The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ari wibowo, 2021-02-14 01:38:07

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan

untuk kalangan sendiri

RANGKUMAN
PPKn

TEMA 7: Peristiwa dalam Kehidupan

(Buku Tema 7 halaman: 38 – 40 ; 54 ; 74 ; 104 – 107 118 ; 145 ; 178 ;
186 ; 197)
Kompetensi Dasar:
1.3 Mensyukuri keberagaman sosial budaya masyarakat sebagai anugerah

Tuhan YME dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.
2.3 Bersikap toleran dalam keberagaman sosial budaya msyarakat dalam

konteks Bhinneka Tunggal Ika.
3.3 Menelaah keberagaman sosial budaya masyarakat.
4.3 Menyelenggarakan kegiatan yang mendukung keberagaman sosial

budaya masyarakat.

SDK St. ALOYSIUS

Oleh: S. Tri Ariwibowo, S.Pd.

Tema 7
Subtema 1: Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

1. Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia
(Buku Tema halaman 38 – 39)
1) Budaya merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.
Adapun wujud budaya adalah:
a) Gagasan atau ide, misalnya  kepercayaan
b) Tindakan, misalnya  upacara adat dan seni pertunjukan
c) Benda, misalnya  pakaian adat dan senjata tradisional
2) Selain sebagian identitas, kebudayaan juga sebagai kepribadian suatu bangsa.
3) Negara kita mengembangkan kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan
nasional.
4) Hubungan antara keduanya sangat erat karena kebudayaan nasional bersumber dari kebudayaan
daerah.
5) Kebudayaan nasional lahir sebagai usaha akal budi atau pikiran seluruh bangsa Indonesia yang
terdiri atas beragam ras dan suku.

2. Faktor Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia
(buku halaman 38 – 40)
Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk (beragam).
Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa yang menyebar dari Sabang (ujung Sumatra)
sampai Merauke (ujung Papua).
Berikut beberapa faktor penyebab keragaman bangsa Indonesia:
a) Faktor Keturunan
a) Ras di Indonesia
Ras  adalah salah satu sistem pengelompokan atau penggolongan manusia yang ada di muka
bumi ini berdasarkan ciri-ciri fisik secara umum.
Berdasarkan ciri-ciri fisik, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi 4 kelompok ras, yaitu:
 Kelompok ras Papua Melanezoid
 terdapat di Papua, Pulau Aru, dan Pulau Kai.
 Kelompok ras Negroid,
 Orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
 Kelompok ras Weddoid
 Orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau
Muna, orang Enggano di Pulau Enggano dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.
 Kelompok ras Melayu Mongoloid
 yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
 Ras Proto Melayu (Melayu Tua), antara lain  suku Batak, suku Toraja, suku Dayak.
 Di samping kelompok-kelompok ras itu, masyarakat Indonesia juga terdiri atas kelompok warga
keturunan Tionghoa (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan
sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi warga negara Indonesia.
 Masyarakat Indonesia tidak mengenal superioritas suatu ras dan tidak menganut paham
rasialisme.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 1

b) Suku di Indonesia
 Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa (etnis).
 Tiap-tiap suku bangsa memiliki bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda.
 Di suatu daerah terdapat beberapa suku, sebagai contoh:
di Sumatra terdapat suku Aceh, suku Melayu, dan suku Batak
di Pulau Jawa terdapat suku Betawi, suku Sunda, suku Osing, dan suku Jawa.
Daerah-daerah persebaran suku-suku di Indonesia, antara lain:
a) Sumatra  Aceh, Batak, Minang, dan Melayu.
b) Jawa  Betawi, Jawa, Sunda, Tengger, dan Badui.
c) Kalimantan  Dayak, Kutai, Berau, Bajau, Paser, dan Benuaq.
d) Sulawesi  Bugis, Toraja, Makassar, Mandar, dan Bentong.
e) Papua  Dani, Asmat, Amungde, Arfak, Bauzi, dan Kombay.
f) Bali dan Nusa Tenggara  Bali, Sasak, Riung, Sikka, Solor, Sawu, dan Sumba.
g) Maluku  Alifuru, Maba, Mangole, Manipa, Sawai, dan Wayoli.

