X SMK
MODUL AJAR
CORAK KEHIDUPAN MANUSIA
PRAAKSARA DI INDONESIA
OLEH: DINA AMIRIA, S.PD
Tujuan Pembelajaran
1.Setelah melihat tayangan video “rahasia manusia
sangiran” peserta didik dapat membandingkan
kehidupan social manusia praaksara masa berburu
dan mengumpulkan makanan, masa bercocok
tanam, dan masa perundagian dengan tepat.
2.Setelah membaca bahan ajar, referensi sumber
belajar, dan googling, peserta didik dapat
membandingkan kehidupan ekonomi manusia
praaksara masa berburu dan mengumpulkan
makanan, masa bercocok tanam, dan masa
perundagian dengan benar
3.Setelah menjelajah virtual museum sangiran,
membaca bahan ajar, menyimak referensi sumber
belajar, dan berdiskusi peserta didik dapat
membandingkan kehidupan budaya manusia
praaksara masa berburu dan mengumpulkan
makanan, masa bercocok tanam, dan masa
perundagian dengan kritis
4.Setelah melihat tayangan video, berdiskusi
kelompok, membaca bahan ajar, peserta didik
mampu membuat informasi corak kehidupan
manusia praaksara di Indonesia secara digital dalam
bentuk infografis dengan kreatif
Kehidupan manusia praaksara
di Indonesia
1.Masa berburu dan
mengumpulkan makanan
2. Masa bercocok tanam
3.Masa perundagian
MASA BERBURU DAN
MENGUMPULKAN MAKANAN
Manusia yang hidup pada zaman berburu dan mengumpulkan ini diperkirakan semasa
dengan zaman paleolithikum, mereka masih sangat bergantung pada alam sekitarnya.
Mereka hidup di daerah padang rumput, sungai dan danau yang dekat dengan sumber
makanan seperti siput, kerang, ikan, air dan lain-lain. Tempat tinggal mereka masih
sementara yaitu di gua-gua payung
KEHIDUPAN SOSIAL
Mereka hidup secara
nomaden/berpindah pindah
Membangun tempat tinggal sementara
dari daun dan kayu
Hidup secara berkelompok dan telah
mengenal pembagian peran dan tugas
dalam kelompok .
KEHIDUPAN EKONOMI KEHIDUPAN BUDAYA
Kehidupan ekonomi manusia pada masa peralatan manusia pra aksara pada
berburu dan mengumpulkan makanan tingkat waktu itu terbuat dari batu
sederhana sangat tergantung pada alam. hasil budaya batu yang pernah
Mereka akan tetap tinggal ditempat tersebut ditemukan antara lain; kapak
selama bahan makanan masih tersedia dengan perimbas, kapak penetak, kapak
cukup, ketika habis, maka mereka akan genggam, serpih bilah, dan lain-lain.
berpindah dan mencari tempat-tempat lain.
referensi video : https://youtu.be/OlCHTmYIu0M
MASA BERCOCOK TANAM
Manusia yang hidup pada masa bercocok tanam ini diperkirakan
semasa dengan zaman neolithikum. Secara geografis pada zaman ini
sangat menggantungkan iklim dan cuaca alam. Hal ini karena sangat
di butuhkan untuk bercocok tanam. Hasil dari penen mereka juga
sangat di pengaruhi dari kondisi tekstur tanah yang mereka gunakan
KEHIDUPAN SOSIAL KEHIDUPAN EKONOMI
Mereka hidup secara berkelompok dan manusia mampu mengolah lahan secara
membentuk masyarakat perkampungan sederhana untuk memenuhi kebutuhan
kecil. hidupnya.
Dalam sebuah kampung terdiri dari Produksi yang mereka hasilkan ialah jenis
beberapa keluarga dan dipimpin oleh satu tanaman umbi umbian
ketua suku, untuk Ketua suku kriteria mereka juga beternak memelihara ayam,
yang di ambil berdasarkan orang yang kerbau, babi hutan
paling tua atau yang paling berwibawa mereka sudah melakukan kegiatan
secara religius perdagangan sederhana yaitu barter atau
telah mengenal sistem kepercayaan tukar menukar barang
animisme dinamisme
KEHIDUPAN BUDAYA
Bentuk alat-alatnya pun lebih halus dan
sudah bergaya seni.
Secara fungsi alat-lat ini digunakan selain
sebagai alat bercocok tanam juga sebagai
alat upacara keagamaan.
kapak persegi, kapak lonjong untuk
bercocok tanam, sedangkan gerabah, alat
pemukul kayu dan perhiasan/manik-
manik utk upacara keagamaan
TRADISI MEGALITIK
Dengan berkembangnya sistem kepercayaan animisme dan dinamisme maka pada masa
bercocok tanam ini munculah tradisi pendirian bangunan-bangunan besar yang terbuat dari
batu yang di sebut tradisi megalitihk. Tradisi ini di dasari oleh kepercayaan bahwa ada
hubungan yang erat antara orang yang sudah meninggal dengan kesejahteraan masyarakat dan
kesuburan ketika bercocok tanam. Oleh sebab itu jasa seseorang yang berpengaruh terhadap
masyarakat perlu di abadikan dalam sebuah monumen atau bangunan besar yang terbuat dari
batu. Bangunan ini kemudian menjadi lambang orang yang meninggal dunia sekaligus tempat
penghormatan serta media persembahan dari orang yang masih hidup ke orang yang sudah
meninggal dunia tersebut.
MENHIR SARKOFAGUS DOLMEN
KUBUR BATU WARUGA PUNDEN BERUNDAK
MASA PERUNDAGIAN
Pada zaman ini peradapan manusia sudah mencapai tingkat yang
tinggi. Hal ini di tandai dengan munculnya sekelompok orang yang
mempunyai keahlian atau keterampilan tertentu dalam pembuatan
gerabah, pembuatan perhiasan dan pembuatan perahu. Yang paling
menonjol adalah pembuatan bahan-bahan dari logam
KEHIDUPAN EKONOMI KEHIDUPAN SOSIAL
Kegiatan berladang mulai berganti ke Masyarakat yang sudah menetap semakin
persawahan. mengalami perkembangan sehingga
Hasil panen pertanian di simpan untuk terbentuk keteraturan hidup.
masa kering dan di perdagangkan ke Adanya pemimpin yang mereka pilih atas
daerah lainnya. dasar musyawarah.
Beternak beragam jenis hewan Kehidupan masyarakat lebih kompleks dan
Kegiatan perdagangan semakin maju terbagi menjadi kelompok-kelompok sesuai
Barang yang diperdagangkan semakin dengan bidang keahliannya. Ada kelompok
beragam seperti benda-benda yang terbuat petani, kelompok pedagang, kelompok
dari logam undagi (pengrajin atau tukang).
KEHIDUPAN EKONOMI
Seni ukir mengalami perkembangan yang pesat. Ukiran di terapkan
pada benda-benda nekara perunggu.
Seni hias pada benda-benda perunggu menggunakan pola-pola
geometris sebagai pola hias utama.
Membuat perkakas untuk keperluan sehari-hari, misalnya kapak,
corong, dikembangkan pula pembuatan benda-benda yang memiliki
nilai estetika dan ekonomis, misalnya nekara, boneka perunggu, gelang,
cincin, bandul kalung,