKHH”) Ucap Alex dalam hati. “Eh sorry Lex, gw takut banget kalo masuk genre horror hehe.” Ucap Karyn sambil Ketakutan.” “hahaha gapapa kok Ryn, nyender aja klo ketakutan.” Ucap Alex sambil nahan salting. “hahaha makasih Lex” Ucap Karyn sambil menghela nafas. Film sudah dimulai, dan kita lupa membeli snack, jadi aku pergi untuk membeli popcorn dan minuman untuk dia sebentar, aku menyuruh dia untuk tunggu 10 menit disaat film sedang diputar. “Weh, Ryn gw balik habis beli Popcorn, nih minuman buat lu.” Ucap Alex “Wah makasih Lex, perlu gw ganti ga Lex?” Ucap Karyn “Udah gausahh, gw ikhlas.” Di Pertengahan Film. “ih itu anaknya mantan presiden cabul banget gila.” Ucap Karyn sambil kesel.
“iya gila, parah mana yang cewenya terpaksa lagi.” “lu ga gitu kan Lex orangnya?” “ya nggak lahh, gua mah anti begituan, gw ga suka asal megang perempuan.” (“Gila ni cowo, udah ganteng, keren banget lagi pemikirannya”) Ucap Karyn dalam hati. Disaat film sudah mau selesai, aku mengantuk dan tertidur di bahu Karyn, aku tidak sadar. “Eh Lex, lu ketiduran, ini film nya udah mau selesai loh.” Ucap Karyn sambil mengelus kepala Alex. “hhhmmm ngantuk Ryn.” Ucap Alex sambil ngelantur. “yaudah deh ntar gw bangunin.” Ucap Karyn sambil tersenyum. Film sudah selesai dan sekarang sudah jam 6 Sore menjelang malam. Kita sekarang ingin mencari makan lagi dan memutuskan untuk makan di Sushi go! Setelah makan, kita akan mencari tempat untuk main dan foto-foto. “Ryn, kita makan dlu yok, di Sushi go, Mau ga?” tanya Alex “Boleh, lagi mau sushi juga nih hehe.” Ucap Karyn “Okee, habis makan lu mau ke tempat foto-foto atau tempat main gitu ga?” Tanya Alex “BOLEH BANGET!!!” Ucap Karyn sambil semangat. “Hahaha oke.” Disaat sedang makan, tiba-tiba Karyn menanyakanku sesuatu. “Lex, lu orangnya kayak gimana lex sebenernya? Biasanya orang-orang ngajak gw begini ada sesuatu.” Tanya Karyn sambil ragu. “gua? Gw sih orangnya simple sebenernya, gw humoris, suka bercanda, ga gampang marah, ga suka mukul perempuan sih, dan kalau lu mau tau Love Language gua apa, gua Physical touch, Word of Affirmation, dan Quality time. Masih ada pertanyaan nona?” Ucap Alex sambil merasa keren. “Hahaha tidak ada tuan terima kasih telah jujur.” Ucap Karyn sambil tertawa kecil. “hahaha, kalau lu gimana Ryn? Lu orang kayak gimana?” Tanya Alex balik
“kalau gw sih, gw orangnya trust issue sih, gw baik, gw juga receh banget kadang, dan lain-lain, kalau misalnya Love Language sihh gw suka gw bisa semuanya si, Cuma gw lebih ke Act of Service, Physical touch, sama Quality time si Lex.” “ohhh, beh cocok ni kita kayaknya hahaha.” “Heh modus mulu lo hahaha” Ucap Karyn sambil tertawa. Kita berdua pun tertawa disaat sedang makan, alhasil aku keselek, dan Karyn ngakak brutal… Kita pun pergi ke tempat foto-foto dan tempat bermain di Grand Indonesia. Setelah berjalan di Mall cukup lama, dan udah jam 8 malam, kita memutuskan untuk pulang dari mall dan memesan Grab. “Lex, pulang yuk, udah malem nih, ngantuk gw.” Ucap Karyn sambil kecapean “Yaudah yuk, kita ke lobby dulu baru pesen grab ya, lu kedinginan ga Ryn, nih pake jaket gw aja dlu.” Ucap Alex sambil menawarkan jaket. “Makasih Lex, lu perhatian banget deh.” “hahaha, gw mah emang begini, tapi ke orang tertentu.” Setelah kita sampai di lobby, aku udah memesan grab terlebih dahulu tanpa sepengetahuan dia, dan kebetulan grab yang aku pesen udah sampai. “Ryn ayo naik, ini Grabnya.” “hah? Cepet banget sampenya.” Ucap Karyn sambil kebingungan. “hahaha gw udah pesen daritadi karena liat kamu kecapean.” Ucap Alex sambil tersenyum. “ih peka hahaha yauda ayo” Saat di Mobil. “Lex gw tidur bentar ya, ngantuk nih.” Ucap Karyn sambil setengah sadar. “Iya tidur aja gapapa, ntar gw bangunin.” Ucap Alex Disaat Karyn sedang tidur, tiba-tiba ada belokan tajam yang membuat Karyn tertidur di pahaku, aku melihat muka dia yang tertidur, dia sangat lucu, imut, cantik, sampai aku tidak bisa berkata-kata. Aku mengelus kepala dia sambil melihati wajahnya yang cantik. Tiba-tiba abang Grabnya menanyakan sesuatu. “Kalian pacaran ya? Hahaha?” Tanya Abang Grab