2) Perbedaan Kondisi Geografis
a. Perbedaan kondisi geografis turut berdampak pada punculnya berbagai ragam mata
pencaharian.
Contoh: perikanan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan.
b. Pada setiap bidang, mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok
dengan kondisi geografis lingkungan tempat tinggalnya.

3) Pengaruh Kebudayaan Luar
a. Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka.
b. Keterbukaan tersebut dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk
keberagaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
c. Pengaruh asing yang pertama adalah ketika orang-orang dari India, Tionghoa, dan Arab,
kemudian disusul oleh orang-orang dari Eropa. (Bangsa-bangsa itu datang dengan membawa
kebudayaan masing-masing).

3. Faktor-faktor yang Membedakan Suku Bangsa Satu dari Yang Lain.
(Buku Tema halaman 54)
 Peristiwa Sumpah Pemuda  Menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuan di antara para
pemuda yang berbeda ras, suku, golongan, dan agama.
 Memang demikian seharusnya karena walaupun berbeda ras, suku, golongan, dan agama tetapi
derajat kita sama sebagai manusia.
 Tidak ada manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 2

 Perbedaan antara satu suku dan suku lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istiadat serta
sistem kekerabatan.

1) Adat Istiadat
a) Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi: Upacara adat dan kebiasaan-
kebiasaan lain.
= Kebiasaan-kebiasaan itu sudah dijadikan secara turun temurun dalam suatu suku.
Contoh: upacara pembakaran mayat (Ngaben) di Bali.

b) Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang tampak dari pola perilaku
atau gaya hidup.
= Pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang sehingga terkesan tegas dan keras
sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Yogyakarta dan Solo)
yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus.

2) Bahasa Daerah
a) Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan didaerah tertentu.
= Bahasa daerah digunakanan untukpercakapan atau komunikasi untuk suku yang sama.
b) Setiap suku memiliki bahasa yang berbeda dari logat dan dialeknya yang khas.
= Tiap suku bangsa memilikibahasa daerah tertentu.
= Sebagai contoh: suku Jawa memakai bahasa Jawa dalam melakukan percakapan sehari-hari.
= Suku-suku bangsa lainnya pun menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.
c) Kita harus bersyukur karena Indonesia memiliki sekitar 746 bahasa daerah.

3) Sistem Kekerabatan
 Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku bangsa tertentu
berdasarkan garis ayah, garis ibu, atau kedua-duanya.

4. Upaya-upaya Pelestarian Kebudayaan Nasional.
(buku Tema halaman 74)
1) Persamaan hak dan kewajiban antara golongan pria dan wanita dalam bidang tertentu merupakan
salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan Indonesia.
2) Dalam melakukan kegiatan demi kepentingan bangsa dan negara, setiap golongan memiliki hak
dan kewajiban yang sama.
 Alasan-alasan yang bersifat kedaerahan, keagamaan, kesukuan, dan golongan harus
dikesampingkan dengan tetap menghormati dan menghargai adanya perbedaan.
3) Kebudayaan nasional merupakan hasi; dari akal budi seluruh bangsa Indonesia yang terdiri dari
beragam suku bangsa.
 Kebudayaan nasional diatur dalam UUD 1945,
 pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
 Dengan demikian, perkembangan dan pelestarian kebudayaan nasional menjadi tanggung
jawab seluruh bangsa Indonesia.
 Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan salah satu cara karena
kebudayaan daerah merupakan akar dari kebudayaan nasional.

