The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agungpurmaeyanti, 2021-12-04 23:31:04

Modul Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester Ganjil

2. Teks Eksposisi adalah teks yang berisi ....

a. Informasi penting yang bermanfaat bagi pembaca.

b. Gagasan pendapat dan fakta yang berisi sebuah informasi dan pengetahuan.

c. Berisi informasi suatu produk atau jasa agar tertarik dengan barang atau jasa
tersebut.

d. Informasi yang menggambarkan suatu benda, hewan, atau bangunan sehingga
pembaca seakan-akan merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan.

3. Fakta dalam teks eksposisi berfungsi sebagai ....

a. Pelengkap dalam teks eksposisi

b. Gagasan pendapat penulis tentang topik yang sedang dibahas

c. Memperkuat gagasan pendapat penulis dalam teks eksposisi

d. Sebagai judul teks eksposisi

4. Teks eksposisi dengan gagasan utama di akhir paragraf memiliki pola

pengembangan ….


a. Umum

b. Khusus

c. Khusus-Umum

d. Umum-Khusus

5. Kalimat fakta terdapat pada ....

a. Presiden Jokowi membuka rapat perdana dengan jajaran menteri Kabinet
Indonesia Maju di kantor presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,
Rabu 30 Oktober 2019

b. Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan
dibandingkan tahun sebelumnya.

c. Jepang menjadi salah satu negara favorit yang diminati seluruh wisatawan di
dunia.

d. Bagi kami, komunikasi menjadi sarana cukup penting.

Paragraf untuk soal nomor 6 dan 7!

6. Ada dua macam sarana pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan
nonformal. Pendidikan formal memiliki standar kurikulum yang sudah ditentukan oleh
Pemerintah, seperti SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan sejenisnya. Pendidikan
nonformal yang lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah, seperti kursus-kursus,


46

biasanya menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan
lembaga yang bersangkutan.


Pola pengembangan paragraf di atas adalah ....

a. Pola umum-khusus

b. Pola khusus-umum

c. Pola ilustrasi d. Pola proses

7. Ide pokok paragraf di atas tersebut terletak pada bagian ....

a. Awal paragraf

b. Tengah paragraf

c. Akhir paragraf

d. Awal dan akhir paragraf


8. Berikut ini yang merupakan jenis eksposisi adalah ....

a. Esai

b. Berita

c. Petunjuk penyajian

d. Pidato

9. Dalam bagian suatu teks eksposisi terdapat pendapat dari penulis yang dapat
dipermasalahkan. Bagian ini merupakan gagasan utama tentang permasalahan teks
eksposisi. Permasalahan tersebut harus dilandasi dengan ....

a. Fakta

b. Inisial

c. Nama asli penulis

d. Data lengkap

10. Teks eksposisi itu sendiri bisa disaksikan di beberapa media massa, seperti ....


a. Koran
b. Televisi


c. Radio

d. Siaran langsung





47

DAFTAR PUSTAKA
Fitriah, Maria. 2020. Transformasi Media Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19.

Diambil dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/4248063/opini-
transformasi- media-pembelajaran-pada-masa-pandemi-covid-19 (21April
2021).


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017a. Bahasa Indonesia SMP/Mts Kelas

VIII (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017b. Bahasa Indonesia SMP/Mts Kelas

VIII: Buku Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan..


Pratama, Rizky. 2020. Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Strukturnya (Lengkap).
Diambil dari https://bocahkampus.com/contoh-teks-eksposisi (21 April 2021).

































48

BAB IV
TEKS PUISI



Selain dalam bentuk prosa (eksposisi), gagasan dapat diungkap dalam
bentuk puisi. Bahkan gagasan yang puitis itulah yang sering kamu simak

sehari-hari misalnya melalui lagu-lagu. Syair-syair lagu memang banyak yang

berupa puisi. Isinya padat makna dan disusun dengan nada-nada yang indah.
Dengan demikian, puisi tidak asing bagi kamu. Suasana hati menjadi indah

dengan mendengar dan membaca suatu tang dipuisikan, bukan? Apalagi kalau

kita sendiri yang mengekspresikannya.




B. KOMPETENSI DASAR


3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang

diperdengarkan atau dibaca
3.8 Menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi (perjuangan,

lingkungan hidup, kondisi social,dan lain-lain) yang diperdengarkan

atau dibaca
4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun dan makna teks puisi yang

diperdengarkan atau dibaca

4.8 Menyajikan gagasan, perasaan, dan pendapat dalam bentuk teks puisi
secara tulis/lisan dengan memperhatikan unsur- unsur pembangun

puisi


C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.7.1 Menganalisis unsur pembangun fisik teks puisi yang diperdengarkan
atau dibaca

3.7.2 Menganalisis unsur pembangun batin teks puisi yang diperdengarkan

atau dibaca
3.8.1 Menelaah unsur fisik teks puisi yang diperdengarkan/dibaca

3.8.2 Mengevaluasi unsur-unsur pembangun puisi yang diperdengarkan
atau dibaca

4.7.1 Membuat kesimpulan unsur-unsur pembangun teks puisi yang

49

diperdengarkan atau dibaca
4.7.2 Membuat kesimpulan makna teks puisi yang diperdengarkan atau

dibaca
4.8.1 Menentukan diksi melalui media gambar secara tepat

4.8.2 Membuat teks puisi berdasarkan diksi yang telah ditentukan dengan

memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi


D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah kegiatan mengamati teks puisi, peserta didik mampu:
1. Menganalisis unsur pembangun fisik teks puisi yang didengarkan/dibaca

dengan tepat.

2. Menganalisis unsur pembangun batin teks puisi yang
didengarkan/dibaca dengan tepat.

3. Menelaah unsur fisik teks puisi yang didengarkan/dibaca dengan tepat.

4. Mengevaluasi unsur-unsur pembangun puisi yang didengarkan/dibaca
dengan tepat

5. Membuat kesimpulan unsur-unsur pembangun puisi yang

didengarkan/dibaca dengan tepat.
6. Membuat kesimpulan makna puisi yang didengarkan/dibaca dengan

tepat.

7. Melalui kegiatan mengamati gambar , peserta didik mampu menentukan
unsur fisik puisi dengan tepat.

8. Melalui kegiatan mengamati gambar, peserta didik mampu membuat
puisi berdasarkan diksi yang telah ditentukan dengan memperhatikan

unsur-unsur pembangun puisi secara tepat.