“Oh kaga pak, tapi sebenernya kalo boleh jujur saya suka sih ama dia pak, dia baik banget, cantik, dan tipe saya banget pak, Cuma saya gatau apakah saya layak buat dia pak.” Ucap Alex sambil merenung “oh gituu, solusi bapak si Cuma satu ya kak, jika kamu benar-benar mencintai dia, teruslah berjuang ampe titik tertentu, tapi tetap tau batasannya kamu, jangan terlalu dekat juga jangan jauh-jauh. Bapak juga pernah sama seperti kamu, dan sekarang dia jadi istri bapak walaupun saya Cuma abang grab. Kamu jangan cepet menyerah ya kak, pasti aka nada saatnya dia mau ama kamu.” Ucap Bapak Grab. “haha, terima kasih ya bapak sarannya, saya berjanji atas nama bapak, akan selalu berjuang sampai saya mendapatkan dia. Pak, saya boleh minta nomor bapak ga ya?” Ucap Alex sambil memberi hpnya kepada bapaknya. Beruntungnya Karyn tidak mendengar apapun, dan kita sudah sampai di rumah Karyn. “Ryn, udah sampe kita, bangun yok, ntar bapaknya kerepotan.” Ucap Alex sambil mengelus kepala Karyn. “Hmmmm, iyaa.” Ucap Karyn sambil ngelantur “Makasih ya kak!” Ucap abang Grab “iya pak!” Ucap Alex dari kejauhan. Aku memutuskan untuk membawa dia masuk ke rumahnya terlebih dahulu sebelum pulang. “Permisi ii, ini temennya Karyn.” Ucap Alex sambil mengetuk pintu. Mamanya Karyn pergi untuk membukain pintu buat aku. “Halo, kamu temennya Karyn ya, maaf ya ngerepotin, dia masi ketiduran begitu ampe kamu gendong hahaha. Nama kamu siapa ya?” Ucap Mama Karyn. “Haha iya I, nama aku Alexander i, panggil aja Alex, ini Karyn nya aku bawa kemana i?” Ucap Alex “bawa dia ke kamarnya aja Lex, ntar ii bangunin dia suruh mandi dulu sebentar.” Ucap Mama Karyn. “okee i” (“wah, aku bisa melihat kamarnya Karyn seperti apa, bagus ga yaa, penasaran banget.”) Ucap Alex dalam hati. “Masuk aja Lex, sebentar ya, ii ambilkan minum buat kamu.” Ucap Mama Karyn sambil menawarkan minum. “sorry ya ii ngerepotin.” Ucap Alex.
Setelah itu aku masuk ke kamar Karyn, dan disaat aku ingin membuka pintu, dia terbangun. “Alex? Udah sampe rumah ya? Sorry ya ngerepotin.” Ucap Karyn “Gapapa Ryn, bentar lagi gw pulang ya Ryn.” (“Kamar dia bagus banget gila.”) “eh Karyn udah bangun? Ni Alex minumnya.” Ucap Mama Karyn sambil memasuki kamar Karyn. “Oh makasih ya I” Ucap Alex sambil meminum air yang diberi mama Karyn tadi. “Yaudah I aku pamit pulang ya I” Ucap Alex sambil memesan Grab. “Oke Lex, hati-hati ya dijalan, sudah malam. Kapan-kapan kesini lagi ya hahaha.” Ucap Mama Karyn. “Okee I, dadah Ryn, sono mandi dulu Ryn, bau lu hahaha.” Ucap Alex sambil meninggalkan ruangan Karyn. “Kurang ajar lo haha, hati-hati Lex.” Ucap Karyn sambil tertawa “Siap Kapten!” “Ryn, itu pacar kamu?” Ucap Mama Karyn sambil senyum kecil. “eh bukan mi, dia Cuma temen!” Ucap Alex sambil malu. “Gapapa Ryn mami Restuin kok hahaha, dia sopan banget, baik, mau nganter kamu lagi haha.” “Gagitu juga mi hadeh.” (“aduh gimana nih aku mulai suka ama dia.”) Ucap Karyn dalam hati dan wajah dia memerah. “ih kok mukanya merah, suka ya?? Hahaha” Ucap Mama Karyn sambil mengejek Karyn. “Ih nggak kok ma!!” Ucap Karyn sambil pergi ke kamar mandi. Sekarang hari senin, dan sebelum dia berangkat, pagi jam 5 aku memutuskan untuk chat dia untuk mengajak pergi ke sekolah bareng. Kebetulan dia sudah bangun jam segitu. Pov Whatsapp: “P, Karyn, mau berangkat bareng ga ke sekolah?” tanya Alex “Haa, emang kamu mau? Ntar gw ngerepotin Lex.” “Udah gapapa, gw jemput yaa, dah siap belom?” “Yaudah deh, bentar ya, 15 menit.”
