a
BAHAN AJAR
Nama Guru : Zamzami Maulida Abas, S.Pd
NIP : 199406162019032016
Instansi : SD NEGERI 2 KRAMAT
Tema : 3 (Tokoh dan Penemuan)
Subtema : 3 (Ayo Menjadi Penemu)
Pembelajaran : 3
Kelompok :
:
Nama Anggota/No Absen
1.
2.
3.
4.
5.
TEMA : 3 (Tokoh dan Penemuan) Pembelajaran
SUBTEMA : 3 (Ayo Menjadi Penemu) 3
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia dan IPA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar : 3.2 Menggali teks penjelasan (eksplanasi) ilmiah yang
Materi didengar dan dibaca
Mata Pelajaran 4.2 Menyajikan hasil galian informasi dari teks penjelasan
Kompetensi Dasar (eksplanasi) ilmiah secara lisan, tulis, dan visual, dengan
menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif.
Materi : Kosa kata tidak baku, kosa kata baku, kalimat tidak efektif
dan kalimat efektif, teks eksplanasi
: Ilmu Pengetahuan Alam
: 3.4 Mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan
fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana
4.4 Melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana
secara seri dan paralel
: Rangkaian listrik seri dan paralel
1. PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Hai hai hai…. Selamat pagi anak-anak kelas VI Krada Satria tercinta… Apa kabar
kalian hari ini? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Yaa
Robbal’alamiin.
Apakah kalian sudah siap untuk belajar hari ini? Ibu harap kalian tetap semangat
belajar ya anak-anak hebat.
Pada pembelajaran sebelumnya kalian telah mempelajari tentang penemu listrik
dan bola lampu, nah pada pembelajaran hari ini kalian akan mempelajari tentang teks
eksplanasi dan rangkaian listrik sederhana.
Bahan ajar ini terkait dengan teks eksplanasi dan rangkaian listrik sederhana yang
ada pada Kompetensi Dasar 3.2 dan 3.4. Pada pembelajaran kali ini kita akan membahas
tentang materi Bahasa Indonesia dan IPA. Semangat …..
2. TUJUAN
1. Setelah membaca teks eksplanasi, siswa mampu merinci kosa kata non baku
dan kalimat tidak efektif dari teks eksplanasi dengan benar. (C2: Merinci)
2. Setelah membaca teks ekplanasi, siswa mampu mengubah kata non baku
menjadi kata baku dan kalimat tidak efektif menjadi kalimat efektif dengan
benar. (C2: Mengubah)
3. Setelah membaca teks eksplanasi, siswa mampu menganalisis teks eksplanasi
dengan benar. (C4: Menganalisis)
4. Setelah membaca teks eksplanasi, siswa mampu merumuskan kesimpulan dan
pesan dari teks eksplanasi dengan benar. (C6: Merumuskan)
5. Setelah merumuskan kesimpulan dan pesan dari teks eksplanasi, siswa dapat
menyajikan hasil kesimpulan teks eksplanasi dengan percaya diri. (P3:
Persisi)
6. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang rangkaian seri dan paralel, siswa
dapat menjelaskan tentang rangkaian seri dan paralel dengan tepat. (C2:
Menjelaskan)
7. Setelah menjelaskan rangkaian seri dan paralel, siswa dapat
menyusun/merangkai rangkaian seri dan paralel dengan tepat. (C3:
Menyusun/merangkai)
8. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang rangkaian seri dan paralel, siswa
melakukan identifikasi dan menganalisis rangkaian seri dan paralel yang ada
di sekolah secara mandiri. (C4: Identifikasi dan menganalisis)
9. Setelah mengidentifikasi dan menganalisis rangkaian seri dan paralel yang ada
di sekolah, siswa dapat menyimpulkan hasil identifikasi dan analisis rangkaian
seri dan paralel yang ada di sekolah dengan benar. (C5: Menyimpulkan)
10. Setelah mengumpulkan dan menyimpulkan hasil identifikasi rangkaian seri dan
paralel, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan percaya diri.
(P3: Persisi)
3. MATERI AYO MEMBACA
Bahasa Indonesia
KOSA KATA BAKU
Indonesia memiliki ragam bahasa
yang terus berkembang, selain itu juga
memiliki ragam kata baku dan tidak baku.