50

E. Uraian Materi Ayo siapa yang tahu Taufiq

KARANGAN BUNGA Ismail? Pernahkan kamu
melihat atau membaca puisi
ini? Dapatkah kamu
Tiga anak kecil
menenukan unsur-unsurnya
Dalam langkah malu-malu
pembangunnya?
Datang ke Salemba
Pernahkah kamu
Sore itu
menganalisis/menelaah
unsur pembangun puisi?
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati
siang tadi”.



(Karya: Taufiq Ismail)


1. PENGERTIAN PUISI

Puisi adalah Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak merupakan

ragam sastra yang bahasanya terikat oleh
irama, mantra, rima serta penyusunan larik

dan bait. Biasanya puisi berisi ungkapan

penulis mengenai emosi, pengalaman maupun
kesan yang kemudian dituliskan dengan

bahasa yang baik sehingga dapat berima dan

enak untuk dibaca.


2. UNSUR-UNSUR PEMBANGUN PUISI
Menurut Waluyo (dalam Rakhamansyah, 2014:13), unsur pembangun

puisi terdiri dari unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik adalah unsur yang

secara fisik dapat dilihat, seperti rima, gaya bahasa, imaji, diksi, struktur, dan
perwajahan. Rima, gaya bahasa, imaji, dan diksi tampak melalui kata atau frase

yang digunakan dalam puisi. Perwajahan puisi tampak melalui bentuk

penyajian puisi. Unsur batin adalah unsur yang ada dalam batin puisi, yaitu


51

berupa tema, feeling (perasaan), nada, dan amanat. Unsur fisik dan unsur batin
tersebut saling berkaitan. Pembaca bisa menemukan unsur batin puisi setelah

memahami makna dalam setiap diksi, gaya bahasa, atau perwajahannya.


1) Unsur Fisik Puisi


a. Rima (Persajakan)

Rima atau persajakan merupakan perulangan bunyi yang sama

dalam puisi. Pengertian ini dapat diperluas sehingga persajakan dapat
diartikan sebagai kesamaan dan atau kemiripan bunyi tertentu dalam dua

kata atau lebih, baik yang berada di akhir kata, maupun yang berupa

perulangan bunyi-bunyi yang sama yang disusun pada jarak atau
rentangan tertentu secara teratur. Berdasarkan pengertian tersebut,

persajakan dalam puisi pun dapat diklasifikasikan.

Contoh.
‘Lalu apakah arti jarak

Bila kau tak pernah pergi

dari hati dan benak?’


Hal tersebut terlihat dari pemilihan kata antara ‘jarak’ dan ‘benak’ serta kata

‘pergi’ dan ‘hati’ yang ujungnya memiliki rima yang sama.


Dilihat dari segi bunyi itu sendiri dikenal adanya sajak sempurna,
sajak paruh, sajak mutlak, aliterasi dan asonansi; dari posisi kata yang

mengandung dikenal adanya sajak awal, sajak tengah (sajak dalam), dan

sajak akhir; dan dari segi hubungan antarbaris dalam tiap bait dikenal
adanya sajak merata (terus), sajak berselang, sajak berangkai, dan sajak

berpeluk.

Sajak sempurna muncul apabila seluruh suku akhirnya berirama
sama, contoh: peti – hati. Sajak paruh muncul apabila sebagian atau

separuh suku akhirnya berirama sama, contoh: gunung – pelindung. Sajak
mutlak muncul apabila beberapa kata persis sebunyi, contoh jua-jua.




52

b. Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang dilakukan oleh penyair untuk

mengekspresikan gagasan dan perasaan-perasaan. Fungsi diksi dalam puisi
merupakan sarana yang menghubungkan pembaca dengan gagasan penyair

dan dunia intuisi penyair, menciptakan kesan hidup dalam puisi. Diksi

dalam puisi menjadi ciri khas penyair. Bahasa puisi bersifat konotatif dan
estetis. Untuk memahami puisi, pembaca harus memahami makna diksi

ini.

Diksi erat kaitannya dengan penggunaan kata denotatif dan konotatif.
Istilah konotatif dan denotatif digunakan dalam banyak hal, terutama dalam

ilmu bahasa. Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias

atau bukan kata sebenarnya. Sementara, denotasi adalah sebuah kata yang
memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya seperti yang sehari-hari kita

gunakan.

Perhatikan penggalan puisi berikut ini!


Doa

Chairil Anwar
Tuhanku

Dalam termangu

aku masih menyebut Mu


Kata termangu memiliki makna konotasi yaitu kekosongan jiwa
sedangkan makna denotasinya terdiam. Kata menyebut bermakna berzikir

(konotasi) sedangkan denotasinya berucap.


c. Gaya Bahasa

Salah satu keindahan puisi terletak pada gaya bahasanya. Gaya

bahasa yang sering muncul dalam puisi antara lain simile, metafora,
metonimi, sinekdok, personifikasi, repetisi, pertanyaan retoris, dan ironi




1) Simile, yaitu membandingkan satu hal dengan hal lain dengan kata-kata

pembanding, yaitu seperti, bagai, laksana, semisal, seumpama,
53

sepantun, sebagai, serupa, bak, dan sebagainya. Bentuk
pembandingannya eksplisit.

2) Metafora, yaitu menyatakan sesuatu sebagai hal yang sebanding dengan
hal lain yang sesungguhnya tidak sama. Bentuk pembandingannya

implisit.

3) Metonimi, yaitu pemanfaatan ciri atau sifat suatu hal yang erat
hubungannya.

4) Sinekdok, yaitu bahasa viguratif yang menyebutkan suatu bagian

penting dari suatu benda atau hal itu sendiri. pars prototo (penyebutan
sebagian dari suatu hal untuk menyebutkan keseluruhan) dan totum

pro parte (penyebutan keseluruhan dari suatu benda atau hal untuk

sebagiannya).
5) Personifikasi, yaitu mempersamakan sesuatu benda dengan manusia.

6) Repetisi berfungsi sebagai penekan dan melukiskan keadaan atau

peristiwa yang terjadi secara terus menerus.
7) Pertanyaan retoris, merupakan sarana retorik berbentuk pertanyaan

yang tanpa perlu dijawab karena jawabannya sudah tersirat dalam

jalinan konteks yang tersedia atau jawabannya diserahkan sepenuhnya
kepada pembaca atau pendengar.