4) Upaya-upaya pengembangan dan pelestarian kebudayaan nasional, antara lain:
a) Secara terus menerus diadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional kepada
masyarakat.
b) Kegiatan penggalian situs-situs bersejarah dan pemeliahraan temuan-temuan sejarah harus
senantiasa digalakkan.
c) Pengembangan budaya daerah dan nasional melalui pendidikan dan pengajaran, misalnya:
menjadikan bahasa dan kesenian daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib di sekolah-
sekolah.
d) Senantiasa dikembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan kebudayaan daerah lain.
e) Mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri yang merupakan warisan leluhur.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 3

Subtema 2: Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Buku Tema halaman 104 - 107
1. Nilai-Nilai Luhur dalam Keragaman Masyarakat

Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang memiliki keanekaragaman di segala bidag kehidupan.
Meskipun beragam dan berbeda tetapi kita tetap dapat bersatu dan hidup dengan rukun.
1) Indahnya Hidup Berbhinneka

a) Lambang negara Indonesia adalah Burung Garuda.
a. Terdapat pita yang dicengkeram pada kaki Burung Garuda
bertuliskan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”.
b. Kalimat itu diambil dari Kitab Sutasoma  karangan Empu Tantular,
yang memiliki arti: berbeda-beda tetapi tetap satu.
c. Makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika  Meskipun berbeda-beda,
tetapi tetap satu jua.
 Semboyan ini merupakan pengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.

b) Ketika kita bergaul dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita akan bertemu
dengan keanekaragaman (misalnya: kepandaian, hobi, ketrampilan, ukurn tubuh, warna
kulit, kebiasaan, suku, golongan,budaya dan agama).

c) Dalam menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, tidak harus saling meniru agar terlihat
sama, tetapi keanekaramgaman biarlah tetap ada dan menjadi keindahan dalam persatuan.

d) kita harus menyadari bahwa perbedaan merupakan anugerah dari Tuhan YME yang harus
disyukuri. (tidak perlu adanya selisih paham).

Menghormati dan menghargai akan adanya perbedaan itu. Sehingga perbedaan “menjadi hidup
lebih indah”.

2) Indahnya Hidup Bersatu dalam Perbedaan
a) Kita tidak dapat hidup sendiri (saling memerlukan bantuan orang lain).
Adanya hubungan saling membantu, hidup akan terasa aman, nyaman, dan tenteram.
= contohnya dalam bidang keamanan masyarakat: menjaga keamanan dengan
melaksanakan rona malam dan semua warga mendapat kewajiban yang sama tidak
memandang kaya-miskin, suku-agama, dll.
Dengan terlaksanakan kewajiban warga ikut ronda malam, makan akan tercipta keamanan
dan ketertiban dalam rangka menjunjung nilai persatuan dan kesatuan dalam perbedaan.
b) Salah satu wujud nyata adanya kerukunan dan persatuan di masyarakat adalah  tradisi
gotong royong.
Misalnya: bergotong royong (melibatkan semua unsur masyarakat) membangun rumah.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 4

2. Unsur-unsur Budaya
Buku Tema halaman 118
1) Berbagai peristiwa dalam usaha pembentukan NKRI yang merdeka dan berdaulat telah
menunjukkan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan.
Bangsa Indonesia dibangun atas dasar keberagaman dan perbedaan (ras, suku, golongan,
agama, dan budaya yang hidup beriringan).
2) Perbedaan suku bangsa yang beragam merupakan anugerah Tuhan YME yang perlu dijaga.
3) Faktor-faktor lahirnya keragaman unsur budaya, meliputi:
a. Faktor biologis  keturunan, ras, suku
b. Faktor geografis  keadaan alam
c. Faktor historis  sejarah atau masa lampau
d. Faktor keterbukaan terhadap pihak luar

Unsur-unsur budaya:
a) Religi atau Kepercayaan

 Ada 6 agama resmi yang diakui: Katolik, Kristen, Islam, Budha, Hindu, dan Konghucu.
 Semua pemeluk agama dapat saling mengembangkan sikap toleransi dan kerukunan
= sikap menghargai dan menghormati pemeluk agama  pengamalan Pancasila sila ke-1.