Kata dan tidak baku sendiri saat ini sudah
diatur dan memiliki standar yang bisa dicari
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI). Kamus tersebut dikembangkan oleh
kementrian Pendidikan dan bisa digunakan
melalui aplikasi atau online.
Kata baku merupakan kata yang digunakan sesuai aturan atau kaidah
berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sesuai ejaan dalam KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia). Kata baku dalam penggunaannya disesuaikan
dengan ejaan dan aturan pedoman Bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang
bersumber pada KBBI, serta disesuaikan juga dengan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Kata baku biasa digunakan dalam pengungkapan
Bahasa yang bersifat resmi, biasanya digunakan dalam surat resmi maupun
teks pidato.
Ciri-ciri kata baku:
1. Tidak dipengaruhi bahasa tertentu
2. Tidak dipengaruhi bahasa asing
3. Bukan Bahasa percakapan
4. Pemakaian imbuhan pada kata bersifat eksplitit
5. Pemakaian kata sesuai dengan konteks kalimat
6. Kata baku bukan kata rancu
7. Kata baku tidak mengandung hiperkorek
8. Kata baku tidak mengandung pleonase
Ciri-ciri kata tidak baku: KOSA KATA TIDAK BAKU
1. Umumnya digunakan Indonesia memiliki ragam bahasa yang
terus berkembang, selain itu juga memiliki
dalam Bahasa sehari-hari ragam kata baku dan tidak baku. Kata tidak
2. Dipengaruhi Bahasa baku sendiri saat ini sudah diatur dan
memiliki standar yang bisa dicari dalam
daerah dan Bahasa asing Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
tertentu Kamus tersebut dikembangkan oleh
3. Dipengaruhi dengan kementrian Pendidikan dan bisa digunakan
perkembangan zaman melalui aplikasi atau online.
4. Bentuknya dapat berubah-
rubah CONTOH
5. Memiliki arti yang sama
meski terlihat berbeda No Kata Baku Kata tidak baku
dalam Bahasa baku 1 Apotik Apotek
2 Praktek Praktik
3 Nasehat Nasihat
4 Izin Ijin
5 Konkret Konkrit
KALIMAT EFEKTIF DAN KALIMAT TIDAK EFEKTIF
Pada kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari penggunaan kalimat.
Kalimat merupakan susunan dari beberapa kata hingga menjadi klausa dan klausa
menjadi kalimat. Kalimat dibedakan menjadi dua, yaitu kalimat efektif dan kalimat tidak
efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang yang disampaikan secara subtansial mengenai
suatu ide dan gagasan kepada orang lain. Kalimat efektif memiliki beberapa ciri khas,
yaitu struktural, paralel bentuk, ketegasan makna, kecermatan penalaran, dan kelogisan
biaya. Kalimat efektif yang memenui kaidah ini akan mudah dipahami oleh pendengar.
Kalimat efektif biasa digunakan untuk menyampaikan ide, pikiran, dan gagasan
dari seseorang untuk nantinya disampaikan oleh pendengar.
Beberapa syarat dalam kalimat efektif yaitu:
1. Kesatuan, yaitu terdapatnya suatu ide pokok dalam kalimat
2. Koherensi, yaitu terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk
kalimat
3. Keparalelan, yaitu terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola
atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat
4. Ketepatan, kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang
membangun suatu kalimat sehingga berbentuk pengertian yang bulat dan pasti.
5. Kehematan, upaya menghindari kata yang tidak perlu
6. Kelogisan, arti kalimat yang logis dan masuk akal
Ciri-ciri kalimat efektif menurut pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia dan
seputar Kebahasa-Indonesiaan:
1. Minimal memiliki unsur subjek dan predikat
2. Menggunakan Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
3. Menggunakan pemilihan kata yang tepat
4. Mengandung kesepadaan antara struktur Bahasa dan jalan pikiran yang logis
serta sistematis
5. Mengandung kesejajaran untuk Bahasa yang dipakai
6. Penekanan ide pokok
7. Menggunakan kata secara hemat
Kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang penggunaan bahasanya tidak
mudah untuk dipahami dan tidak dapat memunculkan pesan yang tepat dan
jelas bagi pembaca atau pendengar. Penggunaan kalimat tidak efektif
menjadikan pesan yang diutarakan tidak akan sampai pada pembaca atau
pendengar.