8) Ironi, merupakan bentuk pengucapan kata-kata yang bertentangan

dengan maksud sebenarnya, dan biasanya dimaksudkan untuk
menyindiri atau mengejek.


Perhatikan puisi-puisi berikut untuk memahami gaya bahasa tersebut!



DARI BENTANGAN LANGIT
Karya Emha Ainun Nadjib

Dari bentangan langit yang semu

Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan. Berhembus amat Panjang

Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan
menyapu hutan! Mengekal tanah berbongkahan!

datang kepadamu, Ia, kemarau itu

dari Tuhan, yang senantia diam
54

dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.
Yang tak menoleh barang sekejap.


Puisi di atas memiliki banyak sekali personifikasi yang

dikembangkan dari kata kemarau dan disandingkan dengan dengan kata

kerja datang, tumbuh, menyapu dan mengekal. Dalam hal ini kemarau
digambarkan seperti benda hidup.



d. Imaji
Citraan merupakan rangkaian kata yang mampu menggugah

pengalaman keindraan (membentuk gambaran angan-angan). Gambar yang

muncul dalam angan-angan disebut citra (imaji). Sesuatu itu tergambar
dengan sarana indra. Karena itu, jenis citraan sellau dikaitkan dengan indra

ini. Berikut ini enam jenis citraan dalam puisi.


1) Citraan visual (visual imagery), yaitu citraan yang berhubungan dengan

indera penglihatan, contoh kata daun, pohon, langit, pelangi, dan

sebagainya.
2) Citraan auditif (auditory imagery), yaitu citraan yang berhubungan

dengan indera pendengaran, misalnya kata ritmis, gemericik,

denting, dan sebagainya.
3) Citraan kinestetik/gerak (kinaesthetic/movement imagery), yaitu citraan

yang berhubungan dengan indera gerak, misalnya kata melompat,
berlari, beranjak, dan sebagainya.

4) Citraan peraba (thermal imagery), yaitu citraan yang berhubungan

dengan indera peraba, misalnya kata prasasti, stupa, dan sebagainya.
5) Citraan penciuman, yaitu citraan yang berhubungan dengan indera

penciuman, misalnya kata aroma, bangkai, melati, dan sebagainya.

6) Citraan pencecapan, yaitu citraan yang berhubungan dengan indera
pencecapan, misalnya kata getir, pahit, manis, dan sebagainya.


e. Perwajahan/tipografi

Perwajahan merupakan bagian dari wujud visual puisi. Hal ini

terkait dengan pengaturan bait dan baris dalam puisi. Ada puisi yang terdiri
55

dari beberapa bait dengan jumlah baris yang sama. Ada puisi yang hanya
terdiri dari satu bait yang sangat panjang. Ada juga puisi yang hanya terdiri

dari satu bait yang sangat pendek. Selain itu, perwajahan juga dapat
dikaitkan dengan tipografi atau bentuk puisi. Ada banyak puisi yang

memiliki tipografi yang biasa dengan pengaturan bait dan baris yang teratur,

tetapi ada juga puisi dengan bentuk yang menyerupai sebuah benda.


2) Unsur Batin Puisi

Unsur batin puisi puisi merupakan pikiran perasaan yang
diungkapkan penyairnya. Unsur batin ini merupakan makna yang ingin

disampaikan penyair dalam puisinya. Makna puisi ini tersurat di balik

unsur fisiknya. I.A.Richards (melalui Waluyo, 1995:180-181) menyebutkan
makna atau stuktur batin puisi itu ada empat yaitu tema (sense), perasaan

penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), amanat

(intention). Keempat hal tersebut akan dibahas sebagai berikut.
a. Tema (Sense).

Tema merupakan gagasan pokok atau subject matter yang

dikemukakan penyair. Pokok pikiran itu begitu kuat mendesak dalam jiwa
penyair sehingga menjadi landasan utama penyampaian puisinya. Jika

desakan yang kuat itu berupa hubungan penyair dengan Tuhan, maka

puisinya bertema ketuhanan. Jika desakan yang kuat itu berhubungan
dengan sisi-sisi kemanusiaan, maka puisi bertema kemanusiaan. Jika

desakan yang kuat itu berupa dorongan memprotes ketidakadilan, maka
puisinya bertema protes atau kritik sosial. Jika desakan yang kuat itu

berupa perasaan cinta pada seseorang atau sesuatu, maka puisinya bertema

cinta.
b. Perasaan (Feeling).

Perasaan (feeling) merupakan sikap penyair terhadap pokok

persoalan yang ditampilkannya. Perasaan penyair dalam puisinya dapat
diketahui melalui ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam puisinya.

Ketika menulis puisi, penyair mengekspresikan suasana hati penyair
sehingga dapat dihayati pembaca.

c. Nada (Tone).

Nada dalam puisi dapat diketahui dengan memahami apa yang
56

tersurat. Nada berhubungan dengan suasana karena nada menimbulkan
suasana tertentu pada pembacanya. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca

(sikap pembaca) setelah membaca puisi atau akibat psikologis yang
ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Sebagai contoh, puisi yang bernada

duka menimbulkan suasana iba hati pada pembaca, nada khusuk bisa

menimbulkan suasana khusyuk.
d. Amanat (Intention).

Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada

pembaca. Meskipun penyair tidak secara khusus dan sengaja
mencantumkan amanat dalam puisinya, amanat tersirat di balik kata dan

tema yang diungkapkan penyair.


3. MENYIMPULKAN MAKNA PUISI

Menentukan Makna Teks Puisi dapat disampaikan secara tersurat dan

tersirat. Tersurat maksudnya pesan dan makna puisi disampaikan secara
langsung melalui kata-kata tanpa harus ditafsirkan. Sedangkan makna tersirat

berarti penyair menyampaikan pesan puisi dengan kata-kata yang sulit dan

perlu ditaksirkan terlebih dahulu. Untuk menyimpulkan makna puisi, perlu
memperhatikan hal berikut :

1. Mengidentifikasi kesatuan unsur pembangun puisi

2. Menentukan makna kata kunci setiap larik puisi
3. Mengaitkan maksud puisi dengan kehidupan nyata

4. Memprasekan setiap bait puisi berdasarkan kata kunci dan realita
5. Menyimpulkan isi puisi berdasarkan data yang sudah dipahami.



