The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Legenda Terbentuknya Danau Singkarak_SUCI RAMADHANI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Suci Ramadhani, 2023-05-04 22:13:05

LEGENDA DANAU SINGKARAK

Legenda Terbentuknya Danau Singkarak_SUCI RAMADHANI

Legenda Terbentuknya Danau Singkarak Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak bernama Indra. Keluarga ini tinggal di sebuah gubuk kecil di tepi persawahan. Sehari-hari, Pak Buyung menelusuri dan mengumpulkan hasil-hasil hutan, serta mencari ikan di sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Putra mereka, Indra, sangat senang membantu pekerjaan kedua orangtuanya, sehingga mereka bangga dan merawat Indra dengan sepenuh hati. Namun, ada hal janggal dari pria ini, yakni pola makan yang sangat banyak. Dia sanggup menghabiskan setengah bakul nasi dan beberapa ekor ikan dalam sekali makan. Suatu hari, datanglah masa paceklik. Mau tidak mau orangtua Indra harus bisa berhemat. Ketika Indra meminta makan, ayahnya menyuruh dia untuk pergi mencari makan ke hutan. Indra-pun pergi. Namun sebelum berangkat, dia memberi makan ayam peliharaannya yang bernama Taduang. Ketika pulang, hari sudah siang. Namun Indra tidak membawa apa-apa. Setelah beristirahat sejenak, dia pun melanjutkan mencari sesuatu ke laut. Ibunya pun berangkat mencari sesuatu ke Tanjung, kemudian mendapatkan banyak kerang dan


dia bawa ke rumah. Namun, ayahnya ragu kalau semua kerang ini tidak akan cukup untuk mereka, mengingat Indra yang makannya banyak. Kemudian Pak Buyung berinisiatif agar memakan kerang ini diam-diam bersama istrinya. Sesampainya Indra di rumah, hari sudah malam, namun ia masih pulang dengan tangan kosong. Dia sangat lapar. Ketika pergi ke dapur, ia melihat kedua orangtuanya sedang tertidur pulas di ruang dapur, dengan piring-piring yang berantakan. Hatinya sangat sedih dan terpukul. Melihat hal tersebut, Indra pun berlari keluar gubuk sembari menangis. Taduang yang melihat tuannya menangis itu berkokok berkali-kali, kemudian mengepakngepakkan sayapnya hingga ia bisa terbang. Melihat hal itu, Indra-pun segera berpegangan ke kaki Taduang. Ajaibnya, batu tempat Indra duduk ikut terangkat dan lama-kelamaan jadi membesar. Setelah terbang beberapa saat, batu yang kian membesar itu akhirnya melesat dan menabrak suatu bukit di sekitaran laut. Hantaman tersebut membentuk lobang yang memanjang, kemudian dengan cepat air laut masuk dan memenuhi lobang itu. Aliran itu akhirnya membentuk sungai. Inilah sungai yang saat ini kita kenal dengan nama Sungai Batang Ombilin. Setelah sekian lama air laut memenuhi lobang itu, akhirnya semakin membesar dan membentuk danau, yang kita bernama Danau Singkarak.


Click to View FlipBook Version