“Yaudah gw ke tempat lu dulu ya?” “okee, hati-hati Lex” “siap kapten!” Aku pun pergi ke rumah Karyn dan menunggu sekitar 5 menitan di situ, untungnya sekolah masih lama, dan kita sampai jam 6 pagi. Tiba-tiba ada laki-laki yang mendatangi Karyn dan mengajak ngobrol. “Pagi Karyn, aku boleh minta tolong ga?” “Boleh, tapi kamu siapa ya??” Ucap Karyn sambil2 kebingungan. “Nama aku Nicholas Sthevanly, kamu boleh ikut tim paduan suara ga Ryn? Soalnya kita sedang kekurangan orang.” “Aku kurang tertarik dengan menyanyi Nic, mungkin ntar saya pikirkan lagi ya.” “oke deh Ryn, makasih ya.” “iya sama-sama Nic.” “itu siapa Ryn?” Tanya Alex “gatau Lex, gw juga ga kenal, dia tiba-tiba manggil gw terus ngajak masuk klub Paduan Suara.” “Ah ga jelass itu mah, sok asik, gausa laa, ekskul ga wajib juga kok.” Ucap Alex sambil cemburu. “Heh ga boleh gitu, dia cuma nyari di klub dia karena kekurangan orang” Ucap Karyn sambil memarahi Alex “iya maaf.” Ucap Alex sambil merasa bersalah Setelah itu kita menuju ke kelas dan sudah saatnya memulai pelajaran. Sekarang pukul 3 dan kita akan pulang dari sekolah, tiba-tiba Karyn menanyakan ku sesuatu. “Lex, tadi pagi cemburu ya luu, hahaha” Ucap Karyn sambil menertawakan Alex. “Kalau iya kenapa?” Ucap Alex “hah, seriusan lu??” Ucap Karyn sambil merasa kaget. “Iyaa, ga percaya?” Ucap Alex “Percaya kok…” Ucap Karyn “(aduh dia bikin hati gw jedag jedug aja, dia sebenarnya suka ya ama gw)”
Sekarang kita akan balik dari sekolah, dan seperti biasa aku mengantarkan Karyn terlebih dahulu, tetapi dia bersikap aneh, aku tadi mengajak dia ngobrol dan dia menjawab dengan singkat dan dengan suara yang malu. Aku tidak tau dia kenapa jadi aku membiarkannya terlebih dahulu. “makasih ya Lex, hati-hati dijalan.” “Iyaa, dah yaa.” “dah Lex.” Setelah itu aku pulang ke rumah. Pov Karyn Levetian: “MAMAAAA, AKU MAU CURHAT MAA SINI.” Teriak Karyn sambil memanggil Mamanya “Astaga Teriak-teriak, mau curhat apalagi Ryn, sini duduk.” “Ma, keknya aku suka ama si Alex, tapi aku gatau ama dia ma. Aku takut dia cuma kebetulan karena deket.” “Iya gapapa, tapi kamu tahan, jangan bilang kamu suka sama dia, ntar kamu dikira murahan karena confess duluan. Kamu tahan ya ampe dia ingin menyatakan perasaannya ke kamu. “Tapi kalau dia tiba-tiba berpaling ke perempuan lain gimana ma?” “ya kan kamu juga baru suka ama dia, ntar dilihat dulu kedepannya Ryn, mama juga dulu sama seperti kamu, Papa dulu sering nganter mama ke sekolah, setiap hari dia datang kerumah dan menunggu mama sampe siap, meskipun udah mau telat pun dia tetap menunggu, mama pun makin suka sama papa, setelah 5 bulan berlalu, kita udah deket banget dan papa percaya diri untuk menyatakan perasaannya, waktu itu dia menembak mama saat kita sedang jalan bareng. Mama kaget dan menerimanya dengan lapang dada. Kita berpacaran selama 5 Tahun dan setahun setelahnya, dia melamar mama, dan mama langsung menerima dia. Itu karena kita saling percaya, dan saling cinta satu sama lain.” “Wah mama keren juga ya dulu.” “Iya makanya kamu tunggu aja dulu ya sampai dia menyatakan perasaan kamu.” Keesokan harinya saat hari rabu. “Ryn, hari ini kita pramuka ya?” Tanya Alex “Iyaaa Lex, ribet nih, males gw lex.” Ucap Karyn dengan muka memelas