b) Mata Pencaharian
 Sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia sebagai
petani.
 Mata pencaharian lainnya: peternak, perikanan, pedagang, pekerja
jasa, dll.

c) Teknologi dan Peralatan
 Teknologi bermula dari bentuk yang sederhana  berkembang terus
sesuai perkembangan dan kemajuan zaman.
 Keperluan manusia mulai beragam, teknologi yang ada sejak zaman
dahulu hingga sekarang diantaranya senjata, wadah, alat angkut,
tempat berlindung (rumah), alat pembuat makanan dan minuman
serta pakaian dan perhiasan.

d) Kesenian
Kesenian dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu:
 Kesenian yang dapat dinikmati oleh mata (misalnya: seni patung,
seni ukir, seni lukis, seni rias, seni tari, seni pedalangan (wayang),
dan seni olahraga.
 Kesenian yang dapat dinikmati oleh telinga (misalnya: seni musik,
seni sastra)
Setiap suku juga memiliki lagu daerah, alat musik, dan berbagai keseniannya sendiri-sendiri 
merupakan kekayaan daerah dan sebagai pemersatu budaya bangsa.

e) Pengetahuan
Pengetahuan antara lain tentang alam sekitar, flora fauna,
bahan-bahan mentah, benda-benda di lingkungan alam, tubuh
manusia, sifat dan kelakuan manusia, serta pengetahuan
tentang berbagai jenis tanaman dan ramuan obat tradisional,

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 5

pengetahuan menentukan arah orang Dayak sehingga tidak tersesat di hu tan belantara dan
pengetahuan menentukan arah para pelaut tradisional kita ketika mengarungi samudra dengan
kapal phinisinya sehingga bangsa kita dikenal sebagai bangsa bahari.

f) Sistem Kemasyarakatan
adalah pola hidup yang menjadi kebiasaan dan dianut serta
telah menjadi kebiasaan suatumasyarakat,(misalnya: sistem
perkawinan, sistem kekerabatan, dan sistem berperilaku
dalam masyarakat).
Contoh: sistem marga pada suku Batak dan sistem trah pada
suku Jawa.

g) Bahasa
 Setiap suku bangsa mempunyai alat komunikasi sendiri-
sendiri yang terkadang hanya dimengerti dan dipakai oleh
suku sendiri (dikenal dengan istilah “dialek”).
 Walaupun adanya beragam bahasa, Indonesia telah
menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
dan bahasa persatuan pada salah satu ikrar Sumpah
Pemuda tahun 1928.

3. Menerapkan Sikap dan Keragaman Agama
dan Budaya
(buku Tema halaman 145)
 Pada tanggal 14 – 18 Oktober 2003 di Jakarta
dilaksanakan Konferensi Anak-anak dari
berbagai penjuru Indonesia.
 Konferensi  adalah rapat untuk bertukar
pendapat mengenai suatu masalah yang
dihadapi bersama.
 Dalam konferensi disepakati tentang keberagaman bangsa, kesepakatan yang diberi judul
“Berteman dalam Keragaman”.
 Konferensi Berteman dalam Keragaman
Jakarta, 14 – 18 Oktober 2003
1) Tentang Keragaman Agama
Kami Tahu:
a) Perbedaan agama janganlah dijadikan alasan terjadinya pertengkaran dan perpecahan.
b) Bertegur sapa, senyum, dan adil harus dilakukan kepada siapa pun walaupun berbeda agama.
c) Agama itu mengajarkan kebaikan
d) Perbedaan agama itu anugerah dari Tuhan karena di sanalah kita dapat saling berbagi dan
saling menolong.

Untuk itu:
Di rumah kami dapat:
a) Berbagi cerita tentang keragaman agama kepada adik, kakak, ayah, dan ibu.
b) Memperkukuh iman dengan menjalankan ibadah yang kami anut dengan sebaik-baiknya.
c) Tetap percaya pada agama yang kami anut sepenuhnya dengan tetap bertoleransi pada agama

lain agar persatuan antar umat beragama tetap terjaga.

