The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Risvi Revita Yuli, 2023-04-07 08:38:29

Bahan Ajar_Sistem Reproduksi 1

Bahan Ajar_Sistem Reproduksi 1

Keywords: Sistem Reproduksi

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA SMAN 1 Muncar BAHAN AJAR BIOLOGI Disusun oleh : Risvi Revita Yuli BIOLOGI FASE F *1


DAFTAR ISI Sistem Reproduksi ................................................. Sistem Reproduksi Pada Pria Sistem Reproduksi Pada Wanita Daftar Pustaka 1 1 5 9 ................................ ............................ .......................................................... SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 1 Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau melakukan reproduksi. Tujuan utama makhluk hidup melakukan reproduksi adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Reproduksi melibatkan suatu sistem dalam tubuh yaitu sistem reproduksi. SISTEM REPRODUKSI Sistem reproduksi pria merupakan kesatuan dari beberapa organ yang mempunyai fungsi dan aktivitas terkait dengan fungsi reproduksi, yaitu menghasilkan spermatozoa; fungsi endokrin, yaitu menghasilkan hormon androgen; dan fungsi seksual dalam rangka proses hubungan seksual. Secara umum, pada sistem reproduksi pria terdapat beberapa organ utama yaitu penis, testis (termasuk skrotum yang membungkusnya), kelenjar seks asesori yang terdiri dari kelenjar bulbouretralis, prostat dan vesikula seminalis, serta saluran reproduksi yang terdiri dari epididimis, vas deferens, dan uretra. Selain organ utama tersebut masih ada organ lain berupa arteri, vena, pembuluh limfa, serta saraf (Rizal, 2021). A. SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA Sistem reproduksi melibatkan organ-organ reproduksi. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, reproduksi juga merupakan objek utama untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, manusia mengembangkan teknologi reproduksi berupa bayi tabung untuk mengatasi masalah pasangan suami istri yang tidak memiliki anak. Kita juga sering mendengar atau membaca informasi mengenai berbagai penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Berbagai penyakit sistem reproduksi ini tentunya harus kita cegah agar manusia tetap dapat memperoleh keturunan. Satu hal yang penting bagi generasi muda adalah menjaga kesehatan reproduksi agar tidak terkena penyakitpenyakit pada sistem reproduksi (Aryulina et al., 2004).


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 2 Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum Penis. Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi) (Wardiyah et al., 2022). Menurut Rizal (2021), penis memiliki fungsi antara lain menjadi alat untuk beraktivitas seksual pada peristiwa hubungan seksual yang ditandai dengan penetrasi penis ke dalam vagina serta menjadi tempat lewatnya urine dan cairan sperma karena adanya uretra. Menurut Purnomo et al., (2009), pada alat ini terdapat saluran ejakulasi yang berperan menyemprotkan semen hingga masuk dalam uretra dan disalurkan ke luar. Pada saat ejakulasi, otot yang terdapat pada tempat keluarnya urine menutup sehingga urine tidak keluar bersama semen. Sistem reproduksi pria Meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormon pada pria. Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam. Organ Reproduksi Luar 1.


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 3 Skrotum(kantung pelir) Menurut (Wardiyah et al., 2022), skrotum merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Diantara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakkan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster yang berperan mengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Menurut Wati et al., (2021), pembentukan sperma memerlukan suhu sedikit di bawah suhu tubuh, yaitu 340 C. Fungsi utama skrotum adalah memberikan testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1-80 C lebih dingin dibandingkan temperatur rongga tubuh. 2. Menurut (Wardiyah et al., 2022), organ reproduksi dalam pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris. Organ Reproduksi Dalam Testis Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron. Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes= jamak). Testis terdapat dibagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Spermatogenesis terjadi di dalam didalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). 1.