Contoh penggalan puisi Senja di Pelabuhan Kecil bait pertama
Ini kali tidak ada yang mencari cinta

di antara gudang, rumah tua, pada cerita

tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Pada bait ini menceritakan cinta yang sudah tidak dapat diperoleh lagi. Penyair
melukiskan keadaan batinya itu melalui kata gudang, rumah tua, cerita tiang

dan temali, kapal, dan perahu tidak bertaut. Benda-benta itu semua



57

mengungkapkan perasaan sedih dan sepi. Penyair merasa bahwa benda-benda
di pelabuan itu membisu.


4. Membuat puisi

Menulis puisi adalah suatu keterampilan berbahasa dalam

menuangkan ide, gagasan, dan pikirannya dalam bentuk bahasa tulis
dengan memerhatikan keterikatan pada unsur-unsur puisi. Menulis puisi
juga merupakan kegiatan produktif yang menghasilkan karya sastra.
Menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang

grafis yang dimengerti oleh penulis bahasa itu sendiri maupun orang
lain yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap simbol-simbol
bahasa tersebut. Jadi, dapat dilihat bahwa tujuan dari menulis adalah

agar tulisan yang dibuat dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain
yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap bahasa yang
dipergunakan. Dengan demikian, keterampilan menulis menjadi salah
satu cara berkomunikasi, karena dalam pengertian tersebut muncul satu

kesan adanya pengiriman dan penerimaan pesan (Adri Wicaksono dalam
http://andriew.blogspot.com/2011/07/teori- menulis-puisi.html).


Langkah-langkah menulis puisi

Mungkin banyak yang berpikiran bahwa sepertinya membuat puisi

itu mudah, namun pada nyatanya banyak yang harus diperhatikan agar
puisi itu sendiri menarik saat dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca.
Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar? Langkah-
langkah yang perlu kamu perhatikan dalam menulis puisi yaitu:


1. Menentukan tema

Sudah menjadi hal mutlak bahwa karya sastra harus memiliki tema.
Tema adalah pondasi dari sebuah tulisan, baik karya sastra maupun
nonsastra.Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar

menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah
menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita
menentukan temanya, yaitu kesetiaan.

2. Pemilihan diksi
Ini yang sedikit membedakan dengan karya tulis yang lain. Dalam
menulis puisi kita harus memerhatikan diksinya. Hal itu akan sangat

berpengaruh terhadap pembaca. Bila diksinya bagus, maka akan enak
dibaca atau diperdengarkan. Namun, bila sebaliknya, pembaca atau
58

pendengar tidak akan nyaman.
3. Memaksimalkan majas
Penggunaan majas akan membuat kalimat dalam puisi sarat makna.

Dengan begitu pembaca tidak perlu terkekang dengan makna yang
dikehendaki penulis, tetapi bisa memaknai dengan makna yang lain.
4. Kita harus mampu mengimajinasikan yang seluruh indera kita rasakan
menjadi kalimat-kalimat.

5. Menentukan ide. Seperti sudah kita bahas, ide merupakan ruh dalam
dunia kepenulisan, termasuk menulis puisi. Maka hal pertama yang
harus dilakukan dalam menulis puisi adalah mencari ide.

6. Memasukkan imajinasi. Imajinasi yang baik akan menghasilkan puisi
yang baik pula. Imajinasi identik dengan pencitraan alat indera kita.




RANGKUMAN
Puisi merupakan teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan

perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Puisi mengungkapkan

berbagai hal. Kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada Sang Pencipta
yang diungkapkan dengan bahasa indah.

Unsur-unsur pembangun teks puisi dibagi menjadi dua yaitu struktur
batin dan struktur fisik. Strukturbatin terdiri dari tema, rasa, nada, dan amanat.

Sedangkan struktur fisik terdiri dari tipografi, diksi, imaji, gaya bahasa, dan rima.

Untuk menyimpulkan unsur pembangun puisi dapat dilakukan dengan
mengidentifikasi setiap bagian unsur puisi dan saling menghubungkan.

Untuk menyimpulkan makna puisi, perlu memperhatikan hal berikut : 1)

Mengidentifikasi kesatuan unsur pembangun puisi, 2). Menentukan makna kata
kunci setiap larik puisi, 3). Mengaitkan maksud puisi dengan kehidupan nyata,

4). Memprasekan setiap bait puisi berdasarkan kata kunci dan realita, 5).
Menyimpulkan isi puisi berdasarkan data yang sudah dipahami.












59

Latihan
Bacalah puisi berikut ini!

PANTAIKU


Diam-diam gelombang menyusur

Di bibir pantai yang berpasir
batu karang tidak ingin hancur

Angin lautan datang mendesir


pantai kecil beriak riak

sebab angin datang perlahan

menggoyangkan perahu bergerak
yang berlayar di tangan nelayan.



https://pantuncinta2000.blogspot.com/2020/04/puisi-pemandangan.html































60

1. Tulislah unsur fisik puisi tersebut!


Unsur Fisik Penjelasan

Tifografi/perwajahan


Diksi

Imaji/citraan



Majas


Rima




2. Tulislah unsur batin puisi tersebut!


Unsur Batin Penjelasan



Tema



Rasa



Nada



Amanat



















61

3. Tulislah kesimpulan unsur pembangun puisi tersebut!
Unsur Fisik Unsur Batin

















4. Tulislah makna puisi tersebut!


Bait Penjelasan


Bait

I

Bait
II



Tugas 2


1. Tulislah 5 diksi yang mewakili gambar tersebut!


























2. Tulislah puisi sesuai diksi yang telah kamu tentukan dari gambar tersebut

dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi!



62

Tes Formatif
Pilihlah satu jawaban yang benar!

Bacalah penggalan puisi di bawah ini!


Gadis Peminta-Minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk
kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa ......................


1. Kata-kata gadis kecil berkaleng kecil bermakna ...

A. Gadis kecil yang membawa kaleng yang berukuran kecil

B. Seorang gadis yang memegang mainan kaleng
C. Seorang perempuan yang masih anak-anak yang mengalami

kesengsaraan

D. Seorang perempuan yang masih anak-anak yang suka membawa kaleng


3. Perhatikan penggalan puisi berikut! Serenada Hijau

Kupacu kudaku
Kupacu kudaku menujumu Bila bulan

menegur salam dan syahdu malam

bergantung di dahan-dahan.
........................