Ciri-ciri kalimat tidak efektif:
1. Unsur kalimat tidak jelas
2. Penggunaan diksi kalimat banyak yang tidak tepat
3. Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesa tidak sesuai dengan Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
4. Tidak ada ide pokok pada kalimat
5. Boros kata
Syarat kalimat tidak efektif:
1. Struktur kalimat tidak satu kesatuan
2. Kalimat tidak sejajar
3. Kalimat sangat boros atau bertele-tele
4. Kalimat tidak logis
5. Kata-kata dalam kalimat saling tumpeng tindih
6. Tidak adanya subjek atau predikat
7. Pembentukan kata yang salah
8. Penggunaan kata depan yang tidak perlu
Perbedaan kalimat efektif dan kalimat tidak efektif
1. Berdasarkan bentuk
Kalimat efektif memiliki bentuk kalimat yang sangat padat dan singkat sehingga mudah
untuk dipahami. Kalimat tidak efektif memiliki bentuk kalimat yang bertele-tele sehingga
menyulitkan pembaca atau pendengar untuk memahami pesan.
2. Berdasarkan pemahaman membaca
Kalimat efektif dibuat secara efektif sehingga mudah untuk dipahami. Kalimat tidak efektif
lebih sulit untuk dipahami.
3. Berdasarkan kelengkapan unsur kalimat
Kalimat efektif terdapat unsur lengkap dan eksplisit atau seminim-minimnya terdapat subjek
dan predikat. Kalimat tidak efektif tidak memiliki unsur lengkap.
4. Berdasarkan sifatnya
Sifat pada kalimat efektif memiliki unsur logis dan masuk akal. Sifat pada kalimat tidak
efektif tidak logis dan tidak masuk akal.
5. Berdasarkan susunan kalimatnya
Susunan kalimat efektif sangat jelas dan ringkas. Susunan kalimat tidak efektif sangat
rancau karena tidak sesuai dengan struktur Bahasa Indonesia.
Contoh:
Kalimat Tidak Efektif
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PT. Grand Shoe Industry
yang berdiri pada tanggal 23 Maret 1975 oleh Bpk. Suwarno
Martodiharjo yang berlokasi di Jalan Sosial No. 4, Jakarta Barat.
Kalimat Efektif
Berdasarkan penelitian, PT. Grand Shoe Industry didirikan oleh Bapak
Suwarno Martodiharjo pada tanggal 23 Maret 1975 dan berlokasi di Jalan
Sosial No. 4, Jakarta Barat.
TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan
bagaimana kejadian-kejadian alam, sosial, pengetahuan budaya dan yang lainnya
dapat terjadi.
Teks eksplanasi berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pembaca
tentang proses terjadinya sesuatu, yang disusun menurut prinsip sebab-akibat.
Teks eksplanasi terdiri atas: pernyataan umum (pembukaan), deretan
penjelasan (isi), dan penutup (kesimpulan).
1. Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang akan
dibicarakan/diinformasikan.
2. Bagian penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan atau penjelasan
tentang proses dari peristiwa yang terjadi dan dijelaskan secara
bertahap/berurutan.
3. Bagian penutup adalah kesimpulan.
RANGAIAN LISTRIK
Rangkaian listrik merupakan
gabungan komponen-komponen listrik
yang dihubungkan pada sumber tegangan
komponen-komponen listrik yang
dihubungkan pada sumber tegangan,
sehingga memiliki fungsi tertentu. Tiga
rangkaian listrik sederhana terdiri dari
rangkaian listrik seri, rangkaian listrik
paralel dan rangkaian listrik campuran.
Tiap jenis rangkaian listrik memiliki
bentuk serta karakteristik yang berbeda
dan susunannya sangat berpengaruh
terhadap kuatnya arus.
