Pande Kadek Dwi Pranata, S.Pd
Tujuan
Pembelajaran
Menemukan pokok pikiran dari sebuah bacaan nonfiksi
Menyusun pertanyaan berdasarkan teks nonfiksi
Membuat peta pikiran berdasarkan informasi penting yang
terdapat dalam teks nonfiksi
Menemukan peran makhluk hidup dalam sebuah jaring-jaring
makanan
Membuat diagram jaring-jaring makanan pada sebuah sekosistem
Minggu pagi Budi membaca surat kabar di samping
ayah. Budi dan ayahnya membaca surat kabar di teras rumah.
Budi membaca berita tentang lingkungan. Judul berita yang
dibaca oleh Siti dan ayahnya adalah “Ancaman Sampah
Masker dan Sarung Tangan bagi Ekosistem Laut”.
Ancaman Sampah Masker dan Sarung Tangan bagi Ekosistem Laut
Penggunaan masker dan sarung tangan secara masif untuk menghindari
penularan Covid-19 telah menimbulkan masalah baru. Masalah yang muncul adalah
tumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kehidupan di lautan. Isu ini
mengkhawatirkan terlebih bila sampah masker dan sarung tangan tidak dikelola
secara benar sebelum sampai ke laut. Hal ini disebabkan masker dan sarung
tangan terbuat dari bahan seperti polypropylene,sehingga tidak mudah terurai
secara alami dan dapat mengancam ekosistem.
Sumber: https://travel.detik.com/
Untuk dapat memahami informasi yang terdapat dalam berita tersebut kita
dapat melihat dari pokok pikirannya. Pokok pikiran adalah inti permasalahan dari
suatu teks. Pokok pikiran berisi gagasan dasar mengenai suatu hal atau kejadian
yang ingin disampaikan oleh pembuat teks. Ada beberapa nama lain dari pokok
pikiran, diantaranya ide pokok, pikiran utama atau gagasan pokok. Semua istilah
tersebut sama dan merujuk pada inti permasalahan dari suatu teks yang disajikan.
Untuk dapat menentukan pokok pikiran, kita perlu membaca teks dengan
saksama. Perhatikan setiap kalimat pada masing-masing paragraf dalam teks
nonfiksi. Dalam suatu teks non fiksi biasanya terdapat satu kalimat yang
mengandung informasi atau permasalahan dasar dari teks tersebut. Pada kalimat
itulah, ide pokok teks dapat ditemukan.
Pokok pikirannya adalah masalah baru yang ditimbulkan
dari pemakian masker dan sarung tangan.
Selain dengan menentukan pokok pikiran, untuk
menemukan informasi dapat dilakukan dengan membuat
pertanyaan.
Ayah apa pokok pikiran
berita yang tadi kita baca
ya?
Menemukan informasi dalam teks dapat dilakukan dengan membuat atau
mengajukan pertanyaan yang berkaitan denga nisi teks. Setiap kata tanya
mempunyai makna atau tujuan yang berbeda. Perhatikan penggunaan kata tanya
berikut!
a. Apa berfungsi untuk untuk menanyakan benda atau sesuatu, keadaan atau
perbuatan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok bahasan.
b. Siapa berfungsi untuk menanyakan orang atau pihak yang terlibat.
c. Kapan berfungsi untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah/suatu peristiwa
atau kejadian.
d. Diman berfungsi untuk menanyakan tempat
e. Mengapa berfungsi untuk menanyakan sebab atau alasan suatu peristiwa
terjadi.
f. Bagaiman berfungsi untuk menanyakan keadaan atau kejelasan tentang
sesuatu hal, cara atau proses pengerjaan sesuatu.
g. Berapa berfungsi untuk menanyakan banyak, jumlah atau satuan.
Setelah kita menentukan pokok pikiran teks serta jawaban dari pertanyaan
yang diajukan, kita dapat menyajikannya ke dalam suatu peta pikiran. Berikut contoh
peta pikiran dari teks nonfiksi di atas.
Apa masalah yang Mengapa masker dan sarung
ditimbulkan dari penggunaan tangan dapat mengancam
masker dan sarung tangan? ekosistem laut?
……………………………………………………… ………………………………………………………
…………………………………………………….. ……………………………………………………..
Ancaman Sampah Masker
dan Sarung Tangan bagi
Ekosistem Laut
Kehidupan ekosistem laut akan Apa yang akan terjadi ketika
terganggu nak. Misalnya saja ikan- sampah tersebut terus
ikan kecil akan mati, ini otomastis dibuang kelaut Ayah?
akan mempengaruhi rantai makanan
yang ada di laut tersebut. Apa rantai
makanan itu yah?