“Bila bulan menegur salam” merupakan majas ....

A. simile
B. personifikasi

C. metafora
D. paralelisme



3. Contoh majas metafora di bawah ini adalah ....
A. Dia adalah bunga desa

B. Wajahnya seperti bulan purnama

C. Matanya bagaikan lampu senter
D. Alisnya bagai semut berbaris



63

Bacalah puisi di bawah ini, kemudian jawab nomor 5 dan 6!

Senja di Pelabuhan Kecil (Chairil Anwar)


Ini kali tidak ada yang mencari cinta

di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada
berlaut

menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam.

Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu
bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak

dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian

selamat jalan

dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


4. Perasaan yang dialami oleh penyair pada puisi di atas adalah ...

A. gembira
B. menyesal

C. sedih

D. marah
5. Suasana yang tergambar pada puisi di adalah ....

A. sepi
B. gaduh

C. damai

D. santai
6. Halaman Tak Terbatas Bunga yang indah ......

Akan sia-sia belaka Di vas yang salah

Bungaku tak pernah layu Merekah sepanjang waktu malah selalu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...

a. kumbang hinggap disana

b. memiliki duri menusuk
c. merebak aroma



64

d. tumbuh di halaman
e. berwarna-warna indah

7. Tubuh biru Tatapan mata biru

Lelaki terguling di jalan
Lewat gardu Belanda dengan bumi Berlindung warna malam

Sendiri masuk kota
Ingin ikut ngubur ibunya



Tema puisi tersebut adalah ...
a. Perlawanan

b. Keberanian

c. Kekejaman
d. Perjuangan

8. Perhatikan penggalan puisi berikut! tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga
itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
........................



Makna konotasi kata “hujan” pada penggalan puisi di atas yaitu ....
A. air yang turun dari langit

B. air yang jatuh ke bumi

C. perbuatan baik
D. air untuk kehidupan



9. Bacalah penggalan puisi di bawah ini! Gadis Peminta-Minta
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk

kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang,
tanpa jiwa

......................






65

Kata-kata gadis kecil berkaleng kecil bermakna ...
A. Gadis kecil yang membawa kaleng yang berukuran kecil

B. Seorang gadis yang memegang mainan kaleng

C. Seorang perempuan yang masih anak-anak yang mengalami kesengsaraan
D. Seorang perempuan yang masih anak-anak yang suka membawa kaleng


10. Contoh majas metafora di bawah ini adalah ....


A. Dia adalah bunga desa

B. Wajahnya seperti bulan purnama

C. Matanya bagaikan lampu senter
D. Alisnya bagai semut berbaris




DAFTAR PUSTAKA
Edukatif, Tim. (2016).Mahir Berbahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII.

Jakarta: Erlangga

Kosasih, E. (2017). Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Rakhamansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra;Perkenalan Awal Ilmu

Sastra. (dalam
https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=RmY8AwAAQBAJ&oi=fnd&pg=P
P1&dq=jurnal+tentang+sastra&ots=LurolxJBtf&sig=I72hXzHqscKcBw6D5Fy_l7UJ

Uo&redir_esc=y#v=onepage&q=jurnal%20tentang%20sastra&f=false)


Hasanah, Dian Uswatun, Ferdian Achsani. Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz. 2019.

Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Puisi-Puisi Karya Fadli Zon.
Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Vol. 5, No.

1, April 2019 (file:///C:/Users/HP/Downloads/8187-24287-1-PB.pdf)










66

BAB V
TEKS EKSPLANASI




Banyaknya media sebagai sarana penyampaian berita, mulai dari media

daring atau online hingga media cetak, memudahkan masyarakat mengakses
informasi apapun, kapanpun dan dari manapun. Seringkali kita membaca teks

berisikan berita dengan berbagai tema atau topik, seperti berita unjuk rasa di

daerah tertentu, bencana alam – seperti gempa bumi hingga banjir bandang,
dengan penjelasan lengkap daerah mana yang terdampak dan jumlah total

korban, hingga proses jalannya evakuasi.

Teks-teks tersebut termasuk ke dalam kategori teks eksplanasi. Tapi,
tahukah kamu apa itu teks eksplanasi? Dalam bahan ajar kali ini, akan

membahas seputar teks eksplanasi. Mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri,

menentukan gagasan utama, cara meringkas hingga contoh dari teks eksplanasi.
Yuk, simak penjelasan di bawah ini!



Petunjuk Belajar

1. Bacalah setiap materi dengan cermat!

2. Pahami materi yang terdapat pada bahan ajar ini!
3. Catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam bahan ajar ini!

4. Catat materi yang belum dipahami dan tanyakanlah kepada guru!



















67

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI



Indikator Pencapaian
Kompetensi Dasar Kompetensi
3.9 Mengidentifikasi informasi 3.9.1 Menemukan informasi dari teks
dari teks ekplanasi berupa eksplanasi berupa paparan
paparan kejadian suatu
fenomena alam yang kejadian suatu fenomena alam
diperdengarkan atau dibaca
yang dibaca

3.9.2 Menganalisis ciri-ciri teks
eksplanasi berupa paparan

kejadian suatu fenomena alam

yang dibaca
3.10 Menelaah teks eksplanasi 3.10.2 Menelaah struktur teks
berupa paparan kejadian
suatu fenomena alam yang eksplanasi
diperdengarkan atau dibaca 3.10.3 Menelaah kebahasaan teks
eksplanasi







4.9 Meringkas isi teks 4.9.1 Menentukan gagasan umum
eksplanasi yang berupa teks eksplanasi berupa
proses terjadinya suatu
fenomena dari beragam kejadian suatu fenomena alam
sumber yang didengar atau yang dibaca
dibaca 4.9.2 Membuat ringkasan isi teks

eksplanasi berupa proses
terjadinya suatu fenomena

alam dari beragam sumber

yang dibaca
4.10 Menyajikan informasi, data 4.10.1 Menyusun teks eksplanasi
dalam bentuk teks berdasarkan pola
eksplanasi proses terjadinya
suatu fenomena secara lisan pengembangan, struktur, dan
dan tulis dengan kebahasaan tentang
memperhatikan struktur, fenomena alam, sosial, dan
unsur kebahasaan, atau
aspek lisan kebudayaan



68

4.10.2 Menyajikan informasi, data
dalam bentuk teks

eksplanasi secara lisan

dengan memperhatikan
aspek lisan (lafal, intonasi,

mimik, kinesik)





B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi, peserta didik mampu:

1. Menemukan informasi dari teks ekplanasi berupa paparan kejadian suatu

fenomena alam yang dibaca dengan tepat.
2. Menganalisis ciri-ciri teks eksplanasi berupa paparan kejadian suatu

fenomena alam yang dibaca dengan tepat.