Di sekolah kami dapat:
a) Tidak mempermasahkan agama yang dianut teman-teman.
b) Tidak bertengkar hanya karena agama
c) Memberikan kesempatan teman-teman melakukan ibadah.
d) Bertegur sapa dan senyum dengan semua teman agama meskipun berbeda agama.
e) Mendamaikan teman yang berselisih karena perbedaan agama
f) Berteman dengan siapa pun, dengan latar belakang agama yang berbeda sekalipun.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 6

2) Tentang Keragaman Budaya
Kami tahu:
a) Indonesia memiliki suku dan budaya yang beragam.
b) Bahwa setiap budaya memiliki ciri tersendiri
c) Tiap daerah mempunyai senjata tradisional, rumah adat, tarian, pakaian, permainan, dan
makanan yangwajib kami hargai dan hormati.
d) Pengetahuan kami tentang kebudayaan orang lain masih sangat terbatas.
e) Kami pun belum begitu jelas tentang kebudayaan milik daerah sendiri.

Kami tahu ada masalah:
a) Orang lebih senang membanggakan dengan sendiri
b) Orang sering merasa budayanya paling baik
c) Orang sering merasa daerahnya punya kelebihan lebih baik dari yang lain.

3) Padahal, beragam itu indah, sebab jika semua daerah sama tidak akan menarik.
Untuk itu;
Di rumah kami dapat:
a) belajar dan bermain dengan teman dan sahabat pena dari macam-macam daerah.
b) berlatih menari macam-macam tarian, seperti Kecak, Gending Sriwijaya, tari Baris, Serimpi.
c) Belajar bersama ayah, ibu, adik, atau kakak melalui radio, TV, dan buku.
d) Mengajak tetangga untuk bermain congklak, peta umpet, engklek, enggrang, gobak sodor, dan
permainan lainnya.
e) Mengajak teman yang baru pindah dari daerah lain untuk bercerita da bermain bersama.

4) Mengajak bermain dan belajar bersama teman yang cacat.
Di sekolah kami bisa:
a) Mengajak teman untuk tidak mengatakan “ih” terhdap budaya lain.
b) Meminjamkan buku dari perpustakaan tentang macam-macam budaya.
c) Membaca cerita-cerita daerah dan bermain dengan teman-teman.
d) Mengajak teman untuk menyapa dan bermain dengan teman baru.
Sumber: Majalah Bobo

Subtema 3: Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Buku Tema halaman 178
1. Makna Pancasila dalam Keragaman Budaya Bangsa

1) Masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa hidup dalam lingkup budayanya
masing-masing.

2) Budaya yang beraneka ragam  menunjukkan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
3) Pancasila sebagai dasar negara merupakan kepribadia dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
4) Pancasila  pandangan hidup bangsa yang telah menyatu di dalam kebudayaan bangsa

Indonesia.
5) Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya harus dipahami dan diamalkan oleh

setiap warga negara Indonesia.
6) Pada dewasa ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat dan membawa

banyak perubahan. Perubahan-perubahan yang akan memengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
7) Adanya kemajuan IPTEK, diperlukan sikap yang bijaksana dan sikap mau dan bersedia membuka

diri dan tetap waspada menerima perkembangan dunia.
8) Menerima pengaruh perkembangan globalisasi dan perkembangan IPTEK tanpa harus

kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.
9) Pancasila merupakan pedoman nilai dan norma untuk menyikapi pengaruh dan perkembangan