“Terpaksa menjalankan sajah hahaha.” “Yaudah deh.” Setelah kita upacara aku mengajak Karyn nongkrong di Kopi Kenangan. “hari ini aku traktir ya Ryn, kamu kecapean kan? Hahaha” “Wahh makasih Lex, tau aja lagi pengen di traktir, hahaha” Ucap Karyn “yaudah, mau apaa?” Tanya Alex “Mau Cappucino iced aja Lex, lu beli apa?” “Kalau gw Matcha Latte deh” Ucap Alex. “Okee, silahkan dibeli tuan hehe” “Hih, dasar, yaudah sebentar, kamu cari kursi aja dulu Ryn.” “Siap Kapten hahahaha” Setelah aku memesan minuman, kita ngobrol panjang lebar, kita juga main Truth or dare, aku juga banyak ngasi pertanyaan random untuk lebih mengenal dia, kita sudah lebih dekat sekarang, dan aku semakin sayang sama dia. “Ryn, lu pernah ga si ngerasa pengen punya pacar yang loyal ke lu, setia, selalu ngabarin dll.” Tanya Alex. “Wah pengen banget gw Lex, keknya hubungan begitu bener-bener bertahan lama sih asal cewenya ga ghosting aja.” Ucap Karyn sambil menghayal “hahaha, lu ga suka ghosting kan tapi?” “mending di akhirin secara halus.” “Haahahaha, bagus deh.” Aku sekarang merasa lebih percaya diri untuk menembak dia, tetapi tiga minggu adalah waktu yang lumayan cepat, aku tidak mau merasakan yang terlalu cepat, aku ingin berjuang sampe dia bener-bener sayang cinta sama aku, walaupun aku udah ga tahan dan ingin berpacaran dengan dia. Aku tetap harus sabar dan berhati-hati dengan pilihanku agar tidak merasa tersakiti lagi. Semoga pilihanku yang sekarang tidak lah salah. Apakah Tuhan akan memberikanku kesempatan ini, atau membiarkan aku merasakan sakit lagi seperti yang sebelumnya, Karyn juga Katolik sama seperti aku, seharusnya aku bisa mendapatkan dia. Memajukan waktu 4 bulan ke depan. “KARYNNNNNN, JALAN YOKKKK!!!” Teriak Alex “Heh teriak-teriak, mau kemana emang?” Ucap Karyn “Keliling Jakarta Mueheheh” Ucap Alex “Naik apa heh.”
“Naik MRT donk, kalau naik motor ntar kena tilang, motor gueh kebagusan, ga layak di tilang.” “hahaha, ayok lah gas, seperti biasa kamu minta izin mama gw dulu ya.” “santai, gw bilang kita mau staycation seminggu ke Bali, HAHAHAH” “Heh ngadi-ngadi lo, gw jitak lu disini sekarang juga.” “HAHHAHAAH AMPUN KAPTEN!” Setelah meminta izin kepada mama Karyn, kami langsung pergi ke MRT terdekat menaiki Grab. Setelah sampai di MRT kita membuat tujuan-tujuan, dari Senayan , Blok M, Bendungan hilir, dan Bundaran HI, kita akan ke Perpustakaan Nasional, Ashta District, Gelora Bung Karno, Senayan City, Sarinah, dan banyak tujuan lain. Ini akan menjadi hari yang sangat seru bagi kita berdua, dan kebetulan di Halte Bundaran HI sudah terbentuk dan view nya dapat banget, aku berencana untuk menembak dia, dia view halte itu. “Karynn, kita udah sampai di MRT terdekat, di lebak bulus nii.” Ucap Alex dengan membangunkan Karyn. “Haa, udah sampee? Cepet bangettt.” Ucap Karyn “hahahah gapapa laa, kamu tidur lagi di MRT ntarr.” “yaudah deh ☹” “Maaf pak, cara isi E-money disini gimana ya pak?” Tanya Alex kepada petugas di Stasiun Lebak Bulus. “Oh disini ada Alfamart di pojok situ kak, silahkan bapak ke alfamart untuk mengisi E-money tersebut, setelah itu bapak balik kesini untuk masuk ke dalam stasiun, kalo boleh tau, tujuan bapak kemana ya pak?” Ucap petugas stasiun “Saya ingin ke Stasiun Senayan pak jalan-jalan” Ucap Alex “Ohh, kalo gitu keretanya masih lama kok pak, bapak bisa pergi mengisi EMoney bapak dulu” Ucap Petugas Stasiun. “oke pak terima kasih” “ayo Karyn” Ucap Alex sambil mengajak Karyn. “Iyaaa” Ucap Karyn Setelah mengisi E-money, saya menunggu kereta 10 menit, dan itu terasa cepat banget, karena saya banyak topik untuk diobrolkan bersama dia. Setelah Kereta datang, kita perjalanan 30 menit ke Stasiun Senayan, setelah sampai, kita pergi dahulu ke Senayan City, Banyak sekali hiburan yang bisa saya lihat di dalam Senayan City ini.