3. Menelaah struktur teks eksplanasi, dan Menelaah kebahasaan teks
eksplanasi

4. Menentukan gagasan umum teks eksplanasi berupa kejadian suatu

fenomena alam yang dibaca dengan tepat.
5. Membuat ringkasan isi teks eksplanasi berupa proses terjadinya suatu

fenomena alam dari beragam sumber yang dibaca dengan tepat.
6. Menyusun teks eksplanasi berdasarkan pola pengembangan, struktur, dan

kebahasaan tentang fenomena alam, sosial, dan kebudayaan

7. Menyajikan informasi, data dalam bentuk teks eksplanasi secara lisan
dengan memperhatikan aspek lisan (lafal, intonasi, mimik, kinesik)



















69

C. URAIAN MATERI
Apakah kamu pernah membaca teks tentang

proses terjadinya bencana alam di media
cetak? Jika pernah, itu merupakan salah

satu contoh dari teks


Apa sih teks eksplanasi itu?



1. PENGERTIAN TEKS EKSPLANASI


Teks eksplanasi adalah teks yang berisi

tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu
pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik itu

kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu

memiliki hubungan sebab akibat dan proses. Suatu kejadian yang terjadi di
sekitar kita, tidak hanya untuk diamati dan dirasakan saja, tetapi juga untuk

dipelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi

mengapa dan bagaimana bisa terjadi.
Teks Eksplanasi adalah teks yang menjelaskan mengenai proses

terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam maupun peristiwa sosial.

Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa terjadi karena ada kejadian yang lain
sebelumnya, dan peristiwa tersebut akan mengakibatkan peristiwa lain lagi

sesudahnya (Anjani dalam detikedu).
Jadi, dapat disimpulkan teks eksplanasi merupakan teks yang

menguraikan serangkaian peristiwa. Teks eksplanasi juga memiliki fungsi sosial

yaitu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai proses terjadinya
sesuatu. Teks ini juga disusun berdasarkan prinsip sebab-akibat.



2. Tujuan Teks Eksplanasi


Teks eksplanasi digunakan untuk memberikan informasi yang menjawab
pertanyaan yang menarik tentang topik tertentu. Teks penjelasan memberi tahu

audiens bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi.

Dari teks eksplanasi diharapkan para pembaca dapat memahami proses
70

berlansungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas dengan sejelas-jelasnya.
Dalam menjelaskan teks eksplanasi penulis harus berfokus bukan pada subjek

yang terlihat saja, tetapi juga pada suatu fenomena melainkan pada kejadian
atau peristiwa yang terjadi tersebut.



Adapun tujuan dari teks eksplanasi yaitu :
1. Untuk menjelaskan fenomena yang terjadi (fenomenaalam, sosial).

2. Untuk memperhitungkan mengapa fenomena itu terjadi.

3. Untuk menjelaskan bagaimana terjadinya suatu fenomena.


3. CIRI-CIRI TEKS EKSPLANASI


Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat mengindikasikan suatu teks sebagai teks

eksplanasi. Antara lain:

• Informasi yang terdapat dalam teks berdasarkan fakta ‘faktual’ tanpa
penambahan opini dari penulis.

• Bersifat informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi para pembaca

agar percaya dengan topik yang sedang dibahas.
• Teks eksplanasi memuat topik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan

atau topik yang bersifat ilmiah.

• Di dalam teks eksplanasi, penjelasan menggunakan sequence markers.
Contohnya: pertama, kedua ketiga, dan seterusnya. Dapat juga

menggunakan: pertama, berikutnya, dan terakhir.


4. GAGASAN UTAMA


Gagasan utama adalah ide atau hasil pemikiran utama dalam sebuah

paragraf. Karena paragraf adalah kumpulan dari banyak kalimat, maka setiap

paragraf pasti memiliki gagasan utama dan gagasan pendukung. Baik gagasan
utama ataupun gagasan pendukung, sama-sama disajikan dalam bentuk

kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan utama disebut sebagai kalimat
utama sedangkan kalimat yang mengandung gagasan pendukung disebut

sebagai kalimat penjelas. Perlu dicatat bahwa dalam satu paragraf hanya

terdapat satu gagasan utama. Letak kalimat utama bisa di awal paragraf
71

(deduktif), di akhir paragraf (induktif), serta di awal dan di akhir paragraf
(campuran).


Contoh



Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar
ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan

dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS).

Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir
adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai,

kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir

karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan
sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan

bangunan pengendali banjir.


Gagasan utam paragraph di atas adalah kata banjir tidak asing lagi

didengar. Kalimat utamanya terletak di awal paragraf yaitu Mendengar kata

banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita.


Cara Menemukan Gagasan Utama


1. Kenali jenis paragrafnya

2. Memahami perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas
3. Mencari kalimat utama dalam paragraf

4. Kalimat utama berisi gagasan pokok paragraf


5. STRUKTUR TEKS EKSPLANASI

Struktur teks terdiri atas pengenalan atau identifikasi fenomena, rangkaian

kejadian atau peristiwa, dan ulasan.

a. IDENTIFIKASI FENOMENA

Identifikasi fenomena merupakan bagian pembuka yang menampilkan uraian
fenomena secara umum.

Contoh:


72

Awal pemerintahan Kabupaten Bandung, dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram
pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi

Kabupaten Bandung.



b. RANGKAIAN KEJADIAN

Bagian struktur ini menampilkan perincian atas kejadian atau peristiwa yang
relevan (terkait) dengan masalah yang dikemukakan di identifikasi fenomena.

Penulis dapat menggunakan POLA KAUSALITAS atau KRONOLOGIS untuk
menulis bagian ini.


