SISTEM PERTAHANAN TUBUH PADA MANUSIA Bahan Ajar Biologi SMAN 1 Muncar FASE F *2 Respon Tubuh Terhadap Antigen & Jenis Kekebalan Tubuh Disusun Oleh : Risvi Revita Yuli
Kekebalan Humoral ................................................... Kekebalan Seluler Kekebalan Aktif Kekebalan Pasif Daftar Pustaka DAFTAR ISI 1 1 3 5 7 ...................................................... ......................................................... ......................................................... ...........................................................
Antibodi merupakan biomolekul yang tersusun atas protein dan dibentuk sebagai respons terhadap keberadaan bendabenda asing yang tidak dikehendaki di dalam tubuh kita. Benda-benda asing itu disebut antigen (Aripin, 2019). Suatu antibodi bekerja secara spesifik untuk antigen tertentu (Wati et al., 2021). SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR Sebelum mempelajari sub-bab ini, mari me-recall materi terkait "Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh" Antibodi VS Antigen Sel B Sel B Plasma Sel B Pengingat Sel B Pembelah Sel T Sel T Pembunuh (Sitotoksik) Sel T Pembantu Sel T Supresor (Wati et al., 2021). berfungsi membentuk antibodi. berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke tubuh serta menstimulasi pembentukan sel B jika terjadi infeksi kedua. berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat. berfungsi menyerang pathogen yang masuk ke tubuh, sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara langsung. berfungsi menstimulasi pembentukan jenis sel T lainnya dan sel B plasma serta mengaktivasi makrofag untuk melakukan fagositosis. berfungsi menurunkan dan menghentikan renpons imun dengan cara menurunkan produksi antibody dan mengurangi aktivitas sel T pembunuh.
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR Respon kekebalan tubuh terhadap antigen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kekebalan humoral (antibody-mediated immunity) dan kekebalan seluler (cell-mediated immunity). A. Kekebalan Humoral Kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan antibodi yang beredar dalam cairan darah dan limfe. Antibodi yang beredar sebagai respon humoral bekerja melawan bakteri bebas, racun, virus, dan mikroorganisme lainnya yang berada dalam cairan tubuh (Aripin, 2019). Ketika suatu antigen masuk ke tubuh untuk pertama kalinya, sel B pembelah akan membentuk sel B plasma dan sel B pengingat. Sel B plasma akan menghasilkan antibodi yang berfungsi mengikat antigen. Dengan demikian makrofag akan lebih mudah menangkap dan menghancurkan patogen. Setelah infeksi berakhir, sel B plasma akan mati sedangkan sel B pengingat akan tetap hidup dalam waktu lama. Serangkaian respon terhadap patogen ini disebut respon kekebalan primer. Apabila antigen yang sama masuk kembali ke tubuh, sel B pengingat akan mengenalinya dan menstimulasi pembentukan sel B plasma. Sel B plasma berfungsi memproduksi antibodi. Respon tersebut dinamakan respon kekebalan sekunder. Respon kekebalan sekunder terjadi lebih cepat dan konsentrasi antibodi yang dihasilkan lebih besar dibandingkan pada respon kekebalan primer, hal ini dikarenakan adanya memori imunologis yaitu kemampuan sistem imun untuk mengenali antigen yang pernah masuk ke tubuh (Wati et al., 2021). B. Kekebalan Seluler Pada imunitas seluler, aksi limfosit dan makrofag efektor mendominasi (Siagian, 2018). Kekebalan seluler melibatkan sel T yang bertugas menyerang sel-sel asing atau jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung (Aripin, 2019). Ketika sel T pembunuh kontak dengan antigen pada permukaan sel asing, sel T pembunuh akan menyerang dan menghancurkannya dengan cara merusak membran sel asing. Selain itu, sel T juga mampu melawan virus yang menginfeksi tubuh. Sel T akan menyerang virus dari berbagai bagian tubuh virus. Jika infeksi telah berhasil ditangani, sel T supresor akan menghentikan respon kekebalan dengan cara menghambat aktivitas sel T pembunuh (Wati et al., 2021). 1
