Webinar
JPJR Belitung Timur, 29 Oktober 2020
”
Jalur Rempah Sebagai Warisan Budaya Dunia:
Peluang, Tantangan, dan Pemanfaatan
Ananto Kusuma Seta, Ph.D,
Ketua Komite Jalur Rempah,
Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud
Jejak Jalur Rempah
Tanaman rempah, dan pengetahuan pemanfaatannya
menjadi jamu telah dikenal nenek moyang kita sejak dulu
Peneliti LIPI mengungkap adanya 63 spesies tanaman kuno Relief Candi Borobudur yang menggambarkan potret
di relief candi Borobudur (borobudurnews.com) masyarakat saat itu sedang meracik jamu (kompasiana.com)
Contoh Jejak Rempah:
MESIR
Lada Hitam ditemukan di
dalam lubang hidung
Ramses II (1224 SM)
sebagai bahan
pengawetan mumi.
Contoh Jejak Rempah:
SRI LANGKA
Ditemukan contoh cengkeh era 900 –
1100 M dan lada hitam era 600 – 700 M
di bekas pelabuhan kuno di Mantai, Sri
Langka.
Mantai adalah hub perdagangan yang
menghubungkan antara Timur dan Barat
sejak 1000 tahun SM. Cengkeh yang
diperdagangkan di Mantai diperkirakan
berasal dari Nusantara yang akan dikirim
ke India, Arab dan Romawi.
Jejak budaya bahari:
Nenek moyang kita adalah pelaut dan
telah menguasai ilmu astronomi untuk pelayaran
Relief kapal laut di candi Borobudur membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia Relief di Candi Borobudur juga menunjukkan
adalah pelaut.
kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam
penguasaan ilmu perbintangan. Ditunjukkan oleh
gambar rasi Ursa Mayor dengan 7 buah bulatan
(menggambarkan bintang) yang diapit oleh bulan sabit
dan matahari.
Jejak Budaya Bahari
Gambar perahu dan manusia dengan senjata Gambar perahu layar di Liang Besar
terselip di pinggangnya di Liang Kacamata 1 (Dok. Balai Arkeologi Kalimantan Selatan).
(Dok. Balai Arkeologi Kalimantan Selatan).
Sekitar 5.000 tahun lalu, kelompok manusia berbahasa Austronesia ini masuk ke pedalaman Kalimantan melalui jalur
sungai-sungai dengan menggunakan perahu. Perahu-perahu yang mereka gunakan pada awalnya berbentuk perahu atau
rakit yang digerakkan dengan dayung. Perkembangan selanjutnya, dayung sebagai penggerak perahu mulai digabungkan
dengan teknologi angin dengan bentuk “layar perahu”. Sehingga pergerakan perahu lebih cepat dan lebih ekonomis.
Jejak Budaya Bahari
Lukisan perahu di batu dari situs “Here Sorot Entapa” Lukisan penari dan gendang logam di batu yang diolah
yang diolah sketsa ulang, di Pulau Kisar, Maluku (Credit: sketsa ulang, di Pulau Kisar, Maluku (Credit: ANU)
ANU)
Pada era zaman perunggu, sekitar 2.500 – 3.500 tahun lalu, perdagangan melalui jalur laut telah berkembang hingga ke Vietnam.
Gendang Dong Son, yang diproduksi di Vietnam utara dan China barat daya sekitar 2.500 tahun yang lalu mungkin telah
diperdagangkan dengan rempah-rempah langka seperti pala dan cengkeh, yang pernah ditemukan hanya di pulau-pulau ini.
Jejak Jalur Rempah:
Nenek moyang kita telah membangun perdagangan kayu manis
(Cinnamon Route) hingga ke Afrika pada Abad ke-8 Masehi.
Rekonstruksi perahu Samudera Perahu Borobudur, Samudera Raksa sedang Perahu Borobudur, Samudera Raksa tiba di
Raksa sesuai dengan desain yang ada berlayar di Tanjung Priok, Jakarta. dalam
pada relief candi Borobudur. “Cinnamon Route”. Durban, Afrika Selatan pada tanggal 1 Desember
Perahu layar cadik ganda asal Indonesia
abad ke-8 ini dahulunya punya misi 2003 sebelum melanjutkan perjalanan ke Accra,
menjalin hubungan dagang Indonesia – Ghana, Afrika.
Afrika melalui “Rute Cinnamon” yang Ini membuktikan bahwa kapal tradisionil Jawa
ditempuh pedagang Indonesia dari dan
ke Afrika. abad 8 Masehi mampu berlayar sampai Afrika.
…program Jalur Rempah bukan sekedar untuk
mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia,
namun lebih besar dari itu, yakni memperkuat jati diri
bangsa dan membangun kesejahteraan bersama
berbasis kekayaan budaya di masa depan…
Jalur Rempah
NILAI BUDAYA KETERSAMBUNGAN KESEJAHTERAAN
Rempah dilahirkan di Jalur Rempah adalah jalur Jalur Rempah adalah
Nusantara, yang membawa ketersambungan budaya tentang pembangunan
nilai lifestyle untuk bahari, yang menyatukan berkelanjutan untuk
peradaban global. nusantara dan dunia. kesejahteraan bersama.
Rempah bukan sekedar komoditi, Harus dipandang dari geladak Menggunakan warisan lampau
namun sebagai nilai (value) budaya. perahu orang Indonesia (inside out). untuk modal pengembangan
Peluang kekayaan: Tantangan, merekonstruksi dan wilayah sebagai basis pembangunan.
• biodiversitas. membangun narasi tentang: Pemanfaatan untuk:
• local genious • jalur pelayaran • Pariwisata
• makanan & kesehatan • asimilasi budaya • Gastronomi
• kecantikan & fashion • sistem perdagangan • Biofarmaka
• ritual • Pengelolaan CB/NB • Fashion
•… •… •…
18 17 20 Titik Awal Rekonstruksi Jalur Rempah
19 Tahun 2020
02 02 11
16 15 3
1
20 14 02 02 02 02 03
01 2
13
02 02 02
12
02 10 02 02 02
02 02 02 6 5 4
02
9 8
7
(1) Raja Ampat; (2) Banda Naira; (3) Ternate, Tidore, Halbar, Halsel; (4) Buton; (5) Makassar, Selayar; ((6) Karang Asem (Tulamben,
Padang Bay); (7) Surabaya, Mojokerto, Kediri; (8) Semarang, Jepara, Rembang, Pati, Kudus; (9) Banten; (10) Banjarmasin, Amuntai;
(11) Singkawang, Sambas; (12) Belitung Timur; (13) Tanjung Jabung Timur; (14) Dharmasraya; (15) Tanjung Pinang; (16) Siak Sri
Indrapura; (17) Samudera Pasai; (18) Banda Aceh; (19) Barus;; (20) Pesisir Selatan (Mandeh).
Jalur Rempah adalah gerakan bersama tentang kita,
semua bisa punya peran masing-masing.
- terima kasih -