Contoh:


1) Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah ini adalah pemerintahan Islam.
Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan

Belanda. Pada saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi

kabupaten. (kronologis)


2) Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut
organisme autotrof. Sebagai produsen, tumbuhan hijau menghasilkan makanan

melalui proses fotosintesis. Makanan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri
maupun makhluk hidup lainnya. Dengan demikian, produsen merupakan

sumber energi utama bagi organisme lain, yaitu konsumen. (kausalitas)



c. ULASAN

Bagian ini memuat komentar atau penilaian tentang konsekuens atas
kejadian yang dipaparkan pada bagian rangkaian kejadian.

Contoh:

Dengan demikian tropisme sesungguhnya merupakan gerak dari bagian
tumbuhan yang disebabkan adanya rangsangan. Hal itu ternyata berbeda

dengan gerak pasti, arah gerak tropisme bergantung pada arah datangnya
rangsangan.









73

PERHATIKAN DIAGRAM DI BAWAH INI UNTUK MEMPERMUDAH PEMAHAMAN
KALIAN MENGENAI STRUKTUR TEKS EKSPLANASI!





































6. KEBAHASAAN TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi memiliki kaidah kebahasaan tersendiri yang merupakan ciri

khasnya. Kaidah-kadah tersebut meliputi :

a. Menggunakan konjungsi kausalitas (kata hubung sebab-akibat), antara lain,

sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga.


Contoh :

Kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa

mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Kerusakan tersebut
disebabkan oleh maraknya penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan

menurunnya fungsi hutan.


b. Menggunakan konjungsi kronologis (kata hubung waktu), antara lain,

kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.






74

Contoh :
Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bnadung berpusat di daerah Krapyak atau

Bojongasih. Tepatnya, di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya yaitu
Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama

itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.


c. Menggunakan kata benda yang merujuk pada jenis fenomena. Misalnya

gerhana, kesenian daerah, perkembangan budaya Papua, evolusi, banjir,

lahan, dan sebagainya.



d. Menggunakan kata teknis atau peristilahan yang sesuai dengan topik
fenomena yang dibahas, seperti industri pariwisata, sektor pertanian,

kerajinan tangan, penghijauan, dan sebagainya.



7. Meringkas Isi Teks Eksplanasi




Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan ketika ingin meringkas teks
eksplanasi.

1. Membaca Keseluruhan Teks

Untuk memahami isi teks, langkah pertama yang harus kita lakukan
tentulah membaca secara keseluruhan. Isi dari teks semacam ini biasanya

berupa jawaban atas pertanyaan “mengapa” atau “bagaimana.” Pertanyaan

“mengapa” akan dijawab dengan menjelaskan sebab-akibat, sementara
pertanyaan “bagaimana” akan dijawab dalam teks secara kronologis.

Struktur teks sendiri terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab-akibat,

dan interpretasi.
2. Mencari Gagasan Utama

Selanjutnya, kita harus menentukan gagasan utama dari teks yang

kita baca. Perlu diketahui kalau gagasan utama bukanlah kalimat utama.
Kalimat utama merupakan pokok pikiran suatu paragraf, sementara gagasan

umum adalah pokok pikiran dari teks secara keseluruhan. Tetapi, kalimat-
kalimat utama juga dapat mencerminkan gagasan umum dari teks.



75

3. Membuat Kerangka Teks
Setelah menemukan gagasan utama teks, kita bisa mulai menuliskan

rangkuman teks. Perhatikan agar gagasan utama juga turut disertakan
dalam rangkuman tersebut. Salah satu cara agar kita dapat menyertakan

gagasan utama adalah dengan memasukkan kalimat-kalimat utama yang

mendukung gagasan teks. Ketika membaca, kita bisa sambil menandai
kalimat-kalimat mana saja yang penting untuk dimasukkan ke dalam

ringkasan. Sehingga ketika kita menulis rangkuman, kita sudah tahu bagian

mana saja yang akan kita masukkan.
4. Merevisi Sesuai EYD

Terakhir, kita perlu membaca kembali rangkuman teks yang kita

tulis. Selain memperhatikan jika pokok-pokok gagasan teks sudah
disertakan, kita juga perlu mengecek penulisan dan ejaan kita. Jangan

sampai ada kesalahan penulisan atau ejaan. Gunakan bantuan KBBI dan

pedoman EYD supaya tidak ada kesalahan.


8. MENYAJIKAN TEKS EKSPLANASI

Kita dapat menjumpai berbagai fenomena atau peristiwa alam, sosial,

maupun kebudayaan di sekitar kita. Fenomena-fenomena tersebut dapat
kita sampaikan dalam bentuk teks eksplanasi. Melalui teks eksplanasi kita

dapat menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena dengan

sejelas-jelasnya. Isi teks eksplanasi sebagaimana telah kita pelajari dapat
dikembangkan dengan pola pengembangan kausalitas dan kronologis.


❖ LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN TEKS EKSPLANASI :


1. Menentukan topik atau suatu fenomena yang akan menarik serta anak
kuasai melalui kegiatan belajar. Contohnya adalah fenomena alam banjir.

Kita tentu dapat menjumpai berbagai fenomena lainnya, seperti, terjadinya

pelangi, angin topan, meletusnya gunung berapi, wayang, pertunjukan seni
budaya lainnya, atau fenomena-fenomena lainnya.

2. Menyusun kerangka teks, yakni dengan mengembangkan topik utama

menjadi rincian-rincian topik yang lebih spesifik. INGATLAH! Topik pada isi
dapat dikembangkan dengan pola pengembangan kausalitas ataupun

kronologis.

76

Contoh :
Fenomena : BANJIR

Kerangka tulisan :
A. Identifikasi fenomena :

a. Informasi umum atau pembuka terkait dengan fenomena banjir

b. definisi banjir


B. Rincian peristiwa :

a. Penyebab dan akibat terjadinya banjir meliputi :
- perubahan tata guna lahan mengakibatkan daya tamping sungai

berkurang, debit puncak sungai meningkat antar 6 sampai 20 kali

- adanya deforestasi, degradasi lingkungan, pembangunan kota yang
tidak memperhitungkan daerah resapan

- pembuangan sampah di DAS (daerah aliran sungai) menyebabkan

sungai tersumbat sampah.


C. Ulasan/Interpretasi :

a. Banjir menjadi salah satu penyebab kerusakan besar terlebih bila terjadi
di daerah pemukiman.