Vidio animasi kekebalan humoral dapat diakses melalui qr-code berikut: atau akses link : https://www.youtube.co m/watch? v=SsNMaGWuBlg Vidio animasi kekebalan seluler dapat diakses melalui qr-code berikut: atau akses link : https://www.youtube.co m/watch? v=ALZGpVS2bEg SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR (Siagian, 2018) 2 Vidio animasi kekebalan seluler dapat diakses melalui qr-code berikut: atau akses link : https://www.youtube.co m/watch? v=K6gS6Jolwes
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR Berdasarkan cara memperolehnya, kekebalan tubuh digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. C. Kekebalan Aktif Kekebalan aktif merupakan kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri. Tubuh membentuk antibodi sendiri karena infeksi antigen. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami dan buatan, sebagai contoh secara alami melalui penyakit seperti halnya penyakit cacar dan secara langsung tubuh membentuk vaksinasi virus cacar dengan cara didalam tubuh penderita dikembangkan kekebalan humoral dan kekebalan seluler, setelah mengidap penyakit cacar penderita tidak akan terkena dua kali penyakit cacar. Sedangkan cara buatan dengan adanya vaksinasi (imunisasi) terhadap mikroorganisme tertentu dengan cara dimasukkan antigen yang telah dilemahkan atau telah mati kedalam tubuh (Aripin, 2019). Vaksin dibedakan berdasarkan jenis kandungan yang ada di dalamnya: Vaksin Hidup (live attenuated vaccine), yaitu jenis vaksin yang mengandung patogen yang sudah dilemahkan, misalnya Oral Polio Vaccine (OPV), vaksin campak, vaksin rotavirus, dan vaksin demam kuning. Vaksin mati (inactivated vaccine) yaitu jenis vaksin yang mengandung patogen yang sudah dimatikan, misalnya whole-cell Pertussis Vaccine dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). Vaksin subunit (subunit vaccine), yaitu jenis vaksin yang dibuat dari komponen patogen misalya acellular Pertussis Vaccine, vaksin Haemophilus influenzae tipe B (HiB), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), dan vaksin hepatitis B. Vaksin toksoid, yaitu jenis vaksin yang dibuat dari toksin yang sudah dilemahkan, misalnya vaksin toksoid tetanus dan vaksin toksoid difteri. 1. 2. 3. 4. 3 Animasi cara kerja vaksin Covid-19 dapat diakses melalui qr-code berikut: atau akses link : https://www.youtube.co m/watch? v=UGPp7zdToKk
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR Pemberian vaksin atau vaksinasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam upaya pembentukan imun dalam tubuh (imunisasi). Vaksin yang dimasukkan ke tubuh akan menstimulasi pembentukan antibodi melawan antigen. Akibatnya, tubuh tidak mengalami gejala berat jika suatu patogen menyerang. Vaksin diberikan melalui program imunisasi. Terdapat lima imunisasi wajib atas dasar rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu imunisasi Hepatitis B, imunisasi Polio, imunisasi BCG (Bacille Calmette-Guerin), imunisasi Pentavalen, dan imunisasi Campak. Orang dewasa juga perlu mendapatkan kelima macam imunisasi wajib apabila sewaktu masih kanak-kanak belum mendapatkannya (Wati et al., 2021). Prinsip kerja vaksin dalam tubuh adalah untuk mempersiapkan sistem kekebalan agar mampu bertahan terhadap serangan patogen tertentu terutama bakteri, virus, atau toksin. Sistem kekebalan dibangun bersamaan dengan berjalannya proses mengenali partikel vaksin sebagai agen asing, menghancurkannya dan “mengingat”nya, baru dikemudian hari agen yang virulen menginfeksi tubuh maka sistem kekebalan telah siap bekerja efektif, yaitu melalui proses menetralisasikan bahannya sebelum sempat memasuki sel dan mengenali dan menghancurkan sel yang telah terinfeksi sebelum agen ini dapat berbiak. Pada proses pembuatan kekebalan aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan. Tubuh dirangsang untuk membangun pertahanan imunologis terhadap kontak alamiah dengan berbagai kemungkinan penyakit. Prosesnya, tubuh diberi sebagian atau seluruh komponen kuman, (juga dapat dibuat melalui proses rekayasa kuman), sehingga terjadi rangsangan kekebalan tubuh (imunologik). Proses terbentuknya kekebalan ini menyerupai respon terhadap infeksi alami oleh kuman itu. Sedangkan respon dalam tubuh itu bisa berupa terbentuknya antitoksin (zat anti terhadap racun yang dibuat oleh mikroorganisme) atau bentuk lain yang efeknya menetralisasi kuman. Sedangkan dalam imunisasi pasif, tubuh tidak dengan sendirinya membentuk kekebalan (Endris,2020). 4