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 4 Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Menurut Purnomo et al., (2009), dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Didalam jaringan epitelium terdapat sel induk spermatozoa (spermatogen) dan sel sertoli. Sel sertoli berfungsi memberi nutrisi pada sperma. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Pada penampang lintang testis akan tampak daerah yang bersekat-sekat. Ruang di antara sekat disebut lobulus. Setiap lobulus berisi kumpulan tubulus seminiferus yang berbelit-belit. Apabila dibentangkan panjang belitan tubulus seminiferus mencapai 1 km. Seluruh tubulus seminiferus menyatu membentuk vasa efferensia. Dari vasa efferensia muncul tubulus yang memanjang hingga 6 m disebut epididimis. Epididimis merupakan tempat penyimpanan sperma selama lebih kurang 18 jam. Dari epididimis, sperma menuju vesikula seminalis melalui vas deferens. Salah satu ujung vas deferens berakhir pada kelenjar prostat. Saluran ini bersatu dibelakang kandung kemih membentuk duktus ejakulatorius pendek dan berakhir di uretra. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi dan terdapat dalam penis. Saluran ini berfungsi sebagai alat pengeluaran urine dan sebagai saluran kelamin (yaitu saluran semen dari kantong mani). Duktus ejakulatorius juga berhubungan dengan kelenjar prostat yang menghasilkan cairan encer seperti susu dan bersifat alkalis sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urine di uretra. Cairan ini langsung bermuara ke uretra. Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra. Epididimis Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang disebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens. 2.


Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) Vas deferens merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani(vesikula seminalis). Saluran ejakulasi Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Uretra Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urine dari kantung kemih. SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 5 Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses oogenesis, fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Organ reproduksi atau organ kelamin wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar, kedua organ reproduksi tersebut tidak terpisah satu dengan yang lainnya namun saling berhubungan. B. SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 6 Organ reproduks luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak. Pada masa pubertas, daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris. Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah. Organ Reproduksi Luar Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin). Ovarium Ovarium atau indung telur berjumlah sepasang berbentuk oval dengan panjang 3 sampai 4 cm. Ovarium berada didalam rongga badan di daerah pinggang. Ovarium berperan secara bergantian untuk menghasilkan ovum atau sel telur. Umumnya, setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi yang terdiri dari oviduk, uterus, dan vagina (Aryulina et al., 2004). Menurut Wardiyah et al., (2022), di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur sehingga proses pembentukan ovum (Oogenesis) terjadi di dalam ovarium. Organ Reproduksi Dalam 1.


SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 7 Saluran Reproduksi Oviduk (tubafalopii) Oviduk atau salurantelur berjumlah sepasang (dikanan dan kiri ovarium)dengan panjang sekitar10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus. Uterus (kantung peranakan) Uterus atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Menurut Purnomo et al., (2009), uterus tersusun atas tiga lapisan, yaitu perimetrium, miometrium, dan endometrium. Endometrium menghasilkan banyak lendir dan mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan inilah yang mengalami penebalan dan akan mengelupas setiap bulannya apabila tidak ada implantasi zigot di dalam uterus. Menurut Wardiyah et al., (2022), uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi(pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi. 2.


Vagina Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan. SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR 8


DAFTAR PUSTAKA SISTEM REPRODUKSI SMAN 1 MUNCAR Aryulina, D., C. Muslim., S. Manaf. dan E. W. Winarni. 2004. Biologi SMA dan MA. Jakarta: Penerbit Erlangga. Purnomo., Sudjino., Trijoko. dan S. Hadisusanto. 2009. BIOLOGI. Situbondo: Intan Pariwara. Rizal, D. M. 2021. Fisiologi Sistem Reproduksi Pria. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Wardiyah, A., Aryanti, L., Marliyana, M., Oktaliana, O., Khoirudin, P., & Dea, M. A. (2022). Penyuluhan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi. JOURNAL OF Public Health Concerns, 2(1), 41-53. Wati, H. P., S. N. Hidayah. dan B. S. Preskayana. 2021. Buku Interaktif Biologi untuk SMA/MA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Daerah Istimewa Yogyakarta: Penerbit Intan Pariwara. 9


Click to View FlipBook Version