3. Mengumpulkan bahan, berupa fakta atau pendapat ahli, hasil penelitian,
melalui studi literatur (membaca jurnal, artikel, buku, dan sebagainya)

4. Mengembangkan kerangka menjadi teks eksplanasiyang lengkap dan utuh.



❖ TEKNIK PENYAJIAN TEKS EKSPLANASI SECARA LISAN


a. Pembukaan

• Menyampaikan salam

• Menyebutkan nama


b. Inti

• Menyajikan isi teks eksplanasi dimulai dari identifikasi fenomena,
rangkaian kejadian, dan ulasan/interpretasi secara ringkas


77

c. Penutup

• Menyampaikan salam penutup



RANGKUMAN

1. Teks eksplanasi merupakan teks yang menguraikan serangkaian

peristiwa. Teks eksplanasi juga memiliki fungsi sosial yaitu
memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai proses

terjadinya sesuatu. Teks ini juga disusun berdasarkan prinsip sebab-

akibat.
2. Tujuan Teks Eksplanasi adalah 1). Untuk menjelaskan fenomena yang

terjadi (fenomenaalam, sosial), 2). Untuk memperhitungkan mengapa
fenomena itu terjadi, dan 3). Untuk menjelaskan bagaimana

terjadinya suatu fenomena.

3. Ciri-ciri teks eksplanasi adalah 1). Informasi berdasarkan faktual, 2).
Bersifat informatif, 3). Memuat topik yang berhubungan dengan ilmu

pengetahuan atau bersifat ilmiah, dan 4) menggunakan penanda

urutan.
4. Gagasan utama adalah ide atau hasil pemikiran utama dalam sebuah

paragraf.
5. Struktur teks eksplanasi terdiri atas Identifikasi fenomena, rangkaian

kejadian, dan ulasan. Kebahasaan teks eksplanasi yaitu Menggunakan

konjungsi kausalitas, Menggunakan konjungsi kausalitas,
menggunakan kata benda yang merujuk pada jenis fenomena, dan

menggunakan kata teknis atau peristilahan yang sesuai dengan topik

fenomena yang dibahas
6. Langkah-langkah dalam meringkas isi teks eksplanasi yaitu 1)

membaca keseluruhan tek, 2) mencari gagasan utama, 3) membuat

kerangka teks, dan 4) merevisi sesuai EYD








78

Tes Formatif

Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberi tanda (X) pada
pilihan a, b, c, atau d

1. Teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu

fenomena alam atau sosial, disebut teks ….
a. Berita

b. Eksposisi

c. Eksplanasi
d. Prosedur

2. Berikut merupakan ciri teks eksplanasi, kecuali ….
a. Informasi yang dimuat berdasarkan fakta

b. Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau

berhubungan dengan ilmu pengetahuan (ilmiah)
c. Bersifat objektif

d. Bersifat subjektif

3. Manakah di bawah ini yang sesuai jika digunakan sebagai contoh judul
teks eksplanasi!

a. “Kisah Kancil dan Buaya”

b. “Tsunami”
c. “Hukuman Manis Buat Arya”

d. “Kucingku”


4. Struktur teks eksplanasi yang runtut meliputi ….

a. Judul, pernyataan umum, dan interpretasi

b. Pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi
c. Pernyataan umum, deretan penjelas, dan koda

d. Deretan penjelas, pernyataan umum, dan interpretasi
5. Langkah meringkas isi teks eksplanasi yang baik adalah ….

a. Membaca keselurun teks, mencari gagasan utama, membuat

kerangka teks, dan merevisi sesuai EYD
b. Mencari gagasan utama, membaca keseluruhan teks, membuat

kerangka teks, dan merevisi sesuai EYD. RANGKUMAN Bahan Ajar

Bahasa Indonesia Kelas VIII

79

c. Membaca keselurun teks, membuat kerangka teks, mencari gagasan
utama, dan merevisi sesuai EYD

d. Mencari gagasan utama, membuat kerangka teks, membaca
keselurun teks, dan merevisi sesuai EYD.

6. Teks eksplanasi adalah ….

a. Teks yang berisi tentang penjelasan
b. Teks yang berisi cara mengerjakan sesuatu

c. Teks yang berisi tentang pendapat

d. Teks yang menceritakan suatu kejadian
7. Inti teks eksplanasi terdapat pada bagian….

a. Pernyataan umum

b. Sebab-akibat
c. Aspek yang dilaporkan

d. Argument

8. Karakteristik atau ciri dari teks eksplanasi ialah …
a. Isinya memuat fakta

b. Muatannya didasarkan pada pendapat / opini

c. Adanya langkah prosedur
d. Memuat unsur kekonyolan



9. Di dalam teks eksplanasi secara umum membahas tentang berbagai
fenomena sebagai berikut, kecuali …

a. Fenomena alam
b. Fenomena sosial

c. Fenomena ekonomi kerakyatan

d. Fenomena kawin cerai artis
10. Teks eksplanasi bertujuan ….

a. menyatakan hasil laporan observasi

b. menyajikan hiburan
c. menyajikan informasi berupa fakta secara jelas kepada pembacanya

d. menjelaskan langkah-langkah dalam menghasilkan suatu hal





80

Daftar Pustaka

1. Kosasih,E. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas
VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kosasih,E. 2018. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. Artika, I Wayan, I Made Astika.2018.Genre Teks Pembuka wawasan Kritis
Pembelajaran Berbasis Teks di Sekolah. Denpasar: Pustaka Larasan.
4. Yulinda, Syambasril, Deden Ramdani.2015. Kemampuan Meringkas Teks
Eksplanasi Siswa SMP Negeri 10 Pontianak 2014/2015. Jurnal
Pendidikan dan Pembelajaran Katulistiwa. https://jurnal.untan.ac.id
5. Sumber internet :
a. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5713243/ide-pokok-dalam-
paragraf-pengertian-fungsi-dan-cara-menemukannya
b. https://www.youtube.com/watch?v=aClPU5qehDk
c. https://www.suara.com/news/2021/09/14/201422/teks-eksplanasi-
pengertian-ciri-ciri-struktur-dan-tujuan
d. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5786728/teks-eksplanasi-
pengertian-ciri-struktur-dan-contohnya.
e. https://www.gramedia.com/literasi/cara-menemukan-gagasan-pokok/


















































81


Click to View FlipBook Version