RANGKAIAN SERI Sumber :
http://www.antotunggal.com/2022/07/r
Rangkaian listrik seri merupakan
rangkaian listrik yang disusun secara umus-rangkaian-seri-dan-paralel.html
berderetan tanpa cabang, dengan ini
arus listrik yang mengalir hanya
melalui satu jalur. Kelebihan rangkaian
listrik seri ini adalah pemasangannya
membutuhkan biaya yang cukup
murah, namun pemasangan lampu
dengan rangkaian listrik seri tersebut
juga memiliki kekurangan, yaitu
apabila salah satu kabel putus, maka
seluruh lampu ikut padam.
RANGKAIAN PARALEL
Berbeda dengan rangkaian seri, susunan pada rangkaian
paralel memiliki cabang. Komponennya disusun
bercabang, dimana ada lebih dari satu jalur listrik secara
paralel. Kelebihan rangkaian paralel ini adalah apabila
salah satu jalur listrik putus, maka jalur listrik yang
lainnya tetap akan berfungsi dengan baik sehingga lampu
yang terdapat pada jalur listrik yang lain tidak akan
padam. Sedangkan kekurangannya, pemasangan
rangkaian paralel membutuhkan biaya yang lebih mahal
karena membutuhkan beberapa bahan yang lumayan
banyak daripada pemasangan rangkaian listrik seri.
Sumber : Ilmu suatu saat akan
http://www.antotunggal.com/2022/07/r hilang jika tidak
diimbangi dengan
umus-rangkaian-seri-dan-paralel.html belajar secara
istiqomah
Sumber Materi:
Detik.com
Bola.com
Gramedia.com
Kumparan.com
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD)
Agar tujuan pembelajaran dapat
tercapai dengan baik, silahkah kalian
kerjakan LKPD ini dan tolong baca
baik-baik perintah yang terdapat pada
lembar kerja ya….
….MARI KITA BEREKSPERIMEN….
Kegiatan 1
Baca dan fahami teks di bawah ini, kemudian
kerjakan tabel pada halaman berikutnya!
Rangkaian Lampu Di Kelasku
Rangkaian listrik seri dan parallel banyak dipake buat penerangan
di berbagai tempat. Rangkaian seri sering banget kita lihat pada hiasan
pohon natal, atau hiasan pada pohon-pohon besar di sepanjang jalan
raya. Pada dasarnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di rumah,
rangkaian listrik yang mengakomodir arus energi buat penerangan adalah
merupakan gabungan dari rangkaian listrik seri dan paralel. Rangkaian
ini dikenal dengan nama rangkaian listrik campuran. Dengan demikian,
kedua jenis rangkaian ini akan saling melengkapi satu sama yang lainnya.
Seperti halnya lampu di kelasku yang menggunakan rangkaian
listrik campuran. Terdapat 3 buah sakelar dengan 4 buah lampu di kelas.
Saat sakelar 1 (S1) dinyalakan, maka yang menyala adalah hanya lampu
1 (L1). Saat sakelar 2 (S2) dinyalakan, maka hanya lampu 2 (L2) yang
menyala. Saat sakelar 3 (S3) dinyalakan, maka lampu 3 (L4) dan 4 (L4)
yang menyala. Dengan kondisi tersebut, maka rangkaian seri pada lampu
di kelas adalah L3 dan L4, sedangkan rangkaian paralelnya adalah L1, L2,
L3 - L4.
Rangkaian paralel akan sangat membantu sekali penghematan biaya
listrik. Karena kita tidak perlu menyalakan semua lampu, saat cuaca
tidak terlalu gelap. Kita hanya perlu untuk dapat menyalakan lampu
sesuai kebutuhan.
Carilah kosa kata non baku dan kalimat tidak efektif pada teks “Rangkain Listrik di
Kelasku” kemudian ubahlah menjadi kosa kata baku dan kalimat efektif! Tuliskan
hasil diskusimu pada lembar yang tersedia (Boleh mencari pada KBBI dengan
menggunakan gadget atau chromebook yang tersedia)
KOSA KATA NON BAKU DAN BAKU
No KOSA KATA NON BAKU KOSA KATA BAKU
KALIMAT TIDAK EFEKTIF DAN KALIMAT EFEKTIF
No Kalimat tidak efektif Kalimat efektif
LANJUTAN…
KALIMAT TIDAK EFEKTIF DAN KALIMAT EFEKTIF
No Kalimat tidak efektif Kalimat efektif
Setelah mengubah kosa kata non baku dan kalimat tidak efektif,
selanjutnya analisislah teks eksplanasi “Rangkaian Lampu Di
Kelasku” bersama teman kelompokmu dan tuliskan hasilnya pada
lembar yang disediakan!