Untuk lebih memahami
tentang rantai makanan. Ayo
kit abaca informasi di bawah
Rantai makanan merupakan urutan proses memakan dan dimakan antara
makhluk hidup di dalam suatu ekosistem. Melalui proses makan dan dimakan makhluk
hidup memperoleh energi yang digunakan untuk tumbuh, bergerak dan melakukan
aktivitas. Setiap makhluk hidup dalam rantai makanan memiliki peran masing-masing.
Secara umum terdapat tiga peran makhluk hidup di dalam rantai makanan,
diantaranya sebagai produsen, konsumen dan pengurai.
a. Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya senddiri
melalui proses fotosintesis. Contoh dari produsen adalah rumput, padi jagung,
fitoplankton, rumput laut dan semua tumbuhan hijau. Produsen mampu
mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi kimia.
b. Konsumen
Konnsumen adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya
senddiri sehingga mendapat energi dari makhluk hidup lainnya. Contoh
konsumen adalah tikus, ular, ulat, ayam, zooplankton dan semua hewan lainnya.
Di dalam rantai makanan, konsumen dikelompokkan menjadi beberapa
tingkatan, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Konsumen tingkat I, yaitu kelompok hewan yang memakan tumbuhan
(produsen). Konsumen tingkat I merupakan kelompok hewan herbivora.
Contohnya rusa, kelinci, belalang, ulat dan hewan lainnya.
2. Konsumen tingkat II, yaitu kelompok hewan yang memakan kelompok
hewan lain (konsumen I). Konsumen tingkat II merupakan kelompok hewan
karnivora atau omnivore. Contoh konsumen tingkat II adalah katak, ular,
ayam, dan hewan lainnya.
3. Konsumen puncak, yaitu kelompok hewan karnivora yang tidak ada
pemangsanya. Contohnya singa, elang, harimau, paus pembunuh dan hewan
lainnya.
c. Pengurai
Pengurai adalah makhluk hidup yang mengurai sisa-sisa tubuh makhluk hidup
lain yang telah mati. Pengurai tersebut menghasilkan zat-zat kimia dan nutrisi
yang dibutuhkan produsen. Contoh pengurai antara lain cacing tanah, jamur
dan bakteri.
Rantai Makanan pada Ekosistem Laut
Rantai makanan tersebut dimulai dari plankon
(fitoplankton) yang berperan sebagai produsen. Kemudian
plankton dimakan oleh udang. Udang dalam rantai makanan
tersebut berperan sebagai konsumen I. kemudia udang
dimakan oleh ikan tuna. Ikan tuna berperan sebagai konsumen
II. Ikan tuna dimakan oleh singa laut. Singa laut berperan
sebagai konsumen puncak. Setelah singa laut mati akan
diuraikan oleh bakteri. Bakteri dalam rantai makanan
berperan sebagai pengurai.
Di dalam suatu ekosistem terdapat banyak makhluk
. hidup yang memiliki sumber makanan dan pemangsa yang
sama. Oleh sebab itu, di dalam sebuah ekosistem dapat
terbentuk lebih dari satu rantai makanan yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya. Kumpulan beberapa
rantai makanan tersebut di dalam suatu ekosistem
dinamanakan jaring-jaring makanan.
Paus Biru Paus pembunuh
Burung Singa Laut Anjing Laut
Camar Cumi-cumi
Udang laut
Ikan
Rumput Laut Kepiting
Jaring-jaring Makanan Ekosistem Laut
Coba temukan rantai
makanan yang lain!
Jaring-jaring makanan tersebut terdiri
dari beberapa rantai makanan. Salah
satunya adalah
Phytoplankton – Zooplankton – Ikan –
Burung Camar – Singa Laut – Paus
Pembunuh
Pokok pikiran adalah inti permasalahan dari suatu teks.
Rantai makanan merupakan urutan proses memakan dan dimakan antara
makhluk hidup di dalam suatu ekosistem.
Peran makhluk hidup di dalam rantai makanan adalah sebagai produsen,
konsumen dan pengurai.
Jaring-jaring makanan adalah kumpulan dari beberapa rantai makanan dalam
suatu ekosistem
1. Tulislah rantai makanan yang kamu temukan pada gambar jaring-jaring
makanan ekosistem laut di atas!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………