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR D. Kekebalan Pasif Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh setelah menerima antibodi dari luar. Kekebalan ini dapat diperoleh dengan cara alami yaitu dengan cara pemberian ASI (Air Susu Ibu) (Aripin, 2019). IgG Ibu melintasi plasenta dan melindungi bayi yang baru lahir selama bulan-bulan pertama kehidupan. Biasanya bayi memiliki sedikit penyakit menular selama 3 sampai 6 bulan pertama karena perlindungan yang diberikan oleh ibu sendiri terhadap perlindungan yang diberikan oleh antibodi ibu (Siagian, 2018). Kekebalan pasif buatan diperoleh dari injeksi antibodi manusia atau hewan lain yang tahan terhadap antigen tertentu (Wardani et al., 2022). Kekebalan pasif buatan ini hanya bertahan beberapa minggu saja karena immunoglobulin yang berasal dari tubuh akan diuraikan oleh tubuh orang tersebut (Aripin, 2019). Kekebalan pasif secara buatan contohnya melalui penyuntikkan antiserum yang mengandung antibodi IgG atau immunoglobulin lainnya. Kekebalan pasif buatan berlangsung singkat namun berguna untuk penyembuhan secara cepat. Contoh kekebalan pasif adalah pemberian serum antibisa ular kepada orang yang dipatuk ular berbisa (Wati et al., 2021). 5 Pembuatan kekebalan menerapkan prinsip melemahkan atau mematikan kuman. Kuman yang dilemahkan atau dimatikan ini tidak dapat berkembang biak dalam tubuh. Sehingga untuk merangsang pembentukan antibodi mesti diperlukan dalam jumlah banyak. Selain itu, secara berkala dibutuhkan juga pemberian vaksin ulangan untuk memperkuat antibodi. Proses pembentukan kekebalan diberikan dalam bentuk antibodi dari luar. Bagi tubuh yang memiliki risiko terjangkit penyakit tertentu, diberi antibodi yang spesifik. Pada umumnya, bayi dan anak diberi imunisasi atau kekebalan aktif karena imunisasi jenis ini memberi kekebalan yang lebih lama. Sebaliknya, kekebalan pasif hanya diberikan dalam keadaan sangat mendesak, misalnya pada saat tubuh belum mempunyai kekebalan. Ketika terjadi infeksi oleh kuman penyakit ganas seperti tetanus, tubuh diberi antibodi spesifik yang sudah siap pakai antibodi ini dapat habis dalam tubuh. Beberapa jenis imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh seumur hidup seperti campak, sebaliknya ada pula bentuk imunisasi yang memberikan kekebalan tubuh hanya dalam jangka waktu tertentu misalnya DPT (Difteri, Pertus, Tetanus) dan polio.
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR 6 Artinya, pembuatan kekebalan pasif lebih dimotivasi kebutuhan praktisnya sehingga kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Meski demikian, sering pula pemberian kekebalan aktif dan pasif dilakukan bersamaan misalnya tubuh sedang terserang penyakit tertentu, maka tubuh dapat diberikan kekebalan pasif agar segera menetralisasi racun kuman yang beredar. Pada saat bersamaan kekebalan aktif juga diberikan untuk memperoleh kekebalan setelah sembuh dari penyakit tersebut (Endris, 2020).
SISTEM PERTAHANAN TUBUH SMAN 1 MUNCAR 7 Aripin, I. (2019). Pendidikan nilai pada materi konsep sistem imun. Bio Educatio: The Journal of Science and Biology Education, 4(1), 1- 11. Endris, A. 2020. Buku Pintar Kekebalan Tubuh. Yogyakarta: Hikam Pustaka. Siagian, E. 2018. Immunology. Ponorogo: Penerbit Uwais. Wardani, H. K., N. Indang., A. N. Asrinawaty., I. T. Sahli., R. F. D. Atmaja., W. O. Nurtimasia., M. S. H. Hitabarat. dan R. Solfaine. 2022. Imunologi Dasar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi. Wati, H. P., S. N. Hidayah. dan B. S. Preskayana. 2021. Buku Interaktif Biologi untuk SMA/MA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Daerah Istimewa Yogyakarta: Penerbit Intan Pariwara. DAFTAR PUSTAKA