TOPIK MASALAH
PENJELAS
KESIMPULAN
Kegiatan 2 Setelah membaca teks “Rangkaian Lampu di Kelasku”,
kalian pasti menemukan beberapa hal tentang
rangkaian listrik seri dan paralel. Tugas selanjutnya
yaitu silahkan melakukan eksperimen sederhana
bersama kelompokmu tentang rangkaian listrik seri
dan paralel!
Eksperimen Sederhana
Rangkaian Listrik Seri dan Paralel
Siapkan:
1. Alat dan bahan rangkaian seri yang telah kalian
buat sebelumnya
2. Alat dan bahan rangkaian paralel yang telah kalian
buat sebelumnya
Langkah Kerja:
(Dokumentasikan setiap Langkah-langkah yang dilaksanakan menggunakan
gadget yang tersedia!)
1. Pasanglah lampu dan baterai pada rangkaian seri dan paralel
yang telah kalian buat pada pertemuan sebelumnya!
2. Nyalakan sakelar pada rangkaian seri, maka apa yang terjadi?
3. Matikan sakelar pada rangkaian seri maka apa yang terjadi?
4. Nyalakan sakelar pada rangkaian paralel, maka apa yang terjadi?
5. Matikan sakelar lampu 1 pada rangkaian paralel, maka apa yang
terjadi?
6. Matikan sakelar lampu 2 pada rangkaian paralel, maka apa yang
terjadi?
7. Matikan sakelar lampu 3 pada rangkaian paralel, maka apa yang
terjadi?
8. Berikan kesimpulan dari eksperimen sederhana yang kalian
laksanakan!
Hasil Eksperimen
Jawablah!
1. Eksperimen sederhana apa yang telah kalian lakukan? Jelaskan!
2. Apa yang terjadi jika salah satu kabel pada rangkaian listrik seri
terputus?
3. Apa yang terjadi jika salah satu kabel pada rangkaian listrik paralel
terputus?
4. Tuliskan kesimpulan dari eksperimen sederhana yang kalian lakukan!
Setelah membaca teks “Rangkaian Listrik di
Kelasku” dan melaksanakan eksperimen
sederhana tentang rangkaian seri dan paralel,
sekarang identifikasikan rangkaian lampu yang
ada di SD Negeri 2 Kramat!
Lembar Identifikasi
Rangkaian Lampu di SD Negeri 2 Kramat
Siapkan Alat Tulis:
1. Pensil/Bulpoin
2. Kertas
3. Penggaris
Langkah Kerja :
(Dokumentasikan setiap Langkah-langkah yang dilaksanakan)
1. Bersama teman kelompokmu, diskusikan ruangan di SD Negeri 2
yang akan kalian amati!
2. Amatilah ruangan yang kalian pilih dengan memperhatikan
beberapa hal di bawah ini!
a. Amati jenis rangkaian yang ada di ruangan yang kalian pilih
dengan memperhatikan jumlah lampu dan jumlah sakelarnya!
b. Nyalakan dan matikan sakelar untuk mengetahui posisi lampu
yang menyala dan yang mati, hal ini merupakan petunjuk untuk
menemukan jenis rangkaian seri atau paralel pada lampu-lampu
tersebut.
c. Catat hasil pengamatan!
d. Gambarkan rangkaian lampu sesuai dengan hasil pengamatan!
l
Hasil Identifikasi
1. Ruangan mana saja yang kalian amati?
2. Tuliskan jumlah lampu dan sakelar pada ruangan yang telah kalian amati!
3. Jenis rangkaian apa yang ada di ruangan tersebut?
4. Gambarkan hasil rangkaian listrik yang telah kalian amati!
5. Apa kesimpulan dari pembelajaran hari ini?