IPTEK.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 7

2. Manfaat Gotong Royong Mendukung Keberagaman Sosial
1) Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telahada dalam kehidupa bangsa Indonesia yang beragam.
2) Sebuah nilai Pancasila yang menunjukkan adanya perilaku dan sikap kerukunan serta kerja sama
dalam masyarakat yang beragam adalah gotong royong.
3) Gotong royong  merupakan kepribadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar
kuat dalam kehidupan masyarakat.
4) Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa
= Gotong  berarti memikul atau mengangkat
= royong  berarti bersama-sama
5) Gotong royong  berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara
bersama-sama.
6) Gotong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia (tertuang sila ke-3 Pancasila)
7) Ciri-ciri gotong royong, antara lain:
a. Bertujuan untuk mensejahterakan seluruh anggota
b. Menganggap masalah merupakan sebuah tanggungan bersama
c. Menyelesaikan suatu tantangan secara bersama
d. Memiliki rasa peduli terhadap orang lain
e. Terlihat jelas pada daerah pedesaan dari pada perkotaan.

8) Nilai-nilai positif dalam gotong royong, antara lain:
a. kebersamaan
b. persatuan
c. rela berkorban
d. tolong menolong
e. sosialisasi

9) Budaya gotong royong dapat memberikan manfaat bagi kehidupan bermanfaat, antara lain:
a. Meringankan beban pekerjaan yang harus ditanggung
b. Menumbuhkan sikap sukarela, tolong menolong, kebersamaan, dan kekeluargaan antar
sesama anggota masyarakat.
c. Menjalin dan membina hubungan yang baik antar warga masyarakat.
d. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan nasional.

3. Cara Melestarikan Budaya Bangsa
1) Ingat suatu semboyan yang diucapkan Bung Karno “ Bersatu karena kuat, kuat karena bersatu”
= kata-kata itu menjadi pedoman perilaku dalam keberagaman dan perbedaan dalam rangka
mengisi kemerdekaan.
2) Salah satu cara yang tepat untuk mengisi kemerdekaan bagi penerus bangsa adalah  dengan
melestarikan kebudayaan bangsa dengan cara mempelajarinya.
3) Kebudayaan bangsa merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur cerminan dari
kehidupan manusia dan masyarakat.
4) Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa merupakan sikap yang perlu dikembangkan
sebagai perwujudan sikap positif dalam menyikapi keragaman dan kegiatan positif dalam
menyikapi keragaman dan kegiatan positif untuk mengisi kemerdekaan.
5) Cara melestarikan budaya bangsa, antara lain:
a. Mempunyai sikap mau menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di
masyarakat.
b. Mempelajari kesenian daerah lain
c. Mengembangkan budaya daerah sendiri
d. Mengikuti dan memperlajari budaya bangsa
e. Pendidikan tentang budaya daerah
f. Melaksanakan lomba budaya daerah
g. Mengadakan pentas seni daerah
h. Mendukung upaya mengembangkan budaya daerah

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 8

4. Perilaku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
(buku tema halaman 186)
1) Sekolah merupakan masyarakat dalam ukuran yang kecil.
Di sekolah terdpat berbagai keragaman yang menunjukkan adanya latar belakang yang berbeda-
beda.

2) Cara kita bersikap terhadap adanya keragaman yang ada di sekolah, antara lain:
a. Menghormati dan menghargai sesama teman
= nampak dalam toleransi sikap dan perilaku mau untuk menerima perbedaan.
b. Menolong teman tanpa membedakannya
= nampak dalam sikap saling menolong teman.
c. Menumbuhkan semangat persaudaraan
= nampak dalam sikap saling memaafkan dan mengingatkan.
= pembelajaran di sekolah misalnya: kegiatan Pramuka.

3) Semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua)
Contoh kegiatan yang mencerminkan kebhinnekatunggalikaan dimasyarakat, antara lain:
a. Kegiatan gotong royong membangun tempat ibadah yang dihadiri oleh warga yang berbeda
agama.
b. Kegiatan musyawarah pelaksanaan lomba memperingati hari Kemerdekaan, dll.