“Alex, aku mau ke Monas dong. Lagi mau jogging, nih keknya asik.” Ucap Karyn. “haa, tiba-tiba banget, hahaha yauda deh, ayo gass, mumpung udah sore” Ucap Alex “yeyyy, ayo balik ke stasiun!” “yooo, kita ke Stasiun Gambir” “Letsss goooo!” “tapi habis itu kita ke Bundaran HI yaa?” “haa ngapainn?” “Aku mau liat view nya Halte Bundaran HI” “oiyaa, oke habis Jogging ya” “sippp” Setelah sampai di Monas, kita jalan-jalan di sekitar tempat, melihat pemandangan, foto berdua, dan lain-lain. Sangat seru sampai kita lupa waktu udah jam 6 lewat. Kita sekarang ingin pergi ke Stasiun Bundaran HI untuk melihat pemandangan dari atas halte Bundaran HI. Dan disini rencana aku dimulai. Aku sebenernya udah menitipkan bunga dan boneka kepada temenku yang sudah ku minta bantuannya dari kemaren. Rencana Dimulai!! “Wih udah sampai ni Ryn, ayo kita berangkatt ke Haltenya untuk melihat. Kita jalan ya, kamu masih kuat ga??” Ucap Alex “masih donkk! Semangat banget aku” Ucap Karyn “Hahaha ayoo!” Setelah sampai di Halte, kita pergi ke lantai 2 untuk melihat pemandangan. Aku menelepon teman ku yang sudah menunggu dekat di situ untuk datang kemari menyiapkan hadiah ku” “Karyn, aku kebawah sebentar ya, ada temen ku yang kebetulan disini, kamu foto-foto aja dulu Ryn.” Ucap Alex “Weh Chris, barangnya ada kan, wah makasih banget ya bro, penyelamat gw, gw habis ini mau nembak Karyn, wish me luck ya.” Ucap Alex. “Wih keren lu bro, santai aja gw selalu support kok apapun keputusan lu, good luck bro.” “Karyn, Udahh?” Ucap Alex “Ha udah apa?” Ucap Karyn “ngga, aku cuma mau ngomong sesuatu, liat ke arah aku deh.” “apaan sih Lex, tumben banget.” Ucap Karyn, lalu dia melihat kebelakang.
“Karyn Levetian, aku suka sama kamu sejak hari pertama masuk sekolah, setelah beberapa bulan, akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaan aku setelah sekian lama. Senyum kamu, Sifat kamu, dan Personalitas kamu, semuanya aku suka dan sekarang aku cinta sekali sama kamu. Mungkin aku bukan yang terbaik bagimu, tapi yakinlah akan ketulusanku, karena bagiku, mencintaimu adalah kebahagiaanku. So Will u be mine Karyn Levetian?” Ucap Alex, dengan penuh tekad, semangat dan mental yang kuat sehingga bisa sampai titik ini. “Alex… UDAH BERAPA LAMA AKU MENUNGGU MOMEN INI LEXX. AKU JUGA SUKA AMA KAMU LEX, YES I WILL BE YOURS.” Ucap Karyn sambil menangis. “SERIUS RYN??? YES YES YES YES, I promise from the depth of my heart that I will love u forever Karyn. “I will keep your promise, Alexander Vista..” Dengan ini kisah cerita aku dan Karyn yang sesungguhnya telah dimulai, ditunggu untuk yang selanjutnya. Terima Kasih sudah membaca.