4) Keanekaragaman terbukti tidak menjadi penghalang terwujudnya persatuan dan kesatuan.
Cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu:
a. Menyelenggarakan kerja sama antar daerah
b. Menjalin pergaulan antar suku bangsa
c. Memberi bantuan tanpa membedakan suku bangsa atau asal daerah.
d. Mempelajari berbagai kesenian dari daerah lain.
e. Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
f. Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain.
g. Tidak mudah marah atau menyimpan dendam,
h. Menerima teman tanpa mempertimbangkan perbedakan suku, agama. maupun bahasa dan
kebudayaan.

5) Perbedaan merupakan anugerah dari Tuhan YME.
Cara menyikapi perbedaan dan keragaman yang ada:
a. Menghargai pendapat teman
b. Bersahabat denga teman yang berkebutuhan khusus
c. Menolong teman yang kekurangan
d. Mendukung hobi teman meskipun berbeda dengan hobimu
e. Menghormati asal usul teman
f. Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan agama
g. Menghormati bahasa daerah dari suku bangsa lain
h. Tidak membedakan teman berdasarkan kaya atau mskin
i. Menjenguk teman yang sakit
j. Menghargai perilaku teman meskipun berbeda dengan perilakumu
k. Menyaksikan pertunjukan kesenian dari daerah lain
l. Mempelajari lagu tradisional
m. Menyaksikan upacara adat dari daerah lain

5. Menghargai Jasa Para Pahlawan
(buku tema halaman 197)
1) Sikap kepahlawanan dan patriotisme tidak hanya diperlukan dalam meraih cita-cita kemerdekaan
bangsa, namun diperlukan dalam mengisi kemerdekaan.
2) Berbagai peristiwa dari masa penjajahan, pergerakan dan Kebangkitan Nasional, Proklamasi
Kemerdekaan dan usaha mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara telah melahirkan banyak
pejuang dan pahlawan bagi baangsa.
3) Pahwalawan adalah  orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam
membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani.

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 9

4) Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta “Phala-wan”  berarti orang yang dari dirinya
mengasilkan buah (pahala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama.

5) Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawan
 Pepatah yang mengingatkan kita untuk selalu menghargai jasa para pahlawan.
 Pahlawan telah berjuang dengan mengorbanan harta, benda, jiwa, bahkan nyawanya untuk
meraih kemerdekaan hingga akhirnya bisa meraih merdeka, bebas, dan berdaulat.

6) Sebagai penerus bangsa, kita mempunyai tugas untuk berjuang melanjutkan perjuangan pahlawan
sebagai pahlawan pembangunan dengan mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, aman,
damai, tertib, tentram, dan bahagia.

7) Pahlawan pembangunan, selalu menerapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai kepahlawanan yangdapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
a) Rela Berkorban
= sikap rela berkorban  adalah sikap yang lebih mementingkan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi.
Sikap rela berkorban dapat dibiasakan di lingkungan rumah, keluarga, dan masyarakat dengan
cara peduli kepada orang lain.
b) Berjiwa Besar
Berjiwa besar  adalah sikap mau menerima segala yang terjadi dengan penuh kesabaran dan
keikhlasan.
Berjiwa besar dapat diwujudkan dengan mau menerima kekalahan denga ikhlas, meminta
maaf, dan memberi maaf.

8) Cara menghargai jasa para pahlawan, antara lain:
a) Penganugerahan gelar pahlawan nasional
b) Mengabadikan nama pr pahlawan sebagai nama jalan, gedung dll
c) Membangun tugu peringatan, monumen, atau patung untuk mengenang dan menghormati jasa
para pahlawan.
d) Memperingati peristiwa-peristwa penting dalam perjuangan bangsa
e) Berziarah ke Taman Makam Pahlawan
f) Mengikuti upacara bendera dengan khidmat
g) Ikut mendoakan arwah para pahlawan
h) Melanjutkan perjuangan sesuai dengan kondisi sekarang
i) Turut menjaga bentuk peninggalan sejarah
j) Hidup rukun dan bersatu
k) Menaati tata tertib dan peraturan yang berlaku.

=== Selamat Belajar ===

Rangkuman PPKn Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan | 10


Click to View FlipBook Version